Pusat Jurnal Ilmiah Universitas Pasir Pengaraian
Not a member yet
1713 research outputs found
Sort by
KAJIAN DESKRIPSI ANXIETY PADA IBU HAMIL PREOPERATIF SECTIO CAECAREA DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK KABUPATEN MAGETAN
According to the World Health Organization (WHO), the increase in the implementation of Caesarean sections continues to increase at the global level. Based on data from the 2021 Indonesian Demographic and Health Survey, the incidence of Sectio Caesarea in Indonesia reached 17% of the total number of births. Sectio Caesarea is a surgical procedure that is commonly performed to help deliver a fetus because there are indications that it could threaten the health of the mother and fetus if delivered vaginally. The aim of this study was to examine the description of pregnant women\u27s anxiety in facing surgical delivery. This research was conducted using a descriptive method using interview techniques with 20 respondents at RSIA Melati, Magetan Regency in January 2024. In the research process, several characteristics of pregnant women were found that influenced anxiety, namely age, parity, education and experience. Respondents\u27 medical indications for having an SC were PEB, history of SC, breech position, CPD, history of asthma, post term, umbilical cord entanglement, placenta previa and transverse location. Respondents have various ways of dealing with anxiety, starting from searching for information on electronic media, sharing with people closest to them, to taking pregnancy yoga classes. The conclusion of this study is that primigravida respondents are more likely to feel anxiety than multigravidas because of their first experience facing childbirth
DETERMINAN MINAT REMAJA MENGIKUTI POSYANDU REMAJA
Latar Belakang. Remaja rentan terhadap masalah psikososial, psikis atau kejiwaan akibat perubahan sosial. Perlu sumber informasi kesehatan dan life skill agar para remaja siap menghadapi kehidupan melalui kegiatan Posyandu remaja. Hasil studi pendahuluan di Kabupaten Magelang terdapat pernikahan di usia kurang dari 20 tahun berpotensi terjadinya kehamilan usia muda penyebab BBLR. Tahun 2021 bulan Januari-November di wilayah Puskesmas Secang terdapat jumlah calon pengantin di bawah usia 20 tahun mencapai 4,51% atau sebanyak 24 orang. Kabupaten Magelang menduduki peringkat keempat Provinsi Jawa Tengah dengan 38 kasus HIV/AIDS. Rendahnya tingkat kehadiran remaja di Posyandu Remaja mengakibatkan terhambatnya pemberdayaan sebagai tujuan utama dari Posyandu Remaja.
Tujuan penelitian menganalisis deteminan minat remaja menghadiri Posyandu Remaja.
Metode penelitian : jenis penelitian diskriptif kuwantitatif, Desain penelitianya berupa survei analitik, Populasi 321 orang teknik sampling purposive didapatkan 34 sampel
Hasil : mayoritas responden perempuan 33 atau 31%, mayoritas pendidikan
SMA 42 responden atau 39.6%, mayoritas 27 responden atau 25.5% cukup mendapat dukungan dari keluarga untuk mengikuti Posyandu remaja. pengetahuan tentang kegiatan posyandu remaja mendapatkan skor terendah yakni 16 responden atau 16%, mayoritas 27 responden atau 25.5% cukup dukungan dari keluarga untuk mengikuti Posyandu remaja. mayoritas responden kurang mendapatkan dukungan dari teman sebaya untuk datang ke Posyandu remaja sebanyak 32 responden atau 64%. jarak rumah ke Posyandu remaja mayoritas dekat 29 orang atau 58 % , mayoritas 37 responden atau 74 pesrsen berminat datang ke Posyandu remaja tetapi terhalang oleh kesibukan menyelesaikan kegiatan sekolah dan tugas membantu orang tua
Saran : dukungan keluarga dan teman sebaya lebih ditingkatkan sedangkan waktu kegiatan posyandu remaja lebih informative menginformasikan kegistan dan pemilihan waktu yang tepat agar remaja yang sudah berminat mengikuti Posyandu remaj
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN PADA IBU PRE OPERASI SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT DAERAH MANGUSADA TAHUN 2024: GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN PADA IBU PRE OPERASI SECTIO CAESAREA
Pembedahan dapat menimbulkan berbagai risiko bagi pasien yang menjalaninya, resiko tinggi ini memberikan dampak psikologis pada pasien pra operasi, salah satu dampaknya adalah rasa cemas. Kecemasan pada orang yang akan menjalani operasi dapat menyebabkan operasinya gagal atau tertunda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan pada pasien pre operasi di RSD Mangusada Kabupaten Badung, Metode penelitian ini adalah penelitian deskrtiptif dengan pendekatan cross- sectional. Teknik pengambilan sampel dengan non- probability sampling yang melibatkan 54 responden. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner baku Zung-Self Anxiety Rate Scale. Hasil penelitian menunjukkan umur 20-35 tahun mengalami cemas ringan (20%), primipara (33,3%) dengan kecemasan ringan, pendidikan tinggi (10,4%) dengan kecemasan ringan, responden yang tidak mendapatkan dukungan keluarga (0,4%) dengan kecemasan ringan. Gambaran tingkat kecemasan Responden pada pembedahan pre operasi sectio caesaria di RSD Mangusada (90.7 %) responden tidak merasakan kecemasan. Diharapkan penelitian berikutnya dapat melakukan penelitian kualitatif faktor-faktor dukungan suami dan keluarga terhadap kecemasan ibu pre operasi sectio caesarea
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI DASAR DI DESA KEUDE MATANGGLUMPANG DUA
ABSTRAK
Pendahuluan : Imunisasi dasar lengkap merupakan salah satu bentuk intervensi kesehatan yang efektif dilakukan untuk mencegah dalam menurunkan angka kematian bayi dan balita. Pentingnya pengetahuan ibu, sehingga diharapkan ibu dapat memberikan imunisasi dasar secara lengkap pada bayinya. Tujuan Penelitian : untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Ibu tentang Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap di Desa Keude Mtangglumpang Dua Kecamatan peusangan Kabupaten Bireuen. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah diskriptif yang berlokasi di Desa Keude Matangglumpang Dua pada ibu bayi sebanyak 34 orang. Data diperoleh menggunakan kuesioner dan berdasarkan tindakan observasi dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian : Karakteristik ibu di Desa Keude Matangglumpang Dua sebagian besar terbanyak berumur 26-30 tahun sebanyak 14 orang (41,2%), berpendidikan SMA sebanyak 21 orang (61,8%), tidak bekerja (IRT) sebanyak 25 orang (73,5%). Pengetahuan ibu di di Desa Keude Matangglumpang Dua tentang imunisasi dasar lengkap dalam kategori baik sebanyak sebanyak 18 orang (52,9%), pengetahuan dengan kategori cukup sebanyak 6 responden (17,6%) dan pengetahuan dengan kategori baik sebanayk 10 responden (29,4%). Kesimpulan : Sebagian besar pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar lengkap di Desa Keude Matangglumpang Dua dalam kategori kurang sebanyak 18 orang (52,9%).
Kata kunci : Pengetahuan, Imunisasi Dasar Lengkap
ABSTRACT
Introduction : Complete basic immunization is an effective form of health intervention to prevent and reduce infant and toddler mortality. The importance of maternal knowledge is that mothers are expected to be able to provide complete basic immunization to their babies. Research Objective : to determine the description of mothers\u27 knowledge about providing complete basic immunization in Keude Mtangglumpang Dua Village, Peusangan District, Bireuen Regency. Research Method: This type of research is descriptive, located in Keude Matangglumpang Dua Village, involving 34 mothers of babies. Data was obtained using a questionnaire and based on observation and analyzed univariately. Research results : Characteristics of mothers in Keude Matangglumpang Dua Village, the majority of whom are 26-30 years old, 14 people (41.2%), 21 people (61.8%) have a high school education, 25 people (73%) do not work (IRT) 5%). Mothers\u27 knowledge in Keude Matangglumpang Dua Village about complete basic immunization was in the good category as many as 18 people (52.9%), knowledge in the sufficient category was 6 respondents (17.6%) and knowledge in the good category was 10 respondents (29, 4%). Conclusion : Most mothers\u27 knowledge about complete basic immunization in Keude Matangglumpang Dua Village is in the poor category, 18 people (52.9%).
Keywords : Knowledge, Complete Basic Immunizatio
PENGARUH PEMBERIAN KOMPRES HANGAT TERHADAP PENURUNAN DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI SMP NEGERI 1 RAMBAH HILIR KABUPATEN ROKAN HULU TAHUN 2024: PENGARUH PEMBERIAN KOMPRES HANGAT TERHADAP PENURUNAN DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI SMP NEGERI 1 RAMBAH HILIR KABUPATEN ROKAN HULU TAHUN 2024
ABSTRAK
Dismenore adalah kondisi yang terjadi sewaktu menstruasi yang ditandai oleh nyeri atau rasa kram didaerah perut atau panggul. Di Indonesia angka kejadian dismenore sebesar 64,25% yang terdiri dari 54,89% dismenore primer dan 9,6% dismenore sekunder. Angka kejadian dismenore di Riau pada remaja putri di kecamatan lima puluh Kota Pekanbaru 85,7%, siswi sudah mengalami menarche, dan 80% dari remaja putri mengalami nyeri pada saat haid terdiri dari 25% nyeri ringan, 66,7% nyeri sedang, 8,3% nyeri berat dan selebihnya 20% remaja putri tidak mengalami nyeri saat haid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian kompres hangat terdap penurunan dismenore. Penelitian ini menggunakan rancangan One Group Pre-Test Post-Test Design. Populasi sebanyak 119 orang dengan sampel 26 orang yang mengalami dismenore di SMP Negeri 1 Rambah Hilir. Hasil penelitian terdapat perbedaan nilai rata-rata dismenore pada remaja sebelum dan susah diberikan kompres hangat. Dimana rata-rata dismenore sebelum diberikan kompres hangat adalah 4,15 dan setelah diberikan kompres hangat adalah 1,12. Diperoleh nilai p-value= 0,000, H0 ditolak. Artinya ada pengaruh pemberian kompres hangat pada rmaja putri di SMP Negeri 1 Rambah Hilir Kabupaten Rokan Hulu tahun 2024.
Kata kunci: Remaja, Dismenore, Kompres Hangat
Daftar Pustaka: (35)(2018-2023)
ABSTRACT
Dysmenorrhea is a condition that occurs during menstruation which is characterized by pain or cramping in the abdominal or pelvic area. In Indonesia, the incidence of dysmenorrhea is 64.25%, consisting of 54.89% primary dysmenorrhea and 9.6% secondary dysmenorrhea. The incidence of dysmenorrhea in Riau among adolescent girls in the Fifty District of Pekanbaru City is 85.7%, female students have experienced menarche, and 80% of adolescent girls experience pain during menstruation consisting of 25% mild pain, 66.7% moderate pain, 8 .3% have severe pain and the remaining 20% of young women do not experience pain during menstruation. The aim of this study was to determine the effect of giving warm compresses on reducing dysmenorrhea. This research uses a One Group Pre-Test Post-Test Design. The population was 119 people with a sample of 26 people who experienced dysmenorrhea at SMP Negeri 1 Rambah Hilir. The results of the study showed differences in the average value of dysmenorrhea in adolescents before and after being given warm compresses. Where the average dysmenorrhea before being given a warm compress was 4.15, then after being given a warm compress there was a decrease in dysmenorrhea with an average of 1.12. Obtained p-value = 0.000, H0 is rejected. This means that there is an effect of giving warm compresses to teenage girls at SMP Negeri 1 Rambah Hilir, Rokan Hulu Regency in 2024.
Keywords: Warm Compress, Dysmenorrhea, Teenager
Bibliography: (35)(2018-2023).
 
Strategi Pemasaran Kopi Si Talbak Di Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan Provinsi Sumatera Utara (Studi Kasus PT Penabur Benih Indonesia)
Marketing of Si Talbak coffee at PT Penabur Benih Indonesia is still not optimal so there are still products that have not been sold. The type of research carried out was quantitative descriptive. Data collection was carried out by observation, interviews and documentation. The aim of this research is to analyze the marketing strategy for Si Talbak coffee at PT Penabur Benih Indonesia and determine strategic priorities that are suitable for the company. In order to obtain the required strategy, use the IFAS matrix, EFAS matrix, IE matrix, SWOT matrix and QSPM matrix. Strategic priorities obtained from the results of the analysis include carrying out product development, updating flavor innovations, highlighting product superiority, maximizing the application of production technology and information to increase productivity and business promotion, market expansion, contracting with farmers, and increasing the stability and professionalism of source work. human power.
Â
Â
Analisis Faktor Penyebab Serta Cara Mengatasi Keterlambatan Proyek Infrastruktur Desa Di Kabupaten Rokan Hulu
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui persepsi dari pemerintah desa, BPD dan kepala dusun terhadap faktor penyebab serta cara mengatasi keterlambatan kegiatan infrastruktur di Desa Babussalam Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu. Jenis penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif yaitu metode yang didasarkan pada data hasil pengukuran variabel penelitian melalui studi pustaka dan penyebaran kuesioner kepada 18 responden. Kemudian data kuesioner yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode analisis indeks kepentingan dan analisis statistik korelasi produk momen. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: 1. Faktor penyebab keterlambatan proyek infrastruktur di Desa Babussalam tahun 2023 menurut urutan ranking adalah : (a) Non Excusable Delays (Keterlambatan proses pencairan dana desa); (b) Conpesable Delays (Dana dari pemilik yang tidak mencukupi); (c) Excusable Delays (Respon dari masyarakat sekitar yang kurang mendukung dengan adanya proyek); 2. Cara mengatasi keterlambatan kegiatan infrastruktur di Desa Babussalam untuk tahun yang akan datang adalah : (a) Meminta pertanggung jawaban TPK agar tetap menyelesaikan pembangunan tepat waktu; (b) Membuat kontrak kerja perencanaan dan mengadakan pengawasan; (c) Memilih metoda kerja terbaik dan tercepat, menambah jumlah tenaga kerja, menambah jumlah alat, peningkatan kinerja, mengajukan tambahan waktu kepada owner
Effect of Recondition of Fracture Shaft Palm Lorry Using The Shielded Metal Arc Welding Process
Examination and analysis of the 2,640 working hours AISI 1045 palm lorry shaft fracture were carried out to determine the effect of reconditioning using Shielded Metal Arc Welding on the reliability of the shaft. Laboratory test results and analysis showed that the shaft experienced a static brittle fracture at an angle between 65 mm diameter and 90 mm diameter. For a long time, evidence of weld defects in the form of inclusions, porosity, and cold cracks in the Heat Affective Zone has been observed. The various hardness levels in the weld metal are 200 to 210 HV; HAZ is 280 to 386 HV, and base metal is 202 to 210 HV due to oxygen affecting on shaft\u27s mechanical qualities deterioration. When the martensitic structure is produced, the carbon equivalent value rises to 15.66%, over the minimum value of 0.65%, reducing shaft reliability and triggering the occurrence of static brittle fracture. The macro-micro structure at the initial area of crack and fracture is bainite and ferrite-pearlite, while the shaft base material is ferrite-pearlite. Furthermore, there is a difference in tensile strength between the shaft material and the power of the electrodes utilized in the reconditioning process. From this experiment, the reconditio
Perancangan Mesin Pengering Sagu Tipe Rotary Dryer Dengan Sirip Right Anglet Dan Screw Bersumber Panas Biomasa
Mesin pengering sari pati sagu ini dirancang untuk membantu petani sagu, khususnya di Kab. Kepulauan Meranti, mengolah sari pati sagu basah menjadi tepung sagu siap pakai. Mesin ini menggunakan tipe rotary dryer yang dipilih karena mampu mengeringkan bagian luar dan dalam padatan dengan efisiensi panas tinggi dan pencampuran yang baik. Drum rotary dilengkapi dengan sirip atau fin yang membolak-balikkan produk agar terkena aliran uap panas secara merata. Dimensi drum mesin adalah 36 cm dengan panjang 144 cm, dilengkapi sirip screw pada inlet dan outlet, serta sirip right angled di bagian tengah. Pengujian dilakukan dengan memasukkan bahan dari lubang inlet, kemudian drum berputar secara kontinu dengan kecepatan 20 rpm, dengan udara panas dari blower yang dihasilkan oleh tungku pembakaran biomassa. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu, hasil output pati sagu, dan bentuk sirip terhadap proses pengeringan dengan variasi sudut drum 1Ëš dan 3Ëš. Hasil pengeringan diukur dengan mengukur kadar air basah sebelum dan sesudah proses pengeringan. Mesin ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas tepung sagu dengan kadar air akhir sebesar 13%, meningkatkan hasil pengeringan, dan membantu petani mengatasi masalah dalam proses pengeringan sagu
Interpretasi Struktur Geologi Bawah Permukaan Dengan Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Schulumberger Studi Kasus di Kampus UNRI
Melalui metode geolistrik ini, karakteristik dan kedalaman aquifer yang terkandung dalam lapisan tanah dapat diidentifikasi dengan lebih akurat. Dalam konteks ini, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi air bawah tanah di Kampus UNRI, tepatnya depan laboratorium Fisika Bumi, dengan menggunakan metode geolistrik untuk mengetahui struktur geologi bawah permukaan yang berpotensi sebagai sumber air bersih. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan model pengelolaan berwawasan lingkungan yang dapat meningkatkan pemanfaatan air bawah tanah untuk pemenuhan kebutuhan air di Kampus FMIPA UNRI, dari penelitian ini sangat penting, baik dalam bidang ilmu geofisika maupun dalam ilmu lingkungan, khususnya yang berkaitan dengan keberlanjutan sumber daya air bawah tanah. Selain itu, penelitian ini juga relevan dengan pengembangan IPTEK dalam rangka konservasi air bawah tanah, serta mendukung kebijakan pemerintah dalam mencapai tujuan keberlanjutan pembangunan yang melibatkan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Setelah dilakukan penelitian menggunakan metode geolistrik konfigurasi elektroda Schlumberger di areal study didapatkan kesimpulan, yaitu hasil pengolahan data geolistrik bahwa akuifer bebas berada pada kedalaman 19 metee sampai 25 meter dengan nilai resistivitas 62,7 Ωm sampai 88,3 Ωm. Di daerah studi dapat dikatakan bahwa di daerah studi teridentifkasi terdapat 13 lapisa