Pusat Jurnal Ilmiah Universitas Pasir Pengaraian
Not a member yet
1713 research outputs found
Sort by
Rancang Bangun Sistem Monitoring Kekeruhan Air Pada Mesin Rotary Drum Filter Berbasis Sensor TSS Dan Mikrokontroler ESP32
Industrial wastewater treatment is an important process in maintaining environmental quality. One of the important parameters that must be monitored is the level of water turbidity. This study aims to design and build a real-time water turbidity monitoring system on a rotary drum filter machine using a Total Suspended Solid (TSS) sensor and an IoT-based microcontroller. This system is designed to automatically measure turbidity levels and send data to a web-based monitoring platform. The test results show that the system is able to detect turbidity variations with good accuracy and provide real-time readings. Implementation of this system can improve the efficiency of monitoring and maintenance of rotary drum filter units in wastewater treatment plants.
Keywords: Turbidity monitoring, rotary drum filter, TSS sensor, IoT, microcontroller.
 
Design and Development Of A Learning Media Introducing Wali Songo Using Augmented Reality For Fifth Grade Elementary School Students
Seiring berkembangnya teknologi di Indonesia seperti sekarang ini, metode pembelajaran PAI tentang pengenalan Wali Songo yang yang masih konvensional membuat siswa cenderung mengalami kejenuhan. Terlebih lagi pandemi COVID 19 yang menjadikan sekolah daring membuat siswa tidak dapat menerima pelajaran dengan sempurna. Salah satu cara untuk membantu kegiatan belajar mengajar adalah menggunakan game edukasi.maka dari itu penelitian ini membuat aplikasi game pengenalan wali songo sehingga dapat meningkatkan minat siswa terhadap pengenalan wali songo. Game ini dibangun dengan menggunakan aplikasi Unity sebagai game engine dan bahasa pemrogaman C#. Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus, sedangkan metode pengembangan perangkat lunaknya menggunakan metode waterfall. Menggunakan Blackbox testing untuk pengujian sistem dan pengujian pretest posttest untuk mengetahui minat dari user. Aplikasi ini berjalan semestinya dan teruji di blackbox testing, pretest, postest, dan kuisioner yang di lakukan dengan user Kata
Pengelompokkan Provinsi Berdasarkan Kelayakan Ruang Kelas dan Tenaga Kependidikan Sekolah Dasar Menggunakan Algoritma K-Means: Analisi Data Periode 2023-2024
Abstract
This study analyzes the disparity in primary education quality across Indonesian regions using K-Means clustering methodology to group 38 provinces based on classroom adequacy indicators and teaching staff availability for the 2023-2024 period. Adopting the CRISP-DM methodology and utilizing datasets from the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology, this research reveals significant educational gaps across Indonesian regions. The analysis results show three clusters reflecting educational conditions: Cluster 1 (low category) encompasses 23 provinces (67.6%) dominated by Eastern Indonesia regions such as Papua, Maluku, and other remote areas; Cluster 2 (medium category) consists of 13 provinces (38.2%) including South Sumatra, Riau, and DKI Jakarta; and Cluster 3 (high category) contains only 3 provinces: East Java, West Java, and Central Java. Clustering validity is confirmed through silhouette coefficient with the highest value of 0.795 for Cluster 2. These findings identify structural inequality between Java and outer Java regions, providing empirical foundation for the government to design more targeted educational equity policies, with priority on infrastructure rehabilitation and teaching staff augmentation in disadvantaged areas to achieve national educational justice. The research demonstrates that educational quality distribution in Indonesia remains heavily concentrated in Java, while remote and eastern regions face significant challenges in both physical infrastructure and human resources, requiring comprehensive government intervention strategies for sustainable educational development.
Keywords: K-Means clustering, primary education, regional disparity, educational infrastructure, teaching personnel
Implementasi Aplikasi Kasir/Point Of Sales Berbasis Website Penjualan Alat Tulis Sekolah Wesley Pelita Bangsa
This study aims to design and implement a web-based Point of Sales (POS) application as a solution to automate the stationery sales process at Wesley Pelita Bangsa School. The existing manual sales management causes inefficiencies and potential errors in stock recording and financial reporting. The development method used is the Waterfall model, which includes the stages of requirement analysis, system design, implementation, testing, and maintenance. Data were collected through observation, interviews, and literature review to ensure that both functional and non-functional system requirements were met. The implemented POS system successfully automates stock reduction during transactions, automatic receipt generation, and accurate, easily accessible sales reporting. System testing using Blackbox Testing demonstrated that the application operates according to specifications without significant errors. Therefore, this application can improve operational efficiency, reduce recording errors, and support the smooth learning process at Wesley Pelita Bangsa School. This research provides practical contributions to sales management and can serve as a reference for developing similar systems in non-formal educational environments
Perancangan Sistem Informasi Pengelolaan Bug Berbasis Website Di PT. Javan Cipta Solusi
Perkembangan teknologi informasi yang pesat menuntut perusahaan untuk terus berinovasi dalam mengelola proyek dan meningkatkan kualitas perangkat lunak. PT. Javan Cipta Solusi sebagai perusahaan pengembangan perangkat lunak menghadapi tantangan dalam manajemen bug pada proyek-proyek yang dikerjakannya. Meskipun telah menggunakan QA Touch sebagai alat utama dalam manajemen pengujian, terdapat kebutuhan untuk sistem yang lebih terfokus dan efisien dalam pencatatan serta penanganan bug. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Sistem Informasi Pengelolaan Bug Berbasis Website yang dapat memenuhi kebutuhan spesifik tim Quality Assurance (QA) di PT. Javan Cipta Solusi. Sistem ini dirancang untuk membantu tim QA dalam mencatat, melacak, dan melaporkan bug secara lebih efisien dan transparan. Metodologi yang digunakan meliputi analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, dan pengujian sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi yang dirancang telah berhasil memenuhi kebutuhan tim QA dalam hal pencatatan dan pelaporan bug yang lebih terfokus dan sistematis. Fitur-fitur utama yang disediakan oleh sistem ini, seperti pelacakan status bug, penentuan prioritas bug, dan laporan analisis bug, telah meningkatkan transparansi dan kejelasan status bug, serta mempercepat siklus perbaikan perangkat lunak. Selain itu, sistem ini juga memungkinkan kolaborasi yang lebih baik di antara anggota tim, sehingga meningkatkan efisiensi keseluruhan tim QA
Prioritas Pelayanan Perbaikan Kerusakan Peralatan Pendukung Perkuliahan Menggunakan Metode Topsis (Studi Kasus di STMIK Amik Riau)
Sekolah Tinggi Managemen Informatika dan Komputer AMIK Riau (STMIK Amik Riau) merupakan salah satu perguruan tinggi komputer pertama di Provinsi riau yang terletak di kota pekanbaru. Setiap kampus memiliki peralatan pendukung perkuliahan untuk menunjang kegiatan proses belajar mengajar. Peralatan pendukung perkuliahan sangat penting untuk di perhatikan karena dengan peralatan yang baik dan memadai maka proses perkuliahan dapat di lakukan dengan baik dan lancar. Permasalahan yang terjadi yaitu dalam menentukan prioritas pelayanan perbaikan yang mana harus didahulukan berdasarkan jenis kerusakan, intensitas pemakaian, biaya perbaikan dan kebutuhan. Sesuai dengan uraian yang di jelaskan sebelumnya maka dibuat suatu sistem yang dapat memutuskan prioritas pelayanan perbaikan kerusakan peralatan pendukung perkuliahan menggunakan metode TOPSIS. Hasil ujicoba mengunakan Metode TOPSIS menunjukkan nilai kecocokan urutan prioritas perbaikan dengan urutan sebenarnya pada tahun 2016 sebesar 83,3333% dan pada tahun 2017 sebesar 91,6667%
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI DENGAN KEJADIAN IKTERIK FISIOLOGIS PADA BAYI USIA 3-14 HARI DI KLINIK KARTIKA HUSADA DONOMULYO
ABSTRACT
Physiological icteric is yellow in infants aged 3-14 days. One of the causes of physiological iterative is the lack of optimal breastfeeding, health experts recommend breastfeeding mothers with an interval of 3 hours, with a frequency of 8-12 times a day in the first few days. Babies who get enough milk with bilirubin levels tend to be lower than babies who lack breast milk intake. This is caused by several factors, including inadequate breastfeeding frequency and suboptimal breast milk intake. The purpose of this study is to determine the relationship between breastfeeding and the incidence of Physiological Psychology in Infants Aged 3-14 days at Kartika Husada Clinic, Donomulyo. This research method: uses a correlation descriptive method, with a Cross Sectional approach, namely with a single time. The determination of the number of respondents uses the total sampling technique which is equal to the population. So this study used 60 respondents. The respondents who were taken had met the inclusion criteria, and there were no characteristic characteristics of the exclusion criteria. Respondents who were researchers using mothers who gave birth normally and/or were referred by SC to the hospital with babies aged 3-14 days. Results: The results of the Chi Square Test obtained a sig value on the frequency factor, duration and method of breastfeeding less than 0.050 (0.020 on frequency; 0.006 on duration; 0.046 on breastfeeding), a chi-square sig value greater than 0.050 (0.325 on breast milk production; 0.570 on drying the baby), so it can be said that there is a relationship of breastfeeding which includes criteria (breastfeeding frequency, duration of breastfeeding and the correct way of breastfeeding, milk production) with physiological aquatic events, but there was no relationship between the baby\u27s drying and psychological events at the Kartika Husada Donomulyo clinic. In conclusion: there is a relationship between breastfeeding and physiological events at the Kartika Husada Donomulyo clini
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang Pijat Bayi Di Desa Papaso II Tahun 2024
Pijat bayi merupakan perawatan kesehatan berupa terapi sentuhan dengan tehnik tehnik tertentu diberikan kepada bayi sehingga stimulus touch dan terapi dapat tercapai. Tujuan diberikan pemijatan pada bayi untuk mengeluarkan hormon endorphin sehingga memberikan rasa rileks pada otot bayi akan membuat bayi semakin nyaman dan komunikasi nyaman aman antara ibu dan buah hatinya membawa dirinya baik secara fisik maupun psikologisnya. Melakukan pemijatan yang benar, bayi akan menunjukan peningkatan nafsu makan dan efektifitas tidur. Bulan Januari 2024 Diketahui bahwa sebagian besar ibu tidak mengetahui secara pasti tentang manfaat pijat bayi. Tujuan Penelitian "Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu tentang pijat bayi di desa papaso II". Jenis penelitian adalah bersifat deskriptif. Teknik pengambilan samppel menggunakan total sampling sebanyak 20 orang. Lokasi penelitian di desa papaso II tahun 2024. Alat ukur yang digunakan yaitu, dengan kuesioner, tertutup di Uji Validitas dengan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 20 Responden di desa papaso II terdapat responden yang berpengetahuan baik 18 responden (85,0%), berpengetahuan kurang 2 responden (15,0%). Kesimpulan yaitu rata rata frekuensi pengetahuan ibu sebelum diberikan Pendidikan kesehatan adalah 50,00 dengan standar deviasi 9,177. Rata rata frekuensi pengetahuan ibu sesudah diberikan Pendidikan kesehatan adalah 64,75 standar deviasi 10,818. Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan uji Paired Sample T - Test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), hal ini menunjukkan ada perbedaan yang signifikan rata rata kenaikan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan Pendidikan kesehatan tentang pijat bayi. Saran bagi responden dapat memberikan serta menambah ilmu dan wawasan tentang pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu tentang pijat bayi di desa papaso II, Bagi Peneliti agar mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu tentang pijat bayi di Desa Papaso II, Bagi Peneliti selanjutnya diharapkan dapat digunakan sebagai referensi untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan desain berbeda dan sampel yang lebih banyak
Detection Of Formaldehyde In White Tofu At A Tofu Factory Ujung Batu Sub-District, Rokan Hulu Regency
Synthetic preservatives are dangerous preservatives that are prohibited for food and are declared hazardous ingredients according to the regulation of the Minister of Health (Menkes) Number. 1168/Menkes/Per/X/1999. One of the dangerous compounds that is often used is formalin. The use of formalin is rife among white tofu sellers, because formalin is considered the most effective for preserving white tofu. The purpose of this study was to determine the presence or absence of formalin content in white tofu produced by the Ujung Batu District Factory, Rokan Hulu Regency. Based on the examination of formalin tests on 7 white tofu samples that were sampled and analyzed, it showed that 3 white tofu samples at the Ujung Batu District Factory were identified as containing formalin, namely A, E and F. The samples tested showed purple final results which indicated positive if the sample turned purple. While 4 samples of white tofu, do not contain formalin, namely B, C, D and G. The tested sample showed the final result did not change color, which indicates negative. The organoleptic test assessment of both texture, aroma and color has conformity with the results of the formalin kits test conducted in the laboratory. White tofu that positively contains formalin has a very chewy texture, pungent aroma and slightly white color
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Konsumsi Tempe Rumah Tangga Di Desa Sialang Rindang Kecamatan Tambusai Kabupaten Rokan Hulu
Tempe merupakan sumber pangan tinggi protein yang terbuat dari kacang kedelai. Tempe menjadi makanan khas Indonesia sebagai lauk yang dikonsumsi sehari-hari. Masyarakat desa Sialang Rindang beraneka ragam mulai usia, pendapatan, tingkat Pendidikan dapat diasumsikan memiliki pola konsumsi pangan yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi tempe rumah tangga. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sialang Rindang Kecamatan Tambusai Kabupaten Rokan Hulu. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Menggunakan uji asumsi klasik, uji regresi linear berganda, dan uji hipotesis. Pada uji regresi menunjukkan bahwa variabel memiliki pengaruh secara negative terhadap variabel independent. Hasil penelitian ini diketahui bahwa jumlah konsumsi tempe sebesar 2,71 kg dengan rata-rata frekuensi pembelian sebesar 3-4/ bulan; jenis tempe yang paling banyak di konsumsi adalah tempe yang memiliki berat 9 x 14/3 bungkus dengan harga 5000/3 bungkus; jumlah pendapatan keluarga, harga konsumsi tempe, jumlah keluarga dan harga barang berpengaruh secara parsial. Sedangkan pasokan tidak berpengaruh secara parsial, seluruh variabel berpengaruh secara simultan; semakin tinggi pendapatan keluarga akan mengurangi tingkat konsumsi tempe rumah tangga, begitu juga dengan harga konsumsi tempe. Faktor lain yang mempengaruhi adalah jumlah anggota keluarga, semakin banyak anggota keluarga akan mempengaruhi tingkat konsumsi rumah tangga. Harga barang mempengaruhi tingkat konsumsi tempe rumah tangga, jika harga barang atau pengeluaran tinggi maka akan menaikkan tingkat konsumsi tempe rumah tangga