Pusat Jurnal Ilmiah Universitas Pasir Pengaraian
Not a member yet
1713 research outputs found
Sort by
ANALISIS PENYARINGAN AIR GAMBUT MENGGUNAKAN FILTRASI SEDERHANA
Air yang melimpah di Desa Sontang adalah air gambut, air gambut berwarna coklat tua sampai kehitaman (124 - 850 PtCo), memiliki kadar organik yang tinggi (138 - 1560 mg/lt KmnO4), dan bersifat asam (pH 3,7 - 5,3). Air yang dikatakan bersih harus memenuhi syarat dari segi kualitas dan kuantitas. Pada penelitian ini menggunakan metode alternatif dan sederhana melalui metode Biosand Filter Karbon Aktif oleh karena itu di lakukan penelitian tentang pengolahan air gambut menggunakan media ijuk, arang kayu dan pasir kuarsa yang merupakan metode Biosand filter karbon aktif dari rangkaian pipa PVC, untuk menurunkan kadar besi (Fe) dan mangan (Mn) serta menaikkan pH. Setelah di lakukan penyaringan Biosand Filter Karbon Aktif 5 kali kadar pH naik 25,4%. Kadar Mangan (Mn) di lakukan penyaringan 5 kali kadar Mangan terjadi penurunan 52,3%. Kadar Besi (Fe) setelah penyaringan 5 kali turun 29,5%. Metode penyaringan Biosand Filter Karbon Aktif ini bisa di gunakan untuk penyaringan air gambut, karena dapat menurunkan kadar Mangan (Mn) dan Besi (Fe) serta menaikkan kadar Ph
EVALUASI KEMIRINGAN SALURAN DRAINASE DI JALAN SIMPANG SUPRA KOTA PASIR PENGARAIAN
Drainase juga merupakan salah satu fasilitas dasar yang dirancang sebagai sistem guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan merupakan komponen penting dalam perencanaan kota (perencanaan infrastruktur khususnya). Kondisi drainase terlihat banyaknya tumpukan sampah dan kemiringan yang kurang efektif sehingga menyebabkan kurangnya kinerja saluran drainase dalam menampung kapasitas hujan yang turun dan terjadilah banjir. Penelitian dilakukan di seputaran jalan simpang supra. Dengan panjang pengukura kemiringan 300 meter. Data yang digunakan dalam perhitungan dimensi saluran drainase adalah data jumlah penduduk, data curah hujan 10 tahun terakhir, peta situasi, peninjauan lokasi, pengukuran kemiringan saluran dengan alat waterpass. Dari hasil analisis dan pembahasan diperoleh kemiringan dasar saluran drainase = 0,00205% dan kemiringan atas saluran drainase = 0,004125 % , penyebab tersumbatnya saluran drainase = sedimen berupa lumpur,ranting kayu dan limbah rumah tangga.
Â
Abstract
Drainage is also one of the basic facilities designed as a system to meet the needs of society and is an important component in urban planning (infrastructure planning in particular). The condition of the drainage looks a lot of piles of garbage and slopes that are less effective, causing the lack of performance of the drainage channel in accommodating the capacity of the rain that falls and flooding occurs. The research was conducted around the supra intersection road. With a slope measurement length of 300 meters. The data used in calculating the dimensions of drainage channels are population data, rainfall data for the last 10 years, situation maps, site visits, measuring channel slopes with waterpass tools. From the results of analysis and discussion, it is obtained that the basic slope of the drainage channel = 0.00205% and the upper slope of the drainage channel = 0.004125%, the cause of clogging of the drainage channel = sediment in the form of mud, wood branches and household waste
KARAKTERISTIK KUAT TEKAN BETON K-250 MENGGUNAKAN BAHAN ADDITIVE SUPER PLASTICIZER
Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik campuran beton K-250 dengan penambahan additive Superplasticizer dengan variasi 0% , 0.5% , 1% , dan 1.5%. Metodologi penelitian merupakan penelitian eksperimen dilaboratorium pengujian terhadap bahan penyusun beton dan pengujian mengacu pada SNI 03-2834-1993 dan SNI 03-2834-2000. Karakteristik yang ditinjau adalah Workability, berat jenis beton, berat volume beton dan kuat tekan beton dengan variasi umur 7, 14, 21, dan 28 hari. Total benda uji pada penelitian ini adalah 48 sampel kubus beton. Hasil penelitian bahwa rata-rata nilai slump dengan penambahan additive Superplasticizer sebesar 0% adalah 36,32 mm, rata-rata nilai slump dengan penambahan additive Superplasticizer sebesar 0,5% adalah 53,17 mm, rata-rata nilai slump dengan penambahan additive Superplasticizer sebesar 1% adalah 57,71 mm, rata-rata nilai slump dengan penambahan additive Superplasticizer sebesar 1,5% adalah 59,18 mm variasi penambahan Superplasticizer juga memberikan hasil rata-rata berat jenis beton per meter kubik sebesar 2235 kg/m3 pada variasi 0% Superplasticizer, rata-rata berat jenis beton per meter kubik sebesar 2273 kg/m3 pada variasi 0,5% Superplasticizer, rata-rata berat jenis beton per meter kubik sebesar 2250 kg/m3 pada variasi 1% Superplasticizer, rata-rata berat jenis beton per meter kubik sebesar 2252 kg/m3 pada variasi 1,5% Superplasticizer rata-rata berat jenis beton per meter kubik sebesar 2271 kg/m3. sementara hasil kuat tekan beton dengan variasi penambahan Superplasticizer 0.5% pada umur 7 hari dihasilkan 166,67 Kg/cm2 (13,83 MPa), variasi penambahan Superplasticizer 0.5% pada umur 14 hari dihasilkan 212,30 Kg/cm2 (17,62 MPa), variasi penambahan Superplasticizer 0,5% pada umur 21 hari dihasilkan 238,22 Kg/cm2 (19,77 MPa), variasi penambahan Superplasticizer 0,5% pada umur 28 hari dihasilkan 252,59 Kg/cm2 (20,97 MPa).
Â
Abstract
The main aim of using additives is to improve the compressive strength capabilities of the concrete. This research aims to determine the characteristics of the K-250 concrete mixture with the addition of the Superplasticizer additive with variations of 0%, 0.5%, 1%, and 1.5%. The research methodology is experimental research in a testing laboratory on concrete constituent materials and testing refers to SNI 03-2834-1993 and SNI 03-2834-2000. The characteristics reviewed are workability, concrete density, concrete volume weight and concrete compressive strength with age variations of 7, 14, 21 and 28 days. The total test objects in this study were 48 concrete cube samples. The research results show that the average slump value with the addition of 0% Superplasticizer additive is 36.32 mm, the average slump value with the addition of 0.5% Superplasticizer additive is 53.17 mm, the average slump value with the addition of Superplasticizer additive of 1% is 57.71 mm, the average slump value with the addition of the Superplasticizer additive of 1.5% is 59.18 mm. The variation in adding Superplasticizer also gives an average concrete density per cubic meter of 2235 kg/m3 in the variation. 0% Superplasticizer, average concrete density per cubic meter is 2273 kg/m3 at 0.5% Superplasticizer variation, average concrete density per cubic meter is 2250 kg/m3 at 1% Superplasticizer variation, average The specific gravity of concrete per cubic meter is 2252 kg/m3 with a variation of 1.5% Superplasticizer. The average specific gravity of concrete per cubic meter is 2271 kg/m3. while the results of the compressive strength of concrete with variations in adding 0.5% Superplasticizer at 7 days produced 166.67 Kg/cm2 (13.83 MPa), variations in adding 0.5% Superplasticizer at 14 days produced 212.30 Kg/cm2 (17.62 MPa). ), variations in adding 0.5% Superplasticizer at 21 days of age produced 238.22 Kg/cm2 (19.77 MPa), variations in adding 0.5% Superplasticizer at 28 days of age produced 252.59 Kg/cm2 (20.97 MPa )
EVALUASI KINERJA PENDAMPING LOKAL DESA DALAM PEMBANGUNAN DESA DI KECAMATAN RAMBAH SAMO
Abstrak
Peran pendamping lokal desa dalam kegiatan pembangunan di desa sangat penting, mulai dari perencanaan sampai kepada pemantauan dan evaluasi. Peran pendamping lokal desa tertuang dalam Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 3 Tahun 2015 tentang Pendamping Desa dalam pembangunan desa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kinerja Pendamping Lokal Desa (PLD) di Kecamatan Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu berdasarkan penilaian responden. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan cara melakukan wawancara dan penyebaran kuesioner sebanyak 28 responden dari pihak pemerintahan desa. Data kuesioner di uji dengan menggunakan rumus indeks kepentingan dan uji data statistik menggunakan rumus korelasi produk moment. Berdasarkan hasil data kuesioner yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa yang perlu dievaluasi terhadap kinerja Pendamping Lokal Desa (PLD) di Kecamatan Rambah Samo adalah sebagai berikut : Berpartisipasi aktif dalam pertemuan desa; Melakukan kunjungan efektif ke dusun & desa di wilayah tugasnya; Tingkat kehadiran dalam melaksanakan tugas; Membuat laporan akurat dan tepat waktu. Menurut persepsi responden terhadap kinerja Pendamping Lokal Desa (PLD) di Kecamatan Rambah Samo memiliki nilai kinerja yaitu CUKUP.
Â
Abstract
The role of local village assistants in development activities in villages is very important, from planning to monitoring and evaluation. The role of local village assistants is stated in the Regulation of the Minister of Villages, Development of Disadvantaged Regions and Transmigration Number 3 of 2015 concerning Village Assistants in village development. The aim of this research is to determine the performance of Village Local Facilitators (PLD) in Rambah Samo District, Rokan Hulu Regency based on respondents\u27 assessments.The research method used was by conducting interviews and distributing questionnaires to 28 respondents from the village government. Questionnaire data was tested using the interest index formula and statistical data was tested using the product moment correlation formula.Based on the results of the questionnaire data that has been carried out, it can be concluded that what needs to be evaluated regarding the performance of Village Local Facilitators (PLD) in Rambah Samo District is as follows: Active participation in village meetings; Conduct effective visits to hamlets & villages in his/her assigned area; Level of attendance in carrying out tasks; Make accurate and timely reports. According to respondents\u27 perceptions of the performance of Village Local Facilitators (PLD) in Rambah Samo District, the performance value is ENOUGH
ANALISIS BETON GEOPOLIMER SUBTITUSI POFA (PALM OIL FUEL ASH) DENGAN METODE CURRING DIPANASKAN
Beton adalah bahan bangunan yang terbuat dari campuran semen, air, agregat halus, agregat kasar, dan bahan campuran lainnya. Semen merupakan salah satu material yang digunakan untuk membuat beton. Beton yang menggunakan material pozzolan disebut beton geopolimer. Kabupaten Rokan hulu banyak memproduksi kelapa sawit yang menghasilkan limbah berupa cangkang, tandan kosong, dan serat. Pengujian material mengacu pada SNI 03-2834-1993 dan rancangan campuran beton mengacu pada SNI 03-2834-2000.Dalam proses pembuatan benda uji menggunakan larutan alkali aktivator dengan konsentrasi 8 M dan 16 M. Proses curing bervariasi antara suhu ruang dan suhu 60°C selama 24 jam. Pengujian dilakukan terhadap benda uji silinder berukuran 15 cm x 30 cm dengan karakteristikkuat tekan beton f\u27c 20 MPa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan beton geopolimer pada umur 28 hari mengalami sedikit penurunan dibandingkan beton normal. Kuat tekan tertinggi diperoleh pada variasi penambahan POFA 10% + 8M aktivator dengan curing suhu 60°C, yaitu sebesar 229,23 Kg/cm² (22,67 MPa). Penambahan konsentrasi aktivator hingga 16 M justru menurunkan kuat tekan beton, yang disebabkan nilaiSlump nya semakin mengecil dan penurunan workability. Selain itu, proses curing pada suhu 60°C mempercepat reaksi polimerisasi, meningkatkan kuat tekan awal, dan menunjukkan ketahanan yang lebih baik terhadap pengaruh panas
PENGARUH PENERAPAN GREEN ACCOUNTING DAN KINERJA LINGKUNGAN TERHADAP KINERJA KEUANGAN DENGAN TATA KELOLA PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA PERUSAHAAN PERKEBUNAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2020-2022
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Green Accounting dan Kinerja Lingkungan terhadap Kinerja Keuangan dengan Tata Kelola Perusahaan sebagai variabel intervening pada perusahaan Perkebunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020 – 2022. menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan di Bursa Efek Indonesia tahun 2020 – 2022. Dengan metode kuantitatif. Populasi berjumlah 45. penentuan sampel menggunakan sampel jenuh dengan semua populasi sebagai sampel. Variabel Dependent adalah Kinerja Keuangan (Y), variabel intervening adalah Tata Kelola Perusahaan (Z), dan variabel independen adalah Green Accounting (X1) dan Kinerja Lingkungan (X2). analisis yang digunakan adalah Partial Least Square (PLS). Hasil menunjukkan bahwa Green Accounting tidak berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan. Green Accounting berpengaruh terhadap Tata Kelola. Kinerja Lingkungan tidak berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan. Kinerja Lingkungan tidak berpengaruh terhadap Tata Kelola. Kinerja Lingkungan tidak berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan melalui Tata Kelola dan Green Accounting tidak berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan melalui Tata Kelol
INOVASI PENINGKATAN NILAI EKONOMI GULA AREN CETAK MELALUI PELATIHAN PRODUKSI GULA SEMUT DI DESA RAMBAH TENGAH HULU KECAMATAN RAMBAH KABUPATEN ROKAN HULU
Pelatihan pembuatan gula semut dari gula aren cetak bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan produksi pengrajin gula aren lokal. Kegiatan ini melibatkan kelompok pengrajin "Gula Aren Jaya" yang terdiri atas 16 peserta. Pelatihan dirancang secara sistematis dengan tiga tahapan utama: penyampaian materi, demonstrasi teknis, dan praktik langsung. Peserta diperkenalkan pada teknik pengeringan gula aren cetak, pengendalian kualitas, serta metode pengemasan modern untuk menghasilkan gula semut berkualitas tinggi. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan kemampuan peserta, di mana seluruh peserta menyatakan mampu memproduksi gula semut secara mandiri. Beberapa hambatan yang dihadapi pada proses pelatihan yaitu keterbatasan alat produksi, waktu pelatihan, dan pemahaman teknis tertentu memerlukan perhatian lebih lanjut. Implikasi pelatihan ini meliputi diversifikasi produk, penguatan ekonomi daerah, dan pelestarian komoditas aren sebagai bahan baku strategis. Pelatihan ini menjadi langkah awal yang strategis untuk menjadikan gula semut sebagai ikon produk unggulan daerah, mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal, serta menciptakan peluang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk memastikan keberlanjutan dan pengembangan lebih lanjut dari hasil pelatihan in
PELATIHAN MANAJEMEN WIRAUSAHA KULINER DAN COOKING CLASS SNACK BOX PADA UMKM DI KABUPATEN ROKAN HULU PROVINSI RIAU
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, dalam mengelola usaha kuliner secara profesional dan inovatif. Fokus kegiatan terarah pada dua aspek utama, yaitu pelatihan manajemen wirausaha kuliner dan praktik langsung melalui cooking class pembuatan snack box yang memiliki nilai jual tinggi dan daya saing di pasar lokal maupun digital. Pelatihan ini mencakup materi perencanaan usaha, digital marketing, manajemen keuangan sederhana, serta pengemasan produk yang menarik dan higienis. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi interaktif, studi kasus, dan praktik langsung (hands-on training). Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam merancang model bisnis kuliner sederhana, menyusun laporan keuangan dasar, serta menghasilkan produk snack box yang layak jual. Kegiatan ini juga mendorong semangat kewirausahaan perempuan dan generasi muda di Kabupaten Rokan Hulu. Dengan demikian, program ini memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan UMKM berbasis potensi lokal dan mendukung pemulihan ekonomi pascapandemi melalui sektor industri rumah tangga
Analisis cakupan K1 terhadap kejadian KEK di Kabupaten Minahasa Selatan
Latar Belakang: Cakupan K1 dan K4 dalam ANC digunakan untuk mengukur hasil pelayanan kesehatan ibu hamil. Pelayanan ANC sangat penting untuk menjaga kesehatan ibu selama kehamilan dan memastikan bahwa persalinan dilakukan di fasilitas kesehatan. Tantangan dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan ibu hamil tidak hanya terkait aksesibilitas. Peningkatan kualitas pelayanan juga diperlukan. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain crosectional melibatkan data cakupan 17 kecamatan dalam rentang tahun 2023 dengan pendekatan total sampling. Analisis univariat dan bivariat menggunakan koefisien korelasi. Hasil: Korelasi antara variabel Cakupan K1 dan Kejadian KEK dianalisis menggunakan metode Spearman Rho. Hasil analisis menunjukkan nilai r = 0.495 dengan p-value < 0.000, yang menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara Cakupan K1 dan Kejadian KEK. Kondisi KEK pada ibu hamil diduga memiliki keterkaitan dengan kunjungan ANC. Kunjungan ANC yang rendah dan kejadian KEK akan berpotensi menimbulkan komplikasi lebih lanjut baik pada ibu hamil dan anak. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara cakupan K1 dengan kejadian KEK pada ibu hamil di kabupaten minahasa selatan. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan jumlah cakupan dan variable yang lebih luas
SISTEM INFORMASI PEMESANAN LAPANGAN PADA KENZIE FUTSAL PADANG MENGGUNAKAN WEB
Sistem pemesanan lapangan pada Kenzie Futsal masih bersifat manual. Memesan lapangan harus datang langsung ke Kenzie Futsal. Selain itu bukti pembayaran masih menggunakan banyak kertas atau buku untuk membuat laporan pembayaran, sehingga jika ingin melakukan rekap data pengelola kesulitan karena ada banyak kertas yang akan dikumpulkan dan juga tidak terorganisir penyimpanan data pemesanan penggunaan lapangan Futsal dengan baik dan benar sehingga memungkinkan data-data tersebut akan hilang. Tujuan penelitian ini untuk membantu dalam meningkatkan keefektifitasan proses booking lapangan dan pengolahan data pada Kenzie Futsal. Metode yang digunakan adalah metode interview, analisis sistem, desain sistem, implemetasi dan pemeliharaan program. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjawab kesulitan yang sering dihadapi oleh pengelola maupun pelanggan sehingga bisa lebih efisien dan efektif.
Kata kunci: Sistem Informasi, pemesanan lapangan berbasis, we