Jurnal Teknik Sipil
Not a member yet
266 research outputs found
Sort by
KAJIAN POLA TANAM PADA LAHAN GAMBUT KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA
AbstrakDaerah Desa Limbung merupakan salah satudaerah rawa yang dipengaruhi oleh pasang surut yang terletak di KecamatanSungai Raya Kabupaten Kubu Raya yang saat ini sebagian besar belum dikembangkandan dimanfaatkan menjadi lahan pertanian. Hal ini menyebabkan masih rendahnyapendapatan penduduk dalam memproduksi hasil pertaniannya. Untuk itu, setelahdilakukan perbaikan dalam hal pola tanam, yakni dalam pemilihan jenis tanamandan jadwal penanaman yang tepat diharapkan dapat meningkatkan produksi hasilpertanian dan meningkatkan kesejahteraan hidup para petani Kecamatan SungaiRaya Kabupaten Kubu Raya, khususnya untuk Desa Limbung. Dalam penelitian ini,untuk menganalisi permasalahan yang ada diperlukan data primer dan datasekunder. Data primer meliputi data pergerakan pasang surut di lapangan selama27 jam dan data pola tanam yang biasa dilakukan oleh petani Desa Limbung. Untukdata sekunder meliputi data hidrologi dan klimatologi serta data pergerakanpasang surut. Analisis yang akan dilakukan meliputi analisis hidrometri, analisishidrologi, analisis pola tanam dan analisis pengelolaan air. Hasil akhirdidapat bahwa untuk daerah Desa Limbung masih dipengaruhi adanya pasang surutair laut dengan ketinggian spring tide 181,00 cm dan neap tide51,00 cm. Dari analisis kebutuhan air tanaman dengan beberapa alternatif polatanam, didapat pola tanam yang paling baik dengan kebutuhan air tanaman per haripaling terkecil adalah pola tanam Jagung Jagung Jagung dengan kebutuhan airsebesar 4,37 mm/hari dan pola tanam Padi Padi Padi dengan kebutuhan airsebesar 4,58 mm/hari. Berdasarkan zona pengelolaan air yang ada di daerah DesaLimbung dapat dibedakan dua zona pengelolaan air yaitu ZPA I (tanamanperkebunan) dan ZPA VIII (tanaman padi tadah hujan). Sumber air untuk memenuhikebutuhan air tanaman berasal dari saluran tersier yang terdapat di arealpertanian.Kata-kata kunci: pasangsurut, pola tanam, kebutuhan air tanama
KAJIAN PREFERENSI MODA ANGKUTAN BARANG ANTARA TRUK DAN ANGKUTAN SUNGAI PADA PERGERAKAN DI SUNGAI KAPUAS KALIMANTAN BARAT
Masyarakat Kalimantan Barat adalah masyarakat yang menggunakan sungai sebagai sarana transportasi efektif untuk mengangkut barang. Hal tersebut dikarenakan faktor kondisi alam yang menunjang, yaitu keberadaan sungai-sungai yang cukup besar dan panjang serta dapat dilayari, sehingga banyak aktivitas angkutan barang masih menggunakan sungai sebagai moda transportasi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut diperlukan suatu moda angkutan barang. Dalam menentukankan angkutan barang, pelaku akan mempertimbangkan hal-hal yang berkaitan dengan moda yang digunakannya. Dalam hal ini faktor pemilihan moda memegang peranan yang cukup penting yang terkait erat dengan kondisi, karakteristik dan keandalan dari moda yang bersangkutan. Maka diperlukan suatu model untuk memodelkan pergerakan yang peka terhadap atribut pergerakan yang mempengaruhi pemilihan moda tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan moda angkutan barang antara Kapal Barang dan Truk, untuk rute Pontianak Kapuas Hulu serta memperoleh suatu model pemilihan moda yang dapat menjelaskan probabilitas dalam memilih moda angkutan barang antara Kapal Barang dan Truk, untuk rute Pontianak Kapuas Hulu. Kuesioner dibuat dengan menggunakan teknik stated preference dengan disain replika sebagian, yang terdiri dari 8 option/pilihan yang ditawarkan kepada responden yang terdiri dari dari 4 atribut pelayanan yaitu faktor biaya perjalanan, waktu perjalanan, kapasitas/daya angkut moda dan tingkat keamanan moda dalam membawa barang (resiko kerusakan barang). Penelitian ini melibatkan responden sebanyak 132. Berdasarkan survei penelitian yang dilakukan diketahui bahwa terdapat perbedaan faktor-faktor yang mempengaruhi pengguna moda dalam melakukan pemilihan moda. Pada moda kapal barang, pengguna merasa bahwa faktor biaya transportasi dan kualitas pelayanan yang diberikan (terutama keamanan barang) merupakan alasan utama untuk memilih kapal barang sebagai moda untuk melakukan perjalanan. Sedangkan faktor ketepatan waktu berangkat/tiba ke tujuan dan waktu perjalanan yang lebih singkat merupakan alasan utama yang dominan dipilih oleh pengguna truk dalam melakukan perjalanannya. Model utilitas moda pada masing-masing kelompok yang ditinjau dalam penelitian adalah: Kelompok I (kelompok responden yang hanya pernah menggunakan salah satu moda), UKB-TR= 6.68333 0,001970?biaya 0,07452?waktu 0,04359?kapasitas + 0.31954?keamanan. Kelompok II (kelompok responden yang pernah menggunakan kedua moda), UKB-TR= 5,53283 0,001220?biaya + 0,04295?waktu 0,06120?kapasitas + 0,25585?keamanan. Dari hasil analisis elastisitas pada kelompok I probabilitas pemilihan kapal barang lebih sensitif terhadap pengaruh perubahan atributnya, sedangkan pada kelompok II probabilitas pemilihan truk yang lebih sensitif terhadap perubahan atributnya dan atribut yang paling sensitif mempengaruhi pemilihan moda adalah waktu perjalanan
TINJAUAN KERUSAKAN JALAN PROVINSI PADA RUAS NANGA PINOH SOKAN KABUPATEN MELAWI
Jaringan jalan dapat meningkatkan tingkat efektifitas dan efisiensi produksi serta kualitas interaksi sosial masyarakat, yang pada gilirannya menentukan daya saing daerah secara keseluruhan. Total panjang jalan nasional dan propinsi yang berada di Kalimantan Barat adalah 3.093,25 km, dari total panjang tersebut untuk jalan nasional sebanyak 14,47% mengalami rusak sampai rusak berat, sedangkan untuk jalan propinsi sebanyak 37,49% yang mengalami kerusakan. Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi mengenai kondisi kerusakan jalan khususnya jalan propinsi pada ruas Nanga Pinoh Sokan Kabupaten Melawi dan untuk mengidentifikasi penyebab kerusakan dan alternatif solusi penanganannya sehingga diperoleh rencana penanganan yang tepat guna dan efisien. Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan pada ruas jalan Nanga Pinoh Sayan Kota Baru Sokan pada dasarnya dapat dibagi dalam 5 (empat) akumulasi jenis kerusakan utama yaitu : Kerusakan Lepas (tipe I), Kerusakan Lepas dan Lubang (tipe II), Kerusakan Retak, Lepas dan Lubang (tipe III), Kerusakan Retak dan Lepas (tipe IV), Kerusakan Gelombang, Lepas dan Lobang (tipe V). Penanganan kerusakan jalan ini dapat dilakukan dengan baik bila memperhatikan tipe dari kerusakan yang ada sedemikian sehingga daya dukung jalan yang diinginkan dapat diperoleh dengan baik. Selain itu hasil evaluasi dilapangan terlihat bawah faktor pendukung penyebab kerusakan adalah muatan berlebih dari kendaraan khususnya perkebunan (sawit), kurangnya penyediaan sistem drainase yang memadai dan lemahnya perhatian dari pemerintah untuk melakukan perbaikan baik dalam pemeliharaan rutin maupun pemeliharaan berkala yang sistematik dan berkesinambungan dalam rangka memperpanjang umur layan dari jaringan jalan yang ada
KONSEP BANGUNAN PROGRAM STUDI ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TANJUNGPURA SEBAGAI PEWADAHAN KEGIATAN PENDIDIKAN
Abstrak Seiring dengan perkembangan yang terjadi dalam Prodi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura, Laboratorium Gambar yang selama ini mewadahi kegiatan pendidikan arsitektur di prodi ini sudah tidak lagi memenuhi kebutuhan yang ada. Sebuah bangunan sebagai wadah kegiatan pendidikan arsitektur memang menjadi penting untuk diperhatikan. Keberadaan bangunan ini seharusnya dapat berfungsi sesuai dengan tujuan utama yaitu mewadahi kegiatan pendidikan arsitektur. Beberapa bagian pertimbangan yang dapat dijadikan konsep dalam bangunan Prodi Arsitektur ini meliputi fungsi bangunan, pelaku dan kegiatan, ruang arsitektural, bentuk dan sirkulasi bangunan, serta konteks lingkungan. Kajian ini menitikberatkan pada pengkajian data dengan tujuan agar konsep yang dihasilkan benar-benar dapat menyelesaikan permasalahan yang ada. Konsep yang dipaparkan dapat dikembangkan berikutnya ke dalam suatu perancangan atau desain sehingga dapat dilaksanakan di lapangan. Pelaku, kegiatan, serta fungsi ruang menunjukkan bahwa besaran ruang untuk bangunan baru adalah minimal 1.353,76 m2. Kata-kata kunci: prodi arsitektur, konsep perancangan, kegiatan pendidika
STUDI PERANCANGAN ULANG TATA RUANG DALAM GEDUNG PRODI INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TANJUNGPURA
Abstrak Fungsi bangunan umumnya berkaitan dengan aktivitas yang terjadi di dalam bangunan. Berkaitan dengan hal tersebut penataan layout ruang sangat berperan dalam menciptakan situasi belajar-mengajar yang aktif. Penataan layout ruang juga dapat menciptakan kemudahan aksesibilitas sehingga efektivitas pemanfaatan ruang lebih tinggi. Dalam hal alih fungsi bangunan yang paling penting adalah penggunaan ke depan dan proyeksi kebutuhan ruang yang sesuai. Sebagai bangunan lama yang mengalami alih fungsi, tentunya bangunan Prodi Teknik Informatika Universitas Tanjungpura memerlukan penyesuaian ruang, khususnya penataan kembali ruang dalamnya. Pemanfaatan ruang yang efektif sangat perlu melihat bahwa setiap fungsi biasanya memiliki intensitas pemakaian yang berbeda-beda. Maka dalam melakukan penataan sebuah bangunan diperlukan sebuah kajian sebagai sebuah tahapan/proses perencanaan. Metode penelitian yang dilakukan dalam kajian ini menggunakan pendekatan yang dikemukakan oleh Rowe (1991) bahwa pemecahan masalah terdiri dari tiga kegiatan, yaitu: (1) menstrukturkan atau menstrukturkan kembali permasalahan ruang, (2) Menguraikan pemecahan masalah, dan (3) Melakukan evaluasi alternatif solusi. Tuntutan kebutuhan fungsional yang terus berkembang seiring perkembangan program studi ke depan menuntut adanya ruang-ruang yang dapat menampung aktifitas belajar mengajar, administrasi di tingkat program studi serta dapat menampung berbagai fasilitas penunjang kegiatan akademis lainnya. Kata-kata kunci: perancangan, tata ruang dala
PENATAAN KAWASAN KUMUH PINGGIRAN SUNGAI DI KECAMATAN SUNGAI RAYA
Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi kawasan kumuh yang terdapat di kecamatan Sungai Raya kabupaten Kubu Raya. Lokus dari penelitian ini adalah pemukiman yang berada di pinggiran sungai dan daerah sekitarnya. Hasil identifikasi tersebut dijadikan pedoman dalam penataan kawasan kumuh tersebut. Identifikasi kawasan kumuh tersebut dilakukan dengan beberapa kriteria yaitu vitalitas nonekonomi, vitalitas ekonomi, status tanah, kondisi prasarana, komitmen pemerintah daerah dan prioritas penanganan. Hasil dari penelitian ini merumuskan beberapa strategi perencanaan dalam penataan kawasan kumuh tersebut. Strategi tersebut yaitu strategi perencanaan fisik bangunan dan strategi perencanaan sarana dan prasarana. Strategi perencanaan fisik bangunan meliputi strategi pengaturan kepadatan bangunan, strategi pengaturan sempadan bangunan, strategi peningkatan kualitas fisik bangunan Strategi Perencanaan Sarana dan Prasarana meliputi perbaikan jalan, penyediaan akses jalan/jembatan penghubung, pembuatan saluran drainase, penyediaan sarana MCK umum, penyediaan air bersih dengan membuat jaringan air bersih, penyediaan bak-bak penampung air hujan, penyediaan spot-spot tempat pembuangan sampah. Kata-kata kunci: penataan, kawasan kumuh, pinggiran sunga