GRADASI
Not a member yet
13 research outputs found
Sort by
KAIN TENUN IKAT DENGAN BAHAN SUTERA ALAM (Analisis Deskriptif Oranamen Kain Tenun Ikat dengan Bahan Sutera Alam di Kampung Tenun Panawuan Kabupaten Garut)
ABSTRACTWeaving village is a production house which is under the supervision of weaving Weaving Cita Indonesia (CTI) and Perusahaan Gas Negara (PGN). Weaving Village 's existence provides evidence that the development of weaving in West Java is growing and seeks to preserve the existing cultural heritage from generation to generation to the decline of this. Weaving using raw materials imported from China.The method used is descriptive method of analysis with a qualitative approach this study is the location of Alam Sutera Family which is the production center in Kampung Weaving Panawuan Garut Panawuan located in Loa, Sukajaya Village, Tarogong Kidul District, Garut regency, West Java. Data collecting techniques used in this study include: observation, interviews, library research, and documentation.Based research concludes that the process of making ikat weaving in the village of Alam Sutera particularly in the Family are still using the traditional loom loom machines (Lurik). The manufacturing process is divided to two stages. First is the preparation stage of weaving called gumingan the cooking process to remove the silk yarn resin contained in suteta thread. The second process is the process of weaving which is divided into two parts before weaving, the process is the process of making lungsi and weft threads. Idea / notion of making these ornaments were taken from the natural surroundings in Garut regency and that became the hallmark of Garut. Judging from the kind of ornaments that were studied were type of ornament Diamonds, Ethnic modifications NTT, Bali and Kalimantan, Flower Puspa, Tread Dara Flowers, Flowers Gambir, Kusuma Flower, Bird Stork, Sumping, Garut and ukel modification Ethnic Borneo. Ornaments that looked at Kampung Weaving is geometric and non-geometric ornaments and ornaments are modifications of other areas. Key Words: String Tenun, Ornament, Silk, ATBM ABSTRAKKampung Tenun adalah sebuah rumah produksi tenun yang merupakan binaan dari Cita Tenun Indonesia (CTI) dan Perusahaan Gas Negara (PGN). Adanya Kampung Tenun ini memberikan bukti bahwa perkembangan tenun di Jawa Barat semakin berkembang dan berupaya untuk melestarikan warisan budaya yang sudah ada secara turun-menurun dari generasi ke genarasi ini. Pengolahan sutera sebagai bahan baku di Kampung Tenun menggunakan bahan baku yang diimpor dari Cina.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif, lokasi penelitian ini adalah Sutera Alam Family yang merupakan pusat produksi di Kampung Tenun Panawuan Kabupaten Garut yang berlokasi di Panawuan Loa, Desa Sukajaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa proses pembuatan kain tenun ikat di Kampung Tenun khususnya di Sutera Alam Family masih menggunakan alat tenun tradisional yaitu alat tenun bukan mesin (ATBM). Proses pembuatannya itu terbagi kepada dua tahapan. Pertama adalah tahap persiapan menenun yang disebut gumingan yaitu proses pemasak benang sutera untuk menghilangkan resin yang terdapat pada benang sutera. Proses yang kedua adalah proses menenun yang dibagi menjadi dua bagian sebelum menenun, proses tersebut yaitu proses pembuatan benang lungsi dan pakan. Ide/gagasan pembuatan ornamen ini diambil dari alam sekitar di wilayah Kabupaten Garut dan yang menjadi ciri khas Garut. Dilihat dari jenis ornamen yang diteliti adalah jenis ornamen Wajik, Etnik modifikasi NTT, Bali dan Kalimantan, Bunga Puspa, Bunga Tapak Dara, Bunga Gambir, Bunga Kusuma, Burung Bangau, Sumping, Etnik Garut dan Ukel modifikasi Kalimantan. Ornamen yang tampak pada Kampung Tenun adalah ornamen geometris dan non geometris serta terdapat ornamen modifikasi dari daerah lain. Kata Kunci: Tenun Ikat, Oranamen, Sutera, ATB
TAMBANG KAPUR CIPATAT (Isu Perusakan Alam Sebagai Ide Dalam Berkarya Seni Grafis Linocut)
ABSTRAK Seni grafis sering dijadikan sebagai aksi kebudayaan. Bahkan semenjak satu tahun negeri ini merdeka, seni grafis menjadi semacam diplomasi kebudayaan kepada negara-negara sahabat. Namun sayang pada perkembangannya di negeri ini, seni grafis sebagai seni murni memang kalah populer dibandingkan dengan lukis dan patung. Cetakan karya yang dihasilkan banyak dan bersifat serigrafi membuat sebagian besar meragukan originalitasnya. Namun dengan teknis pembuatan yang cenderung rumit dan cukup sulit untuk dipasarkan ini bisa menjadi peluang bagi para seniman sebagai alternatif cara mengembangkan dan meramaikan dunia kesenirupaan, apalagi didukung dengan sejarahnya yang luar biasa.Ide gagasan yang diambil untuk skripsi seni grafis yang digarap dengan teknik reduksi cetak tinggi ini adalah isu tentang eksploitasi atau perusakan alam di kawasan Karst Citatah, khususnya tentang industri pertambangan kapur di kawasan tersebut. Isu ini diangkat menjadi karya seni grafis sebagai salah satu cara menyampaikan kepedulian penyusun terhadap kerusakan alam di lingkungannya. Dampak dari aktivitas industri tambang ini secara langsung maupun tidak langsung merugikan masyarakat, khususnya masyarakat sekitar kawasan karst, dampak tersebut antara lain berupa wabah penyakit pernapasan dan kerusakan lingkungan dengan mengeringnya sebagian besar mata air. Namun sayangnya sebagian masyarakat sudah bergantung pada mata pencaharian sebagai penambang.Metode penciptaan karya yang dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu, pengumpulan data dari berbagai sumber seperti buku, karya tulis, majalah, surat kabar, dan internet maupun wawancara dengan pihak yang terkait, observasi langsung ke kawasan karst dan melakukan dokumentasi selama proses penciptaan berlangsung. Hasil karya berupa enam buah karya seni grafis linocut reduksi dibuat di berbagai ukuran dengan objek tentang aktivitas industri pertambangan karst dengan jenis karya polikromatik. Dari hasil penciptaan ini diharapkan dapat menambah semangat apresiasi berkesenirupaan dan motivasi dalam berkarya seni grafis bagi pendidikan seni rupa maupun masyarakat pada umumnya. Kata kunci : Seni grafis, linocut, Karst CitatahABSTRACTIRSAN RISALAT, 2013. Tambang Kapur Cipatat (Nature Exploitation Issue for Idea to Make Linocut Graphic Artwork). Graphic art is always used for culture action. In fact on one year this country freedom, graphic art used for kind of culture diplomacy for other nations. But that regrettably, on development for this country, graphic art of fineart is not to popular if compared with painting and sculpture art. Editions of printing and have serigraph characteristic make a many part uncertain the originality. But with crucial technique and difficult on marketing can be opportunity for the artist as alternative method for educe and enlivening world of art, moreover that have support with the great history. Idea of graphic art mini thesis which is made with linocut reduction technique is issue about nature exploitation on Citatah carst region, especially about calcium mining industry on that is region. This issue take to make graphic artwork as one of way to give the writer attention for nature exploitation in her region. Impact of calcium mining industry activity on direct or not direct is harm for the people, especially for carst region people, the impact is like a breath disease and nature damage like dryness the water source. But regrettably, the great part of the people is dependent on miner works.Method of the create the thesis artwork do with some phase, it is collect the data from some source like the books, articels, magazines, newspapers, and internet or interview with concerned peoples, direct observation to carst region and documentation as long the process on create artwork. The result is six linocut reduction graphic artworks on various size with object about carst mining industry activity on polychromatic artworks. From the result on this mini thesis created expectable to increase spirit of art appreciation and motivated for created the graphic art for art education or the many people in a general way. Keywords : Graphic art, linocut, Citatah Cars
KAJIAN GAMBAR EKSPRESI KARYA SISWA TINGKAT SEKOLAH DASAR (Studi Deskriptif Analitik terhadap Karakteristik Gambar Karya Siswa Kelas 3 SDN 01 Gandrungmangu Kabupaten Cilacap)
ABSTRAK Karakteristik gambar ekspresi karya siswa kelas 3 dipilih karena tingkat ekpresi kreatifnya sedang dalam masa emas atau puncak. Penelitian dilakukan di SDN 01 Gandrungmangu Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap. Kepala Sekolah, Guru Wali Kelas 3, dan gambar ekspresi karya siswa-siswi kelas 3 SDN 01 Gandrungmangu menjadi narasumber dan objek yang diteliti. Tujuan dilakukannya penelitian adalah untuk mengetahui tipe dan gaya pada gambar ekspresi karya siswa kelas 3 tersebut. Pendekatan kualitatif merupakan metode yang cocok dalam menggali makna yang terdapat pada objek penelitian yang dikaji peneliti. Selanjutnya dalam pemilihan metode, peneliti menggunakan metode deskriptif dalam penggambaran data. Setelah penelitian dilakukan, diperoleh hasil penelitian yang kemudian disimpulkan bahwa karakteristik umum yang muncul dalam gambar karya siswa laki-laki maupun perempuan sebagian besar adalah tipe visual. Tipe haptik sebagian kecil ditemukan pada hasil gambar anak. Gaya yang tampak pada gambar karya siswa kelas 3 yaitu sebagian bergaya structural form, sebagian kecil bergaya lyrical, rhythmical pattern, dan romantic. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan agar tenaga profesional atau guru pengajar di bidang kesenirupaan lebih memperdalam pengetahuan dan wawasan mengenai teori kreativitas dan ekspresi kreatif siswa.Kata Kunci: Gambar Ekspresi; Karakteristik; Siswa; Sekolah Dasar. ABSTRACT The characteristics of expression drawings made by class 3 students have been choosen because of their creative expression levels are in the golden age or top period. The research is located in SDN 01 Gandrungmangu subdistrict Gandrungmangu, Cilacap regency. The Headmaster, Teacher of Class 3, and expression drawings made by class 3 students of SDN 01 Gandrungmangu become an informant and research object. The purpose of the research was to determine the type and style of class 3 student’s expression drawings. A qualitative approach is a suitable method to explore the meaning of the object contained in the studies reviewed research. Furthermore, in the selection of methods, researcher used the descriptive method of data depiction. Once the research is done, the result of research concluded that the common characteristics that appear in the drawings of boys and girls students are mostly visual type. Only a little amount of Haptic type found in the results of the children drawings. Styles shown in the drawings of the class 3 students are mostly stylized structural form, another few amount lyrical style, rhythmical pattern, and romantic. Based on these results, it is suggested that professionals or teachers teaching in the field of artistic further deepening of knowledge and insight about the theory of creativity and creative expression of students.Keywords: Expression drawings; Characteristics; Students; Elementary School.KAJIAN GAMBAR EKSPRESI KARYA SISWATINGKAT SEKOLAH DASAR(Studi Deskriptif Analitik terhadap Karakteristik Gambar Karya Siswa Kelas 3 SDN 01 Gandrungmangu Kabupaten Cilacap
STUDI ANALISIS DESKRIPTIF TEKNIK SUNGGING PADA KRIYA BAMBU KARYA EFRIN KREASI DI DESA CIKOLE LEMBANG
ABSTRAKKriya bambu yang berada di rumah produksi Efrin Kreasi memiliki keunikan dalam pemberian hiasan motif. Maka dari itu penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pada karya kriya bambu Efrin Kreasi dalam pemberian motif dilakukan dengan teknik sungging, atau solder yaitu menghias atau memberi gambar pada permukaan bambu dengan proses pemanasan. Penelitian ini lebih mengkhususkan membahas dan mengkaji bagaimana teknik sungging pada ballpoint karya Efrin Kreasi. Bentuk dan permukaan ballpoint yang silinder membuat Efrin Kreasi menciptakan alat sungging sendiri. Berbeda dengan karya kriya bambu yang memiliki bidang yang datar, pemberian motif dapat dilakukan dengan cara disolder. Dalam pemberian motif permukaan ballpoint diletakan di atas alat sungging yang diberi logam motif yang sudah dipanaskan kemudian akan memunculkan motif berwarna cokelat akibat pemanasan. Motif yang digunakan menggunakan gagang sendok dan rantai jam tangan yang sudah tidak terpakai. Dalam pemberian motif hias dengan menggunakan teknik sungging diharapkan bagi kriyawan untuk lebih mengeksplorasi logam motif yang digunakan.Kata kunci : Sungging; Ballpoint; Motif.ABSTRACTEfrin Kreasi’s Bamboo Craft has its own uniqueness in drawing pattern to decorate bamboo craft. This study uses qualitative research approaches to study the pattern in Efrin Kreasi’s Bamboo Craft. Sungging technique is applied by Efrin Kreasi Bamboo Craft in drawing the pattern, it use the hot tip of a solder to draw pattern in bamboo surface. This study limit its discussion specialized to the discussion and investigation of how sungging technique isapplied to the surface of ballpoints by Efrin Kreasi. The round cylindrical shape of ballpoints made Efrin Kreasi create its own sungging tool. Drawingpattern in a ballpoint is different from drawing it in a bamboo which has flat surface where a hot tip of a solder can easily be used to draw thepattern. To draw decoration pattern in a ballpoint, the ballpoint is put on the sungging tool which have metal pattern mold on it and then the mold is heated to bring out burnt pattern on the surface of the ballpoint. The metal mold is made from spoon handle and unused metal watchband. In the future, Craftsmenare expected to be more creative in exploring and creating the metal pattern that is used in Sungging technique.Keywords: Sungging; Ballpoint; Motif
ANALISIS VISUAL POSTER PERTUNJUKAN TEATER SUNDA KIWARI TAHUN 1979-1995
ABSTRAKPoster adalah salah satu media komunikasi visual yang berfungsi sebagai media publikasi dan arsip artistik pada pertunjukan teater. Penelitian ini berfokus pada analisis visual poster pertunjukan teater yang diproduksi Teater Sunda Kiwari secara manual sejak tahun 1979-1995. Adapun perumusan masalah dan tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Bagaimana strategi perencanaan poster Teater Sunda Kiwari; 2) Bagaimana proses produksi poster Teater Sunda Kiwari; 3) Bagaimana visualisasi dan makna simbolis poster Teater Sunda Kiwari. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif. Dari hasil penelitian diketahui bahwa strategi perencanaan sangat terpengaruh oleh faktor anggaran biaya dan ketersediaan waktu produksi. Teknik produksi yang digunakan adalah teknik cetak saring dengan metode transfer. Ciri poster bergaya ilustrasi simbolik dengan dominasi garis lengkung dan siluet, tipografi memenuhi unsur legibility dan readability, namun memiliki kekurangan pada konsistensi dan proporsi anatomi huruf. Ciri tata letak menggunakan symetrical balance. Penelitian ini diharapkan dapat memberi gambaran bagi peneliti lain yang ingin memperdalam dunia poster dan memberikan masukan bagi para desainer poster pertunjukan teater serta menjadi media penyebaran ilmu bagi masyarakat luas.Kata Kunci: Poster, Tipografi, Ilustrasi, Tata Letak, Makna Simbolis, Teater. ABSTRACTThe poster is one of visual communication media that serves as a medium of publication and artistic archive on theater. This study focuses on visual analysis playbills that is produced by Kiwari Sundanese Theatre manually since 1979-1995. The problem formulation and the aim of this study was to determine: ( 1 ) How the strategic planning of Kiwari Sundanese Theater’s posters; 2 ) how the process production of the poster Kiwari Sundanese Theater; 3 ) How the visualization and symbolic meaning Kiwari Sundanese theater’s posters. The method that is used in this study is descriptive qualitative analytic approach. The results show that the strategy planning is affected by the cost and availability of budgetary factors production. Production technique that is used is screen printing techniques with transfer method. Characteristic poster symbolic illustration style with a predominance of curved lines and silhouettes, typography meets the legibility and readability elements, but has shortcomings in consistency and anatomical proportions letters. Feature layout using symmetrical balance. This study is expected to give an overview for other researchers who want to deepen the world of posters and give some input for the designer of playbills and become the media of science for public.Keywords: Poster, Typography, the Illustration, layout, symbolic meaning,Theate
ANALISIS KERAMIK HIAS GERABAH PLERED UNTUK PANGSA EXPORT TAHUN 2010-2013
ABSTRACTThe method used in this research is descriptive method with qualitative approach, this research area is the ceramic industry Jaka Perkasa at Anjun, Plered Purwakarta. Data collecting techniques used in this study include: observation, interviews, library research and documentation.The products of Jaka Perkasa industry are crafted to meet the needs of both export and local markets which made by ceramic craftsmen Plered together with PT Joshua as an exporter and ceramic models designer. Its existence brings the development of the ceramic craftsmen in Plered who not only produce for domestic purpose but also for international scale.The results of this study concluded that the forming process of these ceramics uses clay materials called puder mixed with mud and silt formed by rolling technique with the help of a turntable (perbot) which is moved manually by hand. The decorating techniques are vary with firing temperature up to 900°Celsius. Ceramic shapes are the development of a cylindrical shape wich has geometric and deformation of plants motifs. The color use in ceramics give the color tone and the ceramic surface texture can be smooth or rough, coarse texture can be seen on the surface of ceramic objects by the process of rubbing decorating technique. ABSTRAKMetode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, lokasi penelitian ini adalah industri keramik Jaka Perkasa yang bertempat di Desa Anjun Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi.Kriya keramik yang dihasilkan industri Jaka Perkasa merupakan produk keramik untuk memenuhi kebutuhan pasar baik export maupun lokal yang dibuat oleh kriyawan keramik Plered dengan PT Joshua sebagai eksportirnya. Keberadaannya merupakan adanya perkembangan bagi kriyawan keramik Plered yang tidak hanya menghasilkan produk lokal namun ada juga produk keramik yang dihasilkan kriyawan Plered untuk skala internasional.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam proses pembentukan keramik pangsa export bahan utama yang digunakan adalah tanah liat puder yang dicampur dengan lumpur dan pasir halus yang dibentuk dengan teknik putar dengan bantuan meja putar (perbot) yang digerakan secara manual oleh tangan. Proses dekorasi yang berbeda-beda tekniknya dengan suhu pembakaran 900° Celsius. Bentuk keramik yang dibuat pengembangan dari bentuk silinder dengan pemberian motif geometris dan stilasi tumbuhan. Penggunaan warna pada keramik memperlihatkan unsur gelap terang dengan tekstur permukaan keramik ada yang halus dan kasar, tekstur kasar dapat dilihat pada permukaan benda keramik dengan proses dekorasi menggunakan teknik gosok. Kata kunci: Keramik pangsa export, Bentuk keramik, Teknik dekorasi
KARYA PATUNG IKAN HIU DENGAN MEDIA LIMBAH ANORGANIK (Limbah Anorganik Besi sebagai Sumber Media Berkarya Patung)
ABSTRAK Karya Patung Ikan Hiu dengan Media Limbah Anorganik ini dilatar belakangi oleh ketertarikan penulis terhadap ikan hiu, dan pemanfaatan limbah anorganik besi yang penulis wujudkan dalam karya seni patung. Ikan hiu adalah ikan yang bersifat agresif dalam bertahan hidup. Penulis menganalogikan sikap tersebut pada kehidupan manusia dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya. Limbah anorganik besi adalah limbah yang bersifat solid sehingga sulit diurai. Selain itu juga, limbah tersebut mempunyai bentuk yang menarik sehingga penulis tertarik untuk mengolahnya. Pembuatan kerangka ikan hiu dengan menggunakan besi beton ukuran lima milimeter adalah proses awal. Setelah pembuatan kerangka, penulis memilih beberapa macam limbah anorganik besi seperti limbah mesin mobil (matahari, kopling, laher, bel klakson dan lain sebagainya), mesin motor (kanvas rem, gear, cakram, rantai, shock braiker, dan lain sebagainya), sepeda kayuh (gear, sadel, pengayuh dan lain sebagainya) untuk dirangkai dengan teknik konstruksi las listrik pada kerangka menjadi patung ikan hiu. Dalam proses penempelan limbah besi pada kerangka, ada limbah yang bentuknya dipotong (tidak utuh) dan ada pula yang tidak mengalami pemotongan (utuh). Penulis menampilkan tiga karya ikan hiu yang bersifat saling berkesinambungan satu dengan lainnya. Yakni patung gesture mengintai mangsa, patung gesture siap-siap menerkam mangsa dan patung gesture setelah menerkam mangsa. Kata kunci: Ikan hiu, limbah anorganik besi dan gesture ikan hiu
MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MERENGGA MOTIF BATIK DENGAN MEMANFAATKAN TUMBUHAN SEBAGAI SUMBER GAGASAN DI SMP NEGERI 12 BANDUNG
ABSTRACT This study has not been optimal set of students in understanding merengga motif and the use of plants as a source of ideas. Formulation of the problem in this study: 1) How does learning improvement plan 2) How does the repair process of learning? 3) How do the results of the learning improvement, as a result of improving students' skills in merengga motif by using plants as a source of ideas in SMP Negeri 12 Bandung?The research methodology used is PTK with observation techniques, test and documentation techniques.Results obtained in the form of an increase of the improvement plan, implementation and improvement of learning outcomes with an average cycle of 1: 77.8, 2 cycles: 3 cycles of 80.7 and: 83.2. Students know the right way merengga motif by utilizing plants as ideas.Conclusion that the activities of the learning process in subjects merengga motif by using plants as a source of ideas to improve the ability of students to learn. ABSTRAKPenelitian ini berangkat dari belum optimalnya siswa dalam memahami merengga motif batik dan pemanfaatan tumbuhan sebagai sumber gagasan. Rumusan masalah pada penelitian ini: 1) Bagaimana rencana perbaikan pembelajaran 2) Bagaimana proses perbaikan pembelajaran? 3) Bagaimana hasil perbaikan pembelajaran, sebagai hasil meningkatkan kemampuan siswa dalam merengga motif batik dengan memanfaatkan tumbuhan sebagai sumber gagasan di SMP Negeri 12 Bandung?Metodologi penelitian yang digunakan adalah PTK dengan teknik observasi, tes dan teknik dokumentasi.Hasil yang diperoleh berupa peningkatan dari rencana perbaikan, pelaksanaan dan hasil perbaikan pembelajaran dengan rata-rata siklus 1: 77,8 , siklus 2: 80,7 dan siklus 3: 83,2. Siswa mengetahui benar cara merengga motif batik dengan memanfaatkan tumbuhan sebagai gagasannya.Kesimpulan bahwa kegiatan proses pembelajaran dalam pokok bahasan merengga motif batik dengan memanfaatkan tumbuhan sebagai sumber gagasan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam belajar.Kata Kunci: Kemampuan Siswa, Merengga, Gagasan, dan Motif Bati
PEMBELAJARAN SENI GRAFIS MELALUI MEDIA CD INTERAKTIF UNTUK SISWA SMA
ABSTRAKMultimedia pembelajaran interaktif merupakan media yang tepat untuk menyampaikan pesan/materi pembelajaran kepada peserta didik. Melalui kemasan CD interaktif yang menarik, penulis mencoba menyampaikan materi pembelajaran seni grafis. Dalam karya tulis ini dijelaskan bagaimana rancangan dan perwujudan CD interaktif yang dapat diterapkan di Sekolah Menengah Atas, dalam mata pelajaran seni budaya, khususnya dalam pelajaran seni rupa tentang materi seni cetak grafis, yang sesuai dengan Standar Kompetensi (SK) di dalam kurikulum. Proses penciptaan multimedia pembelajaran interaktif ini dilakukan dengan berbagai tahapan dimulai dengan analisis kebutuhan, hingga pengemasan. Dilihat dari unsur-unsur yang dihasilkan karya ini begitu bervariasi seperti teks, audio, video, animasi, dan gambar. Maka banyak melibatkan berbagai media hardware dan software. Dengan adanya multimedia pembelajaran interaktif ini diharapkan dapat bermanfaat bagi Siswa SMA dan tenaga pengajar seni rupa untuk membuat proses pembelajaran lebih menarik serta memberikan ketertarikan bagi siswa untuk memahami dan mempelajari materi.Kata kunci : Media; Interaktif; Software, Hardware. ABSTRACTMultimedia interactive learning is an appropriate medium for conveying a message/ learning materials to students. Through interactive CD packaging is attractive, the author tries to convey the graphic arts learning materials. In this paper explained how the design and realization of an interactive CD that can be applied in high school, in the subjects of art and culture, especially in the subjects of fine art about art materials print making, which is in accordance with the Standards of Competence (SK) in the curriculum. The process of creation of multimedia interactive learning is done in various stages starting with a needs analysis, to packaging. Judging from the elements produced this work is so varied as text, audio, video, animations, and images. So many involve a variety of hardware and software. With the multimedia interactive learning is expected to be useful for high school students and art teacher to make the learning process more interesting and interest for students to understand and learn the material ..Keywords: Media; Interactif; Software, Hardware
DESAIN KEMASAN COKELAT GARUT PACKAGING DESIGN OF GARUT CHOCOLATE (Kajian Visual Estetik pada Kemasan Chocodot Perusahaan Tama Chocolate Garut) (Visual Aesthetics Study on Chocodot Packaging at Tama Chocolate Company Garut)
ABSTRACTChocodot Chocolate is one of the special products in Garut, West Java, which proved to be superior in market. Because the company was paying attention in quality of taste and they was very concerned in uniqueness of the packaging, Especially Chocodot chocolate ‘Up to Date’ edition. As a pioneer of chocolates with attractive design packaging and unique names of product, it was interesting to research especially in visual aesthetics well about typography, style or realization of illustration, and composition/layout in packaging form design based on theory of design. This paper use descriptive research method with qualitative approaches and using literary review, observation, and interview in collection technique.Based on the results of research, it can be conclude that the typography used was dominated by typeface of Sans Serif which focused on readability. Cartoon, realistic, and decorative were used in the illustration style, especially on the package icon, which is customized by the name of the product and inspired by the condition of society now day. Point of interest composition/layout in the package of ‘Up to Date’ edition focused on the name of the product, or the product icon, even on both. The unification of them on the packaging showed similarity with healthcare or pharmaceutical products, because of using white colour as the background which used in packaging pharmaceutical products. Key Words: Packaging Design, Chocodot Up to Date Edition, Typography, Illustration, Composition/Layout. ABSTRAKCokelat Chocodot merupakan salah satu produk khas Kabupaten Garut, Jawa Barat yang terbukti unggul di pasaran. Karena selain memperhatikan kualitas rasa, perusahaan juga sangat memperhatikan keunikan dari kemasannya, salah satunya yaitu cokelat Chocodot edisi cokelat Up to Date. Sebagai pelopor cokelat dengan desain kemasan menarik dan nama produk yang unik, sangat menarik untuk diteliti khususnya mengkaji visual estetika baik mengenai tipografi, gaya atau perwujudan gambar ilustrasi, dan komposisi/layout dari bentuk desain kemasan ini berdasarkan teori desain. Metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, serta dengan teknik pengumpulan studi pustaka, observasi, dan wawancara/interview. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tipografi yang digunakan didominasi oleh jenis huruf Sans Serif yang berorientasi pada kemudahan untuk dibaca. Gaya ilustrasi kartun, realis, dan dekoratif digunakan dalam ilustrasi khususnya pada ikon kemasan, yang disesuaikan dengan nama produk dan terinspirasi dari keadaan masyarakat sekarang. Point of interest komposisi/layout kemasan edisi Up to Date terfokus pada bagian nama produk, atau ikon produk, bahkan pada keduanya. Perpaduan ketiganya pada kemasan memperlihatkan kemiripan produk dengan produk kesehatan atau farmasi, dikarenakan penggunaan putih sebagai latar biasa digunakan untuk kemasan produk farmasi.Kata Kunci: Desain Kemasan, Chocodot edisi Up to Date, Tipografi, Ilustrasi, Komposisi/Layout