Sepuluh Nopember Institute of Technology

ITS Repository
Not a member yet
    49971 research outputs found

    Perancangan dan Implementasi Sistem Visualisasi Data Jaringan Berbasis Peta (Studi Kasus: Aplikasi Canopy PT. Telkomsel Area Jawa Bali)

    No full text
    PT. Telkomsel, salah satu penyedia layanan telekomunikasi terbesar, memiliki jaringan infrastruktur telekomunikasi yang luas untuk dikelola. Divisi yang bertanggung jawab untuk memastikan semua komponen jaringan berfungsi adalah Operasi Jaringan dan Produktivitas (NOP). Namun, sistem pemantauan cenderung gagal karena kurangnya integrasi penuh dan latensi tinggi dalam mengakses database pusat. Laporan Praktikum Kerja ini menggambarkan desain dan implementasi Canopy, sistem visualisasi data berbasis web yang digunakan sebagai pelacak berbasis peta. Tujuan dari sistem ini adalah untuk membantu tim NOP dalam memantau kinerja jaringan pendapatan, lalu lintas, dan beban dengan cara visual, interaktif, dan waktu nyata menggunakan peta digital. Arsitektur klien-server digunakan Backend dibangun dalam Golang yang menyediakan API dan frontend dibangun dalam React JS dan API Mapbox untuk antarmuka pengguna. Untuk mengatasi masalah latensi, mekanisme cron job diterapkan yang secara berkala mengambil data dari Database DataCenter (MySQL dan PostgreSQL) dan menyediakan database SQLite lokal. Data geografis ini diubah menjadi format MBTiles dan disajikan menggunakan TileServer, memungkinkan pemuatan peta yang sangat efisien. Hasil implementasi menghasilkan aplikasi yang fungsional dan responsif. Pengujian sistem menunjukkan bahwa strategi menggunakan basis data lokal berhasil mengurangi waktu akses data rata-rata dari 20 detik menjadi 0-2 detik. Sistem telah berhasil memvisualisasikan data menara situs, data alarm, data produktivitas, dan data notifikasi waktu nyata. =================================================================================================================================== PT. Telkomsel, one of the largest telecommunications service providers, has an extensive telecommunications infrastructure network to manage. The division responsible for ensuring that all network components function properly is Network Operations and Productivity (NOP). However, the monitoring system tends to fail due to a lack of full integration and high latency in accessing the central database. This Practicum Report describes the design and implementation of Canopy, a web-based data visualization system used as a map-based tracker. The purpose of this system is to assist the NOP team in monitoring network revenue, traffic, and load performance in a visual, interactive, and real-time manner using digital maps. Client-server architecture is used. The backend is built in Golang, which provides an API, and the frontend is built in React JS and Mapbox API for the user interface. To address latency issues, a cron job mechanism is implemented that periodically retrieves data from the DataCenter Database (MySQL and PostgreSQL) and provides a local SQLite database. This geographic data is converted to MBTiles format and served using TileServer, enabling highly efficient map loading. The implementation resulted in a functional and responsive application. System testing showed that the strategy of using a local database successfully reduced the average data access time from 20 seconds to 0-2 seconds. The system has successfully visualized site tower data, alarm data, productivity data, and real-time notification data

    Penerapan Algoritma Machine Learning XGBoost, CatBoost, Linear Regression, LightGBM, Random Forest dengan Metode Ensemble (Studi Kasus: Penjualan Emas)

    No full text
    PT Untung Bersama Sejahtera (PT. UBS) merupakan perusahaan yang telah beroperasi selama lebih dari 40 tahun di industri perhiasan emas, menghadapi tantangan dalam merencanakan kebutuhan bahan baku emas akibat fluktuasi harga dan kondisi pasar global. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan sistem peramalan (forecasting) penjualan emas yang akurat guna mendukung efisiensi perencanaan dan pengambilan keputusan strategis. Kerja praktik ini bertujuan untuk memenuhi kewajiban akademik sebesar 4 SKS dan membantu PT. UBS dalam mengembangkan model forecasting penjualan emas yang akurat dengan menerapkan beberapa algoritma machine learning, yaitu XGBoost, CatBoost, Linear Regression, LightGBM, dan Random Forest, yang dikombinasikan menggunakan metode Ensemble. Metodologi yang digunakan meliputi perumusan masalah melalui eksplorasi data historis penjualan, studi literatur untuk pemilihan teknologi dan model, analisis dan perancangan sistem dengan arsitektur client-server, implementasi sistem, serta pengujian dan evaluasi. Sistem dikembangkan sebagai aplikasi berbasis web menggunakan Vue.js untuk frontend, Python untuk backend, dan DuckDB sebagai basis data, serta menerapkan queue worker untuk menangani proses forecasting yang intensif. Implementasi deployment dilakukan menggunakan Docker untuk portabilitas. Hasil dari kerja praktik ini adalah sebuah aplikasi web yang mampu melakukan forecasting penjualan emas, memvisualisasikan data hasil prediksi beserta data aktual, serta memungkinkan pengguna untuk menambah data historis dan mengunduh hasil forecast. Diharapkan sistem ini dapat meningkatkan akurasi prediksi, mempercepat pengambilan keputusan, mengurangi risiko kelebihan atau kekurangan stok, dan pada akhirnya mengoptimalkan biaya operasional PT. UBS

    Pengembangan Model Adopsi Teknologi Fotovoltaik Surya Untuk Keperluan Komersial Dan Industri

    No full text
    Tren global terhadap keberlanjutan telah mendorong pemanfaatan teknologi energi terbarukan, termasuk fotovoltaik surya, terutama di sektor komersial dan industri sebagai salah satu pengguna utama energi listrik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengukur pengaruh berbagai faktor terhadap kesediaan menggunakan teknologi fotovoltaik surya serta merumuskan strategi peningkatannya. Identifikasi faktor dilakukan melalui tinjauan literatur sistematis yang kemudian dikembangkan bersama dengan teori perilaku terencana serta model perilaku terencana pro-lingkungan menjadi suatu model penelitian terintegrasi. Selanjutnya, responden dipilih melalui purposive sampling untuk penetapan klaster wilayah, kemudian dilakukan proportionate stratified random sampling untuk memastikan keterwakilan, dengan melibatkan pelaku usaha stasiun pengisian bahan bakar umum di Indonesia. Sebanyak 160 responden yang diperoleh melalui survei daring kemudian dianalisis dengan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dan fuzzy-set Qualitative Comparative Analysis (fsQCA) untuk mengukur apa pengaruh dari faktor-faktor penentu adopsi serta merumuskan bagaimana strategi peningkatannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesediaan pelaku usaha dalam mengadopsi teknologi fotovoltaik surya dipengaruhi oleh manfaat ekonomi yang dirasakan, manfaat lingkungan yang dirasakan, konsen lingkungan yang dirasakan, kemudahan penggunaan yang dirasakan, dukungan otoritas yang dirasakan, sikap terhadap perilaku, norma subjektif, dan kontrol perilaku yang dirasakan. Hasil penelitian juga mengungkapkan peran mediasi manfaat lingkungan yang dirasakan dalam hubungan antara kesadaran lingkungan yang dirasakan dengan sikap terhadap perilaku adopsi serta peran kemudahan penggunaan yang dirasakan dimana meskipun tidak memiliki pengaruh langsung terhadap sikap terhadap perilaku, faktor ini tetap berperan melalui interaksinya dengan variabel lain dalam mendukung niat adopsi. Di samping itu, penelitian ini juga merekomendasikan bahwa strategi holistik, seperti insentif ekonomi, dukungan regulasi, dan kampanye kesadaran yang menonjolkan manfaat teknologi bagi efisiensi biaya dan keberlanjutan lingkungan diperlukan untuk dapat meningkatkan adopsi fotovoltaik surya. Selain kontribusi praktis, hasil penelitian ini juga menegaskan relevansi teori perilaku terencana dan model pro-lingkungan dalam adopsi fotovoltaik surya. Temuan ini memperkuat pemahaman tentang faktor-faktor adopsi serta mendukung pengembangan model teoritis yang lebih komprehensif. Ke depan, penelitian perlu memperluas cakupan sektor dan wilayah, mengombinasikan data persepsi dan empiris, serta mengeksplorasi perilaku pasca-adopsi guna mendukung strategi adopsi energi berkelanjutan yang lebih efektif ================================================================================================================================== The worldwide shift towards sustainability has propelled the implementation of renewable energy technologies, notably solar photovoltaics, especially within the commercial and industrial sectors as significant power users. This study aims to identify and measure the influence of various factors on the willingness to adopt solar PV technology and to formulate strategies for its enhancement. The factors were identified through a systematic literature review and subsequently developed, together with the Theory of Planned Behavior and the Pro-Environmental Planned Behavior model, into an integrated research framework. Respondents were identified through purposive sampling to define regional clusters, followed by proportionate stratified random sampling to ensure proportional representation, involving fuel station business operators across Indonesia. A total of 160 respondents obtained through an online survey were then analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) and fuzzy-set Qualitative Comparative Analysis (fsQCA) to assess the influence of adoption determinants and to formulate improvement strategies. The results indicate that the propensity of business stakeholders to embrace solar photovoltaic technology is affected by perceived economic benefits, perceived environmental benefits, perceived environmental concern, perceived ease of use, perceived authority support, attitude towards behavior, subjective norms, and perceived behavioral control. The research also emphasizes the mediating role of perceived environmental benefit in the relationship between perceived environmental concern and attitudes toward behavior as well as the role of perceived ease of use in influencing adoption intentions via its interaction with other factors. Furthermore, the research highlights the need for a comprehensive approach that encompasses economic incentives, regulatory support, and awareness initiatives that promote the cost-effectiveness and environmental sustainability of solar photovoltaic technology. This study underscores the significance of the theory of planned behavior and its pro-environmental extension for the adoption of solar photovoltaic technology. The results enhance comprehension of adoption factors and facilitate the creation of a more extensive theoretical framework. Future studies need to broaden sectoral and geographical scope, include both perceptual and empirical data, investigate the influence of perceived ease of use more thoroughly, and analyze post-adoption behaviors to improve the efficacy of sustainable energy adoption tactics

    Ekstraksi Glukomanan Dari Tepung Porang (Ammorphophallus Muelleri Blume) Dan Karakterisasinya Sebagai Kandidat Pengganti Vitreous Humor

    No full text
    Tanaman porang (Amorphophallus muelleri Blume) termasuk spesies tanaman dari keluarga Araceae yang memiliki kandungan glukomanan tinggi, yaitu antara 15% hingga 64% dari berat keringnya. Tanaman ini banyak ditemukan di daerah tropis, terutama di Indonesia. Tepung porang merupakan hasil olahan dari tanaman porang yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan utama sintesis hidrogel. Secara umum, hidrogel dapat digunakan sebagai pengganti cairan vitreous humor pada prosedur bedah vitreoretinal. Selain glukomanan, tepung porang juga mengandung asam oksalat yang berbahaya bagi kesehatan karena dapat menimbulkan berbagai masalah pada tubuh manusia sehingga kandungan ini perlu dihilangkan. Pengurangan asam oksalat dari tepung porang dapat dilakukan melalui metode purifikasi, seperti sentrifugasi dan perendaman. Bagian pertama dalam penelitian ini dilakukan yaitu proses ekstraksi tepung porang dengan metode purifikasi untuk mengurangi kandungan asam oksalat. Proses ini dilakukan dengan metode sentrifugasi dan perendaman dengan variasi waktu 30 menit dan 7 hari. Selanjutnya, tepung porang yang telah dipurifikasi disintesis hingga diperoleh hidrogel melalui metode hidrolisis dengan variasi waktu pengadukan selama 6, 12, 18, dan 24 jam. Hidrogel kemudian dikarakterisasi untuk memperoleh hasil yang memiliki sifat fisis, reologi, dan transparansi mirip dengan pengganti cairan vitreous humor. Metode ekstraksi tepung porang yang memberikan hasil terbaik adalah dengan metode perendaman selama 7 hari disertasi pengadukan selama 18 jam, yang menghasilkan hidrogel dengan sifat fisik dan optik mendekati cairan vitreous humor asli, yaitu antara lain: pH 7,2; indeks bias 1,3356; viskositas 516 mPa.s; dan massa jenis 0,976 g/cm³. Selain itu, berdasarkan spektrum UV-Vis, hidrogel yang diperoleh juga menunjukkan keberadaan gugus karbonil yang menyerupai vitreous humor asli. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa hidrogel dari tepung porang dapat menjadi kandidat biomaterial alternatif sebagai cairan pengganti vitreous humor. ====================================================================================================================================== The Porang plant (Amorphophallus muelleri Blume) is a species from the Araceae family known for its high glucomannan content, ranging from 15% to 64% of its dry weight. This plant is commonly found in tropical regions, particularly in Indonesia. Porang flour, derived from processed porang tubers, can be utilized as a primary material for hydrogel synthesis. In general, hydrogels can be used as vitreous humor substitutes in vitreoretinal surgical procedures. In addition to glucomannan, porang flour also contains oxalic acid, which is harmful to health because it can cause various problems in the human body. Therefore, this content needs to be removed. Reducing oxalic acid from porang flour can be done through purification methods, such as centrifugation and soaking. The first part of this research was the process of extracting porang flour using a purification method to reduce the oxalic acid content. This process was carried out by employing centrifugation and soaking methods with varying durations of 30 minutes and 7 days. Furthermore, the purified porang flour was synthesized to obtain a hydrogel through the hydrolysis method with variations in stirring time for 6, 12, 18, and 24 hours. The resulting hydrogel was then characterized to obtain physical, rheological, and optical properties resembling those of natural vitreous humor. The porang flour extraction method that gives the best results is the soaking method for 7 days and stirring for 18 hours., resulting in a hydrogel with physical and optical properties close to that of natural vitreous humor, namely: pH 7.2; refractive index 1.3356; viscosity 516 mPa·s; and density 0.976 g/cm³. Moreover, based on the UV-Vis spectrum, the synthesized hydrogel also demonstrated the presence of carbonyl groups similar to those found in natural vitreous humor. Therefore, it can be concluded that hydrogel derived from porang flour may serve as a potential alternative biomaterial for vitreous humor substitute

    Deteksi Kerusakan Bearing Pada Motor Induksi Tiga Fasa Menggunakan Metode EMD-ANN

    No full text
    Penelitian ini menjelaskan deteksi kerusakan bearing (ball bearing, inner race, outer race) pada motor induksi tiga fasa menggunakan metode EMD-ANN. Kerusakan motor induksi dapat mengganggu proses produksi dan menimbulkan kerugian. Motor Current Signature Analysis (MCSA) merupakan metode yang umum digunakan untuk mendeteksi kerusakan pada motor listrik. Penelitian ini mengembangkan sistem berbasis MCSA dengan menganalisis sinyal menggunakan Empirical Mode Decomposition (EMD) dan Artificial Neural Network (ANN). EMD menguraikan arus motor menjadi Intrinsic Mode Functions (IMF), sedangkan Sample Between Zero Crossing (SBZC) dan Time Successive Between Zero Crossing (TSZC) digunakan untuk ekstraksi dan klasifikasi sinyal non-stasioner. ANN dikembangkan sebagai pengklasifikasi cerdas dengan input berupa parameter kurva Probability Density Function (PDF) dari simpangan baku titik persilangan nol IMF. Hasil menunjukkan akurasi 100% dengan Mean Squared Error (MSE) 0,00019698 saat dilatih dengan seluruh data, dan saat menggunakan 70% untuk pelatihan, 15% untuk validasi, dan 15% untuk pengujian mendapatkan hasil 82,5% dengan MSE 0,095618. Efisiensi ANN dipengaruhi oleh arsitektur dan kualitas data. ================================================================================================================================== This study presents the detection of bearing faults (ball bearing, inner race, outer race) in three-phase induction motors using the EMD-ANN method. Faults in induction motors can disrupt production processes and cause losses. Motor Current Signature Analysis (MCSA) is a commonly used method for detecting faults in electric motors. This study develops an MCSA-based system by analyzing signals using Empirical Mode Decomposition (EMD) and Artificial Neural Network (ANN). EMD decomposes the motor current into Intrinsic Mode Functions (IMF), while Sample Between Zero Crossing (SBZC) and Time Successive Between Zero Crossing (TSZC) are used for extracting and classifying non-stationary signals. ANN is developed as an intelligent classifier with inputs in the form of Probability Density Function (PDF) curve parameters from the standard deviation of IMF zero-crossing points. The results show 100% accuracy with a Mean Squared Error (MSE) of 0.00019698 when trained with the entire dataset, and 82,5% accuracy with an MSE of 0.095618 when using 70% of the data for training, 15% for validation, and 15% for testing. ANN efficiency is influenced by the architecture and data quality

    Pengembangan Sensor Konsentrasi Larutan Etanol Berbasis Serat Optik Singlemode - Multimode Step Index - Singlemode (SMS) Dengan Lapisan PMMA/ZrSiO4

    No full text
    Etanol merupakan bahan kimia yang banyak digunakan sebagai solvent, thinner, extractor hingga disinfektan pada berbagai macam industri. Salah satu metode sensing larutan etanol yang sedang banyak dikembangkan adalah metode berbasis serat optik. Salah satu jenis sensor berbasis serat optik adalah sensor dengan struktur singlemode fiber (SMF) – multimode fiber (MMF) – SMS atau yang disingkat SMS. Sensor berbasis serat optik SMS bekerja dengan prinsip multimode interference (MMI) antara moda-moda yang berpropagasi. Moda utama yang “terurai” ketika memasuki bagian MMF akan terlepas menuju cladding dan membentuk gelombang evanescent yang mempenetrasi larutan etanol. Kemudian moda-moda tersebut kembali ke arah core dan berinterferensi, serta membentuk self-image di ujung MMF sebelum masuk ke SMF terakhir. SMS dalam penelitian tesis ini juga dilapisi menggunakan komposit PMMA/ZrSiO4 dengan tujuan untuk meningkatkan indeks bias di sekitar serat optik sehingga memungkinkan mekanisme pembentukan gelombang evanescent menjadi lebih optimal dan menjadikannya lebih sensitif terhadap konsentrasi larutan etanol. Dalam tesis ini terdapat dua SMS dengan panjang MMF yang berbeda yaitu 1 cm dan 2,82 cm. Masing-masing SMS tersebut dilapisi dengan PMMA/ZrSiO4 dengan variasi 0%; 0,5%; dan 1% (x% massa ZrSiO4 dari total massa komposit yaitu 3 gram). Performansi sensor dinilai berdasarkan respons spektrum transmisi. Hasil pertama yang diperoleh dalam penelitian tesis ini adalah sensor dengan panjang MMF 1 cm tidak lebih sensitif daripada sensor dengan panjang MMF 2,82 cm. Hasil berikutnya adalah pelapisan sensor menggunakan PMMA/ZrSiO4 mampu meningkatkan sensitivitas sensor terhadap konsentrasi larutan etanol, yang mana lapisan PMMA/ZrSiO4 0,5% menghasilkan sensor dengan performansi paling baik yang dapat dilihat dari sensitivitas sensor. Sensitivitas maksimum yang diperoleh dari penelitian tesis ini adalah 1,38 nm/(v/v%) dengan R^2 0,99 yang. Namun, sensor tersebut hanya memberikan respons linear pada rentang konsentrasi larutan etanol 0 v/v% s.d. 20 v/v%. ================================================================================================================================= Ethanol is a chemical compound widely used as a solvent, thinner, extractor, and disinfectant in various industries. One of the sensing methods for ethanol solution that is currently being extensively developed is the fiber optic-based method. A type of fiber optic-based sensor is the sensor with a singlemode fiber (SMF) – multimode fiber (MMF) – singlemode fiber structure, commonly referred to as SMS. The SMS fiber optic sensor works on the principle of multimode interference (MMI) between propagating modes. The fundamental mode that “disperses” upon entering the MMF section leaks into the cladding and forms an evanescent wave that penetrates the ethanol solution. These modes then return toward the core and interfere, forming a self-image at the end of the MMF before entering the final SMF. In this thesis, the SMS is also coated with a PMMA/ZrSiO4 composite, aiming to increase the refractive index around the fiber, thereby enhancing the evanescent wave formation mechanism and making it more sensitive to ethanol solution concentration. This thesis features two SMS sensors with different MMF lengths: 1 cm and 2.82 cm. Each SMS is coated with PMMA/ZrSiO4 in variations of 0%, 0.5%, and 1% (where x% is the mass percentage of ZrSiO4 from the total composite mass of 3 grams). The sensor performance is evaluated based on the transmission spectrum response. The first finding of this research is that the sensor with 1 cm MMF length is less sensitive than the sensor with 2.82 cm MMF length. The next finding is that coating the sensor with PMMA/ZrSiO4 enhances its sensitivity to ethanol solution concentration. The 0.5% PMMA/ZrSiO4 coating resulted in the best-performing sensor in terms of sensitivity. The maximum sensitivity obtained in this thesis is 1.38 nm/(v/v%) with an R² value of 0.99. However, this sensor only shows a linear response within the ethanol concentration range of 0 v/v% to 20 v/v%

    Perancangan Video Eksplanasi Kebudayaan Sumatera Utara sebagai Media Edukasi Ragam Budaya di Indonesia bagi Anak Sekolah Dasar

    No full text
    Indonesia terdiri oleh berbagai macam suku, ras, budaya, kepercayaan, dan lain sebagainya yang tersebar secara geografis. Keberagaman tersebut dicerminkan dalam semboyan bangsa Indonesia yaitu Bhinneka Tunggal Ika. Demi menerapkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang merupakan tema utama Kurikulum Merdeka, sosialisasi untuk pengenalan lebih dalam akan keberagaman budaya Indonesia diperlukan demi menguatkan rasa patriotisme melalui persatuan bangsa dan meminimalisir perpecahan antar suku sejak usia dini. Hal ini juga didasari dengan pengetahuan umum mengenai beragam jenis Suku Batak belum dikenal oleh generasi muda sehingga diperlukan media edukasi untuk menyampaikan informasi terkait. Kinerja perancangan dilaksanakan melalui berbagai metode penelitian. Metode penelitian antara lain studi literatur mengenai beragam budaya, studi eksisting video eksplanasi yang sudah ada, depth interview kepada pihak terkait sebagai informan budaya Indonesia, kuesioner untuk pengambilan data, dan studi eksperimental. Penggunaan media video eksplanasi sebagai media edukasi dilandasi atas sebaran konten video yang lebih mudah dijangkau dengan berbagai media sosial pendukung tersedia dan target audiens yang lebih sering menggunakan media secara daring. Tujuan dari perancangan ini adalah penyebaran informasi umum maupun khusus mengenai budaya Suku Batak yang akan dikemas secara singkat dan jelas. Luaran dari perancangan yaitu dengan menghasilkan video eksplanasi yang menarik dengan isi konten berupa pakaian adat, tarian daerah, rumah adat, dan bahasa daerah Suku Batak. Pengetahuan yang lebih akan budaya lain dapat memunculkan rasa toleransi dan kebersamaan sehingga budaya yang ada dapat dilestarikan dan dijaga. ===================================================================================================================================== Indonesia consists of various tribes, races, cultures, beliefs, and so on which are spread geographically. This diversity is reflected in the Indonesian nation's motto, namely Bhinneka Tunggal Ika. The existence of differences can become a nation's advantage as well as trigger conflict. This is because most cases in elementary school start with differences, so it is important to increase tolerance. Socialization for a deeper introduction to Indonesia's cultural diversity is needed to strengthen a sense of patriotism through national unity and minimize divisions between ethnic groups from an early age. In this study, design is carried out through various research methods. Research methods include literature studies regarding various cultures, studies of existing explanatory videos, in-depth interviews with related parties as Indonesian cultural informants, questionnaires for data collection, and experimental studies. The use of explanatory video media as an educational medium is based on the distribution of video content that is easier to reach with various supporting social media available and a target audience that uses online media more often. The purpose of this design is to disseminate general and specific information regarding ethnic differences in Indonesia which will be packaged briefly and clearly. The output of the design is an interesting explanatory video filled with content of Batak Ethnic’s traditional clothing, regional dances, traditional houses, and regional languages. Greater knowledge of other cultures can create a sense of tolerance and togetherness so that existing culture can be preserved and maintained

    Analisis Faktor yang Mempengaruhi Distribusi PDRB Di Provinsi Jawa Tengah Menggunakan Regresi Linear Berganda

    No full text
    Pertumbuhan ekonomi daerah merupakan salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan pembangunan suatu wilayah. Peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menjadi tujuan utama yang mencerminkan kemajuan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi PDRB di Provinsi Jawa Tengah dengan menggunakan metode regresi linier berganda. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi upah minimum kabupaten/kota, jumlah angkatan kerja, dan indeks pembangunan manusia (IPM). Data sekunder diperoleh dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel independen tersebut berpengaruh signifikan terhadap distribusi PDRB di Provinsi Jawa Tengah. Pemeriksaan asumsi klasik menunjukkan bahwa data residual memenuhi asumsi independen dan distribusi normal, namun tidak memenuhi asumsi identik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam perumusan kebijakan pembangunan ekonomi daerah, khususnya dalam meningkatkan PDRB melalui penguatan kualitas sumber daya manusia, penyesuaian kebijakan upah minimum, dan optimalisasi tenaga kerja ================================================================================================================================== Regional economic development plays a pivotal role in improving societal welfare, where Gross Regional Domestic Product (GRDP) serves as a fundamental indicator to assess economic performance within a specific region. Understanding the factors influencing GRDP is essential for policymakers in formulating effective development strategies. This study investigates the impact of minimum wages, labor force participation, and the Human Development Index (HDI) on GRDP in Central Java Province, Indonesia, during the year 2024. A multiple linear regression model was employed using secondary data sourced from the Central Bureau of Statistics (BPS). Empirical findings reveal that all three independent variables significantly affect GRDP distribution across districts and cities in Central Java. Diagnostic tests indicate that the residuals fulfill the assumptions of independence and normality but partially violate the homoscedasticity assumption. The results provide critical insights for regional economic planning, highlighting the importance of strengthening human capital quality, adjusting minimum wage policies to match regional economic conditions, and optimizing labor force utilization to foster sustainable economic growt

    Analisis Penerapan Verified Gross Mass Pada Pelabuhan Petikemas Domestik Tinjauan: Pelabuhan, Pelayaran, dan Pemilik Barang

    No full text
    Regulasi Verified Gross Mass (VGM) bertujuan untuk meningkatkan keselamatan pelayaran dengan memastikan akurasi data berat peti kemas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan VGM dari perspektif pelabuhan, pelayaran, dan pemilik barang di pelabuhan petikemas domestik. Studi kasus dilakukan pada uji coba penerapan VGM Metode 1 di Terminal Petikemas Berlian. Metode penelitian menggunakan analisis risiko, analisis Benefit-Cost Ratio (BCR), serta analisis biaya, dengan data yang diperoleh dari wawancara, survei lapangan, dan studi literatur. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan VGM memberikan manfaat yang signifikan meskipun terdapat risiko dan biaya awal. Dari sisi pelabuhan, implementasi ini layak dengan nilai BCR 1,12, sekalipun membutuhkan investasi awal sebesar Rp2.782.000.000 dan menimbulkan risiko antrean saat proses penimbangan. Manfaat utamanya adalah berkurangnya risiko kerusakan fasilitas dan kecelakaan bongkar muat. Bagi pihak pelayaran, penerapan VGM terbukti sangat layak dengan BCR 2,0, karena secara signifikan mengurangi risiko kecelakaan kapal dan kerusakan muatan, meskipun ada potensi penurunan volume muatan. Sementara itu, dari sudut pandang pemilik barang, meskipun terdapat tambahan biaya hingga Rp24.309.558 per pengiriman, implementasi ini tetap dinilai layak dengan BCR 1,15. Tambahan tarif ini sekitar 0,1% dari total biaya pengiriman, yang dampaknya terhadap profitabilitas bervariasi tergantung nilai muatan.Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan VGM di pelabuhan domestik adalah langkah yang layak dan menguntungkan bagi semua pihak, dengan peningkatan keselamatan operasional yang melebihi biaya dan risiko yang ditimbulkan. =============================================================================================================================== The Verified Gross Mass (VGM) regulation is mandated to enhance safety within the maritime supply chain by ensuring the accuracy of container weight data. This research aims to analyze the implementation of VGM from the perspectives of the port, shipping lines, and cargo owners at a domestic container port. A case study was conducted on the trial implementation of VGM Method 1 at Berlian Container Terminal. The research methodology employed pre- and post-implementation risk analysis, Benefit-Cost Ratio (BCR) analysis, and cost analysis, with data gathered from interviews, field surveys, and literature studies.The analysis indicates that VGM implementation provides significant benefits despite initial risks and costs. From the port's perspective, the implementation is feasible with a BCR value of 1.12, even though it requires an initial investment of IDR 2,782,000,000 and introduces the risk of queuing during the weighing process. The primary benefits are the reduced risk of facility damage and loading/unloading accidents. For shipping lines, VGM implementation proves to be highly feasible with a BCR of 2.0, as it significantly reduces the risk of ship accidents and cargo damage, despite a potential reduction in cargo volume. Meanwhile, from the cargo owner's viewpoint, despite additional costs of up to IDR 24,309,558 per shipment, the implementation is still deemed feasible with a BCR of 1.15. This additional tariff accounts for only about 0.1% of the total shipping cost, with its impact on profitability varying depending on the cargo's value. Overall, this study concludes that the implementation of VGM at domestic ports is a feasible and beneficial measure for all relevant stakeholders, as the improvements in operational safety outweigh the associated costs and risks

    Encapsulation Of Petroleum Sludge Through Cement Stabilisation And Solidification Technique

    No full text
    Penelitian ini mengeksplorasi enkapsulasi lumpur minyak bumi melalui teknik stabilisasi dan solidifikasi semen. Lumpur minyak bumi, yang terdiri dari hidrokarbon beracun dan logam berat, menimbulkan risiko serius terhadap lingkungan dan kesehatan. Metode yang diusulkan melibatkan pencampuran limbah berbahaya ini dengan semen untuk membentuk massa padat yang stabil, yang berpotensi digunakan sebagai bahan bangunan, dengan tujuan untuk mengimmobilisasi kontaminan dan mencegah pelepasannya ke lingkungan. Penelitian laboratorium dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas metode ini dengan menggunakan lumpur minyak dari kilang Petronas. Pengujian yang dilakukan meliputi analisis kimia (konsentrasi logam berat dan total hidrokarbon petroleum), analisis fisik (kadar air), serta pengujian rekayasa seperti uji kuat tekan bebas dan uji kelarutan menggunakan prosedur Toxicity Characteristic Leaching Procedure (TCLP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik stabilisasi dan solidifikasi semen secara signifikan mampu mengurangi kelarutan zat berbahaya dan menghasilkan blok beton dengan kekuatan mekanik yang dapat diterima. Temuan ini mendukung kelayakan metode tersebut sebagai pendekatan pengelolaan limbah yang berkelanjutan serta aplikasi potensial dalam bidang konstruksi, dengan rekomendasi untuk dilakukan studi lanjutan jangka panjang guna memvalidasi implementasi skala lapangan. ====================================================================================================================================== This study explores the encapsulation of petroleum sludge through cement stabilization and solidification techniques. Petroleum sludge, composed of toxic hydrocarbons and heavy metals, poses severe environmental and health risks. The proposed method involves mixing this hazardous waste with cement to form a stable, solid mass suitable for use as building materials, aiming to immobilize contaminants and prevent their release into the environment. Laboratory-based research evaluated the effectiveness of this method using petroleum sludge from the Petronas refinery. Tests conducted included chemical analysis (heavy metal concentration, and total petroleum hydrocarbons), physical analysis (moisture content), and engineering tests such as unconfined compressive strength and leachability using the Toxicity Characteristic Leaching Procedure (TCLP). The results demonstrated that cement stabilization and solidification significantly reduced the leachability of hazardous substances and yielded concrete blocks with acceptable mechanical strength. These findings support the feasibility of this method for sustainable waste management and potential construction applications, with recommendations for further long-term performance studies to validate field-scale implementation

    25,191

    full texts

    49,971

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    ITS Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇