Sepuluh Nopember Institute of Technology

ITS Repository
Not a member yet
    49971 research outputs found

    Perancangan Dan Pembuatan Aplikasi News Aggregator Sebagai Pendukung Citizen Journalism

    No full text
    Aplikasi news aggregator berbasis citizen journalism merupakan platform yang dibutuhkan dalam era informasi saat ini. Citizen journalism memberikan kemampuan kepada masyarakat untuk menjadi pengumpul, pelapor, dan penyebar berita secara aktif. Namun, hal ini juga membawa tantangan baru terkait validitas dan kredibilitas informasi. Oleh karena itu, aplikasi news aggregator hadir sebagai solusi untuk menyajikan informasi yang dapat dipercaya kepada pengguna. Tugas akhir ini merancang aplikasi news aggregator menggunakan metodologi waterfall dan arsitektur monolitik. Aplikasi ini akan memiliki komponen-komponen seperti pengunggahan berita, pengumpulan berita, verifikasi berita, review - rating berita, dan level of truth. Aplikasi ini akan menggunakan bahasa HTML, CSS, dan Javascript, Google Apps Script untuk pengembangan, dan Google Gemini untuk generasi berita. Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan masyarakat dapat menghasilkan dan mengakses berita yang diverifikasi dengan mudah dan dapat mempercayai kebenarannya, sehingga meningkatkan literasi informasi dan kesadaran masyarakat dalam mengonsumsi berita. ===================================================================================================================================== The citizen journalism-based news aggregator application is a platform needed in today's information age. Citizen journalism empowers individuals to actively collect, report, and disseminate news. However, this also brings new challenges regarding the validity and credibility of information. Therefore, news aggregator applications are designed to present information that can be trusted to users. This thesis designs a news aggregator application using the waterfall methodology and monolithic architecture. The application will have components like news uploading, news aggregation, news verification, news review – rating, and level of truth. The application will use HTML, CSS, and Javascript, Google Apps Script for development, and Google Gemini for news generation. With this application, it is hoped that the public can easily produce and access verified news and trust its accuracy, thus enhancing information literacy and public awareness in consuming news

    Seleksi In Vitro Kalus Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Lokal Badui pada Media Polietilen Glikol (PEG 6000) untuk Mendapatkan Varian Tahan Kering

    No full text
    Padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas tanaman pangan utama karena sumber karbohidrat yang dikonsumsi lebih dari 90% masyarakat Indonesia. Kemarau yang berkepanjangan menyebabkan produktivitas padi menurun sehingga terjadi gagal panen. Oleh karena itu, dibutuhkan perakitan varietas tanaman padi yang tahan terhadap cekaman kekeringan untuk mempertahankan ketahanan pangan. Penelitian ini bertujuan menentukan media yang paling optimal untuk induksi kalus tanaman padi (Oryza sativa L.) lokal Badui dan mengukur tingkat ketahanan kalus tanaman padi (Oryza sativa L.) lokal Badui yang telah diseleksi pada media polietilen glikol (PEG 6000). Langkah kerja pada penelitian ini meliputi induksi kalus, seleksi kekeringan menggunakan PEG dengan konsentrasi 10%, 15%, dan 20%, pengamatan, dan analisis data. Hasil penelitian ini, media N6 tanpa penambahan zat pengatur tumbuh dan media N6 yang ditambahkan NAA 1,5 ppm tidak terbentuk kalus. Penambahan 2,4-D 1 ppm, 2,5 ppm, dan 5 ppm menghasilkan kalus berwarna putih kekuningan dan bertekstur remah sedangkan penambahan NAA 1,5 ppm dan BAP 0,25 ppm dalam satu media menghasilkan kalus berwarna hitam dan bertekstur kompak. Penambahan ZPT 2,4-D 1 ppm menghasilkan rata-rata tertinggi pada persentase terbentuknya kalus, berat, dan diameter kalus sehingga media 2,4-D 1 ppm ditentukan sebagai media optimal untuk induksi kalus padi lokal Badui. Pada pemberian PEG 6000 dengan konsentrasi 10%, 15%, dan 20%, semakin tinggi konsentrasi PEG 6000 maka akan berpengaruh terhadap perubahan warna kalus, dan pertambahan berat kalus yang semakin kecil sedangkan persentase kalus yang browning akan meningkat. Konsentrasi PEG 6000 yang diberikan pada media tidak berpengaruh terhadap panjang diameter calus ================================================================================================================================= Rice (Oryza sativa L.) is a major food crop commodity as a source of carbohydrates consumed by more than 90% of Indonesian people. Prolonged drought causes rice productivity to decline resulting in crop failure. Therefore, the assembly of rice varieties that are resistant to drought stress is needed to maintain food security. This study aims to determine the most optimal media for callus induction of local Badui rice (Oryza sativa L.) and to measuring the level of resistance of local Badui rice (Oryza sativa L.) callus that has been selected on polyethylene glycol (PEG 6000) media. The work steps in this study include callus induction, drought selection using PEG with concentrations of 10%, 15%, and 20%, observation, and data analysis. The results of this study, N6 media without the addition of growth regulators and N6 media added NAA 1.5 ppm did not grow callus. The addition of 2,4-D 1 ppm, 2.5 ppm, and 5 ppm produced yellowish white callus and friable texture while the addition of NAA 1.5 ppm and BAP 0.25 ppm in one media produced black callus and compact texture. The addition of ZPT 2,4-D 1 ppm produced the highest average on the percentage of callus formation, weight, and callus diameter so that 2,4-D 1 ppm media was determined as the optimal media for callus induction of local Badui rice. In the provision of PEG 6000 with a concentration of 10%, 15%, and 20%, the higher the concentration of PEG 6000 will affect the color change of callus, and the smaller callus weight gain while the percentage of browning callus will increase. The concentration of PEG 6000 given to the media has no effect on the length of callus diameter

    Pemodelan Jumlah Kasus Kusta di Provinsi Jawa Timur Menggunakan Geographically Weighted Generalized Poisson Regression

    No full text
    Kusta merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah kesehatan serius di banyak wilayah endemis. Angka penemuan kasus baru kusta per 100.000 penduduk di Provinsi Jawa Timur mengalami peningkatan selama tiga tahun terakhir. Hal ini menunjukkan pentingnya penelitian lebih lanjut untuk mengetahui dan memahami faktor-faktor yang memengaruhi keberadaan kasus kusta di wilayah ini. Dalam penelitian ini, data jumlah kasus kusta memiliki nilai varians yang lebih besar daripada rata-rata yang menunjukkan adanya kasus overdispersi dan dalam pengujian dengan Breusch-Pagan Test didapatkan bahwa data memiliki heterogenitas spasial. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan metode Geographically Weighted Generalized Poisson Regression (GWGPR). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jumlah kasus kusta dan memodelkan jumlah kasus kusta beserta faktor-faktor yang diduga memengaruhinya dengan GWGPR. Pemodelan GWGPR dilakukan dengan menggunakan dua fungsi pembobot yang berbeda yaitu Adaptive Bisquare Kernel dan Adaptive Gaussian Kernel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan nilai Akaike’s Information Criteria Corrected (AICc), model GWGPR dengan fungsi pembobot Adaptive Gaussian Kernel merupakan model terbaik untuk memodelkan jumlah kasus kusta di Provinsi Jawa Timur dengan AICc sebesar 314,91. Model GWGPR menggunakan fungsi pembobot Adaptive Gaussian Kernel menghasilkan lima kelompok kabupaten/kota dengan variabel yang berpengaruh signifikan pada beberapa wilayah di model ini adalah variabel kepadatan penduduk, rasio jumlah puskesmas terhadap 100.000 penduduk dan rasio jumlah tenaga kesehatan masyarakat terhadap 100.000 penduduk. ======================================================================================================================================= Leprosy is a disease that is a serious health problem in many endemic areas. The rate of new leprosy cases per 100.000 population in East Java Province has increased over the last three years. This suggests the importance of further research to determine and understand the factors that influence the presence of leprosy cases in this region. Previous studies have shown that several factors influence the number of leprosy cases in East Java Province such as the ratio of health workers, access to proper sanitation and clean and healthy behavior. The leprosy case count data exhibit overdispersion, and the Breusch-Pagan test confirms the presence of spatial heterogeneity. To address these characteristics, this study applies the Geographically Weighted Generalized Poisson Regression (GWGPR) method. This study aims to describe the number of leprosy cases and modelling the number of leprosy cases and the factors that are thought to affect them with GWGPR. The modeling is performed using two different spatial weighting functions, which are the Adaptive Bisquare Kernel and the Adaptive Gaussian Kernel. Based on the Akaike’s Information Criterion Corrected (AICc), the GWGPR model with an Adaptive Gaussian Kernel weighting function is the best model for modeling the number of leprosy cases in East Java Province, with an AICc value of 314,91. This GWGPR model using the Adaptive Gaussian Kernel produces five groups of districts/cities. The variables that have a significant effect in several regions are population density, the ratio of puskesmas per 100.000 population, and the ratio of public health workers per 100.000 population

    Sintesis Satu Tahap Komposit Heterojunction CuO/Cu2O/TiO2 Untuk Produksi Hidrogen Melalui Reaksi Dekomposisi Air Secara Fotokatalitik

    No full text
    Produksi hidrogen melalui reaksi dekomposisi air secara fotokatalitik (photocatalytic water splitting) merupakan salah satu metode yang menjanjikan dalam pengembangan energi bersih karena bersifat ramah lingkungan dan tidak menghasilkan emisi karbon. Namun, efisiensi fotokatalitik titanium dioksida (TiO₂) masih terbatas akibat cepatnya rekombinasi pasangan elektron-lubang serta lebar celah pita energinya yang besar. Dalam penelitian ini, dilakukan modifikasi terhadap TiO₂ melalui pembentukan struktur hetero CuO/Cu₂O/TiO₂ (CuTi) yang disintesis secara satu tahap menggunakan metode presipitasi dan reduksi kimia. Hasil karakterisasi UV-Vis DRS menunjukkan terbentuknya skema Z, ditandai dengan terjadinya dua proses rekombinasi selektif. Hal ini memungkinkan pemisahan muatan yang efisien, di mana elektron bereduksi tinggi dari Cu₂O berperan dalam reduksi H⁺ menjadi H₂, sedangkan hole beroksidasi kuat dari TiO₂ mengoksidasi H₂O menjadi O₂. Hasil FESEM-EDX memperlihatkan pembentukan antarmuka yang kuat dan merata antara TiO₂ dan CuO/Cu₂O, yang meningkatkan luas kontak permukaan dan memperkuat kemungkinan pembentukan heterojunction yang efektif. Penurunan intensitas fotoluminesensi (PL) mengonfirmasi efisiensi pemisahan pasangan muatan. Keberhasilan sintesis satu tahap juga dibuktikan melalui pergeseran puncak pada pola XRD dan spektrum Raman yang menunjukkan interaksi antarkomponen, serta munculnya pita baru pada spektrum FTIR yang mengindikasikan perubahan struktur kimia. Komposit CuTi dengan kandungan optimum CuO/Cu₂O sebesar 5% menunjukkan produksi hidrogen tertinggi, yakni 14502,9 μmol/g. Selanjutnya, komposit CuTi 3% menghasilkan 3722,8 μmol/g karena rasio logam Cu yang rendah, sehingga belum membentuk antarmuka heterojunction yang kuat. Sebaliknya, komposit CuTi 10% hanya menghasilkan 2344,1 μmol/g akibat kelebihan logam Cu yang memicu defek muatan, meningkatkan rekombinasi, dan menghambat penyerapan cahaya. Temuan ini menegaskan bahwa sintesis satu tahap heterostruktur skema Z efektif dalam meningkatkan efisiensi fotokatalitik untuk produksi hidrogen berkelanjutan. ===================================================================================================================================== Hydrogen production via photocatalytic water splitting is one of the most promising approaches in clean energy development due to its environmentally friendly nature and zero carbon emissions. However, the photocatalytic efficiency of titanium dioxide (TiO₂) remains limited owing to its fast electron–hole recombination rate and wide band gap energy. In this study, TiO₂ was modified by constructing a CuO/Cu₂O/TiO₂ (CuTi) heterostructure synthesized through a one-pot precipitation and chemical reduction method. UV-Vis DRS characterization confirmed the formation of a Z-scheme structure, as indicated by two selective recombination processes. This configuration enables efficient charge separation, where high-reducing electrons from Cu₂O reduce H⁺ to H₂, while strongly oxidizing holes from TiO₂ oxidize H₂O to O₂. FESEM EDX analysis revealed the formation of strong and uniform interfaces between TiO₂ and CuO/Cu₂O, enhancing surface contact and promoting effective heterojunction formation. The decreased photoluminescence (PL) intensity further supports efficient charge separation. The success of the one-pot synthesis was also confirmed by the peak shifts observed in XRD and Raman spectra, indicating strong component interactions, along with new absorption bands in the FTIR spectra reflecting changes in chemical bonding. The CuTi composite with an optimal CuO/Cu₂O content of 5% exhibited the highest hydrogen production, reaching 14502.9 μmol/g. CuTi 3% produced 3722.8 μmol/g, as the low Cu ratio was insufficient to form a strong heterojunction interface. In contrast, CuTi 10% generated only 2344.1 μmol/g due to excess Cu inducing charge defects, which enhanced recombination and hindered light absorption. These findings confirm that the one-pot synthesis of Z-scheme heterostructures is an effective strategy to enhance photocatalytic efficiency for sustainable hydrogen production

    Risk Assessment Distribusi Pupuk Bersubsidi Wilayah Jawa Timur-3 Menggunakan House Of Risk (HOR)

    No full text
    Industri pupuk memegang peranan strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya di sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Jawa Timur merupakan wilayah dengan alokasi pupuk bersubsidi terbesar secara nasional. Salah satu wilayah yang krusial dalam distribusi pupuk bersubsidi adalah kawasan Tapal Kuda di Jawa Timur meliputi Kabupaten Banyuwangi, Jember, Bondowoso, Situbondo, Lumajang, dan sekitarnya. Meski demikian, daerah ini justru kerap mengalami permasalahan serius dalam proses distribusi, seperti kelangkaan pupuk yang terjadi dua hingga tiga kali setiap musim tanam. Hal ini mengakibatkan antrean panjang di kios, keterlambatan pemupukan, dan penurunan hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber risiko utama dalam distribusi pupuk bersubsidi di wilayah Jawa Timur-3 serta merumuskan strategi mitigasi yang tepat dengan pendekatan House of Risk (HOR). Pengumpulan data dilakukan dalam tiga tahap, yaitu wawancara awal dengan 7 narasumber ahli untuk mengidentifikasi peristiwa dan penyebab risiko, penyebaran kuesioner kepada 543 pelaku distribusi guna memperoleh penilaian tingkat keparahan dan frekuensi risiko, serta wawancara lanjutan kepada tujuh narasumber untuk mengukur hubungan antar elemen risiko. Wawancara tambahan juga dilakukan kepada 9 narasumber untuk merumuskan strategi mitigasi berdasarkan prioritas risiko yang telah diidentifikasi. Analisis menunjukkan bahwa risiko utama mencakup ketidaksesuaian jadwal distribusi, keterbatasan kapasitas gudang, serta perubahan kebijakan yang berdampak pada pola distribusi. Rekomendasi strategi mitigasi yang diusulkan meliputi penetapan jadwal distribusi yang lebih terukur, analisis kapasitas gudang aktual berdasarkan kebutuhan distribusi, serta peningkatan koordinasi antar pemangku kepentingan melalui sistem pemantauan digital. Penelitian ini berkontribusi dalam penguatan manajemen risiko rantai pasok pupuk bersubsidi dan memberikan dasar bagi pengambilan keputusan yang lebih responsif dan berbasis data. ===================================================================================================================================== The fertilizer industry plays a strategic role in supporting national food security, particularly in the agricultural sector, which serves as the backbone of Indonesia’s economy. One of the most crucial areas for subsidized fertilizer distribution is the Tapal Kuda region of East Java, which includes the districts of Banyuwangi, Jember, Bondowoso, Situbondo, Lumajang, and surrounding areas. This region receives the largest allocation of subsidized fertilizer nationally. However, it frequently faces serious distribution issues, such as fertilizer shortages that occur two to three times each planting season. These shortages result in long queues at kiosks, delays in fertilization, and reduced crop yields. This study aims to identify the main sources of risk in subsidized fertilizer distribution within the East Java-3 region and formulate appropriate mitigation strategies using the House of Risk (HOR) approach. Data collection was conducted in three stages: an initial interview with seven expert informants to identify risk events and risk agents; a questionnaire distributed to 543 fertilizer distribution actors to assess the severity and frequency of risks; and follow-up interviews with the same seven informants to evaluate the correlation between risk elements. Additional interviews with nine informants were conducted to formulate mitigation strategies based on identified risk priorities. The analysis revealed key risks such as distribution schedule mismatches, limited warehouse capacity, and policy changes affecting distribution patterns. Recommended mitigation strategies include establishing a more measurable distribution schedule, analyzing actual warehouse capacity relative to distribution needs, and enhancing coordination among stakeholders through digital monitoring systems. This research contributes to strengthening risk management in the subsidized fertilizer supply chain and provides a foundation for more responsive and data-driven decision-making. Keywords: Fertilizer Distribution, House of Risk, Risk Management, Subsidized Fertilizer

    Study Of The Influence Of 3D Printing Process Parameters On The Tensile Strength Of Kenaf Fiber Composite Materials

    No full text
    The advancement of three-dimensional (3D) printing technology has significantly transformed modern manufacturing by enabling the fabrication of intricate geometries with high precision, speed, and customization. Concurrently, it has fostered the development of more sustainable materials to meet growing environmental concerns. One notable innovation is the integration of natural fibers such as kenaf into thermoplastic polymers like polypropylene (PP), which has proven to be a highly promising composite formulation. Kenaf offers desirable mechanical properties, biodegradability, and widespread availability, positioning it as a strong candidate for reinforcing eco-friendly composites. When blended with polypropylene, a polymer known for its excellent recyclability and enhanced mechanical performance, the resulting kenaf/PP composite demonstrates high suitability for Fused Deposition Modelling (FDM), the most commonly employed 3D printing method. This combination supports the goals of environmentally conscious manufacturing while maintaining the structural integrity essential for practical applications. To optimize the mechanical performance specifically, the tensile strength of printed kenaf/PP components, this study integrates experimental and computational techniques. The experimental design follows the Taguchi L18 orthogonal array to efficiently explore multiple parameter combinations. Furthermore, Artificial Neural Networks (ANN) and Genetic Algorithms (GA) are employed to model the relationships between input parameters namely, fiber composition, printing speed, infill density, and layer thickness and the output response, which is the maximum tensile load. This hybrid ANN-GA approach facilitates the identification of the optimal parameter set that yields the highest predicted tensile strength ~24.8773 MPa, thereby advancing the capability and sustainability of composite 3D printing technologies. ================================================================================================================================== Kemajuan teknologi pencetakan tiga dimensi (3D printing) telah secara signifikan mentransformasi dunia manufaktur modern dengan memungkinkan pembuatan geometri yang kompleks dengan presisi tinggi, kecepatan, dan kemampuan kustomisasi. Seiring dengan itu, perkembangan material yang lebih ramah lingkungan juga semakin didorong guna menjawab kekhawatiran terhadap dampak lingkungan. Salah satu inovasi yang menonjol adalah integrasi serat alam seperti kenaf ke dalam polimer termoplastik seperti polypropylene (PP), yang telah terbukti sebagai formulasi komposit yang sangat menjanjikan. Serat kenaf menawarkan sifat mekanik yang baik, sifat biodegradable, serta ketersediaan yang melimpah, menjadikannya kandidat kuat untuk memperkuat komposit ramah lingkungan. Ketika dicampurkan dengan polypropylene yang dikenal memiliki daya daur ulang yang baik dan performa mekanik yang ditingkatkan komposit kenaf/PP yang dihasilkan menunjukkan kesesuaian tinggi untuk proses Fused Deposition Modelling (FDM), metode pencetakan 3D yang paling umum digunakan. Kombinasi ini mendukung tujuan manufaktur yang berwawasan lingkungan tanpa mengorbankan integritas struktural yang penting bagi aplikasi praktis. Untuk mengoptimalkan performa mekanik, khususnya kekuatan tarik (tensile strength) dari komponen kenaf/PP hasil cetak 3D, studi ini menggabungkan pendekatan eksperimental dan komputasional. Rancangan eksperimen mengikuti metode Taguchi dengan susunan ortogonal L18 untuk secara efisien mengeksplorasi berbagai kombinasi parameter. Selanjutnya, model Jaringan Saraf Tiruan (Artificial Neural Network/ANN) dan Algoritma Genetika (Genetic Algorithm/GA) digunakan untuk memodelkan hubungan antara parameter input yaitu komposisi serat, kecepatan pencetakan, kerapatan infill, dan ketebalan layer dengan respon output berupa kekuatan tarik maksimum. Pendekatan hibrida ANN-GA ini memungkinkan identifikasi kombinasi parameter optimal yang menghasilkan prediksi kekuatan tarik tertinggi, yaitu sekitar 24,8773 MPa, sehingga mendorong kemajuan teknologi pencetakan 3D komposit yang berkelanjutan dan berperforma tinggi

    Pengembangan Furnitur Pada Area Tidur Sebagai Upaya 0ptimalisasi Fungsi Ruang Hunian Apartemen Tipe Studio

    No full text
    Jumlah penduduk di Kota Surabaya terus berkembang dengan pesat, hal ini sejalan dengan permintaan akan ruang hunian yang meningkat, sehingga pembangunan hunian vertikal jenis apartemen menjadi solusi untuk kondisi lahan yang terbatas. Jumlah unit apartemen yang mendominasi di Kota Surabaya terdapat di wilayah Surabaya Barat dan Surabaya Timur dengan tipe yang paling diminati pada ruangan tipe studio. Apartemen tipe studio memiliki ukuran yang paling kecil dibandingkan dengan tipe apartemen lainnya, sehingga permintaan akan furnitur untuk menunjunag segala aktivitas sangat diperlukan. Perancangan ini bertujuan untuk dapat mengakomodasi berbagai kebutuhan penghuni dengan mengoptimalkan keterbatasan fungsi ruang. Pengumpulan data yang dilakukan dengan cara studi pustaka, observasi, dan wawancara secara mendalam terhadap penghuni apartemen yang dipakai sebagai tolak ukur dan acuan pada perancangan, apartemen yang digunakan adalah Apartemen Puncak Dharmahusada Tipe Studio dengan penerapan konsep multifungsi, space saving dan organize. Pada perancangan ini diharapkan dapat menjadi solusi dari permasalah keterbatasan ruang dan dapat menjadi pedoman dalam pemilihan furnitur yang tepat bagi ruangan tipe studio yang akan datang. ====================================================================================================================================== The population in the city of Surabaya continues to grow rapidly, which aligns with the increasing demand for residential space. Consequently, the development of vertical housing, such as apartments, has become a solution to the limited land availability. Most apartment units in Surabaya are concentrated in West Surabaya and East Surabaya, with studio-type apartments being the most popular choice. Studio apartments have the smallest size compared to other types of apartments, making the demand for furniture that supports various activities essential. This design aims to accommodate the diverse needs of residents by optimizing the limited functionality of the space. Data collection methods include literature studies, observations, and in depth interviews with apartment residents, which serve as benchmarks and references for the design. The chosen case study is the Studio-Type Puncak Dharmahusada Apartment, applying the concepts of multifunctionality, space-saving, and organization. This design is expected to provide a solution to space limitations and serve as a guideline for selecting appropriate furniture for future studio-type apartments

    Perancangan dan Analisis Algoritma Greedy: Studi Kasus SPOJ 389 Use of Hospital Facilities

    No full text
    Sphere Online Judge (SPOJ) merupakan platform penilaian daring yang menyediakan berbagai permasalahan algoritma pemrograman dan mendukung lebih dari 45 bahasa pemrograman.Salah satu permasalahan yang terdapat di platform ini adalah Use of Hospital Facilities (ID: 389), yang dikembangkan oleh Adrian Kuegel dan termasuk dalam kategori classical problem dengan tingkat penyelesaian sebesar 15.24%. Permasalahan ini menuntut pemahaman mendalam terkait penjadwalan dengan dua kendala utama, yaitu keterbatasan kapasitas sumber daya dan aturan pengerjaan tugas. Skripsi ini membahas penyelesaian permasalahan tersebut menggunakan pendekatan algoritma greedy,berdasarkan pada karakteristik greedy choice property dan optimal substructure. Algoritma yang dikembangkan memilih ruang operasi dan pemulihan berdasarkan urutan ketersediaan terkini secara deterministik. Evaluasi dilakukan melalui dua skenario, yakni pengujian lokal dan pengujian eksternal melalui situs SPOJ. Pengujian lokal dilakukan terhadap lima variasi jumlah pasien (100 hingga 500) dan lima kali pengulangan untuk setiap kasus, guna mengevaluasi waktu eksekusi dan penggunaan memori. Hasil pengujian menunjukkan bahwa solusi algoritma greedy mampu menyelesaikan permasalahan dengan waktu eksekusi rata-rata sebesar 0,01 detik dan penggunaan memori sebesar 5,2 MB. Kompleksitas algoritma dalam kasus terburuk adalah O(n² log n), dengan kompleksitas rata-rata O(n²). ========================================================================================================================================= Sphere Online Judge (SPOJ) is an online evaluation platform that provides a wide range of programming algorithm problems and supports more than 45 programming languages. One of the problems featured on this platform is Use of Hospital Facilities (ID: 389), developed by Adrian Kuegel. It falls under the classical problem category with a completion rate of 15.24%. This problem requires a deep understanding of scheduling, particularly in handling two main constraints: limited resource capacity and task execution rules. This thesis addresses the problem using a greedy algorithm approach, based on the characteristics of the greedy choice property and optimal substructure. The developed algorithm selects operating and recovery rooms based on the earliest available order in a deterministic manner. Evaluation was carried out through two scenarios: local testing and external testing via the SPOJ platform. The local tests were conducted with five variations in the number of patients (ranging from 100 to 500), each repeated five times to evaluate execution time and memory usage. The test results show that the greedy algorithm is capable of solving the problem with an average execution time of 0.01 seconds and memory usage of 5.2 MB. The algorithm has a worst-case time complexity of O(n² log n), with an average complexity of O(n²)

    Studi Anatomi Organ Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Yang Terinfeksi Ganoderma boninense Dalam Media Hidroponik

    No full text
    Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan komoditas perkebunan penting yang berkontribusi besar bagi perekonomian Indonesia (Turnip, 2019; Gurusinga et al., 2022). Namun, dalam beberapa dekade terakhir, produktivitasnya menurun akibat penyakit Busuk Pangkal Batang (BPB) yang disebabkan oleh infeksi Ganoderma boninense (Susanto et al., 2013). Sebagai alternatif, media hidroponik digunakan untuk mempelajari infeksi patogen dalam lingkungan yang terkontrol (Putri et al., 2023; Natalia et al., 2017). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui anatomi organ, batang, dan daun kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) yang terinfeksi jamur Ganoderma boninense melalui Rubber Wood Block (RWB) pada media hidroponik. Pengamatan dilakukan selama dua minggu pasca infeksi menggunakan metode parafin dan Scanning Electron Microscope (SEM). Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif berdasarkan perubahan struktur dan ukuran diameter jaringan. Hasil yang didapatkan menunjukkan peningkatan diameter pada seluruh jaringan setelah terinfeksi Ganoderma boninense baik pada organ akar, batang, maupun daun. Pada akar, selisih rata-rata diameter antara tanaman kontrol dan perlakuan RWB dengan menunjukkan peningkatan pada epidermis sebesar 3,98 µm, endodermis 4,78 µm, xilem 13,21 µm, dan floem 8,83 µm, dengan hifa terdeteksi sejak 204 HST. Pada batang, peningkatan terjadi pada epidermis sebesar +6,81 µm, korteks 666,5 µm, xilem 43,59 µm, dan floem 35,72 µm, dengan hifa terdeteksi pada 207 HST. Pada daun, peningkatan terjadi pada epidermis sebesar 2,81 µm, korteks 63,33 µm, xilem 9,85 µm, dan floem 3,47 µm, dengan hifa terdeteksi pada 216 HST. ========================================================================================================================================== Oil palm (Elaeis guineensis Jacq.) is an important plantation commodity that contributes significantly to the Indonesian economy (Turnip, 2019; Gurusinga et al., 2022). However, in recent decades, its productivity has declined due to basal stem rot (BPB) disease caused by Ganoderma boninense infection (Susanto et al., 2013). As an alternative, hydroponic media is used to study pathogen infections in a controlled environment (Putri et al., 2023; Natalia et al., 2017). This study aims to determine the anatomy of oil palm (Elaeis guineensis Jacq.) organs, stems, and leaves infected with Ganoderma boninense fungus through Rubber Wood Block (RWB) in hydroponic media. Observations were carried out for two weeks after infection using paraffin and Scanning Electron Microscope (SEM) methods. Data were analyzed descriptively qualitatively and quantitatively based on changes in structure and tissue diameter size. The results obtained showed an increase in diameter in all tissues after being infected with Ganoderma boninense in both roots, stems, and leaves. In the roots, the difference in average diameter between control plants and RWB treatment showed an increase in epidermis of 3.98 µm, endodermis 4.78 µm, xylem 13.21 µm, and phloem 8.83 µm, with hyphae detected since 204 DAP. In the stems, an increase occurred in epidermis of 6.81 µm, cortex 666.5 µm, xylem 43.59 µm, and phloem 35.72 µm, with hyphae detected at 207 DAP. In leaves, increases occurred in the epidermis by 2.81 µm, cortex 63.33 µm, xylem 9.85 µm, and phloem 3.47 µm, with hyphae detected at 216 HST

    Rekomendasi Kebijakan untuk Mempertahankan Fungsi dan aktivitas Pertanian LSD berdasarkan Perspektif Pemilik Lahan di Kecamatan Wonoayu

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pemilik lahan sawah yang dilindungi dalam mengonversi lahannya dan merumuskan rekomendasi kebijakan yang diperlukan untuk mempertahankan fungsi dan aktivitas pertanian. Masalah ini didorong oleh meningkatnya kebutuhan lahan di Kabupaten Sidoarjo, yang menyebabkan pemilik lahan sawah menghadapi tekanan untuk mengonversi lahan mereka. Analisis SEM-PLS digunakan untuk mencari arah hubungan dan besar pengaruh faktor, kemudian rekomendasi kebijakan didapatkan melalui summative content analysis. Faktor-faktor yang dianalisis meliputi faktor sosial, ekonomi, kebijakan, dan lingkungan yang signifikan memengaruhi keputusan pemilik lahan. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor ekonomi memiliki pengaruh dominan terhadap keputusan menjual lahan, dengan pertimbangan seperti harga jual lahan, nilai bagi hasil keuntungan tani, dan ketergantungan hidup terhadap lahan. Faktor kebijakan juga berperan penting, khususnya kebijakan pemerintah yang kurang mendukung kesejahteraan petani. Faktor lingkungan berpengaruh lebih kecil, meskipun risiko usaha tani dan keterbatasan sarana prasarana juga menjadi pertimbangan. Sedangkan faktor sosial tidak signifikan. Rekomendasi kebijakan yang dihasilkan meliputi peningkatan akses ke kredit modal, subsidi bantuan, pelatihan, serta pemerataan bantuan dari pemerintah, sosialisasi program, hingga penegasan alih fungsi lahan. ======================================================================================================================================== This study aims to analyze the factors that influence the decision of protected paddy field owners to convert their land and formulate policy recommendations needed to maintain agricultural functions and activities. This issue is driven by the increasing demand for land in Sidoarjo Regency, which causes paddy field owners to face pressure to convert their land. SEM-PLS analysis was used to find the direction of the relationship and the magnitude of the influence of factors, then policy recommendations were obtained through summative content analysis. Factors analyzed included social, economic, policy and environmental factors that significantly influenced landowners' decisions. The results of the analysis show that economic factors have a dominant influence on the decision to sell land, with considerations such as the selling price of land, the value of farm profit sharing, and the dependence of life on land. Policy factors also play an important role, particularly government policies that are less supportive of farmers' welfare. Environmental factors have a smaller effect, although farming risks and limited infrastructure are also considerations. Meanwhile, social factors are not significant. The resulting policy recommendations include increasing access to capital credit, subsidized assistance, training, and equitable distribution of assistance from the government, socialization of programs, and affirmation of land conversion

    25,191

    full texts

    49,971

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    ITS Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇