HIKMAH: Jurnal Pendidikan Islam
Not a member yet
159 research outputs found
Sort by
Metodologi Pembelajaran Dalam Pendidikan Islam
Melakukan tugas dapat dilakukan dengan meniru apa yang telah dilakukan orang lain, atau mengikuti cara yang telah lazim dilakukan. Sehingga orang melakukan tugasnya hari ini sama dengan apa yang dilakukan orang terdahulu. Padahal situasi-situasi yang dihadapi telah berubah, tetapi masih dilayani dengan kebiasaan-kebiasaan yang sama. Keadaan demikian menjadikan orang menghadapi cermin kegagalan, karena tidak mempunyai metode yang serasi dengan tugas yang sedang dilaksanakan. Juga bisa sesat dalam arti kehilangan tujuan, karena tidak memiliki metodologi. Dengan menelusuri kembali jalan pembelajaran, diharapkan menemukan titik-titik kelemahan yang telah dilakukan dan dapat diperbaiki. Hal tersebut tidaklah sulit untuk dilakukan, jika mengikuti dan menguasai metodologi pembelajaran. Dengan demikian bahan pelajaran yang diajarkan dapat diterima dan dicerna oleh peserta didik. Karena pembelajaran merupakan kegiatan interaksi antara pendidik dan peserta didik.Kata Kunci : Pendidikan, Pembelajara
URGENSI METODE DALAM FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM
Metode merupakan hal yang sangat penting bagi peserta didik. Metode pendidikan hampir sepenuhnya tergantung kepada kepentingan peserta didik. Para guru hanya bertindak sebagai motivator, stimulator, fasilitator, ataupun hanya sebagai instruktur. Upaya guru untuk memilih metode yang tepat dalam mendidik peserta didiknya harus disesuaikan dengan tuntutan dan karakteristik peserta didiknya. Ia harus mengusahakan agar pelajaran yang diberikan kepada peserta didiknya mudah diterima. Penggunaan metode dalam suatu mata pelajaran bisa lebih dari satu macam. Metode yang variatif dapat membangkitkan motivasi belajar peserta didik. Dalam penggunaan sebuah metode harus mempertimbangkan aspek efektivitasnya dan relevansinya dengan materi yang disampaikan. Keberhasilan penggunaan suatu metode merupakan keberhasilan proses pembelajaran yang pada akhirnya berfungsi sebagai diterminasi kualitas pendidikan. Sehingga metode pengajaran haruslah dapat dilakukan dengan tepat dan efektif. Kata Kunci: Metode, Pendidikan Isla
PEMBENTUKAN DAN PROSES KREATIF PERSPEKTIF BEAVIORISME
Belajar merupakan kebutuhan pokok bagi setiap manusia untuk menuju pada kehidupan yang lebih baik dan maju. Namun pada kenyataanya, masyarakat masih belum menyadari akan pentingnya belajar dan ilmu pengetahuan untuk kehidupannya. Pada pembahasan ini menjelaskan pentingnya pembiasaan untuk belajar secara rutin, serta menumbuhkan kecintaan untuk mencari tahu ilmu-ilmu pengetahuan baru demi menunjang masa depan individu tersebut. Pokok pembahasan ini bertujuan untuk menjelaskan betapa pentingnya proses pembiasaan belajar untuk menjamin kehidupan setiap individu sebagai bekal masa depannya. Pembiasaan ini dapat di lakukan sedini mungkin sejak seorang anak berada di taman kanak-kanak atau sejak duduk di bangku sekolah dasar. Namun pembiasaan ini jangan sampai melebihi batas, harus di lakukan secara bertahap, memerlukan waktu dan proses yang cukup lama, dan tidak bisa sekaligus di paksakan pada setiap individu. Proses ini harus didasari dengan adanya rasa senang dalam dirinya untuk belajar tanpa adanya keterpaksaan dalam hatinya
KOMUNIKASI YANG EFEKTIF DALAM PENDIDIKAN ISLAM
Dalam pelaksanaan pendidikan dewasa ini komunikasi mempunyai peranan yang sangat penting. Komunikasi yang efektif di sekolah dapat meningkatkan produktivitas sekolah. Di sekolah jenis komunikasi yang terjadi diantaranya komunikasi interpersonal, komunikasi kelompok kecil, komunikasi publik, komunikasi vertikal dan komunikasi horizontal. Agar terciptanya komunikasi yang efektif penting diperhatikan iklim komunikasi itu sendiri. Iklim komunikasi sangat tergantung dari iklim organisasi (sekolah). Kepala sekolah selaku pimpinan di sebuah sekolah harus mampu berperan sebagai komunikator yang baik. Dalam komunikasi di sekolah distorsi pesan yang terjadi hendaknya dapat diminimalisasikan. Menghadapi masa depan yang semakin maju penguasaan informasi sangat berperan dalam eksistensi sebuah lembaga pendidikan. Kata Kunci: Komunikasi, Efektif, Pendidika
HAKIKAT PENDIDIK DALAM DIMENSI PENDIDIKAN DAN PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM
Pendidik memegang peran yang sangat penting dalam tujuan dan sasaran pendidikan, yakni membentuk peserta didik supaya berkepribadian mandiri serta bersikap dewasa dalam menyikapi problema hidup yang semakin kompleks pada era globalisasi ini. Pendidik dalam tujuan pendidikan Islam secara umum diorientasikan untuk membentuk peserta didik menjadi insan kamil dan mampu menjadi khalifah Allah SWT di Bumi. Oleh sebab itu, pemerintah harus bekerja sama dengan pihak sekolah dalam mempersiapkan pendidik yang benar-benar dapat menjadi teladan, memahami hakikatnya sebagai seorang pendidik serta mengetahui tugas dan fungsinya sebagai pendidik. Sehingga dalam transformasi ilmu pengetahuan kepada peserta didik seperti penanaman nilai moral, sosial, intelektual, keterampilan dan spiritual bisa teroptimalkan. Kata Kunci: Pendidik, Pendidikan Isla
PEMIKIRAN PENDIDIKAN SYED MUHAMMAD NAQUIB AL-ATTAS
Al-attas memiliki perhatian yang besar terhadap khazanah intelektual Barat. Sebab, dengan memahami secara mendalam inti dari asumsi-asumsi dasar epistemologis disiplin-disiplin modern tentunya mensyaratkan pemahaman yang mendalam tentang khazanah intelektual Barat itu sendiri. Sejalan dengan strategi islamisasinya, al-attas tidak mencampakkan begitu saja inti asumsi epistemology Barat. al-Attas nampaknya menggunakan pendekatan tersebut sebagai batu loncatan untuk mengoreksi disiplin modern dan memurnikan ilmu-ilmu Islam yang telah tercelup dalam paham-paham sekuler. Pengembaraan intelektual Naquib al-Attas berangkat dari dunia metafisis menuju dunia empiris. Alur pemikiran ini tidak dapat dilepaskan dari situasi dan kondisi yang mengelilingi pemikir muslim ini. Apabila dilihat secara substantif pemikiran al-Attas termasuk kategori tradisionalis, jika dianalisis secara metodologis, maka al-Attas tergolong skriptualis dan jika ditinjau secara histories tercakup dalam tipologi modernis.Kata Kunci: Pendidikan, Islamisasi Ilmu dan Westernisas
Implementasi Pendidikan Agama Berbasis Nilai-Nilai Sosial
Pendidikan menjadi persoalan di tengah masyarakat seiring dengan terjadinya krisis moral anak bangsa. Suara-suara kritis yang mempertanyakan kontribusi pendidikan agama dalam mendidik moral/akhlak siswa higga kini masih terdengar. Kritikan itu muncul karena ketidakpuasan orang tua terhadap output pendidikan agama yang selama ini dianggap belum optimal dalam mempersiapkan dan memperkokoh moralitas siswa dalam menghadapi pengaruh-pengaruh negatif dari kehidupam modern. Solusi untuk semua itu adalah Rancang bangun kurikulum yang bersifat utuh dan menyeluruh secara internal maupun eksternal. Kurikulum masa depan yang demikian bisa dirancang oleh orang-orang yang profesional dan memiliki kemauan tinggi untuk membentuk kurikulum pendidikan agama.Kata Kunci : Pendidikan Agama, Nilai Sosia
DESENTRALISASI PENDIDIKAN ISLAM Studi Konsep dalam Pengembangan KBK dan KBS
Pengelolaan pendidikan yang bersifat sentralistik menjadikan kebijakan pendidikan yang tidak memperhatikan kebutuhan daerah, kemampuan, standar, penerapan kurikulum yang disamakan antara satu daerah dengan daerah lainnya. Karena itu perlu dilakukan desentralisasi pendidikan agar dapat mendorong terbentuknya kemandirian dalam menentukan kebutuhan pendidikan sesuai dengan daerahnya, berpeluang untuk memberdayakan potensi lokal, dapat memperpendek birokrasi, bersifat elastis dan fleksibel.Kata Kunci: Desenrtalisasi, Pendidikan Islam dan kurikulu
Konsep Islam Tentang Tuhan, Manusia Dan Alam Dan Implikasinya Dalam Pendidikan Islam
Dalam pendidikan Islam Allah merupakan sumber segala macam ilmu. Meskipun ada jenis ilmu yang diperoleh manusia melalui usahanya sendiri yang bukan berdasarkan wahyu, namun kesemuanya itu tidak lepas dari andil Tuhan yang memberikan petunjuk-Nya kepada manusia. Kelebihan yang ada pada manusia berupa potensi imaterial berfungsi sebagai bekal manusia untuk menjalankan tugasnya sebagai pelestari dan pemanfaat alam secara baik bukan untuk merusaknya. Allah berfirman, ”Makan dan minumlah rezki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan.” Dalam ayat lain Allah menjelaskan, ”apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” Ayat pertama mengandung pesan bahwa manusia diberikan hak untuk memanfaatkan alam ini dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya namun dengan ketentuan, manusia harus menjaga kelestariannya dan menghindarinya dari kerusakan. Sedangkan pada ayat kedua, Allah berpesan setelah kita menjalankan ibadah mahdhah kita juga diperintahkan untuk menjalin hubungan sosial (ibadah ghairu mahdhah) dan mencari kebutuhan duniawi sesuai dengan aturan-aturan Allah SWT.Kata Kunci : Tuhan, Manusia, Pendidikan Isla