Jurnal Kependudukan Padjadjaran
Not a member yet
12 research outputs found
Sort by
Konsep Proletarisasi dan Akumulasi Primitif dalam Teori Kependudukan Marxis
Istilah ‘proletarisasi’ lekat kaitannya dengan teori kependudukan marxis. Sebagai konsep keilmuan, proletarisasi tampaknya tidak punya tempat di dalam teori-teori kependudukan di luar tradisi marxis. Tulisan ini mencoba memperkenalkan kembali teori proletarisasi dengan mengajukan beberapa contoh empiris dari sejarah Jawa serta koherensinya dengan konsep-konsep lain dalam tradisi marxis yang terkait dengan proses perubahan sosial yang diakibatkan oleh penetrasi corak produksi kapitalis. Dalam teori kependudukan marxis, proletarisasi merupakan bagian dari proses akumulasi primitif. Akumulasi primitif itu sendiri menunjukkan bahwa perubahan sosial yaitu penetrasi corak produksi kapitalis sedang berlangsung. Penciptaan kelas pekerja modern merupakan prasyarat utama di samping komodifikasi tanah.Kata Kunci: marxis, perubahan sosial, corak produksi kapitalis, proleta
Pengaruh Implementasi Kebijakan Pertanahan Terhadap Struktur Penguasaan Tanah dan Dampaknya Terhadap Kesejahteraan Petani di Kabupaten Garut dan Subang
Penelitian ini didasarkan pada permasalahan terkait dengan adanya ketimpangan struktur penguasaan tanah dan rendahnya kesejahteraan petani di Kabupaten Subang dan Garut. Faktor penyebab masalah tersebut pada awalnya diduga disebabkan oleh implementasi kebijakan pertanahan yang masih belum berjalan sebagaimana mestinya di kedua daerah tersebut. Penelitian menggunakan desain explanatory survey dan analisis statistik jalur. Dari hasil penelitian diketahui bahwa implementasi kebijakan pertanahan berpengaruh signifikan terhadap struktur penguasaan tanah dan berdampak pada kesejahteraan petani di Kabupaten Garut dan Subang. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa dimensi content kebijakan berpengaruh lebih besar daripada context implementasi. Kata Kunci : Implementasi kebijakan, pertanahan, kesejahteraa
Kolektivitas Tenaga Kerja Dalam Pertanian : Studi Tentang Implikasi Curahanh Tenaga Kerja Terhadap Pendapatan Petani di Kabuopaten Sumedang, Jawa Barat)
Tujuan penelitian adalah untuk menggali dan memahami potensi lokal yang terkait dengan ketenagakejaan yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat petani sebagai suatu alternatif didalam mengurangi biaya produksi dan atau meningkatkan pendapatan petani. Metode yang dipergunakan deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Kesulitan tenaga kerja disektor pertanian ini bagi golongan atas tergantikan oleh traktor. Sedangkan bagi petani golongan menengah ke bawah yang semula menggunakan tenaga kerja anak-anaknya tergantikan dengan cara pertemanan baik berdasarkan domisili maupun berdasarkan hamparan. Bentuk kerjasama ini tidak hanya menjaga hubungan dan meningkatkan solidaritas akan tetapi juga dapat mengurangi biaya produksi yang pada gilirannya meningkatkan pendapatan petani.Kata Kunci : Sistem pertemanan, pendapatan petani
Kemiskinan : Model Pengukuran, Permasalahan dan Alternatif Kebijakan
Kemiskinan merukan masalah multidimensi karena berkaitan dengan ketidakmampuan akses secara ekonomi, sosial budaya, politik dan partisipasi dalam masyarakat.Bentuk-bentuk kemiskinan yang ada di Indonesia serta berbagai ragam faktor penyebabnya, tentunya sangat mempengaruhi rumusan kebijakan yang dibuat. Berbagai kebijakan dan program yang ada dirasakan masih kurang efektif dalam upaya menurunkan jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan, hal ini terbukti dengan adanya kecenderungan peningkatan jumlah penduduk miskin dari masa ke masa. Tentunya rumusan kebijakan dan program perlu dibenahi dan dilakukan rumusan kebijakan sesuai dengan pentahapan, dalam merumuskan kebijakan tersebut harus diperhatikan dan dipahami karakteristik kemiskinan di masing-masing daerah.Kata kunci : kemiskinan, model pengukuran, permasalahan, alternative kebijakan, Indonesi
Struktur Ketenagakerjaan Dan Partisipasi Angkatan Kerja Di Pedesaan Indonesia: Analisis Hasil Sakernas 2006
Tulisan ini bertujuan mengkaji struktur ketenagakerjaan di pedesaan yang dirinci atas aspek tenaga kerja, angkatan kerja, dan tingkat partisipasi angkatan kerja. Metode studi yang digunakan adalah model pendekatan analisis data sekunder, melalui pemahaman data ketenagakerjaan dengan memakai teknik analisis statistika deskriptif terhadap data dasar yang berasal dari hasil Survey Angkatan Kerja Nasional 2006. Hasil kajian menunjukkan, tenaga kerja dan angkatan kerja di pedesaan umumnya terdiri atas tenaga kerja muda dengan tingkat pendidikan yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan di perkotaan, namun demikian tingkat partisipasi angkatan kerja di pedesaan angkanya lebih tinggi jika dibandingkan dengan perkotaan pada semua kelompok umur dan tingkat pendidikan.Kata Kunci: umur, pendidikan, angkatan kerja, tingkat partisipasi angkatan kerja, pedesaan
Pengaruh Kondisi Sosial dan Ekonomi Keluarga Terhadap Motivasi Pekerja Anak dalam Membantu Keluarga di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kontribusi yang diberikan oleh pekerja anak kepada keluarga, dan seberapa besar pengaruh variabel kondisi sosial dan ekonomi terhadap motivasi pekerja anak dalam membantu keluarga. Metode penelitian yang digunakan adalah explanatory research. Populasi dalam penelitian ini adalah anak yang berumur <18 tahun yang bekerja di sektor Industri (sektor formal). Jumlah sampel yang diambil sebanyak 165 pekerja anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh kondisi ekonomi keluarga lebih dominan dibandingkan dengan pengaruh kondisi sosial keluarga terhadap motivasi pekerja anak dalam memberikan bantuan bagi keluarga. Kata Kuci : Keluarga, motivasi, pekerja anak, Indonesia
Profil Pekerja Anak di Kabupaten Subang
Sensus Penduduk (SP) - 2000 yang dilakukan, tepatnya Oktober Tahun 2000, merupakan suatu upaya yang kuat dari Pemerintah Pusat untuk menyediakan data kependudukan yang handal dan akurat. Dari Hasil kompilasi SP-2000 yang dibuat, diperoleh suatu portrait tentang “Pekerja Anak di Kabupaten Subang“. Secara teoritis, munculnya sejumlah pekerja anak merupakan bye product (produk ikutan) dari suatu pelaksanaan rencana program pembangunan sosial-ekonomi di masing-masing kabupaten / kota. Suatu uji Statistika non-parametrik, uji T-Kruskal Wallis, digunakan untuk mengetahui kaitan antar daerah perekonomian dengan rasio pekerja anak; selain itu digunakan pula indeks SDM. Untuk mengetahui derajat masalah ketenagakerjaan di masing-masing kecamatan. Kata Kunci : Kompilasi SP-2000, Pekerja Anak, Subang, Uji T-Kruskal Wallis, indeks SDM.
Analisis Gender pada Keluarga Petani Padi dan Hortikultura di Daerah Pinggiran Perkotaan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan peran gender dalam pengambilan keputusan dan pembagian kerja pada keluarga; dan menganalisis hubungan antara persepsi gender serta karakteristik keluarga dengan pola pengambilan keputusan dan pembagian kerja pada keluarga petani padi dan hortikultura. Penelitian ini merupakan studi cross sectional 50 keluarga petani padi dan 50 keluarga petani hortikultura lapisan bawah yang dipilih menggunakan cluster random sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan peran gender dalam hal pengambilan keputusan di sektor domestik, namun tidak terdapat perbedaan peran gender dalam pengambilan keputusan di sektor publik. Terdapat perbedaan pola pembagian kerja dalam kegiatan mengurus anak dan melakukan pekerjaan rumah tangga, namun tidak terdapat perbedaan pola pembagian kerja di sektor publik. Tidak terdapat hubungan antara persepsi gender dengan pengambilan keputusan dalam pembagian kerja yang.Umur suami dan istri berkorelasi negatif, sedangkan tingkat pendidikan suami dan istri tidak berkorelasi terhadap pola pengambilan keputusan dan pembagian kerja.Kata Kunci : peran gender, pengambilan keputusan dan pembagian kerj
Faktor Karakteristik Keluarga, Tingkat Fertilitas dan Pemakaian Kontrasepsi
Penelitian ini merupakan analisis lanjut dari data SDKI 2007 yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor karakteristik latar belakang dengan tingkat fertilitas dan pemakaian kontrasepsi di Provinsi jawa Barat. Sampel adalah wanita berstatus kawin usia 15 hingga 49 tahun berjumlah 5243 orang. Data diolah menggunakan perangkat SPSS dan variabel karakteristik latar belakang dan tingkat fertilitas serta pemakaian kontrasepsi dianalisa menggunakan tabulasi silang, dilanjutkan dengan Uji Khai Kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat fertilitas (TFR maupun ASFR) wanita di perkotaan lebih tinggi dibandingkan dengan wanita di perdesaan. Tingkat fertilitas juga cenderung lebih tinggi pada wanita dengan tingkat pendidikan lebih tinggi dan indeks kekayaan lebih tinggi. Dari hasil uji statistik Khai kuadrat, ternyata terdapat hubungan yang signifikan antara kesertaan ber KB dengan umur ibu, tingkat pendidikan dan indeks kesejahteraan, di mana kesertaan ber KB lebih banyak pada ibu-ibu yang berusia 30-49 tahun, yang berpendidikan lebih tinggi dan indeks kesejahteraan lebih tinggi. Sementara itu, tidak ada hubungan yang signifikan antara kesertaan ber KB dengan daerah tempat tinggal dan jumlah anak masih hidup.Kata Kunci: Keluarga, Fertilitas, Keluarga Berencana, Jawa Barat, Indonesi
Kajian Model Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE) Ketahanan Pangan Keluarga Miskin di Kabupaten Bandung Propinsi Jawa Barat
Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengetahuan dan sikap keluarga miskin terhadap program-program ketahanan pangan; mengidentifikasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) untuk program ketahanan pangan; merumuskan rekomendasi model KIE ketahanan pangan keluarga miskin. Metode penelitian adalah survey deskriptif dengan eksplorasi data secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap keluarga miskin terhadap program ketahanan pangan masih relatif rendah. Model KIE yang direkomendasikan adalah pendekatan kelompok dan massa dengan menggunakan berbagai media dan narasumber yang dipercaya oleh masyarakat.Kata Kunci : Komunikasi, Informasi, Edukasi, ketahanan pangan, keluarga miski