176 research outputs found

    PENGARUH BUDAYA TERHADAP KETAKTERJEMAHAN ISTILAH-ISTILAH DALAM BAHASA JAWA

    No full text
    Language is part of culture. Meanwhile there are many kinds of different cultures in the world because every country has its own culture. Even our country Indonesia has hundreds of cultures which are different between one and another, so that the language used varies also. MoreovThose er, every culture has its own peculiarity that is not owned by another culture. This fact that may cause so many specific words, terms,  and other unique cultural  events are created. This unique cultural product makes other people fom different cultures difficult to find the equivalences in their cultures and languages. Even those specific terms cannot be translated translated into other languages, especially English. Those unique cultural products include: 1) kinds of traditional foods (nagasari, thiwul, kethoprak, sega liwet); 2) agricultural tools (pacul, jompong, ani ani); 3) agricultural activity (ndhaut, matun, derep, ngasak); 4) kitchen utensils (siwur, keren, anglo, kukusan);  5) names of small plants (garut, ganyong, uwi); 6) music and art (saron, gender, kenong); 7) javanese songs (megatruh, sinom, pocong, slendro pelog); 8) names of dances (gambir anom, gambyong, klono bagus); 9) serving tools (takir, tumpeng, golong, sudhi); 10) clothes (kemben, jarik, blankon);  11) names of flower ( ketheker, karok, mayang); 12) names of leaves (sinom, blarak, jlegor); 13) ceremonies (sepasaran, midodareni, nyadranan, tingkepan, nyewu); and many others. It is very difficult to find the equivalences of those cultural products, or even they cannot be translated into other languages at all, especially in English. If this happens, the translator has just to write them in the source language by providing the specific notes or explaination about the meaning of  those words according to the texts in a target language

    ANALISIS KESALAHAN PENERJEMAHAN KATA “MUST” PADA CERITA THE MIRROR

    No full text
    This article talks about the error analysis on the word “must” translated from English to Bahasa Indonesia. The students tend to use “text” instead of “context” in translating the sentence. It might be caused by their focus on the surface structure (the structure of the sentence) than the deep structure (the message) Therefore studying a new/second/foreign language should not be merely  focused on the sintactical aspect but also semantical aspect

    THE FANTASY FORMULA IN CHRISTOPHER PAOLINI’S ERAGON

    No full text
    Sebuah karya sastra dapat dikategorikan sebagai sebuah karya sastra populer apabila berhasil mendapatkan perhatian dari masyarakat luas. Masalah yang muncul kemudian adalah bagaimanakah cara untuk menganalisis karya sastra tersebut? Apakah dapat dilakukan dengan cara yang sama dengan yang  dilakukan pada apa yang disebut sebagai ”High Literature”? Oleh sebab itu, studi ini ditujukan untuk menganalisa sebuah karya sastra populer yang ditulis oleh Christopher Paolini, berjudul Eragon dan menemukan formulanya

    THE POTENTIAL FACTORS TO ATTAIN SUCCESFULNESS IN R. L. STEVENSON’S TREASURE ISLAND

    No full text
    Dengan pendekatan reader response novel Treasure Island karya Robert Louis Stevenson tidak saja mengisahkan Jim Hawkins, seorang remaja  yang berpetualang mencari harta yang terpendam di Treasure Island dan akhirnya berhasil mendapatkannya, namun dapat menggambarkan beberapa faktor yang berpotensi mendorong  Jim Hawkins untuk sukses mencapai apa yang diharapkannya. Sesungguhnya dihadirkannya sosok remaja adalah diharapkan menjadi motivator atau inspirator bagi generasi muda. Berbagai masalah hingga sampai nyawa menjadi taruhannya harus dihadapi dalam petualangan tersebut. Namun di usianya yang belia, dia berhasil mendapatkan apa yang diharapkan. Faktor-faktor apa saja yang mendorongnya untuk berhasil mencapai kesuksesan akan dijelaskan dalam tulisan ini. Pendekatan ini dapat mengungkapkan betapa sastra tidak hanya memberikan cerita yang menarik namun ada sesuatu yang bermakna terkandung di dalamnya yang dapat menjadi inspirator atau motivator bagi pembacanya

    THE PSYCHOANALYSIS OF FIRDAUS IN NAWAL EL-SAADAWI'S WOMEN AT POINT ZERO

    No full text
    Wanita di Mesir dianggap senagai seorang yang berbahaya dikarenakan kebebasan mereka. Wanita dianggap sebagai ekspresi dari dosa dan godaan. Wanita selalu diperlakukan tidak adil dan selalu menderita akibat kekerasan laki-laki. Fenomena ini dapat dilihat melalui sebuah karya Nawal El-Saadawi, Women At Zero Point, karena cerita ini berisi tentang karakter wanita yang berjuang untuk bertahan dalam mendapatkan hak-hak mereka berhubungan dengan latar belakang sosiobudaya sebagai seorang wanita mesir yang akan dianalisa secara psikososial dan psikoseksual. Paper ini didasarkan pada teori psikososial, psikoseksual dan psikoanalisis Malinowski. Paper ini menunjukkan bahwa pengalaman Firdaus pada "unknown" seks ketika dia masih anak-anak, mempengaruhi perilaku seksualnya ketika dia dewasa. Karena itu, ada hubungan yang sangat erta antara psikososial dan psikoseksual pada perilaku manusia

    THE DRAMATIC IRONY IN THE TWO COMEDIES, GEORGE BERNARD SHAW’S PYGMALION AND OLIVER GOLDSMITH’S SHE STOOPS TO CONQUER

    No full text
    Penelitian ini adalah kajian pustaka yang bertujuan menemukan pola ironi yang dipakai penulis drama dalam mempertahankan alur cerita dan menarik minat pembaca untuk menuntaskan pembacaan karya sastra. Ditemukan bahwa alur komedi dalam  Pygmalion karya George Bernard Shaw dan She Stoops to Conquer karya Oliver Goldsmith didominasi oleh  ironi dramatik berupa kesalahan beberapa tokoh dalam mengidentifikasi  dan kesalahan dalam menginterpretasi tindakan atau sikap  tokoh lainnya.

    WACANA TUBUH PEREMPUAN DALAM TIGA CERPEN PERIODE TAHUN 2000AN: HA...HA...HA... , MUTILASI, DAN AKAR PULE

    No full text
    Women bodies as the source of judgments upon women represented by writers from time to time as extension of social discourses or even as counter discourses. Literary works record the movements of the changing discourses of women bodies which have differences in certain period. Beauty, as part of women’s bodies is an endless myth and undeniable by women in the world, is used as a political strategy to get power and to control their bodies. Ideologies embodied in a discourse with their interpellation call and control their subjects for maintaining social relation and domination. Through Foucauldian’s concept of discourse, this text analyzes a discourse of women’s bodies recorded in three Indonesian short stories in certain period: 2000s

    AN ANALYSIS OF INTERPERSONAL MEANING OF POLITICAL PROPAGANDA OF THE INDONESIAN MILITARY (TNI) IN THE JAKARTA POST EDITORIALS (Based On Systemic Functional Linguistics)

    No full text
    Peneltian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa editorial dalam harian The Jakarta Post tentang politk propaganda TNI. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana system leksikogramar direalisasikan dalam editorial. Selain itu, peneltian ini juga untuk mengetahui sistem leksikogramar yang merepresentasikan makna interpersonal yang mencakup status, afect dan contact antar penulis dan pembaca serta politik propaganda TNI terhadap pembaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  hubungan antara  editor (penulis) dan pembaca cenderung seimbang, serta penilaian terhadap pembaca juga positif. Dengan demikian, sistem bahasa dalam suatu teks dapat mencerminkan makna interpersonal dari penulis atau pembicara. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa tingkat keterbacaan  dari teks tersebut cenderung mudah dipahami

    SELAYANG PANDANG PENERJEMAHAN

    No full text
    Basically, transferring message from the source to target language, is not just changing the language as there is multidiscipline process in the translation. The complexity performed since the language is multi-system and its variety in communication is never apart from context. Therefore the translation needs not only linguistics theory but also some other theories like socio-linguistics, psycholinguistics, pragmatics, contrastive analysis and cross culture understanding

    COMPREHENDING ENGLISH IDIOMS: STRATEGIES USED BY INDONESIAN EFL SPEAKERS AND IMPLICATIONS FOR TEFL

    No full text
    Artikel ini melaporkan sebuah penelitian berskala kecil yang meneliti strategi-strategi yang digunakan oleh orang Indonesia pengguna EFL dalam memahami idiom-idiom bahasa Inggris. Subyek penelitian adalah lima siswa Indonesia pengguna bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Data dikumpulkan dengan menggunakan think-aloud protocol dimana subyek diminta untuk men-verbalkan pemikiran mereka ketika mereka berusaha untuk mengerti atau menginterpretasikan idiom-idiom tersebut. Lima idiom, yang kesemuanya ditaruh dalam konteks, diambil dari Goodale’s (1995) Collins Cobuild Idioms Workbook. Hasil akhirnya memperlihatkan bahwa pengguna bahasa Inggris non-native menggunakan suatu model heuristic dalam memahami idiom-idiom bahasa Inggris

    0

    full texts

    176

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Prosodi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇