Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
    1262 research outputs found

    Effect of Use of Swallow Dirt on the Growth and Yield of Peanut Soils on Ultisol Soils

    No full text
    This study aims to determine the best dosage for growth and yield of peanut plants on ultisol soil. This research was carried out on the experimental field of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University of Pontianak which took place September 16, 2018 to December 20, 2018. The method used was a Complete Randomized Design Test (CRD) consisting of 6 treatments, 4 replications, and 4 samples. Giving various types of swallow droppings including a1 = 269 g / polybag, a2 = 514 g / polybag, a3 = 759 g / polybag, a4 = 1,004 g / polybag, a5 = 1,249 g / polybag and a6 = 1,494 g / polybag. Observations were made on plant height, number of pods of plants, dry weight of plants, dry weight of seeds. Based on the results of the study it can be concluded that the administration of swallow feces with a dose of 1,249 g / polybag or the equivalent of 16% organic matter gives the best results for the growth and yield of peanut plants on ultisol soil. Keywords: peanuts, swallow droppings, ultisol soil

    PENGARUH PEMBERIAN PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI HITAM PADA TANAH ALUVIAL

    No full text
    PENGARUH PEMBERIAN PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI HITAM PADA TANAH ALUVIAL Aliamin(1), Henny Sulistyowati (2), Evi Gusmayanti(2) (1)Mahasiswa Fakultas Pertanian dan(2)Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas TanjungpuraPontianak ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh dosis pupuk urea yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai hitam pada tanah alluvial. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei – Agustus 2018 di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan, setiap perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel dengan jumlah tanaman seluruhnya 100 tanaman. Perlakuan tersebut adalah u0 = tanpa pemberian urea, u1 = 25 kg/ha setara dengan 0,2 g/polybag, u2 = 50 kg/ha setara dengan 0,4 g/polybag, u3 = 75 kg/ha setara dengan 0,6 g/polybag dan u4 = 100 kg/ha setara dengan 0,8 g/polybag. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, berat biji per tanaman dan berat 100 biji kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai dosis pupuk urea memberikan hasil yang sama untuk variabel volume akar, berat kering tanaman, tinggi tanaman dan berat biji kering per tanaman. Pemberian urea dengan dosis 50 kg/ha atau setara dengan 0,4 g/polybag merupakan dosis terbaik untuk variabel berat 100 biji kering tanaman kedelai hitam di tanah aluvial.Kata kunci : Kedelai hitam, pupuk urea, tanah aluvial

    STUDI SIFAT KIMIA TANAH PADA LAHAN PADI LADANG DAN SAWAH IRIGASI SEDERHANA DI DESA SIDAS KABUPATEN LANDAK

    No full text
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui status kesuburan tanah. Dari hasil tersebut diharapkan dapat memberi informasi untuk rekomedasi umum hara N, P dan K sehingga dapat menunjang peroduksi padi yang lebih baik.Penelitian ini dilakukan di Desa sidasKabupaten Landak. Lahan penelitian merupakan lahan padiladang dan sawah irigasi sederhana dengan luas masing-masing 2 ha. Metode dalam penelitian ini adalah metode survey pada lokasi penelitian dan wawancara serta mengambil sampel langsung dilapangan. Lokasi lahan ladang diambil 3 titik sampel tanah dengan pengambilan sistem grid dan pada lokasi lahan sawah irigasi sederhana di ambil 5 titik sampel tanah dengan pengambilan secara diagonal. Sampel tanah di ambil dalam bentuk sampel tanah utuh dan sampel tanah terganggu pada kedalaman 0-20 cm.Parameter pengamatan tekstur tanah,bobot isi, kedalaman muka air tanah,reaksi tanah (pH),C-organik tanah,  N-total tanah, P tersedia, K dapatdipertukarkan, kapasitas tukar kation, kejenuhan basa, kejenuhan alumunium dan Fe dapat dipertukarkan. Hasil analisis tekstur tanah pada lokasi penelitian dikategorikan dalam kelas lempung berpasir, bobot isi pada lokasi penelitian berkisar antara 0,73-1,21, kedalaman muka air tanah pada lokasi penelitian tergolong sangat dangkal hingga dalam, reaksi tanah (pH) pada lokasi penelitian tergolong masam, C-organik pada lokasi penelitiantergolong rendah hingga sedang,kadar nitrogen (N) total  tanah pada lokasi penelitian tergolong rendah hingga sedang, C/N rasio pada lokasi penelitian tergolong rendah, kadar  fosfor (P) tersedia tanah  pada lokasi penelitian tergolong rendah, kadar kalium (K) tanah yang dapat dipertukarkan pada lokasi penelitian tergolong rendah, kapasitas tukar kation pada lokasi penelitian tergolong rendah,kejenuhan basapada lokasi penelitian tergolong sangat rendah hingga rendah, kejenuhan aluminium pada lokasi penelitian tergolong tinggi dan Fe tanah yang dapat dipertukarkan tergolong tinggi sampai sangat tinggi.Kata kunci : Sifat kimia, ladang, sawah, irigasi sederhana

    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI USAHATANI PADI SAWAH TADAH HUJAN DI DESA BANJAR SARI KECAMATAN KENDAWANGAN KABUPATEN KETAPANG

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani padi sawah tadah hujan di Desa Banjar Sari Kecamatan Kendawangan Kabupaten Ketapang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja yaitu di Desa Banjar Sari Kecamatan Kedawangan Kabupaten Ketapang, dengan pertimbangan bahwa Desa Banjar Sari sentra produksi padi sawah di Kecamatan Kendawangan dan juga mempunyai potensi untuk pengembangan usahatani padi sawah tadah hujan. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 51 petani. Penelitian ini menggunakan analisis fungsi produksi cobb-douglass. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa benih,dan herbisida berpengaruh secara nyata terhadap produksi usahatani padi sawah tadah hujan. Sedangkan pupuk urea, pupuk NPK, pupuk SP36, insektisida, dan tenaga kerja tidak berpengaruh secara nyata terhadap produksi usahatani padi sawah tadah hujan.            Kata kunci : Pengaruh, Faktor Produksi, Usahatani padi, Sawah tadah huja

    FORMULASI ES KRIM SUSU KAMBING DENGAN PENAMBAHAN UMBI KERIBANG SEBAGAI BAHAN PENGISI

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula es krim susu kambing dengan penambahan umbi keribang sebagai bahan pengisi terbaik berdasarkan karakteristik fisikokimia dan organoleptik. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan konsentrasi penambahan umbi keribang 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali, kemudian data dianalisis secara statistik menggunakan Uji F dengan membandingkan tabel F pada taraf 5% dan dilanjutkan dengan Uji BNJ jika berpengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pasta umbi keribang berpengaruh nyata terhadap overrun, kecepatan meleleh dan protein es krim susu kambing tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap viskositas dan organoleptik yang meliputi warna, tekstur dan rasa es krim susu kambing. Perlakuan terbaik dari penelitian yang telah dilakukan yaitu F3 (penambahan 30% pasta umbi keribang) dengan rerata uji fisikokimia: overrun 34,75%, kecepatan meleleh 21.76 menit, protein 2,83% dan viskositas 4667 dPa-s. Hasil uji organoleptik terbaik warna 4,12 (suka), tekstur 3,64 (agak suka) dan rasa 3,64 (agak suka).Kata kunci: Es krim, susu kambing, dan umbi keriban

    PENGARUH BOKASI KIAPU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI PAKCOY PADA TANAH ALUVIAL

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis bokasi kiapu yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil sawi pakcoy pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, kurang lebih 1 bulan mulai dari tanggal 30 April sampai 25 Mei Tahun 2018. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap terdiri dari lima perlakuan dosis bokasi kiapu, lima kali ulangan, dan tiga tanaman sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah 300 g bokasi kiapu /polybag, 540 g bokasi kiapu/polybag, 600 g bokasi kiapu/polybag, 750 g bokasi kiapu/polybag, dan 900 g bokasi kiapu/polybag. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah volume akar, jumlah daun, jumlah klorofil daun, luas daun total, berat segar tanaman, dan berat kering atas tanaman. Hasil penelitian menunjukkan pemberian bokasi kiapu berpengaruh tidak nyata terhadap volume akar, jumlah daun, jumlah klorofil daun, luas daun total, berat segar tanaman, dan berat kering atas tanaman. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian bokasi kiapu dengan dosis 10% dari berat tanah atau setara dengan 600 g/polybag merupakan dosis yang  efektif bagi pertumbuhan sawi pakcoy. Kata kunci : Aluvial, Bokasi Kiapu, Sawi Pakco

    ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH DI DESA SEMANGA KECAMATAN SEJANGKUNG KABUPATEN SAMBAS

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pendapatan dan analisis rasio penerimaan dan biaya (R/C rasio) usahatani padi sawah di Desa Semanga Kecamatan Sejangkung Kabupaten Sambas. Responden yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 44 orang dari populasi petani padi sawah sebesar 420 petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan yang diperoleh petani responden di Desa Semanga Kecamatan Sejangkung Kabupaten Sambas pada musim tanam pertama sebesar Rp 1.019.956,00 per 0,23 hektar atau Rp 4.434.591,00 per hektar. Nilai R/C ratio usahatani padi sawah di Desa Semanga Kecamatan Sejangkung Kabupaten Sambas pada musim tanam pertama sebesar 1,56 yang berarti setiap Rp 1,00 biaya yang dikeluarkan dalam usahatani padi sawah yang dilakukan di Desa Semanga akan memperoleh penerimaan sebesar Rp 1,56 dengan keuntungan yang di peroleh sebesar Rp. 56,00.Kata Kunci:  Analisis Pendapatan, Biaya, Penerimaan, R/C ratio, Padi Sawah

    Pengaruh Penggunaan Mulsa Alang-alang (Imperata cylindrica) Terhadap Pertumbuhan Gulma dan Hasil Tanaman Lobak (Rhapanus sativus L.)

    No full text
    ABSTRAKPenggunaan alang-alang sebagai mulsa ditujukan untuk mencegah erosi, menjaga kelembaban tanah, mengurangi kerusakan daun dan mengendalikan gulma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan mulsa  alang-alang terhadap pertumbuhan gulma dan hasil tanaman lobak. Penelitian dilaksanakan di lahan sayuran milik petani kelurahan Siantan Hulu Kecamatan Pontianak Utara Kota Pontianak. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu perlakuan yaitu menggunkan mulsa alang-alang. Perlakuan terdiri dari : m0 (tanpa alang-alang), m1 (tanpa alang-alang dengan penyiangan gulma hari ke 25), m2 (menggunakan alang-alang 0.5 kg/petak), m3 (menggunakan alang-alang 0.75 kg/petak), m4 (menggunakan alang-alang 1 kg/petak), m5 (menggunakan alang-alang 1.25 kg/petak). Variabel yang diamati yaitu keragaman (jenis gulma), jumlah daun lobak, intensitas kerusakan daun lobak, berat segar tanaman lobak dan berat segar umbi lobak. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa ditemukan 8 jenis gulma yang menckup 7 famili, yaitu Amaranthus sp, Portulaca olerace, Asystasia gangetica, Cleome rutidosperma, Echinocloa colona, Paspalum konjugatum, Cyperus iria. Gulma dominan adalah Amaranthus sp (SDR 69.28 %), pemberian mulsa alang-alang tidak berpengaruh nyata terhadap intensitas kerusakan daun lobak, berat segar tanaman lobak dan berat segar umbi lobak.    Kata kunci : gulma, mulsa alang-alang, loba

    PENGARUH PUPUK KANDANG BEBEK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI RAWIT PADA TANAH ALUVIAL

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan dosis pupuk kandang bebek yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit di tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kalimas , Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya yang berlangsung 12 November 2016 sampai dengan 18 April 2017. Metode yang digunakan adalah Percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan, 5 ulangan, dan 4 tanaman sampel. Pemberian dosis pupuk kandang bebek sebagai berikut P0 (tanpa perlakuan), P1(500 g/polybag), P2 (1000 g/polybag), P3(1500 g/polybag), dan P4 (2000 g/polybag). Pengamatan yang dilakukan yaitu tinggi tanaman, cabang produktif, volume akar, berat kering, jumlah buah pertanaman dan berat buah pertanaman. Pemberian pupuk kandang bebek berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel yang diamati.Kata kunci : Pupuk Kandang Bebek, Cabai Rawit, Aluvia

    KAJIAN CADANGAN KARBON PADA TIGA PENGGUNAAN LAHAN GAMBUT DI DESA WAJOK HILIR KECAMATAN SIANTAN KABUPATEN MEMPAWAH

    No full text
    ABSTRAK                                                      Lahan gambut menyimpan karbon dalam jumlah besar, terutama dalam tanah gambutnya. Alih fungsi hutan rawa gambut menjadi lahan pertanian telah menyebabkan kerusakan lahan. Pengukuran jumlah cadangan karbon tersimpan khususnya di lahan gambut  perlu diukur sebagai upaya untuk mengetahui besarnya cadangan karbon pada saat tertentu dan perubahannya apabila terjadi kegiatan baik manambah atau mengurangi besar cadangan tersebut. Cadangan karbon terdapat dalam lima penyimpanan karbon yaitu biomassa atas permukaan (above ground), biomassa bawah permukaan (below ground), vegetasi mati (nekromass), serasah (litter), dan tanah gambut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besaran cadangan karbon pada biomassa atas tanah (above ground), biomassa bawah permukaan (below ground), serasah (litter), dan tanah gambut, pada penggunaan lahan kelapa sawit, lahan jagung, dan hutan sekunder. Lokasi penelitian terletak di Desa Wajok Hilir Kecamatan Siantan Kabupaten Mempawah pada 3 penggunaan lahan yaitu hutan sekunder, kebun kelapa sawit, dan kebun jagung.Pengambilan sampel dilakukan berdasarkan titik pengamatan yang telah ditentukan dengan metode diagonal. Titik pengamatan pada lokasi penelitian dapat dilihat pada Lampiran 6 dengan plot ukuran pada kebun kelapa sawit seluas 5m x 5m, kebun jagung seluas 1m x 1m dan hutan sekunder seluas 5m x 5m dengan luasan 1 ha pada masing-masing tipe lahan. Pengukuran karbon tersebut pada tiap tipe lahan mempunyai 5 ulangan. sehingga terdapat 60 total sampel pada atas permukaan, bawah permukaan dan tanah. Khusus untuk karbon serasah hanya diambil sampel pada Hutan Sekunder, sehingga terdapat 5 sampel untuk seresah. Jadi total sampel untuk 3 penyimpanan karbon adalah 65 sampel. Sebelum menghitung kandungan karbon pada tiap penggunaan lahan, terlebih dahulu mencari berat biomassa dengan mengoven sampel selama 48 jam dengan suhu 70oC, dan mengoven sampel tanah dengan waktu selama 24 jam dengan suhu 70oC.Hasil penelitian menunjukkan bahwa cadangan karbon tertinggi terdapat pada lahan hutan sekunder dengan nilai 4 Gt ha-1, yang tertinggi kedua adalah kebun sawit yaitu sebesar 0,6 Gt ha-1 dan kandungan karbon terendah terdapat pada kebun jagung dengan nilai 0,4 Gt ha-1. Rata-rata penyimpan kabon tertinggi pada lokasi penelitian terdapat pada tanah. Pada lahan hutan sekunder kandungan karbonnya apabila dipresentasekan perbandingannya sekitar 75,08% pada tanah, 18,18% pada biomassa atas permukaan (BAP) dan 6,73% pada biomassa bawah permukaan (BBP) dan 0,01% pada serasah. Pada lahan kebun sawit perbandingannya sekitar 98,40% pada tanah, 1,37% pada biomassa atas permukaan (BAP), dan 0,23% pada biomassa bawah permukaan (BBP), sedangkan pada kebun jagung perbandingannya 99,08% kandungan karbonnya terdapat pada penyimpan karbon tanah, 0,88% pada biomassa atas permukaan (BAP)  dan 0,04% pada biomassa bawah permukaan (BBP).Kata Kunci : Cadangan Karbon, Alih Fungsi Lahan, Penyimpan Karbo

    403

    full texts

    1,262

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇