Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
    1262 research outputs found

    STUDI KEANEKARAGAMAN FUNGI TANAH DAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA PADA LAHAN BEKAS PENAMBANGAN EMAS TANPA IZIN (PETI) DI KECAMATAN SINGKAWANG TENGAH KOTA SINGKAWANG

    Get PDF
    ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Roban Kecamatan Singkawang Tengah pada dua tipe penggunaan lahan yaitu lahan bekas PETI dan lahan bekas PETI yang telah ditanami kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari keanekaragaman jenis fungi tanah dan fungi Mikoriza Arbuskula yang dapat bertahan pada lahan bekas tambang emas. Serta mengembangkan potensi dari jenis-jenis mikoriza tersebut. Pengambilan sampel tanah dilakukan dengan cara memplotkan lahan dengan luas 40 m x 5 m dan dibagi menjadi 3 bagian atau blok ( I, II, dan III ) sehingga masing – masing blok berukuran 13,3 m x 5 m, dan dari tiap bagian – bagian tadi diambil sampel secara acak dengan sistem kuadrat 1m x 1m yang dibagi menjadi 4 bagian sebanyak 2 kali pengambilan sampel.Hasil pengamatan di Laboratorium Biologi menunjukan jumlah jenis spora pada tipe pemanfaatan lahan Eks Peti Terbuka terdapat 4 spesies fungi MA, dan tipe pemanfaatan lahan Eks Peti Kelapa Sawit jumlah jenis spora yang ditemukan terdapat 10 spesies. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa lahan EPTS memilik jumlah spesies fungi tanah lebih sedikit dari ada EPDS spesies (Sp) yang ditemui pada EPTS berjumlah 10 jenis dengan total populasi 97 koloni pada pengenceran 10-4.sementara itu pada lahan EPDS jumlah spesies fungi tanah berjumlah 11 jenis dengan total populasi 230 pada pengenceran 10-4. Kata kunci : Lahan Eks PETI, Fungi Tanah, Fungi Mikoriza Arbuskul

    Pengaruh Kombinasi Kotoran Walet dan Urea terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kale pada Tanah Aluvial

    Get PDF
    ABSTRAK Kotoran walet sebagai bahan organik tanah memiliki potensi yang cukup besar dalam meningkatkan sifat tanah. Namun, untuk memaksimalkan perannya dalammeningkatkan pertumbuhan tanaman kale pada tanah aluvial perlu dikombinasidengan pemupukan urea. Tujuan penelitian untuk mendapatkan dosis terbaik darikombinasi kotoran walet dan pupuk urea terhadap pertumbuhan dan hasil tanamankale pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di lahan yang terletak pada JalanSepakat 2, Kelurahan Bansir Darat, Kota Pontianak. Waktu penelitian yaitu 6 April – 8 Juni 2020. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkapdengan 5 taraf perlakuan yaitu k (kotoran walet 20 gram/polybag + pupuk urea 1,2gram/polybag); k2 1(kotoran walet 30 gram/polybag + pupuk urea 1 gram/polybag); k(kotoran walet 40 gram/polybag + pupuk urea 0,8 gram/polybag); k (kotoran walet50 gram/polybag + pupuk urea 0,6 gram/polybag); dan k (kotoran walet 60gram/polybag + pupuk urea 0,4 gram/polybag). Masing-masing perlakuan diulangsebanyak 5 kali, dan setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel tanaman. Variabelyang diamati terdiri dari jumlah daun, jumlah klorofil daun, luas daun, berat segartanaman, volume akar, dan berat kering tanaman. Hasil Penelitian menunjukkanbahwa pemberian berbagai kombinasi dosis kotoran walet dan pupuk urea padatanaman kale dapat meningkatkan jumlah daun, volume akar, klorofil daun, luasdaun, berat kering tanaman, dan berat segar tanaman kale. Kombinasi dosis kotoranwalet dan pupuk urea efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil kale padatanah aluvial yaitu pada pemberian 30 g/polybag kotoran walet + 1,0 g/polybag urea.54

    RESPONS PERTUMBUHAN ANGGREK Macodes petola TERHADAP KONSENTRASI PUPUK HIDROPONIK SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF KULTUR JARINGAN

    No full text
    Upaya perbanyakan anggrek yang dapat dilakukan salah satunya adalah kultur jaringan. Penggunaan media alternatif pupuk hidroponik belum banyak dilakukan, terutama untuk menanam anggrek secara kultur jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari konsentrasi terbaik pupuk hidroponik sebagai media alternatif kultur jaringan bagi pertumbuhan tanaman anggrek Macodes petola. Penelitian dilakukan di Laboratorium Bioteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak selama 4 bulan sejak bulan September 2019 sampai dengan bulan Januari 2020. Penelitian menggunakan metode RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan satu faktor yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu media MS sebagai kontrol dan 4 taraf konsentrasi pupuk hidroponik, setiap perlakuan terdapat 5 ulangan, dan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel sehingga terdapat 100 unit percobaan, adapun perlakuannya terdiri dari v0: MS, v1 : 1 ml/l, v2: 3 ml/l, v3: 5 ml/l, dan v4: 7 ml/l. Variabel yang diamati antara lain waktu muncul tunas pertama (MST), jumlah tunas (tunas), jumlah daun (helai), dan jumlah buku per tunas (buku). Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa pupuk hidroponik sebagai media alternatif kultur jaringan mampu menyamai pertumbuhan sub kultur anggrek Macodes petola pada media MS. Konsentrasi pupuk hidroponik 3 ml/l menghasilkan jumlah tunas yang tertinggi sebanyak 2,10 tunas pada eksplan kultur jaringan anggrek Macodes petola

    PENGARUH PUPUK HAYATI DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI BESAR PADA TANAH ALUVIAL

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk hayati dan pupuk NPK  terhadap pertumbuhan dan hasil cabai besar pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak, pada 14 Maret sampai 10 Juni 2020. Rancangan yang digunakan  Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor perlakuan yaitu pupuk hayati (H) (h0: tidak diberikan pupuk hayati dan h1: diberikan pupuk hayati konsentrasi 10 ml/L air) dan  pupuk NPK (P) (p1: NPK 100%, p2: NPK 75%, p3: NPK 50% dan p4: NPK 25% dari dosis anjuran). Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, umur berbunga, berat kering tanaman, volume akar, berat kering akar, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, berat per buah, diameter buah dan panjang buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk hayati dan pupuk NPK tidak menunjukkan adanya interaksi. Penambahan pupuk hayati menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan tanpa pupuk hayati, serta penggunaan dosis pupuk NPK yang efisien adalah  50%

    PENGARUH LAMA INKUBASI PUPUK KANDANG KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CIPLUKAN PADA MEDIA TANAH GAMBUT

    No full text
      Tanaman ciplukan sudah sejak lama digunakan sebagai tanaman obat-obatan tradisional karena banyak mengandung zat fitokimia yang tersebar di seluruh bagian tanaman. Inkubasi Pupuk kandang kambing merupakan salah satu alternatif untuk penyediaan unsur hara dalam tanah yang sulit terurai karena tekstur yang keras dan sukar pecah sehingga mikroorganisme pendekomposisi bahan organik dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah gambut. Penelitian ini bertujuan mendapatkan pengaruh dan lama inkubasi terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil ciplukan pada media tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak, penelitian ini berlangsung dari 27 Juli 2019 sampai 29 Februari 2020. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu pemberian pupuk kandang kambing pada tanah gambut dengan waktu lama inkubasi, penelitian ini terdapat 5 perlakuan, 5 ulangan dan 4 sampel tanaman. Lama inkubasi pupuk kandang kambng  terdiri  dari  (p1) 18, (p2) 19, (p3) 20, (p4) 21, dan (p5) 22 minggu sebelum tanam. Variabel pengamatan yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah buah per tanaman (buah) dan berat buah per tanaman (g). Hasil penelitian  belum ditemukan lama inkubasi yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil ciplukan pada media tanah gambut tetapi lama inkubasi yang  efektif  terdapat pada  perlakuan 18 minggu sebelum tanam. Kata kunci : ciplukan, lama inkubasi, pupuk kandang kambing, tanah gambu

    PREDIKSI EROSI TANAH ULTISOL PADA TIGA PENGGUNAAN LAHAN DI DESA RABA KECAMATAN MENJALIN KABUPATEN LANDAK

    Get PDF
    ABSTRAKPraktek pertanian pada lahan kering khususnya tanah Ultisol dengan kondisi berlereng, solum tanah yang dangkal dan sedikit berbatu sebagian besar dilakukan oleh petani perladangan berpindah. Kondisi ini secara tidak langsung untuk memenuhi kecukupan dan stabilitas ketersediaan bahan pangan sebagai komponen yang harus dipenuhi dalam mencapai kondisi ketahanan pangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan erosi hasil prediksi dan erosi yang diperbolehkan, mengetahui tingkat bahaya erosi dan memberikan upaya tindakan konservasi untuk menekan besarnya erosi aktual pada lahan ladang berpindah (Tanaman ubi kayu), perkebunan kelapa sawit dan hutan yang ada di Desa Raba, Kecamatan Menjalin, Kabupaten Landak. Sampel tanah diambil dengan metode survei lapangan pada kedalaman 0-30 cm sebanyak 15 titik sampel pada masing-masing penggunaan lahan. Hasil analisis laboratorium dan lapangan dihitung dengan persamaan USLE untuk menentukan nilai prediksi erosi. Prediksi erosi pada penggunaan lahan hutan sekunder rata-rata 0,52 ton/ha/thn, perladangan berpindah 245,14 ton/ha/thn dan perkebunan kelapa sawit 209,30 ton/ha/thn. Batas toleransi pada hutan sekunder rata-rata adalah 22,00 ton/ha/thn, lahan perladangan berpindah 22,68 ton/ha/thn dan perkebunan kelapa sawit rata-rata 25,64 ton/ha/thn. Tingkat bahaya erosi hutan sekunder tergolong sangat ringan (SR) yaitu rata-rata 0,02 ton/ha/thn, perkebunan kelapa sawit tergolong sangat ringan (SR) yaitu rata-rata 8,16 ton/ha/thn dan penggunaan lahan perladangan berpindah tergolong sangat ringan (SR) yaitu rata-rata 10,81 ton/ha/thn. Tindakan koservasi untuk menekan nilai prediksi erosi pada penggunaan lahan perladangan berpindah (menjadi pertanian menetap) yaitu menanam ubi kayu+kacang tanah dengan nilai C 0,02. Sedangkan untuk perkebunan kelapa sawit agar nilai prediksi erosi lebih kecil atau sama dengan nilai erosi toleransi maka lahan perkebunan kelapa sawit tersebut harus diteras bangku dengan kontruksi baik yaitu nilai P 0,04. Kata kunci: Prediksi Erosi, Ultisol, Ladang Berpindah, Sawit, Hutan Sekunder

    STRATEGI PEMASARAN MINYAK GORENG KELAPA “NYIUR HIJAU” DI UKM BERINGIN PUTRI KOTA SINGKAWANG

    Get PDF
    Minyak Goreng Kelapa “Nyiur Hijau” merupakan produk unggulan dari UKM Beringin Putri di Kota Singkawang yang memiliki potensi untuk di tingkatkan pemasarannya. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor lingkungan internal dan eskternal, merumuskan alternatif strategi serta menganalisis prioritas strategi yang dapat di jalankan UKM Beringin Putri Kota Singkawang. Jumlah sampel 23 responden yang terdiri dari 7 responden pakar dan 16 responden stakeholder. Hasil analisis SWOT menunjukan bahwa strategi yang sebaiknya diterapkan oleh UKM Beringin Putri ialah menggunakan strategi Weakness-Opportunity (strategi W-O), alternatif pilihan strategi ialah: meningkatkan promosi dengan penggunaan teknologi informasi, mengupayakan modal melalui kerjasama dengan pemerintah dan menerapkan sistem informasi manajemen.Kata Kunci: UKM Beringin Putri, minyak goreng kelapa, strategi pemasaran, Analisis SWOT

    Analisis Kelayakan Finansial Usahatani Cengkeh di Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan finansial usaha pada usahatani cengkeh di Kecamatan Midai Kabupaten Natuna Studi Kasus di Kecamatan Midai Kabupaten Natuna. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive), Kabupaten Natuna memiliki luas lahan untuk perkebunan cengkeh sebesar 12.189 hektar. Kecamatan Midai adalah salah satu penghasil buah cengkeh terbesar dalam 5 (lima) tahun terakhir dengan luas lahan 542 ha menurut data BPS 2017 karena faktor geografis yang menyebabkan tanaman cengkeh dapat berkembang dengan baik. Produksi yang stagnan dalam 3 (tiga) tahun berturut-turut pada tahun 2013 – 2015 sebanyak 550 ton/tahun, namun . pada tahun 2016, produksi mengalami penurunan menjadi 449 ton/tahun yang bisa jadi disebabkan perawatan yang tidak maksimal dari petani meliputi pemberian pupuk dan kurangnya tenaga pemanen dan lain sebagainya, untuk itu perlu dilakukan analisis kelayakan finansial usahatani cengkeh di Kecamatan Midai Kabupaten Natuna. Analisis kelayakan finansial dengan kreteria kelayakan yang digunakan untuk menilai kelayakan proyek yaitu Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Internal Rate Return (IRR), payback period (PP) dan sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani cengkeh di Kecamatan Midai menghasilkan nilai positif berarti layak untuk diusahakan, petani dengan luas lahan 1 ha dan 2 ha menghasilkan NPV, Net B/C, IRR dan Payback Period < dari petani yang memiliki luas lahan 3 ha, hal ini mengindikasikan bahwa untuk mendapatkan hasil yang optimal sebaiknya petani mengusahakan dengan luas lahan 3 ha

    Aksesibilitas Petani Terhadap Lembaga Keuangan Formal di Kabupaten Mempawah

    Get PDF
    Carla Veronika dengan judul skripsi Aksesibilitas Petani Terhadap Lembaga Keuangan Formal di Kabupaten Mempawah. Ada beberapa lembaga keuangan baik formal maupun non formal yang bisa diakses oleh masyarakat sekitar lokasi penelitian. Namun masih terdapat sebagian masyarakat yang tidak atau belum mau mengakses lembaga keuangan dengan berbagai macam alasan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui aksesibilitas petani padi sawah terhadap lembaga keuangan di Kabupaten Mempawah Data diperoleh dari metode random sampling melalui rumus slovin dengan standar erorr 5%. Selanjutnya data tersebut dianalisis dengan analisis regresi logistik melalui uji signifikansi model, uji parameter dan odd ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 100 rumah tangga petani responden di Desa Kepayan Kecamatan Anjongan, terdapat 88 rumah tangga petani (88 persen) yang  mengakses lembaga keuangan formal. Sementara itu, 12 rumah tangga petani lainnya (12persen) tergolong tidak mengakses lembaga keuangan formal dengan berbagai pertimbangan. Sedangkan hasil analisis regresi logistik melalui estimasi analisis faktor-faktor yang mempengaruhi aksessibilitas keuangan formal bagi rumah tangga petani responden adalah variabel usia dan pendapatan per kapita. Kedua variabel tersebut secara signifikan berpengaruh positif terhadap aksesibilitas petani pada lembaga keuangan formal dengan nilai marginal efek bertanda positif masing-masing sebesar 0,045 dan 0,180 yang berpengaruh signifikan pada taraf nyata 5 persen Kata Kunci: Aksesibilitas, Lembaga Keuangan, Random Sampling, Analisis Regresi Logisti

    Evaluasi Kesesuaian Lahan Pasang Surut untuk Pengembangan Tanaman Lada dan Karet di Desa Trikembang Kecamatan Galing Kabupaten Sambas

    No full text
    Evaluasi lahan merupakan suatu pendekatan atau cara menilai potensi sumber daya lahan. Hasil evaluasi lahan akan memberikan informasi dan arahan penggunaan lahan yang diperlukan, dan akhirnya nilai harapan produksi yang kemungkinan akan diperoleh. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor pembatas untuk tanaman lada dan karet di Desa Trikembang Kecamatan Galing Kabupaten Sambas.Penelitian ini dilaksanakan di Desa Trikembang, Kecamatan Galing, Kabupaten Sambas. Analisis sampel tanah di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura. Penelitian ini dimulai dari 09-11 juli 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat satu Satuan Peta Tanah yaitu Typic Fluvaquents. Kesesuaian lahan aktual pada jenis tanah Typic Fluvaquents (SPT 1) adalah tidak sesuai permanen (N2) dengan faktor penghambat untuk tanaman lada dan karet yaitu drainase, media perakaran dan retensi hara. Rekomendasi perbaikan pada SPT 1 adalah pembuatan saluran drainase, pemupukan, pengapuran, tanpa olah tanah yang berlebihan, penggunaan bibit unggul serta teknik budidaya yang baik maka kesesuaian lahan potensial untuk tanaman lada dan karet pada SPT 1 menjadi cukup sesuai (S2). Kata Kunci : Kesesuaian Lahan, Karet,Lada, Pasang Surut, Sambas 

    403

    full texts

    1,262

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇