JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri
Not a member yet
    210 research outputs found

    Implementasi Metode Single Minute Exchange Of Die Untuk Mengurangi Waktu Persiapan dan Penyesuaian Mold di Industri Polimer

    Get PDF
    PT. X adalah manufaktur polimer terkemuka nasional yang berfokus pada produksi komponen sepeda motor. Di departemen produksi, akan ada target output yang harus dicapai per hari. Berdasarkan data, pada Oktober 2017, output aktual dari mesin hanya dapat memenuhi 85,09%, pada November 2017 adalah 83,97% dan pada Desember 2017 adalah 83,62% yang berarti terjadi penurunan pada saat itu. Faktor yang paling mempengaruhi proses produksi tidak dapat mencapai target adalah downtime. SMED  dipilih sebagai topik utama yang termasuk dalam downtime yang direncanakan. Pengaturan saat ini dan waktu mold penyesuaian adalah satu jam lima puluh delapan menit empat puluh sembilan detik. Single Minute Exchange of Die (SMED) digunakan untuk mengurangi waktu pengaturan dan penyesuaian. Setelah perbaikan, waktu setup dan penyesuaian mold menjadi satu jam lima belas menit dan delapan belas detik. Ini berkurang 37% dari proses saat ini. Total biaya untuk perbaikan adalah IDR 734.680.000 dan penghematan setelah perbaikan adalah IDR 160.171.200. BEP adalah empat bulan dan 19 hari

    Penerapan Metode Teknometrik untuk Mengukur Kontribusi Komponen Teknologi dalam Proses Produksi Industri Kecil dan Menengah

    Get PDF
    Upaya menstabilkan pemesanan dan omset perlu dilakukan perubahan kebijakan teknologi dengan melakukan penilaian teknologi eksisting pada IKM. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai kontribusi komponen teknologi dalam proses produksi dan menghitung nilai technology contribution coefficient (TCC). Pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan November sampai Desember 2020 di IKM Xpertees dan IKM Dewi yang berlokasi di Depok Jawa Barat. Teknik Pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, kuesioner dan studi kepustakaan. Pengolahan data dilakukan dengan pengukuran kontribusi komponen teknologi menggunakan metode teknometrik. Hasil perhitungan nilai kontribusi teknologi komponen IKM Xpertees pada humanware 0,552 mempunyai kontribusi yang penting dibandingkan dengan  technoware 0,483 dan orgaware 0,422 sedangkan infoware 0.403 mempunyai kontribusi kurang penting. IKM Dewi pada humanware 0,723 mempunyai kontribusi yang penting dibandingkan dengan orgaware  0,711 dan infoware 0,421 sedangkan technoware 0,386 mempunyai kontribusi kurang penting. Nilai technology contribution coefficient pada IKM Xpertees 0,47 dan IKM Dewi 0.60 dapat dinyatakan kontribusi komponen teknologi termasuk klasifikasi wajar dan penggunaan teknologi dalam kategori semi modern.

    Analisis Kinerja dan Daya Saing Pada Lulusan Teknik Industri Fakultas Teknik UMJ

    Get PDF
    Pengukuran kinerja dan daya saing pada lulusan program studi Teknik industri amatlah penting sehingga dapat mengetahui informasi mengenai kekurangan dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Dengan adanya informasi tersebut program studi dapat menyusun evaluasi dan rencana strategi tindak lanjut dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan. Metode yang digunakan adalah melalui penyebaran kuesioner kepada alumni dan pengguna lulusan. Laporan Kinerja Program Studi pada akreditasi sembilan kriteria yang terdapat pada kriteria luaran dan capaian tridharma diantaranya mengenai daya saing lulusan terdiri dari waktu tunggu lulusan dan kesesuaian bidang kerja sedangkan kinerja lulusan terdiri dari kepuasan pengguna berdasarkan etika, keahlian pada bidang ilmu, kemampuan berbahasa asing, penggunaan teknologi informasi, kemampuan berkomunikasi, kerjasama tim, pengembangan diri. Hasil pengolahan data waktu tunggu lulusan mendapatkan pekerjaan adalah 1,36 bulan dan kesesuaian bidang kerja pada lulusan sebesar 86%. Tanggapan pihak pengguna terhadap kinerja lulusan integritas sebagian besar dinilai sangat baik 56%, keahlian bidang ilmu profesionalisme sebagian besar dinilai baik 57%, kemampuan bahasa inggris sebagian besar dinilai baik 64%, keahlian penggunaan teknologi informasi sebagian besar dinilai baik 59%, kemampuan komunikasi sebagian besar dinilai baik 53%, kemampuan kerjasama tim sebagian besar dinilai sangat baik 54%, kemampuan pengembangan diri sebagian besar dinilai baik 61%. Hasil rencana tindak lanjut atas daya saing lulusan adalah mensosialisasikan lapangan kerja sesuai dengan bidang teknik industri, membuat kerjasama dengan perusahaan yang dapat memberikan kesempatan lapangan kerja. Sedangkan kinerja lulusan adalah peningkatan integritas oleh unit AIK, menyelenggarakan seminar dibidang teknik industri, melakukan tes toefl, menggunakan ICT, proses pembelajaran PB

    PENGUKURAN KINERJA RANTAI PASOK MENGGUNAKAN SUPPLY CHAIN OPERATIONS REFERENCE (SCOR) DI UD. ANANDA

    Get PDF
    Supply chain performance measurement has an important role to play in formulating a strategy in running a company's business. UD Ananda is a company engaged in the production and sale of wooden furniture. UD. Ananda has never done a performance measurement in the supply chain that runs at the company. The purpose of this study is to determine the performance value and achievement of each company performance indicator. Performance measurement using the Supply Chain Operations Reference (SCOR) model. This model includes a performance indicator / Key Performance Indicator (KPI) that has been validated using a questionnaire to then determine the weight of each performance indicator point using the Analytical Hierarchy Process (AHP) and normalizing the score with Snorm De Boer. The traffic light system method is used to display performance indicators that are far from the company's target and become a priority for improvement, namely 7 indicators out of 17 validated indicators. The results of supply chain performance measurement at UD. Ananda was 71.43 for June and 79.37 for July. This value indicates that the supply chain performance value in the company is in a position of good performance

    MEASURMENT SYSTEM ANALYSIS PADA OPERATOR PENGECEKAN VISUAL MENGGUNAKAN METODE ATTRIBUTE AGREEMENT SYSTEM DI INDUSTRI MANUFAKTUR

    Get PDF
    Dalam proses pengecekan visual suatu produk dalam suatu industri manufaktur, manusia sangat berperan penting terhadap kualitas produk sebelum dikirimkan ke konsumen khususnya untuk produk yang mengedepankan estetika. Apabila terdapat kualitas produk no good (NG) terkirim ke konsumen akan berdampak terhadap nama baik dari perusahaan yang secara tidak langsung dapat berpengaruh terhadap permintaan produk karena kesalahan dalam proses pengecekan. Agar hasil pengecekan visual yang dilakukan oleh operator cek sesuai dengan spesifikasi yang di tentukan oleh konsumen, diperlukan salah satu metode pengukuran untuk menjamin bahwa operator cek telah melakukan pengecekan dengan benar tidak mengirim produk no good ke konsumen ataupun sebaliknya me reject produk yang baik kualitas nya. Measurement system analysis menjadi salah satu cara untuk mengukur keakurasian (reproducibility) dan konsistensi (repeatability) operator pengecekan dalam menilai produk yang dihasilkan oleh lantai produksi. Penelitian ini ingin mengetahui akurasi dan konsistensi dari operator pengecekan menggunakan metode attribute agreement system. Hasil dari metode ini di ketahui bahwa operator pengecekan visual masih mempunyai kesalahan dalam melakukan pengecekan hasil produksi. Oleh karena itu diperlukan training untuk merefresh kembali pengetahuan operator pengecekan tentang kualitas produk di lantai produksi agar tidak menimbulkan kesalahan pengecekan

    ANALISIS LEAN HEALTHCARE GUNA MEMINIMASI WASTE PADA POLIKLINIK PENYAKIT ANAK

    Get PDF
    Lean Healthcare is an approach to a management system that can change the perspective of a hospital to be more orderly and organized by reducing waste. Waste can be defined as any activity that does not provide  added value  in a process. This study found some waste that occurred in healthcare services at the pediatric clinic of PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Value Stream Mapping is used to map the process of services provided to the patients and identify the waste that occurs. A fishbone diagram is used to identify the root cause of waste that has occurred. FMEA is then used to provide recommendations for improvement. The results showed that in the outpatient pediatric polyclinic service process there was waste of 80.7% consisting of waste from production, waiting, transportation, over-processing, inventory, movement and defects. The cause of the critical waste is that the storage space is full, the staff lacks of discipline, doctors often arrive late, patients are lazy to read or look around to find service information, and medical personnel who forget to put data or files. Based on this analysis, some recommendations are provided for improvements: giving training and implementing SOPs, making visual check schedules, implementing safety stock and enforcing discipline with rewards and punishments for medical staff

    PENGUKURAN KINERJA RANTAI PASOK PADA PT. SIP DENGAN PENDEKATAN SCOR DAN ANALYSIS HIERARCY PROCESS (AHP)

    Get PDF
    PT SIP adalah sebuah perusahan distribusi baru yang saat ini belum melakukan pengukuran kinerja rantai pasok secara  menyeluruh melainkan hanya satu sisi saja yaitu dari variabel cost. Kendati performa perusahaan berdasarkan cost dikatakan baik (operational cost 4%  dengan target 5% dari total penjualan). Sisi kinerja yang belum menjadi perhatian perusahaan antara lain kecepatan pengiriman, persentase pengiriman produk dan kecepatan pengembalian modal belanja. Penelitian ini menggunakan metode Supply Chain Operation Reference (SCOR) 3 level dengan 4 inti bisnis proses yaitu: plan, source, delivery, dan return. Selain itu penelitian ini juga mengunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan bobot pada tiap-tiap metrik kinerja. Metrik kinerja yang didapatkan dari proses validasi oleh operational kemudian dilakukan perhitungan normalisasi Snorm guna menyamakan pencapaian kinerja saat ini dan menentukan pengukuran menggunakan metode traffic light system. Berdasarkan perhitungan dan analisis, disimpulkan bahwa untuk pencapaian kinerja rantai pasok PT SIP memiliki nilai sebesar 68.72 atau kondisi saat ini sudah cukup baik. Untuk mengoptimalkan kinerja rantai pasok, PT SIP perlu melakukan perbaikan pada metrik ketepatan waktu pengiriman Purchase Order (PO). Hasil brainstorming dengan operational manager menyimpulkan bahwa untuk peyebab tidak tercapainya metrik kinerja yang berwarna merah yaitu ketepatan perencanaan pengiriman

    Budaya Suku Bangsa di Indonesia dalam Mendukung Pengelolaan Organisasi (Studi Kasus: Universitas Telkom)

    Get PDF
    Banyak perusahaan di Indonesia yang mempekerjakan karyawan dari berbagai suku bangsa. Setiap suku bangsa memiliki budaya yang berbeda, sehingga diperlukan pengetahuan mengenai budaya mereka agar manajemen dapat lebih memanfaatkan mereka dengan lebih efektif dan efisien. Penelitian ini berfokus untuk pada budaya Suku Bangsa Jawa dan Sunda sebagai suku bangsa yang paling banyak populasinya di Indonesia. Perbedaan antara budaya suku bangsa yang satu dengan suku bangsa yang lain diukur dengan menggunakan dimensi-dimensi budaya bangsa Hofstede. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Budaya Suku Bangsa Sunda untuk dimensi jarak kekuasaan lebih tinggi dari Suku Bangsa Jawa, Suku Bangsa Jawa lebih individualis dari Suku Bangsa Jawa, walaupun keduanya sama-sama lebih senang bekerja berkelompok, Suku Bangsa Sunda lebih berambisi untuk berprestasi dari pada Suku Bangsa Jawa, serta Suku Bangsa Jawa lebih siap menghadapi berbagai ketidakpastian dari pada Suku Bangsa Sunda

    Analisis Perbandingan Harga Pokok Produksi Menggunakan Metode Activity Based Costing (ABC) dan Time Driven Activity Based Costing (TDABC) di CV. Supernova Marketindo

    Get PDF
    Harga Pokok Produksi adalah beban yang dikorbankan dalam kegiatan produksi dari bahan awal mentah menjadi produk akhir yang dapat dijual. Setiap perusahaan memiliki tujuan utama yaitu memperoleh keuntungan sebesar-besarnya. Dalam mencapai tujuan ini perusahaan harus memperhatikan beberapa kondisi, salah satunya perusahaan harus mengetahui penetapan HPP yang sesuai. Hal ini dikarenakan penentuan HPP yang sesuai dan layak berpengaruh penting dalam penjualan produk jadi seperti yang terjadi di CV. Supernova Marketindo Perkasa. Penelitian ini juga bertujuan untuk melakukan perhitungan HPP yang lebih akurat dengan menggunakan metode Time Driven Activity Based Costing karena kriteria harga sangatlah penting dalam keputusan pembelian produk konsumen. TDABC adalah metode yang menggunakan perhitungan dengan dua parameter yaitu waktu yang digunakan dan kapasitas biaya per unit. Metode ini menggunakan times cost driver sehingga dapat memberikan hasil yang efektif dan tidak menyebabkan distorsi biaya yang disebabkan oleh pengakuan/asumsi biaya. Penentuan jenis produk yang tepat juga akan mendukung kinerja perusahaan. Sehingga penerapan metode TDABC dapat meningkatkan kualitas dari pengambilan keputusan yang dilakukan manajemen

    Upaya Menurunkan Reject Part Painting Plastik Menggunakan Metode Six Sigma Di PT XYZ Pegangsaan Dua

    No full text
    PT XYZ adalah PT otomotif roda dua yang berada di Jakarta Utara. Permasalahan terbesar terjadi pada reject painting plasting sebesar 22, 5 % yang telah melewati standar dari perusahaan 4% dan dengan perhitungan diperoleh nilai sigma 3,46. Metode penelitian yang digunakan adalah konsep six sigma dengan tools yang digunakan adalah tahapan DMAIC. Tahap pertama adalah define yaitu mendefinisikan persoalan reject berupa diagram SIPOC dan Critical To Quality (CTQ) serta menentukan reject prioritas menggunakan pareto diagram. Tahap kedua yaitu measure untuk mengukur peta kendali proses dan kapabilitas proses serta menghitung nilai DPMO dan nilai sigma. Tahap ketiga yaitu analyze untuk menganalisis akar permasalahan dari reject yang terjadi menggunakan fishbone diagram dan membuat analisis dengan 5W+1H. Tahap keempat yaitu improve dimana proses ini memberikan dan melakukan usulan perbaikan berdasarkan fishbone diagram dan analisis 5W+1H. Tahap kelima adalah control dimana proses ini melakukan pengawasan terhadap perbaikan yang sudah dilakukan agar sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil dari tahapan DMAIC ini menghasilkan perbaikan pada faktor material yaitu membuat alat mesin mixer cat dan alat penempel debu untuk membuat campuran mixing cat menjadi lebih soft/halus untuk meminimalisir tejadinya reject bintik yang terjadi. Sehingga terjadi penurunan reject sebesar 20,58%. dengan Pencapaian nilai sigma menjadi 4,39 sigma.  (Kata Kunci : DMAIC, Reject, Six Sigma

    200

    full texts

    210

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇