JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri
Not a member yet
    210 research outputs found

    IMPLEMENTASI ACTIVITY BASED COSTING UNTUK PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI CAKE BUAH NAGA MOCHA

    Get PDF
    Harga pokok produksi (HPP) yang tepat akan menentukan kemampuan bersaing produk. Metode ABC merupakan salah satu metode untuk menentukan HPP berdasarkan pembebanan biaya pada aktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan HPP cake buah naga mocha pada CV. Bakery X. Perhitungan HPP dengan metode ABC dilakukan dalam dua tahapan. Tahap pertama dilakukan pembebanan biaya terhadap aktivitas dan tahap kedua merupakan pembebanan biaya terhadap produk. Hasil metode ABC memperlihatkan bahwa HPP cake buah naga mocha adalah RP. 41.617,- per kotak. Hasil ini juga menunjukkan bahwa harga pokok produksi dengan metode ABC lebih rendah 16,8% bila dibandingkan dengan HPP yang dihitung oleh CV Bakery X

    USULAN KEBIJAKAN PERSEDIAAN PRODUK KATEGORI SUPLEMEN DAN KEBUTUHAN HARIAN DI BM PT XYZ UNTUK MENGURANGI TOTAL BIAYA PERSEDIAAN MENGGUNAKAN METODE PERIODIC REVIEW (R,s,S)

    Get PDF
    BM PT. XYZ merupakan pemasok tetap 27 apotek XYZ di kota Bandung. Produk yang dikelola terbagi atas kategori Obat Keras, Obat Bebas, Obat Bebas Terbatas, Suplemen, Kebutuhan Harian, dan Alat Kesehatan. Pada kondisi aktual, BM PT XYZ memiliki kebijakan persediaan dengan menerapkan interval pemesanan yang tetap. Namun titik pemesanan ulang dan tingkat persediaan maksimal belum memiliki standar yang baku. Akibatnya proses pengisian ulang persediaan menjadi tidak efisien dan mengakibatkan terjadinya overstock pada produk kategori suplemen dan kebutuhan harian yang menimbulkan ongkos total persediaan yang tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan usulan kebijakan persediaan terhadap produk kategori suplemen dan kebutuhan harian. Penelitian dimulai dengan melakukan uji distribusi pada data permintaan. Sebanyak 78 % produk berdistribusi normal dan 22 % berdistribusi poisson. Kemudian akan dilakukan analisis ADI-CV untuk melihat pola permintaan dan didapat sebanyak 72% pola lumpy, 24% pola erratic, dan 4% pola slow moving. Hasil distribusi dan pola permintaan yang dimiliki menjadi bahan pertimbangan dilakukannya peramalan permintaan. Untuk melakukan peramalan permintaan menggunakan simulasi monte carlo yang hasil perhitungannya akan dijadikan masukkan untuk melakukan perhitungan metode Periodic Review (R,s,S). Hasil perhitungan menunjukkan kondisi usulan mampu menurunkan ongkos total biaya persediaan sebesar 46% lebih rendah dibandingkan biaya aktual dengan nilai penghematan sebesar Rp42,828,689.47

    ANALISIS KINERJA LAYANAN KASIR PADA SISTEM ANTRIAN G(t)/G(t)/s : STUDI KASUS SUPERMAKET “XYZ” YOGYAKARTA

    Get PDF
    Supermaket “XYZ” merupakan salah satu yang terbesar di Kota Yogyakarta. Berdasarkan data observasi awal, pola kedatangan pelanggan pada supermaket memiliki pola kedatangan akhir waktu. Tingkat kedatangan pelanggan akan meningkat mendekati supermaket tutup, hal tersebut menjelaskan adanya pola tingkat kedatangan pelanggan yang bergantung pada waktu (non-stationary). Terdapat 2 shift pada pelayanan kasir. Jumlah kasir yang disediakan pada shift 1 sebanyak 10 unit, sedangkan pada shift 2 sebanyak 14 unit setiap harinya. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan jumlah kasir untuk kedua shift tersebut. Panjang antrian selama sistem dibuka memiliki rata-rata sebanyak 5 pelanggan. Perlu dilakukan kajian terhadap kinerja antrian pada layanan kasir berdasarkan tingkat kedatangan pelanggan yang berubah berdasarkan waktu. Terdapat tiga periode waktu yang terbentuk berdasarkan hasil plotting data jumlah kedatangan setiap menit, yaitu waktu kedatangan periode 1 adalah menit ke 1 hingga 333, periode 2 adalah menit ke 334 hingga 525 dan periode 3 adalah menit ke 526 hingga 720. Berdasarkan pengolahan data sistem antrian untuk ketiga periode diperoleh l(1) dan m(1) adalah 3,02 dan 5,24, l(2) dan m(2) adalah 4,45 dan 4,57, dan l(3) dan m(3) adalah 5,04 dan 2,25. Waktu pelayanan kasir berbeda pada setiap periode. Besarnya nilai tingkat kesibukan kasir pada periode 1 adalah 158%, periode 2 adalah 202% dan periode 3 adalah 81%. Perbedaan waktu pelayanan tersebut dapat dipengaruhi oleh kecepatan kasir dalam memberikan pelayanan dan tersedianya personil lain yang membantu kasir. Sedangkan nilai tingkat kesibukan dengan penyelesaian time dependen adalah 167%, hal tersebut menunjukkan perbedaan tingkat kesibukan yang  tinggi.   

    PENENTUAN KEBIJAKAN PERSEDIAAN PRODUK KATEGORI FOOD DAN NON-FOOD DENGAN MENGGUNAKAN METODE CONTINUOUS REVIEW (s,S) SYSTEM DAN (s,Q) SYSTEM DI PT.XYZ UNTUK OPTIMASI BIAYA PERSEDIAAN

    Get PDF
    PT XYZ merupakan salah satu perusahaan retail di Indonesia. PT XYZ memiliki Distribution Center (DC) menangani berbagai macam kategori produk yaitu diantaranya adalah produk food dan non-food. Saat ini PT XYZ belum memiliki dasar perhitungan yang jelas dalam menangani persediaan barang di DC. Penanganan yang kurang baik ini dapat mengakibatkan menumpuknya barang di dalam gudang (overstock) akibat permintaan barang yang lebih rendah dari barang yang disimpan di gudang, atau dapat mengakibatkan ketidak tersediaan barang di gudang (stockout) karena tingginya tingkat permintaan barang dibandingkan kuantitas barang yang disimpan di gudang. Dari permasalahan yang ada, selanjutnya akan dikembangkan kebijakan persediaan dengan menggunakan metode probabilistik continuous review (s,S) untuk kategori produk A yang memiliki penyerapan dana hingga 80% dan metode probabilistik continuous review (s,Q) untuk kategori produk B dan C yang memiliki penyerapan dana hingga 15% dan 5%.Hasil dari metode probabilistik ini akan didapatkan ukuran lot pemesanan, safety stock, dan reorder point yang optimal. Dengan menggunakan metode continuous review (s,S) didapatkan penghematan total biaya persediaan sebesar 36 % dan dengan metode continuous review (s,Q) didapatkan penghematan total biaya persediaan sebesar 59

    UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS CABIN TD PRETREATMENT ELECTRO DIPOSITION (PTED) BERBASIS MODEL OBJECTIVE MATRIX (OMAX) PT.XYZ

    Get PDF
    PT. XYZ yang bergerak dibidang produksi kendaraan bermotor roda empat jenis niaga. Seiring dengan meningkatnya pangsa pasar akan kendaraan roda empat serta makin ketatnya persaingan, maka perusahaan berusaha untuk selalu memberikan kinerja yang baik. Akan tetapi ditahun 2015 pencapaian hasil cabin TD aktual 13599 sedangkan yang ditargetkan perusahaan 16869 maka dari itu untuk mencapai target cabin TD ditahun 2016 perlu dilakukan perbaikan dan pengukuran terhadap produktivitas cabin TD dalam proses agar dapat memenuhi permintaan produk.pengukuran produktivitas dilakukan melalui pendekatan metode Objective Matrix (OMAX) dengan langkah-langkah yaitu: menentukan rasio, menentukan standar awal, menentukan target dan menentukan skor.  Analisis terhadap ketidaktercapaian produktivitas dilakukan dengan siklus produktivitas dengan tahapan sebagai berikut: Productivity Measurement (Pengukuran Produktivitas), Productivity Evaluation (Evaluasi Produktivitas), Productivity Planning (Perencanaan Produktivitas), Productivity Improvement (Perbaikan Produktivitas / Implementasi).Hasil dari penelitian ini adalah meningkatkan produktivitas cabin TD dari persentase nilai indek produktivitas dengan angka 62% ditahun 2015 menjadi 80% ditahun 2016 dengan perbaikan-perbaikan yang dilakukan yaitu membuat tempat tombol hoist, membuat checksheet, membuat jadwal piket dan melakukan pengecekan di awal kerja

    PERANCANGAN ULANG EGREK YANG ERGONOMIS UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PEKERJA PADA SAAT MEMANEN SAWIT

    Get PDF
    PT. Perkebunan Nusantara 1 (PTPN 1) khusus Afdeling VI Kebun Lama Tanjung Seumentoh Aceh Tamiang merupakan perkebunan yang menghasilkan kelapa sawit sebagai komoditas utama memiliki permasalahan ketidaksesuaian fasilitas kerja terhadap operator pemanen yang menyebabkan ketidaknyamanan dalam melakukan aktivitas panen sehingga diperlukan penanganan khusus terhadap permasalahan dengan operator pemanen.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan postur kerja yang ergonomis ketika mengegrek sawit dan merancang ulang egrek yang ergonomis untuk meningkatkan produktivitas kerja. Adapun metode yang digunakan untuk mengetahui postur kerja adalah QEC, REBA, dan RULA. Dari hasil penelitian diperoleh hasil perhitungan QEC dengan nilai exposurelevel yaitu 48%, diperoleh nilai exposurelevel pada range 41% - 50%. Hal ini menunjukkan bahwa perlu dilakukan tindakan untuk kedepannya yaitu dilakukan perbaikan terhadap egrek dengan merancang egrek sesuai dengan postur tubuh pemanen. Begitupula dengan hasil metode REBA hasil akhir berada pada level resiko sedang dengan level tindakan 2 sehingga diperlukan tindakan untuk memperbaiki postur kerja. Tidak berbeda dengan metode sebelumnya berdasarkan skor RULA yang diperoleh yaitu 7 dengan level resiko kegiatan memanen buah sawit termasuk level resiko tinggi dan diperlukan juga tindakan perbaikan postur kerja sekarang. Sehingga tindakan yang perlu dilakukan adalah dengan mengatur jarak aman antara operator pemanen dan pohon.Selain itu juga perlu merancang ulang egrek yang sesuai dengan kebutuhan operator pemane

    PERANCANGAN PROSEDUR PELATIHAN PEGAWAI SESUAI REQUIREMENT ISO 9001:2015 KLAUSUL 7.2 DENGAN RISK BASED THINKING MENGGUNAKAN METODE BUSINESS PROCESS IMPROVEMENT (STUDI KASUS: UNIVERSITAS XYZ)

    Get PDF
    Dengan adanya penyempurnaan versi terbaru ISO 9001 yaitu ISO 9001:2008 menjadi ISO 9001:2015, mengharuskan setiap organisasi memperbaharui dokumen mutunya. Salah satu bentuk dokumen mutu yang diterapkan oleh salah satu organisasi di bidang pendidikan yaitu Standard Operating Procedure (SOP). Beberapa perubahan yang juga terjadi di organisasi tersebut menyebabkan fungsi bisnis di dalamnya juga mengalami perubahan, salah satunya pada proses pelatihan untuk pegawai tenaga penunjang akademik (TPA). Proses pelatihan telah didokumentasikan dalam bentuk SOP berdasarkan ISO 9001:2008 serta perlunya dilakukan perbaikan proses dengan menggunakan metode Business Process Improvement (BPI). Pada penelitian ini dilakukan analisis gap antara requirement ISO 9001:2015 klausul 7.2 dan tahapan pelatihan, membuat risk register sebagai risk based thinking, serta analisis perbaikan proses menggunakan salah satu tahapan dalam metode BPI yaitu Apply Improvement Technique. Tersedia enam tools teknik perbaikan yang dapat disesuaikan dengan kondisi aktivitas dari proses pelatihan aktual. Hasil dari penelitian ini yaitu rancangan SOP Pelatihan usulan yang terdiri dari 4 prosedur yaitu prosedur analisis kebutuhan pelatihan, prosedur perancangan pelatihan, prosedur pelaksanaan pelatihan dan prosedur evaluasi pelatihan. Rancangan usulan tersebut telah mempertimbangkan requirement ISO 9001:2015 dalam merancang proses, tentang kompetensi, dan pertimbangan risiko, telah mempertimbangkan tahapan pelatihan serta telah dilakukan improvement proses

    USULAN PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN LEAN HEALTHCARE DI POLIKLINK KANDUNGAN DAN POLIKLINK ANAK

    Get PDF
    Poliklink Kandungan dan Poliklink Anak merupakan Poliklinkyang ada di salah satu rumah sakit swasta. Sebagian besar fasilitas layanannya diperuntukkan bagi pasien peserta BPJS. Lean adalah suatu upaya perbaikan terus-menerus untuk menghilangkan pemborosan (waste) dan meningkatakan nilai tambah (value added) baik produk maupun jasa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis waste yang terjadi selama pelayanan pasienpeserta BPJS rawat jalan dengan menggunakan konsep Lean Healthcaredan memberikan rekomendasi perbaikan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Berdasarkan nilai PCE diperoleh jenis waste  yang terbesar adalah waste waiting saat pasien menunggu untuk diperiksa oleh dokter.Nilai  PCE (Process Cycle Efficiency) Poliklink Kandungan sebesar 27,78% dan Poliklink Anak 24,26%. Setelah dilakukan perbaikan diperoleh peningkatan PCE(Process Cycle Efficiency)sebesar 74,31% diPoliklink Kandungan dan 71,33% diPoliklink Anak. Usulan tindakan perbaikan yang harus dilakukan adalah meningkatkan kecepatan dan ketepatan kerja kryawan, menjalankan peraturan yang ditetapkan, memberikan pelatihan kerja terhadap karyawan, dan membuat sistem pendaftaran ke setiap poliklinik secara online

    PEMETAAN PREFERENSI MASYARAKAT PADA SEKOLAH MUHAMMADIYAH DENGAN METODE KANO

    Get PDF
    Pemerintah mempunyai rencana untuk melakukan perubahan pengelolaan sekolah menjadi full day school. Perubahan ini memberikan dampak yang cukup luas pada sistem pendidikan nasional. Di sisi lain, perubahan ini membuka peluang bagi pengelola sekolah untuk membangun sistem sekolah yang unggul dengan tetap memperhatikan tujuan pendidikan nasional. Peluang tersebut juga perlu mempertimbangkan pandangan dan preferensi masyarakat. Preferensi masyarakat mengenai sekolah Muhammadiyah memberikan pandangan dan rencana pengembangan sekolah ke depannya. Sekolah Muhammadiyah selama ini sudah berperan untuk meningkatkan daya saing bangsa pada aspek pendidikan. Penelitian ini fokus pada preferensi orang tua untuk menyekolahkan anaknya di sekolah menengah pertama Muhammadiyah. Metode yang digunakan untuk pemetaan preferensi adalah menggunakan model Kano yang memiliki atribut-atribut kebutuhan enam kategori yaitu: (1) attractive (excitement needs), (2) one-dimensional (performance needs), (3) must-be (basic needs), (4) indifferent, (5) reverse, dan (6) questionable. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat tujuh atribut berkategori attractive dan 19 atribut berkategori one dimentional

    PERENCANAAN PEMELIHARAAN MESIN CENTRIFUGAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE PADA PERUSAHAAN GULA RAFINASI

    Get PDF
    Salah satu penunjang kelancaran produksi adalah kemampuan mesin dalam menjaga keandalannya. Kehandalan mesin memerlukan perencanaan perawatan untuk mengidentifikasi kemungkinan kerusakan yang terjadi dan penjadwalan perawatan yang terencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa komponen kritis mesin centrifugal pada perusahaan gula dengan pendekatan Reliability Centered  Maintenance (RCM).  Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data komponen-komponen utama dan data kerusakan mesin centrifugal. Data dianalisa dengan tahapan RCM yaitu pemilihan sistem dan pengumpulan informasi, definisi batasan sistem, deskripsi sistem dan functional block diagram, penentuan fungsi sistem dan kegagalan fungsional, failure mode and effect analysis, logic tree analysis dan task selection. Hasil pengolahan data menunjukkan kegagalan fungsi yang terjadi pada mesin centrifugal yaitu pada komponen charge valve yang terdiri dari blide, damper, EPDM, dan akuator. Berdasarkan nilai Task Selection dalam Risk Priority Number nilai tertinggi tersebut masuk dalam tingkat adequate maintenance pada karet dan seal kit. Perbaikan kebijakan perawatan berdasarkan RCM menghasilkan perubahan task yang signifikan yaitu 2 Condition Directed  dan 4 Failure Finding  dari sebelumnya 6 Run to Failure

    200

    full texts

    210

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇