137686 research outputs found
Sort by
Analisis Kelayakan Program MSIB dengan Root Cause Analysis Berdasarkan Hasil Clustering Ulasan Pengguna Twitter Menggunakan Algoritma DBSCAN
Indonesia menempati peringkat pertama sebagai negara dengan tingkat pengangguran tertinggi di Asia Tenggara. Tingginya angka pengangguran tersebut mengindikasikan tingkat pendidikan Indonesia yang belum mampu menyiapkan mahasiswa untuk memasuki pasar kerja. Pemerintah merespons kondisi tersebut dengan meluncurkan Program MSIB (Magang dan Studi Independen Bersertifikat) sebagai wadah mahasiswa untuk mempersiapkan karir yang komprehensif. Program tersebut menarik perhatian publik dan menghasilkan beragam opini di sosial media. Salah satu sosial media yang memiliki pengguna tertinggi adalah Twitter. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan akar permasalahan dari topik yang diidentifikasi melalui metode DBSCAN (Density-Based Spatial Clustering of Application with Noise). Data tweets yang digunakan sebesar 13.236 yang didapatkan dari metode crawling. Data tersebut menghasilkan 20 cluster dengan nilai silhouette coefficient sebesar 0.426. Topik yang berhasil diidentifikasi dari hasil clustering yaitu manfaat program MSIB yang memberikan kesempatan mahasiswa untuk belajar di luar program studi, ajakan mengikuti program, proses pendaftaran program, proses seleksi, penugasan yang diberikan pada pelaksanaan program, dan pencairan BBH. Berdasarkan topik tersebut, akar permasalahan yang ditemukan yaitu ketidakdisiplinan mahasiswa dalam mengurus persyaratan untuk mendaftar program MSIB, ketidakmatangan mahasiswa dalam mempersiapkan keterampilan untuk mengikuti program MSIB, ketidaktransparan mitra mengenai tahapan seleksi, ketidakpedulian pihak kampus untuk membantu mahasiswa dalam mengikuti program MSIB, ketidakmatangan perencanaan program MSIB, dan ketidaktegasan Tim MSIB untuk menegur pihak mitra dan pihak kampus yang tidak sesuai dengan kebijakan yang sudah diatur
Efektivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Komba-Komba (Eupatorium Odoratum) Terhadap Bakteri Klebsiella pneumoniae dan Enterococcus faecalis secara in Vitro
Mikroorganisme melangsungkan aktivitas kehidupannya yang dipengaruhi oleh
keadaan lingkungan dan dapat menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan.
Bakteri penyebab penyakit pada sistem respirasi yaitu Klebsiella pneumoniae dan
pada sistem pencernaan yaitu Enterococcus faecalis. Penanganan tepat untuk
menghambat pertumbuhan bakteri dapat menggunakan antibiotik, tapi, jika
penggunaan antibiotik berlebihan akan menyebabkan munculnya sifat resisten
terhadap berbagai jenis obat. Penggunaan antibiotik dapat dibatasi dengan alternatif
yang mengandung zat antibakteri, misalnya, tanaman komba-komba (Eupatorium
odoratum) karena memiliki kandungan senyawa alkaloid, flavonoid, terpenoid,
saponin, dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas ekstrak etanol
daun komba-komba sebagai antibakteri dengan konsentrasi yang berbeda
berdasarkan Minimum Inhibitory Concentration (MIC), Minimum Bactericidal
Concentration (MBC), dan zona hambat terhadap bakteri dengan metode
mikrodilusi dan difusi sumuran. Kelompok perlakuan difusi sumuran menggunakan
ekstrak daun komba-komba dengan konsentrasi 100%, 80%, 60%, 40%, 20%, 10%,
dan 5% dengan pelarut DMSO 5% dan kelompok perlakuan mikrodilusi
menggunakan ekstrak dengan konsentrasi 10%, 5%, 2,5%, 1,25%, 0,625%,
0,312%, 0,156%, 0,078%, 0,039%, dan 0,019%. Analisa data zona hambat
dilakukan secara kuantitatif menggunakan uji One Way Anova dan analisa data MIC
dan MBC secara deskriptif. Pada penelitian ini, konsentrasi 100% ekstrak
berpotensi sebagai antibakteri terhadap bakteri Enterococcus faecalis dengan hasil
diameter zona hambat sebesar 15,075 mm, namun tidak berpotensi terhadap bakteri
Klebsiella pneumoniae dengan diameter 0 mm. Pada uji mikrodilusi, bakteri
Enterococcus faecalis menghasilkan nilai MIC sebesar 0,546% setara dengan 5,46
mg/ml dan nilai MBC sebesar 0,898% setara dengan 8,98 mg/ml dan bakteri
Klebsiella pneumoniae menghasilkan nilai MIC pada konsentrasi 3,75% setara
dengan 37,5 mg/ml dan nilai MBC sebesar 10% setara dengan 100 mg/ml.
Kesimpulan dari penelitian ini yaitu, ekstrak etanol daun komba-komba berpotensi
sebagai antibakteri terhadap bakteri Enterococcus faecalis dibandingkan dengan
bakteri Klebsiella pneumoniae
Bertahan Hidup di Antara Lubang-lubang Tambang: Akses dan Patron-Klien pada Penambang Batu Kumbung di Desa Bektiharjo, Tuban.
Kehadiran tambang batu kumbung di Desa Bektiharjo sejauh ini telah mempengaruhi struktur sosial ekonomi masyarakat setempat. Banyak masyarakat yang beralih mata pencaharian dari sektor agraris ke sektor ekstraktif. Kini aktivitas pertambangan dijadikan mata pencaharian utama, sebaliknya aktivitas pertanian dijadikan mata pencaharian sampingan di kala menunggu musim tanam tiba. Laju pertumbuhan ekonomi dari pertambangan batu kumbung kini dapat dirasakan masyarakat sekitar Desa Bektiharjo. Untuk mempertahankan dan mengelola eksistensi penambangan batu kumbung, masyarakat kemudian membangun hubungan patron klien. Masing-masing aktor pertambangan yang terdiri dari bos, pemilik lahan, dan pekerja tambang kemudian menciptakan relasi timbal balik yang saling ketergantungan dalam berbagai hal seperti berbagi peran, berbagi kerja, dan berbagi hasil. Penelitian ini memaparkan tentang ketergantungan penambang dengan pemilik tambang (bos) atas akses mata pencaharian dan sumber daya yang dikelola. Meskipun hubungan resiprositas sangat menguntungkan bagi seorang bos (patron), namun distribusi keuntungan yang diberikan kepada penambang (klien) tidak selalu setara. Oleh karena itulah, posisi hierarkis yang menempatkan seorang bos tambang berada di posisi paling atas tidak hanya mengendalikan akses lahan, modal, dan tenaga kerja, tetapi juga memainkan peran penting dalam membantu kegiatan komunal masyarakat sebagai bentuk dukungan atas legitimasi kekuasaan yang mereka miliki. Meskipun demikian, kegiatan penambangan yang dilakukan dengan cara mengekstraksi lahan pertanian tersebut berdampak pada perubahan pola mata pencaharian yang penuh dengan risiko fluktuasi pendapat, perubahan lanskap ekologis, dan ancaman hukum. Penelitian ini menggunakan metode etnografi melalui observasi dan wawancara mendalam. Dalam tulisan ini, saya melihat bahwa kekuatan ekonomi pasar pertambangan rakyat membuat banyak pergeseran pola mata pencaharian masyarakat yang berimbas pada perubahan struktur sosial ekonomi. Hubungan patronase yang terjalin di antara penambang dengan bos menciptakan strategi adaptasi tersendiri bagi masing-masing pihak ketika berhadapan dengan berbagai macam risiko fisik dan ancaman hukum
Strategi Pemasaran Aplikasi Brimo Pada Pt. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Unit Dringu Probolinggo
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran aplikasi BRImo pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Unit Dringu Probolinggo yaitu pada tahun 2021-2022 berdasarkan respon dan tingkat pengguna BRImo pada nasabah Bank BRI. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian diketahui bahwa : (1) Aplikasi BRImo merupakan salah satu alat transaksi digital yang dapat digunakan oleh nasabah Bank BRI dengan fitur-fitur yang lengkap sesuai kebutuhan nasabah serta dilengkapi oleh tingkat keamanan yang tinggi (2) Adanya aplikasi BRImo menunjukkan respon nasabah merasa puas karena lebih mempermudah dalam bertransaksi secara digital tanpa perlu mengantri serta dapat melakukan transaksi dimana saja dan kapan saja (3) Strategi pemasaran BRImo pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Unit Dringu Probolinggo menunjukkan hasil yang signifikan dalam pencapaian pengguna BRImo dari tahun 2021 sampai 2022 (4) Dampak penggunaan aplikasi BRImo terhadap nasabah menunjukkan dampak positif nasabah yang menggunakan dan dampak negative jika nasabah tidak menggunakan aplikasi BRImo sebagai salah satu alat transaksi digita
Evaluasi Interior Pada Kafe Di Malang Berdasarkan Persepsi Pengunjung
Perkembangan zaman telah membawa dampak signifikan pada pertumbuhan berbagai jenis
usaha di Indonesia, terutama dalam ranah kuliner. Kafe menjadi salah satu destinasi utama
yang memenuhi kebutuhan masyarakat untuk terlibat dalam interaksi sosial, seiring dengan
keinginan untuk berdiskusi, belajar, membaca, atau sekadar bersantai. Dalam hal ini, definisi
kafe menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah tempat di mana pengunjung dapat
memesan berbagai minuman seperti kopi, teh, bir, dan kue. Seiring dengan persaingan di
industri kafe, banyak pemilik kafe berusaha menciptakan identitas yang unik dengan produk
dan desain interior yang beragam.
Di kota Malang, persaingan antar kafe semakin sengit, terutama dalam upaya menarik
perhatian wisatawan melalui desain dan konsep bangunan mereka. Desain interior menjadi
faktor utama yang memotivasi pengunjung untuk mengunjungi suatu kafe, mencerminkan
ekspresi dan citra kafe yang dapat memengaruhi kesan pengunjung. Gaya vintage, salah satu
konsep desain interior yang diminati, mengacu pada barang-barang tua atau antik dari sekitar
100 tahun yang lalu. Konsep ini memberikan tampilan interior yang segar ketika dipadukan
dengan gaya lain. Kafe Shelterville Indonesia menjadi contoh implementasi konsep ini,
menggabungkan unsur budaya Amerika dan Indonesia dalam desain vintage mereka,
menciptakan suasana yang mendukung apresiasi terhadap produk Indonesia. Desain interior di
kafe ini memiliki peran penting dalam memberikan pengalaman unik kepada pengunjung,
sejalan dengan konsep gaya vintage dan identitas budaya yang diusung.
Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi kondisi eksisting gaya vintage pada interior
kafe Shelterville Indonesi dan seperti apa persepsi para pengunjung terhadap gaya vintage
pada interior kafe Shelterville Indonesia. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif
dari hasil observasi, wawancara, dokumentasi dan kuesioner.
Hasilnya dari penelitian ini adalah semua elemen interior yang sudah sesuai dengan prinsip
gaya vintage dan persepsi pengunjung menunjukkan bahwa keseluruhan elemen interior Kafe
Shelterville sudah sesuai dengan gaya vintage. Namun ada beberapa elemen yakni dinding,
aksesoris pencahayaan dan aksesoris brand image masih termasuk dalam kategori sesuai
dengan revisi mayor. Sehingga untuk meningkatkan kualitas kenyamanan dan menarik minat
pengunjung, pemilik dapat mempertimbangkan beberapa perubahan melalui peningkatan pada
elemen dinding, aksesoris pencahayaan dan aksesoris brand image dari Kafe Shelterville
Segmentasi Pelanggan Menggunakan Metode K-Means Clustering Berdasarkan Model RFM Pada Klinik Gigi Dental Corner
Pandemi Covid-19 memiliki dampak negatif bagi berbagai bisnis di Indonesia, salah
satunya Klinik Gigi Dental Corner. Saat ini, Klinik Gigi Dental Corner belum pernah
menerapkan strategi Customer Relationship Management atau CRM untuk
menjaga loyalitas pelanggan dan meningkatkan penjualan. Penelitian ini
menggunakan model Recency, Frequency, dan Monetary atau RFM untuk mencari
karakteristik pelanggan. Karakteristik pelanggan yang didapatkan akan digunakan
untuk melakukan clustering menggunakan metode K-Means dan DBSCAN. Kedua
metode clustering akan diuji dengan cara mencari nilai silhouette score. Nilai
silhouette tertinggi dari K-Means menunjukkan angka 0.49 sedangkan DBSCAN
menunjukkan angka 0.35, sehingga menunjukkan bahwa K-Means dapat
menghasilkan hasil clustering yang lebih baik dibanding DBSCAN. Hasil clustering
dari K-Means dengan nilai k = 8 akan digunakan untuk pencarian akar
permasalahan menggunakan metode root cause analysis. Penelitian root cause
analysis dilakukan dengan cara mengambil sampel pelanggan dari setiap cluster
sebesar 20% dan meneliti riwayat medis dari pelanggan-pelanggan tersebut.
Pencarian kemungkinan akar permasalahan dilakukan dengan meneliti studi
literatur terdahulu, kemudian akar permasalahan tersebut akan dikelompokkan
berdasarkan kategori high recency, low frequency, dan low monetary. Akar
permasalahan yang telah dikelompokkan berdasarkan kategori tersebut telah
divalidasi oleh stakeholder
Pemodelan Dispersi Emisi Gas Rumah Kaca Jenis CO2 dari Kegiatan Transportasi di Kawasan SIER Surabaya
Karbondioksida (CO2) menjadi gas rumah kaca (GRK) yang paling berkonstribusi
terhadap pemanasan global dengan lebih dari 75% dari GRK lainnya. Salah satu Kawasan
Industri yang berkontribusi menghasilkan emisi GRK di Indonesia adalah Kawasan Industri
SIER (Surabaya Industrial Estate Rungkut). Kegiatan transportasi menjadi kontributor
signifikan emisi GRK di Kawasan Industri SIER. Emisi CO2 yang ditimbulkan keseluruhan
kendaraan bermotor tersebut mencapai 3.996,92 ton/tahun. Studi sebelumnya menunjukkan
bahwa di beberapa jalan emisi gas CO2 kendaraan bermotor dominan. Namun, tidak
menjelaskan metode yang digunakan dalam memetakan persebaran emisi serta komponenkomponen
yang mempengaruhi dispersi emisi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran emisi GRK jenis CO2 di Kawasan
Industri SIER dan memodelkan dispersi emisi GRK jenis CO2 di wilayah tersebut. Penelitian
ini bersifat kuantitatif yang menggunakan rumus perhitungan emisi dari Intergovernmental
Panel on Climate Change (IPCC) untuk menghitung beban emisi dari kegiatan transportasi di
Kawasan SIER Surabaya. Perhitungan emisi dilakukan dalam 4 tahap yaitu perhitungan jarak
tempuh, perhitungan konsumsi bahan bakar, perhitungan konsumsi energi dan perhitungan
beban emisi. Output dari perhitungan emisi adalah total beban emisi dalam satuan ton/tahun.
Total beban emisi dalam satuan ton/tahun kemudian dikonversikan menjadi satuan μg/m3
melalui proses perhitungan nilai source strength. Output dari perhitungan tersebut akan menjadi
input dalam proses pemodelan dispersi emisi bersamaan dengan data meteorologi dan data
topografi. Alat analisis yang digunakan untuk pemodelan dispersi emisi adalah American
Meteorology Society-Environmental Protection Agency Regulatory Model (AERMOD).
Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat 2 area yang memiliki konsentrasi emisi CO2
yang lebih dominan dibandingkan area lainnya. Area pertama terdapat disepanjang Jalan
Rungkut Industri Raya dengan rentang emisi 25.001 – 78.253 μg/m3 CO2 untuk dispersi bulanan
(warna kuning dan merah) serta rentang emisi 506.001 – 1.006.000 μg/m3 CO2 untuk dispersi
tahunan (warna kuning). Sedangkan area kedua terdapat di sekitar ruas jalan Jalan Rungkut
Industri 3, 8, 11, 14, dan Jalan Berbek Industri 1 dengan rentang emisi rentang 25.001 – 78.253
μg/m3 CO2 untuk dispersi bulanan (warna kuning dan merah) serta rentang emisi 506.001 –
1.006.000 μg/m3 CO2 untuk dispersi tahunan (warna kuning)
Perbandingan Penentuan Premi Tunggal Bersih Asuransi Jiwa Berjangka Unit Link dengan Asuransi Jiwa Endowment Unit Link Menggunakan Model Black Scholes
Asuransi jiwa unit link merupakan salah satu produk asuransi jiwa yang memberikan dua manfaat sekaligus, yaitu manfaat proteksi dan investasi. Asuransi jiwa unit link memiliki beberapa jenis, diantaranya asuransi jiwa berjangka unit link dan asuransi jiwa endowment unit link. Penentuan premi tunggal bersih asuransi jiwa unit link dapat menggunakan beberapa metode, salah satunya yaitu model Black Scholes dengan mempertimbangkan adanya nilai garansi minimum untuk mencegah terjadinya kerugian. Pada skripsi ini, data yang digunakan dalam perhitungan premi asuransi jiwa unit link berupa harga saham penutupan harian BBCA periode September 2022 sampai September 2023. Diperoleh bahwa premi tunggal bersih asuransi jiwa berjangka unit link memiliki nilai yang lebih kecil dibandingkan premi tunggal bersih asuransi jiwa endowment unit link. Selain itu, premi tunggal bersih asuransi jiwa berjangka unit link untuk jenis kelamin laki-laki lebih lebih besar dibandingkan perempuan, sedangkan premi tunggal bersih asuransi jiwa endowment unit link untuk laki-laki lebih kecil dibandingkan perempuan
Pengembangan Aplikasi Adopsi Kucing Ras Bersertifikat pada Mobile Berbasis PWA (Progressive Web Apps) pada (Studi Kasus Lorem Ipsum Cattery di Gresik)
Kucing adalah salah satu hewan peliharaan yang paling sering diadopsi selain anjing, karena kucing memiliki sifat yang lucu dan juga ramah kepada manusia. Kucing sebagai hewan peliharaan biasanya juga dianggap seperti teman atau keluarga oleh pemiliknya dan kucing lebih mudah untuk merawatnya karena tidak membutuhkan ruangan yang luas, pengeluaran dalam perawatan yang banyak dan waktu untuk mengajak jalan hewan peliharaan seperti anjing. Berdasarkan data statistik oleh Badan Pusat Statistik Kota Solok pada tahun 2019 hingga 2021 tercatat sebanyak 3118 kucing sebagai hewan peliharaan di daerah Kota Solok, sedangkan hewan peliharaan anjing sebanyak 1780 pada Kota Solok, Dapat disimpulkan bahwa populasi masyarakat yang mengadopsi hewan peliharaan kucing Lebih banyak dibandingkan dengan anjing (Badan Pusat Statistik Kota Solok, 2022). Pemilik cattery memiliki permasalahan memberitahukan informasi terhadap calon pengadopsi yang melihat unggahan pada social media pemilik cattery, berdasarkan ketersediaan kucing yang ada pada cattery. Calon pengadopsi kucing sulit untuk mencari kucing pada social media karena ketidakpastian ketersediaan pada setiap unggahan tentang kucing yang siap untuk diadopsi. Dengan adanya sistem ini diharapkan mampu memudahkan calon pengadopsi mencari kucing yang ingin diadopsi dan membantu pemilik cattery untuk melakukan pendataan terhadap kucing yang siap untuk diadopsi dan data para pengadopsi kucing yang telah mengadopsi kucing. Sistem ini di implementasikan menggunakan Bahasa pemrograman PHP untuk backend dan Javascript untuk front-end dengan framework Laravel dan Vue.js. Pengujian dilakukan oleh 15 orang user dan 1 orang pemilik cattery menghasilkan pengujian efektifitas 100% valid pada 8 skenario pengujian. Pengujian validasi 50 fungsionalitas sistem mendapatkan hasil 100% valid dan pengujian System Usability Scale pada setiap user menghasilkan skor 91. Dapat disimpulkan bahwa aplikasi adopsi kucing ini telah mempermudah user dalam melakukan adopsi kucing dan pemilik cattery dalam melakukan open adopsi kucing
Pengaruh Penggunaan W3school Dengan Implementasi Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Pemrograman Web SMKN 1 Purwosari
Sekolah Menengah Kejuruan yang masih menggunakan model dan metode pembelajaran konvensional salah satunya ialah SMKN 1 Purwosari. Media pembelajaran yang dibutuhkan untuk mengembangkan kualitas pembelajaran yaitu media pembelajaran interaktif. W3school adalah platform online populer yang menyediakan tutorial dan referensi pengembangan web untuk berbagai teknologi web. Kurangnya pengajar di SMKN 1 Purwosari seperti guru atau kegiatan ekstra terkait materi pada jurusan RPL yang mengakibatkan siswa kurang pemahaman siswa dalam pembelajaran. Oleh sebab itu, peneliti melangsungkan penelitian perihal pengaruh Problem Based Learning menggunakan media W3school terhadap nilai hasil belajar siswa kelas 11 RPL mata pelajaran Pemrograman Web SMKN 1 Purwosari. W3school dipilih karena siswa dapat bergabung langsung dengan pembelajaran meski melalui ponsel. Penelitian dilakukan dengan pendekatan Quasi Eksperimental mengimplementasikan Nonequivalent control group design. Hasil penelitian membuktikan adanya pengaruh antara nilai hasil belajar kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dibuktikan dari nilai kognitif Pretest Mann-Whitney U 0,011 < 0,05. nilai kognitif Posttest Mann-Whitney U 0,005 < 0,05. Pembuktian lainnya juga dibuktikan dari selisih rata-rata sebesar 8,226. Oleh sebab itu, disimpulkan Problem Based Learning menggunakan media W3school memiliki pengaruh pada nilai kognitif hasil belajar siswa