Journal of Mathematical and Fundamental Sciences
Not a member yet
    737 research outputs found

    Origin of Widmanstatten Microstructure in Homogenized Ag-Sn Dental Alloys

    No full text
    Abstract. Widmanstatten microstructures are often observed in Ag-Sn dental alloys, after they underwent slow cooling for homogenization temperature. This structure appears when the alloy contains silver or silver equivalent between 75 and 80 wt %. Hatchet mark structure somewhat similar to Widmanstatten structure may be generated during the metallographic preparation of the specimens. These marks are actually mechanical twins resulted from the plastic deformation during the process of grinding and polishing. Ringkasan. Struktur Windmanstatten yang timbul pada logam dental Ag-Sn disebabkan oleh proses pendinginan lambat paduan tersebut dari suhu homogenisasi. Hal ini terjadi bila paduan tersebut mengandung perak atau ekivalen perak antara 75 "“ 80% berat. Dalam proses preparasi specimen untuk penelitian metalogradi, garis-garis serupa dengan struktur Widmanstatten dapat timbul. Garis-garis ini sebenarnya adalah struktur kembar mekanis (mechanical twins) yang terjadi karena deformasi plastic pada proses penggerindaan dan pemolesan

    Electrophoretic Separation of the Soluble Protein of Sclerotinia sclerotiorum, S. trifoliorum and S. Minor

    Get PDF
    Abstract. Soluble proteins extracted from 3 species of Sclerotinia sclerotiorum, S. trifoliorum and S. minor were separated on polyacrylamide gel electrophoresis. The three species of Sclerotinia could be distinguished by their protein patterns.Ringkasan. Ekstrak protein dari Sclerotinia sclerotiorum, S. trifiliorum dan S. Minor, sebagai jamur penyebab penyakit sayur-sayuran, telah dapat dipisahkan dengan cara "polyacrylamide gel electrophoresis". Berdasarkan pola-pola protein yang dibentuk, maka ketiga species tersebut dapat dibedakan, walaupun masih ada beberapa protein yang homolog yang dipunyai oleh ketiga species tersebut

    Morfologi, Makanan serta Habitat dari Rana chalconota dan Rana nicobariensis di Cagar Alam Telaga Pantengan

    Get PDF
    RIngkasan. Dalam tahun 1971 di daerah Cagar Alam Telaga Patengan telah dilakukan penelitian mengenai macam makanan, bentuk morfologi, aktifitas dan keadaan lingkungan bagi Rana chalconota dan R. nicobariensis. Disusun pula "checklist" Amphibia yang terdapat di daerah tersebut Analisa isi lambung memperlihatkan bahwa masing-masing katak menyukai jenis serangga yang menempati habitat sama dengan katak pemangsanya.Abstract. Studies on the feeding habits, morphology, activity and environmental condition at Rana chalconota and R. nicobariensis were carried out in 1971 at Telaga Patengan Nature Reserve. A checklist of Amphibia of the studied area is also presented. Analyses of the stomach contents show that each frog feed on insects which are found in the same habitat of respective frog.

    Pemakaian Resistor Karbon dan Dioda Sambungan P-N dalam Thermometry Suhu Rendah

    No full text
    Ringkasan. Karakteristik dari resistor karbon dan diode sambungan p-n yang terdapat di pasaran, telah diteliti pada suhu antara 80°K dan 220°K. Data-data dari resistor karbon, sesuai dengan persamaan tiga-parameter dari Clement-Quinnell. Suhu yang dihitung dari persamaan ini, berbeda +- 0,5 persen dengan suhu yang diukur. Kepekaan thermometriknya adalah sedemikian rupa, sehingga jika ketelitian pengukuran tahanan 0,1 persen, maka perbedaan suhu sebesar 0,4°K pada 93°K dapat dideteksi. Reprodusibilitas dari pengukuran suhu ini lebih kurang 4 persen. Pada beberapa diola sambungan p-n yang diselidiki, karakteristik T-V pada suhu kamar sampai suhu nitrogen cair, hampir linear. Selain dari itu, diode ini menunjukkan reprodusibilitas yang baik setelah mengalami goncangan thermis. Kecuraman dari karakteristik T-V dengan arus sebagai parameter dapat diterangkan dengan menganggap bahwa sambungan p-n tersebut mengalirkan arus rekombinasi-generasi, sesuai dengan teori Sah, Noyce dan Shockley. Abstract. The characteristic of some commercially manufactured carbon resistors and p-n junction diodes are measured from 80°K to 220°K. Datas of the resistors fit the three-parameter equation of Clement-Quinnell. Temperatures calculated by this equation are within 0.5 percent, of the measured temperatures. Thermometric sensitivity is such that by measuring resistance to one part in 1000, it is possible to detect temperature changes of 0.4°K at 93°K. Temperatures are reproducible within about 4 percent, from run to run. In some p-n junction diodes, we have observed nearly linear T-V characteristic from room temperature to liquid nitrogen temperature. In addition these diodes exhibit good repeatability on temperature cycling. The slope of the T-V characteristic with current as a parameter, is explained by assuming that the device conducts primarily recombination-generation current according the theory of Sah, Noyce and Shockley.

    Penentuan Deradjat pada Pembusukan pada Udang

    No full text
    Ringkasan. Pembusukan pada udang adalah suatu akibat kerdja enzima2 hidrolitik berasal dari udang sendiri dan djuga dari bakter2 jang ada pada udang. Hasil penelitian menjatakan bahwa aktivitas spesifik SH-protease udang ber-angsur2 menurun selama proses pembusukan, sehingga sifat ini baik untuk dipakai sebagai kriteria pembusukan udang. Aktivitas enzima ditentukan pada 37oC selama 20 menit dengan 1% kasein dalam 0,1 M buffer fostat pH 8 sebagai substrat dan siteina (0,02 M) sebagai activator. Sebagai larutan enzima dipakai homogenat udang dalam 0,1 M buffer fosfat pH 8. Berdasarkan atas sifat penurunan aktivitas spesifik SH-protase dan kenaikan pH dan kadar trimetilamina udang pada proses pembusukan, maka dapatlah disusun suatu penggolongan deradjat kesegaran udang. Hal ini dapat penting untuk keperluan2 dalam praktek.Abstract. Spoilage of shrimps is largely caused by enzyme action especially by shrimp proteases in addition to microbial action which is also enzymatic in nature. It was found that when spoilage is in progress the specific activity of the shrimp SH-proteases is remarkably decreased. It appeared that this is a suitable criterion for the determination of the degree of spoilage. Enzyme activity determinations were carried out at 37°C with 1% of casein in 0.1 M phosphate buffer of pH S as the substrate and cysteine (0.02 W as the activator). Shrimp homogenate was used as the enzyme solution which was prepared in 0.1 M phosphate buffer of pH 8 at 0-4°C. Based on the decrease of SH-protease activity and on the increase of pH and volatile base (trimethylamine etc.) content a classification of the freshness of shrimps can be made, which might be useful for practical purposes

    Penentuan Penggunaan Tanah Pertanian dengan Programming Linier Antardaerah

    Get PDF
    Ringkasan. Penggunaan Linear Programming Antardaerah (Interregional Linear Programming) sebagai teknik analisa, adalah relatif sangat baru (Birowo 1965). Di Indonesia dimana luas penggunaan tanah untuk pertanian adalah dominan, ditjoba untuk diadakan prediksi mengenai tata penggunaan tanah jang maximum, dengan pengandaian penanaman beberapa djenis tanaman pertanian (field crops). Dengan demikian perlu suatu metode dan model kerangka analisanja. Jang penting untuk ditondjolkan disini adalah persoalan transport, kesubutan tanah dan biaja penanaman sebagai variable dalam model ini. Hasil model ini adalah suatu usul luas2 tanah untuk tanaman pertanian tertentu, jang sejogyanja dipilih. Abstract. The Application of Interregional Linear Programming is relatively a new technique of analysis (Birowo 1965). This paper attempts to apply this technique in Indonesia where agriculture land use is dominant, assuming a certain field-crops being planted. In this scheme what is worth to note is the method and model of analysis. It is an endeavour to incorporate variables such as  transportation, fertility of land and cost of production in the framework of the model. The result expected, is a proposal of land use pattern, in certain field crops, which is thought to be preferred

    Some Ambiguous Features for Geologic Interpretation

    No full text
    Abstract. Among geologic features, which do not indicate phenomena claimed by textbooks, are triangular facet developed on steeply inclined dipslopes, sensation of coarseness that does indicate the sense of fault displacement, and orientation of long pebble-axes perpendicular to transport direction, examples of these features are demonstrated.Ichtisar. Penulis telah mendjumpai beberapa gedjala geologi jang mempunjai arti berlainan dari pada jang biasa dikemukakan oleh "tectbooks"; antara lain ditemukan facet-facet segitiga jang terbentuk pada dipslope tjuram, kesan kasar sepandjang slickendside jang menundjukkan arah gerak sesar, dan sumbu-sumbu memandjang dari batuguling jang berkedudukan tegak terhadap arah pengangkutan.

    Geometric Properties of Landscapes

    No full text
    Abstract. Quantification of landforms has been executed for most watershed elements and adjacent slopes and some concerning mountains and distribution pattern of land and water. Almost all watershed characteristic are based on the system of stream ordering. Empirically certain statistical relations of landscape elements have been proven to exist beyond doubt like  the laws of stream numbers, stream lengths, stream slopes, drainage basin areas, contributing areas; also: constant of channel maintenance; drainage density and texture ratio; relief ratio; hypsometric integrals for drainage basins and mountains; frequency distribution of stream lengths; maximum valley side slopes. Furthermore, interesting results may be expected from the concepts of geometrical similarity of drainage basins and the distribution pattern of land and water. The good to excellent quality of Indonesian topographic maps invite an immediate investigation of drainage density and texture ratio; hypsometric integral, maximum valley side slopes, and relief ratio in order to obtain quantitative proofs in distinguishing landforms as products of humid tropics from those of the temperate humid/dry climates. Ichtisar. Sifat-sifat geometri dari bengtangalam telah diukur setjara kwantitas, seperti untuk kebanjakan unsur-unsur daerah aliran dan beberapa mengenai gunung dan penjebaran dari daratan dan air. Hampir semua sifat daerah aliran didasarkan atas suatu sistim tata-atur aliran (stream ordering). Dalam praktek telah dapat dipastikan beberapa hubungan antara unsur-unsur bentangalam masing-masing, seperti hokum-hukum djumlah sungai, pandjang sungai, terdjun sungai, luas daerah aliran, 'contributing areas'; 'constant of channel maintenance'; 'drainage density and texture ratio'; 'relief ration'; 'hypsometric integral' untuk daerah aliran dan untuk gunung; 'frequency distribution' dari pandjang sungai; maksimum dari lereng lembah. Selandjutnya masih dapat diharapkan hasil-hasil jang menarik dari konsepsi 'geometrical similarity' dari daerah aliran serta dari teori pola penjebaran daratan dan air. Peta-peta topografi Indonesia jang ketelitiannja sangat baik sudah memungkinkan penjelidikan geomorfologi kwantitatif disini. Sebagai permulaan penjelidikan mengenai 'drainage density and texture ratio', hypsometric integral', lereng lembah maksimum dan 'relief ratio' dapat dilakukan guna memperoleh angka-angka untuk membeda-bedakan bentangalam sebagai hasil dari iklim tropika lembab dan jang dibentuk oleh iklim sedang lembab kering

    Ferric Alumunium Sulfate Production for Water Treatment Purposes

    Get PDF
    Ichtisar. Untuk memenuhi kebutuhan akan alumunium sulfat untuk pendjernihan air telah diselidiki pembuatannja dari tailing bauksit, suatu bahan bauksit inferieur jang merupakan zat buangan  pada pertambangan bauksit. Tailing bauksit dihaluskan  mendjadi "“100 mesh dan kemudian direaksikan dengan asam sulfat 45° Bé selama 3 djam  pada 105-110°C. Sebagai hasil diperoleh suatu "cake" dengan 15,5% oksida2 logam jang dapat melarut, jang terdiri dari oksida alumunium  dan besi III (Alumunium sulfat  teknik mengandung 15-17% Al2O3). Zat 2 yang tidak melarut  sebanjak 8,1 % (a.l. mengandung silica) tidak dipisahkan. "Cake" jang dihasilkan mempunjai sifat2 jang baik, jakni agak mudah dihantjurkan dan  melarut dalam air. Dari percobaan2 koagulasi  dengan beberapa djenis air permukaan  ternjata, bahwa "ferric alumunium cake" ini dapat dipakai sebagai pengganti alumunium sulfat. Zat-2 jang tidak melarut terpisah dari airnja bersama-sama dengan kotoran2 koloidal jang dikoagulasika

    Correction of Background Effect in Photographic Photometry

    No full text
    Ichtisar. Suatu metoda untuk memperbaiki hasil2 fotometri jang diperoleh dengan mempergunakan photometer Eichner telah disadjikan dibawah ini. Penggunaan metoda tsb. telah ditjobakan pada gugus bintang NGC 6530 untuk fotometer di Observatorium Warner and Swasey. Metoda ini djuga dapat digunakan pada bagian2 dari katja potret jang kepekatan emulsi daripada latar belakangnja ber-beda2.Abstract. A method to correct photographic magnitudes of stars embedded in nebulosities measured by making use of Eichner-photometers is presented. An application of the method was carried out on the Galactic Cluster NGC 6530 for the photometer of Warner and Swasey Observatory. The method is also applicable on parts of photographic plates which background-emulsion densities differ from that of the region of the standard sequence

    540

    full texts

    737

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal of Mathematical and Fundamental Sciences
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇