Journal of Mathematical and Fundamental Sciences
Not a member yet
    737 research outputs found

    Pengaruh Pelapukan Batulempung Formasi Subang terhadap beberapa Sifat Keteknikannya Guna Menunjang Efektivitas Pemilihan Desain Perkuatan Lereng

    Get PDF
    Dalam makalah ini dibahas karakteristik pelapukan batulempung Formasi Subang dalam kaitannya dengan sistem klasifikasi derajat pelapukan batuan dan perubahan nilai beberapa sifat keteknikannya. Lokasi pengamatan lapangan dan pengambilan contoh batuan dilaksanakan di daerah Karawang Selatan, Jawa Barat, karena kehadiran jenis batuan ini menempati wilayah yang cukup luas. Secara umum batulempung Formasi Subang dapat dibedakan atas enam zona yang mencerminkan perbedaan derajat pelapukannya. Hasil pengujian beberapa sifat keteknikan yang merupakan parameter dasar dalam analisis kestabilan lereng, seperti berat isi, kohesi, dan sudut geser dalam, memperlihatkan adanya hubungan yang berarti terhadap perubahan derajat pelapukannya. Maka, dengan mengetahui variasi derajat pelapukan batulempung Formasi Subang diharapkan perencanaan atau pemilihan desain (jenis) perkuatan lereng dapat dilakukan secara lebih tepat dan eifisien.Influence of Weathering in Claystone of Subang Formation on Some Engineering Properties to Effectively Support in Choosing of Slope- Reinforcement DesignThis paper presents weathering characteristics of claystone of Subang Formation in relation to weathering grade classification system and changes of some engineering properties. The field observation and rock-soil sampling were located at Southern Karawang area, West Java, where the claystone is distributed widely. Generally, claystone of Subang Formation can be classified into six degrees of weathering. The examination results of some engineering properties, such as unit weight, cohesion, and internal friction angle as basic parameters of slope stability analysis, indicate good relationship with the change of weathering grade. As an implication, by knowing various weathering grades, the planning or choosing of slope-reinforcement-design will be more effective and efficient.

    Analisis Asam Amino dengan Kromatografi Cairan Kinerja Tinggi Secara Derivatisasi Prakolom dan Pascakolom

    Get PDF
    Abstract. Through an experiment process, an optimum condition of amino acid analysis using High Performance Liquid Chromatography (HPLC) with post- and pre-column derivatization methods has been found. The optimum condition of the analysis for the post-column deriyatization was obtained by using resin cation exchanger (R-SO3Na) as the column, citric acid buffer of the pH 3.0 and boric acid buffer of the pH 9.7 as the mobile phase and O-phtalaldehyde (OPA) /2-mercaptoethanoal as the derivator, In the pre-column derivatization method, Resolve 5μ spherical C18 was used as the column, solution A (methanol : THF ; H2O = 2 : 2 : 96) which contains 0.05 M Na2HPO4 and 0.05M NaOAc) and solutionB (methanol:H2O= 65 : 35) as the mobile phase, and OPA/ethantiol as the derivator. Each of both HPLC methods can separate more than 17 kinds of amino acids. The result shows that the pre-column derivatization method was more sensitive and took a shorter analysing time than the post-column derivatization method; however, secondary amino acid could not be determined by the first method. Sari. Telah dilakukan percobaan untuk mencari kondisi optimum proses analisis asam amino dengan kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT) secara derivatisasi prakolom dan pascakolom. Kondisi analisis optimum untuk cara derivatisasi pascakolom diperoleh dengan menggunakan resin penukar kation (R-SO3 Na+), larutan dapar sitrat pH 3,0 dan larutan dapar borat pH 9,7 sebagai fase gerak, serta O-ftalaldehida (OPA)/2-merkaptoetanol sebagai penderivatisasinya. Untuk cara derivatisasi prakolom, sebagai kolom digunakan Resolve spherical C18, sebagai fase gerak digunakan larutan A yang terdiri dari metanol : THF : air (2:2: 96) yang mengandung 0,5 M Na2 HPO4 dan larutan B yang terdiri dari metanol : air (65 :35), sedangkan sebagai zat penderivalisasi digunakan OPA/etantiol. Kedua metode KCKT ini masing-masing dapat memisahkan 17 macam campuran asam amino. Diketahui bahwa kepekaan cara derivatisasi prakolom lebih tinggi dan waktu analisisnya lebih cepat daripada cara derivatisasi pascakolom, tetapi cara prakolom tidak dapat menentukan asam amino sekunder

    Seasonal Activity of The Cambium in the Young Branch of Swietenia Macrophylla King

    No full text
    Sari. Keragaman musim dalam aktivitas kambium pembuluh pada Swietenia macrophylla King telah diteliti mulai bulan Agustus 1983 sampai dengan Juli 1984. Di bulan Agustus aktivitas tersebut lambat dan di bulan September tampak sifat-sifat dorman. Setelah bulan-bulan kering itu aktivitas kambium kembali tampak di bulan Oktober saat curah hujan tinggi. Aktivitas terus berlangsung di bulan-bulan berikutnya dan mereda di bulan Maret. Aktivitas kambium paling tinggi berlangsung di bulan April sewaktu terjadi puncak kedua dalam curah hujan di musim hujan. Aktivitas yang tinggi ilu terjadi bersamaan dengan munculnya daun baru yang didahului oleh suatu periode gugur daun yang singkat. Aktivitas kambium mereda di bulan-bulan berikutnya. Abstract. Seasonal variation in the activity of the vascular cambium of Swietenian macrophylla King has been investigated from August 1983 to July 1984. Cambial activity is slow in August, and in September dormant features are seen. After the preceding dry months the cambium shows activity again in October when heavy rainfall occurs. The activity continues during the following months and slows down in March. The cambium is most active in April when a second peak of rainfall occurs in the rainy season. This grand activity of the cambium coincides with the emergence of a new crop of leaves which is preceded by a brief period of defoliation. Cambial activity slows down again in the following months

    Modulateur PWM Numerique Programmable : Application a la Conversion d'energie Maximale du panneau solaire a la batterie

    No full text
    Abstract. PWM modulator with feedback analog is often used in a voltage/current control system, but sometimes problems arise in which the modulator could not be used with this method. To overcome this problem a programmed numeric PWM modulator is used. This paper discusses the working procedure and realization from the software and hardware point of yiew by using 8085 microprocessor. One of its application is to control the firing time of power switching transistor in a DC converter (BUCK) where the input BUCK is connected to the solar cell panel and the output side is connected to the battery. With time firing control of the power transistor, the power of the solar cell panel can be transferred to the battery at its maximum. Sari. Modulator PWM dengan umpan balik analog sering digunakan dalam sistem pengaturan tegangan/arus, tetapi kadang-kadang hal ini menimbulkan masalah, sehingga modulator dengan cara ini tidak dapat dipergunakan lagi. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan menggunakan modulator PWM numerik terprogram. Di sini diuraikan cara kerja dan realisasinya ditinjau dari piranti lunak dan piranti keras dengan menggunalan mikroprosessor 8085. Salah satu aplikasinya adalah pengaturan waktu penyalaan transistor daya switching pada suatu konverter arus searah (BUCK). Sisi masukan BUCK dihubungkan ke suatu panel sel surya dan sisi keluaran dihubungkan ke baterai. Dengan pengaturan waktu penyalaan transistor daya, maka daya dari panel sel surya dapat ditransfer semaksimum mungkin ke dalam baterai

    On the Possibility of Using Mn4N as a Neutron Polarizer

    Get PDF
    Abstract. Manganese nitride, Mn4N has been investigated by means of unpolarized as well as polarized neutron diffraction technique. It was found that both (100) and (110) reflections of this compound could produce almost 100% polarized, monochromatic neutrons. Furthermore, the two reflections provide opposite senses of polarization. While (100) reflects neutrons with spins aligned opposite to the magnetization, (110) reflection provides neutrons with spins parallel to the magnetization. This would offer possibility of producing polarized, monochromatic neutrons of either state of polarization by switching from one reflection to the other, without the use of electronic flipping devices. Sari. Nitrida mangan, Mn4N telah diteliti dengan teknik difraksi neutron tak-terpolarisasi maupun terpolarisasi. Ternyata kedua refleksi, (100) dan (110), dapat menghasilkan hampir 100% neutron terpolarisasi serta monokromatik. Lebih lanjut diketahui bahwa kedua refleksi tersebut menghasilkan polarisasi yang berlawanan arah. Refleksi (100) hanya memantulkan neutron dengan polarisasi yang berlawanan arah dengan magnetisasi, sedangkan refleksi (110) menghasilkan neutron dengan polarisasi searah dengan magnetisasi. Hal ini membuka kemungkinan untuk memproduksi neutron monokromatik dengan salah satu keadaan polarisasi, dengan cara berpindah dari suatu refleksi ke refleksi lainnya tanpa menggunakan alat elektronik

    Effect of Basazinon 45/30 EC on the Postnatal Development of the Albino Mouse (Mus Musculus) Swiss Strain

    Get PDF
    Sari. Basazinon 45/30 EC dengan dosis 22 mg/kg b.b. telah diberikan secara oral (gavage) setiap hari kepada mencit hamil pada umur kehamilan 5 hari sampai dengan hari ke 21 pascalahir (saat disapih). Pengamatan di lakukan terhadap berbagai ciri perkembangan fisik dan seksual, serta kemampuan reproduksi mencit generasi F1. Berat badan rata-rata anak mencit selama menyusu dan minggu pertama sesudah disapih ternyata kurang (p< 0,05 dan p<0,01) dari pada anak mencit kelompok kontrol, sedangkan berat badan rata-rata pada saat dilahirkan tidak ada perbedaan. Kemampuan refleks untuk membalikkan tubuh dan telentang menjadi tertelungkup, desendensi testis untuk pertama kali dan terjadinya estrus yang pertama pada kelompok perlakuan didapat pada umur yang lebih lanjut (p < 0,5 dan p < 0,01). Tidak terjadi kelainan yang nyata dalam hal kemampuan reproduksi dan ciri-ciri perkembangan lainnya pada kelompok perlakuan. Abstract. Basazinon 45/30 EC of 22 mg/kg b.w. were administered daily by gavage to pregnant mice on day 15 of gestation to the day of weaning (21 days old). Several physical and sexual developmental criteria and the reproductive ability of the F1 generation were observed. The mean body weight of the young during the period of lactation and the first week after weaning were significantly lighter (p < 0.05 and p < 0.01) than that of the controls, while the mean birth weight were not different. The reflex ability in turning the body from supine to prone position, the first testicle descent and the first estrous, occured significantly later in experimental young (p < 0.05 and p < 0.01). No significant deviation in the reproductive ability and other developmental criteria were found

    Penerapan Sistem Tegangan Tinggi Arus Searah (TTAS) Guna Menyalurkan Daya dari Bukit Asam ke Jakarta

    Get PDF
    Sari. Teknologi sistem penyaluran daya listrik dengan menggunakan tegangan tinggi arus searah (TTAS) telah semakin dewasa. Hal tersebut dibuktikan dengan semakin banyaknya instalasi sistem tersebut. Salah satu kemungkinan untuk menerapkan sistem dimaksud di Indoensia, adalah dalam rangka menyalurkan energi listrik dari PLTU-PLTU yang dibangun di dekat daerah penambangan batubara Bukit Asam, Sumatera Selatan ke Jakarta. Untuk tahapan pembangunan yang menggunakan satuan kapasitas sebesar 800MW, disarankan untuk menggunakan 3 sistem TTAS bipolar dengan tegangan kerja ± 400 kV, guna keperluan menyalurkan daya sebesar 2400 MW pada keadaan akhirnya. Abstract. At this moment the technology of the high voltage direct current (HVDC) power transmission is readily available. It is proven by the already existing system and the under construction and/or planned ones. One possibility to apply that mentioned technology in Indonesia is for transporting the electric energy generates at bukit Asam (South Sumatera) area to fulfill the energy need in Jakarta. For implementing the above purpose this paper propose to use three 800 MW capacity transmission lines to transport the ultimate power of 2400 MW. Each transmission is a bipolar with an operating voltage of ±400 kV

    Daya Serap Energi Tumbuk dari Logam Paduan Tembaga-Aluminium

    No full text
    Sari. Mesin-mesin mekanik banyak yang mempunyai komponen yang bekerjanya selalu mengalami peristiwa tumbukan, sehingga dalam pemilihan bahan untuk komponen tersebut di samping kekuatan perlu diperhatikan juga daya serap bahan terhadap energy tumbuk. Dalam penelitian ini dipelajari daya terap energi tumbuk yang diubah ke dalam energy deformasi elastic dari tujuh logam paduan Cu-Al serta ketergantungan daya serap tersebut terhadap modulus elastic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga modulus elastik lebih banyak dipengaruhi oleh struktur mikro logam paduan daripada oleh komposisi kimianya. Daya serapnya terhadap energi tumbuk yang diubah menjadi energi deformasi elastic menurun dengan naiknya harga modulus elastik. Abstract. Many components of mechanical machinery, during their service, undergo impact forces frequently. Therefore in selecting the material for these components, both its strength and its capacity in absorbing impact energy should be taken into consideration. In this work the capacity to absorb impact energy which is then converted into elastic deformation energy of seven Cu-Al alloys is studied and related to their modulus of elasticity. The result of the study shows that elastic modulus is more influenced by microstructure of the alloy than by its chemical composition. Further more it confirms that the higher its elastic modulus the lower its impact energy absorbing capacity

    Metal Fabricating Process by Powder Metallurgy

    Get PDF
    Abstract. The aim of this introductory paper is to consider some of the important principles that are commonly involved in the field of powder metallurgy. These principles cover a general description of the interrelations of the various effects in the powder metallurgy such as characterization of powders, compaction and sintering. Their influences on all process routes are described and their pertinent relations to the experimental results are discussed. Sari. Maksud dari tulisan ini adalah untuk memberikan pengarahan dengan memperhatikan beberapa prinsip-prinsip dasar penting yang biasanya dikaitkan dengan bidang puder metallurgi(+). Prinsip-prinsip ini meliputin suatu uraian umum dari hubungan-hubungan untuk bermacam-macam pengaruh di dalam puder metallurgi, seperti: peranan dan sifat-sifat puder, proses-proses pengepresan dan penyinteran. Suatu uraian dan diskusi diberikan mengenai pengaruh-pengaruh itu terhadap semua jalnnya proses dan kemudian dihubungkan dengan hasil-hasil eksperimen yang diperoleh

    Determination of Surface Finish Quality of Metals By Means of Optical Methods

    Get PDF
    Ringkasan. Determination of surface - finish quality is done by measurements of its rms. Values of surface roughness and slopes. Mechanical measurements of these properties are done by using a profilometer. This method, however, is limited to surface having asperities larger then the size of the profilometer's tip and is of destructive type of testing. Alternate techniques using optical method based on the theories of Davies and Beckmann are presented. The instrumentation used was a double - beam, modified Perkin-Elmer 621 Spectrophotometer. Results using several randomly roughened metallic surface show good agreement with the existing theory and experimental results.Abstract. Pengukuran kekasaran permukaan-permukaan logam biasanya dilakukan dengan menentukan harga rms. dari  seluruh distribusi jarak dari lembah kepuncak beserta orientasi dari setiap faset yang membentuk kekasaran permukannya. Pengukuran kebesaran-kebesaran ini secara mekanis dilakukan dengan mempergunakan profilometer. Akan tetapi, metoda ini terbatas untuk permukaan-permukaan yang ukuran ujung jarum profilometer yang dipakai; lagipula metoda ini termasuk dalam jenis yang disebut "destructive testing". Tulisan ini menguraikan suatu alternatip dengan memakai metoda secara optis dan mempergunakan teori-teori Davies dan Beckmann. Instrumentasi yang dipergunakan ialah suatu Perkin-Elmer 621 Spectrophotometer dengan sistim sinar rangkap dan yang telah dimodifikasikan. Hasil-hasil yang diperoleh dengan mempergunakan berbagai jenis logam yang permukannya telah dikasarkan secara sebarang memberikan kecocokan yang cukup baik bila dibandingkan dengan teori dan hasil-hasil eksperimentil yang ada hingga saat ini

    540

    full texts

    737

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal of Mathematical and Fundamental Sciences
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇