182 research outputs found

    Analisis Teknis dan Ekonomis Dalam Penggunaan Bahan Bakar Biomassa Di Pusat Listrik Tenaga Uap Studi Kasus di PLTU PT. Suka Jaya Makmur

    Full text link
    Abstrak–Manajemen PLTU sedang mempertimbangkan untuk mengganti kayu dengan cangkang kelapa sawit sebagai bahan bakar boiler. Untuk mengambil keputusan apakah mereka akan mengganti bahan bakar, perlu dilakukan analisis secara teknis dan ekonomis dengan menghitung kebutuhan kalor boiler, konsumsi batubara, kayu, dan cangkang kelapa sawit yang diperlukan boiler, menghitung biaya sistem pembangkit, biaya energi per kWh dan penghematan biaya bahan bakar. Analisis teknis menunjukkan kebutuhan kalor boiler dengan kapasitas 32-33 ton/jam adalah 24.679.424 kCal/jam, dan jumlah cangkang lebih sedikit yang dibutuhkan daripada kayu dan batubara, yaitu 5,1 ton/jam atau 43.819,2 ton/tahun. Penggunaan cangkang sebagai bahan bakar menghasilkan faktor kapasitas pembangkit sebesar 68% dan faktor utilitas sebesar 73%. Analisis Ekonomi menunjukkan biaya sistem pembangkit (Cost of overall system) dengan bahan bakar batubara adalah Rp. 27.515.442.381,-/tahun (2.028.414),dengankayuRp.10.337.223.537,/tahun( 2.028.414), dengan kayu Rp. 10.337.223.537,-/tahun( 762.051), serta limbah padat kelapa sawit (cangkang)Rp. 13.191.510.166,-/tahun ($ 972.567). Namun demikian penggunaan kayu membutuhkan proses lebih lama untuk dapat digunakan sebagai bahan bakar, karena dalam kondisi lembab atau basah memerlukan waktu 5-6 hari untuk mengeringkannya baru dapat dibakar. Artinya adalah dari sisi efisiensi waktu kayu tidak praktis dapat langsung digunakan, akibatnya akan timbul biaya tambahan untuk mengatasinya

    REDESIGN SMART CLOTHESLINE BERBASIS ARDUINO

    Full text link
    Pesat nya perkembangan teknologi seperti jaman sekarang menuntut manusia untuk selalu berinovasi dalam mengembangkan teknologi tepat guna yang dapat  membantu memudahkan pekerjaan manusia dalam kegiatan sehari-hari seperti kegiatan menjemur pakaian. Menjemur pakaian merupakan salah satu kegiatan yang sering dilakukan didalam kehidupan rumah tangga, Kepulauan Batam mempunayai curah hujan yang hampir merata sepanjang tahun yaitu dengan nilai 230-280 mmtiap bulannya, dan masyarakat Kota Batam yang rata-rata bekerja di sektor industri dan pemerintahan secara tidak langsung sering berada diluar rumah sehingga kegitan menjemur pakaian biasa ditinggalkan berpergian atau bekerja, sehingga waktu turun hujan atau pada waktu hari sudah malam tidak bisa mengangkat jemuran. Maka dari permasalahan tersebut di atas maka dibuatlah jemuran otomatis (smart clothesline) menggunakan arduino dengan mendesain ulang dari jemuran otomatis yang sudah pernah diteliti yang mempunyai kelebihan lebih mudah dan praktis dalam penggunaannya dan tidak terlalu banyak membutuhkan tempat. Setelah dilakukan pengujian sistem prototype jemuran otomatis (smart clothesline), terlihat  bahwa  sistem prototype dapat berfungsi karena komponen-komponen yang digunakan bekerja sesuai urutannya, dan didapatkan hasil ketika sensor air dicelupkan ke dalam wadah air motor servo bergerak dari sudut 0˚ ke sudut 90˚ menandakan jemuran bergerak menutup dan ketika sensor air diangkat dari wadah air motor servo bergerak dari sudut 90˚ ke sudut 0˚ menandakan jemuran bergerak membuka. Begitu juga ketika sensor cahaya (LDR) diberi sinar cahaya maka motor servo bergerak dari sudut 90˚ ke sudut 0˚ menandakan jemuran bergerak membuka dan sebaliknya ketika sensor cahaya (LDR) ditutup dari terkena sinar cahaya maka motor servo bergerak dari sudut 0˚ ke sudut 90˚ menandakan jemuran bergerak menutup. sistem protototype telah sesuia dengan rancangan  yang telah dibua

    Rancang Bangun Pemanas Air Surya Tipe Datar

    Full text link
    Kalimantan Barat dilalui Garis Khatulistiwa dimana surya menyinari selama 10-15 jam/hari. Energi surya diserap langsung oleh sistem pemanas surya. Energi panas yang dihasilkan dapat digunakan sebagai sumber panas dalam menghasilkan bahan bakar  terbarukan misalnya bioetanol dan biodiesel.  Implementasi untuk gagasan di atas dapat berupa teknologi pemanas surya yang sederhana, tanpa memerlukan energi listrik, biaya operasi murah dan ramah lingkungan.  Tujuan penelitian ini adalah merancang dan menguji pemanas air surya.  Pemanas surya dirancang bertipe datar dengan media pemanas berupa air. Pemanas surya terdiri dari kolektor panas dan tangki penampung air yang terbuat dari bahan stainlees steel dan polistiren sebagai isolator. Hasil rancang diperoleh pemanas air surya berkapasitas 50 liter yang diuji selama 3 hari dan mampu menghasilkan temperatur air maksimal sebesar 53oC pada intensitas cahaya rata-rata sebesar 1426 lux

    Inhibisi Korosi Pada Baja Lunak Dalam Media Air Gambut Dengan Metode Elektroplating

    Full text link
    Abstrak – Korosi merupakan permasalahan yang umum terjadi pada penggunaan material-material berbasis logam. Laju korosi semakin dipercepat ketika material logam mengalami kontak langsung dengan senyawa-senyawa korosif seperti air gambut. Tanah gambut mempunyai sifat-sifat fisik yang kurang baik bagi keperluan konstruksi dan material logam. Seiring dengan berjalannya waktu material konstruksi tersebut akan mengalami korosi. Korosi dapat menyebabkan peningkatan biaya maintenance yang dikeluarkan dan peborosan sumber daya mineral. Berbagai upaya telah dilakukan untuk memproteksi logam dari koroi diantaranya dengan metode elektroplating yang merupakan mekanime perlindungan katoda, serta penggunaan inhibitor sebagai pelapis korosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas inhibitor korosi dari kitosan limbah cangkang rajungan pada baja lunak dalam air gambut dengan metode elektroplating.  Spesimen yang digunakan adalah baja lunak. Proses elektroplating dilakukan dalam larutan elektrolit yang mengandung inhibitor kitosan limbah cangkang rajungan dengan lama elektroplating 3 jam pada tegangan 20 volt. Perendaman logam dalam air gambut pH 5 selama 1, 3 dan 5 hari. Pengujian kitosan dilakukan dengan analisis FTIR, sedangkan pengujian laju korosi dilaksanakan dengan metode perhitungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman air gambut berturut-turut 0,0045 gr/cm2.jam, 0,0056  gr/cm2.jam, 0,0089 gr/cm2.jam. Kitosan yang diperoleh memiliki derajat deasetilasi 85,31% dan nilai efisiensi inhibisi sebesar 63,52%. Spesimen yang 

    Halaman Depan

    No full text
    Redaksi ELKH

    Halaman Depan

    No full text
    Dewan Redaks

    Pengaturan Laju Aliran FluidaUntuk Meningkatkan Laju Perpindahan Panas Pada Solar Water Heater Di Kota Pontianak

    Full text link
    Abstract–Issues about the energy crisis and clean energy in the environment become an important issue. Energy that meets the above properties is solar energy. Utilization is highly dependent on climate and weather conditions in accordance with the geographical location of the place. Optimization of energy absorption needs to be done and this is usually done by conditioning or manipulating some parameters so that the level of energy absorption is more effective and efficient.This research is an expriment research by optimizing the absorption of heat energy to heat water according to climate and weather conditions in Pontianak, West Kalimantan. The variable to be conditioned or arranged so that the maximum heat transfer rate is the flow rate of the water fluid to be heated.The experimental results show that the water flow rate of 2450 ccm DHW Loop side for SHW has a temperature difference value on the exit side of the heat exchanger which is smaller than the others. This shows that the more effective the release and absorption of heat made by the fluid in the heat exchanger. Keywords– Solar energy, Solar Water Heater (SHW), fluid flow rate, heat transfer rat

    Implementasi Teknik P&O Pada Optimisasi Daya Pengisian Baterai Dari Sel Surya

    Full text link
    Abstract– Pada sistem konversi pembangkit listrik tenaga surya, teknik MPPT merupakan suatu teori atau gagasan yang bertujuan   menemukan cara bagaimana mendapatkan nilai puncak energi, atau daya untuk kuat penyinaran matahari yang berubah-ubah. Pada sistem pengisian baterai dari sel surya yang diusulkan, teknik P&O (perturb and observation) merupakan salah satu dari teknik MPPT, yang dipilih berdasarkan pertimbangan bahwa teknik ini memiliki algoritma sederhana dan mampu  menjejak potensi daya maksimum dari sel surya. Bertitik tolak dari algoritma P&O, disusun deskripsi lanjut untuk mendapatkan bentuk implementasi yang tepat pada bidang elektronika. Dari hasil deskripsi dan  ketersediaan komponen lokal, dilakukan perancangan untuk memenuhi tujuan implementasi yang tepat. Rancangan sistem ini terdiri dari bagian- bagian yang saling mendukung dan bekerja sesuai dengan prinsip yang diinginkan.  Setelah melalui proses perancangan dilanjutkan dengan pembuatan prototipe perangkat elektronika. Melalui percobaan berupa pengukuran dan pengujian diperoleh data, ketika dianalisa dapat dilihat pola dan karakter yang yang terlihat  memenuhi kriteria rancangan. Realisasi sistem pengisian baterai dari sel surya ini terwujud tidak terlepas dari kendala dan proses perbaikan, meskipun demikian dapat dikatakan sistem memenuhi kriteria rancangan seperti biaya rendah, rugi-rugi konversi daya kurang dari 30% dan konverter daya bekerja dengan baik pada tiap kuat penyinaran yang berbeda. Keywords- teknik MPPT, P&O, implementasi dan perangkat elektronika

    Potensi Limbah Perkebunan Kelapa Sawit Sebagai Sumber Energi Alternatif Terbarukan Di Wilayah Kalimantan Barat

    Full text link
    Abstract– The area of oil palm plantations spread in 12 (twelve) regencies and 1 (one) city in West Kalimantan until 2016 has reached more than 1.4 million hectares. In addition to producing the main products of CPO, the oil palm plantation industry also produces biomass waste which, if not treated properly, will have adverse impacts on the environment. Solid waste from the processing of fresh fruit bunches can be utilized as fuel boiler driving steam turbine power plant. Liquid waste can be processed into biogas for fuel gas engines or gas turbines. While solid waste from stems and palm oil plant bark can be processed to produce bioethanol. Solid waste from the palm oil processing plant that has not been optimally utilized in the form of empty bunches of volumes reached more than 1.077.087 tons/ year and shell 301.584 tons/ year. Of these two solid wastes have the potential to generate energy of 21.826  TJ/yr. While liquid waste has the potential to produce methane gas of 66.779 on/year with a calorific valu of 3.606 TJ /yr. The total energy produced by solid and liquid waste is 25.432 TJ/yr. If used as fuel boiler or gas engine with heat transfer value into energy (efficiency) of 21,5%, will be generated electrical energy equal to 1,466,159 MWh/yr or equivalent with power plant with capacity more than 167 MW that operate throughout the year. From the processing of stem and oil palm plant stem if in every year re-planting of 4% of the plant area (48,344 ha), will potentially produce bioethanol 698.861 kL/yr. From utilization of palm oil processing waste as raw material of energy replacing fossil fuel will have positive impact to environment and potency to reduce CO2 emission up to 3,047,808 t-CO2/yr. Utilization of waste oil palm plantations into energy will provide financial benefits and environmental improvement. Keywords- palm oil, biomass waste, energy, environmen

    Kajian Potensi Limbah Kotoran Manusia Sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Biogas Di Kota Pontianak

    Full text link
    Abstract– Utilization of human waste as a source of energy can produce methane gas through anaerobic digestion process, where the resulting methane gas is converted into electrical energy. In this research both electrical energy capacity and economics feasibility of Biogas Power Plant development from the utilization of human waste  in Pontianak City calculated.Based on the calculation and analysis of electrical energy capacity and economics feasibility, the potential of human waste in Pontianak City produces biogas of 3,091.94 m3/day, methane gas 2,164,36 m3/day, and electrical energy 24,157,88 kWh/day. The result of technical and economic analysis of energy conversion implementation using 250 kW microturbin produces electric power equal to 2,058,254,5 kW per year, pay back period 4 years 11 months, net present value 22,379.004.648 IDR, and internal rate of return of 18,681%, so the construction of Biogas Power Plant is feasible to be implemented. Keywords- anaerobic digestion, biogas, microturbin

    172

    full texts

    182

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    ELKHA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇