Populasi
Not a member yet
383 research outputs found
Sort by
Upaya Peningkatan Peserta KB Aktif dalam rangka Pencapaian Target Renstra BKKBN 2015-2019 di Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan peserta KB aktif untuk mencapai target Renstra BKKBN 2015-2019 di Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan metode mixed methods. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penyebab rendahnya peserta KB aktif adalah pemahaman bahwa banyak anak banyak rezeki, kekhawatiran merasa kesepian jika memiliki sedikit anak, masih berkeinginan mendapatkan anak dengan jenis kelamin yang berbeda, status pekerjaan suami, tidak memahami pentingnya KB, tidak ada alat/cara KB yang sesuai dengan keinginan, dan tidak ada kegiatan/program KB. Upaya peningkatan jumlah peserta KB aktif dapat dilakukan dengan cara memberikan bantuan dana, pelatihan, manajemen sosialisasi, dan pelatihan alat KB pada PUS, kerja sama dengan pemangku kepentingan, pendekatan tokoh masyarakat, bantuan alat dan pemasangan kontrasepsi secara gratis, pemberian apreasiasi kepada pengguna KB, melakukan monitoringdan evaluasi serta umpan balik, tinjauan kembali dari hasil monitoring dan evaluasi agar dapat diperbaiki pada program KB berikutnya demi tercapainya target Renstra BKKBN 2015-2019
Analisis Karakteristik Demografi Pekerja Wanita Sektor Informal pada Era Masyarakat Ekonomi Asean di Kota Palembang
Sektor informal merupakan kegiatan ekonomi alternatif bagi pekerja wanita di Kota Palembang. Selama ini potret sektor informal identik dengan rendahnya upah, pendidikan,kualitas, produktivitas, dan daya saing serta tidak ada keterampilan. Tulisan ini bertujuan untuk membahas karakteristik demografi pekerja wanita sektor informal di Kota Palembang pada era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi dan indepth interview. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan tahapan reduction, display dan conclution. Keabsahan data diuji dengan derajat credibility yang meliputi; perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan pekerja wanita sektor informal berada pada kelompok usia produktif dan pendidikan setaran SMA ke bawah. Mayoritas mereka memiliki keterampilan tetapi tidak digunakan sebagai modal usaha karena keterbatasan dana, kebanyakan dari mereka juga tidak pernah mengikuti pelatihan, bekerja sebagai pedagang dan tidak memiliki pengetahuan tentang MEA
Agama dan Perubahan Sosial
Judul : Bulan Sabit Terbit di atas Pohon Beringin - Studi tentang Muhammadiyah
di Kotagede sekitar 1910- 2010 (Edisi Revisi Ditambah Bagian Dua)Penulis : Mitsuo Nakamura
Penerjemah: ISEAS, 2012
Penerbit : Suara MuhammadiyahCetakan : Kedua, 2017
Tebal : 487 halaman
Membangun Relasi Digital antara Orang Tua Siswa dengan Sekolah dalam Penanganan Tawuran Pelajar di Yogyakarta
Tawuran antarpelajar yang menjurus pada tindakan kriminalitas (klithih) sedang marak di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kondisi ini tidak terlepas dari melemahnya peran keluarga dan sekolah dalam pola pengasuhan anak. Tindakan negatif dalam bentuk aksi klithih merupakan perwujudan dari pencarian jati diri yang tidak tepat karena tindakan tersebut semata-mata mengedepankan kontrol diri yang lemah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65,6 persen masyarakat Yogyakarta menyatakan kekerasan kelompok, terutama aksi klithih, meningkat dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Penyebab utamanya adalah lemahnya peran orang tua dalam pengasuhan (65,7 persen), salah pergaulan (52,5 persen), dan lemahnya peran sekolah (36,2 persen). Upaya yang harus dilakukan dalam penanganan masalah tawuran pelajar adalah adanya sinergi yang baik antara pihak sekolah dan orang tua, di antaranya dengan meningkatkan komunikasi yang baik antara keduanya dalam pembinaan dan pengawasan pelajar, terutama model komunikasi personal dengan sentuhan teknologi informasi. Student brawls that lead to criminal activities called klithih (a Javanese term for violence among teenage students) is currently rampant in Yogyakarta Special Region (DIY). This condition is related to the weakening role of families and schools in nurturing the students. The negative action, klithih, is a manifestation of improper identity searching because it demonstrates a lack of self-control. The research showed that 65.6% of the community of Yogyakarta were agreed that group violence especially klithih had increased in the last year, and the main cause was the weakening role of parents (65.7%), wrong association (52.5%) and schools (36.2 %). Therefore, efforts must be made to create a good synergy between the schools and parents in handling student brawls. One of the efforts is improving good communication between the two parties in coaching and supervising teenage students, especially through a model of personal communication involving information technology
Bagaimana Organisasi MSM dan Transgender Bertahan? Studi Tentang Organisasi MSM dan Transgender di Indonesia dan Timor Leste
Men who have sex with men (MSM) dan transgender (TG) merupakan sebagian dari berbagai kelompok yang berisiko terhadap infeksi HIV&AIDS. Secara global, terjadi eskalasi kasus HIV&AIDS di kalangan MSM dan TG, tetapi datanya terbatas. Community- Based Organization (CBO) merupakan pionir dalam pemberian layanan HIV&AIDS untuk kelompok MSM dan TG. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk melihat strategi organisasi yang bergerak dalam isu MSM dan transgender di Indonesia dan Timor Leste untuk bertahan. Metode: Studi dilakukan dengan menggabungkan studi kuantitatif dan kualitatif untuk menilai organisasi-organisasi MSM dan TG yang terkait dengan HIV&AIDS di Indonesia dan Timor Leste. Hasil: Berdasarkan data kualitatif dan kuantitatif, ditemukan adanya variasi strategi yang dikembangkan oleh organisasi untuk dapat bertahan yang disesuaikan dengan kapasitas organisasi yang menangani MSM dan TG. Penilaian kapasitas organisasi dilihat berdasarkan indikator governance (tata kelola), efektivitas organisasi, keberlanjutan, dan atribut. Kesimpulan: Kondisi sosial, ekonomi, dan politik di setiap negara mencerminkan tingkat efektivitas governance, dan sustainabilitas, serta praktik dan atribut dari setiap organisasi yang memengaruhi model strategi yang dikembangkan
Smart Fert: Aplikasi Praktis, Valid, dan Mudah Untuk Mengukur Indikator Fertilitas di Era Otonomi Daerah
Indikator fertilitas, seperti Crude Birth Rate (CBR), Total Fertility Rate (TFR), General Fertility Rate (GFR), dan Gross Reproductive Rate (GRR), untuk mengukur kinerja pengendalian penduduk setiap tahun di level kabupaten/kota sejak otonomi daerah sering tidak tersedia. Aplikasi sistem informasi fertilitas Smart Fert sebagai alat untuk mengukur indikator fertilitas yang praktis, valid, dan mudah diaplikasikan sangat layak untuk dikembangkan. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan aplikasi Smart Fert serta menguji hasil perhitungan indikator fertilitas dari aplikasi Smart Fert dibandingkan dengan perhitungan dari hasil Sensus Penduduk 2010. Penelitian ini merancang aplikasi Smart Fert berbasis bahasa visual basic. Untuk mengukur ketepatan dan kevalidan hasil perhitungan fertilitas dari aplikasi Smart Fert, maka hasilnya dibandingkan dengan standar yang baik, yaitu hasil Sensus Penduduk 2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil perhitungan fertilitas dengan aplikasi Smart Fert tidak menunjukkan perbedaan signifikan dengan hasil metode langsung Sensus Penduduk 2010. Dengan demikian, aplikasi Smart Fert dapat dipakai sebagai alat penghitung indikator fertilitas yang praktis, valid, dan mudah diimplementasikan untuk mengukur kinerja pengendalian penduduk di tingkat kabupaten/kota
Perilaku Strategi Coping Pelaku Tambak Udang dalam Merespons Kebijakan Penataan Pemanfaatan Tanah Kesultanan
Kebijakan penataan pemanfaatan tanah kesultanan untuk tambak udang di Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta telah menimbulkan bentuk strategi coping sebagai respons masyarakat yang berbeda-beda. Penelitian ini merupakan penelitian eksplorasi mengenai strategi coping petambak udang yang berbeda-beda dalam merespons kebijakan penataan tanah kasultanan. Hasil penelitian ini diketahui bahwa 1) terdapat bentuk strategi coping yang dilakukan para petambak udang dalam merespons kebijakan penataan pemanfaatan tanah kesultanan untuk tambak udang serta 2) adanya pengaruh emosi, kognisi, dan emosi dengan strategi coping para pelaku tambak udang. Strategi coping para petambak udang dalam merespons kebijakan tambak udang adalah mengkritisi keputusan pemerintah (0,914), adanya sikap menerima (0,894), penerimaan dengan terpaksa (0,849), dan evaluasi diri (0,561). Strategi coping tersebut dipengaruhi oleh persepsi negatif (0,864), perbedaan pendapat (0,851), kebingungan (0,822), ekspektasi (0,816), dan percaya diri (0,657). The policy of arranging the utilization of cultivated land for shrimp ponds in Bantul District of Yogyakarta Special Region has resulted in the form of coping strategies as different community responses. This research is an exploratory research on shrimp farmers coping strategies that vary in response to the policy of the landscape of the Sultanate. The results of this study are as follows. 1) There are forms of coping strategy conducted by shrimp farmers in responding to the policy of arranging the utilization of the land of sultanate for shrimp ponds; 2) There are influences of emotion, cognition and emotion with the coping strategy of shrimp farmers. The coping strategy of shrimp farmers in responding to shrimp farming policy is to criticize the government’s decision (0.914), to accept the decision (0.894), to accept by forced (0.849), and to have self-evaluation (0.561). The coping strategy is influenced by negative perceptions (0.864), disagreements (0.851), confusion (0.822), expectations (0.816), and confidence (0.657)