Teknik Mesin "TEKNOLOGI"
Not a member yet
106 research outputs found
Sort by
Analisis Keandalan pada Finish Mill PT. Semen Bosowa Maros sebagai Dasar Penentuan Interval Waktu Perawatan
Perawatan pabrik merupakan hal yang sangat mahal dan merupakan suatu godaan yang kuat untuk menundanya sampai esok hari dan menghemat dana untuk hari ini. Tindakan perawatan terhadap suatu plant yang dilakukan hanya berdasarkan kondisi kerusakan mesin dan fasilitas di pabrik yang ditentukan oleh badan pembuat kebijakan dilingkungan pabrik. Jika tindakan ini dikombinasikan dengan manajemen perawatan yang terabaikan, maka hal ini akan memperpendek masa berguna (useful life) dari plant dan mugkin juga akan menambah biaya lainnya seperti biaya kerusakan (downtime cost) dan berbagai kerugian yang timbul akibat dampak yang mungkin ditimbulkan oleh kerusakan sistem. Perawatan fasilitas-fasilitas dalam sistem produksi merupakan hal penting yang harus dilakukan untuk menjamin kelancaran produksi. Selama ini PT. Semen Bosowa Maros melakukan perawatan berkala berdasarkan petunjuk dan manual-manual book setiap fasilitas yang digunakan dimana hanya menunjukkan hal-hal umum tanpa mempertimbangkan kondisi operasi aktual dilapangan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perencanaan strategi perawatan mesin pada unit Finish Mill berdasarkan analisis keandalan dengan mempertimbangkan target keandalan sistem. Data downtime dari masing-masing subsistem/komponen dikonversi menjadi data waktu antar kegagalan. Selanjutnya dilakukan pengujian distribusi data untuk mendapatkan distribusi yang paling sesuai. Berdasarkan parameter distribusi data yang diperoleh, maka fungsi keandalan masing-masing subsistem/komponen dapat ditentukan sehingga nilai keandalan masing-masing subsistem/komponen dan sistem secara keseluruhan untuk suatu periode waktu tertentu dapat dihitung. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa kegagalan atau breakdown Unit Finish Mill selama bulan maret 2006 – maret 2008 penyebab utama adalah subsistem/komponen 561.BM1, 531.WF1, 531.BC6, 531.BC2, 531.BC1, 561.SR1 dan 531.BC3 sehingga alokasi keandalan difokuskan pada subsistem/komponen tersebut.Kata kunci : Perawatan, Keandalan, Downtime, Breakdow
Analisis Perbedaan Kekerasan Baja Steel (St) 60 yang Didinginkan dengan Menggunakan Air dan Oli Setelah Proses Perlakuan Panas
Perlakuan panas yang umum digunakan pada baja adalah pengerasan (hardening) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar perbedaan nilai kekerasan baja St 60 yang didinginkan dengan air dan oli setelah proses perlakuan panas. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah purpossive sampling sebanyak 10 potong. Sampel terlebih dahulu di panaskan dalam oven pemanas sekitar 8000C. Kemudian didinginkan dengan menggunakan air dan oli. Untuk mengetahui nilai kekerasan tersebut, sampel di uji dengan alat uji vickers. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai kekerasan baja St 60 yang didinginkan dengan media pendingin air dan oli sebesar 2,790Kata kunci : Nilai Kekerasan Baja St 6
Analisis Performa Pompa Hidraulik Ram Hidram
Pompa hidraulik ram automatik ini tidak membutuhkan energi tambahan dari luar atau bahan bakar, tidak perlu di awasioleh operator. Pada setiap saat tidak memerlukan pelumasan serta pompa dapat bekerja selama 24 jam perhari Dari hsil pengamatan pada ketinggian sumber air jatuh = 1,6 m, kemudian dari hasil pengamatan diperoleh :Q1 = 6,812 x 10-4 m3/sQ2 = 1,428 x 10-4 m3/sDan kecepatan aliran airv = 40,65 x 10-2 m/s danRe = 22855, 78Kata kunci : unjuk kerja pompa hidrauli
Pembuatan Produk Benda Ukur Untuk Pengenalan Pola (Pattern Recognition) Dalam Pengendalian Proses Secara Statistik Sebagai Alat Bantu Pengajaran Mata kuliah Sistem Mutu
Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk membuat produk benda ukur dalam jumlah yang cukup banyak (produksi massal) dan membuat software interaktif yang bisa mengolah hasil pengukuran karakteristik kualitas benda ukur menjadi pola tertentu dalam bagan kendali serta melibatkan mahasiswa dalam pengukuran karakteristik kualitas produk yang telah dibuat. Pembuatan produk benda ukur berupa ring-O baja dilakukan dengan alat press tool. Produk yang dihasilkan berdiameter 16 mm dengan diameter dalam 12 mm dan tebal 2 mm, sedangkan pengukuran kualitasnya dilakukan dengan alat ukur mistar ingsut dengan ketelitian 0,02 mm dan mikrometer luar dengan ketelitian 0,01 mm. Untuk digunakan sebagai alat bantu pengajaran, produk benda ukur tersebut dilengkapi dengan CD multimedia berbasis Web yang berisi bahan bacaan, presentasi, animasi, dan software untuk membuat bagan kendali. Dari penelitian yang dilakukan dihasilkan produk benda ukur berupa ring-O sebanyak 150 buah yang dibagi dalam 10 subgroup. Untuk pengolahan data dan analisa disediakan CD yang berisi teori, presentasi dan software bagan kendali berbasis excel. Kata Kunci: Pattern Recognition, Statistical Process Contrrol, SP
Perencanaan Sistem Pendingin Gedung Perpustakaan Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar
Untuk mendapatkan kondisi ruangan yang memenuhi thermal comfort atau juga kondisi yang harus memenuhi persyaratan tertentu sesuai dengan yang kita inginkan, tanpa adanya ketergantungan dengan lingkungan luar, maka digunakan Pengkondisian udara (Air Conditioning). Pengkondisian udara memiliki pengertian bahwa udara dalam ruang dikondisikan berdasarkan beban kalor yang terjadi pada ruangan tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui besarnya beban pendingin guna menentukan daya AC yang akan dipasang pada ruang Perpustakaan Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar. Berdasarkan hasil perhitungan beban pendingin diperoleh nilai rata-rata total beban pendingin tiap hari pada perpustakaan sebesar 2716,3 W atau 2,7163 kW. Jadi sebenarnya perlu dipasang 2 buah AC masing-masing 1 buah untuk AC 1 PK dan 1 buah untuk AC ½ PK untuk setiap AC
Potensi Panas Bumi Sebagai Sumber Energi Alternatif Dalam Penyediaan Tenaga Listrik Nasional
Dalam upaya mempercepat pemanfaatan energi panas bumi di Indonesia, Pemerintah melaksanakan inventarisasi, survei, dan eksplorasi panas bumi di seluruh wilayah Republik Indonesia. Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mendapatkan informasi mengenai keberadaan prospek panas bumi di Indonesia. Kelengkapan informasi yang didapatkan, direpresentasikan dalam bentuk kelas potensi. Dari hasil kegiatan yang telah dilakukan, diketahui bahwa potensi panas bumi Indonesia sampai dengan akhir tahun 2008 adalah 27.791 MW. Potensi tersebut berasal dari 253 lokasi daerah panas bumi yang telah teridentifikasi yang mana 61,3% daerah masih pada tahap penyelidikan pendahuluan, 33,20% pada tahap penyelidikan rinci, 3,13% pada tahap pemboran eksplorasi dan siap dikembangkan serta 2,73% daerah yang telah berproduksi. Data tiga tahun terakhir menunjukkan bahwa peningkatan status potensi dari kelas sumber daya menjadi cadangan terduga rata-rata sebesar 170 MW per tahun. Upaya lain yang dilakukan Pemerintah adalah menetapkan 12 WKP baru dengan total potensi mencapai 1056 MW. Dengan tambahan WKP baru tersebut, saat ini keseluruhan ada 30 WKP panas bumi dengan total potensi mencapai 8500 MW. Namun dengan target pemanfaatan energi panas bumi mencapai 9500 MW pada tahun 2025, Pemerintah harus berupaya lebih keras untuk menyiapkan daerah panas bumi lainnya menjadi WKP baru dan mendorong agar WKP yang telah ditetapkan segera dikembangkan. Kata Kunci : Potensi, Panas Bumi, Energi Listri
Analisis Kinerja Mesin Diesel Yanmar L-40-E-DT Terhadap Kandungan Karbon Monoksida (CO) pada Emisi Gas Buang
Pembakaran bahan bakar akan menghasilkan gas buang (emisi). Atmosfer yang bisa disebut udara yang terdiri dari gas utama, yaitu Oksigen (O2) sebanyak kurang lebih 21% volume dan Nitrogen (N2) sebanyak kira-kira 78% dari bagian atmosfer. Sisa 1% lainnya dari berbagai gas, yaitu Argon (Ar) sebanyak 0,94%, sisanya 0,06% terdiri dari CO2, CO, HC, NOx, SOx, dan lain-lain. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kinerja mesin mesin diesel Yanmar L-40-E-DT terhadap kandungan karbon monoksida (CO) pada emisi gas buang. Pada pengujian ini dilakukan variasi pembebanan yaitu 750,1000 dan 1250 gram pada putaran mesin konstan 3000 rpm. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diketahui bahwa Semakin besar pembebanan pemakaian bahan bakar kadar carbon monoksid naik dari 0 sampai 0,1 %. Perubahan Efisiensi thermal sangat mempengaruhi penurunan dan kenaikan unsur- unsur kimia yang terkandung didalam gas buang, Efisiensi Thermal 16,66 – 24,33%, menghasilkan carbon monoksid sebesar 0,1 %. Carbonmonksid yang dihasilkan oleh gas buang Mesin Diesel Yanmar L 40 sebesar 0,1% lebih kecil dari 0,3% masih dalam kondisi yang diizinkan, layak untuk dioperasikan. Kata kunci: Kinerja mesin, Emisi gas buang C
Perancangan dan Pembuatan Alat Mesin Mixer Beton Untuk Rumah Tangga
Tujuan perancangan dan pembuatan alat mesin mixer beton ini adalah untuk menghasilkan alat mesin mixer beton untuk rumah tangga yang ekonomis dan berdaya guna serta dapat menghasilkan campuran beton yang berkualitas bagus. Setelah melalui tahapan perancangan kemudian dilanjutkan dengan pembuatan alat dengan ukuran yang sebenarnya maka dihasilkan peralatan mesin mixer beton yang dapat beroperasi dengan baik dan ekonomis serta dapat dioperasikan dengan cukup 1 pekerja. Adapun hasil pengujian dari alat ini adalah dengan 2 cara yakni sebagai berikut. Cara pertama pasir, semen, dan kerikil terlebih dahulu dimasukkan pada silinder pencampur dengan batasan tidak melampaui setengah dari level silinder pencampur, kemudian mesin pemutar dinyalakan sembari menuangkan air hingga terjadi pencampuran yang merata antar setiap komponen. Waktu yang dibutuhkan dari awal penyalaan mesin pemutar hingga didapatkan adonan beton yang merata adalah 7 menit. Cara kedua, dengan volume yang sama untuk semua komponen diatas dilakukan urutan yang berbeda yakni dengan memasukkan terlebih dahulu air kemudian pasir dan dalam kondisi tersebut mesin pemutar dinyalakan sambil menuangkan semen dan kerikil secara bertahap hingga didapatkan hasil adonan beton yang merata. Waktu yang dibutuhkan adalah 5 menit yang berarti 2 menit lebih cepat dari cara pertama. Dari analisis hasil dari adonan beton tersebut didapatkan kualitas pencampuran yang bagus sesuai standar yang telah ditentukan
Simulasi Sistem Jaringan Pipa Distribusi Air Bersih Kota Watansoppeng Kabupaten Soppeng
Bertambahnya luas wilayah pelayanan mengakibatkan sejumlah wilayah tidak dapat dicapai oleh pelayanan air bersih. Penelitian bertujuan untuk menganalisa faktor-faktor penyebabnya, yaitu kebutuhan air bersih, potensi sumber air baku, kondisi eksisting distribusi jaringan, dan optimisasi distribusi jaringan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode studi kasus dan disimulasi dengan menggunakan program WaterNet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi sumber air baku yang tersedia sebesar 220 l/d, masih dapat mencukupi kebutuhan air penduduk hingga tahun 2017 yaitu sebesar 80,11 l/d. Hasil simulasi jaringan pada kondisi eksisting menunjukkan tekanan relatip pada beberapa jaringan pipa di bawah nol, . Simulasi kondisi optimisasi jaringan yaitu dengan melakukan perubahan diameter pipa transmisi dari 0,3 m menjadi 0,4 m, memanfaatkan tangki eksisting, dan kapasitas pompa ditambah dari head 80 m debit 30 l/d menjadi head 100 m dan debit 50 l/d, dengan demikian pengaliran air secara kontinu dapat dilakukan dibandingkan dengan kondisi eksisting sebelumnya.Kata kunci: distribusi air, tekanan relatip, dan optimisasi
Analisis Perolehan Beban Kalor dari Dinding Terhadap Besarnya Beban Kalor pada Air Conditioner
Beberapa faktor yang berhubungan dengan kenyamanan suatu lokasi yaitu bentuk dan ukuran ruangan, warna dominan ruangan, penempatan obyek-obyek dalam ruangan, penghuni ruangan, pemilihan unit mesin pengkondisian udara dan yang tak kalah pentingnya adalah sirkulasi udara dalam ruangan tersebut. Kenyamanan suatu lokasi sangat penting untuk ditinjau karena dengan kondisi lingkungan yang sejuk dan nyaman mampu memberikan inspirasi-inspirasi baru bagi orang yang berada pada tempat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung beban pendingin sistem pengkondisian udara yang dipengaruhi oleh faktor perolehan beban kalor dari dinding pada ruangan perkuliahan EJ 106 Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar. Berdasarkan hasil perhitungan maka dapat disimpulakan bahwa besarnya beban kalor/pendingin ruangan EJ 106 dari perolehan kalor dinding adalah pada pukul 11.00 adalah 51,24 Watt, pada pukul 12.00 adalah 58,46 Watt, pada pukul 13.00 adalah 75,66 Watt dan pada pukul 14.00 besar perolehan kalor dinding adalah 99,71 Watt.Kata kunci: Beban kalor, dinding, A