Teknik Mesin "TEKNOLOGI"
Not a member yet
106 research outputs found
Sort by
Perancangan Alat Penepat Asah Pahat
Dalam pembuatan benda kerja dengan menggunakan mesin bubut, pahat sangat berperan aktif karena pahat merupakan alat yang akan menyayat benda yang akan dibuat nantinya dan juga tingkat kehalusan dari benda yang akan dibuat itu tergantung dari ketajaman pahat dan sudut kemiringan dari pahat tersebut.Hasil pengasahan pahat yang baik sangat berpengaruh terhadap hasil benda kerja terutama kekasaran dan tebal penyayatan. Untuk itu, dengan merancang alat penepat asah pahat diharapkan dapat menjadi solusi dalam proses pengasahan pahat bagi pengguna mesin perkakas sehingga kelemahan-kelemahan dalam proses pengasahan pahat secara manual dapat ditanggulangi sehingga bentuk mata pahat yang diinginkan dapat tercapai. Dari tabel diatas terlihat bahwa pencapaian sudut pahat ideal dengan menggunakan alat penepat pengasah pahat lebih baik dibandingkan dengan pengasahan manual. Maka dapat disimpulkan dengan menggunakan alat penepat asah pahat ini maka ketepatan sudut dari pahat dapat diperoleh sesuai dengan sudut potong yang diinginkan. Dan alat penepat asah pahat dapat mengefisienkan pengasahan pahat baik dari segi waktu maupun material pahat
Modifikasi Frekuensi Pribadi Poros Akibat Lenturan dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga
Salah satu sifat dinamika struktur yang penting adalah nilai frekuensi pribadi sturktur. Walaupun nilai frekuensi pribadi tidak dapat digunakan sebagai data awal untuk perancangan struktur tetapi nilai frekuensi pribadi struktur akan menjadi akibat dari struktur yang dihasilkan misalnya dapat terjadi resonansi akibat frekuensi pribadi struktur sama dengan frekuensi kerja struktur sehingga terjadi suatu getaran yang sangat hebat dna dapat merusak struktur. Getaran selalu dikaitkan dengan osilasi mekanis sehingga getaran terkadang disebut sebagai getaran mekanis. Supaya getaran mekanis terjadi dibutuhkan minimal dua elemen pengumpul energi. Yang pertama adalah massa yang menyimpan energi kinetik dan yang kedua adalah elastik seperti pegas yang menyimpan energi potensial. Poros adalah sebuah struktur yang dapat dimasukkan kedalam sistem getaran dimana bila poros berputar, gaya sentrifugal yang terjadi akan mengakibatkan penyimpangan dengan keadaan seperti itu poros akan bergetar, untuk menghindari kemungkinan resonansi dapat dilakukan dengan pengubahan beberapa dimensi poros (diameter atau panjangnya) sepanjang tidak menghilangkan efek kekuatan dan ketahanannya. Penelitian ini memuat cara untuk memodifikasi frekuensi pribadi poros dengan optimasi pemodelan elemen hingga
Pengaruh Kapasitas Udara Untuk Campuran Solar Terhadap Prestasi Mesin Diesel
Penelitian ini mempelajari pengaruh kapasitas udara dalam ruang pembakaran (silinder ) sebagai campuran bahan bakar solar terhadap prestasi mesin Diesel. Untuk mengetahui kapasitas udara yang masuk kedalam ruang pembakaran digunakan alat ukur Orifice berdiameter 7,5 , 10 , 12,5 15 dan 20 mm. pada putaran mesin 3000 rpm konstan Udara luar masuk ruang pembakaran melalui lubang Orifice yang dipasang pada dinding kotak segi empat yang kedap dengan tekanan dan temperatur udara luar, kemudian udara ini diteruskan kedalam ruang bakar melalui katup isap.oleh isapan gerakan piston dengan kecepatan konstan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa, effisiensi termal yang optimal diperoleh pada orifice berdiameter 10 mm dengan putaran 3000 rpm. Kata kunci: Kapasitas udara, Prestasi mesi
Mesin Pencacah Rumput Pakan Ternak Untuk Industri Kecil
Banyak peternak sapi masih menggunakan proses pencacah rumput secara konvensional. Rumput harus disediakan peternak sebagai pakan utama ternak setiap harinya. Sehingga apabila rumput dalam jumlah yang cukup banyak maka dibutuhkan waktu dan tenaga yang lebih banyak. Rumput gajah merupakan rumput yang tumbuh tegak membentuk rumpun dengan tinggi kurang lebih 1 m yang digunakan untuk pakan ternak dan dapat ditanam di areal tanaman pangan. Faktor penting yang harus diperhatikan meningkatkan produktivitas penyediaan pakan hijauan baik secara kualitas dan kuantitas. Peternak mencampur rumput dengan pakan tambahan seperti bekatul, ramuan, sentrat, ketela, ampas tahu dan lainya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pakan ternak. Tujuan dilaksanakannya penelitian dengan menciptakan tepat guna untuk membantu peran manusia dalam proses pencacah rumput dengan menggunakan mesin pencacah. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pembuatan mesin pencacah rumput gajah adalah,:Untuk mempermudah para peternak dalam pemotongan rumput dengan kuantitas yang lebih besar, untuk memberikan suatu perbandingan potong dalam waktu yang berbeda dalam permenitnya, Untuk mengetahui langkah proses pembuatan mesin pencacah rumput gajah pakan ternak, untuk .mengetahui kinerja produk mesin pencacah rumput untuk pakan ternak
Pengaruh Perbedaan Teknik Ayunan Pengelasan dengan Metode SMAW terhadap Kekuatan Tarik pada Baja ST 37 STRIP 5 mm
Penelitian ini merupakan Penelitian Eksperimen yang bersifat Komparasi. Penelitian ini dilakukan di Balai Latihan Kerja Makassar yang bertujuan untuk melihat pengaruh perbedaan teknik ayunan pengelasan alur zig-zag dan alur spiral terhadap kekuatan tarik baja ST37 strip 5 mm. Spesimen penelitian masing-masing berukuran 90 mm x 40 mm, berjumlah 6 buah di las menggunakan jenis las SMAW merek Lorch pada arus 60 Ampere dengan elektroda tipe e6013 berdiameter 2,6 mm. Perlakuannya di bagi dua kelompok, kelompok pertama sebanyak 3 buah dilas dengan teknik ayunan pengelasan zig-zag dan kelompok kedua sebanyak 3 buah dilas dengan teknik ayunan pengelasan spiral. Bahan di uji tarik menggunakan Universal Testing Machine untuk mengetahui nilai tegangan tarik ayunan pengelasan masing–masing benda uji dengan cara memberikan beban atau gaya secara perlahan-lahan sampai benda uji putus. Hasil uji tarik baja ST37 diperoleh hasil nilai kekuatan tarik untuk ayunan zig-zag secara berturut 466 N/mm2 , 480 N/mm2 , 469 N/mm2 sedangkan untuk ayunan spiral 492 N/mm2 , 479 N/mm2 , 470 N/mm2 . Hasil ini setelah di uji normalitas chi-kuadrat pada taraf signifikan 5% didapatkan X1hitung < X1tabel (4,14 < 5,99) pada ayunan zigzag sementara untuk ayunan spiral didapatkan X2hitung < X2tabel (4,71 < 5,99) yang berarti berdistribusi normal. Juga pada uji homogenitas pada taraf signifikan 5% didapatkan Fhitung lebih kecil dari F tabel (2,36 < 9,29) yang berarti varians homogen. Karena hasilnya berdistribusi normal dan variansnya homogen maka hasilnya Ayunan zig-zag dapat dirata-ratakan nilainya sebesar 471 N/mm2 sedangkan nilai rata–rata ayunan spiral sebesar 480 N/mm2. Dari nilai rata–rata tersebut bisa dilihat bahwa hasil pengelasan teknik ayunan spiral lebih baik dari teknik ayunan zig–zag
Distribusi Tegangan Pada Ujung Retak Dengan Metode Elemen Hingga
Metode elemen hingga adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan teknik yang rumit, salah satu permasalahan yang tidak dapat diselesaikan dengan metode konvensional adalah tegangan pada ujung retak. Perhitungan dilakukan dengan cara analitik dan numerik dengan posisi tinjauan sepanjang penampang bidang retak pada q = 0, dan untuk q =p . Dari hasil perhitungan diperoleh bahwa tegangan pada ujung retak menunjukkan bahwa semakin dekan dari ujung retak tegangan semakin besar dan akan mengecil pada posisi yang jauh dari ujung retak. Faktor intensitas tegangan dari spesimen diperoleh dengan cara ekstrapolasi dan menunjukkan hasil antara faktor intensitas tegangan dengan menggunakan simpangan lebih baik dari pada hasil faktor intensitas tegangan dengan menggunakan persamaan tegangan, hal ini disebabkan karena simpangan berubah secara teratur pada setiap titik nodalnya, sedangkan tegangan mempunyai posisi dari bentuk elemen, dimana untuk elemen segitiga berada pada titik 2/3 atau 1/3 dari sisinya, sehingga jarak tegangan dari ujung retak peningkatannya tidak seragam. Kata kunci : Elemen linier, Fortran, Tegangan, Simpangan, Retak, Faktor Intensitas Teganga
Pengaruh Temperatur terhadap Kekuatan Impak Sambungan Las Listrik pada Material Besi Plat ST 42
Setiap material memiliki jenis ketangguhan yang berbeda, seperti pada jenis material besi plat ST 42. Dalam penggunaannya, material bisa mengalami kerusakan. Salah satu faktor yang dapat mengakibatkan kerusakan yaitu temperatur. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh temperatur terhadap material, dilakukan salah satu pengujian material yaitu pengujian impak dengan metode charpy. Pengujian impak ini dilakukan pada material yang telah di las menggunakan las listrik. Terdapat 8 spesimen uji yang digunakan, 4 spesimen yang diberi perlakuan temperatur tinggi dengan menggunakan brander dan 4 spesimen yang diberi perlakuan temperatur rendah dengan menggunakan nitrogen cair. Hasilnya, pada temperatur tinggi rata-rata nilai kekuatan impak sebesar 0,3902 J⁄mm2 dan pada temperatur rendah rata-rata sebesar 0,0106 J⁄mm2. Jenis kerusakan dan permukaan patahan yang ditimbulkan juga berbeda. Pada spesimen uji yang diberikan perlakuan temperatur tinggi terjadi perpatahan ulet dengan jenis permukaan patahan berserat, terlihat memiliki benang-benang serabut, dan buram. Sedangkan pada spesimen uji yang diberikan perlakuan temperatur rendah terjadi perpatahan getas dengan permukaan patahan jenis granular / kristalin yang datar dan mengkilap.Kata Kunci : Uji Impak, Metode Charpy, Besi Plat ST42, Temperatur
Pengaruh Penggunaan Bahan Bakar Biodisel (B30) Dan Dexlite terhadap Kinerja Mesin Diesel
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan bahan bakar dexlite dan biodisel terhadap prestasi mesin diesel. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental( percobaan ) pada mesin disel, melakukan pengujian dengan menggunakan bahan bakar dexlite dan biodiesel dengan beban konstan, putaran bervariasi kemudian dilanjutkan dengan putaran konstan dan beban bervariasi untuk mnentukan prestasi mesin disel. Hasil yang diperoleh dalam peneliatan ini adalah : Untuk putaran konstan; perbandingan daya poros (kW) yang dihasilkan adala sebesar 0,1196 (0,893), 0,2287 (0,1925), 0,3437 (0,2873) dan 0,3740 (0,3341) . Untuk pemakaian bahan bakar (FC) dalam kg/jam yang dihasilkan berturut – turut sebesar 0,3085 (0,3263), 0,3152 (0,3753), 0,3294 (0,4163) dan 0,3471 (0,4250) . Sementara efisiensi thermal dalam % yang diperoleh berturut – turut sebesar 2,9666 (2,3843), 7,0087 (4,4650), 7,9840 (6,0092) dan 8,2437 (6,847). Untuk beban konstan: perbandingan daya poros (kW) berturut – turut sebesar 0,3767 (0,3341), 0,9213 (0,8741), (1,1250) 1,1760 dan 1.4525 (1,4105); Untuk pemakaian bahan bakar(FC) dalam kg/jam berturut – turut diperoleh sebesar 0,3471 (0,4163) ,0,4628 (0,6811). 0,6480 (0,9956) dan 1,0055 (1,4485); untuk efisiensi thermalnya dalam % berturut –turut diperoleh hasil sebesar ; 8,3043 (6,9867),15,2317 (11,1721), 13,8847 (9,8365) dan 11,0519 (8,2489), masing – masing untuk penggunaan bahan bakar Dexlite dan B30. ), masing – masing untuk penggunaan bahan bakar Dexlite dan B30.Kata Kunci : Prestasi mesin, dexlite dan biodiesel (B30)
Analisis Beban Pendinginan pada Gerbong Kereta Api Eksekutif (Studi Kasus K.A. Argo Parahyangan)
Kereta api merupakan salah satu alat transportasi dengan kapasitas besar dan biaya transportasi yang murah. Sistem pendingin di kereta api memiliki beban pendinginan berlebih yang diterima penumpang sehingga menyebabkan ketidaknyamanan bagi penumpang. Menganalisis dan merekomendasikan sistem pendingin yang lebih baik sesuai standar yang ada mutlak diperlukan dengan menghitung beban pendinginan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kapasitas mesin penyegar ruangan yang sesuai dengan kebutuhan kereta api. Metode yang digunakan adalah metode analitik, dimana pengumpulan data digunakan sebagai pedoman penelitian dalam memecahkan masalah. Mengumpulkan data suhu di suatu area yang akan dihitung. Hasil yang diperoleh adalah beban pendinginan gerbong kereta penumpang eksekutif dengan desain kapasitas beban pendinginan sebesar 14899,86 Watt menjadi 21,578,74 Watt dan kapasitas pendinginan 34890 Watt. Kapasitas pendinginan saat menjalankan kereta adalah 8237,05 Watt dan total beban pendinginan aktual 2445,8 Watt, sehingga total kapasitas pendinginan relatif kecil. Kondisi aktual dan desain ruang penumpang berada dalam zona nyaman pada grafik psikometri.Kata Kunci : Kereta api eksekutif, kapasitas pendinginan, beban pendinginan, daerah nyaman
Analisis Pengaruh Media Pendingin terhadap Struktur Mikro Sambungan Pengelasan Baja AISI 1045 pada Proses Las MIG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan struktur mikro material baja AISI 1045 yang telah mengalami proses pengelasan yaitu las MIG kemudian dilakukan proses quenching menggunakan media pendingin air garam, radiator coolant, air mineral. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan di Balai Latihan Kerja (BLK) Makassar dan di laboratorium Metalurgi Fisik Fakultas TeknikUniversitas Hasanuddin. Sampel dari penelitian ini sebanyak 12 spesimen, 9 spesimen dilakukan proses quenching dengan 3 variasi media pendingin dan 3 spesimenl tanpa media pendingin. Data dari hasil penelitian dengan rata-rata butir struktur mikro baja AISI 1045 yaitu 11,16 untuk media pendingin air garam, 11,14 untuk media pendingin radiator coolant, 10,74 untuk media pendingin air mineral, dan tanpa media pendingin 10,53. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa dari hasil proses quenching terdapat perubahan butir struktur mikro antara sampel yang menggunakan media pendingin dengan sampel tanpa media pendingin.Kata Kunci : Uji Impak, Metode Charpy, Besi Plat ST42, Temperatu