31665 research outputs found
Sort by
Analisis dan Desain Sistem Adaptif Pengendalian Persediaan Bahan Baku Industri Minuman Jeli di PT XYZ Kabupaten Bogor
Pengendalian persediaan bahan baku adaptif mampu beradaptasi terhadap
permasalahan ketidakpastian sehingga kinerja dan stabilitas sistem yang
diterapkan oleh industri dapat dipertahankan. Sistem pengendalian persediaan
dapat mempengaruhi perputaran keuangan pada industri. Berdasarkan beberapa
penelitian di industri makanan dan minuman, persentase biaya persediaan yang
dikeluarkan adalah 30% dari total keseluruhan aset. Hal ini dipengaruhi oleh biaya
yang dikeluarkan selama pengendalian persediaan, yaitu biaya penyimpanan dan
pemesanan. PT XYZ merupakan salah satu industri minuman jeli kemasan cup di
Kabupaten Bogor. Produk minuman jeli memiliki perputaran omset yang cepat
sehingga dibutuhkan peramalan permintaan yang tepat. Ramalan permintaan yang
fluktuatif menyulitkan PT XYZ untuk menyesuaikan jadwal aktual produksi dan
bermasalah dengan ketersediaan bahan baku. Jumlah ketersediaan bahan baku
ditentukan berdasarkan kebutuhan produksi dari ramalan permintaan, sehingga
keakuratan permintaan menjadi sangat penting. Selain itu ketidakseimbangan
antara biaya penyimpanan dan biaya persediaan juga terjadi. Pengendalian
persediaan bahan baku PT XYZ tidak berjalan baik, dimana permintaan produksi
rendah tetapi biaya persediaan yang dikeluarkan tinggi. Pengembangan sistem
pengendalian persediaan bahan baku dibutuhkan agar produksi dapat berjalan
dengan lancar dan biaya persediaan dapat dikendalikan. Pengembangan sistem
adalah salah alternatif pendukung keputusan untuk memprediksi biaya persediaan.
Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis, mendesain dan mengevaluasi
sistem adaptif pengendalian persediaan bahan baku minuman jeli di PT XYZ.
Entitas sistem dibuat untuk mengidentifikasi persyaratan terbentuknya sistem
sedangkan pendekatan Business Process Modeling and Notation (BPMN 2.0)
untuk menganalisis kebutuhan pengendalian persediaan yang diterapkan. Sistem
adaptif didesain menggunakan metode Adaptive Neuro Fuzzy Inference Systems
(ANFIS). Model yang dihasilkan dievaluasi menggunakan perhitungan Root
Mean Square Error (RSME).
Hasil penelitian ini menunjukan model ANFIS yang dikembangkan mampu
memprediksi kumpulan data aktual dari sistem pengendalian persediaan bahan
baku minuman jeli berbasis penalaran. Tahapan identifikasi persyaratan dan
analisis kebutuhan disajikan dalam bentuk diagram input-output dan BPMN 2.0
menggunakan empat parameter masukan dan satu target keluaran dengan
melibatkan enam pemangku kepentingan dalam rangkaian sistemnya. Pemodelan
ANFIS membentuk 81 aturan yang terdiri dari tiga fungsi keanggotaan dengan
tipe Gaussian pada masukan dan tipe linear pada keluaran serta menggunakan
algoritma pembelajaran hibrid. Tingkat kesalahan yang diperoleh pada proses
pembelajarannya adalah 0,1066 yang berhenti pada epoch 43. Ini berarti nilai
kesalahan minimum telah tercapai pada proses pembelajarannya tersebut. Kinerja
model ANFIS diketahui melalui proses pengujian dengan membandingkan nilai
target keluaran dengan nilai keluaran model. Perolehan nilai galat dari
perbandingan tersebut adalah < 0,2. Ini dapat diartikan bahwa nilai galat tersebut
dapat mewakili model ANFIS dalam mengenali nilai target keluaran pada
kumpulan data aktualnya. Setelah itu dilakukan evaluasi untuk melihat seberapa
baik model dalam memprediksi hasil keluaran pada sistem pengendalian
persediaan bahan baku minuman jeli. Nilai RMSE yang diperoleh adalah 0,3334
dengan lama komputasi 5,20 menit. Nilai yang diperoleh merupakan nilai
toleransi kesalahan minumum dan pola kumpulan data terbaik dengan proses
komputasi yang cepat pada proses pembelajaran dan proses pengujian. Model
yang dihasilkan mampu memprediksi biaya persediaan dengan akurat. Hasil
prediksi model ANFIS terhadap biaya persediaan yang dikeluarkan oleh PT XYZ
pada tahun 2016 dapat menghemat 2,7% atau setara dengan Rp 1.196.241.110
dari total tahunan biaya persediaan (aktual). Hasil penelitian ini dapat dijadikan
alternatif strategi pengembangan sistem pengendalian persediaan bahan baku yang
dipengaruhi oleh permasalahan ketidakpastian di PT XYZ
Model Permintaan Kegiatan Wisata Pantai Bentar Untuk Pengelolaan Wisata Hiu Paus di Pesisir Probolinggo, Jawa Timur.
Wisata pantai bentar merupakan wisata bahari di Kabupaten Probolinggo
dengan tingkat kunjungan wisatawan yang tinggi. Wisata ini memiliki keunikan
dimana setiap tahunnya terdapat kemunculan hiu paus (Rhincodon typus). Tujuan
dalam penelitian ini untuk menduga model permintaan, menjelaskan faktor-faktor
yang mempengaruhi permintaan wisata hiu paus dan mengestimasi willingness to
pay (WTP) terhadap tarif wisata serta menyusun rekomendasi pengelolaan untuk
wisata hiu paus. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga April 2018
dengan metode yang digunakan accidental sampling. Faktor yang secara signifikan
mempengaruhi permintaan wisata adalah biaya perjalanan, usia, pendidikan dan
pendapatan. Sebanyak 47% dari responden wisatawan bersedia membayar lebih
untuk wisata hiu paus dengan harapan sarana-prasarana dapat ditingkatkan dan
kelestarian lingkungan terjaga. Tarif wisata dapat mempengaruhi tingkat kunjungan
dan pengelolaan wisata. Oleh karena itu rekomendasi pengelolaan untuk wisata hiu
paus dengan membuat sebuah paket wisata berbasis konservasi
Kinerja Produksi Pendederan Ikan Nilem Osteochilus hasselti dalam Sistem Akuaponik dengan Padat Tebar Berbeda
Akuaponik merupakan integrasi resirculating aquaculture system (RAS)
dan hidroponik dalam sistem produksi yang sama. Akuaponik dapat
meningkatkan produktivitas dan efisiensi penggunaan sumber daya melalui
intensifikasi serta mengurangi limbah budidaya. Penelitian ini bertujuan
mengevaluasi padat tebar ikan nilem terhadap kinerja produksi budidaya sistem
akuaponik. Perlakuan yang digunakan, yaitu padat tebar 100, 150, dan 200
ekor.m-2 dengan masing masing tiga ulangan. Panjang benih ikan nilem yang
ditebar adalah 5,6±0,2 cm dengan bobot rata rata 2,32±0,18 gram. Tanaman yang
digunakan dalam penelitian adalah tanaman pakcoy (Brassica rapa) yang berumur
3 minggu dari pembibitan. Ikan dan tanaman dipelihara selama tiga puluh hari.
Ikan diberikan pakan secara at satiation dengan kadar protein 39–41%. Hasil
penelitian menunjukkan peningkatan padat tebar ikan menghasilkan tingkat
kelangsungan hidup 100% dengan kinerja pertumbuhan ikan dan tanaman yang
tidak berbeda nyata, kecuali produksi, nilai koefisien keragaman dan analisis
usaha. Koefisien keragaman bobot dan panjang semakin rendah pada padat tebar
yang lebih tinggi dan penerimaan yang lebih tinggi seiring dengan peningkatan
padat tebar
Grosirtani: Model Bisnis Startup Aggregator Produk Pertanian
Startup Grosirtani merupakan startup aggregator yang baru berdiri pada tahun 2018 dengan fokus pada pemasaran produk-produk pertanian. Saat ini, Grosirtani menghadapi masalah dimana jumlah konsumen aktif melakukan pemesanan melalui aplikasi lebih sedikit daripada konsumen yang mendaftar di aplikasi Grosirtani. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi model bisnis saat ini, mengevaluasi dan merancang perbaikan model bisnis dengan pendekatan Business Model Canvas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis Business Model Canvas dan analisis SWOT. Responden dalam penelitian ini adalah founder, expertise judgement (pakar) dan pelanggan startup Grosirtani. Penelitian ini menghasilkan model bisnis yang sedang berjalan dan perbaikan model bisnis berdasarkan strategi analisis SWOT. Strategi yang dihasilkan menciptakan preposisi nilai baru yaitu menambah jenis produk dan kustomisasi produk, penambahan segmen pelanggan yaitu rumah makan, catering dan restoran, penambahan hubungan pelanggan dengan promo diskon, penambahan supplier baru sebagai mitra kunci dan penambahan aktifitas kunci dengan melakukan pemasaran online melalui Whatsapp
Aplikasi Model Hidden Markov Diskret pada Persilangan Tumbuhan Diploid
Hereditas atau pewarisan sifat adalah penerusan sifat dari satu generasi ke
generasi berikutnya. Selama ribuan tahun, prinsip-prinsip hereditas dan variasi telah
banyak dieksploitasi oleh petani agar dapat dihasilkan tanaman dan hewan dengan
sifat-sifat yang dikehendaki.
Teori pertama tentang sistem pewarisan sifat yang dapat diterima
kebenarannya dikemukakan oleh Gregor Mendel. Teori ini diajukan berdasarkan
penelitiannya mengenai persilangan berbagai varietas ercis (Pisum sativum).
Mendel mengemukakan beberapa hipotesis mengenai pewarisan material genetik
dari induk kepada keturunannya. Menurut Mendel, untuk setiap karakter,
organisme mewarisi dua alel, satu dari masing-masing induk. Ia menarik
kesimpulan tanpa mengetahui peran dan keberadaan kromosom. Faktanya, setiap
sel somatik yang memiliki dua set kromosom disebut sel diploid, satu set diwarisi
dari setiap induk (Campbell et al. 2011).
Meskipun hukum Mendel mampu memberikan hipotesis mengenai pewarisan
material genetik dari induk kepada keturunannya, namun penelusuran sifat hanya
dilakukan berdasarkan kenampakan atau sifat yang teramati pada organisme. Sifatsifat
organisme tidak selalu mengungkapkan komposisi genetiknya. Oleh karena
itu, dapat dibedakan antara kenampakan atau sifat yang teramati pada organisme
yakni fenotipe dan susunan genetiknya yakni genotipe. Susunan genetik inilah yang
tidak dapat diobservasi secara langsung. Model hidden Markov dapat digunakan
untuk memodelkan pasangan kejadian dan penyebabnya yang tidak dapat
diobservasi secara langsung (Setiawaty 2002). Jika ruang state proses observasi
berhingga dan indeks waktu adalah bilangan cacah, maka model dikenal sebagai
model hidden Markov diskret. ..ds
Pemodelan Kelompok Program Studi Magister IPB Menggunakan Regresi Logistik Ordinal
Sekolah Pascasarjana IPB memiliki 67 program studi pada tahun 2011-2014.
Program studi yang ada sudah banyak yang terakreditasi-A. Sekolah Pascasarjana
IPB dipercaya mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berdaya saing
yang tinggi. Salah satu penilaian kualitas lulusan adalah ketepatan waktu kelulusan
mahasiswa program magister IPB. Program studi dengan rata-rata lulus tepat waktu
tergolong masih sedikit. Pengelompokan terhadap program studi berdasarkan ratarata
masa studi dan persentase lulus tepat waktu perlu dilakukan untuk mengetahui
program-program studi yang baik dan kurang baik. Pemodelan terhadap kelompok
program studi dilakukan supaya program studi yang kurang baik dapat mengambil
kebijakan yang lebih baik. Analisis yang dapat digunakan yaitu regresi logistik
ordinal. Analisis regresi logistik ordinal dilakukan dengan metode stepwise. Faktorfaktor
yang memengaruhi pengelompokan program studi dalam penelitian ini yaitu
jumlah mahasiswa dan jumlah dosen. Rasio odds untuk jumlah mahasiswa yaitu
0.981 dan rasio odds untuk jumlah dosen yaitu 1.056. Evaluasi model menghasilkan
akurasi sebesar 64%
Kesesuaian Lahan Jenis Tanaman Kehutanan pada Areal Lahan Terbuka di Kawasan Hutan Pendidikan Gunung Walat (HPGW), Sukabumi Jawa Barat
Hutan Pendidikan Gunung Walat (HPGW) merupakan Hutan Dengan Tujuan
Khusus (KHDTK). Saat ini banyak areal yang telah kehilangan tutupan vegetasi
(pohon) atau menjadi lahan terbuka pada kawasan HPGW. Kesesuaian lahan
dengan melihat faktor topografi, tanah, dan iklim perlu dilakukan untuk mengetahui
jenis tanaman kehutanan yang sesuai untuk ditanam pada lahan terbuka tersebut.
Tahapan dari kesesuaian lahan yakni, pengolahan citra, interpretasi visual citra
satelit, ground check, pengamatan tanah dan serasah, pengumpulan data sifat fisik dan
kimia tanah serta iklim, pengamatan karakteristik lahan, dan proses matching. Jenis
tanaman eukaliptus (E. grandis), sengon (F. moluccana), kaliandra (C.
calothyrsus), mahoni (S. mahagoni), pinus (P. merkusii), lamtoro (L.
leucocephalla), kayu putih (M. leucadendron), damar (A. loranthifolia), akasia (A.
auriculiformis), dan rasamala (A. excelsa) sesuai untuk ditanam pada areal terbuka
di kawasan Hutan Pendidikan Gunung Walat (HPGW). Sementara jenis tanaman
jati (T. grandis) tidak sesuai untuk ditanam pada areal terbuka di kawasan HPGW
Analisis Market Share dan Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Ekspor Crude Palm Oil Indonesia Ke Negara EU27
Sejak tahun 2012 ekspor CPO Indonesia ke Uni Eropa 27 dengan kode HS
151110 terus menurun. Penurunan ini di indikasikan karena adanya kampanye
hitam (black campign) dan keluarga kebijakan Renewable Energy Derivative
(RED). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis market share berupa pangsa
pasar dan daya saing dengan metode CMSA. Selain itu penelitian ini juga
menganalisisi CPO Indonesia di faktor-faktor yang memengaruhi ekspor CPO ke
EU27. Gravity model data panel digunakan untuk melihat faktor-faktor yang
memengaruhi ekspor CPO Indonesia ke sembilan negara di Uni Eropa 27. Variabel
yang digunakan adalah GDP riil per kapita negera Uni Eropa, GDP riil per kapita
Indonesia, nilai tukar riil, harga ekspor, dan jarak ekonomi. Dari lima variabel yang
digunakan terdapat tiga variabel yang berpengaruh signifikan pada taraf nyata 5%
yaitu varibel jarak ekonomi, GDP riil per kapita Indonesia dan harga ekspor. Empat
variabel berpengaruh positif sedangkan satu variabel berpengaruh negatif terhadap
ekspor CPO. Berdasarkan analisis CMSA, penurunan ekspor CPO ke Uni Eropa
disebabkan oleh berkurangnya kemampuan penetrasi CPO Indonesia
Pemantauan Kinerja Sistem Manajemen Kesehatan Keselamatan Kerja Lindung Lingkungan Berdasarkan ISO 45001, 14001 dan 9001 di KSO CESL.
Pemantauan Kinerja Sistem Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja dan
Lindungan Lingkungan (SMK3LL) Berdasarkan ISO 45001, 14001 dan 9001
adalah pendekatan metodologi untuk mengelola interaksi implementasi kebijakan,
proses dan peraturan. Pemantauan kinerja bertujuan memberikan hasil dalam
mendukung visi dan menetapkan tujuan. Identifikasi bahaya dan risiko kegiatan
hulu minyak dan gas bumi merupakan alat untuk merencanakan program kerja.
Pemodelan pengendalian risiko untuk memastikan aktivitas sesuai dengan
peraturan dan standar adalah bagian dari sistem manajemen kinerja untuk
memastikan aktifitas organisasi dapat berjalan dengan baik sesuai dengan peraturan
dan standar yang berlaku. Excel 2016 memiliki alat bantu tambahan power query
dan power pivot yang akan digunakan dalam penelitian untuk membuat pemodelan
dalam pemantauan kinerja SMK3LL melalui data kejadian atau penurunan kinerja
sistem. Power query adalah add-in excel yang memiliki kemampuan mengekstrak
data, dimuat di lembar kerja excel atau sebagai koneksi untuk mengakomodasi
sumber data dengan ukuran besar. Power pivot adalah excel add-in untuk membuat
dashboard atau tampilan muka untuk menyaring dan menganalisa data. Data
diperoleh dari lembar analisa risiko KSO CESL, ditambah dengan data hasil survei.
Data untuk menyusun perbaikan SMK3LL diperoleh dari kejadian atau kecelakan
K3LL KSO CESL.
Pemodelan pengendalian risiko sebagai alat verifikasi kejadian K3LL pada
kegiatan pengeboran sebanyak 90, produksi 325. Regulasi pihak yang
berkepentingan sebanyak 27 dengan total ekspektasi atau harapan 108 dari total 28
regulasi dengan jumlah ekspektasi atau harapan sebanyak 225 pada pemodelan
basis data peraturan standar. Perbaikan SMK3LL menggunakan data kejadian
K3LL mulai tahun 2013 sampai dengan bulan juni 2018. Aktifitas pengeboran
terdapat 16 kejadian dengan jumlah peraturan standar 14 dan jumlah saran
perbaikan 23, jumlah rekomendasi saran yang dipilih sebanyak 16. Aktifitas
produksi terdapat 25 kejadian jumlah peraturan standar 16 dengan saran perbaikan
42 dan rekomendasi saran perbaikan 25. Pada aktifitas pengeboran perbaikan
SMK3LL berdasarkan kejadian K3LL adalah dengan mensosialisasikan prosedur
kerja pengeboran khususnya untuk mengisolasi energi peralatan yang akan
diperbaiki, kopetensi pekerja harus ditekankan pada aktifitas penunjukan pekerja,
sehingga diharapkan kejadian yang diakibatkan oleh faktor manusia dapat
berkurang atau tidak terjadi dalam siklus project atau kegiatan. Pada aktifitas
produksi untuk mengurangi kejadian tumpahan minyak yang dapat menimbulkan
dampak lingkungan, melakukan perbaikan fasilitas serta pelatihan penanggulangan
tanggap darurat dapat dilakukan untuk melakukan pengendalian kejadian yang
disebabkan oleh faktor manusia dan peralatan produksi
Klasifikasi Kapasitas dan Kekuatan Tekan Buluh Bambu Ampel (Bambusa vulgaris Schard var. vulgaris).
Bambu merupakan salah satu bahan bangunan tertua yang banyak diaplikasikan di negara berkembang seperti Indonesia. Buluh bambu ampel (Bambusa vulgaris Schard var. vulgaris) sangat kuat sehingga menjadi salah satu jenis bambu yang sering digunakan oleh masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh nilai kapasitas maksimum buluh dalam menahan beban tekan, menentukan nilai tegangan ijinnya, dan menentukan variabel yang potensial untuk indikator pemilahan bambu berdasarkan nilai kuat tekannya. Nilai rata-rata kapasitas maksimum (Fmax) buluh bambu ampel dalam menahan beban tekan sebesar 53.17 kN. Kuat tekan sejajar serat dihitung dengan dua cara yaitu mengasumsikan bentuk penampang bambu (1) lingkaran pejal dan (2) berongga. Kuat tekan yang dihitung dengan asumsi buluh pejal disebut kuat tekan buluh (cc//), sedangkan yang asumsi dinding bambu (berongga) disebut kuat tekan dinding (wc//). Kuat tekan sejajar serat buluh dan dinding bambu ampel berturut-turut adalah 21.82 MPa dan 48.92 MPa. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa variabel non destruktif yang potensial untuk menduga kapasitas dan kuat tekan sejajar serat adalah kerapatan linear (qa, qo, q12) dan kerapatan (ρca, ρco, ρc12, ρwa, ρwo, ρw12). Hasil penelitian menunjukkan bahwa prediktor pada kondisi kadar air standar (Mc= 0% dan 12%) dapat memprediksi kapasitas tekan dan kekuatan tekan sejajar serat yang lebih baik daripada kondisi kering udara. Oleh karena itu q12 dipergunakan sebagai variabel indikator pada pemilahan kapasitas tekan buluh bambu ampel, sedangkan ρc12 dan ρw12 masing-masing menjadi variabel pemilahan kekuatan tekan buluh bambu ampel pada asumsi penampang pejal dan berongga. Penelitian ini mengklasifikasikan kapasitas dan kuat tekan bambu ampel ke dalam 6 (enam) kelas. Pada klasifikasi kapasitas struktural, nilai kapasitas maksimum menahan beban tekan (Fmax), dan kapasitas ijin menahan beban tekan (Rk) telah disajikan dalam bentuk grafik dan diringkas dalam tabel. Demikian pula, nilai tegangan tekan maksimum (cc//, wc//) dan tegangan tekan ijin (Rk) juga telah disajikan untuk pemilahan kekuatan struktural