31665 research outputs found
Sort by
Hubungan Stunting dengan Pola Makan dan Prestasi Belajar Anak Taman Kanak-Kanak di Kecamatan Balige Toba Samosir
Tingginya prevalensi balita stunting berdampak secara intergenerasi dan
berisiko tinggi menurunkan tingkat kecerdasan, produktivitas serta kualitas
sumber daya manusia dimasa depan. Tujuan penelitian adalah menganalisis
hubungan antara stunting dengan pola makan dan prestasi belajar anak taman
kanak-kanak (TK) di Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir. Desain
penelitian adalah cross sectional study, dengan subjek penelitian berjumlah 86
orang yang terdiri atas 43 subjek berstatus gizi normal dan 43 berstatus gizi
stunting. Variabel yang diteliti meliputi; karakteristik anak, karakteristik keluarga,
penyakit infeksi, pola makan, status gizi dan prestasi belajar anak. Hasil uji Mann-
Whitney, menunjukkan bahwa karakteristik anak stunting dan normal berbeda
berdasarkan usia, dan karakteristik keluarga berbeda berdasarkan pendidikan
orang tua (ayah dan ibu). Penyakit infeksi yang dialami anak stunting dan normal
tidak berbeda. Pola makan berdasarkan frekuensi sarapan pagi, asupan energi dan
protein tidak berbeda pada anak stunting dan normal. Terdapat perbedaan
frekuensi konsumsi bihun, mie, tempe, buah semangka dan susu pada subjek
stunting dan normal. Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan
antara penyakit infeksi dan pola makan dengan stunting. Terdapat hubungan yang
signifikan antara stunting dan prestasi belajar anak TK (p<0.05), yang berarti
bahwa anak stunting cenderung memiliki prestasi belajar yang rendah
Sifat Fisikokimia Krim Anti Penuaan Berbahan Aktif Ekstrak dan Fitosom Ekstrak Resin Jernang (Daemonorops draco (Willd.) Blueme).
Paparan berlebihan dari ultra violet (UV) sinar matahari mampu menimbulkan efek
merugikan pada kulit seperti penuaan dini kulit. Salah satu bentuk sediaan kosmetika
antipenuaan kulit topical adalah krim. Namun, krim antipenuaan kulit yang beredar di
pasaran saat ini mengandung bahan aktif antioksidan sintetis. Resin jernang (Daemonorops
draco (Willd.) Blume) berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku senyawa antioksidan
alami. Penelitian ini bertujuan menentukan sifat fisikokimia krim antipenuaan berbahan
aktif ekstrak dan fitosom ekstrak jernang yang meliputi organoleptik (warna dan bau),
derajat keasaman (pH), dan viskositas. Formula krim dibuat menggunakan perbandingan
ekstrak dan fitosom terhadap basis krim dengan konsentrasi 1%, 3%, 5%, dan 7%. Uji
stabilitas fisik dilakukan dengan penyimpanan selama 21 hari pada suhu ruang (27 ºC) dan
suhu kulkas (4ºC). Hasil penelitian menunjukkan semua formulasi krim yang dibuat tidak
mengalami perubahan bau dan warna meskipun disimpan selama 21 hari pada suhu ruang
dan suhu kulkas. Hasil pengukuran pH menunjukan krim yang telah dibuat berkisar antar
7-8 dan telah memenuhi standar SNI 16-4399- 1996. Hanya krim JF 7 yang memenuhi
standar daya sebar (5-8) sedangkan nilai viskositas berkisar antara 270067-270785 cP dan
belum memenuhi standar
Pengaruh Store Atmosphere terhadap Kepuasan dan Loyalitas Konsumen di The Coffee Companion
Meningkatnya jumlah konsumsi kopi dan perubahan gaya hidup
menyebabkan semakin berkembangnya usaha coffee shop yang berdampak
terhadap persaingan yang semakin ketat, sehingga diperlukan strategi untuk
memenangkan persaingan yaitu dengan cara menciptakan store atmosphere yang
baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik
konsumen, menganalisis pengaruh store atmosphere terhadap kepuasan dan
loyalitas konsumen, dan menganalisis pengaruh kepuasan konsumen terhadap
loyalitas konsumen. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode
Structural Equation Modeling (SEM) dengan pendeketan Partial Least Square
(PLS). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengunjung The Coffee
Companion didominasi oleh remaja laki-laki dengan status pekerjaan sebagai
pelajar/mahasiswa dan status pendidikan terakhir sebagai sarjana/sederajat. Selain
itu, general interior dan store layout berpengaruh signifikan dan positif terhadap
kepuasan konsumen, general interior dan kepuasan konsumen berpengaruh
signifikan dan positif terhadap loyalitas konsumen
Prediksi Embun Beku di Wilayah Dieng Menggunakan Luaran Model Subseasonal to Seasonal (S2S).
Dataran Tinggi Dieng terletak di Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara.
Wilayah ini memiliki fenomena unik yaitu embun beku ( frost) yang terjadi pada
musim kemarau (Juli, Agustus, dan September). Fenomena tersebut menyebabkan
naiknya jumlah wisatawan yang ingin berkunjung ke wilayah Dieng. Namun,
akibat embun beku beberapa tanaman hortikultura menjadi mati. Informasi
mengenai prediksi embun beku dibutuhkan untuk meminimalisir dampak negatif
kejadian tersebut. Lokasi yang dipilih dalam penelitian ini yaitu di sekitar Candi
Arjuna dan Bukit Sikunir. Konsep lapse rate digunakan untuk memperoleh nilai
suhu udara minimum harian secara spasial. Data DEMNAS dan suhu udara
minimum harian observasi digunakan dalam perhitungan tersebut. Data suhu
udara minimum harian luaran model S2S digunakan untuk menduga kejadian
embun beku. Data model S2S diambil dari luaran model ECMWF. Model S2S
dapat digunakan dalam layanan iklim bagi masyarakat untuk mengatasi peristiwa
ekstrem. Teknik koreksi bias digunakan untuk mengurangi nilai bias yang
dihasilkan oleh model. Nilai suhu udara minimum harian hasil luaran model yang
dikoreksi diharapkan mendekati nilai observasi. Hasil studi ini menunjukkan
bahwa data prediksi yang dihasilkan dari koreksi model S2S ECMWF dapat
menunjukkan pola penurunan suhu yang hampir sama dengan nilai observasi
ketika terjadi beberapa peristiwa embun beku. Prediksi S2S ECMWF memiliki
potensi untuk informasi peringatan kejadian embun beku dengan jangka waktu 46
hari sebelum kejadian
Sifat Fisis dan Mekanis Kayu Jabon (Anthocephalus Cadamba Miq.) Hasil Modifikasi Perlakuan Alkali dan Densifikasi.
Kayu merupakan salah satu komoditas hasil hutan yang banyak dimanfaatkan oleh manusia namun ketersediaan kayu berkualitas tinggi dari hutan alam semakin berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan sifat fisis dan mekanis kayu jabon yang berkerapatan rendah dengan perlakuan densifikasi dan alkali. Kayu didensifikasi setelah diberi perebusan larutan NaOH 2,5 N selama 1, 3, dan 5 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan densifikasi dapat meningkatkan sifat fisis dan mekanis kayu. Perlakuan densifikasi dapat memperbaiki nilai kadar air, kerapatan, berat jenis, modulus of elasticity, modulus of rupture, dan kekerasan kayu. Perlakuan pendahuluan NaOH 2,5 N meningkatkan stabilitas dimensi kayu terdensifikasi hingga 54%, sehingga perlakuan alkali efektif untuk meningkatkan stabilitas kayu jabon terdensfikasi
Respon Isolat Lokal Cronobacter spp. Terhadap Stres Asam Dan Resusitasinya
Cronobacter spp. telah dilaporkan menyebabkan meningitis, enterokolitis nekrotikans, dan septikemia pada sekelompok bayi melalui konsumsi susu formula bayi. Bakteri ini dilaporkan dapat bertahan dari berbagai kondisi stres seperti pemanasan, pengeringan, aktivitas air rendah, pH rendah, dll. Isolat lokal Cronobacter sakazakii YRt2a telah dilaporkan bertahan hidup dan memasuki kondisi viable but non culturable (VBNC) pada stres kering. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perilaku isolat lokal Cronobacter spp. sebagai respons terhadap stres asam, dan resusitasinya.
C. sakazakii E2 dan YRt2a ditumbuhkan di tryptic soy broth (TSB) pada pH 3.0±0.2 atau 3.5±0.2. Jumlah sel yang dapat terkulturan dan hidup dihitung masing-masing menggunakan metode total plate count (TPC) dan direct viable count (DVC). Resusitasi dilakukan dengan menumbuhkan sel stres atau VBNC dalam TSB dengan atau tanpa natrium piruvat, katalase dan Tween 20 dihitung masing-masing menggunakan metode TPC. Sementara itu, resusitasi dilakukan oleh TSB dengan atau tanpa Cronobacter autoinduksi dihitung menggunakan metode most probable number (MPN).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa C. sakazakii E2 dan YRt2a memasuki keadaan VBNC setelah 60 menit terpapar pH 3.0±0.2, sementara mempertahankan kemampuan dapat terkulturkan setelah 120 menit terpapar pH 3.5±0.2. TSB dengan atau tanpa natrium piruvat, katalase, Tween 20, atau Cronobacter autoinduksi dapat meresusitasi sel-sel stres atau VBNC C. sakazakii. Kondisi stres atau VBNC yang dialami C. sakazakii sebagai respons terhadap asam cenderung bersifat sementara dan dapat diresusitasi. C. Sakazakii yang mengalami stres atau VBNC dapat menimbulkan risiko keamanan pangan
Sintesis N-Oleoiletanolamida dan Uji Kinerjanya sebagai Inhibitor Korosi dengan Teknik Polarisasi Potensiodinamik.
N-oleoiletanolamida dapat digunakan sebagai inhibitor korosi. Inhibitor ini disintesis melalui esterifikasi asam oleat dengan metanol lalu amidasi metil oleat dengan monoetanolamina. Asam oleat diamidasi dengan dua jenis katalis, yaitu NaOMe dan NaOEt, menghasilkan rendemen berturut-turut 82.9% dan 75.8%. Hasil amidasi kemudian dicirikan gugus fungsinya berdasarkan spektrum inframerah, untuk mengidentifikasi adanya gugus amida hasil konversi ester oleat dan N-oleoiletanolamida. Kinerja inhibitor korosi diuji dengan teknik polarisasi potensiodinamik menggunakan tiga jenis konsentrasi, yaitu 50, 100, dan 200 ppm terhadap elektrode kerja baja karbon. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa N-oleoiletanolamida dengan katalis NaOMe dan NaOEt memiliki efektivitas inhibitor berturut-turut 64.4% dan 58.7%
Pengaruh Polen dan Minyak Jagung dalam Pakan Formula terhadap Biologi Galleria mellonella (L.) (Lepidoptera : Pyralidae).
Galleria mellonella (Lepidoptera : Pyrallidae) atau ngengat lilin merupakan
salah satu hama penting pada sarang lebah madu yang mampu menurunkan
produktivitas madu. Larva ngengat lilin sering digunakan sebagai model
penelitian dalam laboratorium tentang manusia dan patologi hewan, selain itu juga
sering digunakan sebagai pakan hewan peliharaan. Perbanyakan masal serangga
membutuhkan metode yang sederhana namun tidak mahal. Penelitian ini
bertujuan mengetahui beberapa tambahan nutrisi pakan buatan yang efektif untuk
perbanyakan G. mellonella dalam laboratorium. Pengujian dilakukan dengan
pemberian nutrisi tambahan pada pakan modifikasi yang terdiri dari empat
perlakuan (P, BP, BB, dan MN) dengan P sebagai perlakuan pembanding. Dari
keempat perlakuan, siklus hidup tersingkat diperoleh pada perlakuan BP, yakni
62.9 hari. Fekunditas betina paling tinggi pada perlakuan BP, sebanyak 611.6
telur/betina. Fertilitas telur tertinggi sebesar 80.7 % diperoleh pada perlakuan
pembanding. Mortalitas serangga paling rendah terjadi pada perlakuan BP,
sedangkan tertinggi terjadi pada perlakuan pembanding (pakan P). Berdasarkan
beberapa variabel yang diamati, pakan modifikasi dengan bee pollen (pakan BP)
menunjukkan hasil yang baik dibanding perlakuan yang lain. Dapat disimpulkan
bahwa, pakan BP merupakan pakan yang efektif untuk perbanyakan G.
mellonella
Produksi dan Karakterisasi Lisozim Kering Beku dari Putih Telur Unggas Lokal.
Lisozim adalah salah satu protein utama putih telur, yang menyumbangkan
3%-4% dari berat kering putih telur. Penelitian sebelumnya berhasil mengisolasi
lisozim putih telur dari telur ayam kampung dan itik cihateup dengan lisozim masih
dalam bentuk larutan dan memiliki keterbatasan dalam stabilitas dan portabilitasnya,
dengan demikian kemungkinan lisozim diproduksi dalam bentuk kering beku.
Penelitian ini bertujuan memproduksi lisozim dan menganalisis karakter kering
beku dari telur ayam ras petelur, ayam kampung, dan itik cihateup dari aspek berat
molekul, rendemen, aktivitas enzim, dan kadar protein. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa hasil kering beku untuk berat molekul ayam ras petelur, ayam
kampung, dan itik cihateup berturut-turut adalah 12.33 kDa, 12.92 kDa, dan 12.47
kDa. Rendemen putih telur sebesar 0.03%, 0.06%, dan 0.01%. Nilai konsentrasi
protein lisozim kering beku yaitu 2.63 mg mL-1, 4.62 mg mL-1, dan 3.17 mg mL-1.
Hasil aktivitas enzim masing-masing lisozim adalah 0.56x10⁴, 0.76x10⁴, dan
0.64x10⁴. Hasil penelitian menunjukkan produksi lisozim kering beku tidak
mengakibatkan penurunan kualitas protein lisozim secara signifikan. Terdapat nilai
karakteristik lisozim kering beku yang berbeda dari setiap sampel. Hal ini
disebabkan bahwa setiap unggas memiliki gen pengkode lisozim yang berbeda,
sehingga karakteristik lisozim kering beku pada masing-masing sampel juga
berbeda
Analisis Jejaring Komunikasi Digital Natives dengan Metode K-Means Clustering dan Piranti UCINET
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo)
mengungkapkan pengguna internet di Indonesia saat ini mencapai 63 juta orang.
Dari angka tersebut, 95 persennya menggunakan internet untuk mengakses
jejaring sosial. Tujuan penelitian tersebut adalah menunjukkan data insight berupa
hasil konektivitas dari analisis jejaring komunikasi digital natives dari metode KMeans
Clustering melalui tinjauan cluster dan melihat hasil konektivitas berupa
gambar dari piranti UCINET. Data dianalisis dengan metode K-Means Clustering
dan Software UCINET, sehingga menghasilkan data keluaran dari metode KMeans
Clustering, yaitu dataset 2.1 cluster(center) sebesar 60(244) dengan kcluster
4. Dataset 2.2 menunjukkan kenaikan cluster(center) sebesar 60(448)
dengan k-cluster 6, dan dataset 2.3 menujukkan kenaikan cluster(center) dari
dataset 2.1 dan 2.2, yaitu 60(616). Kemudian dianalisis dengan Software
UCINET, sehingga menghasilkan closeness centrality sebesar 1.475 pada individu
313 dan 375 dan degree sebesar 0.133 pada individu 303. Dengan demikian, datadata
riset jejaring komunikasi digital natives tersebut dapat dianalisis untuk
mendapatkan data insight dari pola interaksi digital natives yang memanfaatkan
teknologi informasi dan komunikasi pada era 4.0