Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta

Digilib UIN Sunan Kalijaga
Not a member yet
    47936 research outputs found

    PENGEMBANGAN LKPD UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI DAN MENUMBUHKAN KEAKTIFAN SISWA PADA MATA PELAJARAN IPAS SD/MI

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengembangkan LKPD IPAS materi “melihat karena cahaya mendengar karena bunyi” pada siswa kelas V. (2) untuk mengetahui kualitas LKPD IPAS materi “melihat karena cahaya mendengar karena bunyi” pada siswa kelas V. (3) untuk mengetahui efektivitas LKPD Media LKPD IPAS materi melihat karena Cahaya mendengar karena bunyi pada siswa kelas V. (4) untuk mengetahui peran LKPD IPAS materi melihat karena cahaya mendengar karena bunyi dapat menumbuhkan keaktifan siswa. Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE: analysis, design, development, implementation, and evaluation. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, lembar validasi, lembar penilaian dan tes. Analisis deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis data hasil observasi, wawancara, dokumentasi dan validasi produk oleh para ahli. Analisis deskriptif kuantitatif digunakan untuk menganalisis data penilaian produk oleh guru dan uji efektivitas produk dilakukan dengan membandingkan skor pretest dan posttest menggunakan uji Wilcoxon berbantuan SPSS 22. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan dengan beberapa tahapan ADDIE menghasilkan beberapa temuan, yaitu: 1) telah berhasil dikembangkan LKPD IPAS materi “melihat karena cahaya mendengar karena bunyi” yang dikembangkan dengan metode ADDIE menghasilkan produk yang layak digunakan pada siswa dalam proses pembelajaran. 2) kualitas produk yang diperoleh hasil 86% dari ahli media dan 95% dari ahli materi yang termasuk pada kategori “sangat layak” digunakan. 3) LKPD efektif ditunjukkan dari data pada uji t test menggunakan bantuan aplikasi SPSS 22 dengan uji Wilcoxon dan mendapatkan hasil 0,013 yang berarti kurang dari 0,05 sehingga dikatakan terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah LKPD diimplementasikan dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil yang diperoleh maka LKPD layak, efektif dan praktis digunakan sebagai media pembelajaran pada siswa. 4) LKPD IPAS materi “melihat karena cahaya mendengar karena bunyi” mampu menumbuhkan keaktifan siswa dapat dilihat proses pembelajaran siswa berperan aktif dengan mendengarkan saat guru menjelaskan, menulis atau mempergunakan LKPD dengan baik, menyelesaikan persoalan dan tugas yang diberikan guru, dan bertanya kepada guru, hal tersebut menunjukkan bahwa siswa telah aktif, walaupun pada indikator menjawab dan menyampaikan pendapat siswa masih kurang. Maka dari itu dapat dilihat bahwa media LKPD dapat menumbuhkan keaktifan siswa

    PENGGUNAAN X DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI POLITIK GENERASI MUDA (STUDI DESKRIPTIF KUALITATIF PADA KOMUNITAS NARASI JABODETABEK)

    Get PDF
    X (Twitter) is widely utilized by the younger generation due to its capacity for rapid and real-time information access, as well as its function as a relatively safe space for political discourse. This condition has the potential to enhance youth political participation, which remains relatively low, through dynamic interaction and broader dissemination of political information. This study aims to examine how the use of X contributes to the enhancement of political participation among young people, with a specific focus on the Narasi Jabodetabek Community. Employing a descriptive qualitative approach, data were collected through in-depth interviews with community members and observation of political activities on X. The findings indicate that several features—such as tweets, retweets and replies, following and followers, direct messages, search, trending topics, and threads—play significant roles in fostering political engagement. Tweets facilitate the direct expression of political opinions, while retweets and replies encourage discourse and the circulation of political content. The following and followers features strengthen political networking, direct messages support action coordination, the search function enhances access to political information, trending topics raise awareness of current issues, and threads enable comprehensive discussions. The utilization of these features is influenced by various factors, including political stimuli, individual characteristics, social background, political environment, and political education. Among these features, retweets and replies emerge as the most frequently employed by young users, as they allow for the widespread dissemination of political messages and foster interactive conversations around emerging political issues

    STRATEGI PEMBELAJARAN GURU DISABILITAS NETRA DALAM MENGAJAR SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM PADA KELAS X DI MAN 4 BANTUL TAHUN AJARAN 2024/2025

    Get PDF
    Latar belakang masalah penelitian ini bermula dari fenomena adanya guru penyandang disabilitas netra ditempatkan mengajar di Madrasah Aliyah Negeri yang bukan inklusi dan memiliki peserta didik non-disabilitas. Penelitian ini juga berfokus pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), yang mana pelajaran ini menuntut pemahaman kronologis, analisis historis, serta pemetaan peristiwa yang sering kali bergantung pada elemen visual seperti peta, serta peninggalan-peninggalan bersejarah lainnya. Oleh karena itu guru penyandang disabilitas netra memiliki peran yang kompleks dalam mengembangkan strategi pembelajaran efektif, efisien serta dituntut mampu mengatasi keterbatasan masalah yang mereka miliki. Selain mengulik perihal strategi pembelajaran, penelitian ini juga bertujuan mengetahui tantangan yang dihadapi oleh guru penyandang disabilitas netra dan juga bagaimana peserta didik kelas X memaknai proses pembelajaran yang dipandu oleh guru penyandang disabilitas netra di MAN 4 Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian adalah guru penyandang disabilitas netra yang ada di MAN 4 Bantul, Waka Kurikulum, dan siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk memastikan keabsahan data, penulis menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Sedangkan teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, display data, kemudian kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) strategi pembelajaran guru penyandang disabilitas netra dalam mengajar SKI diantaranya diskusi kelompok kecil, partisipasi aktif siswa, metode tanya jawab dan elaborasi, serta metode pendekatan empati historis 2) tantangan yang dihadapi guru penyandang disabilitas netra dalam melaksanakan strategi pembelajaran SKI meliputi, tantangan penyampaian materi di kelas, tantangan dalam penggunaan media dan teknologi, tantangan dalam interaksi antara siswa dengan guru lain, serta tantangan dalam administrasi dan penilaian 3) pemaknaan peserta didik kelas X memaknai proses pembelajaran menunjukkan hasil bahwa guru penyandang disabilitas netra menunjukkan peran sangat penting dalam membangun pemahaman siswa terhadap materi SK

    MANAJEMEN KEWIRAUSAHAAN UNTUK PEMBIYAAN PENDIDIKAN (STUDI KASUS PONDOK PESANTREN AL-IMDAD BANTUL)

    Get PDF
    Pembiayaan merupakan aspek krusial pada penyelenggaraan pendidikan di setiap lembaga, termasuk pondok pesantren. Efisiensi dan efektivitas pada pemanfaatan pembiayaan pendidikan sangat penting untuk memastikan alokasi dana yang tepat sasaran demi mencapai tujuan pendidikan. Pondok pesantren, sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia, memiliki peran penting pada menanamkan nilai-nilai luhur dan membangun toleransi antar umat manusia. Namun, pondok pesantren juga menghadapi berbagai tantangan, terutama pada hal regulasi, alokasi anggaran, pengelolaan, dan kualitas pendidikan yang tidak merata. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis manajemen kewirausahaan pondok pesantren Al-Imdad Bantul 2) untuk menganalisis pengelolaan pembiayaan pendidikan pondok pesantren Al-Imdad Bantul 3) untuk menganalisis dampak manajemen kewirausahaan pada pembiayaan pendidikan pondok pesantren Al-Imdad Bantul. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan penelitian lapangan (field research) Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik reduksi data, display data, dan pengecekan keabsahan data melalui triangulasi sumber selanjutnya berakhir pada penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan bahwa; 1) Manajemen kewirausahaan di Pondok Pesantren Al-Imdad masih belum dikelola dengan baik, baik dari segi perencanaan maupun pengelolaannya, dan terdapat banyak kekurangan di padanya. Pelaksanaan dan pengorganisasian non-fisik telah dikelola dengan cukup baik, namun sumber daya fisik masih kurang memadai. Pengawasan sudah berjalan dengan baik dan optimal, baik di tingkat unit, direktur, maupun pimpinan.2) Pembiayaan pendidikan di Pondok Pesantren Al-Imdad berasal dari orang tua santri, pemerintah, dan lembaga itu sendiri. Bantuan pemerintah hanya menyumbang sekitar 5% untuk kegiatan belajar mengajar di pesantren, dan tidak selalu tersedia. Oleh karena itu, Pondok Pesantren Al-Imdad sangat bergantung pada dana dari orang tua santri dan kegiatan kewirausahaannya. Saat ini, sekitar 80% dari pembiayaan pendidikan berasal dari kontribusi orang tua wali, sementara kewirausahaan pondok menyuplai 20-30% untuk biaya pendidikan, termasuk untuk pembangunan ruang kelas baru, pembelian tanah, dan pembangunan gedung.3) Dampak manajemen kewirausahaan terhadap pembiayaan pendidikan sangat signifikan, memberikan kontribusi sekitar 20-30% untuk memenuhi kebutuhan operasional pondok. Hasil dari setiap unit usaha di pondok berperan penting pada pembangunan infrastruktur, seperti gedung sekolah, tanah, dan ruang kelas untuk kegiatan belajar mengajar santri

    HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN INTERAKSI TEMAN SEBAYA PADA KELAS V DI SDN MANCOGEH TASIKMALAYA

    Get PDF
    Kecerdasan emosional merupakan kemampuan untuk mengenali, memahami, mengelola, dan mengekspresikan emosi secara tepat, serta membangun hubungan sosial yang sehat. Kecerdasan emosional berperan penting dalam mendukung interaksi siswa dengan teman sebayanya. Permasalahan interaksi yang muncul di SDN Mancogeh Tasikmalaya, seperti konflik dalam kelompok, kesalahpahaman komunikasi, serta kurangnya empati antar siswa, menunjukkan adanya kemungkinan keterkaitan dengan tingkat kecerdasan emosional mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat dan seberapa besar hubungan antara kecerdasan emosional dengan interaksi teman sebaya pada siswa kelas V di SDN Mancogeh Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek penelitian berjumlah 65 siswa, dengan jumlah sampel sebanyak 60 siswa yang ditentukan melalui teknik sampling jenuh. Instrumen pengumpulan data berupa angket kecerdasan emosional yang disusun berdasarkan teori Goleman dan angket interaksi teman sebaya berdasarkan teori Partowisastro. Setiap angket terdiri dari 25 item pernyataan valid, yang telah diuji melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson melalui program SPSS versi 27.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan interaksi teman sebaya. Nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,034 (p < 0,05), dengan koefisien korelasi sebesar 0,274 yang menunjukkan tingkat hubungan berada pada kategori lemah. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kecerdasan emosional siswa, maka cenderung semakin baik pula kemampuan mereka dalam membangun interaksi dengan teman sebaya

    ANALISIS STRATEGI GURU DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR MEMBACA PERMULAAN PESERTA DIDIK KELAS 2 SD MUHAMMADIYAH KOMPLEK KOLOMBO

    Get PDF
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih banyaknya peserta didik pada tingkat sekolah dasar, khususnya di kelas rendah (kelas1, 2, dan 3) yang mengalami kesulitan dalam membaca permulaan. Kesulitan ini merupakan salah satu hambatan dalam proses pembelajaran yang dapat mempengaruhi perkembangan kemampuan akademik Peserta didik secara menyeluruh. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara awal yang dilakukan oleh peneliti, ditemukan bahwa beberapa peserta didik kelas 2 SD Muhammadiyah Komplek kolombo mengalami kesulitan dalam membaca. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan identifikasi terhadap bentuk-bentuk kesulitan membaca permulaan yang dialami oleh peserta didik dan strategi seperti apa yang diterapkan oleh guru kelas dalam mengatasi kesulitan belajar membaca peserta didik tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk menjamin keabsahan data, peneliti menggunakan triangulasi teknik dan sumber, sedangkan analisis data dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) peserta didik kelas 2 SD Muhamadiyah Komplek Kolombo mengalami beberapa jenis kesulitan dalam membaca permulaan. Kesulitan-kesulitan tersebut antara lain: membaca dengan lambat dan terbata-bata, mengeja huruf satu per satu, melakukan pengulangan suku kata atau kata, tidak memperhatikan serta tidak menggunakan tanda baca dengan benar, salah dalam pemenggalan kata, intonasi membaca yang kurang tepat, menghilangkan huruf konsonan pada akhir kata, tidak mampu melafalkan huruf gabungan huruf diftong, sulit membdakan huruf yang hampir sama, serta tidak memahami isi bacaan yang telah dibaca. 2) starategi yang dilakukan guru dalam mengatasi kesulitan membaca permulaan ini antara lain: menggunakan metode eja, menulis terlebih dahulu kemudian dibaca, metode permainan kartu huruf, memberikan respon atau umpan balik positif, dan memberikan permisalan untuk huruf yang mirip. Temuan ini menunjukkan pentingnya peran guru dan sekolah dalam memberikan perhatian khusus serta strategi yang tepat untuk membantu peserta didik yang mengalami kesulitan membaca

    FA'ALIYAT USLUB AT-TA'ALLUM AL-HARAKI FI AS-SAFF AR-RIYADI AL-KHAS BI-MADRASAT MUHAMMADIYAH "7" AL-ALIYAH, YUJYAKARTA LI-AS-SANAH AD-DIRASIYAH 2024/2025 M

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan model pembelajaran bahasa Arab yang sedang berlangsung di kelas khusus olahraga, mengujicobakan model pembelajaran kinestetik, serta menguji efektivitas model kinestetik dalam pembelajaran bahasa Arab. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain kuasi eksperimen (Quasi Experimental Design). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran kinestetik, sedangkan variabel terikatnya adalah kelas khusus olahraga. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas khusus olahraga di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta tahun ajaran 2024/2025, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui uji normalitas, uji homogenitas, uji-t, serta uji N-gain dengan bantuan bantuan software aplikasi IBM SPSS Statistics 23. Hasil penelitian eksperimen ini adalah: 1) Pembelajaran bahasa Arab di kelas khusus olahraga masih bersifat pasif dan didominasi metode ceramah, dengan siswa lebih nyaman membaca teks bertransliterasi. 2) Penerapan model pembelajaran kinestetik melalui aktivitas fisik seperti game edukatif yang melibatkan gerakan fisik berhasil meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa. 3) Model pembelajaran kinestetik ini terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar, yang dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,001 (< 0,05) pada uji-t, yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol

    PENDIDIKAN ISLAM KAUM MINORITAS IDENTITAS, RESILIENSI, DAN MULTIKULTURALISME PESANTREN SYIAH DI JEPARA

    Get PDF
    This research is grounded in the context of the Shia community in Jepara, particularly Pesantren Darut Taqrib (DATA), which exists within a predominantly Sunni social environment. The Shia community is considered a minority not solely due to their small numbers but also because of the social and historical experiences that shape their collective awareness as a distinct religious group within the majority. This positioning places them in a situation where they must defend their identity, build resilience, and actualize the values of multicultural education within the pesantren (Islamic boarding school) environment. This study aims to answer three main questions: how the identity of Pesantren DATA is formed as an Islamic educational institution for the Shia minority in Jepara; how the Shia community in Jepara sustains itself amid the cultural dominance of Sunni Islam on the northern coast of Java; and how Pesantren DATA actualizes multicultural education to support identity formation and resilience as an Islamic minority group. The research employs a qualitative approach using a case study method focused on Pesantren DATA. Social identity theory by Jan E. Stets and Peter J. Burke is utilized to analyze the formation of Shia identity, while community resilience theory by Daniel P. Aldrich and Michelle A. Meyer helps explain the strategies of resilience employed by the Shia community. James A. Banks’ theory of multicultural education serves as the analytical foundation for understanding how multicultural values are internalized within the pesantren’s educational practices. Data collection methods include observation, in-depth interviews, and documentation, which are analyzed through systematic stages of compilation, problem solving, reorganization, interpretation, and conclusion drawing. The findings reveal that the Shia identity in Jepara is reinforced by the role of Pesantren DATA as a center for cultivating students (santri) devoted to the ahl al-bayt (the family of the Prophet Muhammad, a central concept in Shia Islam) through a Shia-specific curriculum and affiliation with the Indonesian Ahlulbait Organization (ABI). This reinforces Shia identity within the Sunni-majority environment. Nevertheless, in religious practices such as prayer (salat), ablution (wudu), and the commemoration of Ashura (a significant day in Shia tradition), their identity often blends with Sunni traditions. On the other hand, national identity is emphasized through acceptance of Pancasila (the state ideology), the 1945 Constitution, the national motto Bhinneka Tunggal Ika (Unity in Diversity), the Unitary State of the Republic of Indonesia (NKRI), participation in national holidays, and solidarity with Palestine. The resilience of the Shia community is supported by commonalities in religious traditions and active involvement in socio-religious activities. Their resilience strategies include cultural adaptation, strengthening nationalism, kinship networks, intermarriage, integration of religious and social activities, and reinforcing social networks through the concepts of bonding, bridging, and linking. Multicultural values such as equality, openness, tolerance, and respect for diversity are internalized through integrated curriculum content, avoidance of fanaticism, inter-sect and interfaith dialogue, and equity pedagogy. However, the actualization of these values has not yet been fully structured within the formal curriculum framework. As a result, when tensions arise between Shia and Sunni communities, harmony is often maintained through political-pragmatic approaches such as negotiation, diplomacy, and mediation, rather than through the transformative power of education nurtured within the pesantren. This study contributes to Islamic education scholarship in three ways: first, by highlighting the urgency of state recognition for the educational rights of minority groups through inclusive policies; second, by presenting the pesantren as a model of multicultural education that fosters awareness of identity in diversity; and third, by advocating for the expansion of Islamic education paradigms through a multicultural approach as a constructive response to the pluralistic realities of Indonesian society

    MAHASISWA DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR AL-QUR’AN TPA Al-IHSAN MASJID DA’WATUL ISLAM YOGYAKARTA

    Get PDF
    Students have an important role in increasing motivation and learning discipline which is the basis for creating better learning achievements. The role of students is very relevant to increasing the effectiveness of learning the Qur'an and forming a generation that is not only knowledgeable, but also has good morals. Therefore, it is important for students to support each other dan share experiences, dan create effective learning methods to increase motivation dan discipline. In this context, students not only function as recipients of knowledge, but also as movers, motivators, dan organizers of activities that can increase the enthusiasm for learning among their friends. By conducting group discussions, mentoring, or community-based learning activities, students can encourage each other to further explore the teachings of the Qur'an. The importance of the role of students in increasing motivation dan learning discipline is the foundation for creating better learning achievements. Therefore, research on the role of students in this context is very relevant to improve the effectiveness of learning the Qur'an dan forming a generation that is not only kNowledgeable, but also has good morals. TPA Al-Ihsan is an Al-Qur’an Education Park located in the Da’watul Islam Mosque, Ngentak Sapen, where the TPA was formed by the Takhmir Masjid in collaboration with local teenagers dan students who live around the mosque. In teaching dan learning activities, there are several problems, one of which is the lack of interest dan enthusiasm for learning from the children of the TPA, as well as the interest of local youth to take part in participating in learning activities, with these problems, the role of students is needed, Based on this phenomenon, the author formulates three problems, namely: 1. How do students improve the learning motivation of TPA Al-Ihsan students at the Da’watul Islam Mosque in Yogyakarta, 2. What do students do as TPA teachers to improve the learning motivation of TPA students, 3. What are the patterns dan forms of learning motivation dan are carried out as an alternative in teaching reading the Qur'an. The research method used by the author in this study is field research directly to the TPA Al-Ihsan Da'watul Islam Mosque Yogyakarta so that clear data is obtained dan data collection techniques are interviews dan documentation. Based on the data collected, it is then analyzed using the structural functional theory of achieving goals. Based on the results of the study, the author obtained the results that there are several actions used by motivators in increasing learning motivation, namely (1) giving rewards dan punishments (2) forming study groups, (3) using effective learning methods. Then the author also found patterns dan forms of increasing learning motivation, namely in giving rewards dan punishments: when children diligently attend Al-Qur'an learning they are given rewards, when children are active they are given rewards, when children come late they are given punishments, when children are Not serious about following Al-Qur'an learning they are given punishments. In forming groups, namely the Abu Bakar As-shiddiq group (Iqra 1 to 2), the Umar Bin Khattab group (Iqra 3 to 4), the Usman Bin Affan group (Iqra 5 to 6), the Ali Bin Abi Thalib group (Al-Qur'an). Finally, the use of effective learning methods is using the Tahsin method, using perfect learning media, through the development of learning materials, dan learning evaluation

    ANALISIS KUALITAS NATA DE MEDINILLA DENGAN KOMBINASI KONSENTRASI STARTER DAN EKSTRAK KECAMBAH KACANG KEDELAI HITAM SEBAGAI SUMBER NITROGEN ALTERNATIF

    Get PDF
    Parijoto fruit (Medinilla speciosa) contains antioxidants and high carbohydrate content so that it has the potential to be utilized as a substrate for nata fermentation food products. This study aims to determine the optimal concentration of Acetobacter xylinum bacterial starter and black soybean sprout extract to produce nata de medinilla with physical, chemical and biological quality. The concentration of A. xylinum bacterial starter was 12.5%, 16% and 19.2% while the concentration of black soybean sprout extract was 2.4% and 4.17% with an incubation period of 14 days. Physical characters that can be observed include thickness and yield; while chemically includes crude fiber content, and biological tests by analyzing the presence of coliform contamination during the storage period of 0, 7, and 14 days after harvest at refrigerator temperature (4-6°C) and room temperature (25-28°C). The results showed that nata de medinilla with the highest thickness, yield, and crude fiber content was shown in treatment S3K2 (starter concentration 19.2% and black soybean extract 4.17%), respectively with values of 1.4602 cm; 48.6%; and 0.413%. The best nata shelf life was in the S3K1 treatment with a shelf life of 0 days with a total microbial count of 135 cfu/mL. Based on the organoleptic test, the panelists tended to like the S3K1 treatment in terms of taste, aroma, color and texture

    45,393

    full texts

    47,936

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Digilib UIN Sunan Kalijaga
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇