47936 research outputs found
Sort by
PENGARUH PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PAI DI SMKN 2 DEPOK SLEMAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) sejauh mana pengaruh penggunaan metode pembelajaran berbasis proyek terhadap peningkatan motivasi belajar; (2) sejauh mana pengaruhnya terhadap peningkatan hasil belajar; (3) ada tidaknya pengaruh terhadap motivasi belajar; serta (4) ada tidaknya pengaruh terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran PAI di SMKN 2 Depok Sleman. Jenis penelitian ini adalah quasi-experimental dengan desain nonequivalent control group design. Variabel bebas adalah metode pembelajaran berbasis proyek, sedangkan variabel terikat terdiri dari motivasi dan hasil belajar PAI. Sampel penelitian adalah kelas XI TKR A sebagai kelas eksperimen yang menggunakan metode pembelajaran berbasis proyek dan XI TGP A sebagai kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket dan tes (pretest dan posttest). Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif, uji prasyarat (uji normalitas dan homogenitas), serta uji independent sample t-test dan uji Mann-Whitney menggunakan SPSS 27. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Metode pembelajaran berbasis proyek tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan motivasi belajar, dengan nilai signifikansi uji-t sebesar 0,541 (> 0,05); (2) Metode ini memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik, dibuktikan dengan nilai signifikansi < 0,01 (< 0,05); (3) Tidak terdapat perbedaan rata-rata skor motivasi yang signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol; (4) Terdapat perbedaan yang signifikan dalam hasil belajar peserta didik setelah penerapan metode pembelajaran berbasis proyek. Dengan demikian, metode ini terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar, tetapi belum efektif dalam meningkatkan motivasi belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam
NIKAH DAN ZINA DALAM Q.S AN-NUR (24): 1-5 PERSPEKTIF MA’NA-CUM-MAGHZA
Polemik terkait pernikahan dengan seorang pezina menjadi isu sosial keagamaan yang memicu kontroversi di masyarakat. Problem pernikahan dengan pezina disinggung dalam Q.S 24: 3 yang menarasikan bahwa: “Pezina laki-laki tidak pantas menikah, kecuali dengan pezina perempuan atau dengan perempuan musyrik...”. Narasi pada ayat tersebut jika dipahami secara literal seakan mengisyaratkan bahwa seorang pezina tidak akan menikah kecuali sesama pezina, padahal realitanya tidaklah mutlak terjadi. Berdasarkan tinjauan terhadap penelitian terdahulu peneliti menemukan bahwa belum ada penelitian yang membahas isu nikah dan zina dalam teks Q.S 24: 3 ataupun konteksnya. Berangkat dari problem akademik dan gap research tersebut, peneliti merumuskan beberapa rumusan masalah penelitian, sebagai berikut: (1) Bagaimana dinamika penafsiran Q.S 24: 1-5 berdasarkan, penafsiran era klasik hingga era kontemporer?, (2) Bagaimana analisis terhadap isu nikah dan zina dalam Q.S 24: 1-5 perspektif ma’nā-cųm-maghzā?. (3) Apa relevansi maghzā Q.S 24: 1-5 dengan fenomena kontemporer?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif analisis-deskriptif yang berjenis penelitian kepustakaan dengan pendekatan ma’nā-cųm-maghzā. Sumber data primer pada penelitian ini meliputi penafsiran para mufasir terhadap Q.S 24: 1-5, serta pendapat para ulama terkait topik nikah dan zina dalam Q.S 24: 1-5, sedangkan data sekundernya berupa jurnal, artikel atau karya ilmiah terkait isu nikah dan zina pada era kontemporer. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik literatur review yang kemudian diolah dengan teknik analisis-sintesis data untuk mengolah dan menganalisis topik nikah dan zina dalam Q.S 24: 1-5. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa isu nikah dan zina dalam Q.S 24: 1-5 konteksnya bukanlah untuk melarang menikahi pezina, tetapi maghzā dari ayat ini bertujuan untuk menekankan pentingnya niat yang benar dan kesiapan untuk bertanggung jawab sebelum menikah, serta menegaskan bahwa pernikahan sebagai mekanisme untuk menjaga nilai-nilai moral, spiritual, serta stabilitas sosial dari dampak destruktif perzinaan dalam skala mikro dan makro. Adapun relevansi maghzā Q.S 24: 1-5 dengan fenomena kontemporer, sebagai berikut: Pertama, fenomena mokondo (istilah bahasa gaul bagi laki-laki yang menikah atau berhubungan tanpa membawa kontribusi nyata selain alat kelamin semata) yang berniat hanya ingin numpang hidup dan tak mau bertanggung jawab sangat bertentang dengan pesan moral Q.S 24: 1-5 yang menekankan bahwa pernikahan harus berdasarkan pada niat yang benar dan kesiapan untuk bertanggung secara emosional dan finansial. Kedua, fenomena sugar daddy/mommy yang motif utamanya hanya alasan finansial ataupun seksual tanpa adanya komitmen, sangat bertentangan dengan etika pernikahan dalam Islam yang berlandaskan pada moralitas dan spiritualitas. Ketiga, fenomena penyakit menular seksual yang penyebab utamanya adalah perzinaan bersinggungan dengan maghzā 24: 1-5 yang melarang perzinaan karena dampaknya yang dapat merusak stabilitas keluarga dan masyarakat. Penulis berharap peneliti selanjutnya dapat melakukan kajian tafsir kontekstual, khususnya penafsiran yang berkenaan isu sosial-keagamaan pada era kontemporer
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, STRES KERJA, DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA BANK MUAMALAT DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (Pada Karyawan Bank Muamalat KC Yogyakarta)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Stres Kerja, dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan di Bank Muamalat KCU Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier berganda yang diolah menggunakan software SPSS versi 25. Data penelitian diperoleh dari kuesioner yang disebarkan kepada karyawan Bank Muamalat KCU Yogyakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Artinya, semakin tinggi persepsi terhadap gaya kepemimpinan tertentu, maka kinerja karyawan cenderung menurun. Stres kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, yang menunjukkan bahwa tingkat stres kerja yang dirasakan tidak secara langsung memengaruhi performa kerja karyawan. Sementara itu, lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, yang berarti semakin baik kondisi lingkungan kerja, maka semakin tinggi pula kinerja yang dihasilkan. Secara simultan, gaya kepemimpinan, stres kerja, dan lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Hal ini menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut secara bersama-sama mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kinerja karyawan Bank Muamalat KCU Yogyakarta
IMPLEMENTASI OTONOMI DESA DALAM KEWENANGAN WALI NAGARI TIUMANG DI SUMATERA BARAT
Village autonomy is the right, authority, and obligation of a village to
manage its own governmental affairs and the interests of its local community, based
on the customary rights and traditions prevalent in that village. Nagari Tiumang
has a population composed of various ethnic groups, and the presence of
indigenous ethnic groups provides an opportunity to study how village autonomy
can be implemented while considering local values and wisdom. Nagari Tiumang
is also a destination for transmigration from Java, which adds to the social and
cultural complexity of the area. With village autonomy, it is hoped that the village
can be more responsive to the needs of its residents and able to develop local
potential optimally. This study focuses on the implementation of village autonomy
in Nagari Tiumang, with an emphasis on infrastructure development, public
services, and financial management, as well as a review of constitutional political
theory.
This research is a type of empirical legal research, the research method used
is qualitative with a descriptive-analytical approach. Primary data is collected
through field research and interviews, which provide a direct picture of the
implementation of nagari governance. Data sources include information from the
implementation of village autonomy obtained from interactions with the community
and local officials.
The results of the study indicate that the implementation of village autonomy
in Nagari Tiumang has been quite effective, with the Wali Nagari (village head)
having flexibility in decision-making and budget management. Increased
community participation in the development process is evident from their active
involvement in deliberations and decision-making. However, this study also
identifies several challenges, such as delays in the disbursement of the Regional
Revenue and Expenditure Budget (APBD) funds and a lack of public understanding
of the requirements for public services. From the perspective of Siyasah Dusturiyah,
this study emphasizes the importance of the principles of social justice,
accountability, and transparency in the management of village autonomy. Village
autonomy in Nagari Tiumang can serve as a model for the implementation of good
governance principles, provided that existing challenges are addressed through
effective collaboration between the government and the community. These findings
are expected to contribute significantly to the development of more responsive and
sustainable village autonomy policies in Indonesia
PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KEKERASAN SEKSUAL DI UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA PERSPEKTIF EFEKTIVITAS HUKUM (Studi Atas Implementasi Peraturan Menteri Agama Nomor 73 Tahun 2022)
Kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi merupakan isu serius yang berdampak pada martabat dan hak asasi manusia, serta menciptakan ketidaknyamanan dalam proses pendidikan. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, sebagai institusi pendidikan berbasis keislaman, turut menghadapi tantangan dalam menangani dan mencegah kekerasan seksual di kampusnya. Pemerintah merespons situasi ini melalui penerbitan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 73 Tahun 2022 sebagai langkah hukum untuk memberikan perlindungan dan penanganan yang sistematis terhadap kasus kekerasan seksual di satuan pendidikan, termasuk PTKIN. Namun, efektivitas pelaksanaan kebijakan ini masih menjadi pertanyaan yang penting untuk dianalisis.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan normatif dan empiris. Pendekatan normatif digunakan untuk mengkaji regulasi hukum yang berlaku, sedangkan pendekatan empiris dilakukan dengan wawancara kepada pengurus Pusat Layanan Terpadu Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PLT-PPKS) UIN Sunan Kalijaga serta observasi langsung terhadap pelaksanaan kebijakan di lingkungan kampus. Teknik pengumpulan data meliputi studi dokumen, wawancara mendalam, dan observasi, yang kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk menggambarkan realitas kebijakan dan efektivitas implementasi PMA tersebut di tingkat institusi pendidikan tinggi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa UIN Sunan Kalijaga telah mengambil langkah proaktif dengan membentuk regulasi internal dan membangun lembaga pelaksana PLT-PPKS. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi hambatan seperti keterbatasan sumber daya manusia, minimnya kesadaran sivitas akademika, dan belum optimalnya mekanisme pelaporan dan perlindungan korban. Kesimpulannya, meskipun sudah terdapat upaya implementasi PMA Nomor 73 Tahun 2022, efektivitasnya belum tercapai secara maksimal. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan sosialisasi, penguatan kapasitas lembaga, serta perbaikan sistem pelaporan dan pendampingan korban guna menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bebas dari kekerasan seksual
IJTIHAD HAKIM DALAM MENYELESAIKAN SENGKETA WANPRESTASI AKAD MUDHARABAH (Analisis Putusan Nomor 386/Pdt.G/2021/PA.YK Di Pengadilan Agama Yogyakarta)
Penerapan ekonomi syariah di Indonesia membawa konsekuensi terhadap penyelesaian sengketa berbasis syariah, termasuk dalam perkara wanprestasi akad mudharabah. Namun, dalam praktiknya sering muncul kompleksitas hukum, seperti ketidaksesuaian antara jenis akad dan mekanisme penyelesaian sengketa yang diterapkan oleh hakim. Hal ini dapat memunculkan keraguan terhadap keabsahan hukum dan keadilan substansial. Skripsi ini mengkaji bagaimana bentuk wanprestasi, pertimbangan hukum, dan ijtihad yang dilakukan hakim dalam menyelesaikan perkara wanprestasi mudharabah pada Putusan Nomor 386/Pdt.G/2021/PA.YK di Pengadilan Agama Yogyakarta.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yuridis normatif dengan pendekatan undang-undang, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Sumber data utama berupa salinan putusan, peraturan perundang-undangan, fatwa DSN-MUI, dan literatur hukum Islam. Kerangka teori yang digunakan meliputi teori ijtihad, teori wanprestasi dalam hukum Islam dan perdata, serta teori penemuan hukum oleh hakim. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah sejauh mana ijtihad hakim mampu memberikan solusi atas kekosongan atau ketidaksesuaian norma dalam perkara ekonomi syariah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim menyatakan tergugat wanprestasi karena tidak memenuhi kewajiban pelaporan, pembagian hasil, dan kelengkapan dokumen. Hakim menggunakan KHES, KUHPerdata, dan fatwa DSN sebagai dasar hukum. Ijtihad dilakukan dengan menggabungkan penyelesaian mudharabah dan hawalah, namun masih lemah dari sisi kejelasan subjek hukum. Kesimpulan penelitian menyarankan perlunya harmonisasi hukum syariah dan penguatan regulasi agar putusan ekonomi syariah lebih konsisten dan adil
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP HAK CIPTA LAGU YANG DINYANYIKAN ULANG (STUDI KASUS COVER SONG PADA CHANNEL YOUTUBE HANIN DHIYA)
Perlindungan hukum atas hak cipta lagu yang dinyanyikan ulang dalam ranah platform digital, khususnya pada Channel Youtube milik Hanin Dhiya. Di era digital saat ini, kegiatan meng-cover lagu telah menjadi sebuah tren popular di tengah masyarakat, khususnya melalui media sosial dan platform berbagai video. Meskipun aktivitas tersebut bisa dianggap sebagai bentuk penghargaan terhadap karya para pencipta lagu, praktik ini juga menimbulkan persoalan hukum, terutama yang berkaitan dengan Hak Atas Kekayaan Intelektual sebagai landasan hukum, etika dan ekonomi untuk menjamin keadilan, perlindungan hukum, dan kemajuan inovasi, dan pembagian royalty.
Jenis penelitian ini yaitu penelitian hukum (legal research) metodologi yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan yuridis-normatif dan pendekatan konseptual (conteptual approach). Dalam membedah subjek penelitian ini menggunakan perlindungan hukum dan maslahah. Sumber primer yang digunakan yaitu Undang-undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Sedangkan dalam teknik pengumpulan data menggunakan pendekatan kasus (case approach) pada Channel Youtube pemilik Hanin Dhiya, metode analisis memuat metode analisis konten, disertai dengan teknik deduktif.
Hasil penelitian ini menyimpulkan: pertama, perlindungan hukum terhadap hak cipta memainkan peran krusial dalam menjaga hak-hak ekonomi dan moral pencipta lagi khususnya ditengah maraknya praktik menyanyikan ulang lagu seperti yang dilakukan oleh Hanin Dhiya tentang lagu “Akad” milik Payung Teduh dan regulasinya sudah jelas dalam Undang-undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. dalam praktiknya di lapangan, ketentuan hukum tersebut sering kali diabaikan atau tidak ditegakkan secara konsisten. Padahal, kepastian hukum atas hak cipta seharusnya dijalankan secara tegas dan menyeluruh untuk melindungi kepentingan para pencipta lagu serta memastikan adanya keadilan dalam distribusi manfaat ekonomi atas karya mereka. Kedua, dalam konteks maslahah praktik menyanyikan ulang lagu tanpa izin jelas bertentangan dengan prinsip menjaga kemaslahatan, khususnya dalam aspek perlindungan harta (hifz al-mal) dan akal atau intelektualitas (hifz al-‘aql). Karena tindakan tersebut dapat merugikan pencipta lagu secara ekonomi dengan hilangnya potensi royalty dan secara intelektual dengan tidak diakuinya hak cipta sebagai hasil karya orisinal. Meskipun dampak positifnya memberikan hiburan kepada masyarakat, namun tetap tindakan itu tetap tidak mengabaikan kemaslahatan pencipta lagu secara keseluruhan
”KEPATUHAN SEJUMLAH PEMILIK KAFE DI KOTA YOGYAKARTA TERHADAP HUKUM ROYALTI HAK CIPTA MUSIK: TINJAUAN HUKUM POSITIF DAN HUKUM ISLAM”
Kafe di Kota Yogyakarta menjadikan musik sebagai salah satu elemen utama dalam menciptakan suasana bagi konsumennya. Penggunaan musik tersebut seharusnya tunduk pada ketentuan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta serta Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2021 mengenai Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan/atau Musik, yang mewajibkan pembayaran royalti kepada pencipta lagu melalui Lembaga Manajemen Kolektif Nasional. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar pemilik kafe masih mengabaikan kewajiban ini. Melihat kondisi tersebut, penelitian ini difokuskan untuk mengkaji kepatuhan pemilik kafe di Yogyakarta terhadap kewajiban pembayaran royalti hak cipta musik secara komparatif melalui perspektif hukum positif Indonesia dan hukum Islam.
Penelitian ini menggunakan pendekatan lapangan dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara langsung kepada pemilik kafe. Analisis terhadap hukum positif mengacu pada teori sistem hukum Lawrence Friedman, mencakup struktur, substansi, dan kultur hukum, guna mengukur efektivitas regulasi royalti yang ada. Pada sisi hukum Islam, penelitian ini mengelaborasi konsep maslahat Al-Ghazali serta pandangan ulama kontemporer seperti Wahbah az-Zuhaili dan Yusuf al-Qaradawi yang menempatkan hak cipta sebagai bagian dari hak maliyyah yang wajib dilindungi demi keadilan dan kemaslahatan. Dengan pendekatan perbandingan, penelitian ini menelusuri bagaimana norma hukum positif yang bersifat legal-formal dapat disejajarkan dengan prinsip fikih kontemporer yang menekankan perlindungan hak kekayaan intelektual.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan pemilik kafe terhadap kewajiban pembayaran royalti masih rendah. Dalam perspektif hukum positif, rendahnya kepatuhan disebabkan oleh minimnya pemahaman regulasi serta lemahnya pengawasan aparat terkait. Sementara dalam perspektif hukum Islam, ketidakpatuhan ini berpangkal pada kurangnya internalisasi hukum islam mengenai perlindungan hak cipta. Penelitian ini menegaskan bahwa kedua sistem hukum memiliki titik temu dalam menjaga hak kekayaan intelektual. Integrasi keduanya melalui pendekatan komparatif berpotensi meningkatkan kesadaran hukum pelaku usaha sekaligus memperkuat legitimasi kewajiban pembayaran royalti secara normatif dan syar’i
NILAI-NILAI ETIKA KEAGAMAAN PADA ETOS KERJA KARYAWAN BERBEDA AGAMA PT. KAI DI STASIUN TUGU YOGYAKARTA
Penelitian ini mengkaji bagaimana karyawan berbeda agama PT. KAI di Stasiun Tugu Yogyakarta mampu menerapkan nilai-nilai etika agama seperti kerja keras, jujur, tanggung jawab, disiplin, dan kerja sama dalam aktivitas bekerjanya. Etos kerja menjadi poin utama dalam menentukan keseriusan dan kesuksesan karyawan dalam bekerja. Terkadang dalam aktivitas bekerjanya karyawan rela menghalalkan segala cara demi mendapatkan keuntungan secara pribadi tanpa melihat perbuatannya itu benar atau salah. Oleh karenanya, perlu adanya pemahaman dalam diri karyawan tentang pentingnya menerapkan nilai-nilai etika dalam agama dalam bekerja. Nilai-nilai inilah nantinya berperan dalam membentuk etos kerja yang membawa individu pada kebenaran dan kesuksesan dalam bekerja.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan yang bersifat kualitatif-deskriptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi dalam menganalisisnya, dengan bantuan metode teknik pengumpulan data seperti, observasi, wawancara, serta dokumentasi. Pengumpulan data dilakukan melalui berberapa metode, seperti observasi lokasi penelitian secara langsung, wawancara mendalam dengan beberapa informan, dan anlisis dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori milik Max Weber yang tertuang dalam bukunya dengan judul “Etika Protestan dan Spirit Kapilasime”. Dengan teori ini, peneliti dapat mengkaji permasalahan bagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam etika protestan, khususnya ajaran calvinisme, seperti kerja keras, disiplin, jujur, dan tanggungjawab dapat membawa individu dalam membentuk etos kerja yang baik. Etos kerja yang baik inilah yang nantinya dapat membawa mereka pada kesuksesan. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penerapan nilai-nilai etika agama dapat membentuk etos kerja karyawan berbeda agama PT. KAI di Stasiun Tugu Yogyakarta.
Hasil penelitian menunjukan bahwa karyawan berbeda agama PT. KAI di Stasiun Tugu Yogyakarta menjadikan nilai-nilai etika agama seperti kerja keras, jujur, disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama sebagai landasan moral mereka dalam aktivitas bekerja. Nilai-nilai etika agama yang senantiasa mereka terapkan akan berkontribusi dalam membentuk etos kerja yang baik, yang nantinya dapat berkontribusi pada peningkatan produktifitas dan profesioanlime karyawan dalam bekerja. Karyawan berbeda agama PT. KAI di Stasiun Tugu Yogyakarta meyakini bahwa, mereka bekerja bukan hanya sekadar untuk memenuhi kebutuhan individu saja, tetapi sebagai bentuk ibadah kepada Tuhan yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Oleh karenanya, adanya faktor motivasi dan dorongan dalam bekerja seperti mendapatkan nafkah, meningkatkan status sosial, dan kualitas diri yang membuat mereka selalu berusaha bekerja dengan menerapkan nilai-nilai etika agama sebagaimana pemahaman mereka yang bersumber dalam ajaran agamanya
IMPLIKASI MUJAHADAH TERHADAP KEBERAGAMAAN SANTRI PONDOK PESANTREN AL LUQMANIYYAH UMBULHARJO YOGYAKARTA
Mujahadah di Pondok Pesantren Al luqmaniyyah hadir sebagai solusi bagi
individu dan sosial sebagai upaya untuk memerangi hawa nafsu. Santri yang
tinggal di Pondok Pesantren Al Luqmaniyyah berasal dari kalangan dan
pendidikan ataupun kesibukan luar pesantren yang berbeda. Keberadaan
mujahadah ini sangat penting karena fokus pada pembersihan diri dari hal negatif
dan mendorong individu untuk senantiasa dilatih disiplin dan juga tanggung
jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menggali proses dan implikasi mujahadah
terhadap sikap keberagamaan para santri, mengingat latar belakang beragam
adanya berbedanya kesibukan santri dan datangnya mujahadah sebagai hal yang
wajib dan juga tujuan dari mujahadah sebagai solusinya.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang menggunakan metode
kualitatif dengan pendekatan Psikologi Agama. Pengumpulan data dilakukan
melalui observasi langsung, wawancara dengan pihak yang terkait, serta
dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, yang
ditinjau berdasarkan teori religiusitas atau keberagamaan dari Glock and Stark
dengan menganalisis kepercayaan atau keyakinan, penghayatan, pemahaman dan
pengetahuan serta dampak seseoarang terhadap ajaran agama yang dianutnnya.
Proses analisis itu sendiri meliputi lima dimensi yakni dimensi ideologi, dimensi
ritual, dimensi pengetahuan, dimensi penghayatan dan juga dimensi efek dan
moral. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran tentang prosesi
pelaksanaan dan implikasi mujahadah terhadap keberagamaan santri Pondok
Pesantren Al Luqmaniyyah Umbulharjo Yogyakarta.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa proses pelaksanaan mujahadah
terdapat dua waktu yakni setelah magrib dan sebelum subuh serta terdapat
beberapa tahapan yakni tahapan persiapan, pelaksanaan dan santri mengalami
perubahan setelah menjalani mujahadah baik dirasakan individu ataupun
berdampak pada lingkungan sosial. Dari subjek yang telah diteliti, jika dikaitkan
dengan teori Charles Y Glock & Rodney Stark mengenai implikasi keberagamaan
dari 10 orang diantaranya, 80% atau 8 orang diantaranya termasuk ke dalam
dimensi ideologis, 80% dari 8 orang lagi masuk kedalam dimensi intelektual, 90%
atau 9 orang masuk kedalam dimensi ritual dan 100% seluruhnya masuk kedalam
dimensi perasaan dan dimensi konsekuensi atau efek moral. Beberapa diantaranya
antara santri satu dengan yang lainnya berbeda pendapat mengenai implikasi
mujahadah yang bisa dilihat dari berbagai sisi yakni sisi kepercayaannya, sisi
keagamaan atau ritualnya, sisi pengetahuan keagamaannya, sisi penghayatannya
dan juga sisi pengaplikasian ajaran agama dengan perilaku sosial dalam
memaknai mujahadah