Jurnal Sain Veteriner
Not a member yet
    821 research outputs found

    Subdermal Silicone and Collagen Injection Effect on the Skin of Rats (Rattus norvegicus) on the Third Day After Injection

    Get PDF
    Collagen and silicone are substances commonly used as dermal filler in a number of beauty procedures. However, sometimes these chemicals cause unwanted side effects on the skin. The purpose of this research is to analyse the effect of collagen and silicone subdermal injection on rat skin as a model for human skin. Materials in this research are 9 Wistar rats (Rattus norvegicus) divided into three groups with a number of 3 rats in each group. The first control group (K) is not given any injections, while KI and KII are injected with 0,1 ml collagen and 0,1 ml silicone respectively. On the third day, all groups are observed for macroscopic changes. Skin samples are taken by necropsy and are made into slides using HE stain. All procedures done are approved by the ethics commission of LLPT, UGM, Yogyakarta with the certificate number 00024/04/LPPT/V/2019. The slides are observed under a microscope with 20x and 40x magnification. Any microscopic changes are noted, also epidermis and dermis lengths are measured. Mild hyperkeratosis, inflammation and proliferation of connective tissue are found. The measurements of the  epidermis and dermis are analysed using T-test independent method in the program Statistical Product and Service Solution (SPSS). The mean length of the epidermis is a little thicker than normal but is not significant (P>0,05). The results of this research show that the subdermal injection of 0,1 ml collagen and 0,1 ml silicone on rats do not cause significant macroscopic or microscopic changes.

    Study of Struvite Crystals and Dietary at Risk for the Formation of Struvite Urolithiasis in Dogs in Small Animal Practices

    No full text
    Urolithiasis is defined as the formation of urolith or crystal in the urinary tract caused by supersaturation of urine. This study was conducted at PDHB drh Cucu Kartini S, dkk, Jakarta clinic. The data were taken from urinalysis test results of 23 dogs which suffered crystaluria and urolith stone examination of 11 dogs which suffered urolith stone post cystotomy. Most affected breeds were Shihtzu, Pug, Mini Pom, Corgi, Miniature Schnauzer, Golden Retriever. Crystaluria most detected in male dogs, while urolith stone most affected in female dogs.  Dogs from 6 months to 12.5 years with a median of 5 years were affected. The urinalysis showed that dogs with crystaluria had alkaline urine (mean 8.3), 100% proteinuria, 86.9% hematuria, 41.4% pyuria. Diets is the most contributing factor in case of struvite urolithiasis, which is low water content; high in protein, magnesium, phosphorus, carbohydrates and calcium. Therapeutic diets that low in protein, phosphorus, magnesium and sufficient carbohydrates and diets with greater than 70% moisture can be an option for treatment and prevention of recurrent of struvite urolithiasi

    Kajian Daun Sirih Hijau (Piper betle L) Sebagai Antibakteri

    No full text
    AbstractBacterial infection is one of the biggest health issues in animals and humans. Antibiotic is commonly used in bacterial infection therapy, yet antibiotic misuse can lead into bacterial antibiotic resistance. This means antibiotic is less effective in therapy of resistant bacteria. Green betel leaf has been known as traditional herbal medicine with rich essential oil and consists of phenol with several derivatives that have antibacterial activity. The results of the research that have been carried out can be reported that green betel leaf has the potential to be antibacterial. This herbal can be used as alternative therapy because it is easy to get and have low-level toxicity. In this study we try to discuss about green betel leaf (Piper betle L) as antibacterial with activity against Gram-positive and Gram-negative bacteria by analyzing the component of the active compound and mechanism of action.keywords: antibacterial activity; green betel leaf; Piper betle L AbstrakInfeksi bakteri menjadi masalah yang sudah sering terjadi dan berdampak buruk bagi kesehatan manusia dan hewan. Pengobatan untuk penyakit infeksi biasanya menggunakan antibiotik, namun banyak penggunaan antibiotik yang disalahgunakan sehingga dapat mengakibatkan terjadinya resistensi dan bakteri menjadi tidak sensitif terhadap pengobatan antibiotik. Daun sirih hijau merupakan salah satu obat tradisional yang memiliki kandungan minyak atsiri dan komponen utamanya terdiri fenol dengan beberapa turunannya yang berperan sebagai antibakteri. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan dapat dinyatakan bahwa daun sirih hijau dapat berpotensi sebagai antibakteri. Selain itu daun sirih hijau mudah didapat dan memiliki toksisitas rendah yang menyebabkan tanaman tradisional tersebut dijadikan sebagai alternatif dalam mengobati infeksi bakteri. Studi literatur ini membahas daun sirih hijau (Piper betle L) sebagai antibakteri terhadap bakteri Gram positif dan Gram negatif meliputi komponen senyawa aktif dan mekanismenya.Kata kunci : aktivitas antibakteri; daun sirih hijau; Piper betle

    Combination of Acupuncture Points in The Treatment of Hind Leg Paresis with Electroacupuncture Methods in Domestic Cats

    No full text
    Back leg paresis is muscle weakness that can cause the inability to walk or support the back of the body. A domestic cat, female, black tabby hair colour with a bodyweight of 2.9 kg has weakness in both hind legs so it cannot lift the back of the body properly but there is still a reflex when pressing using tweezers sirurgis on the gluteus muscle tendon. The flexor reflexes on the digits are still present but slightly. From the physical examination, it was concluded that there was a disturbance in the segment IV spinal cord, precisely at L7-S1. Cats also experience problems with defecation, namely the patient's stool is watery inconsistency. The results of the X-Ray examination showed that the segments of the os. lumbar, os. femur, os. tibia, os. fibula, os. metatarsal to digit there are no fractures and also the visceral organs do not experience changes and abnormalities. However, there is a bias picture, namely compression on the 7th segment (S4-L5, L6 and L7). The diagnosis was that the cat had disorders of the spinal cord segments IV (L4-S2) and V, to be precise, from L7 to S2. Electroacupuncture therapy at points BL-18, BL-19, SP-6, ST-36 and LIV-3 was carried out for three weeks, namely twice in the first week and once in the second and third weeks. Oral drug therapy in the form of Neurobion® tablets is taken orally during therapy

    POTENSI ANESTETIKA KET-A-XYL® PADA KUCING JANTAN DOMESTIK DI YOGYAKARTA INDONESIA

    Get PDF
    Ket-A-Xyl® (Ket-A-Xyl® 20 ml, AgroVet, Peru) merupakan sediaan anastetika jadi yang telah banyak dipasarkan di Indonesia untuk induksi anastesi pada anjing. Studi ini menguji penggunaan obat Ket-A-Xyl® untuk kastrasi pada kucing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian Ket-A-Xyl® terhadap parameter fisiologis kucing jantan domestik. Sebanyak 53 ekor kucing jantan domestik dengan berat badan berkisar 1,5 – 5,68 kg dipuasakan selama 8 jam kemudian ditimbang untuk menentukan dosis anestesi. Kucing diinjeksikan sediaan Ket-A-Xyl® secara intramuskular, kemudian diamati dan dicatat perubahan fisiologisnya. Demikian juga untuk onset dan durasi obat dicatat saat kucing memasuki stadium anestesi I hingga tahap recovery. Analisis data parameter fisiologis dilakukan menggunakan aplikasi SPSS dengan uji paired sample t-test. Kelompok yang dibandingkan dalam uji paired sample t-test tersebut adalah kelompok data fisiologis kucing pada tahap stadium III dengan tahap recovery. Hasil analisis data menunjukkan bahwa sediaan Ket-A-Xyl® menimbulkan efek yang signifikan terhadap frekuensi napas (p<0,05), tetapi tidak pada suhu dan frekuensi pulsus. Rata-rata onset dan durasi obat Ket-A-Xyl® menunjukkan waktu yang lebih singkat dibanding studi sebelumnya yang menggunakan obat atropin-ketamin-xylazin. Sediaan anastesi Ket-A-Xyl®  berpotensi  sebagai  obat anestetika yang baik  pada  kucing  domestik  karena  lebih  efisien,  onset dan durasi singkat, serta tidak menimbulkan respon fisiologis yang fatal selama penggunaannya

    Aktivitas Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma longa L) pada Mencit Parkinson yang Diinduksi Haloperidol

    Get PDF
    Penyakit Parkinson merupakan penyakit neurodegeneratif dengan gangguan motorik seperti bradikinesia, rigiditas, dan tremor yang dapat mempengaruhi keseimbangan tubuh.  Hal ini terjadi karena penurunan kadar dopamin yang dapat dipicu oleh adanya stres oksidatif. Kunyit (Curcuma longa) mengandung kurkumin yang mempunyai aktivitas antioksidatif dan neuroprotektif yang potensial sehingga dapat mencegah gangguan neurodegeneratif karena stres oksidatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak rimpang kunyit pada mencit model Parkinson yang diinduksi haloperidol. Ekstraksi rimpang kunyit dilakukan secara maserasi dengan pelarut etanol 96%. Sebanyak 60 ekor mencit dibagi menjadi 6 kelompok, masing-masing mendapat perlakukan sebagai berikut : Kelompok normal diberi CMC-Na per oral (p.o) dan NaCl fisiologis intraperitoneal (i.p), kelompok haloperidol diberi CMC -Na (p.o) dan larutan haloperidol i.p (1 mg/kg BB), kelompok levodopa diberi levodopa (p.o) dan larutan haloperidol i.p, Kelompok ekstrak 100 diberi ekstrak kunyit dosis 100 mg/kg BB dan larutan haloperidol i.p , Kelompok ekstrak 200 diberi ekstrak kunyit dosis 200 mg/kg BB dan larutan haloperidol i.p, Kelompok ekstrak 400 diberi ekstrak kunyit dosis 400 mg/kg BB dan larutan haloperidol i.p. Pemberian CMC-Na, levodopa dan ekstrak kunyit diberikan selama 21 hari. Lima belas menit setelah pemberian perlakuan hari terakhir, semua hewan uji kecuali kelompok 1 diinjeksi haloperidol dosis 1 mg/kg BB secara i.p. Kemudian dilakukan uji batang, uji roda berputar, uji refleks geotaksis, uji refleks menghindari jurang dan uji kemampuan penciuman pada menit ke 5, 60, 120 dan 180. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji anova satu jalur dilanjutkan dengan uji post hoc LSD. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pemberian haloperidol dapat meningkatkan waktu katalepsi, meningkatkan jumlah jatuh dan mempercepat waktu jatuh pertama kali, menurunkan refleks geotaksis, meningkatkan waktu refleks menghindari jurang serta menurunkan kemampuan indera penciuman. Sedangkan pemberian ekstrak kunyit dosis 200 dan 400 mg/kgBB dapat menurunkan waktu katalepsi, menurunkan jumlah jatuh dan memperlama waktu jatuh pertama kali, menurunkan refleks geotaksis, menurunkan lama waktu pada uji refleks menghindari jurang serta meningkatkan kemampuan indera penciuman jika dibandingkan dengan Haloperidol (P0,05) dengan pemberian levodopa. Berdasarkan hasil dapat disimpulkan bahwa ekstrak rimpang kunyit dosis 200 dan 400 mg/kgBB memiliki aktivitas untuk mencegah terjadinya Parkinson pada mencit yang diberi haloperidol

    Improve the Performances of Broilers as Reduce Heat Stress by the Supplementation Jaloh (Salix tetrasperma Roxb) in Drinking Water

    Get PDF
    Abstrak Pencegahan dampak cekaman panas pada ayam broiler dapat dilakukan dengan pemberian ekstrak tanaman yang juga berguna dalam pengembangan obat-obat tradisional sebagai alternatif pengurangan penggunaan bahan-bahan kimiawi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi performan ayam broiler yang diberikan ekstrak daun jaloh melalui air minum. Penelitian dilakukan di Laboratorium Lapangan Peternakan (LLP), Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Sebanyak 80 ekor anak ayam broiler strain MB 202 produksi PT Japfa, Medan digunakan dalam penelitian ini. Perlakuan adalah suplementasi ekstrak daun jaloh melalui air minum pada dosis 0, 500, 1000, and 1500 ml/l air. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Blok terdiri 4 perlakuan dan 4 blok. Tiap blok merupakan eksperimental unit yang masing-masing ditempati 5 ekor ayam. Hasil penelitian memperlihatkan walaupun secara statistik tidak berbeda nyata (P>0,05), suplementasi ekstrak daun jaloh di dalam air minum cenderung meningkatkan performan ayam broiler. Berat badan akhir, konsumsi ransum, dan konsumsi air minum meningkat sedangkan FCR menurun. Hasil penelitian disimpulkan bahwa pemberian ekstrak daun jaloh melalui air minum dapat menurunkan cekaman panas dan kematian ayam broiler dengan penggunaan terbaik pada pengenceran 1000 ml /l water air. Kata kunci: Jaloh; leaf, ekstrak, broiler, performan  Abstract Prevent heat stress in broilers has been optionally created by using plants as starting points for drug development, specifically those used in traditional medicine. The objective of this study was to evaluate the performances of broiler chickens raised by offering jaloh leaf extract (JLE) through drinking water. The research has been conducted at the Field Laboratory of Animal Husbandry, Animal Husbandry Department, Syiah Kuala University. As many as 80 broiler chicks strain MB 202 produced by PT Japfa, Medan were used in this study. The treatment was supplementation JLE within drinking water at a dose of 0, 500, 1000, and 1500 ml/l of water, respectively. The research was performed into a Block Randomized Design (RBD), consisting of 4 treatments and 4 blocks. Each block was an experimental unit, each of which was placed by 5 chickens. The results of study indicated that although statistically no significant differences were detected (P>0.05) supplementation of JLE through drinking water had tendency to improve the performances of broilers. Final body weight, body weight gain, feed intake. and drinking water intake increased and FCR decreased. It was concluded that giving JLE through drinking water could minimize heat stress and reduce the mortality of broilers with the best provision of JLE at the level of 1000 ml /l water.Key words: Jaloh; leaf, extract, broiler, performance

    Farmers' Characteristics Associations with the Knowledge for Sheep Estrus Detection in Batur Village, Banjarnegara, Indonesia

    Get PDF
    The accuracy of the estrus detection was important in sheep breeding management. This study aimed to determine the correlation between the farmers’ characteristics and the knowledge on estrus detection of their sheep. The data were collected by interviewing 33 farmers, who have raised sheep with a breeding system for at least two years of experience in Batur Village, Banjarnegara, Indonesia. The farmers’ knowledge for estrus detection was divided into three-level, namely low, medium, and high levels. The results showed that the farmers’ knowledge for estrus detection was 51.5%, 27.3%, and 21.2% on the low, medium, and high levels, respectively. There was a significant relationship between formal education, informal education, number of sheep, the sheepfold position, stay duration in the sheepfold, and the ram ownership for mating toward knowledge of estrus detection level. It can be concluded that there is a relationship between farmer characteristics in Batur Village and the ability to detect estrus in ewes, which is dominated at low levels, so it is necessary to increase farmers' knowledge regarding estrus detection

    Pendeteksian secara Otomatis Telur Cacing Haemonchus contortus menggunakan Algoritma YOLOv3

    Get PDF
    Infeksi Haemonchus contortus atau haemonchosis umumnya terjadi pada ruminansia kecil seperti domba. Haemonchus contortus adalah spesies yang paling patogenik pada ruminansia kecil dan berhabitat di abomasum. Hewan yang terinfeksi Haemonchus contortus  secara berangsur-angsur akan mengalami anemia karena aktivitas cacing yang menghisap darah. Selain menimbulkan anemia, domba akan mengalami penurunan bobot badan akibat penurunan daya cerna. Infeksi tersebut dapat berjalan secara akut maupun kronis dan dalam kondisi tertentu dapat juga mengakibatkan kematian pada hewan. Oleh karena itu dibutuhkan perangkat yang efektif dan efisien untuk mengindentifikasi keberadaan telur cacing Haemonchus contortus sebagai alat deteksi cepat telur cacing. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat perangkat cerdas berbasis Algoritma YOLOv3 yang mampu mendeteksi dan mengidentifikasi telur cacing Haemonchus contortus secara cepat.  Penelitian ini menggunakan Algoritma You Only Look Once (YOLO) versi 3 yang merupakan algoritma yang dikembangkan untuk membantu mendeteksi objek secara realtime. Algoritma YOLO dijalankan dalam framework aplikasi anaconda dengan menggunakan pycharm dan aplikasi OPENCV. Identifikasi telur Haemonchus contortus secara otomatis berhasil dilakukan dengan proses tagging pada dataset dan membuat file weight training bagi YOLO. Hasil uji coba menggunakan mikroskop cahaya dan smartphone menunjukan bahwa bahwa Algoritma YOLO mampu mengidentifikasi telur Haemonchus contortus dengan nilai confidence lebih dari 90%. Penggunaan perangkat Dino-Lite yang terhubung pada mikroskop cahaya menunjukan algoritma YOLO tidak dapat berjalan karena adanya enkripsi pada perangkat tersebut. Otomatisasi pendeteksian telur Haemonchus contortus dapat dilakukan dengan memanfaatkan Algoritma YOLOv3 yang dibantu dengan hardware berupa laptop dan smartphone android serta memiliki kemampuan identifikasi dengan tingkat akurasi yang tinggi.

    Uji In Vitro Efektivitas Ekstrak Biji Jintan Hitam (Nigella Sativa L.) terhadap Pertumbuhan Microsporum gypseum Penyebab Dermatitis pada Anjing

    Get PDF
    Biji jintan hitam (Nigella sativa L.) mengandung senyawa aktif seperti thymoquinone, carvacrol, dan thymol yang berperan sebagai antijamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak biji jintan hitam dalam menghambat pertumbuhan jamur Microsporum gypseum yang merupakan salah satu agen penyebab dermatitis pada anjing. Kemampuan ekstrak biji jintan hitam dalam menghambat pertumbuhan jamur Mircrosporum gypseum diuji dengan metode difusi agar dengan teknik sumuran (Agar Well Diffusion). Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan konsentrasi ekstrak biji jintan hitam terhadap pertumbuhan jamur Microsporum gypseum yaitu 10%, 25%, 50%, 75%, 100%, flukonazol digunakan sebagai kontrol positif dan phospat buffer saline (PBS) kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji jintan hitam dengan konsentrasi mulai dari 25%, 50%, 75% dan 100% dapat menghambat pertumbuhan jamur dengan rerata lebar zona hambat secara berurutan ± 3,67 mm., ± 2,84 mm., ± 3,67 mm., dan ± 4,00 mm. Ekstrak biji jintan hitam mampu menghambat pertumbuhan Microsporum gypseum.  Perlu penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan hasil optimal sehingga berpeluang sebagai anti fungal pada penyakit dermatitis pada anjing

    419

    full texts

    821

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sain Veteriner
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇