Center for Scientific Publication
Not a member yet
4029 research outputs found
Sort by
Water Conservation Practices viewed from Community Socio-Psychological Factors (Case Study: Bandar Lampung City, Indonesia)
Climate change that is happening at this time affects the decrease in the availability of water in the world. Urban areas, especially coastal areas, will have a more significant impact on water scarcity. Coastal areas in Indonesia, such as Bandar Lampung City, are mainly concerned in this study. Therefore, a study was conducted to determine the variables that influence water conservation practices in Bandar Lampung, which focuses on social psychological factors with four independent variables. By knowing the independent variable that has the highest level of influence, an approach to conservation efforts at the individual level can be approached. Data were obtained using a closed questionnaire with answer options using a Likert scale. Data analysis used simple linear regression and stepwise regression. The simple linear regression results show that the variable social norms (X4) are the highest variable with a value of R2 0.0385. In stepwise regression, the variable attitude towards conservation (X1), the benefits obtained (X2), individual control behavior (X3), and social norms (X4) simultaneously have a coefficient of determination value of R2 0.06127, where the social norms variable align with sample linear regression results on water conservation practices. These social norms can be used as a reference by stakeholders such as Perumda, Regional Government, NGOs, etc., through individual approaches in mapping strategies for increasing water conservation practices
Perancangan Desain Interior Sport Center Karate FORKI di Jakarta dengan Pendekatan Konsep Kaizen Karate-Do
Perkembangan Karate di Indonesia mengalami peningkatan penggemar yang diiringi dengan munculnya berbagai macam organisasi, perguruan, dan aliran yang dianut oleh pendirinya masing-masing. Maka dari itu, diperlukan fasilitas yang memadai untuk menunjang kebutuhan atlet demi meraih prestasi yang lebih tinggi. Permasalahan saat ini Sport Centre Karate yang berlandaskan FORKI Jakarta belum pernah ada sebelumnya. Sport Centre Karate masih hanya tersedia oleh beberapa perguruan yang memiliki pendanaan pribadi. Hal ini menyebabkan ketidakrataannya fasilitas untuk menunjang atlet provinsi. Fasilitas yang disediakan juga tidak selengkap dengan apa yang harusnya diperlukan dalam Karate. Fasilitas pelatihan karate yang sudah ada belum menampilkan identitas dari Karate itu sendiri. Dengan menampilkan suasana Jepang di era Meiji, membuat para Atlet dan penggemar olahraga ini mengingat asal dan orisinalitas dari Karate. Perancangan interior dari Sport Center ini menggunakan konsep Kaizen Karate-Do berarti adanya perubahan konsep tempat pelatihan dalam Karate di Indonesia saat ini menjadi lebih baik dengan mengadopsi budaya Jepang yang belum pernah ada sebelumnya di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dan metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi serta kuisioner. Serta menggunakan sistematika perancangan oleh Rosemary Kilmer
Faktor Hambatan Dalam Penerapan Green Public Procurement Pada Konstruksi Jalan Di Bali
Dalam konteks pembangunan infrastruktur jalan, ada kebutuhan untuk menyadari bahwa proyek konstruksi memiliki dampak besar terhadap lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah berkelanjutan dalam proyek konstruksi, termasuk penerapan Green Public Procurement (GPP). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor penghambat dalam menerapkan GPP, terutama dalam konteks konstruksi jalan di Bali, dengan memperhatikan kesenjangan dalam literatur yang ada. Penelitian ini menggunakan metode ISM (Interpretative Structural Modelling) untuk analisisnya. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa berdasarkan analisis yang telah dilakukan bahwa sub-faktor dari mulai level I sampai dengan VIII saling berhubungan satu sama lain dan tidak terpisahkan sehingga hal ini mempengaruhi penerapan serta hambatan GPP pada konstruksi jalan di Bali. Strategi yang dapat dilakukan adalah yaitu membenahi segala hambatan yang dialami mulai dari level terbawah sehingga akan berdampak pada level yang lebih tinggi
Studi Desain Berbasis Kinerja Seismik Dengan Pendekatan Perpindahan Metode MDOF Equivalent System Menggunakan Verifikasi Analisis Nonlinear Modal Time History Pada Rangka Baja Terbreis Eksentris
Studi desain berbasis kinerja seismik dengan menggunakan pendekatan Direct-Displacement Based Design (DBD) metode Single-Degree-of-Freedom (SDOF) equivalent system yang berdasarkan ragam getar pertamanya, telah banyak dilakukan di Indonesia, namun studi pengujian DBD metode Multiple-Degree-of-Freedom (MDOF) equivalent system yang dapat menangkap pengaruh empat ragam getar, masih minim dilakukan. Penelitian ini melakukan pengujian desain berbasis kinerja seismik menggunakan pendekatan DBD metode MDOF equivalent system dengan tiga buah subjek studi berupa struktur rangka baja terbreis eksentris tiga dimensi, dan sebagai verifikasinya menggunakan analisis nonlinear modal time history. Hasil uji menunjukkan bila DBD metode MDOF equivalent system memberikan akurasi yang kurang baik, juga pada studi ini menunjukkan analisis nonlinear modal time history memberikan efisiensi waktu yang sangat baik dengan rata-rata galat yang masih dapat diterima
Subgrade Stabilization with Ca (OH)2 Lime to Improve the Physical and Mechanical Properties of Soil (Case Study: The National Road Trengguli – Bts. Kab. Demak/Kudus)
Road damage on The National Road Trengguli - Bts. Kab. Demak/Kudus in the form of cracks and collapses, the contributing factors are soft subgrade conditions and irrigations on both sides of the road. Chemical stabilization with Ca(OH)2 lime can improve the physical and mechanical properties of the soil. This research uses the addition of lime with variations of 2%, 4%, 6%, 7%, 8%, and 10% of the dry weight of the soil. Based on the standard proctor test results, the optimum mixture of 6% lime was obtained with a value of γdmax = 1.459 gr/cm3 and Wopt = 28.052%. Furthermore, the original soil and 6% lime mixture were tested: sieve and hydrometer analysis, Atterberg limits, standard proctor compaction, unconfined compressive strength (UCS), laboratory CBR (soaked) and 1 cycle drying - wetting testing. At 6% lime for UCS and CBR testing, 0, 7 and 14 days of curing were conducted. The results of research on the initial soil and after 6% lime stabilization, namely the soil classification based on USCS originally included in CH, namely non-organic loamy soil with high plasticity or fat clays to SM, namely silty sand and based on AASHTO originally included in A-7-6 clay soil to A-7-5 clay soil, from PI = 43.232% to PI = 16.213%, from CBR = 0.917% to CBR with 0, 7, and 14 days of curing are 11.463%, 14.266%, and 19.408%, from qu = 0.967 kg/cm2 to qu with 0, 7, and 14 days of curing are 2.973 kg/cm2, 9.546 kg/cm2 and 12.206 kg/cm2. After 1 cycle drying - wetting test, there is a decrease in qu value, namely in the initial soil of 93.004% and 6% lime stabilized soil of 73.040%
Cover
Slope Stability Analysis for Landslide in Road Preservation Working Packages Ende - Wolowaru and Junction – Kelimutu Sta 10+475 Fauzan Akbar, Yudhi Lastiasih, Herman Wahyudi & Agustinus JuniantoSubgrade Stabilization with Ca(OH)2 Lime to Improve the Physical and Mechanical Properties of Soil (Case Study: The National Road Trengguli – Bts. Kab. Demak/Kudus) Rahmadsyah Rangkuti, Ria Asih Aryani Soemitro, Dwa Desa Warnana, Trihanyndio Rendy Satrya & Yanuar Dwi PutraComparison of Three Embankment Reinforcement on Soft Soil, A Case Study of Calang – Simpang Peut Road Section Doni Mardian, Indrasurya B Mochtar & Dedy MandarsyahThe Impact of Coal Combustion Waste (Fly Ash and Bottom Ash) on The Properties of Clay Soil (Case Study: National Road Section Demak – Kudus, Indonesia)Alien Maulida Nurtaqwim, Ria Asih Aryani Soemitro, Dwa Desa Warnana, Trihanyndio Rendy Satrya & Yanuar Dwi PutraExisting Design Analysis of Slope Reinforcement on Clayey Soil and Its modified Alternatives (Case Study : Awunio – Lapuko National Road, Southeast Sulawesi)Zahrial Firman R, Mohamad Khoiri & Freddy Siagia
Strategi Percepatan Pengentasan Kemiskinan di Kabupaten Tuban melalui Sinergitas Program dan Kolaborasi Multi Stakeholder
Kemiskinan merupakan persoalan kompleks yang dihadapi hampir seluruh wilayah di Indonesia. Presentase kemiskinan di Kabupaten Tuban berada pada peringkat lima tertinggi di Jawa Timur sebesar 14,91% atau sebanyak 177.250 jiwa pada tahun 2023. Berbagai program penanganan kemiskinan telah diupayakan, namun masih belum optimal dan belum spesifik menyasar masyarakat miskin. Permasalahan efektivitas program dikarenakan kurangnya sinergitas dan integrasi program antarstakeholder. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi sinergitas program dan kolaborasi multi stakeholder untuk percepatan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Tuban. Metode eksploratori digunakan dalam penelitian ini melalui analisis stakeholder, Critical Success Factor (CSF) dan Social Network Analysis (SNA). Analisis yang dilakukan berdasarkan hasil wawancara kepada stakeholder terkait. Analisis stakeholder berguna untuk mengidentifikasi tingkat kepentingan dan pengaruh stakeholder, yang hasilnya mengelompokkan stakeholder menjadi empat kategori, yaitu players, subjects, context setters, dan crowd. Sedangkan analisis CSF dan SNA dilakukan untuk memetakan kondisi kolaborasi pengentasan kemiskinan di Kabupaten Tuban. Implementasi kolaborasi stakeholder dalam upaya pengetasan kemiskinan menggunakan pendekatan kolaborasi hexahelix yang terdiri dari unsur pemerintah, akademisi, perusahaan, organisasi non pemerintah, media, dan masyarakat. Implementasi kolaborasi program pengentasan kemiskinan berfokus pada lima faktor, yaitu penyediaan basis data terpadu kemiskinan, pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan masyarakat, penurunan kantong-kantong kemiskinan, dan stabilisasi harga
Analisis Risiko Proses Pengadaan Barang dan Jasa Program Hibah Swakelola Masyarakat
Pemerintah mengalokasikan pembangunan bersumber dana APBN untuk program hibah swakelola masyarakat. Program dimaksudkan masyarakat bertindak sebagai pelaku utama dalam pelaksanaan konstruksi dan pengadaan barang/jasa di tingkat masyarakat. Namun, kemungkinan munculnya risiko pengadaan oleh masyarakat belum teridentifikasi detil dan perlu dirumuskan upaya mitigasinya. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi risiko pada pengadaan dengan mempertimbangkan hubungan pengaruh risiko, serta merumuskan tindakan mitigasinya. Hubungan pengaruh keterkaitan risiko diolah menggunakan metode DEMATEL-ANP (DANP) dan menghasilkan nilai threshold value sebesar 0,114. Hasil menunjukkan hubungan pengaruh keterkaitan memberi dampak yang signifikan. Analisis diagram pareto diperoleh sebanyak 16 penyebab risiko (55,17%), berkontribusi sebesar 80,9% menyebabkan kemunculan risiko. Tindakan mitigasi risiko dilakukan menggunakan metode House of Risk (HOR) dan diperoleh upaya pencegahan risiko dengan membuat kebijakan sanksi yang jelas dan sistem online yang transparan dengan satu data (one big data) (TM1), merekrut fasilitator dengan SDM yang berkualitas (TM 2 ), dan memberi pelatihan dan peningkatan kapasitas kepada PIC (TM12)
Analysis of Predicted Kappa Number and Viscosity in Oxygen Delignification of Manihot Esculenta Crantz
The oxygen delignification of cassava stem waste (Manihot esculenta crantz) kraft pulps were studied under vary conditions. Kappa number and viscosity are two important parameters for the quality of resulting pulp, which are influenced by some operation conditions. Therefore, it is important to observe and examine the Kappa number and viscosity beforehand. The aim of this study was to obtain a prediction of the Kappa number and viscosity for various conditions and to obtain the excellent condition for producing qualified pulp. The prediction was carried out by governing kinetic model of oxygen delignification reaction from experiment data. Based on analysis of prediction, the optimum condition was reached at pressure of 2 bar, alkali charge of 2%, temperature of 80 oC, and reaction time of 53 minutes with pulp viscosity of 878.73 ml/g. In addition, the experimental data matched well to the prediction data obtained from kinetic model
Review of Automatic Identification System: Application, Challenge and Limitations
The Automatic Identification System (AIS) has become a crucial technology in maritime operations, significantly enhancing navigational safety, maritime surveillance, environmental monitoring, and search and rescue (SAR) efforts. This paper aims to review the diverse applications, challenges, and limitations of AIS within these fields. By analyzing existing literature and case studies, the paper highlights the effectiveness of AIS in improving maritime safety and security while also identifying its shortcomings, such as signal manipulation, coverage gaps, and data overload. The methods include a comprehensive review of AIS applications across various maritime sectors such as navigational safety and collision avoidance, maritime surveillance and security, environmental protection, and search and rescue (SAR) operations by examining both the benefits and the technical challenges. The results indicate that while AIS has revolutionized maritime operations by providing real-time tracking and enhanced situational awareness, ongoing issues such as data reliability and system vulnerabilities require further attention. This review concludes that continued advancements in AIS technology and its integration with other systems are essential to overcoming these challenges and maximizing the potential of AIS in global maritime practices