Center for Scientific Publication
Not a member yet
4029 research outputs found
Sort by
Indeks Pembangunan Gender Indonesia dalam Perspektif Pendekatan Spasial dengan Pembobot Queen Contiguity
Isu gender menjadi fokus global karena ketimpangan dalam hak-hak dan kontribusi laki-laki dan perempuan dalam pembangunan. Pencapaian Indeks Pembangunan Gender (IPG) menjadi tolok ukur penting dalam upaya mencapai kesetaraan gender dan pembangunan manusia yang inklusif di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan Indeks Pembangunan Gender di Indonesia dengan pendekatan regresi spasial dengan variabel-variabel yang diduga mempengaruhi IPG. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi spasial dengan pembobot Queen Contiguity. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dengan tiga jenis pemodelan didapatkan model terbaik dalam pemodelan Indeks Pembangunan Gender di Indonesia adalah model regresi spasial error dengan nilai AIC sebesar 154,950 dan nilai R2 sebesar 0,6643. Analisis spasial mengungkapkan adanya korelasi dan heterogenitas spasial antar wilayah, menyoroti pentingnya mempertimbangkan aspek spasial dalam merancang kebijakan untuk meningkatkan pembangunan gender di Indonesia. Dengan demikian, upaya perbaikan dan kesetaraan gender sebaiknya diterapkan dengan mempertimbangkan variabilitas spasial serta fokus pada aspek-aspek yang telah diidentifikasi melalui pemodelan ini
Sifat Fundamental Pada Granum Eulerian
Mathematical analysis has several important connections with graph theory. Although initially, they may seem like two separate branches of mathematics, there are relationship between them in several aspects, such as graphs as mathematical objects that can be analyzed using concepts from analytic mathematics. In graph theory, one often studies distance, connectivity, and paths within a graph. These can be further analyzed using analytic mathematics, such as in the structure of natural numbers. Literature studies on graph theory, especially Eulerian graphs, are interesting to explore. An Eulerian path in a graph G is a path that includes every edge of graph G exactly once. An Eulerian path is called closed if it starts and ends at the same vertex. The concept of granum theory as a generalization of undirected graphs on number structures provides a rigorous approach to graph theory and demonstrates some fundamental properties of undirected graph generalization. The focus of this study is to introduce the connectivity properties of Eulerian granum. The granum G(e,M) is called connected if for every u,v ∈ M with u ≠ v there exists a path subgranumG^' (e,M^' )⊆ G(e,M) where u,v ∈ M^' and is called an Eulerian granum if there exists a surjective mapping ϕ∶ [∥E(G(e,M))∥ + 1]→ M such that e(ϕ(n),ϕ(n+1))=1 for every n ∈ [‖E(G(e,M))‖]. This property provides a deeper understanding of the structure and characteristics of Eulerian granum, which have not been fully comprehended until now
Analisis Fitokimia Dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Pelarut Kulit Batang Tumbuhan “At Anonse” (Annona reticulata L.)
Antioksidan adalah senyawa yang berfungsi untuk melawan radikal bebas dan melindungi sel dari efek toksik yang dihasilkan. Sumber antioksidan dapat berasal dari dalam dan luar tubuh. Antioksidan yang berasal dari luar tubuh dapat diperoleh dari tanaman yang mengandung senyawa metabolit sekunder seperti senyawa fenolik, flavonoid, alkaloid, tanin, steroid dan terpenoid. Berdasarkan hasil eksplorasi dan identifikasi tumbuhan Annona reticulata L. juga dimanfaatkan sebagai tumbuhan obat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder dalam ekstrak tumbuhan dan aktivitas antioksidannya. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etil asetat dan metanol sedangkan uji aktivitas antioksidan di lakukan dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Hasil analisis fitokimia menunjukkan bahwa golongan senyawa yang terkandung dalam ekstrak etil asetat dan metanol adalah golongan triterpenoid, tanin, saponin, fenolik, flavonoid, dan alkaloid. Aktivitas antiosidan kedua ekstrak pelarut tersebut tergolong dalam kategori sedang dengan nilai IC50 ekstrak etil asetat sebesar 177,1325 μg/mL dan metanol sebesar 235,4198 μg/mL
Exploring Community Engagement: Neighbourhood Infrastructure Evolution in Sentani's Vernacular Settlements
In the era of rapid development, enhancing vernacular settlements is crucial for sustainability, particularly in preserving cultural integrity. The Sentani Tribe exemplifies this challenge with its distinctive cultural heritage deeply rooted in the shores of Lake Sentani. Originally fishermen, the tribe has transitioned to farming, prompting shifts in their settlements and infrastructure. This study focuses on Kehiran villages, where such shifts have necessitated settlement improvements. It investigates opportunities for enhancing vernacular settlements through community engagement, considering cultural adaptations resulting from these infrastructure changes. Through empirical research and analysis, the study follows the identified seven key habitus changes impacting the Sentani Tribe's habitat, influencing infrastructure like worship spaces, schools, roads, and public areas. These findings underscore the potential for participatory improvements in vernacular settlements amidst evolving cultural landscape
Analisis Change Order pada Proyek SPBU
Proyek Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) bukanlah proyek berskala besar dan seringkali pemiliknya merupakan pemilik perorangan. Perencanaan pada proyek SPBU juga sering kali terabaikan oleh pemilik maupun konsultan. Akibatnya, berbagai permasalahan dapat timbul selama proses perencanaan maupun pelaksanaan konstruksi, misalnya pekerjaan tambah kurang atau change order. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan besarnya change order pada proyek SPBU serta menentukan penyebab utamanya. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menentukan paket pekerjaan yang berisiko tinggi akibat change order dengan bantuan matriks risiko generik. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh rata-rata nilai perubahan akibat change order pada proyek SPBU sebesar 31,78% dari nilai kontrak awal. Adapun frekuensi terjadinya change order pada proyek SPBU rata-rata sebanyak 35,6 kali. Selain itu, diketahui juga bahwa hal-hal yang berkaitan dengan desain dan perencanaan merupakan penyebab utama terjadinya change order pada proyek SPBU dengan nilai rata-rata sebesar 29,52%. Dapat diketahui juga bahwa pekerjaan yang memiliki risiko change order tinggi adalah Pekerjaan Sarana Luar dan Pekerjaan Arsitektur
Identifikasi Dampak Lalu Lintas Terminal Tipe C Borobudur dan Area Parkir Spesifik di Kabupaten Magelang
The terminal function is still needed to help community mobility, improve the economy, and increase local tourism, especially in the Borobudur Tourism area. In order for the Magelang City transportation arrangement to be maintained effectively, it is necessary to have a Type C Passenger Transport Terminal in Magelang Regency. The construction of this terminal can generate traffic and increase the burden of traffic around it, resulting in traffic disruptions that reduce the level of road services. Therefore, this study aims to calculate and analyze the impact of development activities that are useful to minimize the impact of traffic by providing appropriate recommendations. The research method was used with the approach of the 1997 Indonesian Road Capacity Manual (MKJI, 1997), with outputs used for delays and saturation degrees, where the delay values and saturation degrees were used to see existing conditions and predictions for the next 5 years. The results of the prediction analysis for 2028 show a significant increase in the degree of saturation on Jalan Syailendra Raya by 9-13% and also Jalan Pramudyawardhani by 11-15% judging from the existing conditions for both roads. Likewise, the increase in the degree of saturation in the performance of intersections around the development reaches 30-70%, as seen from existing conditions.
Studi Pengaruh Batas Atterberg Terhadap Kuat Geser Tanah Ekspansif dan Non Ekspansif
The shear strength test of expansive clay is commonly conducted with the initial water content close to its optimum moisture content, obtained from the compaction test. However, the initial water content of natural soil is most likely close to its plastic limit, liquid limit, or somewhere in between. This study aims to report the results of undrained shear strength tests on expansive and non-expansive soils with the initial water content at its Atterberg limit. Two types of expansive soil and a non-expansive soil were tested with water content variations of ±5% PL and ±5% LL. The shear strength tests were conducted using the laboratory vane shear test (LVS) and a direct shear test. Results indicate that the undrained shear strength significantly decreased with the higher initial water content; however, the ratio of shear strength decrement of expansive soil (95%) was higher than that of non-expansive soil (89%)
Analisis Kinerja beban seismik arah Tegak Lurus Akselerasi Respons Spektrum Pada Bangunan Gedung Tidak Beraturan Vertikal berdasar SNI-1726-2019 Studi kasus Kota Baubau
Indonesia merupakan salah satu negara dengan kondisi yang sering terjadi gempa sebab berada pada area yang di kelilingi oleh lempeng bumi. Beban sesmik respon spektrum yang bekerja pada struktur berdasarkan arah akselerasi dengan kondisi bangunan yang tidak teratur cenderung mengalami penambahan kinerja struktur dari arah tegak lurus akselerasinya di mana dalam analisis ini persentase gaya geser akibat akselerasi arah x yaitu SV1 terjadi sebesar 16,33%, pada SV2 sebesar 25,61% sedangkan SV3 sebesar 0,97%. akselerasi arah y tidak hanya menghasilkan gaya geser arah y tetapi juga pada arah tegak lurusnya. Pada SV1 gaya geser dasar arah y terjadi sebesar 16,92%, pada SV2 sebesar 27,94% sedangkan SV3 sebesar 0,97%. adapun Simpangan pada tingkat pertama arah y terjadi SV1 sebesar 33,33% pada SV2 sebesar 41,36% sedangkan SV3 sebesar 11,78%. akselerasi arah y. Pada SV1 Simpangan dasar arah y terjadi sebesar 51,25%, pada SV2 sebesar 64,09% sedangkan SV3 sebesar 11,78%
Kepuasan Pengguna dan Hambatan BIM di Proyek Al Azhar IIBS Karanganyar
BIM meningkatkan efektivitas waktu, tenaga, dan biaya dalam perencanaan pembangunan, memudahkan pengolahan data, dan pembuatan desain material model 3D. Pekerja proyek Al Azhar IIBS sebagian perencanaan sudah menerapkan BIM dan lainnya masih konvensional. Penelitian bertujuan untuk menganalisis kepuasan dan hambatan penerapan tekla BIM di lingkungan proyek. Penelitian menggunakan metode pengisian kuesioner skala likert 5 poin, respon data diuji validitas dan reliabilitas dengan SPSS’25. Hasil penelitian tingkat kepuasan software BIM dapat dilihat dariaa: Kecepatan dan akurasi desain (X12) merupakan indikator dari kepuasan presisi, kejelasan detail (X1) adalah yang paling dominan dengan nilai mean 3,840; Informasi terintegrasi (X22) merupakan indikator kepuasan otomatisasi terhadap output (X2) paling dominan dengan nilai mean 3,760; dan Teknologi BIM dapat meningkatkan kinerja (X35) merupakan indikator kepuasan efisien dan penghematan manajemen (X3) paling dominan dengan nilai mean 4,200. Hambatan penerapan Tekla BIM ialah tingkat ketersediaan perangkat keras (X45) paling dominan dengan nilai mean 4,360
Perencanaan Pembangunan Angkutan Umum Massal Light Rail Transit (LRT) di Kota Semarang, Jawa Tengah
Seperti yang tertuang pada Peraturan Daerah Kota Semarang No.6 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2016-2021 dengah arah kebijakan pengembangan sistem angkutan umum massal berbasis rel, demi terwujudnya pelayanan transportasi yang efektif dan efisien. Sehingga dibuat perencanaan pembangunan Light Rail Transit (LRT) Semarang untuk mengurangi kemacetan di Kota Semarang sekaligus untuk meningkatkan manajemen infrastruktur massal di Kota Semarang. Metodologi penelitian dalam penelitian ini menggunakan data sekunder untuk merencanakan trase dan perencanaan geometrik berupa alinemen horizontal dan alinemen vertikal kemudian menghitung besarnya Biaya Operasional Kendaraan (BOK) dengan tujuan untuk dapat menentukan besarnya tarif LRT Semarang. Perencanaan LRT Semarang untuk koridor 9 dengan trase Bandara Ahmad Yani – Madukoro – Pasar Bulu – Cokroaminoto – Simpang Lima dengan panjang lintas 8,1 km. Terdapat 6 lengkung horizontal dan dengan kecepatan maksimum 120 km/jam. Total biaya operasional LRT semarang adalah sebesar Rp 7.017.697,77 / lintas, kemudian besarnya tarif dasar lintas pelayanan sebesar Rp 1.784,68 pnp/km dan untuk tarif jarak sebesar Rp 14.455,93 / lintas