Center for Scientific Publication
Not a member yet
4029 research outputs found
Sort by
Potency Analysis of the Batik MSMES Industrial in Surabaya Using Geographic Information System
Behind the slowing global economic growth, MSME sector plays a very important role in maintaining the stability of national economy. In 2016 the contribution of the MSME sector reaches 60.34% for the national gross domestic product (GDP). Batik itself is a cultural heritage of the archipelago that has been recognized by the world through UNESCO as a masterpiece of humanitarian heritage for oral and nonbendawi culture (Masterpiece of The Oral and Intangible Heritage of Humanity). So in order to support and develop the sector of batik MSMEs in Surabaya required a system to monitor and analyze the potential of MSMEs in Surabaya batik is the construction of geographic information systems. The purpose of this research is to make a potential map of MSMEs of Surabaya city batik and GIS potency of batik MSME Surabaya city, which obtained by using scoring method based on distance parameter to transportation access, price range and completeness of batik product MSMEs in Surabaya. As reference and recommendation for related parties in developing potency of batik MSMEs in Surabaya. The results of the potential analysis of batik MSMEs in Surabaya are classified into 3 priority classification of high, medium, and low priority. Results of regional analysis that has MSMEs batik with high priority that is 13 MSMEs spread in South Surabaya amounted to 5 MSMEs, Central Surabaya amounted to 6 MSMEs, and North Surabaya amounted to 2 MSMEs. Then the medium priority of 24 MSMEs spread in South Surabaya amounted to 5 MSMEs, Central Surabaya amounted to 17 MSMEs, and North Surabaya amounted to 2 MSMEs. While the low priority of 4 MSMEs spread across Central Surabaya amounted to 1 MSMEs and North Surabaya amounted to 3 MSME
Pemodelan Tahanan Kapal Displacement Menggunakan Metode Artificial Neural Network
Pengujian tahanan kapal memiliki tujuan untuk mengetahui daya yang dibutuhkan sebuah kapal agar dapat bergerak. Salah satu cara untuk mendapat-kan nilai tahanan kapal tanpa melakukan suatu pengujian adalah dengan pemodelan. Untuk mendapat-kan model nilai tahanan kapal dan variabel yang berpengaruh terhadap tahanan kapal, penelitian ini menggunakan metode Artificial Neural Network. Pada metode ANN tidak bergantung pada bentuk asumsi yang mendasari data. Penelitian ini menunjukan bahwa jumlah neuron yang optimum yaitu berjumlah enam neuron dan enam variabel input. Variabel input yang digunakan yaitu panjang kapal tercelup, lebar kapal tercelup, syarat tercelup air, total keseluruhan berat kapal, koefisien primastik, dan kecepatan kapal dengan nilai RMSE sebesar 133.2891
Fatigue Life of Mooring Lines on External Turret Floating LNG for Different Pretension and Water Depth
This paper studies fatigue life of mooring lines applied on turret-moored Floating LNG (Liquefied Natural Gas). Several case studies were designed to investigate the influence of mooring pretension and water depth on the fatigue life of mooring lines. Floating LNG with permanent external turret mooring system consists of 12 catenary lines arranged in 3 group with 4 lines each. Time domain simulation applied to calculated coupled dynamic response and mooring tension. Fatigue life is assessed using rainflow counting method, T-N curves and Palmgren-Miner rule. Analysis results for mooring pretension case show that case study 2 with lowest pretension (14%MBL) yields shortest mooring fatigue life of 1814.20 years compared to case study 1 (18%MBL) and 3 (22%MBL) with 2034.61 years and 2983.33 years respectively. Despite has the lowest dynamic line tension, case study 2 has larger tension range that results in the increased of fatigue damage. The increase in water depth will increase the mooring line length and its weight, so it results in the increase of fatigue damage. This is reflected in case study 5 (903m water depth), which has shortest mooring fatigue life of 1842.65 years compare to case study 1 (602m water depth) and 4 (301m water depth) with 2983.33 years and 3363.62 years respectively
A concept to Reduce Idle Time on Stevedoring Activities in a Container Terminal
The flow of goods is still dominated by sea transport compared with other modes of transport so that the container terminal is very important role in the economic system of a country. The main indicator of performance of a container terminal is the total container throughput in TEUs per year. Recording is done in the process of stevedoring activities. It was found that the idle container cranes (CC) increases higher than the increase in throughput that is 77% compared with 22%. This should not apply instead. Waiting for a load and Combined Terminal Tractor (CTT) / truck are the largest contributor to the idle CC. No one can be sure that the cargo does not exist because there is no CTT which brings, or the container is not ready. The results showed that by changing the arrangement of CC and CTT obtained the increase in number of containers underserved. Another result is a decrease in the average number of ships that was rejected due to full berth and unloading equipment utilizatio
Peramalan Jumlah Penumpang dan Barang di Bandar Udara Internasional Juanda dan Pelabuhan Tanjung Perak Menggunakan Model Hybrid ARIMAX dan Deep Learning Neural Networks
Arus penumpang dan barang di Bandar Udara Internasional Juanda dan Pelabuhan Tanjung Perak cenderung fluktuatif dan tidak menentu. Oleh karena itu diperlukan pengetahuan akan keadaan arus penumpang dan barang di masa depan, agar pengembangan yang dilakukan tepat dan berguna. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk memodelkan serta mendapatkan peramalan mengenai jumlah penumpang dan barang di Bandar Udara Internasional Juanda dan Pelabuhan Tanjung Perak dengan membandingkan 5 model. Model tersebut antara lain model ARIMAX, model FFNN, model DLNN dengan 2 hidden layer, model hybrid ARIMAX-FFNN dan model hybrid ARIMAX-DLNN untuk mendapatkan hasil peramalan terbaik. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistika (BPS). Data yang digunakan adalah data bulanan mulai Januari 2001 hingga Desember 2017 untuk Bandar Udara Internasional Juanda, sedangkan Pelabuhan Tanjung Perak mulai Januari 2006. Hasil penelitian menunjukkan model hybrid ARIMAX-DLNN memiliki kemampuan yang baik untuk menangkap pola data yang beragam dan menghasilkan ramalan yang baik pada data training. Hal tersebut dilihat dari nilai RMSEP yang lebih kecil dibandingkan dengan model lainnya. Namun model DLNN memiliki kemampuan yang baik dalam meramalkan data testing. Model terbaik untuk 8 variabel yang digunakan, terdapat 7 variabel dengan model terbaik yaitu model DLNN, sedangkan sisanya model hybrid ARIMAX-DLNN
Evaluasi Responsivitas Program Kabupaten Sehat Di Kabupaten Blitar
Program Kabupaten Sehat adalah suatu kondisi kabupaten yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni penduduk, dicapai melalui terselenggaranya penerapan beberapa tatanan dan kegiatan yang terintegrasi yang disepakati masyarakat dan pemerintah daerah. Pelaksanaan Kabupaten Sehat di Kabupaten Blitar diwujudkan dengan menyelenggarakan semua program yang menjadi permasalahan di Kabupaten Blitar secara bertahap, dimulai kegiatan perioritas bagi masyarakat di sejumlah kecarnatan pada sejumlah desa/ kelurahan atau bidang usaha yang bersifat sosial ekonomi dan budaya di kawasan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hasil evaluasi responsivitas masyarakat terhadap Program Kabupaten Sehat. Penelitian ini berlokasi di 14 Kecamatan di Kabupaten Blitar yang terdampak langsung Program Kabupaten Sehat. Pendekatan penelitian responsivitas Program Kabupaten Sehat di Kabupaten Blitar menggunakan alur pemikiran deduktif kuantitatif dan kualitatif.teknik analisis menggunakan statistik deskriptif serta teknik analisis kualitatif. Sampel penelitian adalah rumah tangga di 14 Kecamatan yang terdampak Program Kabupaten Sehat secara langsung sebanyak 348 rumah tangga. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa Program Kabupaten Sehat telah memenuhi kriteria responsivitas. Namun, masih terdapat beberapa warga yang belum berperan dalam Program Kabupaten Sehat dikarenakan akses terhadap infomasi mengenai kegiatan-kegiatan yang dilakukan masih terbatas. Selain itu, mereka juga masih bersifat pasif dengan menganggap suatu program yang dilakukan oleh pemerintah adalah tanggung jawab pemerintah itu sendiri
Peningkatan Resiliensi Ekonomi Masyarakat Berdasarkan Tingkat Kerugian Ekonomi di Kawasan Terdampak Kali Lamong Kabupaten Gresik
Kabupaten Gresik merupakan salah satu daerah terdampak banjir kiriman dari Kali Lamong tahunan. Desa Deliksumber, Kecamatan Benjeng adalah desa yang bersiko tinggi terdampak banjir. Banjir ini rentan merugikan kegiatan ekonomi masyarakat, khususnya pertanian. Sehingga untuk mengatasi permasalahan tesebut diperlukan upaya peningkatan resiliensi ekonomi masyarakat berdasarkan kerugian yang diterima. Penelitian ini bertujuan untuk memahami upaya yang diperlukan masyarakat untuk meningkatkan resiliensinya ketika terdampak banjir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan instrument kuesioner melalui metode Damage and Loss Assessment (DaLA) untuk mengetahui angka kerugian ekonomi masyarakat dan Content Analysis untuk merumuskan usulan bantuan bedasarkan masyarakat ketika banjir. Dari hasil penelitian petani mengalami kerugian tanaman dan peningkatan ongkos produksi, dengan kerugian ekonomi total sebesar Rp 155.235.600. Upaya yang perlu diperhatikan berdasarkan pendapat masyarakat ialah pemberian bantuan bibit, pupuk,dan alat pertanian, mengaktifkan dapur umum dan bantuan sembako, serta pembuatan tanggul dan normalisasi sungai Kali Lamon
Alternatif Perencanaan Timbunan Jalan dengan Material Sirtu dan Material Ringan Mortar Busa pada Jalan Tol Batang – Semarang Seksi III Weleri – Kendal STA 414+525 – STA 424+576
Jalan Tol Batang – Semarang merupakan bagian dari proyek Jalan Tol Trans Jawa. Jalan Tol Trans Jawa adalah jaringan jalan tol antar kota di Pulau Jawa dengan tujuan utamanya untuk menghubungkan wilayah di Pulau Jawa, yaitu dari Kota Jakarta sampai Kota Surabaya, dan rencana akan dilanjutkan hingga Kabupaten Banyuwangi. Proyek Jalan Tol Batang – Semarang direncanakan memiliki panjang total ± 75 km terbagi dalam 3 seksi. Jalan tol ini rencananya akan dibangun di atas timbunan dengan elevasi yang relatif tinggi yaitu 3-meter s/d 12-meter pada STA 414+525 – STA 424+576. Kondisi tanah dasarnya adalah tanah lunak hingga medium yang memilki kedalaman ± 10 meter dengan nilai N-SPT rata – rata berkisar 5 s.d. 12 sehingga memiliki daya dukung yang rendah dan pemampatan tanah yang relatif besar. Oleh karena itu, perlu adanya desain perencanaan konstruksi timbunan jalan dari material yang aman dan cukup ringan agar pemampatan tanah dasar yang terjadi dapat diminimalisir. Diperlukan juga perencanaan perbaikan tanah dasar dan perencanaan perkuatan timbunan agar timbunan menjadi lebih stabil. Perencanaan timbunan jalan dilakukan dengan menggunakan 2 (dua) material yang berbeda, yaitu material tanah sirtu dan material ringan mortar busa sebagai material timbunan. Metode perbaikan tanah dasar direncanakan menggunakan metode pra – pembebanan (pre-loading) yang dikombinasikan dengan Prefabricated Vertical Drain (PVD) kedalaman penuh sedalam tanah lunak dan vacuum pre-loading direncanakan untuk perbaikan tanah dasar dibantu dengan pompa untuk mengangkat air dari dalam lapisan tanah dasar. Hasil analisa, perencanaan timbunan dengan material mortar busa memiliki nilai pemampatan tanah yang lebih kecil daripada perencanaan timbunan dengan material tanah sirtu. PVD yang digunakan memakai pola segitiga dengan jarak 1 m dan 1,2 m. Selain itu, perencanaan timbunan dengan material mortar busa jauh lebih stabil sehingga tidak membutuhkan perkuatan, sedangkan untuk perencanaan timbunan dengan material tanah sirtu membutuhkan perkuatan geotextile un-woven sebanyak 4 – 43 lapis untuk tinggi timbunan rencana 11,5m dan untuk timbunan rencana 3,1m tidak memerlukan geotextile sebagai perkuatan. Total biaya material perencanaan untuk variasi timbunan dengan material mortar busa jauh lebih besar daripada total biaya material perencanaan untuk timbunan tanah sirtu
Pengaruh Total Quality Management Terhadap Kinerja Karyawan melalui Kepemimpinan Sebagai Variabel Intervening pada Pabrik Gula Candi Baru Sidoarjo
Pelayanan terhadap pelanggan merupakan bagian dari Fasilitas Obyek Non Fisik. Fasilitas tersebut merupakan salah satu komponen penting yang harus dikelola dengan baik, efisien, efektif, dan ekonomis sesuai dengan prinsip-prinsip Manajemen Aset Fasilitas. Konsep dasar manajemen aset fasilitas dapat ditinjau dari berbagai macam aspek, yaitu: aspek keuangan, aspek lingkungan, dan aspek ekonomi fasilitas. Salah satu bentuk pelayanan tersebut adalah penerapan Total Quality Management di PT. Pabrik Gula Candi Baru Sidoarjo yang merupakan anak perusahaan dari PT. Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh TQM terhadap kinerja karyawan melalui kepemimpinan sebagai variabel intervening pada Pabrik Gula Candi Baru Sidoarjo. Populasi pada penelitian ini sebanyak 127 karyawan, sampel yang digunakan sebanyak 96 karyawan, serta kuesioner yang kembali dan dapat diolah sebanyak 86 kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah PLS dengan bantuan perangkat lunak cerdas PLS 3.0. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa total quality management berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, dan total quality management berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepemimpinan. Sehingga kepemimpinan merupakan variabel yang mampu memediasi hubungan antara TQM terhadap kinerja karyawan pada PT. Pabrik Gula Candi Baru Sidoarjo
Evaluasi Aspek Green Building Pada Gedung Andi Hakim Nasoetion Rektorat IPB
Saat awal pembangunan Gedung AHN Rektorat IPB pada tahun 1995, lembaga untuk menyelenggarakan kegiatan sertifikasi atau penilaian bangunan hijau belum ada. Green Building Council Indonesia baru didirikan tahun 2009. Hal tersebut menjadi dasar dalam penelitian ini untuk mengevaluasi gedung AHN berdasarkan GREENSHIP yang merupakan program dari GBCI untuk kegiatan sertifikasi bangunan hijau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penerapan green building di gedung AHN dengan melakukan assessment atau penilaian aspek green building berdasaarkan GREENSHIP GBCI untuk gedung terbangun versi 1.0, kemudian memberikan suatu rekomendasi perbaikan pada aspek green building yang belum tercapai dan terpenuhi, tanpa merubah struktural dan arsitektural gedung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode assesment dengan melakukan pengukuran penilaian berdasarkan kriteria green building yang mengacu pada standar nasional GREENSHIP GBCI dengan sistem rating untuk gedung terbangun ver. 1.0. Hasil assessment terhadap enam aspek pada kriteria green building berdasarkan GREENSHIP GBCI untuk gedung terbangun ver. 1.0, gedung AHN berhasil mendapatkan total 55 poin nilai atau 47% dari maksimal 117 poin nilai. Sesuai dengan peringkat GREENSHIP GBCI, gedung AHN Rektorat IPB mendapatkan peringkat Perak