Center for Scientific Publication
Not a member yet
4029 research outputs found
Sort by
Optimal Control of Multi-Supplier Inventory Management with Lead Time
In the current global competition, companies are required to save money in order to survive. One of the expenses that can be reduced is the cost of inventory control. To minimize these costs, we require a proper planning and management of the inventory. Ordering supplies should be performed at a certain time period, especially with uncertain demand. As such, the company must determine when to order at the suppliers and how many should be ordered. So there will be no excess inventory in the warehouse because of too much ordering or because of the inventory cannot meet demand due to late or too little order to suppliers. Consequently, in this research, a quadratic cost functional is used as the objective function in multi-supplier inventory management problem with different lead time. Optimal control theory, LQR (Linear Quadratic Regulator) is used to solve this problem. According to the simulation, we conclude that the smaller weight resulted in more optimal inventory cost
Penentuan Prioritas Penanganan Kerusakan Jalan di Kota Dili Timor Leste Berdasarkan Kondisi Kerusakan Perkerasan Jalan (Studi Kasus : Jalan Aikakeu Laran, Jalan Bebonuk, Jalan Comoro dan Jalan Becora)
Jalan Merupakan prasarana yang sangat penting dalam sektor perhubungan. Kondisi jalan yang baik akan memudahkan mobilitas penduduk dalam mengadakan kegiatan ekonomi dan kegiatan sosial lainnya. Program pemeliharaan jalan harus dilakukan oleh pemerintah Timor Leste. Dengan banyaknya kendala dan permasalahan, seperti keterbatasan anggaran, usulan dari masyarakat yang terus masuk pada dinas pekerjaan umum, maka diperlukan perencanaan program pemeliharaan jaringan jalan secara bertahap dengan penentuan prioritas penanganan kerusakan jalan. Tujuan dari proritas penanganan kerusakan jalan pada keempat ruas jalan yang ada di Kota Dili tersebut adalah menggunakan data yang dibutuhkan nilai kerusakan visual, equivalent axle load dan fungsi jalan. Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi kerusakan jalan untuk menentukan prioritas penanganan didapat hasil bahwa jalan yang diamati dan prioritas yang perlu diperbaiki adalah ruas jalan Comoro dengan nilai total EAL maksimum 11691,82
Analysis of Small Scale Topography and Local Precipitation in Bangka Belitung Island
Weather early warning forecast has been developed using various method and data to investigate small scale weather characteristic. Each region, especially in low latitude has unique and dynamic local weather circulation. Bangka Belitung Island has a typical topography consists of hilly region and directly adjacent to the sea. Thus, this expected to have a high impact in local weather circulation. The used of in-situ data (air temperature, rainfall amount also wind surface speed and direction), weather satellite observation and meteorological model is chosen to investigates the local weather circulation characteristic. Findings in this study is that topography, has influencing and controlling local circulation such as the presence of land breeze and sea breeze supporting the formation of convective clouds around the hills in Bangka Belitung Island. Wind surface analysis shows that strong sea breeze activity occurred during the MAM period. Himawari satellite imagery analysis showed that rain occurred in the afternoon and only occurred in the mainland region of Bangka Belitung
Implementation of Reliability Centered Maintenance Method for the Main Engine of Tugboat X to Select the Maintenance Task and Schedule
Tugboat is the supporting system that plays an essential role in port. A tugboat used for maneuvering, primarily pulling or pushing bigger vessel in open seas or river to be able to lean in port. PT.X known as a company has a prominent business field in provides such as tugboat. On the PT. X Annual Report of 2018 reported several cases that caused that related to the reliability of the main engine. The failure occurred on the main engine, affected commission days targeted was not achieved. Reliability-Centered Maintenance (RCM) is a maintenance method that focused on elevating the reliability of a component in the system(s). RCM used a risk management principle to determine the maintenance task and schedule appropriately. RCM process implemented using the Guide for Survey Based on Reliability-Centered Maintenance (RCM) by the American Burau of Shipping (ABS). Based on the results of this research, there were 38 task list type which is obtained based on the analysis of maintenance task allocation and planning. The percentage of maintenance types from each failure mode (task type) Preventive Maintenance (PM) is 29%, Condition Monitoring (CM) is 29%, Finding Failure (FF) is 21% and One-Time Change (OTC) is 21%. Work package for each interval is created from every failure mode for each interval for maintenance/inspection
Safety Training as a Predictor of Seafarers Performance
A good performance of seafarers is expected by any shipping company because it will bring benefits to the company itself. In order to get this performance, seafarers as one of the important assets must be managed properly by the company. One of them is the participation of seafarers to attend training for mutual safety. The purpose of this study was to analyse the effect of training on seafarers' performance. The sample in this study amounted to 100 seafarers who happened to be attending education in educational institution, which were selected using incidental sampling techniques. Research uses a training scale and a performance scale to measure seafarers' perceptions of training that has been conducted and performance as a result. Data were analysed using a simple regression test. Regression test results show that training has a positive and significant role on the performance of seafarers.
Analisis Dinamik pada Model Kanker Serviks dengan Vaksinasi dan Screening
Pada paper ini dibahas analisis dinamik model penyebaran kanker serviks dengan melibatkan tindakan vaksinasi dan screening. Penyebab utama terjadinya kanker serviks adalah karena seseorang terinfeksi Human Papillomavirus (HPV). Infeksi ini dapat menular karena adanya kontak langsung melalui hubungan seksual antara subpopulasi wanita rentan dengan pria terinfeksi HPV maupun kontak langsung antara pria rentan dengan wanita terinfeksi HPV. Pada model ini diasumsikan vaksin diberikan pada subpopulasi wanita rentan saja dengan salah satu jenis vaksin. Sementara itu, screening dilakukan oleh subpopulasi wanita terifeksi HPV sebagai upaya deteksi dini untuk mencegah terjadinya kanker serviks. Hasil analisis dinamik menunjukkan bahwa model penyebaran kanker serviks dengan vaksinasi dan screening memiliki dua titik kesetimbangan yaitu titik kesetimbangan bebas penyakit dan titik kesetimbangan endemi. Eksistensi dan kestabilan lokal titik kesetimbangan bergantung pada nilai angka reproduksi dasar R0. Berdasarkan hasil analisis, titik kesetimbangan bebas penyakit eksis tanpa syarat, sedangkan titik kesetimbangan endemi eksis jika R0>1. Titik kesetimbangan bebas penyakit bersifat stabil asimtotik lokal jika nilai R0<1 dan titik kesetimbangan endemi bersifat stabil asimtotik lokal jika memenuhi kriteria Routh-Hurwitz. Simulasi numerik yang dilakukan mendukung hasil analisis dinamik yang diperoleh.
Pra Desain Pabrik Pembuatan Biometan dan PCC dari Vinasse Limbah Pabrik Bioetanol
Berdasarkan Indonesia Energy Outlook 2018, data cadangan energi fosil pada tahun 2016 yaitu 338 juta barel minyak bumi, 144,06 TCF gas dan 14,3 miliar ton batubara. Namun di sisi lain, energi fosil tersebut merupakan energi yang tidak terbarukan. Dengan laju pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto) rata-rata 6,9% per tahun, kebutuhan energi pada tahun 2050 dapat naik menjadi 7,6 kali lipat terhadap kebutuhan energi tahun 2014. Di masa depan, pengembangan energi akan bergeser dari energi berbasis fosil menjadi energi baru terbarukan (EBT). Salah satu energi baru terbarukan adalah biomethane atau biogas yang dihasilkan oleh bakteri apabila bahan organik (vinasse) mangalami proses fermentasi dalam reaktor (biodigester) dalam kondisi anaerob yang dapat digunakan sebagai bahan bakar kendaraan, menghasilkan listrik, dan bahan bakar gas engine untuk industri. Dengan mendirikan pabrik biomethane (biogas) bisa menjawab dua permasalahan negara ini yaitu menyediakan energi baru terbarukan yang didukung oleh Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 21 Tahun 2016 tentang Pembelian Tenaga Listrik Dari Pembangkit Listrik Tenaga Biogas oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1129. CO2 yang merukapan produk samping dari produksi biomethane dapat digunakan langsung pada produksi PCC. PCC merupakan kalsium karbonat yang dihasilkan dari proses presipitasi dengan kemurnian yang tinggi (99,38%). Proses pembuatan Biomethane dari limbah vinasse ada lima tahap, yaitu tahap pre-treatment, tahap digester, tahap pemurnian dari H2S, pengeringan PCC dan penyimpanan. Kemurnian biomethane yang dihasilkan yaitu 82,47%. Lokasi pabrikdirencanakan di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Untuk dapat mendirikan pabrik Pembuatan Biomethane dan PCC dari Vinasse Bioetanol diperlukan total modal investasi sebesar Rp 16.564.532.211.167. Dari perhitunan analisa ekonomi didapat internal rate of return (IRR) sebesar 23,45%, pay out time (POT) 4 tahun 4 bulan dan break even point (BEP) sebesar 33,65%
Studi Pendirian Pabrik Natrium Sulfat dengan Proses Mannheim
Natrium sulfat (Na2SO4) merupakan garam berwujud padatan atau kristal berwarna putih atau tidak berwarna. Natrium sulfat terdapat dalam bentuk hidrat (berikatan dengan H2O), yaitu garam dekahidrat dan di alam berbentuk natrium sulfat anhidrat berupa mineral thenardite dan mirabilite. Sumber utama pembuatan natrium sulfat ada dua macam, yaitu secara alami (dari natural source) dan secara sintetik dari industri kimia. Penggunaan natrium sulfat di lingkungan industri cukup banyak, yaitu pada industri pulp kraft, detergent, tekstil, farmasi, gelas, dll. Dalam pembuatan natrium sulfat secara sintetik, terdapat dua proses yang sering digunakan, yaitu melalui proses dengan bahan baku SO2 dan H2O (proses Hargreaves-Robinson), serta proses dengan bahan baku H2SO4 dan NaCl (proses Mannheim). Dalam melakukan pemilihan proses, dipilih proses Mannheim, karena secara aspek teknis dan ekonomis, proses Mannheim lebih mudah dan mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Dalam proses Mannheim, asam sulfat pekat direaksikan dalam furnace bersuhu 800oC. Na2SO4 yang dihasilkan dari reaksi tersebut dipisahkan dari kotorannya dengan menambahkan soda lime dan soda abu. Kemudian dikristalisasi dan dikeringkan dalam rotary dryer. Pabrik direncanakan beroperasi secara kontinu 24 jam selama 330 hari per tahun operasi. Pabrik natrium sulfat ini direncanakan mulai dibangun pada tahun 2020 di Sampang, Madura yang dekat dengan kebutuhan bahan baku dan kelancaran pemasaran. Modal diperoleh dengan perbandingan 60% modal sendiri dan 40% modal pinjaman. Berdasarkan analisa teknis dan ekonomi yang telah dilakukan, maka pabrik natrium sulfat ini layak didirikan
CONTENTS & BACK COVER
Contents and Back Cover of International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Vol. 2 No.