Center for Scientific Publication
Not a member yet
4029 research outputs found
Sort by
Study Literature of Extraction Lipid Method from Microalgae Nannochloropsis sp
Biodiesel is a promising alternative fuel obtained from plant oils and animal fats through the esterification process with alcohol. Lipid microalgae Nannochloropsis sp. can be used as raw material for the production of biodiesel or biofuel with oil content in the microalgae Nannochloropsis sp. as much as 21.3 - 32.7% so, it has the potential to be used as a raw material in making biodiesel. Biodiesel produced from microalgae biomass is the most suitable alternative fuel for the future and environmentally friendly fuel. In microalgae lipid extraction, Nannnochloropsis sp. using several process aids such as autoclave, microwave, and soxhlet. Different types of solvents are used to determine the% yield of lipids present in microalgae. Extraction was carried out to compare the extraction method using autoclave, microwave, and soxhlet to obtain the best method that produced the most substantial % lipid. An autoclave obtained the most abundant lipid yield with n-hexane solvent with a ratio of 3: 1 solvent and algal oil. Thus, this review describes the lipid extraction of the microalgae Nannochloropsis sp. with various extraction aids and different solvent types related to lipid production over the past few years
Two-Phase Optimization Method for Determining Distribution Center Locations and Distribution Routes (Case Study: X Ltd.)
One of the main keys to establishing a company’s facilities is to determine the best location with consideration of proximity to customers. After determining the location using the P-Center method, the company aims to maximize its profit by minimizing the distribution costs. It can be minimized by finding the shortest route. The best route determination method used in this study is the Capacitated Vehicle Routing Problem. The initial solution was obtained from data processing with the Nearest Neighborhood algorithm. The routes obtained from this method are optimal local results so that they can still be optimized to obtain the optimal global results. The results will be reprocessed with improvement heuristics method, namely Simple Local Search to get the most optimal results. From this data processing, it will produce an output in the form of the location of the best facility and route construction by producing the minimum total of distribution cost.
A Positioning Map and Future Research Agenda of Collaborative Consumption
Collaborative consumption (CC) is the new business model which overlaps with the concept of sharing economy (SE). However, CC has some unique characteristics that are not found in SE. This study aims to compare the two based on three dimensions: compensation, ownership, and platform. E- Commerce (EC) is included into the comparison in order to show that CC is actually a combination of SE and EC, thus covering a larger set than the other two concepts. The method used in this study is the literature study. The methods used CC concept manually and VOSviewer software to reassure and explore the unique characteristics of CC in comparison with SE and EC. The positioning map based on two dimensions: compensation and platform generate six business models that can be represented the characteristic of CC, SE, and EC. The six models are: (1) platform-based and monetary compensation; (2) platform-based and non-monetary compensation; (3) platform-based and without compensation; (4) non-platform-based and monetary compensation; (5) non-platform-based and non-monetary compensation; (6) non-platform-based and without compensation. The last dimension is ownership describe that CC activity is including exchange-based and access-based activity, while SE provides access-based activity only and EC offering exchange-based activity. The study also aims to discover the unique characteristics of CC that will be used as the basis for developing a future research agenda of CC
Aliran Konveksi Campuran Magnetohidrodinamik yang Melewati Bola Bermagnet
Permasalahan yang dibahas pada paper ini adalah aliran konveksi campuran magnetohidrodinamik (MHD) tak tunak dari fluida Newtonian yang melalui bola bermagnet. Persamaan pembangun dimensional terdiri dari persamaan kontinuitas, persamaan momentum dan persamaan energi. Persamaan ini diubah ke bentuk non-dimensional menggunakan variabel non-dimensional. Selnajutnya, semua persamaan dianalisis dengan teori lapisan batas dan ditransformasikan ke bentuk persamaan non-similar. Persamaan ini diselesaikan secara numerik menggunakan metode beda hingga skema implisit. Profil kecepatan dan temperatur di permukaan bola bermagnet ditentukan oleh beberapa parameter seperti bilangan Prandtl (Pr), parameter magnetik (M) dan parameter konveksi campuran (α). Gesekan kulit dan transfer panas dipelajari dan diinvestigasi selain kecepatan dan temperatur
Faktor Keengganan Pelajar Menggunakan Angkutan Umum dalam Perjalanan ke Sekolah
Perjalanan ke sekolah cenderung menimbulkan permasalahan transportasi seperti kemacetan, umumnya pelajar akan diantar oleh orang tua ataupun naik kendaraan pribadi. Seharusnya, angkutan umum dapat menjadi alternatif perjalanan ke sekolah, namun adanya hambatan dalam pelayanan angkutan umum, khususnya Trans Jogja menyebabkan kinerja pelayanan rendah sehingga Trans Jogja tidak diminati oleh pelajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor keengganan pelajar menggunakan Angkutan Umum dalam perjalanan ke sekolah. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 250 pelajar SMP/SMA di Kota Yogyakarta. Exploratory Factor Analysis (EFA) digunakan dalam mencari faktor yang menjadi penyebab. Hasilnya, dari 40 variabel, hanya 30 variabel yang mampu menjelaskan faktor konstruk yang akan dibentuk. Dari hasil ekstraksi struktur faktor diperoleh 8 faktor baru dengan 63.018% varians mampu dijelaskan oleh faktor tersebut. Delapan faktor keengganan pelajar menggunakan angkutan umum dalam perjalanan ke sekolah yaitu Faktor Tarif dan Sistem Pembayaran, Informasi, Kondisi Perjalanan, Teknologi Informasi, Kenyamanan Fasilitas, Keselamatan dan Keamanan, Mobilitas serta Aksesibilitas
Regresi Cox Proportional Hazard Untuk Analisis Survival Pasien Kanker Otak di C-Tech Labs Edwar Technology Tangerang
Kanker otak adalah pertumbuhan sel-sel otak yang tidak terkendali yang terjadi di otak. Di Indonesia kanker otak merupakan salah satu kanker terbanyak pada anak. Meskipun demikian, tumor ini dapat terjadi pada umur berapapun. Risiko kanker otak meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Berbagai treatment dilakukan sebagai usaha untuk memperpanjang ketahanan hidup pasien kanker otak, seperti operasi, kemoterapi, radioterapi, pengobatan herbal, dan ECCT. ECCT merupakan metode untuk mengobati kanker menggunakan sumber gelombang elektrostatis intensitas rendah (<30Vpp) dan frekuensi rendah (<100KHz) yang dipasang pada pakaian yang dipakai setiap hari oleh pasien. Pasien disarankan melakukan konsultasi untuk memeriksa kinerja alat dan perkembangan penyebaran sel kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan faktor yang mempengaruhi model survival pasien kanker otak berdasarkan faktor treatment dan faktor resiko seperti usia dan jenis kelamin. Model regresi Cox PH digunakan karena semua variabel telah memenuhi asumsi PH. Data yang digunakan yaitu pasien yang melakukan konsultasi lebih dari 6 bulan. Berdasarkan pemodelan dengan menggunakan regresi Cox PH menghasilkan variabel yang berpengaruh terhadap waktu survival pasien kanker otak yaitu frekuensi konsultasi dan radioterapi. Didapatkan bahwa setiap bertambahnya 1 kali konsultasi resiko untuk mengalami kematian semakin turun sebesar 1,15 kali dan pasien kanker otak yang memiliki riwayat radioterapi memiliki resiko untuk meninggal 3 kali lebih besar daripada pasien yang tidak memiliki riwayat
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI PLATFORM TERBANG ROBOT FLAPPING WINGS MICRO AERIAL VEHICLE
Teknologi Flapping Wings Micro Aerial Vehicle (FWMAV) merupakan perkembangan dari Unmanned Aerial Vehicle yang berukuran lebih kecil dan lebih ringan. FWMAV dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan inspecting, surveillance, dan spying di daerah yang sulit terjangkau manusia sehingga memerlukan kemampuan terbang yang dapat bermanuver tinggi. Platform terbang FWMAV “Papatong” dirancang untuk dapat terbang dengan mekanisme kepakan sayap berfrekuensi tinggi, seperti capung. Platform terbang ini juga dirancang untuk dapat berbelok dan bergerak naikturun sesuai dengan perintah yang dijalankan. Perancangan platform terbang Papatong meliputi pemilihan komponen elektrikal dan perancangan mekanikal terbang. Pemilihan komponen dan bahan mengutamakan pada dimensi yang kecil dan ringan namun tetap menjalankan fungsinya. Perancangan mekanik platform terbang mengadaptasi dari beberapa penelitian tentang FWMAV yang sudah ada. Hasil perancangan tiap bagian diintegrasikan dengan komponen elektrikal hingga menjadi suatu platform terbang Papatong FWMAV. Setelah melalui berbagai proses percobaan terbang dan pengujian, platform terbang yang telah terintegrasi dapat terbang dengan mekanisme kepakan sayapnya dan dapat dikendalikan dengan cukup baik