Center for Scientific Publication
Not a member yet
    4029 research outputs found

    Studi Analisis Perilaku Sambungan Kaku (Rigid Connection) Balok - Kolom Baja Tipe Extended End Plate dengan Metode Elemen Hingga

    Get PDF
    Sambungan adalah elemen yang sangat penting dalam desain dan konstruksi bangunan tahan gempa. Kegagalan atau keruntuhan bangunan pasca gempa ditentukan oleh kualitas sambungan. Pemilihan sambungan yang tepat sangat diperlukan untuk menjamin terjadinya sendi plastis pada daerah balok.Studi ini membahas tentang perilaku dari sambungan baja tipe Extended End Plate saat diberi beban siklik dengan menggunakan software berbasis metode elemen hingga ABAQUS 6.14. Pemodelan ini meliputi variasi nilai pratarik baut, penambahan pengaku dan tanpa pengaku pada badan kolom. Dengan adanya studi ini, diharapkan pula pemodelan sambungan balok - kolom baja tipe Extended End Plate yang memenuhi syarat baik kuat maupun daktail pada bangunan untuk daerah gempa kuat dapat diperoleh dengan baik.Gang Shi et al (2006), melakukan tes eksperimental untuk sambungan dari rangka baja end-plate dengan beberapa variasi dari sambungan baja. Studi ini akan melakukan pemodelan yang kemudian hasilnya akan dibandingkan dari moment – rotasi, nilai kekakuan rotasi dan mode kegagalan. Spesimen yang dianalisis dari eksperimental ada dua spesimen yaitu spesimen JD2 dan spesimen JD4.            Pemodelan yang digunakan welded plate I-Shaped untuk dimensi kolom 300 × 250 × 8 × 12 mm dan dimensi balok 300 × 200 × 8 × 12 mm, ketebalan pengaku kolom 12 mm, ketebalan pengaku extended end plate 10 mm. Hasil dari studi spesimen JD2 yaitu nilai Mu sebesar 335.86 KNm sedangkan nilai u sebesar 0.042 rad. Spesimen JD4 yaitu nilai Mu sebesar 287.58 KNm sedangkan nilai u sebesar 0.037 rad. Nilai kekakuan rotasi spesimen JD2 sebesar 68733 KNm/rad dan JD4 sebesar 36175 KNm/rad. Adapun dari segi mode kegagalan kedua spesimen menunjukkan kegagalan yang sama. Untuk nilai energi disipasi spesimen JD2 sebesar 70712.75 KNmm dan JD4 sebesar 51662.30 KNmm. Serta ditinjau pula dari nilai faktor daktilitas dimana nilai spesimen JD2 sebesar 2.99 dan nilai JD4 sebesar 2.84 yang nilai di atas masuk kategori daktilitas parsial dengan memenuhi syarat 1.5< <5. Hasil pemodelan di atas jika dibandingkan dengan hasil dari eksperimen yang digunakan tidak memiliki selisih yang signifikan. Hasil pemodelan dengan program bantu finite element merupakan sebuah pendekatan sehingga hasilnya tidak sama persis dengan hasil eksperimen yang dilakukan. Persyaratan model sambungan balok - kolom diharapkan dapat digunakan pada struktur yang tahan gempa. Berdasarkan hasil pemodelan yang dilakukan, pemodelan pada sambungan memiliki kemampuan daktilitas yang baik

    Studi Analisis Perilaku Jembatan Pejalan Kaki Dengan Sambungan Sekrup Dan Adhesive Pada Cold-Formed Steel

    Get PDF
    Pedestrian Bridge is currently built in the city center of Indonesia. Generally, Pedestrian Bridge was built for connecting one to the other building and serve crossing bridge for the traffic. Therefore, design of  the bridge must be considered of the function. Steel frame bridge (Hot Rolled) is one of the type bridge materials that used in Indonesia because the structure, the availability materials and the easy installation.  Mild steel frame structure is one of the materials which used in the construction of  pedestrian bridge. Its connected with plates, screws or adhesive.This research analyzed mild steel frame structure connected with screws and adhesive. Modeling of the pedestrian bridge used 4800 x 750 x 1200 mm. Comparation of the analysis used auxiliary program ABAQUS and SAP2000. The result of the analysis by ABAQUS is able to hold the force into 1003,69 kg and 1312,96 kg

    Dewan Redaksi

    Get PDF
    JMAIF, sangat bersyukur, telah mampu memasuki Edisi Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020. Tahun ini dimulai dengan status terakreditasi pada tataran Sinta 4.Untuk selanjutnya, pada tahun 2020, JMAIF akan terbit tiga kali setahun pada bulan Februari, Juni dan Oktober. Edisi Suplemen dan Edisi Khusus cenderung tidak diterbitkan, kecuali bila sangat diperlukan

    The Effect of Variation in the Number of Pole and Air Gap on Torque Density on Radial Magnetic Spur Gear with Magnetic Block

    Get PDF
    Magnetic gear is an alternative to mechanical gear, where the magnetic gear has the advantages of no noise, minimum vibration, no maintenance required, increased reliability, overload protection capability, no physical contact between gears, and the resulting torque density is still below the mechanical gear torque density. In this research, the variation of the number of poles and air gap in the amount of torque density produced was carried out. The permanent magnet material used is Neodymium type with a gear ratio of 1:2. In the variation of the number of poles used by pairs of 4 and 8 poles, 8 and 16 poles, 10 and 20 poles, and 12 and 24 poles, in the variation of the air gap used, namely 1 mm, 1.2 mm, 1.3 mm, 1.4 mm and 1.5 mm. Magnetic gear performance can be seen through analysis simulation with the 3D finite element method using Finite Elements Software. The type of simulation used is the magnetostatic analysis method at the processing stage and the transient analysis method at the post-processing stage. From the simulation results, it is concluded that the greater the number of poles, the greater the torque density produced, and the closer the air gap distance will result in a greater torque density. The effect of the number of poles on the torque density is more significant than the effect of the air gap

    EDITORIAL BOARD

    No full text
    Editorial Board of International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Vol. 2 No.

    THE EFFECT OF AIR FLOW RATE ON SINTER YIELD, SINTER STRENGTH AND NI CONTENT IN SINTERING LATERITE NICKEL ORE

    Get PDF
    The depletion of nickel sulphide ore supplies which are usually used to produce nickel metal encourages the use of laterite nickel ore due to the presence of more laterite in nature. Because laterite has a low strength and high water content, a process is needed so that it is used for Mini Blast Furnace, that is sintering. The purpose of this study is to determine the effect of airflow rate on strength, sintering gain and Ni content on sintering laterite nickel ore. The variation of the air flow rate used are 5.45, 8.22, and 10.59 m3/min. To know the Ni content, EDX is tested on laterite and sintered. The strength of the sintered produced can be known by drop test. The phases that exist on laterite and sintered are known by XRD testing. The highest sinter yields were found at a flow rate of 10.59 m3/min with the acquisition of 12.079 kg of sinter. The highest sinter strength was achieved when using air flow rate of 10.59 m3/min with the shatter index of 65.24%. The highest Ni content was obtained when using  air flow rate of 10.59 m3/min with Ni content of 3.8367%. The major phase of sinter are Pyroxene (CaFeSi2O4) and Olivine ((Fe,Mg)2SiO4). The best sintered results were obtained in the sintering process with an air flow rate of 10.59 m3/min

    EFFECT OF ANODE SHAPE AND ELECTROLYTE ON THE EFFICIENCY CHARACTERISTICS OF SACRIFICE ANODE IMMERSE METHOD WITH DNVGL-RPB401

    Get PDF
    Corrosion is a damage which occurs naturally. One method of corrosion prevention is cathodic protection using the sacrificial anoda. one standard commonly used in cathodic protection design is DnVGL-RPB401. In addition, DnVGLRPB401 method can be used to measure anoda current capacity. In this research, the variation of shape of the anode was the shape of a cylinder anode, beam and cone. The variation of electrolyte is pure NaCl solution, Kitchen Salt solution and Kenjeran sea water. In the electrolyte pure NaCl solution, each anode form has an efficiency of 86%, 83%, and 78% respectively. the cylindrical anode shape has the highest efficiency because the same distance between anode and cathode at the cylindrical anode.so that the current distribution is evenly distributed. Then in the form of cylindrical anodes, each electrolyte medium has an efficiency of 114%, 86% and 83% respectively. The salt solution has the highest efficiency because of the low content of NaCl which is the cause of corrosion and the presence of potassium Iodide which is a corrosion inhibitor

    Kontrol Penyebaran Penyakit SARS dengan Menggunakan Analisis Sensitivitas pada Bilangan Reproduksi Dasar

    Get PDF
    Makalah ini membahas analisis sensitivitas pada bilangan reproduksi dasar pada model penyebaran penyakit SARS dengan pengaruh vaksinasi. Model melibatkan individu rentan, individu terinfeksi tapi belum dapat menularkan, individu yang diisolasi, individu terinfeksi yang dapat menularkan dan belum terdiagnosa SARS, individu pulih, dan individu meninggal karena penyakit SARS, dan individu rentan yang telah divaksin. Karena ketidakpastian dalam penaksiran nilai parameter yang mengakibatkan bervariasinya nilai bilangan reproduksi dasar, akan dilakukan simulasi Monte Carlo pada bilangan reproduksi dasar dengan menggunakan berbagai distribusi untuk setiap parameternya. Hasil analisis sensitivitas pada model penyebaran penyakit SARS dengan pengaruh vaksinasi menunjukkan bahwa parameter proporsi individu isolasi yang berpotensi menginfeksi individu rentan mempunyai pengaruh positif terbesar dalam penyebaran penyakit SARS untuk semua kondisi nilai bilangan reproduksi dasar. Parameter proporsi individu rentan yang berhasil divaksin sebelum terjadinya SARS dalam suatu populasi mempunyai pengaruh negatif terbesar dalam penyebaran penyakit SARS ketika kondisi bilangan reproduksi dasar bernilai kurang dari satu, sedangkan parameter laju pemulihan dari individu isolasi mempunyai pengaruh negatif terbesar dalam penyebaran penyakit SARS untuk kondisi bilangan reproduksi dasar bernilai lebih dari satu

    Analisis Faktor Resiko Penyebab Diabetes Mellitus dengan Regresi Logistik Biner

    Get PDF
    Diabetes Mellitus menjadi salah satu masalah perawatan kesehatan utama di seluruh dunia. Penyakit gula ini merupakan penyakit berbahaya yang mana mengakibatkan kematian akibat komplikasi yang ditimbulkanya. Banyak faktor yang memengaruhi orang menderita diabetes , beberapa diantaranya yaitu usia, merokok,  serum sodium dan platelet dalam badan. Regresi logistik merupakan salah satu alat statistik yang dapat digunakan dalam permodelan klasifikasi tentang ada tidaknya yang mengalami diabetes. Tujuan penelitian ini adalah melihat pengaruh variabel independent usia, merokok, serum sodium dan platelet dalam mengklasifikasikan observasi  antara kategori yang tidak mengalami diabetes dan penderita diabetes.  Hasil yang didapatkan adalah semua variabel independent signfikan berpengaruh di dalam model dimana semakin meningkatnya umur kecenderungan orang menjadi diabetes semakin tinggi. Selain itu,  kegiatan merokok mampu memberikan kecenderungan orang menderita diabetes daripada orang yang tidak merokok. Kemudian semakin bertambahnya serum sodium dalam tubuh maka kecenderungan orang akan tidak menderita diabetes serta untuk bertambahnya platelet memberi kecenderungan sangat kecil orang menderita diabetes. Dalam klasifikasi ini, persentase akurasi klasifikasi sebesar 61,9 persen.  Walupun lebih dari 50 persen namun terjadi misklasifikasi orang yang menderita diabetes sebagai orang tidak mengalami diabetes sebesar 60 persen. Hal itu menyebabkan klasifikasi ini agak beresiko dalam mengelompokkan orang yang diabetes sebagai tujuan penanganan yang lebih cepat

    3,576

    full texts

    4,029

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Center for Scientific Publication
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇