Center for Scientific Publication
Not a member yet
4029 research outputs found
Sort by
Indeks Prognostik Pada Pasien Kanker Serviks di RSUD dr. Soetomo Surabaya Menggunakan Model Regresi Cox Extended
Saat ini masalah yang rentan dihadapi oleh wanita adalah timbulnya sel kanker dalam tubuh. Tak lain adalah kanker leher Rahim atau biasa disebut kanker serviks. Kanker serviks merupakan kanker yang disebabkan oleh infeksi virus HPV (Human Papillomavirus). Virus tersebut menyerang dalam tubuh wanita dikarenakan beberapa factor. Peningkatan kejadian kanker serviks semakin bertambah namun diagnosis dini atau inisiasi melakukan pengobatan kurang diperhatikan oleh masyarakat, sehingga berpengaruh pada prognosis buruk pasien kanker serviks. Dalam penelitian ini digunakan metode regresi Cox Extended untuk mengetahui prognosis pasien dimasa datang yang disebut prognostik indeks. Hasil penelitian menunjukkan model yang signifikan terhadap ketahanan hidup pasien kanker serviks dengan metode regresi Cox Extended adalah variabel jenis pengobatan lainnya atau pasien kanker serviks tidak melakukan pengobatan kemoterapi, operasi, tranfusi PRC, dan kombinasi antar ketiga jenis pengobatan tersebut. Prognosis pasien yang tidak melakukan jenis pengobatan tersebut memiliki resiko terjadinya meninggal sangat tinggi dibandingkan pasien yang melakukan kemoterapi, operasi, tranfusi PRC, dan kombinasi antar ketiga jenis pengobatan tersebut yang memiiliki resiko terjadinya meninggal rendah
Mitra Bestari
Ketentuan Umum Penulisan MasalahPenulisan Makalah pada JMAIF – Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas diatur dalam ketentuan umum sebagai berikut.- Makalah betul – betul merupakan hasil karya penulis- Makalah belum pernah dipublikasikan di media lain- Makalah harus berisi bahasan mengenai Manajemen Aset Infrastruktur dan Fasilitas- Makalah harus berisi suatu bahasan baru, dilihat dari bahasan yang sudah terpublikasikan pada JMAIF dan JIFAM- Makalah harus mengambil acuan minimal sebanyak 5 acuan, 3 diantaranya berupa referensi primer- Panjang makalah dibatasi 8 -16 halaman- Makalah bisa ditulis dalam bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris- Naskah ditulis dengan menggunakan Microsoft Word- Format penulisan makalah bisa di unduh di website https://iptek.its.ac.id/index.php/jmaif Cakupan Topik TulisanJMAIF menerima makalah tentang Manajemen Aset Infrastruktur dan Fasilitas . Cakupan topik tulisan meliputi antara lain topik – topik sebagai berikut.- Fungsi Infrastruktur & Fasilitas- Permintaan - Penawaran Infrastruktur & Fasilitas- Perilaku Permintaan Infrastruktur & Fasilitas- Perilaku Pengguna Infrastruktur & Fasilitas- Evaluasi Infrastruktur & Fasilitas- Gagasan Infrastruktur & Fasilitas- Kebijakan Infrastruktur & Fasilitas- Perencanaan Infrastruktur & Fasilitas- Perancangan Infrastruktur & Fasilitas- Pengadministrasian Infrastruktur & Fasilitas- Sistem Operasi Infrastruktur & Fasilitas- Sistem Pemeliharaan Insfrastruktur & Fasilitas- Penghapusan Infrastruktur & Fasilitas- Aspek Ekonomi dan Finansial Infrastruktur & Fasilitas- Pembiayaan Infrastruktur & Fasilitas- Organisasi Pengelola Infrastruktur & Fasilitas- Aspek Spasial & Lingkungan Infrastruktur & Fasilitas- Aspek Rencana Strategis Infrastruktur & Fasilitas Mitra BestariHitapriya Suprayitno, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), SurabayaRia Asih Aryani Soemitro, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), SurabayaData Iranata, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), SurabayaErvina Ahyudanari, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), SurabayaNadjadji Anwar, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), SurabayaEko Budi Santoso, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), SurabayaVita Ratnasari, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), SurabayaAchmad Wicaksono, Universitas Brawijaya (UB), Malan
Buoyancy and Stability Analysis of Ark’a Modulam Amphibious Foundation Model
To solve problems of settlement in floodplain areas, research on anti-flood foundation model is crucial. The anti-flood foundation model should be able to float during flood and to remain on land during non-flood conditions. This research focused on an amphibious foundation model named Ark’a Modulam. The reliability of Ark’a Modulam floating construction was analyzed for buoyancy and stability against vertical and horizontal loads. Two floating constructions were designed based on knock down and rigid systems. Both systems were designed using iron pipes with 2.5” and 4" of diameter. No significant differences were found in the buoyancy forces of the 2 floating construction systems. The load that can be supported by 1 floating construction was a maximum of 0.954 ton and stable at a floating depth limit of 43.2 cm. The stability of the floating construction should include the effect of vertical drive piles. The vertical and horizontal loads acting on the construction positioned inside Kahayan River during an extreme flood was also analyzed. During an extreme flood with 100 years of return period, the construction of one vertical drive piles should able to support vertical forces equal to or larger than 7.50 ton
The Needs for Septage Treatment Plant in The Urban Areas of Blitar Regency: A Research Study
Blitar is one of the regencies in Indonesia that doesn’t have Septage Treatment Plant (STP). The high coverage of on-site wastewater system access as well as routine desludging needs in the Decentralized Wastewater Treatment Plant (DWWTP) requires further septage process of septage in the form of STP. However, almost 90% of STP in Indonesia was not working correctly due to poor effluent quality and inadequate operational and maintenance costs. This study referred to the current conditions of domestic wastewater management obtained from interviews and questionnaires to identify the real needs of establishing STP efficiently and sustainably. Furthermore, this paper contained the analysis of STP capacity, site selection, sludge treatment units, land requirements, capital costs, operational and maintenance costs. By considering the existing desludging activity, the capacity of STP in 2019 was 20.95 m3/day. Meanwhile, the capacity of STP at the end of the 20-year design period was 41.36 m3/day. Although site selection analysis was obtained three locations for STP, the selected location of STP was the one which was centrally located in one location, namely Sutojayan Sub-District. One location of STP was considered to be more efficient from land needs, capital cost, operational and maintenance costs. The total land requirement of the STP was 2,196.49 m2. The capital cost amounted to IDR 15,562,028,000. The operational and maintenance costs were IDR 319,715/day, while the underlying service tariff charged to the community was IDR 188,000/septic tank
Evaluation of Well-Type Chamber Calibration Factor for Measurement of Ir-192 Brachytherapy Source Over 10 Institutions
This paper describes about the evaluation of well-type chamber calibration factor for measurement Ir-192 brachytherapy source. Data were collected at ten institutions that have modalities of Ir-192 brachytherapy. The well-type chamber measures the Ir-192 brachytherapy sources in terms of air kerma strength. Calibration was carried out using the substitution method which adopted from a protocol published by the International Atomic Energy Agency. The well-type chamber standard used was HDR-1000 Plus. The results obtained that NAKS for well-type chamber from PTW manufacturers have a range of values from 9.063 x 105 – 9.875 x 105 Gy m2 h-1 A-1 with an average value 9.522 x 105 Gy m2 h-1 A-1, while the well-type chamber from Standard Imaging manufacturers have a range of values from 4.634 x 105 – 4.662 x 105 Gy m2 h-1 A-1 with an average value 4.648 x 105 Gy m2 h-1 A-1. The range of deviations obtained between NAKS new and NAKS old ranges from 0.8% to -1.8%, while the range of normalization results of NAKS new to the average value of NAKS new ranges from 0.952 - 1.029. There was one calibration factor that has a deviation of more than 1% over the NAKS old. Based on the calculation of uncertainty, all the calibration factor results obtained were still within the accepted rang
Karakteristik Variasi Panjang Perjalanan dan Variasi Volume Perjalanan Berbasis Jam Bagi Taksi Bluebird di Kota Surabaya
Pertumbuhan kawasan-kawasan terbangun di Kota Surabaya memberikan potensi yang besar bagi pengemudi taksi untuk mengangkut lebih banyak penumpang dari kawasan satu ke kawasan lain. Namun saat ini pengemudi taksi belum optimal dalam menggunakan waktu mereka bekerja mengangkut penumpang, hal ini dikarenakan mereka belum mengetahui dengan tepat, pada jam-jam yang berpotensi untuk bekerja mengangkut penumpang. Dan pengemudi belum bisa memperkirakan jumlah antaran penumpang dalam sehari sehingga belum bisa mempergunakan peluang mendapatkan penumpang dengan optimal. Oleh karena itu dalam penelitian ini melakukan metode analisis distribusi data dengan penyebaran kuesioner dan diolah dalam bentuk Tabel dan Grafik. Hasil penelitian ini adalah penumpang taksi lebih banyak menggunaan taksi pada jam 12:00-15:00 WIB sebesar 22%, pada jam 09:00-12:00 WIB sebesar 21% dan pada jam 15:00-18:00 WIB sebesar 15%. Jumlah perjalanan mengangkut penumpang pada jarak 3,1-6 km sebesar 27%, pada jarak 6,1-9 km sebesar 21% dan pada jarak 0-3 km sebesar 20%. Data karakteristik panjang perjalanan dan variasi volume perjalanan taksi berbasis jam bertujuan untuk mengetahui jumlah antaran penumpang dalam sehari dan jam bekerja pengemudi taksi yang efektif
Peta Isochrone Sebagai Identifikasi Kualitas Akses Bandara: Studi kasus Bandara Internasional Juanda
Penumpang pesawat membutuhkan relibility yang tinggi untuk mencapai bandara, terutama bagi penumpang dengan penerbangan lanjutan. Akses bandara mungkin tidak memiliki jalur eksklusif untuk mendukung reliability. Oleh karena itu, penelitian ini berusaha membuat peta waktu tempuh ke bandara dari kecamatan di area layanan bandara. Peta mewakili variabilitas waktu perjalanan dari periode yang berbeda. Data waktu perjalanan dari 31 kecamatan Surabaya dikumpulkan dalam periode yang berbeda, pagi dan sore. Akhir pekan dan hari kerja juga menjadi variabel yang dipertimbangkan. Metode pencatatan data waktu tempuh adalah running speed. Kecepatan mobil surveyor dipertahankan sama dengan mobil lain. Setiap segmen dianalisis dalam waktu perjalanan nyata. Jarak dan waktu tempuh adalah input dalam menghasilkan peta indeks dan isochrones. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik waktu perjalanan dipengaruhi oleh periode untuk bepergian. Pada kualitas akses ke bandara menunjukkan bahwa perbedaan waktu antara puncak dan kondisi jam puncak mendekati 30 menit. Ini membuktikan bahwa akses bandara bukan jalur eksklusif
The Effect of Future Orientation and Financial Literacy on Family Retirement Planning Mediated by Saving Attitude
One of the ways to plan for a retirement plan is by setting a part of the income or funds owned for future life purposes. Retirement planning for families is carried out so that the finances remain stable when entering retirement. This research aims to determine the effect of future orientation and financial literacy on family retirement planning is mediated by saving attitude. The sample in the research is families in the city of Surabaya. The data used in this research are the primary results of questionnaires with 200 samples and data analysis techniques using SEM-PLS. The results of this research indicate future orientation and financial literacy has a positive effect on family retirement planning and been mediated by saving attitude in city of Surabay
Perhitungan Matematika Pada Peluang Inbreeding Dalam Populasi Ternak Generasi Pertama
Level inbreeding yang tinggi pada ternak dapat menyebabkan dampak ekonomi yang besar karena dapat menurunkan produktivitas ternak antara lain berat badan, berat karkas, produksi susu dan kinerja reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun formula matematika secara trial and error method untuk menghitung peluang terjadinya inbreeding pada populasi ternak generasi pertama (F1). Penelitian ini dilakukan dengan dua skenario sistem perkawinan yaitu kawin alam (KA) dan inseminasi buatan (IB). Asumsi yang digunakan adalah nilai service per conception (S/C) sebesar 1,00, jumlah betina (ND) dan straw (NStr) pada sistem IB sama, generasi pertama pada sistem KA dan IB terjadi secara acak (random) dan setiap induk memiliki satu anak (progeny). Parameter yang diamati yaitu peluang inbreeding pada generasi pertama (PI), jumlah kombinasi perkawinan pada tetua (NMP), jumlah kombinasi perkawinan pada generasi pertama (NMG), jumlah kombinasi perkawinan inbreeding pada sistem KA (NMI) dan IB (NMK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula matematika yang telah diperoleh dapat digunakan untuk menghitung nilai Pi pada kedua sistem perkawinan dan telah teruji melalui simulasi data