Center for Scientific Publication
Not a member yet
4029 research outputs found
Sort by
Evaluasi Pemanfaatan Aset Barang Milik Daerah dengan Analisis Cost and Benefit (CBA) pada Stadion Mandala Krida Yogyakarta
Pada penelitian ini, akan dilihat hasil dari Evaluasi Pemanfaatan Aset Barang Milik Daerah Pada Stadion Mandala Krida Yogyakarta. Evaluasi pemanfaatan aset pada Stadion Mandala Krida Yogyakarta ini dilakukan dengan menggunakan analisis CBA (Cost and Benefit Analysis) dan SWOT (Strenghts, Weakness, Opportunity and Threats). Penelitian ini menggunakan data survey lapangan pada bulan Desember 2018. Perbandingan antara pendapatan dan biaya adalah lebih besar biaya sehingga menimbulkan net income yang negatif, sehingga Net Present Value (NPV) juga akan negatif. Pemanfaatan yang ideal dari hasil analisis SWOT adalah sebagai sarana olahraga. Hasil dari evaluasi pemanfaatan aset pada Stadion Mandala Krida Yogyakarta mengindikasikan bahwa untuk pengelolaan dari pemanfaatan aset tersebut, sebaiknya dilakukan melalui Badan Layanan Umum
Evaluasi Kesuksesan Implementasi Sistem Pengelolaan Aset Desa (SIPADES)
Undang-Undang Desa merupakan salah satu agenda komitmen pemerintah Indonesia dalam pembangunan nasional untuk memperkuat daerah-daerah dan Desa sebagai poros pemerintahan dengan upaya untuk mewujudkan desa yang mandiri, sejahtera, kuat dan demokratis. Pemerintah berupaya untuk memudahkan perangkat desa terkait dengan pengelolaan aset yang transparan dan akuntabel melalui Sistem Pengelolaan Aset Desa (SIPADES) yang melakukan pencatatan administrasi aset tetap desa mulai dari merencanakan pembelian aset tetap hingga kodefikasi dan labelisasi aset tetap yang dimiliki. Hasil observasi yang dilakukan, ditemukan bahwa terdapat beberapa hambatan yang dialami perangkat Desa dalam penggunaan aplikasi SIPADES seperti sistem yang sering error, kurangnya pemahaman perangkat desa dalam penggunaan SIPADES, serta tidak ada pendampingan berkelanjutan jika perangkat Desa menemui kesulitan dalam penggunaan aplikasi. Berdasarkan indikasi masalah tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesuksesan implementasi pengelolaan aset tetap Desa melalui aplikasi SIPADES yang melakukan pengukuran dengan model modifikasi DeLone and McLean tanpa menggunakan variabel use. Penelitian menggunakan pengolahan data kuantitatif deskriptif dengan analisis SEM. Hasil Penelitian diharapkan mampu mengidentifikasi variabel apa saja yang mendukung atau menghambat penerapan sistem informasi pengelolaan aset desa sehingga dimasa mendatang dapat menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan maupun peningkatan kualitas system informasi yang digunakan
Editorial
After hard and tedious efforts for several months, working with a restrained Management Team, finally, the present JIFAM can be published as JIFAM, Volume 2, Issue 1, March 2020.This year, the JIFAM is still be published in 2 regular editions, in March and September. Each Edition is set to consist of 5 - 7 papers.Starting from this JIFAM 2(1) March 2020, the Information Pages designs are changed. These consist of the Cover Page, the Editorial Page, the Board of Editor & the Reviewer Page, and the Writing Regulation Page.The JIFAM Editorial Team express their gratitude to the authors who already submitted their papers for this first issue of the second year
Power Flow Study on Container Crane with Simulation-Based Renewable Energy Supply
Container port’s loading-unloading process is still using heavy equipment with less eco-friendly fuel. However, currently, several container ports are implementing an eco-friendly port (green port) concept. Renewable natural resources, such as the sun’s heat energy, are used as an alternative to supports the green port concept. Container cranes, the main heavy equipment in the loading and unloading processes, are generally supplied with electricity from PLN and diesel generators. In this research, it was tried by modeling container crane’s one-line diagram into ETAP, but by adding renewable energy resources simulation, such as solar panels. Solar panel’s characteristics, such as voltage and output frequency are different from PLN and diesel generators. Then, the difference results will be analyzed. After the simulation, results in comparison, known that solar panels can be used for container crane’s electrical system supply. In this study, the PV’s inverter output voltage is 0.38 kilo-volt. The PV supply simulation results in lower power efficiency and higher voltage drop than the PLN and diesel generator’s supply. As for each PV supply scenario, power efficiency and drop voltages are still within the IEC and IEEE standard limits. For example, in the gantry scenario, the power efficiency is 94.44%, and the drop voltage is 0.274%
Kajian Kinetika Adsorpsi Metilen Biru Menggunakan Adsorben Sabut Kelapa
Metilen biru merupakan zat warna yang digunakan secara luas dalam berbagai industri namun memiliki dampak negatif terhadap lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengurangi dampak pencemaran metilen biru pada lingkungan air. Sabut kelapa yang diambil dari pedagang kaki lima di Kota Kupang dijadikan adsorben untuk adsorpsi metilen biru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adsorpsi metilen biru terjadi secara optimal pada pH 7 selama 75 menit adsorpsi dengan persentase adsorpsi sebesar 99,14%. Hasil analisis kinetika reaksi adsorpsi menunjukkan bahwa adsorpsi metilen biru menggunakan adsorben sabut kelapa mengikuti model kinetika reaksi pseudo orde dua dengan laju konstanta adsorpsi sebesar 0,01 gram mg-1 menit-1
Strategi Pengurangan Risiko Bencana Kebakaran di Kawasan Permukiman Padat Melalui Peningkatan Kapasitas Masyarakat di Kapas Madya Baru
Kapas Madya Baru merupakan salah satu kelurahan di Kota Surabaya yang memiliki risiko tinggi kebakaran. Walaupun wilayah tersebut memiliki tingkat bahaya sedang, kondisi kerentanan yang tinggi harus diimbangi dengan kapasitas yang tinggi pula. Saat ini, terdapat indikasi rendahnya kapasitas masyarakat karena rendahnya pengetahuan dan kemampuan dalam antisipasi kebakaran. Sedangkan peningkatan kapasitas masyarakat pada pra-bencana masih belum menjadi agenda prioritas Pemkot Surabaya, yang dapat dilihat dari belum dilakukannya pengukuran kapasitas masyarakat. Studi yang dilakukan adalah mengkaji tingkat dan faktor penyebab kapasitas masyarakat untuk merumuskan strategi peningkatannya di Kelurahan Kapas Madya Baru. Metode yang dilakukan adalah survei lapangan untuk memperoleh data kondisi masyarakat, yang dianalisis menggunakan Weighted Mean Score (WMS) dan Analisis Faktor serta SWOT dalam merumuskan strategi. Dari hasil analisis, didapatkan bahwa kapasitas masyarakat berada pada level cukup baik, sementara faktor yang mempengaruhi kapasitas masyarakat adalah kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) dan Tata Kelola. Strategi yang dirumuskan dalam penelitian ini dibagi menjadi 3 tahap. Pertama, strategi pada tahap mitigasi berfokus pada peningkatan kesiapan alat pemadam, penertiban bangunan yang menghambat pemadaman api, pengembangan sistem jaringan supply air, pembuatan aturan antisipasi kebakaran di lingkup RT, peningkatan sosialisasi dan simulasi melalui kerjasama elemen masyarakat, peningkatan pemahaman masyarakat melalui perlombaan, pengembangan sistem mitigasi berbasis teknologi, edukasi praktik aman penggunaan listrik, jaring aspirasi masyarakat dalam penyusunan kebijakan, dan evaluasi Perwali No.57 Tahun 2014. Kedua, pada tahap kesiapsiagaan berfokus pada pembuatan konsep evakuasi disertai edukasinya, pembuatan penanda bencana, dan membangun kemitraan. Ketiga, pada tahap peringatan dini berfokus pada pengembangan sistem peringatan dini dan pembagian tugas tanggap darurat
Penataan Ruang Kawasan Pantai Selatan Daerah Istimewa Yogyakarta Sebagai Mitigasi Terhadap Bencana Kepesisiran
Pantai Selatan DIY memiliki potensi pariwisata yang sangat berpengaruh pada perkembangan perekonomian masyarakat. Akan tetapi kawasan tersebut juga mempunyai ancaman bencana. Terjadinya banjir rob memberikan dampak negatif kepada perkembangan pariwisata sehingga sangat penting dilakukan penataan ruang berbasis pengurangan risiko bencana. Konsep Abad Samudera Hindia yang merupakan gagasan dan visi program dari Sri Sultan Hamengku Buwono X untuk menjadikan pantai selatan sebagai pintu gerbang pariwisata, juga menjadi landasan dari penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasikan bahaya (hazard) bencana banjir di kawasan Pantai Selatan DIY; (2) penguatan konsep pengembangan pariwisata (3) penataan ruang kawasan pantai selatan berbasis mitigasi bencana. Penataan ruang kawasan pantai dilakukan secara bertahap. Tahap pertama adalah memetakan dan memodelkan kejadian banjir rob di kawasan pantai. Tahap kedua adalah evaluasi data tata ruang kawasan pesisir dengan metode analisis SWOT. Tahap ketiga menyusun zonasi penataan ruang kawasan pantai. Hasil penelitian ini adalah peta yang menunjukkan bagian dari kawasan Pantai Baru dan Pantai Kuwaru yang terkana dampak dari banjir rob yang selanjutnya diberikan rekomendasi pemanfaatan ruang yang membagi kawasan pantai menjadi 3 bagian yaitu zona I (Zona Pemanfaatan Terbatas), zona II (Zona Utama Wisata), dan Zona III (Zona Pengembangan Wisata)
EDITORIAL TEAM
Editorial Team of International Journal of Offshore and Coastal Engineering Vol 4, No 1 (2020
Cover
Life Cycle Cost Structure of a Government Office Green Building – Case of the Ministry of Public Works and Housing Main Building Domenico Adi Nugroho, Hitapriya Suprayitno & Tri Joko Wahyu AdiEffect of Waste Tire Rubber on the Durability Behavior of Cement Composites: A Review Isyaka Abdulkadir & Bashar S. MohammedPreliminary Reflection on Basic Principle of Operation Management for Public Work Infrastructure Asset Management Ria Asih Aryani Soemitro & Hitapriya SuprayitnoComparing the Result of Infrastructure and Facility Demand Distribution Similarity Test between Using Percentage Value and Real Value Hitapriya Suprayitno, Vita Ratnasari & Ria Asih Aryani SoemitroLearn Asset Management Based on PTPN 9 Case – Preliminary Overview of the Institution, the Function, and the General Business Assets Soedarmawan Soewardi, Hitapriya Suprayitno & Ria Asih Aryani Soemitr
Metode Numerik FDTD dengan Non-Uniform Grid untuk Solusi Persamaan Schrӧdinger
Pada paper ini, spasi grid yang tidak seragam (non-uniform grid) digunakan untuk meningkatkan akurasi pada metode finite difference time domain (FDTD). Pada umumnya, metode FDTD menggunakan grid seragam (uniform) sehingga pada kasus dengan perubahan potensial yang besar membutuhkan spasi grid yang cukup kecil dan jumlah grid yang banyak untuk mendapatkan akurasi yang diinginkan. Dengan spasi grid tidak seragam, posisi titik grid disesuaikan dengan perubahan potensial sehingga akurasi tinggi dapat diperoleh tanpa menambah jumlah grid. Pada paper ini, komparasi hasil metode FDTD dengan grid seragam dan tidak seragam untuk berberapa sistem kuantum diberikan. Hasil numerik menunjukkan bahwa peningkatan akurasi diperoleh dengan menggunakan grid tidak seragam