Center for Scientific Publication
Not a member yet
    4029 research outputs found

    Algoritma ClusterMix K-Prototypes Untuk Menangkap Karakteristik Pasien Berdasarkan Variabel Penciri Mortalitas Pasien Dengan Gagal Jantung

    Get PDF
    Cardiovascular Disease  (CVD) atau penyakit kardiovaskular adalah salah satu penyebab utama kematian cukup besar di seluruh dunia yang berujung pada kejadian gagal jantung. Organiasasi kesehatan WHO menyebutkan jumlah orang yang  meninggal karena penyakit kardiovaskuler akibat gagal jantung setiap tahun memiliki rata-rata 17,9 juta kematian setiap tahunnya, yaitu sekitar 31 persen dari total kematian secara global. Pendeteksian faktor mortalitas pasien gagal jantung perlu dibentuk segmentasi yang berguna untuk memperkecil peluang terjadinya kematian akibat  gagal jantung. Salah satunya dengan menggunakan variabel penciri mortalitas akibat gagal jantung dengan cara menerapkan algoritma k-prototypes. Hasil penggerombolan terbentuk 2 kluster yang dianggap optimal berdasarkan nilai koefisien silhouette tertinggi yaitu sebesar 0.5777. Hasil penelitian dilakukan segementasi pasien dengan variabel penciri mortalitas pasien gagal jantung yang menunjukan bahwa kluster 1 merupakan gerombol pasien yang memiliki resiko rendah terhadap peluang mortalitas akibat gagal jantung dan kluster 2 merupakan gerombol pasien dengan karaktistik pasien dengan resiko yang tinggi terhadap peluang mortalitas akibat gagal jantung. Segementasi tersebut didasari dari nilai rata-rata setiap variabel penciri  dari faktor mortalitas gagal jantung pada setiap kluster yang dibandingkan dengan kondisi normal pada variabel serum creatine, ejection fraction, usia, serum sodium, tekanan darah, anemia, creatinine phosphokinase, plateles, merokok, jenis kelamin dan diabetes

    Cover Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas Vol.5 No.2 April 2021

    No full text
    Penggunaan Fly Ash sebagai Agregat Buatan Pengganti Agregat Alami pada Campuran Beton      Adriyan Candra Purnama & Januarti Jaya EkaputriEvaluasi Infrastruktur Fisik Jaringan Distribusi Air Bersih (Studi Kasus: Perumahan Citra Indah City)      Akhmad Harish YosaeniAnalisa Peluangan Investasi dalam Pemanfaatan Aset Daerah Eks Puskesmas Oro-Oro Ombo di Kota Madiun      Eko Budi Santoso, Vely Kukinul Siswanto, Utari Sulistyandari & Chichik Ilmi AnnisaEvaluasi Kinerja Bangunan Gedung Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat      Lisda Nita Suryani SimbolonStudi Evaluasi Kapasitas Penampang Saluran,  Studi Kasus di Desa Sajen, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten dan di Desa Mlese, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten      Mohammad Imamuddin & Dian Preh HadiEvaluasi Kecukupan Ruang Kuliah untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Universitas Brawijaya      Devi Nuralinah & Achmad WicaksonoIdentifikasi Aset Fisik Wanawisata Bukit Senyum Burangrang Selatan      Adnan Yusuf & Tiafahmi Anggestiw

    Identifikasi Kinerja Aset Fisik Wanawisata Bukit Senyum Burangrang Selatan

    Get PDF
    Wanawisata Bukit Senyum Burangrang Selatan merupakan salah satu wisata alam milik Perum Perhutani yang terletak di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Wanawisata ini tergolong masih baru akan tetapi memiliki berbagai daya tarik yang menarik. Aneka daya tarik tersebut tentunya sangat menarik minat wisatawan untuk pergi berkunjung. Akan tetapi, terdapat berbagai permasalahan pada aset fisik dan fasilitas wanawisata yang berpengaruh pada kepuasan wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kinerja aset fisik Wanawisata Bukit Senyum Burangrang Selatan berdasarkan tingkat daya tarik, infrastruktur, dan aksesibilitas. Metode penelitian yang digunakan pada studi kasus ini adalah metode deskriptif. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi ilmiah, wawancara, kuesioner, dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa kinerja aset fisik belum optimal karena terdapat aset yang rusak berat, tidak memenuhi standar, dan belum tersedia

    Pra-Desain Pabrik Minyak Goreng Sehat dari Crude Palm Oil (CPO) dengan Metode Kombinasi Microwave Assisted Extraction (MAE) – Batchwise Solvent Extraction (BSE)

    Get PDF
    Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas unggulan hasil perkebunan yang sangat berperan penting dalam kemajuan perekonomian di Indonesia dikarenakan kandungan minyak nabatinya yang banyak dibutuhkan di sektor industri. Di industri pangan, kehadiran minyak goreng menjadi penting karena berbagai olahan pangan tidak lepas dari peran lemak dalam minyak goreng dalam menambah cita rasa serta tekstur dan aroma pada makanan. Minyak goreng telah dikenal lama oleh masyarakat sebagai bahan makanan yang kurang baik bagi kesehatan dan cenderung dihindari sehingga sangat dibutuhkan inovasi dari produksi minyak goreng yang bukan hanya ekonomis namun juga memiliki dampak positif bagi kesehatan. Salah satu bahan baku yang dapat digunakan dalam pembuatan minyak goreng adalah Crude Palm Oil (CPO). Terdapat tiga tahapan utama dalam pembuatan pabrik minyak goreng dari CPO yaitu persiapan bahan baku pre-treatment, proses pemurnian, dan proses pembuatan minyak goreng. Proses pemurnian yang digunakan pada pabrik ini adalah metode Microwave Assisted Extraction – Batchwise Solvent Extraction. Pabrik minyak goreng dari CPO akan didirikan di Kawasan Industri Sei Mengkei, Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara yang dilengkapi fasilitas dan pusat penelitian khusus kelapa sawit dengan estimasi waktu mulai beroperasi pada tahun 2025. Berdasarkan analisis ekonomi untuk kapasitas 48.000 ton/tahun dengan nilai investasi sebesar Rp 179.670.421.590, laju pengembalian modal (IRR) pabrik ini sebesar 19,05% pada tingkat suku bunga per-tahun 9,85% dan laju inflasi sebesar 2% per-tahun. Sedangkan untuk waktu pengembalian modal (POT) adalah 3,7 tahun dan titik impas (BEP) sebesar 13%

    The Land Of Complexity 19th and 20th Century Northern Borneo Socio-Demographic History: A Review

    Get PDF
    North Borneo has always been the object of international interests and politics. This situation is the effect of socio-demographic plurality that led to the absence of a cohesive socio-political identity that can unite them together. This study aims to analyze the social demographic history of the people of North Borneo (Kalimantan) in the 19th and 20th centuries to understand the complex geopolitics in the region during the decolonialisation process in the post-Second World War. Using a literature review, there are some points concluded, first, the Malay Sultanate of Brunei had dominated the political structure of the area that influenced the foundation of the Malay social system in North Borneo for the following centuries. Second, the colonial project of James Brooke changed the social order in North Borneo with the significant presence of non-Malay groups such as the Chinese until the mid-20th century. Third, the Japanese occupation during the Second World War had brought nationalism among the natives. This spirit had led to an attitude of ethnonationalism that makes it was challenging to build a cohesive national identity among different ethnic groups there. Fourth, after the war, regional conflicts due to the Cold War triggered differences in political systems among the new states that gained independenc

    SHEAR BUCKLING ANALYSIS OF CORRUGATED WEB I-GIRDER WITH 3D NONLINEAR FINITE ELEMENT METHOD

    Get PDF
    This paper presents a shear buckling analysis of corrugated web I-girder beam using nonlinear finite element analysis. An in-house finite element package called 3D-NLFEA is used in the simulation. The steel material is modelled as solid elements with one-eight aspect ratio between the element size and its thickness. The double sine waves equation is used to generate the initial imperfection in the corrugated web. The nonlinear geometry deformation, which is essential in capturing the buckling behavior, is considered using the 2nd order analysis in 3D-NLFEA. A comparison with the carried out experimental test in the laboratory showed that the peak prediction from the analytical model was in good agreement. Furthermore, using the double sine waves equation as the initial imperfection can closely predict the buckling mode and shapes of the corrugated web I-girder as obtained from the experimental test

    Pra Rancangan Pabrik Pigmen Merah dengan Metode Presipitasi

    Get PDF
    Di Indonesia, industri cat dan bangunan merupakan segmentasi pasar terbesar dari pigmen merah. Bahan baku yang akan digunakan dalam pembuatan pigmen merah adalah pasir besi sebagai bahan utama, HCl, NaOH dan air sebagai bahan pendukung. Pabrik Pigmen Merah yang direncanakan ini mulai beroperasi tahun 2023 dengan kapasitas produksi sebesar 5000 ton/tahun. Lokasi pendirian pabrik ini direncakan di Bangun Cipto Kecamatan Sentolo Kabupaten Kulon Progo Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dipilih karena dekat dengan sumber tambang pasir besi di pesisir . Untuk target pasar dari pabrik ini ialah industry garmen dan cat yang cukup banyak ditemukan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta maupun Jawa Tengah. Dalam pemenuhan kapasitas tahunan, pabrik akan beroperasi kontinyu 24 jam perhari selama 300 hari. Dengan bahan baku 1.710.710 ton pasir besi per tahun, 1.377.500 ton HCl per tahun, 2.639.000 ton NaOH per tahun. Proses produksi pigmen merah dapat diuraikam menjadi 3 tahapan proses. Tahap Pertama adalah proses leaching bertujuan untuk melarutkan kandungan besi dalam pasir agar dapat dipisahkan dari komponen pengotor lainnya. Sedangkan komponen lain dalam pasir besi yang tidak bereaksi dengan HCl tetap dalam keadaan padat yaitu berupa slurry akan dilakukan proses filtrasi. Tahap kedua adalah tahap Pemurnian dan Presipitasi. Proses Presipitasi menggunakan larutan NaOH yang berfungsi untuk pembentukan inti kristal Fe2O3. Proses berikutnya ialah penyaringan dan pencucian pigmen Fe2O3. Tahap ketiga adalah tahap pembentukan pigmen merah. Pembentukan pigmen merah dilakukan dengan proses kalsinasi, dengan suhu 650oC dengan gas alam sebagai pemanasnya. Pra Rancangan Pabrik Pigmen Merah dengan Metode Presipitasi ini dirancang sebagai perusahaan yang berbadan hukum Perseroan Terbat[as dengan system organisasi garis dan staf. Untuk dapat mendirikan pabrik dengan kapasitas produksi sebesar 5000 ton/tahun, maka diperlukan total modal investasi sebesar Rp 218.749.601.339 dan total biaya produksi sebesar Rp 158.046.783.770 dengan estimasi hasil penjualan sebesar Rp. Rp 250.000.000.000,- . Estimasi umur pabrik ini adalah 10 tahun dengan Internal Rate of Return (IRR) 29,21% dan Pay Out Time (POT) 3,9 Tahun

    Safe Neighborhood for Adolescent Girls: The Case of Urban Dense Kampong In Yogyakarta City Center

    Get PDF
    Nowadays, the percentage of adolescents living in urban areas is increasing, including in Indonesia. Unfortunately, urban planning and design are very limited in involving the perspective of youth, including the provision of safe public space. This paper is concerned with understanding safe public spaces from the perspective of adolescent girls. This paper aims to explore whether the neighborhood, specifically its public spaces, according to the girls' perspective is safe enough by using a case study approach with the case of a dense organic neighborhood in the city of Yogyakarta, Kampong Code. The information was obtained by observation, forum group discussion (FGD), and also by conducting a safety walk with local adolescent girls. This paper found that although from a normative perspective, public spaces in the neighborhood are considered as not safe enough, because they were familiar with this condition, they tend to perceive that as a usual situation

    A Semantic Comparison of Feature Requirements Extraction Methods

    Get PDF
    Requirement engineering is an essential part of software development. The initial process in software development is to determine the needs of the stakeholders. To convert stakeholder needs into features of the system to be developed takes a long time, so it is a challenge for researchers to be able to extract features automatically based on the description of the needs of stakeholders. Previous research has also implemented feature extraction using user reviews on applications that public users have used. The feature extraction results will be used for feature development in future updated versions. The extraction process can use several proven methods to provide results that match the needs of the stakeholders in the system. This study compared the automatic feature extraction method using Natural Language Processing (NLP) with Hierarchical Pattern Recognition (HPR) on the dataset requirements and user reviews. Performance evaluation was conducted to test feature extraction results using Accuracy, precision, recall, and F-measure. The study results show that each method has advantages when implemented on both datasets. The NLP method excels in classifying the NL Requirement dataset. The HPR method has its advantages in extracting user review data

    Tinjauan Kelayakan Teknis Metode Scoring dan Kelayakan Ekonomi-Finansial dalam Penentuan Lokasi Dermaga Wisata di Tepian Alur Sungai Mahakam Samarinda - Tenggarong

    Get PDF
    Sungai Mahakam merupakan salah satu sungai terpanjang di Indonesia, yang di kiri dan kanan sungai berdiri bangunan dengan berbagai aktifitas penduduk.  Sungai dengan panjang 920 km dan luas 149.277 Km2 ini membelah Kota Samarinda menjadi dua bagian.  Sungai Mahakam sendiri memiliki nilai manfaat yang cukup besar bagi masyarakat, yaitu sebagai alur lalu lintas air, sumber air bersih, dan juga air baku.  Bila dikelola dengan baik, maka alur Sungai Mahakam memiliki nilai penting sebagai sumber bangkitan wisata bahari.  Kepentingan dalam memanfaatkan Sungai Mahakam sebagai alur pelayaran yang tidak tertata rapi membuat penampilan sungai yang semrawut, kotor dan rawan kecelakaan.  Karena itu, dibutuhkan penataan dermaga-dermaga yang saat ini beroperasi menjadi Dermaga Wisata yang representative yang memanfaat alur Sungai Mahakam sebagai destinasi wisata yang dapat diunggulkan.  Penentuan kelayakan Dermaga Wisata mana yang akan dibangun di antara tiga dermaga yang ada, secara teknis menggunakan metode scoring; sedangkan kelayakan Ekonomi-Finansial menggunakan Net B/C dan IRR.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sisi kelayakan teknis (aspek tata ruang, aspek transportasi, aspek teknis dan aspek dukungan) diperoleh scoring tertinggi adalah Alternatif 2, mencapai 11,67.  Dari sisi kelayakan ekonomi, pembangunan Dermaga Wisata akan memberi kontribusi bagi PAD yang berasal dari retribusi sewa kios, parkir kendaraan, sandar kapal, karcis penumpang yang diprakirakan pada tahun ke-3 sampai dengan tahun ke-20 sebesar Rp. 5.574.000.000 per tahun.  Selanjutnya untuk kelayakan finansial, dari nilai investasi awal sebesar Rp. 7.801.749.000 dan umur ekonomis 20 tahun diperoleh Net B/C sebesar 5,3 dan IRR sebesar 56,42

    3,576

    full texts

    4,029

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Center for Scientific Publication
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇