Center for Scientific Publication
Not a member yet
4029 research outputs found
Sort by
Agent-Based Simulation for Evaluating the Effect of Different Walking and Driving Speed on Disaster Evacuation in Aceh
Agent-Based Modeling and Simulation (ABMS) was implemented to build and develop an evacuation simulation model. In this research, ABMS is simulated in several evacuation scenarios with an output: the evacuation rate of two different decision choice evacuation modes (walking or driving to the evacuation points). The result of this tsunami evacuation simulation shows that the decision choices on the evacuation mode are highly correlated to the evacuation rate. Observed in the simulation that there is a typical choice that leads to the higher evacuation rate, the choice is by maximizing the pedestrian agents on the population distribution
OXIDATION BEHAVIOR AND MICRO STRUCTURE ANALYSIS OF NUCLEAR GRAPHITE IG-110 AT 520℃ UNDER AIR ENVIRONMENT
Graphite IG-110 is a nuclear graphite structural and moderator material that has been used for high temperature gas cooled reactors (HTGR). Under normal operating conditions or accidental entry of air or water (air ingress or water ingress), a nuclear graphite. Therefore, the aim of this study is to investigate the oxidation resistant and microstructure change behavior of graphite IG-110 at high temperature under air environment. The sample of IG-110 was tested using Magnetic Suspension Balance (MSB) to analyze the weight change by in-situ for 420 minutes at a temperature of 520oC. Morphological and microstructure analysis was carried out by optical microscope, SEM-EDS (Scanning Electron Microscope –Energy Dispersive X-ray Sprectroscope) and XRD (X-Ray Diffractometer). The results showed that Graphite IG-110 has a change in surface structure caused by the reaction of the material with oxygen in air at high temperatures. Furthermore, the crystal size of the material structure was slightly change. However, in general, the corrosion rate of graphite IG-110 at a temperature of 520℃ under the air environment is relatively low. So that if graphite IG-110 is exposed to air at a temperature of 520℃ for several hundred minutes in a nuclear reactor estimated does not suffer serious damag
Preparasi dan Karakterisasi Membran Gabungan PSf/PEG dengan Variasi Pengisi KTZ dan KTZ Teroksidasi untuk Aplikasi pada Larutan Kristal Violet
Membran gabungan PSf dengan aditif PEG-400 dan variasi pengisi KTZ dan KTZ teroksidasi telah dipreparasi melalui metode inversi fasa dengan DMAc sebagai pelarut. Membran dikarakterisasi dengan X Ray Difraction (XRD), Scanning Electron Microscopy (SEM), Atomic Force Microscopy (AFM), Thermogravimetric Analysis (TGA), Forier Transform Infrared (FTIR) dan contact angle meter. Membran diuji kinerjanya dengan filtrasi kristal violet. Nilai fluks air untuk membran PSf/PEG, PSf/PEG-KTZ dan PSf/PEG-KTZ teroksidasi masing-masing adalah 101,91 L/m2jam, 320,05 L/m2jam dan 60,64 L/m2jam. Nilai rejeksi terhadap kristal violet untuk masing-masing membran adalah 98,17%, 82,90% dan 99,4%
Perancangan Komik Online tentang Cara Menggunakan Media Sosial dengan Bijak pada Remaja Usia 15-17 Tahun
Abstrak—Remaja adalah fase perkembangan dari anak-anak ke arah kedewasaan. Dalam perkembangannya, remaja berkaitan erat dengan bagaimana mereka bersosialisasi bersama teman sebaya di media sosial (Instagram, Twitter, dan Facebook) dengan cara mengirim pesan, upadate status, komentar postingan dan membagikan postingan. Permasalahan utama dari remaja hari ini adalah tentang kebiasaan mengupload konten sensitif yang menyinggung SARA dan melanggar UU ITE hanya demi menaikkan popularitas pribadi. Disamping itu, kecenderungan remaja saat ini suka membuat konten saling sindir di media sosial. Makalah ini membahas bagaimana merancang komik online tentang etika menggunakan media sosial secara bijak, untuk remaja usia 15-17 tahun. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian yaitu dengan menggunakan kuesioner, observasi dan wawancara mendalam. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisa deskriptif kualitatif menurut Milles dan Huffman. Dari proses analisis data tersebut maka, telah didapatkan keyword “Batasan berekspresi dan berkomunikasi di media sosial“ yang menjadi dasar konsep cerita dan konsep visual dalam perancangan komik online ini. Dengan adanya komik online ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran remaja terhadap etika menggunakan media sosial secara bijak, dan meningkatkan minat remaja untuk membuat konten positif di media sosial.Abstract—Adolescence is a phase of development from childhood to maturity. In their development, adolescents are closely related to how they socialize with peers on social media (Instagram, Twitter, and Facebook) by sending messages, updating status, posting comments, and sharing posts. The main problem of teenagers today is the habit of uploading sensitive content that offends SARA and violates the ITE Law just to increase their popularity. Besides that, the tendency of teenagers today to make satire content on social media. This paper discusses how to design online comics about ethics in using social media wisely, for adolescents aged 15-17 years. The method used to collect research data is by using a questionnaire, observation, and in-depth interviews. The analysis technique used in this study is a qualitative descriptive analysis technique according to Milles and Huffman. From the data analysis process, the keyword "Limits of expression and communication on social media" has been obtained, which is the basis for the concept of stories and visual concepts in designing this online comic. With the existence of this online comic, it is hoped that it can increase adolescent awareness of the ethics of using social media wisely and increase teenagers' interest in creating positive content on social media
Studi Numerik Performa Rangka Bresing Konsentris Tiga Segmen dengan Sambungan Pin
Special Concentrically Braced Frames (SCBF) merupakan salah satu tipe CBF yang mana dapat menahan gaya seismik yang besar dan lebih baik daripada Ordinary Concentrically Braced Frames (OCBF) yang hanya dapat menahan gaya seismik yang rendah. Struktur ini akan mengalami kerusakan pada bresing karena gaya seismik struktur tidak bisa menahan tekuk. Konfigurasi SCBF yang diizinkan adalah V, V terbalik (Chevron) dan X. Bresing 3 (tiga) segmen menggunakan profil circular Hollow Structural Section (HSS) dapat meningkatkan kekuatan inelastic selama gempa terjadi. Bresing Hollow structural steel (HSS) menggunakan sambungan pelat (gusset plate) yang menghubungkan dengan balok dan kolom. Sambungan pin juga dapat digunakan pada struktur bresing konsentris. Hasil penelitian diperoleh struktur bresing tiga segmen dengan menggunakan mutu yang tinggi dan end hollow yang sedikit lebih panjang menghasilkan energi disipasi yang tinggi dan deformasi yang terjadi lebih panjang
Model Numerik Atenuasi Gelombang oleh Vegetasi Menggunakan Program XBeach
Proses abrasi pantai di wilayah pesisir disebabkan oleh proses alami berupa proseshidro-oseanografi seperti hempasan gelombang laut, fluktuasi muka air laut dan arus sehingga mengakibatkan terjadinya kemunduran garis pantai dan terjadi fenomena sedimentasi. Salah satu upaya dalam menanggulangi abrasi adalah dengan penanaman vegetasi. Vegetasi dapat meredam energi gelombang dan memiliki peran penting dalam perlindungan pantai. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian terhadap vegetasi untuk mengetahui tingkat atenuasi gelombang. Tujuan dari penelitian ini untuk membandingkan hasil penelitian laboratorium dengan pemodelan numerik dari besar atenuasi gelombang oleh vegetasi. Penelitian ini berdasarkan pada data pemodelan fisik laboratorium yang telah dilakukan oleh penelitian sebelumnya dan yang akan divalidasi. Data yang digunakan adalah domain model, data gelombang dan data karakteristik vegetasi (kepadatan, tinggi dan diameter batang). Hasil dari pemodelan numerik menghasilkan atenuasi rata-rata 66% dan uji validasi pemodelan numerik menghasilkan performa yang baik dengan nilai RMSE rata-rata 0.024
Analisis Kekuatan Perkerasan Landas Pacu Bandar Udara Juanda Dengan Metode FAA dan Software COMFAA
Runway was an important the airport facilities, used for the movement of arrival and departure aircraft. To provide optimal service, the runway pavement structure had to evaluated periodically. This paper presented the results of the runway pavement strength analysis with the FAA Method and calculated by COMFAA. The primary data were used soil investigation data, pavement core drill and georadar survey. The samples of primary data is divided into 10 segments of runway length. Meanwhile, the secondary data was used aircraft departures in last 5 years. The results of the analysis showed that the existing thickness of the runway pavement structure along 1100 meters from the threshold of Runway 10 was able to defense the gross weight of aircraft until the life design of the runway pavement structure and the PCN value is greater than ACN. Vice versa for the remaining runway length to the threshold of Runway 28
Pemodelan Hujan-Debit DAS Kali Madiun Menggunakan Model HEC-HMS
Banjir terjadi beberapa kali di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Madiun yang disebabkan oleh meluapnya air Kali Madiun. Meluapnya air Kali Madiun disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan perubahan tata guna lahan DAS yang menyebabkan debit banjir yang terjadi lebih besar daripada kapasitas Kali Madiun. Dengan adanya permasalahan tersebut, maka diperlukan kajian analisis hidrologi untuk memprediksi data debit DAS Kali Madiun dengan menggunakan model transformasi hujan-debit. Dalam penelitian ini menggunakan model HEC-HMS. Untuk dapat menirukan perilaku aliran di dalam sistem DAS, model HEC-HMS memerlukan penyesuaian parameter model yang disebut dengan kalibrasi. Kalibrasi dilakukan terhadap parameter-parameter model dengan mengevaluasi kemiripan hasil simulasi dan data observasi. Oleh karena itu, dilakukan uji keandalan model HEC-HMS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan debit simulasi dengan debit observasi pada DAS Kali Madiun. Data yang dibutuhkan adalah data debit observasi, data kapasitas waduk, data curah hujan, peta tata guna lahan, peta jenis tanah, dan peta topografi. Hasil dari kalibrasi pemodelan HEC-HMS, diperoleh nilai NSE sebesar 0,605 dengan debit puncak simulasi sebesar 914,4 m3/dt yang terjadi pada tanggal 22 Februari 2018
Analisis Pondasi Tiang Pancang Dengan Variasi Diameter Dan Kedalaman Menggunakan Program 3D Berbasis FEM
Pondasi tiang pancang pada suatu konstruksi sangat perlu dilakukan analisa dengan menggunakan beberapa metode. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah program analisis Finite Element Method (FEM) 3D. Pada metode ini dapat mengatasi keterbatasan metode P–Y yang ada untuk area yang luas dan mendekati kombinasi perilaku yang sesungguhnya. Pada penelitian ini dilakukan simulasi program 3D pada diameter dan kedalaman tiang yang diinterpretasikan pada hasil uji PDA dengan CAPWAP. Dari hasil perhitungan daya dukung ijin menggunakan 6 pemodelan pada program 3D FEM yang telah diinterpretasikan, didapatkan analisis dan perhitungan yang terbaik yaitu pondasi tiang dengan diameter 0,6 meter dan kedalaman ± 54 meter yang menghasilkan nilai keamanan 2,721, Qijin 220,67 ton, dan penurunan total 0,2907 meter. Penulangan pilecap D25-100 mm dan raft D32-100 mm
Pemodelan Regresi Nonparametrik Spline Truncated pada Data Longitudinal
Saat ini pendekatan regresi nonparametrik banyak mendapat perhatian dari para peneliti, dikarenakan memiliki fleksibilitas yang tinggi dan tidak tergantung pada asumsi bentuk kurva regresi. Spline truncated adalah salah satu model dalam regresi nonparametrik yang sering digunakan, karena mampu menangani data yang perilakunya berubah-ubah pada sub-sub interval tertentu. Pada analisis regresi, data yang seringkali digunakan adalah data cross-section, namun yang sebenarnya adalah analisis regresi juga dapat diterapkan pada data longitudinal, khususnya dengan menggunakan pendekatan regresi nonparametrik. Data longitudinal merupakan gabungan antara data cross-section dan time series. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan data persentase penduduk miskin di Provinsi Papua Tahun 2016 hingga Tahun 2019 menggunakan model regresi nonparametrik spline truncated. Metode estimasi parameter yang digunakan adalah Weighted Least Squares (WLS). Banyaknya titik knot yang dicobakan adalah 1 hingga 3 titik knot. Berdasarkan hasil analisis, model regresi nonparametrik spline truncated terbaik adalah model yang menggunakan 1 titik knot, dengan nilai GCV yang paling minimum yaitu sebesar 8,05 dan Koefisien Determinasi (R2) sebesar 99,98%