Center for Scientific Publication
Not a member yet
4029 research outputs found
Sort by
Faktor Prioritas Pengembangan Komoditas Susu Sapi Perah di Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung Dengan Konsep Agribisnis
Komoditas susu sapi perah menjadi salah-satu potensi utama dari argibisnis peternakan di Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung. Namun, potensi ini belum bisa dikembangkan secara optimal karena terhalang oleh rendahnya sumberdaya yang berkaitan dengan produktivitas susu sapi. Selain itu, kendala terbatasnya ketersediaan lahan yang menghasilkan pakan hijauan serta rendahnya kualitas sumber daya manusia, orientasi para peternak pada kultur budidaya on-farm membuat produktivitas rendah dan nilai tambah susu di wilayah studi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor prioritas yang berpengaruh terhadap pengembangan komoditas susu sapi perah di Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung menggunakan konsep agribisnis. Terdapat dua tahap yang dilakukan untuk merealisasikan penelitian ini. Pada tahap Pertama, yaitu dengan mengidentifikasi bagaimana pengembangan agribisnis berbasis komoditas susu sapi perah di kawasan studi menggunakan analisis konten, selanjutnya dapat dirumuskan faktor prioritas yang berpengaruh terhadap pengembangan agribisnis berbasis komoditas susu sapi perah dengan Analytic Hierarchy Process. Hasil penelitian diperoleh faktor prioritas yang berpengaruh terhadap pengembangan agribisnis dari bobot tertinggi hingga terendah yaitu Kompetensi Peternak (0,116), Pakan (0,100), Ketersediaan Lahan (0,098), Sarana IB (0,095), Bibit (0,088), Penggunaan Teknologi (0,061), Jaringan Air Bersih (0,057), Koperasi (0,057), Kegiatan Pengolahan Produk (0,046), Jaringan Listrik (0,042), Jaringan Jalan (0,038), Obat-obatan (0,035), Lokasi Pemasaran (0,034), Peralatan Produksi (0,029), Swasta (0,025), Kuantitas Tenaga Kerja (0,024), Pemerintah (0,023), Lembaga Keuangan (0,019), dan Kelompok Peternak (0,019)
Probabilitas Perpindahan Moda dari Pengguna Sepeda Motor Menjadi Pengguna Angkutan Umum Dalam Rencana Implementasi Layanan Angkutan Bus Rute Tunjungan โ Gelora Bung Tomo Surabaya
Stadion Gelora Bung Tomo merupakan stadion kebanggaan Kota Surabaya yang dipakai oleh klub Persebaya Surabaya untuk bertanding. Antusiasme masyarakat untuk menonton pertandingan sangat tinggi, sehingga sering mengakibatkan kemacetan dan mengabaikan keselamatan lalu lintas. Pemerintah akan memberikan layanan angkutan umum untuk rute tersebut untuk mengatasi kemacetan dan memberikan keselamatan berlalu lintas. Metode yang digunakan adalah pengumpulan data primer dan sekunder dan analisis logistik biner untuk potential demand di Kota Surabaya serta perpindahan moda transportasi dari kendaraan pribadi menjadi pengguna angkutan umum dengan menerapkan skenario waktu tempuh dan tarif rencana. Data primer kemudian diolah menggunakan analisis regresi logistik biner untuk mendapatkan nilai probabilitas. Probabilitas terbesar pengguna sepeda motor untuk beralih moda menjadi pengguna bus adalah pada skenario untuk waktu 45 menit dan tarif Rp 5.000,00, yang menunjukkan probabilitas sebesar untuk bersedia berpindah
Pengaruh Aplikasi Fibre Reinforced Polymer (FRP) terhadap Perkuatan Kolom Concrete Filled Steel Tube (CFT) menggunakan Metode Elemen Hingga
Kolom tabung baja terisi beton (CFT) banyak diaplikasikan pada sistem struktur bentang panjang karena beberapa keunggulannya seperti kekuatan, daktilitas, dan kekakuan yang lebih tinggi dari kolom baja konvensional. Namun, akibat pembebanan berulang, tekuk lokal terbentuk sehingga mengurangi efisiensi pengekangan beton inti oleh tabung baja. Penelitian ini membahas perkuatan kolom CFT dengan pemasangan 3 lapis FRP tipe karbon (CFRP) pada daerah yang berpotensi terjadi sendi plastis. Kolom dimodelkan terhadap beban lateral siklik menggunakan program ABAQUS. Parameter analisis berupa tebal baja kolom CFT dan lapisan CFRP. Hasil analisa menunjukkan CFRP signifikan meningkatkan kapasitas tahanan, menambah initial stiffness, disipasi energi, mengurangi tingkat kehancuran beton inti dan menghambat tekuk tabung baja pada kolom CFT. Perilaku material CFRP yang getas masih mampu bekerja dengan baik pada kolom CFT dengan menunjukkan tren degradasi kekakuan yang tidak tajam. Namun, ketika diaplikasikan pada kolom CFT dengan tebal baja lebih dari 3 mm, kapasitas tahanan dan kekakuan kolom CFT yang dilapisi CFRP menjadi berkurang
A NOVEL METHOD FOR INTEGRATED WATER TREATMENT PROCESS (WTP) WITH EMBEDDED SELF CATHODIC PROTECTION SYSTEM
Clean water is a human need in daily life for washing and bathing and consumption. This study examines the application of electro-corrosion control material Adjust pH and electro coagulant in clean water treatment or Water Treatment Plant (WTP) on an industrial scale. The clean water product from this study will be compared with the clean water quality standard of the Minister of Health No. 32 of 2017. The results of the turbidity, pH, potential value and color testing in the raw water of the FASLABUH TNI AL area of the Lampa Natuna Strait are 80 NTU for turbidity, pH 5, 2, the potential value is -440 mV and 440 TCU after being treated with cathodic protection the result is an increase in the potential value, the potential value increases with the current. The potential value with a more negative value was achieved from a variation of the dose of 100 amperes for the anode adjusted pH which was -1200 mV while for the coagulant anode it was achieved by varying the current dose of 200 with a potential value of -1225 mV. The product of cathodic protection makes the value of turbidity and color decrease in the aluminum anode material used as anode coagulant. The highest turbidity value was achieved by a dose variation of ampere 180 with 0.5 while the highest color value was achieved by a dose variation of ampere 180 with a color value of 0.5 TCU
Pra-Desain Pabrik Fraksinasi Lignoselulosa dengan Metode Steam Explosion
Lignoselulosa merupakan bahan organik alami yang paling banyak terdapat di bumi namun selama ini hanya fraksi selulosa yang dimanfaatkan secara komersial. Hal ini tentu menjadi tantangan sekaligus kesempatan baik bagi industri sabut kelapa di Indonesia untuk melakukan diversifikasi produk samping selain mengekspor produk mentahnya saja, namun juga berpotensi menghasilkan produk intermediate yang lebih bernilai ekonomi secara komersial melalui teknologi biorefinery. Tingginya kandungan lignoselulosa dalam sabut kelapa menunjukkan adanya potensi lain yang lebih efektif dan efisien apabila dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pemanfaatan lignoselulosa yang terkandung dalam sabut kelapa untuk menjadikannya sebagai high value-added products. Struktur kokoh dalam lignoselulosa yang secara alami melindungi partikel serat dari gangguan lingkungan, termasuk dapat menahan beban mekanis yang tinggi bahkan resisten terhadap degradasi kimia maupun enzimatis oleh mikroorganisme membuat pengembangan teknologi biorefinery menghadapi banyak tantangan. Karena itu disusunlah studi pra-desain pabrik fraksinasi lignoselulosa dari sabut kelapa dengan metode steam explosion yang dikombinasikan dengan alkali-acid delignification process. Proses ini mempermudah tahap isolasi komponen-komponen penyusun lignoselulosa (selulosa, hemiselulosa dan lignin) sehingga memungkinkan untuk dapat dimurnikan sebagai high value-added products dari turunan komoditas kelapa. Setelah preliminary techno-economic analysis dilakukan, diperkirakan kebutuhan investasi untuk membangun pabrik dengan kapasitas olah 33.000ton sabut kelapa/tahun adalah Rp 1,01 triliun dengan Laju Pengembalian Modal (IRR) sebesar 19%. Dengan potensi penerimaan hasil penjualan Rp 600-700 miliar/tahun, diperkirakan Durasi Pengembalian Modal (POT) dapat dicapai selama 8-9 tahun pada Break Even Point di angka 40%. Rancangan ini memerlukan waktu konstruksi lancar 3-5 tahun dengan umur rencana pabrik selama 20 tahun
Pra Desain Pabrik Hidrogen dari Tandan Kosong Kelapa Sawit dengan Metode Gasifikasi Uap
Energi merupakan aspek penting yang selalu dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Pandemi COVID-19 menurunkan penyediaan energi, terutama pada tahun 2020.ย Di Indonesia, sektor pembangkit listrik merupakan penyumbang emisi GRK terbesar. Sehubungan dengan hal tersebut, Indonesia telah menentukan target untuk energi baru terbarukan (EBT) pada 2025-2050 sebesar 23-31% dengan mengurangi penggunaan minyak bumi, batu bara, dan gas bumi. Telah terjadi peningkatan dalam pemanfaatan EBT salah satunya adalah biomassa. Di Indonesia, pemanfaatan energi biomassa masih 5,1% dari potensi yang ada.ย Biomassa tersedia secara melimpah perlu dikembangkan lebih jauh untuk menggantikan energi fosil yang terbatas dan mengurangi emisi CO2. Di Indonesia, sangat sedikit PLT Biomassa yang dikembangkan menggunakan hidrogen murni dengan emisi hampir nol. Hidrogen telah muncul sebagai bagian penting dari campuran energi bersih secara berkelanjutan. Jenis produk hidrogen yang terpilih dalam pabrik ini yaitu hidrogen biru. Pabrik akan didirikan pada 2024 dan mulai beroperasi pada 2027. Lokasi pembangunan pabrik ditetapkan akan didirikan di kawasan industri Dumai, Riau. Pemilihan lokasi pabrik berdasarkan ketersediaan bahan baku, lahan, listrik transportasi, dan sumber tenaga kerja. Bahan baku utama proses produksi adalah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS). Pemanfaatan TKKS sebanyak 4940.71 ton/tahun. Selain menghasilkan hidrogen, terdapatproduk samping yaitu CO2 yang akan dimanfaatkan oleh perusahaan lain. Proses pembuatan hidrogen dibagi menjadi beberapa proses yaitu size reduction, drying, gasification, steam methane reforming, water gas shift, dan pressure swing adsorption. Hasil akhir gas hidrogen memiliki kemurnian 99%.ย Untuk mengetahui kelayakan pabrik, dilakukan analisa ekonomi meliputi IRR, NPV,dan POT. Didapat IRR>WACC sebesar 18.61%, NPV>0 sebesar Rp.539,001,002,607,985. Modal pabrik akan kembali (POT) setelah 3 tahun. Dari analisa yang telah dilakukan, ditarik kesimpulan bahwa pabrik layak untuk didirikan
IoT-based for Monitoring and Control System of Composter to Accelerate Production Time of Liquid Organic Fertilizer
The composter is a method to produce the liquid organic fertilizer. The manual process certainly takes a long time. Thus, the automatic composter proposed in this research is equipped with a monitoring and control system. In producing liquid organic fertilizer using a composter, there are several things that can affect the maturity of the fertilizer, including pH and temperature factors. The reference temperature for produce liquid organic fertilizer in the composting process ranges from 30-40 oC, while the pH in the composter must be in the range of 4.5-6.5. This composter is designed to be able to carry out automatic mixing equipped with a temperature control system that serves to maintain temperature stability in the compost media according to the reference temperature. The composter design is equipped with a DHT 11 sensor as a temperature sensor, a pH sensor and the ESP 32 as the controller. Internet of Things (IoT) makes this system easy to control using android. Producing liquid organic fertilizer compered between the automatic and manual process. The results show that liquid organic fertilizer can be produced faster, has a better quantity and quality than the manual process
Design and Construction Pond Temperature Control System and Automatic Nile Tilapia Fish Feeder for Aquaponics
Expansion of land for the development of human civilization reduces natural ecosystems. Especially land for agriculture and fisheries in densely populated areas. The more the population, the more food needs. One way to deal with this problem is aquaponic cultivation. Aquaponics is a modern practical farming system that integrates plant cultivation systems with aquatic animal cultivation. In aquaponics cultivation there are factors that need to be considered. One of these success factors is the Temperature and Automatic Feeder in the pond. To get the temperature needed by the fish, temperature control is carried out using the DS18B20 sensor. When the fish pond temperature drops below 28ยฐC, the heater will automatically turn on to raise the pond temperature, and when the pond temperature rises above 32ยฐC, the peltier will turn on and start lowering the pond temperature. Feeding is one of the success factors for aquaponics. If the feed given does not match the weight and age of the fish, the growth of the fish can be disrupted, causing the fish to die. Automatic feeding uses the RTC module as the set time and the servo motor as the opening valve for the fish feed container. Fish were fed at 08.00, 12.00, and 17.00. The average error obtained after validating the DS18B20 sensor is 0.61. The accuracy obtained is 98.05%. The ratio of fish RGR before and after the control system was installed was 7.14% and 11.2 The fish FCR values before and after the control system was installed were 12.50% and 21.07%. The plant growth rates before and after the control system was installed were 22.9% and 33.71%
Pemodelan dan Perhitungan Premi Asuransi Keamanan Siber dengan Model Non-Markov
The development of information and communication technology not only has positive impacts, but also negative impacts, especially in the cybersecurity sector. Insurance companies need to create a relatively new insurance product, namely cybersecurity insurance. However, development of cybersecurity insurance still needs further investigation because there is no standard actuarial table like mortality table in life insurance. This article will discuss the modeling of infection and recovery process of a node and various other connected nodes in a computer network of the company using non-Markov model in the case of absence of dependence between cybersecurity risks, applying the Monte Carlo simulation method to obtain experimental data with various distributions โ Weibull, Lognormal, and Inverse Gaussian โ for the calculation of premium charged by insurance companies to insured companies interested in purchasing cybersecurity insurance products. Standard deviation premium principle and exponential utility premium principle are used to calculate premium. We concluded that the infection and recovery time with a long-tailed distribution has a lower premium price compared to those with a short-tailed distribution
Strategi Baru untuk Analisis Stabilitas Lereng Batuan
Dalam pemodelan analisis stabilitas lereng batuan, ada dua metode analisis yang banyak digunakan dalam praktek rekayasa dan riset. Keduanya adalah Metode Limit Equilibrium / Kesetimbangan Batas (LEM) dan Metode Elemen Hingga Elastic Analysis (FEM #1). Kedua metode tersebut memiliki keterbatasan dan kelemahan tersendiri dalam melakukan analisis stabilitas lereng terutama dalam idealisasi kondisi awal batuan dan prediksi faktor keamanan. Dengan berbasiskan pengalaman lapangan, penulis mengusulkan strategi / metode baru dalam analisis stabilitas lereng yang menggabungkan dua metode klasik di atas dengan metode analisis yang bergantung dengan waktu (time dependent / creep). Metode ini telah dikembangkan dengan implementasi perilaku viscoplastisitas untuk kode metode elemen hingga (Louhenapessy & Pande, 2000 dan Zienkiewicz & Pande, 1977). Untuk kasus disain lereng / terowongan di/dalam massa batuan, banyak situasi praktis menunjukkan deformasi yang bergantung dengan waktu, terbukti dengan adanya instrumentasi pengamatan (observation instruments) pada struktur lereng / terowonganย batuan umumnya (Panet & Guenot 1982, Pande 1990, Aydan 1995, Panet 1996, Aydan 2016). Elasto-visko-plastisitas telah diusulkan oleh Bingham (1922), dan kemudian telah berhasil di-implementasikan pada metode elemen hingga untuk memecahkan masalah creep (rayapan) pada konstruksi di/dalam tanah dan batuan (Zienkiewicz-Cormeau 1974, Zienkiewicz-Pande 1977, Pande dkk. 1990, Louhenapessy 2003 dan Wittke 2014). Bagan alir (flow chart) analisis proses dengan contoh dan studi parametrik berdasarkan proyek juga diberikan disini. Program (coding) yang telah dikembangkan berdasarkan metode baru yang diusulkan sangat membantu dalam memecahkan masalah stabilitas lereng, dan selanjutnya dapat diambil rekomendasi untuk perkuatan lereng