355 research outputs found

    Pengaruh Pupuk Organik Cair Nasa Dan Zat Pengatur Tumbuh Ratu Biogen Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Terung (Solanum melongena L.) Varietas Antaboga-1

    Get PDF
    Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh POC Nasa  dan ZPT Ratu Biogen serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terung dan untuk memperoleh konsentrasi POC Nasa  dan ZPT Ratu Biogen yang sesuai untuk pertumbuhan dan produksi tanaman terung, sehingga diperoleh produksi buah yang tinggi.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan percobaan faktorial 4 x 4  dan jumlah ulangan 3 (tiga) kali, terdiri dari 2 faktor.Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan POC Nasa (N) dan ZPT Ratu Biogen (R) berpengaruh sangat nyata, sedangkan interaksinya (NxR)  berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 15 hari setelah tanam. Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan POC Nasa (N) dan ZPT Ratu Biogen (R) berpengaruh sangat nyata, sedangkan interaksinya (NxR)  berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 30 hari setelah tanam. Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan POC Nasa (N) dan ZPT Ratu Biogen (R) berpengaruh sangat nyata, sedangkan interaksinya (NxR)  berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 45 hari setelah tanam. Hasil sidik ragan menunjukkan bahwa interaksi perlakuan (NxR) berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 15 hari, umur 30 hari dan umur 45 hari setelah tanam, umur tanaman saat berbunga, umur tanaman saat panen, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman dan produksi buah per hektar

    Inventarisasi Penyakit Bercak Daun (Curvularia sp.) Di Pembibitan Kelapa Sawit PT Ketapang Hijau Lestari – 2 Kampung Abit Kecamatan Mook Manaar Bulatn Kabupaten Kutai Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui frekuensi dan intensitas serangan penya

    Get PDF
    Inventarisasi Penyakit Bercak Daun (Curvularia sp.) Di Pembibitan Kelapa Sawit PT Ketapang Hijau Lestari – 2 Kampung Abit Kecamatan Mook Manaar Bulatn Kabupaten Kutai Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui frekuensi dan intensitas serangan penyakit bercak daun (Curvularia sp.) di pembibitan Kelapa Sawit PT Ketapang Hijau Lestari – 2 Kampung Abit Kecamatan Mook Manaar Bulatn Kabupaten Kutai Barat. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi mengenai intensitas serangan penyakit bercak daun (Culvularia sp.) pada pembibitan PT Ketapang Hijau Lestari - 2.Penelitian ini dilaksanakan + 3 bulan mulai dari bulan Februari sampai dengan bulan April 2014. Penelitian ini menggunakan bibit kelapa sawit sebanyak 500 bibit yang terbagi di 2 (dua) tempat yaitu pre-nursery  dan main-nursery  PT Ketapang Hijau Lestari - 2. Dengan metode purposive sampling.Hasil penelitian yang telah dilakukan, pembibitan PT Ketapang Hijau Lestari-2 tergolong dalam pembibitan yang sehat karena jumlah tanaman yang terserang penyakit bercak daun (Culvularia sp.) relatif sedikit. Berdasarkan hasil penelitian frekuensi dan intensitas serangan di main-nursery  lebih besar dari pada yang di pre-nursery .Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai frekuensi serangan penyakit bercak daun (Culvularia sp.) di pembibitan pre-nursery adalah 5,2 % maka kerusakan yang diakibatkan oleh jamur ini relatif kecil, sedangkan intensitas serangan adalah 2,5%. Kemudian hasil perhitungan frekuensi serangan penyakit pada main-nursery adalah 8% dan intensitas serangan adalah 3,7%, serangan penyakit ini termasuk kedalam kategori rusak ringan dikarenakan semai yang diteliti dalam kondisi sehat, dan jumlah yang terserang sangat sedikit.

    PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR NASA DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SELADA (LACTUCA SATIVA L.)

    Get PDF
    Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Nasa Dan Pupuk Kandang Ayam Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Selada (lactuca sativa L.) Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh cair pupuk NASA organik, kotoran ayam dan interaksi mereka pada pertumbuhan dan hasil selada (Lactuca sativa L.).Penelitian yang dilakukan dalam waktu tiga bulan, dari bulan April sampai Juni 2014, yang terletak di kabupaten desa Bigung Linggang Bigung Kabupaten Kutai Barat. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), yang terdiri dari dua faktor: faktor pertama adalah POC Nasa baik 0 ml L-1 (n0), 1 ml L-1 (n1), 2 ml L-1 (n2) , 3 ml L-1 (n3), dan faktor kedua pupuk kandang dosis ayam baik 0 g polybag-1 (a0), 75 g polybag-1 (a1), 150 g polybag-1 (a2), 225 g polybag-1 (a3). Data dianalisis menggunakan analisis varian dan berbeda secara signifikan ketika diikuti dengan uji LSD pada tingkat 5%.Studi ini menunjukkan bahwa POC Nasa menghasilkan efek yang sangat signifikan terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar, dan berat panen. aplikasi pupuk kandang ayam berpengaruh sangat signifikan terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar, dan berat panen. Memberikan interaksi NASA POC dan kotoran ayam tidak signifikan pada tanaman umur ketinggian 14 dan 21 hari setelah tanam, jumlah daun, berat segar, dan berat panen, tetapi berbeda secara signifikan tinggi tanaman umur 21 hari setelah tanam dan panen.Produksi segar tertinggi diperoleh pada penyediaan pengobatan NASA POC 3 ml-1 L air (n3) adalah 107, 5 g, produksi segar tertinggi diperoleh pada perlakuan kotoran ayam memberikan 225 g polybag-1 atau setara 30 ton ha-1 ( a3) adalah 74,15 g

    Pengaruh Macam dan Dosis ZPT Terhadap Produksi Alur Sadap Tanaman Karet (Hevea brasiliensis) di Kampung Sakaq Lotoq Kecamatan Mook Manaar Bulatn Kabupaten Kutai Barat

    Get PDF
    Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh macam dan dosis ZPT terhadap produksi alur sadap tanaman karet.  Penelitian dilaksanakan mulai bulan Maret sampai bulan April 2014, di kampung Sakaq Lotoq, Kecamatan Mook Manaar Bulatn, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.Rancangan Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan pola faktorial yang terdiri dari dua Faktor yaitu, faktor pertama adalah macam (M) ZPT yang terdiri dari dua taraf yaitu m1= BETTER dan m2= KARET PLUS, dan yang kedua adalah dosis (D) ZPT yang terdiri dari 4 taraf, yaitu d0= tanpa ZPT, d1= 0.5 ml/pohon, d2= 1 ml/pohon, d3= 1,5 ml/pohon, sehingga secara keseluruhan terdapat 8 kombinasi perlakuan.Berdasarkan hasil sidik ragam dapat diketahui bahwa: (1) Perlakuan macam ZPT berpengaruh tidak nyata terhadap produksi lump setelah perlakuan I, III, dan V, tetapi berpengaruh nyata setelah perlakuan II, IV dan VI.  (2) Perlakuan dosis pemberian ZPT berpengaruh tidak nyata terhadap produksi lump pada perlakuan I, II, III, IV dan V, tetapi berpengaruh beda nyata pada perlakuan VI.;  (3) Interaksi perlakuan berpengaruh tidak nyata terhadap produksi lump setelah perlakuan I, III, IV, V dan VI, tetapi berpengaruh sangat nyata setelah perlakuan II

    PENILAIAN EFEKTIVITAS PENGELOLAAN KAWASAN KONSERVASI DI KAWASAN CAGAR ALAM PADANG LUWAY KABUPATEN KUTAI BARAT

    Get PDF
    Penilaian Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi di Kawasan Cagar Alam Padang Luway Kabupaten Kutai Barat.  Kawasan Konservasi memiliki fungsi yang sangat penting yaitu sebagai sebuah sistem penyangga kehidupan. Meski demikian, karakteristik biologis dan kepentingan pengelolaannya yang kompleks menyebabkan selama ini kawasan konservasi belum dikelola secara efektif sehingga mengalami kerusakan secara terus menerus. Hal tersebut mendorong dilakukannya penelitian ini yang bertujuan untuk mengkaji efektivitas pengelolaan Kawasan Konservasi Cagar Alam Padang Luway berdasarkan nilai penting pada setiap siklus pengelolaan yaitu perencanaan, masukan, proses, dan keluaran dan mengetahui nilai komponen yang kurang pada setiap siklus pengelolaan yang mempengaruhi efektivitas pengelolaan kawasan Cagar Alam Padang Luway.Penelitian dilakukan pada kawasan Cagar Alam Padang Luway dengan menggunakan pendekatan Rapid Assessment and Prioritization of Protected Area Management (RAPPAM). Sebagai kawasan suaka alam, Cagar Alam Padang Luway merupakan kawasan yang memiliki fungsi sebagai lokasi penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Kondisi dan realitas objektif kawasan Cagar Alam Padang Luway menuntut upaya pengelolaan yang lebih terarah dan berkesinambungan serta lebih mendayagunakan potensi sumberdaya alam yang ada untuk kepentingan pendidikan dan kelestarian ekologis kawasan tersebut sehingga untuk mengetahui efektivitas pengelolaan Cagar Alam Padang Luway perlu dilakukan penilaian dengan menggunakan metode RAPPAM. Hasil penelitian dengan menggunakan metode RAPPAM menunjukkan bahwa kawasan Cagar Alam Padang Luway memiliki nilai biologis maupun ekonomis tinggi tetapi kawasan ini belum dikelola secara efektif. Strategi yang dihasilkan RAPPAM lebih sesuai untuk kebijakan nasional, Untuk dapat diaplikasikan di tingkat kawasan konservasi masih dibutuhkan analisis lanjutan berdasarkan kondisi masing-masing kawasan sehingga diperoleh suatu strategi yang menjawab kebutuhan lokal kawasan tapi tetap dalam kerangka kebijakan nasional.Pengelolaan Cagar Alam Padang Luway mempunyai potensi alam yang besar untuk penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan dan konservasi alam, penyerapan dan penyimpanan karbon, serta pemanfaatan sumber plasma nutfah untuk penunjang budidaya,  akan tetapi belum termanfaatkan secara optimal.  Kegiatan prioritas tersebut adalah memberikan kesempatan kepada semua pihak (stakeholders) di dalam menjaga keberadaan Cagar Alam Padang Luway untuk kepentingan semua pihak serta meningkatkan keterpaduan pengelolaan dengan kerjasama kemitraan dan peningkatan kesadaran masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya konservasi sumber daya alam

    Respon Pertumbuhan Dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L) Terhadap Pengaruh Berbagai Media Tanam Dan Pemberian Mikro Organisme Lokal (Mol) Keong Mas

    Get PDF
    Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh MOL mas keong pada pertumbuhan dan hasil bawang merah dan untuk menentukan media tanam terbaik untuk pertumbuhan dan produksi bawang merah.Penelitian ini dilakukan selama empat bulan, dari bulan April sampai Agustus 2016, sebuah studi pada lokasi Pertanian Training Institute (Bapeltan) Jl. Desa Thoyib Hadiwijaya Sempaja Timur Provinsi North Samarinda Kalimantan Timur.Penelitian ini menggunakan rancangan acak (RAK) dengan percobaan 4 x 4 faktorial yang terdiri dari tiga ulangan. Faktor pertama adalah Media Tumbuh yang terdiri dari empat tingkatan: yaitu M0 (Control), M1 (humus dan pasir), M2 (humus dan Sekam Padi) dan M3 (humus, Sekam Padi dan Pasir). Faktor kedua adalah konsentrasi mikroorganisme lokal (MOL) siput terdiri dari empat tingkat yaitu P0 (kontrol) P1 (100 ml / liter air) P2 (200ml / liter air) dan P3 (300 ml / liter).Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan media tanam (M) secara signifikan mempengaruhi parameter jumlah daun umur 60 HST dan tidak dipengaruhi secara signifikan, tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah umbi, umbi-umbian dan berat media tumbuh pH. Sedangkan pemberian MOL Keong Mas (P) tidak berpengaruh signifikan pada semua parameter. Tidak ada interaksi antara pabrik pengolahan dan penyediaan berbagai media MOL Keong Mas pada semua parameter yang diamati

    Pengaruh Jarak Tanam dan Pupuk NPK Phonska terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) Varietas Sweet Boy

    Get PDF
    Tujuan penelitian adalah : (1) untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan pupuk NPK Phonska serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan produksi jagung manis (Zea mays saccharata Sturt); dan (2). untuk memperoleh ukuran jarak tanam dan dosis pupuk NPK Phonska yang sesuai untuk tanaman jagung manis.Penelitian dilaksanakan dari bulan Pebruari sampai bulan Mei 2014 di UPT Agrobisnis Empas, Kecamatan Melak, Kabupaten Kutai Barat.Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terpisah (Split Plots Design) yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama adalah ukuran jarak tanam (J) sebagai petak utama terdiri atas 3 ukuran yaitu : 75 cm x 30 cm (j1), 75 cm x 40 cm (j2), dan 75 cm x 50 cm (j3).  Faktor kedua adalah dosis pupuk NPK Phonska (P) sebagai anak petak terdiri atas 4 taraf yaitu : tanpa pupuk NPK Phonska (p0), 100 kg ha-1 (p1), 200 kg ha-1 (p2), dan 300 kg ha-1 (p3).     Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) pengaruh jarak tanam berbeda  nyata sampai berbeda sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 15, 30, dan 45 hari setelah tanam, umur tanaman saat keluar bunga jantan, umur tanaman saat keluar bunga betina, panjang tongkol tanpa kelobot, lingkar tongkol tanpa kelobot, berat tongkol tanpa kelobot, dan produksi tongkol tanpa kelobot. Produksi tongkol tanpa kelobot paling tinggi dihasilkan pada perlakuan jarak tanam 75 cm x 50 cm (j3) yaitu 5,53 Mg ha-1. (2) Pengaruh pupuk NPK Phonska berbeda sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 15, 30, dan 45 hari setelah tanam, umur tanaman saat keluar bunga jantan, panjang tongkol tanpa kelobot, lingkar tongkol tampa kelobot, berta tongkol tanpa kelobot, dan produksi tongkol tanpa kelobot. Produksi tongkol tanpa kelobot paling tinggi dihasilkan pada perlakuan 300 kg ha-1 (p3) yaitu 6,95 Mg ha-1; dan (3) pengaruh interaksi antara jarak tanam dengan pupuk NPK Phonska berbeda nyata terhadap lingkar tongkol tanpa kelobot dan berat tongkol tanpa kelobot, tetapi berbeda tidak nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 15, 30, dan 45 hari setelah tanam, umur tanaman saat keluar bunga jantan, umur tanaman saat keluar bunga betina, panjang tongkol tanpa kelobot, dan produksi tongkol tanpa kelobot

    Derajat Kestabilan Tegakan Karet (Havea brasiliensis) Di Kelurahan Margomulyo Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui atau menghitung tingkat kestabilan dan persentase tajuk jenis tegakan karet (Havea brasiliensis), mengetahui hubungan kestabilan dengan tinggi dan diameter dan merekomendasikan kegiatan pengaturan jarak tanaman berdasarkan hasil perhitungan tingkat kestabilan jenis tanaman tersebut.Objek yang digunakan dalam penelitian berupa tegakan karet (Havea brasiliensis) berumur 5 tahun dengan jarak tanam 3 m x 6 m.  Data primer yang diambil berupa tinggi pohon, diameter pohon dan panjang tajuk.   Sedangkan data sekunder diperoleh melalui kegiatan pengumpulan data atau dokumen yang ada, baik dari kepustakaan, maupun informasi yang diperoleh dari lembaga terkait dalam keperluan penelitian serta melakukan studi literatur seperti data potensi tegakan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk jarak tanam 3 m x 6 m didapatkan nilai derajat kestabilan kurang dari 100 yaitu sebesar 61,24 dimana hal ini menandakan bahwa tegakan tersebut stabil, dengan nilai persen tajuk sebesar 70,28.   Hal ini kemudian memperlihatkan bahwa hubungan antara tingkat kestabilan tegakan dan parameter tinggi menunjukkan hubungan yang lebih erat dengan diameternya.  Hasil penelitian juga merekomendasikan bahwa untuk mendapatkan kestabilan tegakan yang lebih baik maka dianjurkan menggunakan jarak tanam 3 m x 6 m dengan tidak melupakan kegiatan penjarangan.Saran yang dapat diberikan adalah sebaiknya pada tanaman karet dilakukan dengan jarak tanam 3 m x 6 m dengan harapan diperolehnya pertumbuhan yang seimbang antara pertumbuhan diameter dan tinggi tanam, pada tegakan karet tersebut perlu dilakukan pengamatan lanjut sehingga dapat diketahui batasan umur untuk dilakukan penjarangan pada jarak tanam yang berbeda pula, mengingat pengamatan tentang derajat kestabilan untuk tegakan jenis lain pada kawasan-kawasan lain belum banyak dilakukan, maka perlunya pengamatan lebih lanjut tentang hal ini, pada pengamatan tentang derajat kestabilan tegakan sebaiknya dilakukan pada umur setengah daur dan sebaiknya pada pengamatan selanjutnya penelitian-penelitian lebih menguasai dan memahami dalam menggunakan alat-alat yang digunakan dalam penelitian seperti clinometer sehingga penelitian benar-benar sempurna dan akurat

    INVENTARISASI DISTRIBUSI TEGAKAN PUSPA (Schima wallichii Korth) PADA BERBAGAI TIPE KELERENGAN DI KEBUN RAYA UNMUL SAMARINDA (KRUS) PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

    Get PDF
    Inventarisasi Distribusi Tegakan Puspa (Schima wallichii Korth) pada Berbagai Tipe Kelerengan Di Kebun Raya UNMUL Samarinda (KRUS) Provinsi Kalimantan Timur. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui potensi pohon Puspa (Schima wallichii Korth) di plot penelitian di Kebun Raya UNMUL Samarinda (KRUS) dan Mengetahui distribusi tegakan dan pertumbuhan Puspa (Schima wallichii Korth) di plot penelitian pada berbagai tipe kelerengan di Kebun Raya UNMUL Samarinda.Objek penelitian di plot penelitian di Kebun Raya Unmul Samarinda (KRUS) dengan metode jalur di KRUS.  Transek dibuat masing-masing sepanjang ± 1.000 m, lebar 20 m, yang dimulai dengan mengambil titik awal.  Data yang dikumpulkan adalah data primer berupa inventarisasi Puspa pada tingkat tiang dan pohon yaitu yang berdiameter batang ≥ 10 cm.  Data yang diambil meliputi jumlah individu, diameter batang pohon, tinggi bebas cabang dan tinggi total pohon, sedangkan data skunder diperoleh langsung dari hasil penelitian sebelumnya, literatur-literatur, laporan-laporan dan  tulisan dari pihak instansi yang terkait yang mencakup letak daerah, kondisi tanah, kondisi geogarafi, iklim, curah hujan dan vegetasi. Serta metode wawancara digunakan untuk memperoleh data dan informasi dari petugas di lapangan, pejabat instansi terkait dan penduduk setempat yang ada hubungannya dengan kegiatan penelitian dan dari berbagai literatur yang mendukung.Hasil penelitian yang diperoleh adalah 1) Jumlah individu pohon Puspa berdiameter  ≥ 10 cm yang ditemukan di plot penelitian seluas 60.000 m² (6 Ha) ditemukan 43 pohon. Diameter yang paling mendominasi adalah pohon yang berdiameter diatas 40 cm 2) Diameter pohon Puspa yang paling besar adalah 100,3 cm dengan volume total sebesar 14,71 m³  yang ditemukan pada transek B sedangkan diameter yang paling kecil adalah 13,5 cm dengan volume total sebesar 0,16 m³  yang ditemukan pada transek A. Adapun potensi pohon Puspa dapat dilihat dari jumlah volume tinggi bebas cabang (V TBC) pohon Puspa yang ditemukan di lokasi pengamatan seluas 6 Ha adalah sebesar 115,38 m³ sedangkan volume total (V Tot) adalah sebesar 240,7 m³; dan 3) Di lihat dari 5 kelas tipe kelerengan, hanya tiga kelas kelerengan yang di temukan yaitu Datar 18 pohon, Landai 18 pohon dan Agak curam 7 pohon. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa walaupun jumlah pohon puspa yang di temukan pada tipe kelerengan datar dan landai sama yaitu 18 pohon puspa, namun pertumbuhanya lebih baik pada tipe kelerengan datar dengan di ketahui diameter rata-rata 58,6 cm dan Volume tinggi total rata-rata 6,21 m3

    Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bawang Daun (Allium fistulosum L.) Pada Pemotongan Bibit Anakan Dan Pemberian Pupuk Kandang Sapi Dengan Sistem Vertikultur

    Get PDF
    Tujuan penelitian, yaitu : (1) untuk mengetahui pengaruh pemotongan bibit anakan dan pupuk kandang sapi serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daundengan sistem vertikultur; dan (2) untuk mengetahui ukuran pemotongan bibit anakan bawang daun dan dosis pupuk kandang sapi yang sesuai terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daundengan sistem vertikultur.Penelitian  dilaksanakan selama 3 (tiga) bulan, terhitung sejak awal bulan Maret sampai bulan Juni 2014.  Penelitian dilaksanakan di Rawa Sari III,Jalan M.T Haryono  Kota  Samarinda.Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial 4 × 3, masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak tiga kali.  Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang sapi (K) yang terdiri atas 4 taraf yaitu: tanpa pupuk kandang sapi (k0), 50  g polibag-1 setara dengan 20 Mg ha-1 (k1), 100  g polibag-1 setara dengan 40 Mg ha-1 (k2, dan   150  g polibag-1 setara dengan  60 Mg ha-1 (k3).  Faktor kedua adalah pemotongan pada bibit anakan (P) yang terdiri atas 3taraf  yaitu:  tanpa pemotongan pada bibit anakan (p0), dipotong  1/3  bagian dari ujung tanaman (p1); dan dipotong  2/3  bagian dari ujung tanaman (p2).Hasil penelitian menunjukan bahwa :Perlakuan pemotongan bibit anakan berpengaruh nyata sampai berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah anakanpada umur 15, 30, 45, 60 dan 75 hari.setelah tanam, serta berat segar tanaman pada umur 75 hari setelah tanam. Berat segar per tanaman yang paling tinggi dihasilkan pada perlakuan dipotong 2/3 bagian dari ujung tanaman (p2), yaitu 62,98 g, sedangkan  yang paling rendah dihasilkan pada perlakuan tanpa pemotongan pada bibit (p0), yaitu 49,54 g.Perlakuan pupuk kandang sapi berpengaruh nyata sampai berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 60 dan 75 hari setelah tanam, jumlah daun pada umur 75 hari setelah tanam, jumlah anakan pada umur 30, 45, 60, dan 75 hari setelah tanam serta pada berat segar tanaman, tetapiberpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 15, 30 dan 45 hari setelah tanam, jumlah daun pada umur 15, 30, 45, dan 60 hari setelah tannam, dan jumlah anakan pada umur 15 hari setelah tanam. Berat segar tanaman yang paling tinggi dihasilkan pada perlakuan 100 g polibag-1 (k2), yaitu 71,06 g, sedangkan  yang paling rendah dihasilkan pada perlakuan tanpa pupuk kandang sapi (k0), yaitu 46,53 g.Interaksi antara perlakuan pemotongan bibit anakan dengan perlakuan pupuk kandang sapi berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan

    333

    full texts

    355

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    AGRIFOR
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇