355 research outputs found

    SUHU DAN KELEMBABAN TANAH PADA LAHAN REVEGETASI PASCA TAMBANG DI PT ADIMITRA BARATAMA NUSANTARA, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

    Get PDF
    Upaya revegetasi pada lahan pasca tambang diharapkan dapat memperbaiki sifat-sifat tanah, memulihkan kesuburan tanah, dan memperbaiki iklim mikro tanah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis karakteristik suhu dan kelembaban tanah pada lahan revegetasi berbeda umur. Suhu dan kelembaban tanah diukur pada kedalaman 10 cm dan 20 cm pada revegetasi pasca tambang umur 3, 4, 5, 6, dan 7 tahun. Hasil menunjukkan bahwa suhu tanah tertinggi pada kedalaman 10 cm dan 20 cm masing-masing sebesar 27,7ºC dan 26,6ºC pada revegetasi umur 3 tahun. Sedangkan suhu tanah terendah pada revegetasi umur 7 tahun pada kedalaman 10 cm dan 20 cm berturut-turut sebesar 26,1ºC dan 24,9ºC. Kelembaban tanah tertinggi adalah 87,8% (pada kedalaman 10 cm) dan 88,0% (pada kedalaman 20 cm) pada lahan revegetasi umur 7 tahun. Ditambahkan, kelembaban tanah terendah pada kedalaman 10 cm (81,3%) dan 20 cm (81,5%) adalah pada kawasan revegetasi umur 3 tahun. Perbedaan umur tanam berpengaruh terhadap fluktuasi iklim mikro, termasuk suhu dan kelembaban tanah pada kedalaman tanah berbeda

    Zonation of Development Area of Agriculture, Forestry, and Fisheries Sector in West Kutai Regency

    Get PDF
    The effort of development on agriculture, forestry, and fisheries sector in West Kutai Regency needs to be done by integrating the working program that will be formulated for a specific region.  The aim of this study was to know the activities distribution and production of agriculture, forestry, and fisheries products in West Kutai Regency alsothe zone of development area for basis to formulate the efforts to develop agriculture, forestry, and fisheries sector. Studi was done from January to March 2018 in West Kutai Regency, East Kalimantan Province.  Data collected in this study were secondary data from Statistics West Kutai Regency. Data analysis by using descriptive statistics was applied to determine zone of development area.Geografics Information System (GIS) was used to make map of area zonation.Area of West Kutai Regency could be divided into 3zonesbased on wide of agriculture and fisheries areas, they are narrow  area of agriculture and fisheries (Zone I = 5.030,65 – 11.397,71 ha), medium (Zone II = 11.397,72 – 17.764,80 ha), and wide (Zone III = 17.764,81  – 24.131,89 ha).Zone I includes Districts of Bongan, Penyinggahan, Muara Pahu, Muara Lawa, Bentian Besar, Linggang Bigung, Nyuatan, M. Manaar Bulatn, and Tering. Zone II consists Districts of  Barong Tongkok and Long Iram. Zone III is Districts of Jempang, Damai, Melak, Siluq Ngurai, and Sekolaq Darat

    Rattan diversity on the Sangkulirang Mangkalihat karst area, East Kutai and Berau District

    Get PDF
    Keragaman Rotan Di Kawasan Karst Sangkulirang Mangkalihat Kabupaten Kutai Timur Dan Kabupaten Berau. Kawasan karst Berau – Kutim (Sangkulirang Mangkalihat) merupakan bentang alam kompak dan tidak terpisahkan. Berada dalam dua wilayah administrasi yaitu Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur, berdasarkan RTRWP Kalimanatan Timur tahun 2016 kawasan bentang alam karst Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur seluas 307.337 ha tersebar di hutan lindung dan lkawasan budidaya. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis keragaman jenis tanaman rotan pada kawasan karst Sangkulirang Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau. Areal penelitian ditentukan secara purposive dan sistematik sampling. Berdasarkan hasil penelitian ini, Jumlah jenis rotan yang tertinggi dari enam lokasi penelitian terdapat pada lokasi Biatan Ulu dengan jumlah 8 jenis dengan jumlah individu/ha 744 dan jenis yang sedikit ditemukan terdapat pada lokasi Tondoyan dengan Gergaji, dengan masing- masing  jumlah 4 jenis dengan jumlah individu/ha Tondoyan 87 individu dan Gergaji 193 individu.Kata Kunci : Karst, Keanekaragaman, Sangkulirang Mangkalihat, Rota

    UJI PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) DENGAN PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR PADA SYSTEM HIDROPONIK

    Get PDF
    Uji Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Dengan Pemberian Pupuk Organik Cair Pada System Hidroponik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pupuk Organik Cair Nasa tidak berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman (10 HST, 20 HST dan 26 HST), parameter panjang daun (10 HST, 20 HST dan 26 HST) dan parameter lebar daun (10 HST dan 26 HST) tetapi menunjukkan pengaruh yang sangat nyata terhadap parameter lebar daun pada umur 20 HST, sedangkan untuk parameter jumlah daun (10 HST, 20 HST dan 26 HST) dan parameter berat basah 26 hari setelah tanam menunjukkan hasil berbeda nyata. Berat basah yang terbaik diperoleh pada konsentrasi 6 cc/liter air

    PERTUMBUHAN Kappaphycus alvarezii PADA TINGKAT KEDALAMAN BERBEDA DI PERAIRAN TELUK PERANCIS, SANGATTA SELATAN KABUPATEN KUTAI TIMUR

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui produksi rumput laut (Kapphaphycus alvareziii) pada tingkat kedalaman yang berbeda di Perairan Teluk Perancis Kecamatan Sangatta Selatan Kabupaten Kutai Timur. Penelitian ini dilaksanakan di Perairan Teluk Lombok Desa Sangkima Kecamatan Sangatta Selatan Kabupaten Kutai Timur selama 42 hari. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Dari hasil penelitian diperoleh data bahwa pertambahan berat rumput laut (Kapphaphycus alvareziii) terbesar diperoleh pada kedalaman 100 cm yaitu sebesar 10.870 gr, kedalaman 150 cm yaitu sebesar 9.240 gr, dan terkecil diperoleh pada kedalaman 200 cm sebesar 7.724 gr

    Microfuel Inventory And Its Potential As Biofertilizer And Agensia Biological Controller On The Land Of Coal Mine Reclamation In Samarinda

    Get PDF
    The fungus in the soil naturally has a role to maintain soil function, to control its productivity and play a role in the biological control of plant-disturbing organisms. This study aims to determine the diversity of micro fungi as well as their potential as biofertilizer and biological control agents in the reclamation field of coal mines in Samarinda. This research is a descriptive research. The research was conducted in the reclamation field of coal mine of PT. CEM (Cahaya Energi Mandiri) Tanah Datar Samarinda. The research results show that there are 6 genus on 9 month reclamation field ie Fusarium, Massarina, Humicola, Rhizoctonia, Blastomyces, and Pythium. 15 genus of fungi on the 24-month reclamation field ie Mortierella, Humicola, Penicillium, Pythium, Aspergillus, Trichoderma, Blastomyces, Fusarium, Anixiella Verticillium, Gliocladium, Entomophaga, Metarhizium, Mucor, Chloridium. All genera have a role in the soil biofertilizer process, except for the unknown genus Anixiella. There are 3 genera that have the role as an insect pathogen that can be utilized in plant pest control Fusarium, Entomophaga and Metarhizium. There are 2 genera that have antagonistic role in biological control of plant disease pathogen namely Gliocladium and Trichoderma

    Morphological and Anatomical Characteristics of Herbaceous Plant Leaves in Different Light Intensities in Education Forest of Forestry Faculty of Mulawarman University

    Get PDF
    This study objective was to know the morphological and anatomical characteristics of dominant herbaceous plant leaves in different light intensities. Three selected study sites represented heavy, moderate, and few light intensities. The vegetation survey was done for all herbaceous plants in 10 quadrants of 2 m × 2 m in three research locations. The analysis on morphological and anatomical characteristics was done for leaves of five dominant species in the study sites. The morphological characteristics of herbaceous plant leaves in heavy, moderate, and few light intensity were for leaf length 22.1; 25.5; 20.0 cm and leaf wide 6.0; 5.8; 5.0 cm. The anatomical characteristics of herbaceous plant leaves in heavy light intensity were average number of chlorophyll 44.5; stomata length 32.60 µm, and stomata wide 25.84 µm; in moderate light intensity were average number of chlorophyll 51.6; stomata length of 27.79 µm, and stomata wide 24.36 µm; and in few light intensity were average number of chlorophyll 49.1; stomata length 28.36; and stomata wide 23.82 µ

    INVENTARISASI JENIS TUMBUHAN YANG BERKHASIAT SEBAGAI OBAT PADA PLOT KONSERVASI TUMBUHAN OBAT DI KHDTK SAMBOJA KECAMATAN SAMBOJA KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

    Get PDF
    Inventarisasi Jenis Tumbuhan Yang Berpotensi Sebagai Obat pada Plot Konservasi Tumbuhan Obat di KHDTK Samboja Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman dan potensi tumbuhan berkhasiat obat.Penelitian ini dilaksanakan di Plot Konservasi Tumbuhan Obat yang berada dalam Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Samboja. Metode yang digunakan adalah metode teknik sampling kuadrat dengan plot tunggal dan sub plot yang disusun secara sitematis. Penentuan plot menggunakan purposive sampling dan dipilih berdasarkan pengamatan dari informasi bahwa lokasi tersebut terdapat jenis-jenis tumbuhan berkhasiat obat. Ukuran plot pengamatan 100 x 100 m, dengan 25 sub plot. Masing-masing sub plot berukuran 20 x 20 m untuk pengamatan tumbuhan tingkat pohon, 10 x 10 m untuk pengamatan tumbuhan tingkat tiang, 5 x 5 m untuk pengamatan tumbuhan tingkat pancang dan 2 x 2 m untuk pengamatan tumbuhan tingkat semai dan tumbuhan bawah. Inventarisasi seluruh jenis tumbuhan dilakukan di dalam plot pengamatan kemudian data tumbuhan yang didapatkan dikelompokkan berdasarkan  kelompok tingkatan tumbuhan dan termasuk dalam kelompok tumbuhan berkhasiat obat atau tidak. Data yang didapat kemudian dianalisis untuk menentukan Nilai Penting Jenis untuk kelompok tumbuhan tingkat pohon, tiang dan pancang serta nilai SDR3 untuk kelompok tumbuhan tingkat semai dan tumbuhan bawah.Pada plot pengamatan ditemukan jenis tumbuhan berkhasiat obat sebanyak 37 jenis dengan komposisi vegetasi menunjukkan bahwa jenis tumbuhan dengan habitus pohon lebih banyak yaitu 12 jenis, liana 9 jenis , perdu 8 jenis, herba 5 jenis dan paku-pakuan 3 jenis.Jenis tumbuhan berkhasiat obat yang memiliki NPJ terbesar adalah jenis Macaranga gigantea (20,01), Fordia splendidissima (14,85), Cananga odorata (14,66), Peronema canescens (11,85) Ficus variegata (11,16) dan yang memiliki SDR3 terbesar adalah jenis Clidemia hirta (75,78), Ligodium circinatum (63,70), Fordia splendidissima (62,31), Leea indica (56,45), Bauhinia tomentosa (45,09)

    Utilization Of Caramunting Fruit As Natural Dyes Foods

    Get PDF
    The rised of the existing food industry was not matched by the increase in the quality of products produced and the level of safety of materials used. So many of us encounter cases of food poisoning, both due to expired products and have been infected with harmful microorganisms or the use of harmful chemical or synthetic substances as food coloring.The study involved several processes and successive stages ranging from material preparation, phytochemical observation of extracts, screening of free radical capture activity, and antioxidant activity test extracts. Phytochemical observations of caramunting fruit extract included examination of phenol, flavonoid, and anthocyanin content. Making the extract is done by maceration.The results showed that the results of phytochemical test of fresh fruit and dried fruit karamunting is; (a) Antocyanin in fresh fruit was 0.65 mg CGE / g DW and dried fruit of 0.5 mg CGE / g DW, (b) total Phenol in fresh fruit was 15.05 mg GAE / g DW and dried fruit of 13.61 mg GAE / g DW, (c) total fresh fruit Flavonoids were 15.15 mg RE / g DW and dried fruit of 13.43 mg RE / g DW. The results of organoleptic tests of commercial syrup beverages and syrup given karamunting fruit extract (karamunting syrup) were (a) the sensory test results indicated that commercial syrup with colorant synthesis of color is preferred (score 6), preferred scent (score 5), preferred taste (score 4.8), preferred viscosity (score 5.6), (b) sensory assay results showed that syrup with karamunting fruit color / karamunting syrup of the color of most of the neutral panelists (score 4.3), as well as the scent (score 4.4), while the taste was favored (score 5.4), viscosity was  alsopreferred(5,4)

    RIAP TANAMAN ULIN (Eusideroxylon zwageri Teijsm & Binn) DI KHDTK SAMBOJAKECAMATAN SAMBOJA KABUPATEN KUTAI KERTANEGARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

    Get PDF
    Riap Tanaman Ulin (Eusideroxylon zwageri Teijsm & Binn) Di KHDTK Samboja Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kertanegara Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui riap diameter, tinggi dan volume tanaman jenis ulin (Eusideroxylon zwagery)Penelitian ini dilaksanakan di kawasan hutan Samboja yang termasuk dalam kawasan KHDTK Samboja Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kertanegara Provinsi Kalimantan Timur.  Pengolahan data riap diameter tanaman Ulin (Eusideroxylon zwageri) masing-masing dihitung berdasarkan hasil pengukuran diameter tanaman dibagi dengan umur tanaman pada waktu pengukuran dilakukan.Hasil dari penelitian ini adalah rata-rata diameter, tinggi dan volume tanaman jenis ulin pada jalur 1 s.d 13 saat tanaman berumur 10 (sepuluh) tahun masing-masing sebesar 2,90 cm, 348 cm dan 0,25 cm3.  Rata-rata riap diameter, tinggi dan volume tanaman jenis ulin pada Jalur 1 s.d 13 saat tanaman berumur 10 (sepuluh) tahun masing-masing sebesar 0,29 cm/tanaman/tahun, 34,57cm/tanaman/tahun dan 0,00024cm3/ tanaman/tahun.Beberapa saran yang dapat disampaikan adalah perlunya untuk melanjutkan penelitian ini pada kelas umur tanaman selanjutnya.  Perlu adanya penelitian tentang hama dan penyakit tanaman terutama hama dan penyakit tanaman jenis ulin karena dikhawatirkan dapat mengganggu atau menghambat pertumbuhan/riap jenis tanaman ini

    333

    full texts

    355

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    AGRIFOR
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇