Jurnal Ilmiah Matematika dan Terapan
Not a member yet
189 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI KRIPTOSISTEM KURVA ELIPTIK DENGAN PERTUKARAN KUNCI DIFFIE-HELLMAN PADA DATA AUDIO DIGITAL
Technology not only allows information submitted in the form of text, but also in the form of images, audio or video. However, the use of digital audio data is not necessarily improves the security of the message. Various attack techniques emerged so others can know the confidential information contained in digital audio messages. One attempt to provide information that can be done is a cryptographic system or cryptosystem. In the elliptic curve equation are the values that can be used as a private key and public key to encrypt the data in this form of audio. Audio data will be processed on the secure encryption and decryption using elliptic curve cryptography with Diffie-Hellman key exchange. Parameters and variables contained in the curve equation would be calculated to determine the shared secret key to be used in both encryption and decryption process audio. The conditions before the encrypted audio data are audible. The result of encrypting the audio data to produce a new audio is not clear. Decryption process causes the data back to the original audio data so that the second audio data can be heard clearly. Attack man in the middle of this process can’t decrypt the encrypted audio file. File decryption results may not be tuned so that the audio file will be secure and can only be heard by the user encryption and decryption that really has the right combination of keys that user actual encryption and decryption
SIMULASI PENGENDALIAN PRIME MOVER KONVENSIONAL
Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana primemover dapat membuat kendalian mencapai keadaan steady state kembali setelah adanya gangguan/perubahan beban. Jenis penelitian ini menggunakan simulasi yaitu melakukan analisa terhadap respon kendalian denga menggunakan primemover konvensional (flyball). Simulasi dilakukan dalam waktu 0 sampai 100 detik, dengan merubah beban masing-masing 0,05 pu, 0,25 pu dan 0,5 pu. Untuk perubahan beban tersebut maka perubahan frekuensi masing-masing -0,0024 pu, -0,012 pu dan -0,024 pu. Sedangkan waktu mencapai keadaan steady masing-masing di detik ke 30, detik ke 33 dan detik ke 35 dari setiap perubahan beban. Hasil menunjukkan bahwa semakin besar beban, maka frekuensi akan semakin turun dan waktu untuk kembali ke keadaan steady akan semakin lama
PENGGUNAAN MODEL NOISE PADA METODE ITERATIVE FEEDBACK TUNING UNTUK PENGHILANGAN GANGGUAN SISTEM PENGENDALIAN
Tulisan ini bertujuan membicarakan tiga metode perancangan pengendalian dasar yang digunakan untuk menghilangkan gangguan (disturbance) pada sistem pengendalian. Ide utamanya adalah menggunakan model noise sederhana waktu kontinu tetap sebagai suatu variabel perancangan dalam mendapatkan sifat-sifat lup tertutup yang diharapkan. Ketiga metode perancangan pengendali (controller) berbasis model noise yang masing-masing saling berhubungan erat tersebut adalah Minimum Variance Control, Weighted Minimum Variance Control dan Loop Shaping Design Procedure . Kemudian akan dibahas proses penalaan parameter-parameter pengendali yang dilakukan dengan menggunakan metode Iterative Feedback Tuning (IFT). Pada metode IFT, parameter-parameter pengendali akan didapatkan dengan cara meminimisasi suatu cost function tertentu menggunakan teknik pencarian gradient
ESTIMASI DATA YANG HILANG DENGAN MENGGUNAKAN PROSES PENYARINGAN DALAM PEMODELAN DATA TIME SERIES
Makalah ini mengusulkan sebuah metode baru untuk memperkirakan data yang hilang dengan menggunakan proses penyaringan. Kami menggunakan data asli dan data yang hilang secara acak untuk mengevaluasi metode estimasi baru dengan menggunakan teknik pemodelan Box-Jenkins untuk memprediksi rata-rata curah hujan bulanan untuk Kota Palu. Data curah hujan dikumpulkan dari 1 Oktober 1973 sampai 31 Mei 2011 di Stasiun Badan Meteorologi Kota Palu. Data yang digunakan dalam pengembangan model untuk memprediksi curah hujan ditunjukkan oleh model autoregressive integrated moving average (ARIMA). Model untuk kedua kumpulan data adalah ARIMA(1,1,0)(0,1,1) 12 . Hasil peramalan diperiksa dengan uji sesungguhnnya, dengan menggunakan statistik Thiel’s dan diperoleh U = 0.895766 untuk data asli dan U = 0.726352 untuk data yang hilang, ini menunjukkan bahwa keduanya adalah model yang terbaik
KONSTRUKSI RUANG TOPOLOGI LENGKAP
Himpunan A merupakan semimetrik-semimetrik diperluas terdefinisi atas himpunan X yang menghasilkan suatu keseragaman atas X, yang akan membangun suatu topologi seragam T untuk X. Andaikan B merupakan himpunan semimetrik-semimetrik diperluas dan bersifat semikontinu bawah yang terdefinisi atas X.Untuk suatu c X yang tetap, didefinisikan himpunan ,: , .c BP x X b B b x c Misalkan merupakan topologi seragam bagi ,c BPyang dibangun oleh keseragaman yang dihasilkan oleh A B. Jika ruang topologi (X,T) lengkap, maka ruang topologi ( ,c BP, ) juga lengkap
PERBANDINGAN ALGORTIMA PRIM DAN KRUSKAL DALAM MENENTUKAN POHON RENTANG MINIMUM
Masalah yang sering ditemukan di dalam graf adalah bagaimana menentukan jarak minimal atau jarak terpendek, misalnya dalam bidang transportasi, pemasangan kabel listrik, dan kabel telepon. Salah satu cara untuk menyelesaikan masalah tersebut yaitu dengan penentuan pohon rentang minimum. Penelitian ini membandingan dua algoritma yaitu prim dan kruskal dalam menentukan rentang minimum suatu pohon. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa algoritma prim lebih efisien dibanding algoritma kruskal saat graf yang diberikan memiliki banyak sisi dengan simpul yang sedikit (graf lengkap), tetapi algoritma kruskal lebih efisien dibanding algoritma prim saat graf yang diberikan memiliki banyak simpul dengan sisi yang sedikit
IDENTIFIKASI PARAMETER PENENTU KESTABILAN MODEL PERTUMBUHAN LOGISTIK DENGAN WAKTU TUNDA
Model pertumbuhan logistik dengan waktu tunda digunakanuntuk menggambarkan adanya penurunan dan peningkatan pertumbuhan populasi secara periodik. Pengamatan terhadap kestabilan model tersebut dilakukan linearisasi di sekitar titik kritis dengan metoda pertubasi. Hasil penelitian menunjukkan kaitan antara akar persamaan karakteristik model tersebut dengan waktu tunda. Kaitan tersebut memperlihatkan adanya parameter laju pertumbuhan intrinsik dari populasi sebagai penentu kestabilan model pertumbuhan logistik dengan waktu tunda
APLIKASI METODE FUNGSI TRANSFER PADA ANALISIS KARAKTERISTIK GETARAN BALOK KOMPOSIT (BAJA DAN ALUMINIUM) DENGAN SISTEM TUMPUAN SEDERHANA
Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan karakteristik getaran balok komposit yang menggunakan sistem tumpuan sederhana. Bahan yang digunakan adalah pelat baja dan aluminium yang disusun berselang-seling kemudian diikat dengan baut sehingga menyerupai balok komposit. Dimensi spesimen yaitu panjang 850 mm, lebar 25,4 mm, dan tebal 12 mm. Beban yang bekerja pada sistem berupa motor eksiter dengan piring ketidakseimbangan yang diletakkan pada 1/4 L, 2/4 L, dan 3/4 L dari tumpuan engsel. Pengukuran data adalah putaran motor dan amplitudo. Analisis data dengan metode fungsi transfer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai frekuensi pribadi ωn, kekakuan k, dan koefisien redaman kritis Ck untuk setiap posisi eksiter terbesar pada jarak 1/4 L, kemudian 3/4 L, dan terkecil 2/4 L dari tumpuan engsel. Nilai-nilai tersebut adalah posisi eksiter 1/4 L (ωn = 52,333 rad/s, k = 9596, 4338 N/m dan Ck= 366,74590 Ns/m); posisi eksiter 3/4 L (ωn = 47,100 rad/s, k = 7790,8802 N/m dan Ck= 330,8229 Ns/m); dan posisi eksiter 2/4 L (ωn = 36,633 rad/s, k = 4704,4033 N/m dan Ck= 256,8396 Ns/m)
PEMBUATAN FRAMEWORK AUDIT SITUS WEB UNTUK AUDITOR MENGGUNAKAN MODEL KUALITAS PERANGKAT LUNAK
Pada era teknologi informasi ini, banyak organisasi atau perusahaan yang memiliki situs web. Dalam perjalanannya, organisasi atau perusahaan tersebut merasa perlu mengevaluasi & meningkatkan situs web yang dimiliki sehingga menjadi situs yang bagus dan memenuhi tujuan organisasi atau perusahaan pemilik situs. Untuk menilai hal tersebut secara obyektif, maka perlu dilakukan audit terhadap situs web tersebut oleh auditor independen. Standar audit untuk masing-masing situs web berbeda sesuai dengan kategori, sifat dan peruntukan situs web. Penelitian ini mengajukan pembuatan framework untuk melakukan audit yang dinamis pada suatu situs web berdasarkan kategori, sifat dan peruntukan suatu situs. Penelitian ini juga memberikan penilaian dan pembobotan untuk masing-masing item dalam kategori dan subkategori penilaian auditor sehingga didapatkan hasil yang valid. Hasil ini nantinya dapat digunakan untuk memberi rekomendasi terhadap kemungkinan perubahan (re-engineering situs web lebih lanjut) dan dapat melakukan benchmarking terhadap organisasi atau perusahaan sejenis. Berdasarkan hasil percobaan,bahwa audit situs web ini menggunakan bobot default memudahkan auditor untuk menilai suatu situs berdasarkan standar yang ada. Di sisi lain, auditor tidak mempunyai cukup kebebasan untuk memilih dan menentukan bobot kategori serta subkategori yang diinginkan