JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia)
Not a member yet
187 research outputs found
Sort by
PENALARAN TENTANG KONSEP-KONSEP GRAFIK PADA MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNIVERSITAS TANJUNGPURA
Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran dan kejelasan penalaran mahasiswa Pendidikan Matematika tentang konsep-konsep grafik, yaitu pemahaman menginterpretasi data pada grafik, pemahaman mentransfer data ke dalam bentuk diagram dan grafik, dan mentransfer fungsi ke dalam bentuk grafik. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umumnya mahasiswa semester I memahami konsep grafik dengan baik, memiliki pemahaman membaca data pada diagram atau grafik, dan memiliki pemahaman menginterpretasi data pada grafik. Sebagian mahasiswa kesulitan memprediksi simpulan berdasarkan data yang tersedia. Pemahaman mahasiswa semester V tentang grafik lebih beragam dan belum tepat, belum memiliki pemahaman membaca data pada grafik, dan sebagian besar kesulitan memprediksi simpulan berdasarkan data yang tersedia, atau kesulitan memberikan pendapat yang bersifat argumentatif. Umumnya mahasiswa sudah memiliki pemahaman mentransfer data ke bentuk diagram atau grafik. Namun ketidakmampuan melengkapi grafik berdasarkan data yang diberikan masih dialami sebagian mahasiswa, khususnya pada semester V. Mahasiswa semester I sudah memiliki pemahaman fungsi pada grafik dan pemahaman dalam mentransfer suatu fungsi ke dalam bentuk grafik. Tetapi pemahaman ini cenderung kurang dimiliki mahasiswa semester
EFEKTIVITAS MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ANDROID MICROSOFT MATH SOLVER (MMS) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN KEMANDIRIAN BELAJAR
Penelitian dilakukan sesuai dengan permasalahan dalam proses pembelajaran, yaitu (1) pembelajaran yang biasanya dilakukan tidak sepenuhnya dikuasai oleh siswa; (2) sebagai pendidik harus berinovasi sesuai tuntutan zaman; (3) penggunaan smartphone sebagai alternatif sumber belajar yang efektif; (4) penggunaan android dapat menyelesaikan masalah matematika dan meningkatkan kemandirian belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan penggunaan media pembelajaran android Microsoft Math Software (MMS) terhadap kemampuan pemecahan masalah dan pembelajaran mandiri. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu dengan desain posttest control group design. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, angket kemandirian belajar, dan tes kemampuan pemecahan masalah. Data yang diperoleh dianalisis dan dideskripsikan untuk uji normalitas dan homogenitas, uji N-Gain Score, dan uji t. Hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan pemecahan masalah pada kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas kontrol. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah pada kelas eksperimen sebesar 72,11% berada pada kategori “Tinggi”, sedangkan pada kelas kontrol hanya 26,70% yang dinyatakan “Rendah”. Hasil angket yang diperoleh 82,62% kemandirian belajar dinyatakan dalam kategori “Tinggi”
MEMPERKOKOH PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Setiap anak yang sekolah pasti telah mengenal matematika yang diajarkan dari jenjang pendidikan Dasar dan Menengah baik di sekolah umum maupun di Madrasah. Tujuan Pembelajaran matematika di sekolah adalah menekankan kepada kemampuan menalar dan pembentukan sikap peserta didik. Oleh karena itu dalam proses pembelajaran dikelas guru harus memperhatikan kompetensi dan karakter siswa. Kompetensi siswa yang berkaitan kemampuan dan penguasaan materi (aspek kognitif dan psikomotor), Sedangkan karakter yang berkaitan dengan pembentukan sikap (aspek Afektif) yang memuat nilai-nilai Pendidikan Karakter . Penanaman ini dapat dilakukan melalui proses pembelajaran matematika di kelas yang menperhatikan kebenaran dari isi, penggunaan media, dan LKPD dari materi yang disampaikan
ANALISIS MINAT DAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA TEKNIK INFORMATIKA PADA MATA KULIAH MATEMATIKA
Minat dan motivasi belajar mahasiswa pada mata kuliah matematika yang diberikan untuk mahasiswa program studi Teknik Informatika merupakan aspek pembelajaran yang penting untuk diperhatikan. Pentingnya matematika bagi semua lapisan kehidupan harus ditanam sejak dini, agar mahasiswa mengerti bahwa matematika merupakan pelayan dan juga ratu dari segala ilmu. Sehingga semua lapisan ilmu pengetahuan butuh matematika, tak terkecuali mahasiswa program studi Teknik Informatika. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan minat dan motivasi belajar matematika sehingga dapat menjadi acuan dosen dalam menyampaikan perkuliahan matematika. Metode dalam penelitian ini merupakan kualitatif deskriptif dengan sampel berasal dari mahasiswa program studi Tenik Informatika. Hasil dari penelitian ini adalah mahasiswa mempunyai minat dan motivasi belajar yang tinggi. Minat belajar yang terdiri atas empat (4) indicator, adapun hasilnya adalah lebih dari 52,99% mahasiswa mempunyai ketertarikan dalam pembelajaran, selain itu sebesar 45,28% dan 45,75 menyatakan bahwa konsentrasi dan pengetahuan matematika cukup baik akan tetapi perlu untuk dimaksimalkan sehingga kesadaran belajar yang dialami oleh siswa dapat maksimal tidak seperti saat ini yang hanya sebesar 23,82%. Motivasi belajar pun tidak kalah penting untuk diperhatikan. Berdasarkan kedua unsur yaitu instrinsik yang terbagi atas empat indikator dan unsur ekstrinsik yang terdisi atas satu indikator. Adapun hasilnya dapat disimpulkan bahwa kelima indikator motivasi belajar cukup baik akan tetapi perlu terus ditingkatkan. Pemahaman langkah dalam setiap proses matematika merupakan hal yang penting, sehingga pemanfaatan teknologi dalam hal ini aplikasi matematika yang berbasis android pun perlu untuk diarahkan penggunaannya sehingga mampu mengaplikasikannya dengan sebaik-baiknya dan penerapannya dalam kegiatan perkuliahan pun dapat secara optimal. Minat dan motivasi belajar yang tinggi dalam suatu pelaksanan pembelajaran yang optimal pasti akan memperoleh hasil belajar yang maksimal
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PJBL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa melalui implementasi model PjBL. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis & McTaggart dengan tahapan: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi yang dilaksnakan sebanyak 2 siklus. Prosedur penelitian dengan tahapan: persiapan, pelaksanaan, analisis data menggunakan analisis data deskriptif kualitatif, dan penarikan kesimpulan. Penelitian dilaksanakan pada kelas XI di salah satu satu sekolah di Kota Makassar. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: 1) Penerapan model pembelajaran project based learning (PjBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa dilihat dari peningkatan hasil belajar matematika siswa mengalami peningkatan dari rata-rata 81,50 pada siklus I meningkat menjadi 88,25 pada siklus II, nilai median meningkat dari 82 menjadi 84, standar eror menurun dari 1,12 menjadi 0,84, nilai terendah 70 meningkat menjadi 78, nilai tertinggi dari 92 menjadi 95, dan rentang skor menurun dari 22 menjadi 17; 2) Distribusi frekuensi dan persentase tingkat capain skor hasil belajar dari siklus I ke siklus II diperoleh bahwa terjadi peningkatan kategori hasil belajar siswa pada kategori tinggi meningkat dari 61,11% menjadi 63,88% dan kategori sangat tinggi juga mengalami peningkatan dari 11,11% menjadi 30,56%; dan 3) Hasil pengamatan proses pelaksaan penelitian diuraikan peningkatan aktifitas siswa dari siklus I ke siklus II bahwa dalam hal kehadiran siswa meningkat dari 83,33% menjadi 97,22%, siswa yang memperhatikan penjelasan guru meningkat dari 76,85% menjadi 92,59%, siswa yang berpartisipasi dalam proyek meningkat dari 75% menjadi 97,22%, siswa yang mempersentasikan hasil pekerjaan proyeknya meningkat dari 25,93% menjadi 43,52%, dan siswa yang bertanya/memberi tanggapan sebesar 21,30% pada siklus I meningkat menjadi 29,63% pada siklus II
DESKRIPSI KOMPETENSI MAHASISWA CALON GURU PROFESIONAL PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNIVERSITAS TANJUNGPURA
Penelitian ini mengungkap kompetensi mahasiswa calon guru profesional pendidikan matematika. Kompetensi yang akan diungkap yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional. Mengingat kualitas guru mutu pendidikan dan kualitas guru di Indonesia berdasarkan UNESCO dalam Global Education Monitoring (GEM) Report 2016, Indonesia menempati peringkat ke-10 dari 14 negara berkembang. Sedangkan kualitas guru di urutan terakhir dari 14 negara berkembang di dunia. Selain itu (PISA) 2018 yang dirilis oleh OECD menyatakan dalam kategori kemampuan membaca, sains, dan matematika, skor Indonesia tergolong rendah. Perlu adanya analisis mendalam terhadap kompetensi pendidik sebagai stakeholder yang berkontribusi besar dalam mencapai tujuan pendidikan nasional. Pembaharuan kurikulum untuk mahasiswa calon guru menjadi pergerakan awal untuk meningkatkan kualitas calon guru di Indonesia agar mencapai generasi Indonesia emas. Dengan demikian, analisis progres dari perubahan kurikulum perlu ditinjau secara berkala agar dapat terus menerus diperbaiki. Demikian, dirasa penting untuk menganalisis kompetensi mahasiswa calon guru di Universitas agar output yang tercipta pada akhirnya dapat menyelesaikan permasalahan pendidikan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis keempat kompetensi guru dalam pendidikan matematika FKIP Universitas Tanjungpura dengan perolehan data berupa angket dan nilai PLP yang akan diolah dengan data analisis deskrptif. Berdasarkan analisis tersebut, terjawab bahwa kompetensi mahasiswa calon guru pendidikan matematika tergolong baik dengan persentase 79,75%
PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS LESSON STUDY DENGAN MENGGUNAKAN MODEL NUMBER HEAD TOGETHER (NHT) PADA MATERI BILANGAN BULAT
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran berbasis lesson study dengan menggunakan model pembelajaran Number Head Together (NHT) pada materi bilanagn bulat. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswakelas VII SMP Negeri 3 Singkawang yang berjuklah 34 orang . Analisis penelitian difokuskan pada kegiatan perencanaan (plan), pelaksanaan (do), dan refleksi (see). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan proses pembelajaran matematika berbasis lesson study dengan model pembelajaran NHT dapat diikuti oleh siswa secara efektif. Sebagian besar siswa berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Hasil tes individu sebagai uji pemahaman konsep bilanagn bulat mengalami peningkatan dengan perolehan nilai rata-rata kelas sebesar 83,00 pada siklus I dan perolehan nilai rata-rata kelas sebesar 86,50 pada siklus II. Sementara, hasil respon mahasiswa terhadap proses pembelajaran diperoleh skor rata-rata sebesar 3,20 yang berarti respon sisw
ANALISIS KESALAHAN MAHASISWA DALAM MENGERJAKAN SOAL CERITA MATERI STATISTIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis kesalahan yang dialami mahasiswa dari setiap kategori kemampuan berpikir kreatif dalam mengerjakan soal cerita pada materi statistika. Kemampuam berpikir kreatif dikelompokkan menjadi 3 kategori, yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Identifikasi jenis kesalahan dalam mengerjakan soal cerita menggunakan prosedur Newman yang terdiri dari 5 tahap, yaitu R (membaca), C (memahami), T (transformasi), P (proses), dan E (kesimpulan). Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian berjumlah 6 orang yang diambil secara stratified random sampling dari mahasiswa Prodi Informatika FTI UTDI tahun akademik 2021/2022, dengan rincian 2 subjek untuk setiap kategori kemampuan berpikir kreatif. Instrumen penelitian terdiri dari tes kemampuan berpikir kreatif, tes diagnosis kesalahan, dan pedoman wawancara. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah pada setiap kategori kemampuan berpikir kreatif, terdapat perbedaan jenis kesalahan yang dialami mahasiswa dalam mengerjakan soal cerita pada materi statistika. Kesalahan terbesar yang dialami oleh mahasiswa dalam mengerjakan soal cerita materi statistika pada kategori kemampuan berpikir kreatif tinggi dan rendah, terletak pada tahap E dengan persentase masing-masing sebesar 66,7% dan 83,3%. Sedangkan pada kategori kemampuan bepikir kreatif sedang, kesalahan terbesar terletak di tahap C dengan persentase sebesar 100,0%
PROFIL PENALARAN GEOMETRIS SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KECAMATAN TEBAS TAHUN 2021
Tujuan Penelitian berlatar belakang untuk (1) Mengetahui penalaran geometrik siswa SMA (2) Mendapatkan informasi ; (3) Metode pengajaran guru yang masih belum bersifat kontekstual; (4) Cara berpikir siswa hanya bersifat praktis. Melalui penelitian ini diharapkan dapat diperoleh informasi sebagai berikut: pembelajaran penalaran geometrik SMA berdasarkan jenis kelamin dan jurusan. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk analisis dan deskripsi, dan dibagi menjadi beberapa tahapan sebagai berikut: (1) Memberikan soal-soal penalaran geometrik SMA; (2) Menganalisis jawaban sesuai dengan standar penalaran; (3) Petakan jawaban siswa dari hasil analisis sesuai standar. Kesimpulan penelitian ini adalah: (1) Perbedaan gender siswa dalam penalaran geometrik tidak signifikan; (2) Kemampuan penguasaan konsep geometri berbeda secara signifikan menurut jurusan yang berbeda, dan lebih banyak siswa IPA yang dapat menjawab soal dengan benar