Majalah Obat Tradisional
Not a member yet
    427 research outputs found

    KULTUR TUNAS Scoparia dulcis, lindernia anagalis, Lindernia ciliata DAN UPAYA BIOREMEDIASI TERHADAP LOGAM BERAT PB, CR, CD

    Get PDF
    The research about shoot culture of Scoparia dulcis, Lindernia anagalis, Lindernia ciliata has beeen done. The aim of this research is to know ability of shoot culture of Scoparia dulcis, Lindernia anagalis, Lindernia ciliata to adsorb heavy-metal Pb, Cr and Cd as bioremediation process for heavy metal pollutant. Scoparia dulcis, Lindernia anagalis, and Lindernia ciliata shoots are inoculated in Murashige-Skoog (MS) semi-solid medium with added 2 ppm of kinetin as growth factor. Shoots are subcultured at 21 days then they are cultivated in MS semi-solid medium with added heavy-metal Pb, Cr and Cd during 30 days. Scoparia dulcis, Lindernia anagalis, Lindernia ciliata able to adsorb Cr but they can not adsorb Cd. Scoparia dulcis is not able to adsorb Pb.Telah dilakukan penelitian tentang kultur tunas Scoparia dulcis, Lindernia anagalis, Lindernia ciliata untuk mengetahui kemampuan penyerapan logam berat Pb, Cr dan Cd sebagai proses bioremediasi terhadap polusi logam berat.Tunas-tunas tersebut ditumbuhkan pada media Murashige-Skoog (MS) padat yang ditambah kinetin 2 ppm. Subkultur dilakukan terhadap semua jenis tunas pada umur 21 hari  kemudian dikultivasi pada media MS padat ditambah logam berat 0, 2 dan 5 ppm selama 30 hari. Semua tunas mampu menyerap Cr tetapi tidak mampu menyerap Cd, tunas Lindernia anagalis dan Lindernia ciliata mampu menyerap Pb

    ANALISIS AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KANDUNGAN ANTOSIANIN TOTAL EKSTRAK DAN LIPOSOM KELOPAK BUNGA ROSELLA (Hibiscus Sabdariffa L.)

    Get PDF
    The form of liposome formulations is one of strategies to overcome the limitations of anthocyanin extract stability of roselle calyx (Hibiscus sabdariffa L.). In this study, antioxidant comparative analysis of antioxidant activity and total anthocyanin content from rosella extract and its liposomes form was conducted. Preparation of extract made by maceration using the best solvent consisted of methanol : formic acid (97:3) (v/v). From this procedure, the obtained extract was about 26.40% and antioxidant activity was 19.99%. Liposome formulations of methanol extract from roselle calyx were prepared by reverse phase method using rosella extract as aqueous phase and egg lecithin as the lipid phase. The stability of exctract and liposome form of rosella calyx was compared. The stability study showed that there was a reduction of antioxidant activity (DPPH test) 11.25 % for the roselle extract, while the liposome form was 0.93% after 30 days storage in low temperature (0-50C) and saturated nitrogen. In addition, total anthocyanin content (pH differential method test) decreased approximately 39.12 % for  the roselle extract and 0.72% for the liposome form. More over, the liposome had lower level of irritation than the form of extract. Therefore, it can be concluded that anthocyanin encapsulated by liposome was more stable, safe, and effective than the anthocyanin of the rosella calyx extract.Formulasi bentuk liposom merupakan salah satu cara yang diaplikasikan untuk mengatasi keterbatasan stabilitas antosianin dalam ekstrak kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) yang mudah rusak oleh faktor lingkungan. Pada penelitian ini dilakukan analisis perbandingan aktivitas antioksidan dan kandungan total antosianin ekstrak dan bentuk liposom kelopak bunga rosella. Pembuatan ekstrak dilakukan dengan maserasi bertingkat dengan metanol:asam format (97:3) sebagai cairan penyari yang paling baik dari segi rendemen (26,40% b/b) dan aktivitas antioksidan (uji hambatan DPPH) yang dihasilkan (19,991% + 0,001) bila dibandingkan terhadap hasil maserasi menggunakan kombinasi pelarut etanol, metanol, dan akuades. Liposom dibuat dari ekstrak metanol kelopak bunga rosella dengan metode fase terbalik. Hasil uji stabilitas dengan penyimpanan selama 30 hari pada suhu rendah (0-50C) dalam wadah jenuh nitrogen menujukkan penurunan 11,25% aktivitas antioksidan (uji DPPH) bentuk ekstrak, sedangkan bentuk liposom hanya mengalami penurunan sebesar 0,93%. Demikian pula pada stabilitas kandungan antosianin total, dimana ekstrak kelopak bunga rosella mengalami penurunan sebesar 39,12% sedangkan bentuk liposom hanya mengalami penuruanan 0,72%. Lebih lanjut, hasil uji iritasi menunjukkan bentuk liposom memiliki iritasi yang lebih rendah dibandingkan bentuk ekstrak kelopak bunga rosella. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa antosianin terenkapsulasi liposom lebih stabil, efektif, dan aman bila dibandingkan dengan bentuk ekstrak metanol kelopak bunga rosella

    ANALISIS KANDUNGAN KAROTENOID EKSTRAK KASAR BUAH PISANG TONGKAT LANGIT (Musa troglodytarum) DENGAN MENGGUNAKAN SPEKTROSKOPI NIR (NEAR INFRARED)

    Get PDF
    Carotenoids found in fruits and vegetables, plays an important role in preventing human diseases, including cardiovascular disease, cancer and other chronic diseases. However, many of the methods used in the determination of the chemical composition in particular for food takes a long time and the cost is quite expensive. Currently a number of instrumentation techniques have been developed to determine chemical content quickly. One example is the technique of measurement using NIR spectroscopy. In this study, NIR spectroscopy is used for the analysis of estimation of carotenoids crude extract of long and short “tongkat langit” bananas (Musa troglodytarum). The results obtained show that this fruit contains β-carotene, because the area of wave numbers 5000 to 5500cm-1 is similar between the pattern of β-carotene spectrum marker and the pattern of carotenoid pigment tongkat langit banana spectrum.Kandungan karotenoid yang terdapat dalam buah-buahan dan sayuran, berperan penting dalam mencegah penyakit manusia, termasuk penyakit kardiovaskuler, kanker dan penyakit kronis lainnya. Namun, banyak metode yang digunakan dalam penentuan komposisi kimia khususnya untuk bahan makanan membutuhkan waktu yang lama serta biaya cukup mahal. Saat ini sejumlah teknik instrumentasi telah dikembangkan untuk menentukan kandungan kimia dengan cepat. Salah satu contoh adalah teknik pengukuran dengan menggunakan spektroskopi NIR. Dalam penelitian ini, spektroskopi NIR digunakan untuk analisis pendugaan karotenoid ekstrak kasar buah pisang tongkat langit (Musa troglodytarum) yang panjang dan pendek. Hasil yang diperoleh menunjukkan pisang tongkat langit mengandung β-karoten, sebab pada area bilangan gelombang 5000 hingga 5500 cm-1 terlihat adanya kemiripan antara pola spektrum β-karoten marker dengan pola spektrum pigmen karotenoid pisang tongkat langit

    INTERAKSI SENYAWA AKTIF DARI Aegle marmelos CORREA SEBAGAI ANTI INFLAMASI DENGAN RESEPTOR COX-1 DAN COX-2

    Get PDF
    The compounds in Aegle marmelos have an activity as anti inflammation. The objective of this study is to evaluate six active compounds in Aegle marmelos Correa, (E,R)- Marmin, skimmianine, (S)-aegeline, aurapten, zeorin, and dustanin as anti inflammation to the COX-1 and COX-2 as target receptors. Method: Molecular docking was done with PLANTS. Ligand preparation used MarvinSketch, and protein preparation was done by using YASARA. The result was marmin, skimmianine, aegeline, aurapten, zeorin, and dustanin have interaction with Arg120, tyr 355, and Ile 523 in COX-1 and Ser353, Arg 513, and Ser 530 in COX-2. Based on the result of molecular docking, active compounds in Aegle marmelos Correa have potency as anti inflammation agent.Senyawa-senyawa yang terdapat dalam Aegle marmelos Correa memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui enam senyawa aktif Aegle Marmelos Correa, yaitu (E, R)-Marmin, skimmianine, (S)-aegeline, aurapten, zeorin, dan dustanin sebagai anti inflamasi pada target reseptor COX-1 dan COX-2. Metode: Docking molekuler dilakukan dengan PLANTS. Preparasi ligand menggunakan MarvinSketch, dengan menggambar senyawa MH2011 kemudian mengoptimasi. Preparasi protein dilakukan dengan program YASARA. Preparasi dilakukan dengan menghilangkan protocol docking (termasuk air jika esensial) yang tidak diperlukan. Setelah semua preparasi selesai, dilakukan docking PLANTS. Penurunan skor menunjukkan kestabilan ikatan dengan protein. Hasil: Marmin, skimmianine, aegeline, aurapten, zeorin, and dustanin berpotensial untuk dikembangkan sebagai agen anti inflamasi berdasarkan interaksinya dengan residu asam amino Arg120, Tyr 355, dan Ile523 pada COX-1 dan residu asam amino Ser353, Arg513, serta Ser530 pada COX-2. Kesimpulan: Berdasarkan hasil docking molecular, senyawa aktif Aegle marmelos Correa beraktivitas sebagai antiinflamasi

    EFFECT OF STORAGE LENGTH ON PHYSICAL AND CHEMICAL STABILITY OF HAIR GROWTH LOTION CONTAINING CANDLENUT EXTRACT (Aleurites moluccana L. Willd.)

    Get PDF
    Ekstrak etanolik 70% biji kemiri dengan konsentrasi 5% dilaporkan memiliki aktivitas menumbuhkan rambut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan terhadap stabilitas fisik dan kandungan flavonoid lotion penumbuh rambut ekstrak biji kemiri sehingga diperoleh suatu sediaan yang acceptable. Lotion dibuat dengan variasi konsentrasi xanthan gum 0,5% ; 1 % ; 1,5%. Pengukuran flavonoid dilakukan dengan metode densitometri . Hasil pengamatan stabilitas fisik yaitu daya lekat, viskositas, dan kadar flavonoid dianalisis secara  statistik. Hasil orientasi formula, lotion dengan konsentrasi xanthan gum 1% adalah yang terbaik dengan daya lekat kurang dari 1 detik, viskositas tiap minggunya naik, dan tidak terjadi pemisahan. Tipe emulsi yang dihasilkan adalah o/w. Hasil densitometri menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar relatif flavonoid antara sebelum dan setelah penyimpanan namun berbeda tidak signifikan (α = 0,158).Etanolic extract 70% of candlenut which has 5% concentration have been reported to have hair restoring activity. This study aims to investigate the effect of length storage on physical stability and flavonoid content of hair restoring lotion candlenut extract so that produce an acceptable form. Lotion were made in variation of xanthan gum concentration 0.5%; 1%; 1.5%. Flavonoid content were measured by densitometry. Observation result of physical stability such as latched power, viscosity test, and flavonoid content were statistically analyzed. Result of formula orientation showed that lotion which has 1% concentration of xanthan gum was the best which has latched power less than 1 second, viscosity increased weekly, and segregation was not occur. Type of emulsion result was o/w. Densitometry result showed that there were decrease of relative flavonoid ontent before and after storage, but it was not significant (α = 0.58)

    AKTIVITAS ANTIDIABETES KOMBINASI EKSTRAK TERPURIFIKASI HERBA SAMBILOTO (Andrographis paniculata (Burn.F.) NESS.) DAN METFORMIN PADA TIKUS DM TIPE 2 RESISTEN INSULIN

    Get PDF
    A. paniculata is a plant that can be used to overcome the disease diabetes. In DM there is a possibility of the use of therapy with oral hypoglycemic drugs, for example: metformin. This research was conducted using a complete random method indirectional pattern. This study aims to determine the potential of the combination of purified extract of sambiloto herbs and enhancement effects of metformin on blood glucose levels decrease in insulin resistant rats. Test animals used were divided 4 groups, group 1: metformin 45 mg / kg (positive control), group 2: purified extract of sambiloto herbs 434.6 mg/ kg, group 3: a combination of metformin 45 mg / kg BW with the extract of 434.6 mg/ kg (combination 1), and group 4: metformin 22.5 mg/ kg body weight with extract 434.6 mg/ kg (combination 2). Test animals are insulin resistant type 2 DM was made by administering 1.8 g fructose / kg body weight and fat diet for 50 days. Assay of glucose using a reagent kit. Observation of GLUT-4 expression in muscle cells by using immunohistochemical techniques. Insulin resistance rats was tested by using three parameters: (1) testing of blood glucose levels preprandial and postprandial (2) the hypoglycaemic activity of glibenclamide, and (3) observations of GLUT-4 protein expression in muscle tissue. Test results show that the animals had insulin resistant. Results, in this research antidiabetic activity assay indicate that the hypoglycaemic for combination 1 and combination 2 lower compared to a single administration of metformin or purified extract (p<0,05). From the above results concluded that the combination of sambiloto extract purified with metformin does not increase the potency of antidiabetic in single use.Sambiloto (A. paniculata) merupakan tanaman yang dapat digunakan untuk mengatasi penyakit Diabetes Mellitus (DM). Dalam terapi DM terdapat kemungkinan pemakaian bersama-sama dengan Obat Hipoglikemik Oral (OHO), misalnya: metformin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi kombinasi ekstrak terpurifikasi herba sambiloto dan metformin terhadap peningkatan efek penurunan kadar glukosa darah pada tikus DM tipe 2 resisten insulin. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode acak lengkap pola searah. Hewan uji yang digunakan dibagi 4 kelompok, kelompok 1:  pemberian metformin 45 mg/kg BB (kontrol positif), kelompok 2: pemberian ekstrak terpurifikasi herba sambiloto 434,6 mg/kg BB, kelompok 3: pemberian kombinasi metformin 45 mg/kg BB dengan ekstrak 434,6 mg/kg BB (kombinasi 1), dan kelompok 4: pemberian metformin 22,5 mg/kg BB dengan ekstrak 434,6 mg/kg BB (kombinasi 2). Hewan uji DM tipe 2 resisten insulin dibuat dengan pemberian fruktosa 1,8 g/kg BB dan makanan kaya lemak selama 50 hari. Penetapan kadar glukosa darah menggunakan reagen kit. Pengamatan ekspresi GLUT-4 pada sel otot menggunakan teknik imunohistokimia. Resistensi insulin pada tikus diuji menggunakan 3 parameter, yaitu: (1) uji kadar glukosa darah preprandial dan postprandial; (2) aktivitas hipoglikemik glibenklamid; dan (3) pengamatan ekspresi protein GLUT-4 pada jaringan otot. Hasil menunjukkan bahwa hewan uji telah resisten insulin. Hasil uji aktivitas antidiabetes menunjukkan bahwa persen daya hipoglikemik kombinasi 1 dan 2 lebih rendah dibandingkan dengan pemberian metformin atau ekstrak terpurifikasi secara tunggal (p<0,05). Dari hasil di atas disimpulkan bahwa kombinasi ekstrak sambiloto terpurifikasi dengan metformin tidak meningkatkan potensi antidiabetes dari penggunaan tunggalnya

    FORMULASI TABLET HISAP EKSTRAK GAMBIR (Uncaria gambir (Hunter) Roxb.) DENGAN VARIASI BAHAN PENGIKAT GOM ARAB (Gummi Acaciae)

    Get PDF
    Gambier is one of the medicinal plants commonly used for chewing, which has benefits for oral health and dental. Gambier has a property as a remedy lozenges, stomachache, toothache, and can be used to prevent the formation of dental plaque. This research aims to create a dosage of dried extract in the form of lozenges. In these lozenges we used variations gummi acaciae to obtain a binder concentration that can produce tablets that meet the requirements. Gambier extract was obtained by remaceration, with 80% ethanol. Tablets formulated with a binder concentration gom arabic 10%, 17.5% and 25% using direct compression method. The results showed that the concentration variation can minimize the variation of the gummi acaciae weight uniformity, increased hardness, lower % fragility, and increase the time dissolved lozenges. All of tablets have good physical tablets properties. The third formula is the most acceptable by the respondents in terms of color, taste, and time of dissolution. Gambir merupakan salah satu tanaman obat yang biasa digunakan untuk menyirih, yang mempunyai manfaat untuk kesehatan mulut dan gigi. Gambir ini memiliki khasiat sebagai obat pelega tenggorokan, obat sakit perut, sakit gigi, dan dapat digunakan untuk mencegah terbentuknya plak gigi. Penelitian ini bertujuan untuk membuat ekstrak gambir  menjadi sediaan obat dalam bentuk tablet hisap. Dalam tablet hisap ini digunakan variasi bahan pengikat gom arab untuk mendapatkan konsentrasi bahan pengikat yang dapat menghasilkan tablet yang memenuhi persyaratan. Ekstrak gambir diperoleh dengan metode maserasi, dengan pelarut etanol 80%. Tablet diformulasi dengan konsentrasi bahan pengikat gom arab 10%, 17,5% dan 25% menggunakan metode kempa langsung. Hasil analisis menunjukkan bahwa variasi konsentrasi gom arab dapat memperkecil variasi keseragaman bobot, meningkatkan kekerasan, menurunkan % kerapuhan, dan meningkatkan waktu larut tablet hisap. Ketiga tablet memiliki sifat fisik tablet yang baik. Tablet hisap formula 3 yang paling bisa diterima oleh responden baik dari segi warna, rasa, dan waktu larutnya.

    POTENSI PENANGKAPAN RADIKAL 2,2-difenil-1-pikril hidrazil (DPPH) OLEH BUAH PISANG SUSU (Musa paradisiaca L. “Susu”) DAN PISANG AMBON (Musa paradisiaca L. “Ambon”)

    Get PDF
    Nutrients including vitamin A and C on milk banana and ambon banana predicted potential as an antioxidant. This study aims to determine the radical potential of pisang susu and pisang ambon with synthetic vitamin C as a comparison so we get how much antioxidant power of ambon banana and milk banana produced in the fruit if desired pengonsumsian antioxidant power of vitamin C produced by pure at certain levels. This study consisted of measuring the antioxidant activity by the method of 2,2-Diphenyl-1-Pikrilhidrazil (DPPH) so that the data obtained antioxidant activity and Inhibitory Concentration50 (IC50) of milk banana, ambon banana and vitamin C synthetic. From the research results can be concluded that as much as 2418.84g of milk banana as an antioxidant potential equivalent to the antioxidant potential of 1g of vitamin C when measured with 0.4 mM DPPH reagent, while the total of 9229.79g of ambon banana as an antioxidant potential equivalent to the potential antioxidants vitamin C 1 gram when measured with 0.4mM DPPH reagent.Kandungan gizi termasuk vitamin A dan C pada pisang susu dan pisang ambon diprediksikan berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi antiradikal antara buah pisang susu dan pisang ambon dengan vitamin C sintetik sebagai pembanding sehingga didapatkan seberapa besar kemampuan daya antioksidan pisang susu dan ambon yang dihasilkan dalam pengonsumsian buah bila diinginkan kekuatan antioksidan yang dihasilkan oleh vitamin C murni pada kadar tertentu. Penelitian ini terdiri atas pengukuran aktivitas antioksidan dengan metode 2,2-Difenil-1-Pikrilhidrazil (DPPH) sehingga didapatkan data aktivitas antioksidan dan Inhibitory Concentration50 (IC50)dari pisang susu, pisang ambon dan vitamin C sintetik. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebanyak 2418,84g pisang susu berpotensi sebagai antioksidan yang setara dengan potensi antioksidan 1 gram vitamin C bila diukur dengan pereaksi DPPH 0,4mM, sedangkan sebanyak 9229,79g pisang ambon berpotensi sebagai antioksidan yang setara dengan potensi antioksidan vitamin C 1 gram bila diukur dengan pereaksi DPPH 0,4mM

    EVALUASI EFEK ANTI-DIABETES MELITUS EKSTRAK TERPURIFIKASI Andrographis paniculata (Burm. f.) Nees DAN ANDROGRAFOLID DENGAN PARAMETER INDEKS HOMA-IR

    Get PDF
    Diabetes mellitus type 2 was induced by high fat diet and fructose. The insulin resistance and hyperinsulinemia compensatory can be measured by index homeostatic model assessment – insulin resistance (HOMA-IR). Andrographis paniculata (Burm. f.) Nees is a traditional plant can be used to treat diabetes mellitus and the main active compound of this plant is Andrographolide. The objective of this study is to evaluate the effect of purified extract of Andrographis paniculata (Burm. f.) Nees and andrographolide on HOMA-IR index of High fat diet and fructose induced Wistar Rats. This study is quasi-experimental and data analysis was using Kruskal-Wallis test. The result showed that purified extract of Andrographis paniculata and andrographolide decreased HOMA-IR index. Purified extract of Andrographis paniculata 1303,8 mg/kg decreased HOMA-IR index by 82,05 %.Diabetes mellitus (DM) tipe 2 dipicu oleh diet tinggi lemak dan fruktosa (DTLF) dan diawali dengan resistensi insulin dan hiperinsulinemia kompensatori, yang dapat dilihat dari indeks homeostatic model assessment – insulin resistance (HOMA-IR). Salah satu tanaman tradisional yang dapat digunakan untuk mengatasi DM adalah Andrographis paniculata (Burm. f.) Nees, dengan senyawa aktif utama andrografolid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak terpurifikasi A. paniculata dan andrografolid pada indeks HOMA-IR tikus Wistar dengan DTLF. Penelitian bersifat kuasi-eksperimental dan analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak terpurifikasi A. paniculata dan andrografolid dapat menurunkan indeks HOMA-IR, dan penurunan terbesar (82,05%) dihasilkan oleh ekstrak terpurifikasi A. paniculata dengan dosis 1303,8 mg/kgBB

    OPTIMASI EKSTRAKSI AMPAS TEH HIJAU (Camellia sinensis) MENGGUNAKAN METODE MICROWAVE ASSISTED EXTRACTION UNTUK MENGHASILKAN EKSTRAK TEH HIJAU

    Get PDF
    Indonesia has a great wealth of biodiversity, but unfortunately the natural resources has been little studied and used in the therapy. One of the plants, grown in Indonesia is tea. Tea waste is waste from the tea industry, is quite a lot and has not been used optimally. This study aims to obtain the most effective green tea waste extraction conditions using MAE (Microwave Extraction Assisted) to produce green tea extract that has antioxidant optimum. From the research, the optimum MAE conditions are 450 W power, 60% ethanol, solid solvent comparison 1: 8 and 8 minutes extraction to produce extracts with optimum levels of polyphenols. Extracts obtained have moisture content of 7.83%, pH 5.5, and total polyphenols, total flavonoids, gallic acid, catechin, EGCG and caffeine respectively by 7.1%, 1.04%, 2.76%; 0.83%, 5.18% and 1.03%. Compared with the existing reference, extracts obtained qualify as cosmetic raw materials.Indonesia memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang besar, namun sayangnya potensi sumber daya alam yang tersedia masih sedikit yang diteliti dan digunakan dalam pengobatan. Salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan di Indonesia adalah teh.  Ampas teh adalah limbah dari industri teh, tersedia cukup banyak dan belum dimanfaatkan secara optimal.  Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kondisi ekstraksi ampas teh hijau menggunakan  metode MAE (Microwave Assisted Extraction) yang paling efektif sehingga dihasilkan ekstrak teh hijau yang mempunyai antioksidan optimum.  Dari hasil penelitian, kondisi optimum MAE adalah daya 450 W, pelarut etanol 60%, perbandingan simplisia – pelarut  1 : 8 dan lama ekstraksi 8 menit untuk menghasilkan ekstrak dengan kadar polifenol optimum. Ekstrak yang diperoleh mempunyai kadar air 7,83 %; pH 5,5; dan polifenol total, flavonoid total, asam galat, katekin, EGCG serta kofein berturut-turut sebesar 7,1%; 1,04%; 2,76%; 0,83%; 5,18% dan 1,03%. Dibandingkan dengan acuan yang ada, ekstrak yang diperoleh memenuhi syarat sebagai bahan baku kosmetik. 

    416

    full texts

    427

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Majalah Obat Tradisional
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇