JAKPP (Jurnal Analisis Kebijakan & Pelayanan Publik)
Not a member yet
130 research outputs found
Sort by
Koordinasi Pengembangan Program Kampung Keluarga Berencana di Kabupaten Bangka Barat
Kampung Keluarga Berencana atau disingkat dengan Kampung KB adalah salah satu yang sudah diterapkan di Indonesia. Bangka Belitung sudah ada Kampung KB sejak 2016 lalu. Tepatnya di Kabupaten Bangka Barat saat ini sedang gencar-gencarnya untuk membangun Kampung KB. Dari 2016 sampai 2018 ini Kabupaten Bangka Barat sudah mempunyai 15 Kampung KB. Selain itu di tahun 2018 Kabupaten Bangka Barat ada Desa Stunting di dalam Kampung KB tersebut mengingat bahwa Kabupaten ini salah satu penderita stunting dengan angka yang tinggi. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Untuk literature review ini menggunakan database Science Direct, Proquest, Goggle Scholar. Pada tahap awal dengan pencarian keyword : “Coordination, Family Planning” Penelitian ini dilakukan di Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Barat karena memang Dinas ini adalah narasumber dalam penelitian penulis dan melakukan wawancara di Desa Sinar Surya yang menjadi lokus penelitian. Namun, ada beberapa Dinas terkait seperti Dinas Kesehatan, dan BKKBN Provinsi karena Kampung KB ini adalah kegiatan yang bersifat multisektor. Dalam proses koordinasi untuk pengembangan Kampung KB ini melibatkan beberapa peran penting di dalamnya, hal ini mengacu pada teori yang digunakan oleh peneliti dari Henry Fayol dalam buku Hasibuan “Manajemen Sumber Daya Manusia” (2007) yakni komunikasi, kerjasama, pembagian tugas, pertemuan dan rapat. Peneliti mengambil teori ini karena dirasa lebih cocok dengan permasalahan koordinasi yang diangkat oleh peneliti. Dalam penelitian ini terdapat kesimpulan bahwa masih kurang efektifnya dalam proses koordinasi tepatnya pada bidang kerjasama dan pertemuan/rapat yang dilaksanakan oleh petugas-petugas dan perangkat terkait pengembangan Kampung KB di Kabupaten Bangka Barat
A Comparative Study of Indonesian Estimated Rice Production and Consumption
The permit of two million tons of rice import in 2018 has tickled Indonesia\u27s ability to fulfill its own rice needs. Farmers\u27 anxiety that rice import can affect rice prices proved by its declining. The distribution of imported rice indeed has not been optimal. People say that imports are carried out without proper planning. This study aims to estimate the rice production and consumption data of Indonesia in 2014 to 2019, compare those data, and conclude whether Indonesia needs to import the rice at those years based on the comparison result. Estimating rice production and consumption were carried out using secondary data consisted of paddy production data, per capita rice consumption data, and population projection data which obtained from the website of the Central Statistics Agency (BPS) and/or the Ministry of Agriculture. Based on the comparison result between rice production and consumption data from 2014 to 2019, it can be concluded that from 7 islands in Indonesia, only 2 islands have the estimated rice consumption which always more than the estimated production, namely Maluku and Papua. The total estimated rice consumption in Indonesia is always lower than the estimated production. A rice surplus on a nearby island, Sulawesi, should be able to cover shortages in Maluku and Papua. If the estimated rice consumption in these three islands is totaled, the amount is always smaller than the estimated rice production in these three islands. This is because the production of rice on the island of Sulawesi is very large. The estimated total consumption of rice in 2019 is only 60% of production
Studi Persepsi Mayarakat atas Pelayanan e-Toll di Kota Makassar
Salah satu upaya pemerintah dalam sektor transportasi adalah peningkatan kualitas layanan transportasi di jalan bebas hambatan (jalan tol) dengan memberlakukan pembayaran transaksi nontunai. Kebijakan ini bertujuan untuk kemudahan transaksi dan efisiensi waktu transaksi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kebijakan pembayaran non tunai, persepsi konsumen dan harapan dalam pelayanan di jalan tol. Metode penelitian adalah penelitian jenis survey dengan analisis sevara deskriptif kualitatif. Responden adalah pengguna jalan tol sebanyak 65 orang yang diperoleh dengan menggunakan kuisioner secara online. Hasil penelitian menjelaskan bahwa mayoritas masyarakat telah mengentahui kebijakan pembayaran non tunai ini. Namun dalam operasionalnya belum berjalan sesuai tujuan karena masih ditemukan penguna jalan tol yang gagal transaksi karena tidak membawa kartu atau saldo yang kurang. Persepsi masyarakat terhadap kebijakan sangat mendukung, namun menilai pelayanan pengelola rendah karena tidak menyiapkan fasilitas pengisian ulang, namun hanya penyediaan kartu baru. Masyarakat berharap pengelola jalan tol tetap menyediakan loket pembayaran tunai untuk mengantisipasi gagal transaksi
Kebijakan “Revolusi Hijau” Paman Birin Dalam Menjaga Kerusakan Lingkungan Di Provinsi Kalimantan Selatan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan “revolusi hijau” Paman Biring di Kalimantan Selatan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan studi dokumen.Peneliti mewawancarai 10 informan kunci yang memahami dan terlibat dalam kebijakan lingkungan hidup di Provinsi Kalimantan Selatan. Metode analisis data yang digunakan adalah metode kualitatif interpretative. Penelitian ini mengidentifikasi hasil riset sebagi berikut. a. Bahwa tujuan digalakkan revolusi hijau, demi menjaga lingkungan ke depan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat, b. Memberikan lapangan kerja bagi para petani maupun buruh pertanian, c. berupaya melakukan pemulihan kerusakan kawasan hutan dan lahan ini sebagai bagian dari upaya menjadikan daerah Kalimantan Selatan sebagai salah satu paru-paru dunia, d. selaku Gubernur Kalimantan Selatan selalu memberikan dukungan dan apresiasi yang tinggi pada setiap ada kegiatan penghijauan, baik yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten dan SKPD terkait maupun LSM serta masyarakat, e. melakukan revitalisasi persemaian permanen untuk dimanfaatkan agar generasi milenial dapat melakukan edukasi pembibitan dan mendukung Revolusi Hijau di Kalimantan Selatan, f. Memperbaharui diri dengan gerakan menanam sejuta pohon harus terus menerus digalakkan dan terpelihara. Pembangunan kehutanan harus makin diarahkan untuk meningkatkan pemanfaatan hutan bagi industri dalam negeri, sehingga dapat menghasilkan nilai tambah dan menciptakan lapangan kerja yang sebesar-besarnya
Manajemen Konflik dalam Pelaksanaan Program Gerakan Mamuju Mapaccing di Kabupaten Mamuju
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang Manajemen Konflik Dalam Pelaksanaan Program Gerakan Mamuju Mapaccing di Kabupaten Mamuju dengan menggunakan Teori Konflik yang dikemukakan oleh Robbins (1998). Penelitian ini bersifat kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan kepustakaan. Data dari hasil observasi dan wawancara disajikan dalam bentuk dokumentasi terhadap objek penelitian. Data dari hasil kepustakaan disajikan dalam bentuk kutipan-kutipan untuk memperkuat temuan penelitian. Data yang diperoleh dianalisis dan diolah dengan menggunakan teknik analisis data yang dimulai dari reduksi data, penyajian data, kemudian pengambilan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber konflik berasal dari adanya kesalingtergantungan pekerjaan antara Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan dengan Kelurahan, adanya ketergantungan pekerjaan satu arah, adanya dideferensiasi horisontal yang tinggi antar Kelurahan, serta perbedaan dalam kriteria evaluasi dan sistem pemberian imbalan dalam pelaksanaan Program Gerakan Mamuju Mapaccing. 
Trust in the Network of Food Diversification Policy Implementation in Bone Regency
Trust that is well built in the policy-making process in network organizations gives birth to an effective policy outcome in the form of decreased assumption levels. This research method uses a qualitative approach and a case study strategy to explain trust in the implementation of food diversification policies. The data was collected through in-depth interviews and observations. Data processing and analysis techniques are carried out in three stages, namely: data reduction, presentation and conclusion drawing. The informants in this study were as follows: a) Chair of the Women Farmers Group b). sub-district extension team; d) District extension team.The results showed that the trust that occurred in the interaction of actors, in this case the Food Security Service, Extension Officers and the Women Farmers Group in the implementation of food diversification policies in Bone Regency was not effective. This can be shown that there is no mutual agreement that can be used as a rule of the game for the actors involved in implementing this policy. Opportunistic behavior is a sub-concept that assesses the presence and absence of trust, which is not identified in this study, because there is no mutually agreed upon rule of the game. Then, the actors\u27 good will trust does not emerge because they are still designing and running their respective programs. Therefore, the implementation of the diversification policy requires trust between them so that the performance of this policy can be realized
Apparatus Resource Development Strategy at the Merauke Regency Regional Civil Service Agency
This study aims to (1) describe and analyze the condition of existing apparatus resources in the Merauke Regency Regional Personnel Agency; and (2) describe and analyze the apparatus development strategy in the Merauke Regency Regional Personnel Agency. This research applies a qualitative approach. The informants involved included: (1) Head of the Regional Civil Service Agency; (2) Subdivision of the Strategy of the Regional Civil Service Agency Resources; and (3) a number of training alumni employees. Data collection techniques are interviews, observation, study of literature and documentation. Data analysis techniques are carried out through data reduction, data presentation and data verification. The results showed that the implementation of education and training, especially in the Merauke Regency Regional Personnel Agency, had been effective, although there were still some improvements that needed to be made so that the results of the training could be maximized as expected. Employees are the most important resource in a public organization. Good employees who meet the qualification standards can only be obtained through effective recruitment efforts. The implementation of education and training in the Merauke Regency Regional Personnel Agency is good because based on the results it shows starting from training materials, good and effective delivery methods in the training process, facilities and infrastructure to support training activities, skilled presenters, learning process according to standard procedures, proportion of time and the method of implementation was working well and effectively
Implementasi Program Sikolata’ (Studi Program Upaya Pemberentasan Buta Aksara Abjad, Hijaiyah dan Lontara Masyarakat di Lingkungan Katumpong Kabupaten Bone)
Program Sikolata’ sebagai program pengabdian masyarakat dengan melihat permasalahan berupa apa sajakah yang dapat dilakukan dalam mencegah permasalahan tingginya buta aksara di kabupaten Bone khususnya di lingkungan Katumpong, dan kemudian bagaimana cara mengajak masyarakat untuk belajar agar terbebas dari buta aksara. program Sikolata’ diusulkan sebagai wujud pengabdian masyarakat bertujuan sebagai solusi dan upaya dalam mengurangi tingkat buta aksara di lingkungan Katumpong kabupaten Bone, dan sebagai sarana untuk mengajak masyarakat belajar sehingga dapat mengurangi angka buta aksara, sekaligus menjadi jalan untuk masyarakat menjadi lebih cerdas sesuai dengan cita-cita negara. Adapun metode pengabdian yang digunakan ada tiga yakni tehnik penyuluhan, metode pelatihan dan pendampingan IPTEK. Dan adapun luaran dari program yakni tersedianya ruang pendidikan Non-Formal, tersedianya perpustakaan mini dan pengadaan artikel ilmiah sebagai penjewantahan program secara orisinal. Kata kunci: Sikolata, Buta Aksara, Pengabdian masyarakat.
Resolusi Konflik Kepemilikan Asset Publik Antara Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya Tahun 2019
Studi ini membahas resolusi konflik kepemilikan asset daerah antara Kabupaten Tasikmalaya dengan Kota Tasikmalaya. Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana proses resolusi konflik yang dilakukan oleh kedua pemerintah daerah tersebut setelah adanya pertemuan antara pihak Gubernur Jawa Barat, Bupati Tasikmalaya, dan Walikota Tasikmalaya pada tahun 2013, dan Kejaksaan Negeri pada tahun 2019. Dalam menulis artikel ini penulis menggunakan metode penelitian studi literatur. Hasil dari penulisan ini menjelaskan faktor-faktor apa saja yang menjadi penyebab terjadinya konflik sengketa perbutan aset dan metode-metode yang digunakan dalam menyelesaikan konflik tersebut
Efektivitas Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) dalam Rangka Pengentasan Kemiskinan di Kota Makassar
Penelitian ini ertujuan untuk menganalisis dan mendiskripsikan efektivtas pelaksaanaan Program Keluaga Harapan (PKH) pada Komponen Kesehatan dalam rangka Pengentasan Kemiskinan di Kota Makassar.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitattif. Jenis data yang dugunakan adalah data primer dan data sekunder. Penentuan informan dilakukan dengan teknik Purposive Sampling, Teknik Pengumpulan Data dilakukan dengan observasi dan wawancara secara mendalam serta Dokumentasi . analisis yang dilakukan dengan pereduksian data, penyajian data, serta penarikan kesimpulanHasil penelitian menujukkan bahwa Efektivitas pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) dalam rangka pengentasan Kemiskinan di Kota Makassar belum berjalan dengan efktif. Pelaksanaan Program Keluarga Harapan dilihat pada Komponen Kesehatan belum efektif berdasarkan empat indikator yang diteliti, Keberhasilan Program, Keberhasilan Sasaran, Kepuasan terhadap Program dan Pencapaian Tujuan secara Menyeluruh. Namun hanya satu dari keempat indikator tersebut pada pencapaian tujuan menyeluruh yang sudah berjalan susuai dengan harapan