Sarwahita
Not a member yet
286 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN ALAT PERAGA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH DASAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR MATEMATIS SISWA
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dikuti oleh 22 orang guru sekolah dasar maupunpengasuh pondok pesantren yang ada di kecamatan Cibatu kabupaten garut Jawa Barat pada tanggal 20 September 2014. Alat peraga yang ditawarkan kepada peserta untuk dirancang, dibuat dan digunakan meliputi : Alat peraga pembelajaran matematika Kekekalan Luas, Alat peraga pembelajaran matematika Kekekalan Panjang, Alat peraga pembelajaran matematika Kekekalan Banyak, Alat peraga pembelajaran matematika untuk Percobaan dalam Teori Kemungkinan dan Alat peraga pembelajaran matematika untuk Pengukuran dalam Matematika
PENDAMPINGAN TERHADAP IBU-IBU DAN REMAJA PUTERI PADA PELATIHAN PEMBUATAN HANTARAN PENGANTIN DI PKBM 01 KEMAYORAN JAKARTA PUSAT
Rendahnya penguasaan keterampilan hidup pada ibu-ibu dan remaja putri menyebabkan status sosial ekonomi mereka cukup memprihatinkan. Demikian pula para ibu dan remaja putri di PKBM 01
Kemayoran Jakarta Pusat, Diantara para Ibu, ada yang berpenghasilan tapi rendah, ada pula yang tidak
berpenghasilan atau hanya mengandalkan penghasilan dari suami mereka
Kondisi keprihatinan sosial ekonomi ini menuntut berbagai upaya yang harus dicari solusinya.Pengabdian pada masyarakat ini bersifat pendampingan. Pendampingan ialah proses saling hubungan dalam bentuk ikatan pertemanan antara pendamping instruktur (subjek 1) dengan komunitas ibu-ibu dan remaja putri (subjek 2) melalui dialog-kritis, pelatihan-pelatihan dan pendidikan berkelanjutan dalam rangka menggali dan pengelolaan sumber daya guna memecahkan persoalan kehidupan sosial ekonomi subyek yang didampingi. Program pendampingan mengenai keterampilan hantaran pengantin merupakan suatu program yang menekankan kepada kecakapan hidup warga belajar agar dapat meningkatkan penghasilan.
Metodelogi pengabdian pada masyarakat ini dilakukan dengan pemberian teori dan praktek
langsung Hasil pendampingan menunjukan bahwa berbagai pengetahuan, sikap dan keterampilan peserta dalam membuat hantaran pengantin berbeda antara sebelum pelatihan dan setelah pelatihan.Hal ini dibuktikan dengan hasil pre tes dan hasil pos tes.Hal ini berarti adanya manfaat dari pelatihan keterampilan hantaran pengantin ini.Pelatihan ini mampu menjadikan peserta berwawasan dan trampil mempraktekan pembuatan hantaran pengantin.Adapun sebelum pelatihan, peserta tidak memiliki wawasan bahwa kain itu dapat dilipat dan dibuat menjadi benda-benda yang lebih menarik apabila dibuat dalam bentuk dan lipatan sedemikian rupa. Setelah pelatihan, mereka mampu menunjukan bahwa hasil pelatihan yakni keterampilan mereka dalam membuat hantaran pengantin itu dapat membuka peluang usaha bagi mereka, mampu menjadikan mereka percaya diri dan secara bertahap dapat menambah penghasilan pada mereka
PEMBERDAYAAN PARA SATPAM DI BUKIT AZ ZIKRA SENTUL DENGAN PELATIHAN MEMBUAT PRODUK SABLON
Pengabdian Pada Masyarakat (P2M) adalah salah satu dari Tridharma Perguruan Tinggi yang wajib dilaksanakan oleh setiap dosen. Pelaksanaan pengabdian yang berupa pelatihan pada para Satpam dikarenakan adanya kesenjangan antara penduduk perumahan dan para satpam yang bertempat tinggal di perkampungan Desa Cipambuan Babakan Madang Sentul.
Pelatihan pembuatan produk sablon pada baju kaos, dan produk sarung bantal menghasilkan motivasi dan kreativitas pada kaum para satpam, sehingga dalam waktu luangnya mereka dapat mengisi kegiatan kosong dengan membuat produk yang bermanfaat dan memberikan keteranpilan baru bagi para satpam selain sebagai penjaga keamanan perumahan.
Hasil yang diperoleh berupa produk baju kaos bersablon yang bertuliskan desa Cipambuan Babakan Madang Sentul dengan loga desa bedug dipergunakan mereka untuk baju lomba sepak bola pertandingan antar desa.Produk sarung bantal diperguanakan untuk di rumah mereka masing-masing
PELATIHAN SENI DAUR ULANG KERTAS UNTUK MENCIPTAKAN PELUANG USAHA BAGI ANAK JALANAN DI KECAMATAN DUREN SAWIT JAKARTA TIMUR
Di kota besar seperti DKI Jakarta, dibangun berbagai gedung bertingkat, dengan segala fasilitas pendukungnya. Disi lain, banyak pula perumahan kumuh yang sangat memprihatinkan. Sebanyak 2/3 penduduk di perkampungan kumuh itu adalah anak-anak termasuk anak remaja.
Seringkali dilihat di tempat-tempat keramaian, di perempatan lampu merah atau pun di terminal, anak-anak maupun remaja melakukan aktivitas jalanan. Berbagai cara mereka lakukan untuk mendapatkan penghasilan, misalnya; mengamen, mengelap mobil, atau aktivitas lain yang pada intinya meminta belas kasihan orang untuk sekedar memberikan uang recehan.
Seiring dengan berjalannya waktu, jumlah angkatan kerja yang tidak terserap dunia kerja mengalami peningkatan. Kondisi ini berimplikasi pada semakin bertambah nya jumlah angka pengangguran, jumlah angka anak jalanan dan bertmbah tingginya tingkat kriminalitas di berbagai kota di Indonesia.
Melihat kondisi tersebut, maka dunia pendidikan harus mampu berperan aktif menyusun strategi penanggulangan melalui strategi pengembangan kemampuan hidup (life skill).Salah satu jalur pendidikan adalah Pendidikan Luar Sekolah.
Metodelogi pengabdian pada masyarakat ini dilakukan dengan pemberian teori dan praktek langsung. Hasil pelatihan menunjukan bahwa pengetahuan, sikap dan keterampilan yang ditampilkan peserta pada saat pos test, berbeda dengan hasil pre-test. Hal ini berarti bahwa pelatihan daur ulang kertas ini mampu menjadikan peserta trampil mempraktekan seni daur ulang kertas, dibandingkan sebelumnya yang tidak mengetahui apa-apa mengenai daur ulang kertas bahkan menganggap bahwa kertas bekas itu barang yang menyempitkan ruangan,menimbulkan udara kotor serta menjadi penyebab timbulnya penyakit.Setelah pelatihan, mereka mampu menunjukan bahwa hasil daur ulang kertas itu dapat membuka peluang usaha bagi mereka, mampu menjadikan mereka mandiri dan secara bertahap dapat menambah penghasilan mereka
PELATIHAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING SESUAI KURIKULUM 2013 PADA GURU DAN CALON GURU
Setelah dilakukan kegiatan pelatihan model pembelajaran Problem Based Learning sesuai kurikulum 2013 merupakan sarana yang efektif dalam memberikan pencerahan, sekaligus melatih praktek pembelajaran. Disamping itu tugas Perguruan Tinggi untuk melaksanakan Tri Dharma yaitu pengabdian masyarakat dapat terelisasi dengan baik
PELATIHAN DASAR-DASAR CAD/CAM/CAE DAN SOFTWARE AUTOCAD UNTUK GURU-GURU SMK BIDANG KEAHLIAN TEKNIK MESIN DI WILAYAH KABUPATEN BEKASI
Di dunia industri, proses desain sebuah produk tidak lagi menggunakan cara-cara yang konvensional, akan tetapi menggunakan sebuah sarana komputer melalui sebuah software desain dan optimasi yang biasa disebut dengan istilah CAD/CAM/CAE. Namun, seiring dengan tantangan persaingan global yang sudah didepan mata, masih banyak guru-guru SMK terutama di wilayah Kecamatan Tarumajaya dan sekitarnya di Kabupaten Bekasi yang belum mumpuni dalam penguasaan teknologi informasi atau teknologi komputer di bidang desain dan analisa. Tujuan dari kegiatan pelatihan ini adalah untuk memberikan pengetahuan baru kepada guru teknik mesin di wilayah Kabupaten Bekasi, khususnya SMK di Tarumajaya dan sekitarnya melalui pengenalan teknologi CAD/CAM/CAE dan pelatihan AutoCAD, sehingga bisa menjadi alternatif proses desain dan perancangan produk dari metode konvensional ke metode komputerisasi. Metode yang digunakan pada pelatihan ini adalah melalui teori, praktek dan diskusi serta memberikan tugas kepada peserta agar langsung mempraktekan materi yang telah disampaikan. Materi yang diberikan dalam pelatihan adalah pengenalan dasar-dasar CAD/CAM/CAE dan menggambar objek 2 dimensi dan 3 dimensi dengan menggunakan software AutoCAD. Program pelatihan ini dapat diselenggarakan dengan baik dan berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana kegiatan yang telah disusun serta mendapat sambutan yang sangat baik terbukti dengan keaktifan peserta mengikuti pelatihan dengan tidak meninggalkan tempat sebelum waktu pelatihan berakhir. Terjadinya peningkatan pengetahuan tentang konsep perancangan produk melalui pengenalan dasar-dasar CAD/CAM/CAE dan peningkatan kemampuan dan motivasi dalam mendalami desain dengan software CAD, khususnya AutoCAD. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi guru-guru SMK bidang keahlian teknik mesin di wilayah kabupaten Bekasi, Jawa Bara
PENGEMBANGAN ALAT PERAGA MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SEKOLAH DASAR
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dikuti oleh 24 orang guru Sekolah Dasar yang ada di sekitar SMAN V Kabupaten Garut pada tanggal 20 Septemberr 2014. Alat Peraga yang ditawarkan kepada peserta untuk dirancang, dibuat dan digunakan antara lain: model bangun datar, model bangun ruang, model kerangka bangun ruang, model bangun ruang trasparan dan Model Kartu Pecahan Biasa-Persen.
 
PEMBINAAN KEGIATAN KEWIRAUSAHAAN MELALUI PELATIHAN EFFECTIVE BUDGETING SKILL BAGI MAHASISWA DI UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA RAWAMANGUN-JAKARTA TIMUR
Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk membantu perkembangan kegiatan kewirausahaan yang kondusif bagi mahasiswa di lingkungan kampus. Praktek kegiatan kewirausahaan sangat mendapatkan perhatian dari berbagai pihak , baik dari dalam ataupun dari luar kampus. Hal ini selaras dengan pengembangan wira usaha kreatif dalam menggerakkan perekonomian yang mandiri, Efek yang dirasakan adalah banyaknya sarana prestasi yang dapat dicapai oleh mahasiswa sebagai pemicu semangat dengan adanya berbagai lomba dengan hadiah menarik yang dapat diikuti. Walaupun hal ini hanya pemacu akan tetapi kegiatan – kegiatan tersebut merupakan pemupukan bibit wira usaha yang harus dikembangkan dan dibina dengan baik. Semua potensi yang telah ada tersebut butuh diarahkan untuk dapat berkembang dan tumbuh ekspansif dalam jangka panjang sehingga bisa berperan aktif dalam perekonomian secara riil, seperti tujuan yang diharapkan.
Kendala yang ada pada mahasiswa pelaku wira usaha ini adalah sangat sedikit yang mempunyai visi & misi yang definitive secara jangka panjang terkait masa depan bisnisnya. Kebanyakan mereka hanya berorientasi jangka pendek dan melihat bagaimana nanti saja untuk perkembangan bisnis selanjutnya. Sehingga pada prakteknya, pengelolaan rencana masa depan baik dari sisi manajemen dan keuangan belum terkelola dengan baik. Pengarahan tentang perlunya visi dan misi yang jelas dan pengorganisasian rencana, pelaksanaan kegiatan , pengawasan, dan input balik secara berkesinambungan merupakan bagian aplikasi dari anggaran yang efektif. Pengetahuan akan hal ini akan sangat membantu mereka dalam mengelola bisnisnya menjadi besar dan sukses , bagaimana mulai dari MIMPI yang Jelas (Go Nasional dalam 3 tahun), mengorganisir dokumen (bukti pengeluaran dan bukti penerimaan), mengklasifikasikan ke dalam akun yang diperlukan, membuat projeksi strategi jangka pendek dan panjang, memprediksi biaya dan pendapatan berdasarkan strategi yang telah dibuat, dan melakukan control pencapaian atas leveling strategy (misal berdasarkan waktu pencapaian/ kualitas pelayanan)
PELATIHAN MENGELOLA KEUANGAN SEDERHANA BAGI PENGUSAHA KECIL DI DESA CIBADAK
Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk Memberikan pelatihan dan penyuluhan kepada individu/pengusaha kecil dilingkungan desa Cibadak tentang pengetahuan praktis dan sederhana mengenai mengelola keuangan sederhana sesui dengan prinsip dalam manajemen keuanganMetode penelitian yang digunakan adalah metode klasikal dengan pendekatan diskusi/tanya jawab dan bisnis game (simulasi) dengan maksud agar materi dapat diterima oleh peserta dengan baik. Bimbingan/konsultasi dilakukan baik melalui satu sesi pertemuan terakhir dengan peserta, telepon maupun melalui surat
Hasil pelatihan menunjukan dengan adanya pelatihan ini para peserta memiliki pengetahuan dan wawasan sebagai pengusaha kecil yang terampil mengelola keungan dan juga mampu mencari peluang untuk menambah keuangan keluarga sebagai bekal untuk meningkatkan taraf hidupnya agar menjadi lebih baik.Berdasarkan hasil pelatihan ini dapat disimpulkan peserta menginginkan pengetahuan yang berkelanjutan. Sangat diharapkan memberikan pengetahuan dalam bentuk pelatihan yang rutin dan berkesinabungan
PELATIHAN PEMBUATAN SELAI LABU PARANG UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI KELUARGA BAGI RT 013/01 KELURAHAN PASAR REBO JAKARTA TIMUR
Dalam upaya pelatihan pembuatan selai labu parang untuk meningkatkan ekonomi keluarga bagi RT 013/01 kelurahan pasa rebo, Jakarta Timur. Dalam pelatihan ini peserta diberikan materi, pengetahuan serta dipraktekan cara membuat selai labu parang. Khalayak sasaran dari pengabdian ini adalah Ibu-ibu RT 013/01 Kelurahan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Biaya pengabdian diperoleh dari biaya DIPA PNBP UNJ tahun anggaran 2014. Kegiatan pengabdian telah dilaksanakan pada bulan Agustus yang bertempat di Kelurahan Pasar Rebo yang dihadiri oleh 20 peserta. Setiap peserta pada awalnya diberikan penyuluhan serta manfaat buah labu parang serta membuat selai labu parang. Latihan ini bertujuan untuk melatih peserta dalam meningkatkan kreatifitasnya dan meningkatkan ekonomi keluarga dengan keterampilan yang didapat. Dari hasil evaluasi diperoleh hasil dan manfaat dari kegiatan pengabdian ini diantaranya adalah kemampuan ibu-ibu untuk membuat selai labu parang