Sarwahita
Not a member yet
286 research outputs found
Sort by
PROGRAM PSIKOEDUKASI OPTIMALISASI TUMBUH KEMBANG ANAK MELALUI SENSORY INTEGRASI
Abstract: All children experience the process of growth and development in life. In order to reach optimal development, the child needs to get the appropriate stimulation provided with the right method. At the age of 0 to 7 years, children learn to use limbs so that the most appropriate stimulation for children aged 0 to 7 years is to use limbs as a medium of learning. This is in line with the techniques performed on sensory integration programs. But unfortunately not many parents know this. This issue often creates problems in child development. The purpose of this community service is to raise the awareness of parents to conduct teaching and learning process in ways appropriate to the age and stages of development owned by children so that children can be optimally developed. This activity is done by making activity planning, determining the location of activities and doing psychoeducation program on the parents of children at Darul Syifa Wal Aitam Foundation that located at Kranji, Bekasi. This activity is an attempt to improve parental knowledge about the importance of sensory integration and the impact it gains when the child's sensory is not well integrated. The benefit of this community service is the increased knowledge of parents about the use of sensory integration methods so that it can be used to optimize the growth of their children.
Abstrak: Semua anak mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan dalam hidupnya. Agar perkembangannya dapat optimal, anak perlu mendapatkan stimulasi yang sesuai yang diberikan dengan metode yang tepat. Di usia 0 sampai 7 tahun anak belajar menggunakan anggota tubuhnya sehingga pemberian stimulasi yang paling tepat untuk anak usia 0 sampai 7 tahun adalah dengan menggunakan anggota tubuhnya sebagai media pembelajaran. Hal ini senada dengan teknik-teknik yang dilakukan pada program sensory integrasi. Namun sayangnya belum banyak orang tua yang mengetahui hal ini sehingga sering muncul permasalahan dalam perkembangan anak.Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kesadaran orangtua untuk melakukan proses belajar mengajar dengan cara-cara yang sesuai dengan usia dan tahapan perkembangan yang dimiliki oleh anak sehingga anak dapat berkembang dengan optimal. Kegiatan ini dilakukan dengan membuat perencanaan kegiatan, menentukan lokasi kegiatan dan melakukan program psikoedukasi pada orangtua anak-anak pada yayasan Darul Syifa Wal Aitam Kranji, Bekasi. Kegiatan ini sebagai usaha untuk meningkatkan pengetahuan orangtua tentang pentingnya sensori integrasi dan dampak yang didapatkan apabila sensori anak tidak terintegrasi dengan baik. Manfaat dari pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan orang tua tentang penggunaan metode sensori integrasi sehingga dapat digunakan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anakanaknya . 
PELATIHAN MANAJEMEN USAHA DAN PENGELOLAAN KEUANGAN UKM BAGI TENAGA KERJA INDONESIA (TKI) PURNA DI SUKABUMI JAWA BARAT
Pelatihan manajemen usaha dan pengelolaan keuangan UKM sebagai bentuk pembinaan usaha mandiri bagi TKI purna dilaksanakan di ruang pertemuan Kelurahan Cibolang pada tanggal 20 agustus 2016. Diikuti oleh 22 peserta para TKI purna di wilayah Sukabumi, Jawa Barat.
Hasil Pengabdian Masyarakat ini adalah pelatihan manajemen usaha dan pengelolaan keuangan bagi UKM sangat bermanfaat dalam memberikan motivasi dan memanfaatkan peluang usaha serta informasi dalam pengelolaan keuangan UKM. Program pengabdian Masyarakat ini sebagai bentuk pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi bagi UNJ dan menyambung tali silaturami Antara Perguruan Tinggi dengan Masyarakat
PELATIHAN MASSAGE BAGI EKS TENAGA KERJA INDONESIA DI-SUBANG JAWA BARAT
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah dihadiri masyarakat berstatus Eks TKI yang berjumlah
11 orang khusus perempuan. Rumusan masalah utama pada kegiatan ini adalah: Bagaimana upaya untuk melatih keterampilan massage sehingga dapat meningkatkan penghasilan?
Tujuan dari kegiatan ini adalah: (a) Tujuan umum untuk sosialisasi massage bagi eks Tenaga Kerja Indonesia Di-Subang Jawa Barat dalam peningkatan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan. (b) Tujuan Khusus. (1) Memperkenalkan pentingnya sosialisasi massage bagi eks Tenaga Kerja Indonesia Di-Subang Jawa Barat dalam peningkatan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan. (2) Meningkatkan kualitas bagi Eks Tenaga Kerja Indonesia Di-Subang Jawa Barat dalam pengetahuan, kemampuan dan keterampilan. (3) Dapat mengaplikasikan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan massage kepada masyarakat di-Subang Jawa Barat.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat terlaksana dengan baik, karena: (1) Bantuan fasilitas berupa ruangan dan media pendukung untuk penyampaian materi yang telah disiapkan oleh pihak desa. (2) batuan fasilitas berupa ruangan tertutup yang telah disiapkan oleh pihak desa untuk latihan praktek massage bagi ibu-ibu Eks TKI. (3) Bantuan perlengkapan dari ketua pelaksana pelatihan untuk pelaksanaan praktek massage yang diberikan secara gratis pada masing-masing peserta pelatihan berupa: handuk putih besar 1, handuk putih kecil 1, handbody 1 botol, dan minyak massage 1 botol. (4) Para peserta mengikuti setiap tahap kegiatan yang diselenggarakan dari awal sampai akhir dengan sungguh-sungguh. (5) Peserta aktif bertanya pada setiap tahap praktek yang tidak dimengerti. (6) Peserta berkeinginan untuk mengenmbangkan keterampilan yang diperoleh pada skala komersil yang bertujuan untuk meningkatkan penghasilan
PENINGKATAN KEMAMPUAN MANTAN TENAGA KERJA INDONESIA MELALUI PELATIHAN SABLON AGAR DAPAT BERWIRAUSAHA
Pengabdian Pada Masyarakat (P2M) adalah salah satu dari Tridharma Perguruan Tinggi yang wajib dilaksanakan oleh setiap dosen. Pelaksanaan pengabdian yang berupa pelatihan pada para mantan Tenaga Kerja Indonesia di Desa Mekarsari Kecamatan Jatisari Kabupaten Karawang Jawa Barat.
Pelatihan pembuatan produk sablon pada baju kaos, menghasilkan motivasi dan kreativitas pada kaum para mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI), sehingga dalam waktu luangnya mereka dapat mengisi kegiatan kosong dengan membuat produk yang bermanfaat dan memberikan keterampilan baru.
Hasil yang diperoleh berupa produk baju kaos bersablon yang bertuliskan desa Mekarsari dipergunakan mereka masing-masing. Diharapkan mereka dapat berwirausaha dari hasil keterampilan pelatihan sablon, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan penghasilan untuk keluarga
PELATIHAN PRODUKSI DAN USAHA COOKIES BERBAHAN BAKU LOKAL SEBAGAI ALTERATIF USAHA BAGI MANTAN TKI (TENAGA KERJA INDONESIA) DI DESA SINDANGSARI KECAMATAN CIKAUM KABUPATEN SUBANG
Provinsi Jawa Barat merupakan provinsi lumbung tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri. Di Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Subang merupakan salah satu kabupaten yang menyumbang tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri dengan jumlah yang besar. Secara nasional perkabupaten, Kabupaten Subang menempati urutan ke-11 penyumbang jumlah TKI yang bekerja di luar negeri. Berdasarkan sektor pekerjaanya, TKI asal Subang umumnya bekerja di sektor informal sebagai asisten rumah tangga. Banyak permasalahan yang dihadapi oleh TKI selama bekerja di luar negeri seperti kekerasan fisik, keterlambatan gaji, gaji tidak dibayar dan PHK sepihak, bahkan sampai ada yang meninggal dunia. Sepulangnya dari bekerja sebagai TKI di negara lain, kehidupan mantan TKI adakalanya tidak membaik, bahkan tidak sedikit yang kembali ke kehidupan semula dengan kondisi ekonomi yang tidak lebih baik. Sehingga tidak sedikit yang kembali menjadi TKI. Pada umumnya mereka kembali menjadi TKI karena tidak memiliki keterampilan yang dapat diandalkan untuk bekerja atau menyadi sirausaha di dalam negeri. Untuk itu, kami memandang penting untuk melakukan pengabdian masyarakat yang berjudul “Pelatihan Produksi dan Usaha Cookies Berbahan Baku Lokal Sebagai Alteratif Usaha Bagi Mantan TKI (Tenaga Kerja Indonesia) di Desa Sindangsari Kecamatan Cikaum Kabupaten Subangâ€
Kegiatan pengabdian masyarakat ini telah dilaksanakan pada tanggal 28 Agustus 2016 bertempat di kompleks madrasah Masjid Aminah Binti Wahab, Dusun Krajan Utara Desa Sindangsari, Kecamatan Cikaum, Kabupaten Subang. Kegiatan diikuti oleh 22 orang peserta ibu-ibu mantan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang di antaranya pernah bekerja di Abudabi, Saudi Arabia, Singapura, Taiwan dan Malaysia. Kegiatan pelatihan berjalan dengan lancar dan peserta mendapatkan pengetahuan dan keterampilan sesuai target yang ditetapkan
KETERAMPILAN KERAJINAN ACCESSORIES UNTUK MODAL KEWIRAUSAHAAN MASYARAKAT, KELURAHAN JATCEMPAKA, KECAMATAN PONDOK GEDE, KAB. BEKASI (USAHA PEMBEKALAN MASYARAKAT UNTUK ANTISIPASI MASALAH TKI
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan akan memberikan pelatihan ketrampilan yang dapat dimanfaatkan untuk mencari tambahan pendapatan bagi masyarakat di daerah padat penduduk di Jakarta Timur dengan membuat berbagai barang kerajinan.
Sasaran dalam kegiatan ini adalah ibu rumahtangga dan para remaja yang berminat. Kegiatan ini dilaksanakan di luar jam kerja atau pada saat sore hari. Instruktur diambil dari para pengrajin yang telah berpengalaman dalam pembuatan dan pemasaranya. Kegiatan pelatihan terdiri dari 90 % praktik dan sisanya berbagi pengalaman tentang cara mendapatkan bahan, prosesing dan peluang pemasaranya.
Pelatihan ini sifatnya pemberian motivasi bahwa untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, dan kemauan, seseorang dapat membantu dirinya sendiri mendapatkan pendapatan lebih, dengan cara membuat berbagai kerajinan hasil kreatifitasnya yang pada akhirnya dapat menumbuhkan kemandirian perekonomian ibu rumah tangga
PELATIHAN BERWIRAUSAHA EDIT VIDEO SHOOTING DAN EVENT ORGANIZER BAGI TENAGA KERJA INDONESIA (TKI) PURNA DI SUKABUMI JAWA BARAT
Kegiatan Pelatihan berwirausaha Edit video Shooting dan Event Organizer Bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) purna Di Sukabumi Jawa Barat, bertujuan: (1) Untuk melatih para TKI Purna memiliki kemampuan literasi keuangan sebagai modal berwirausaha; (2) Untuk melatih para TKI Purna berwira- usaha membuka jasa editing video shooting, dan (3) Untuk melatih para TKI Purna berwirausaha dengan menjadi pelaku event organizer.
Khalayak sasaran dari kegiatan ini adalah para TKI Purna di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, khususnya di Desa di Desa Cibolang, Kecamatan Gunung Guruh, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat sejumlah 25 orang.
Kegiatan ini dilakukan dalam dua materi penting yang sangat terkait dengan pelatihan berwirausaha TKI Purna, yaitu Edit Video Shooting dan Even Organizer. Kegiatan ini dilakukan selama satu hari, yaitu tanggal 20 Agustus 2016. Pada tahap pertama diberikan materi Edit Video Shooting, agar para TKI Purna bisa membuka jasa di bidang tersebut. Selanjutnya pada tahap kedua diberikan materi keterampilan even organizer agar para TKI Purna bisa membuka usaha di bidang tersebut.
Berdasarkan hasil pelatihan yang sudah dilakukan didapat beberapa kesimpulan di antaranya: (1) Para TKI Purna sudah memiliki kemampuan literasi keuangan sebagai modal berwirausaha; (2) Para TKI Purna sudah memiliki kemampuan edit video shooting sebagai bekal berwirausaha di bidang tersebut, dan (3) Para TKI Purna sudah memiliki kemampuan even organizer sebagai bekal untuk berwirausaha di bidang tersebut
PELATIHAN PRAKTIK PENGELASAN BAGI MANTAN TENAGA KERJA INDONESIA (TKI) DI JAKARTA
ABSTRAK Bagi para mantan tenaga kerja Indonesia yang tidak kembali lagi ke luar negeri, tidak sedikit pengangguran atau tanpa pekerjaan, mengingat bekal pengetahuan dan keterampilan yang minim, rasanya sulit untuk bekerja di sektorformal sebagaipegawai kantor atau perusahaan, apalagi daya tampung sektor ini terbatas. Dengan melihat kondisi para TKJ, pengangguran tidak memiliki bekal keterampilan yang dapat diandalkan sebagai pekerja. Maka salah satu bentuk keterampilan las. Adapun Tujuan kegiatan ini adalah sebagai berikut: (J)Meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, khususnya para mantan TKJ, untuk mencapai standar kompetensi yang ditetapkan dalam peraturan perundangan yang berlaku. (2) Memutakhir• kan kompetensi keterampilan para mantan TKI untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja, dalam perkem• bangan ilmu pengetahuan, dan teknologi untuk memfasilitasi proses sumber daya manusia yang berkualitas. (3) Meningkatkan sumber daya manusia dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai tenaga profesional. (4) Menunjang pengembangan karir para mantan TKI di bidang pengelasan. Khalayak Sasaran Para Mantan Tenaga kerja Indonesia ( TKJ) yang tidak pergi lagi ke luar negeri dan be/um dapat pekerjaan tetap, dan mereka bekerja serabutan di Jakarta. Para man tan TKI ini berasal dari Desa Teluk labuan Pandeglang. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, pelaksanaan kegiatan pengabdian ini berhasil dengan baik. Penguasaan teknik pengelasan juga cukup baik lebih dari 85% peserta menguasai teknik yang baik dan benar; walaupun be/um dapat dikatakan mahir. Kata Kunci: Pengelasan, TK
WORKSHOP PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATKAN EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN SERTA PROFESIONALITAS PENDIDIK DI SMP NEGERI 194 JAKARTA
ABSTRAK Pengabdian in; bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada para guru dalam meman.fatkan media pembelajaran, khususnya yang berbasis komputer. Pengabdian ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan neneliti akan kurangnya pemanfaatan media pembelajaran berbasis komputer dalam menyampaikan materi pelajaran. Hal ini membuat pembelajaran terasa membosankan, terlebih setiap guru harus mampu memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran sebegai implementasi kurikulum 2013. Pengabdian ini memfokuskan pada peman.faatan fitur Ms. Powerpoint sebagai fitur presentasi yang paling sederhana. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan di SMPN 194 Jakarta Timur dimana di sekolah ini masih ada beberapa guru yang masih belum memanfaatkan secara penuh penggunaan media pembelajaran berbantuan computer -etika menyampaikan materi di kelas.. Metode yang dilakukan dalam memecahkan masalah yang terjadi idalali dengan metode diskusi dialogis dengan guru dan pelatihan membuat media pembelajan dengan nenggunakanfiturpowerpoint Materi yang diberikan dalam diskusi ini antara lain mengenaipembelajaran ebagai sebuah sistem, pengertian media pembelajaran, langkahlangkah pembutan media pembelajaran .ian terakhir contoh media pembelajaran yang telah dibuat dengan menggunakan powerpoint. Setelah kjegiatan ini dilakukan maka didapatkan hasil diantaranya 1) meningkatnya pemahaman guru terhadap remafaatan media pembelajaran dengan menggunakan powerpoint dan 2) meningkatkan kompetensi guru Jalam menggunakan teknlogi informasi dalam proses pembelajaran. Kata Kunci: : Media Pembelajaran, Ms. Powerpoin
PELATIHAN KULINER SERTA CARA MEMPROMOSIKANNYA MELALUI MEDIA SOSIAL UNTUK MODAL WIRAUSAHA BAGI MANTAN TENAGA KERJA INDONESIA
Kurangnya lapangan kerja yang ada di Indonesia, ditambah dengankurangnya ketrampilan dan dana yang dimiliki membuat banyak tenaga kerja Indonesia yang menjadi TKI. Masalah ini yang kemudian menjadi tantangan bagi pemerintah kita. Adakalanya nasib para tenaga kerja Indonesia yang di luar negeri sering tidak bernasib baik. Sehingga ketika kembali ke tanah air, mereka semakin memperoleh banyak kesulitan dalam menjalani kehidupan.
Berdasarkan situasi dan kondisi tersebut, perumusan masalahnya adalah, Bagaimana memberikan pemberdayaan bagi para mantan Tenaga Kerja Indonesia?, Bagaimana memberikan pengetahuan marketing online bagi para mantan Tenaga Kerja Indonesia? Serta Bagaimana memberikan motivasi bagi para mantan Tenaga Kerja Indonesia untuk termotivasi berwirausaha di Indonesia ?
Adapun tujuan kegiatan pelatihan ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada mantan TKI mengenai pentingnya wirausaha, pengetahuan promosi produk melalui media online serta Untuk menberi- kan memberikan kesadaran tentang pentingnya mendesain produk yang menarik secara online.
Hasil dari kegiatan ini diharapkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat yang bersifat lintas bidang keilmuan sangat dibutuhkan untuk membantu meningkatkan kehidupan masyarakat, khusunya para mantan TKW untuk mengembangkan ketrampilan dirinya. Kiranya dapat dapat diberikan secara terus menerus atau berkesinambungan.
Kegiatan pelatihan diharapkan melibatkan unsur dari pemerintah pusat, propinsi dan daerah sehingga pembinaan dapat berjalan lebih lengkap serta pembinaan akan lebih terkontrol, selain itu juga melibatkan para pengusaha yang telah sukses pada bidangnya sehingga dapat memberikan memberikan contoh dan kiat kiat untuk dapat sukses
Kemudahan dalam memberikan akses untuk pinjaman modal usaha juga diharapkan dapat memberikan rangsangan untuk para mantan TKW agar bersemangan untuk berwirausaha sehingga membuat para mantan TKW semakin bersemangat berwirausaha.
Kegiatan seperti ini dapat dilakukan dengan bekerjasama dengan Departemen Luar Negeri untuk mensosialisasikan pentingnya berwirausaha atau memiliki keinginan untuk kembali ke Indonesia. Pelatihan yang sifatnya dapat membantu mereka untuk dapat menjadikan kesempatan selama bekerja di luar negeri untuk dapat memperoleh pengalaman yang bermanfaat ketika pulang ke Indonesia