Economica: Jurnal Ekonomi Islam
Not a member yet
    198 research outputs found

    ZISWAF Digital Payment as An Effort to Reach Millennials

    Full text link
    Abstract: ZISWAF is an Islamic-led fundraising instrument aimed at wealth distribution. The existence of technological developments allows the adaptation of payments with all its acceleration. This study aims to determine the digital payment strategy to maximize ZISWAF’s revenue potential in Indonesia. This study uses the TAM, and TPB modification approaches. The methodology used is structural equation modeling (SEM) with a partial least square (PLS) approach. The sample used is the Y generation as a representation of the millennial generation. The results showed that all the variables forming the TAM theory (perceived usefulness, perceived ease of use, attitude) and all the variables creating the TPB theory (subjective norms and perceived behavior control) significantly affect the Intention (INT) of individuals pay for online ZISWAF (sig. < 0.05, α=5%). Furthermore, attitude is a mediating variable in a partial/ quasi modification model that links perceived usefulness (PU), perceived ease of use (PEoU) to Intention (INT) (VAF=49.87%).Abstrak: ZISWAF adalah instrumen pengumpulan dana yang dipelopori Islam dengan tujuan untuk distribusi kekayaan. Adanya perkembangan teknologi memungkinkan adaptasi pembayaran dengan segala akselerasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pembayaran digital untuk memaksimumkan potensi pendapatan ZISWAF di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan modfikasi TAM dan TPB. Metodologi yang digunakan adalah structural equation modeling (SEM) dengan pendekatan partial least square (PLS). Sampel yang digunakan merupakan generasi Y sebagai representasi generasi milenial. Hasil menunjukkan seluruh variabel pembentuk teori TAM yakni perceived usefulness (PU), perceived ease of use (PEoU) dan attitude (ATT) dan seluruh variabel pembentuk teori TPB yakni subjective norms (SN) dan perceived behavior control (PBC) berpengaruh terhadap intention (INT) individu dalam membayar ZISWAF secara online (sig. < 0.05, α=5%).  Attitude (ATT) merupakan variabel pemediasi dalam model modifikasi yang bersifat partial/ quasy yang menghubungkan perceived usefulness (PU), perceived ease of use (PEoU) terhadap intention (INT) (VAF=49.87%

    Al-Ijarah Al-Maushufah fi Al-Dzimmah in the Study of Islamic Financial Economics

    Full text link
    Abstract: In the modern era like today, business transactions have developed along with technological developments. One form of development of business transactions is the modification of classic-contemporary contracts. One form of modification of the contract is the al-Ijarah al-Maushufah fi al-Dzimmah contract. This contract is developed for financing activities of Islamic financial institutions, especially the banking sector, and as an alternative to the financing scheme for infrastructure projects. This research aims to study the issue of al-Ijarah al-Maushufah fi al-Dzimmah in Islamic financial economics. This research is library research with a normative approach. The data analysis used is content analysis and critic analysis. According to the findings of this study, al-Ijarah al-Maushufah fi al-Dzimmah is a contract development employed to suit the community's demands. The monotheism framework underpins the creation of al-Ijarah al-Maushufah fi al-Dzimmah in the study of Islamic financial economics. Tauhid is founded on evolutionary equilibrium and consciousness as a manifestation of monotheism in developing this product. The evolution and consciousness of Islamic banking products into new scientific jewels inside the treasures of Islamic financial economics is the theoretical implication of this research. Compared to previous research, the originality of this study is that the al-Ijarah al-Maushufah fi al-Dzimmah contract is reviewed in terms of Islamic financial economics with a tauhid framework.Abstrak: Era modern seperti saat ini, transaksi bisnis mengalami pengembangan seiring dengan berkembangnya teknologi. Salah satu bentuk pengembangan transaksi bisnis adalah modifikasi akad klasik-kontemporer. Salah satu modifikasi akad tersebut adalah akad al-Ijarah al-Maushufah fi al-Dzimmah. Akad ini merupakan akad yang dikembangkan dalam kegiatan pembiayaan pada lembaga keuangan syariah, khususnya pada bidang perbankan dan merupakan produk alternatif skema pembiayaan yang digunakan untuk pembangunan proyek infrastruktur. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis konsep al-Ijarah al-Maushufah fi al-Dzimmah dalam kajian ekonomi keuangan Islam. Penelitian ini menggunakan library research dengan pendekatan normatif. Analisis data yang digunakan adalah analisis isi dan analisis kritis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa al-Ijarah al-Maushufah fi al-Dzimmah merupakan pengembangan akad yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pengembangan al-Ijarah al-Maushufah fi al-Dzimmah dalam kajian ekonomi keuangan Islam berdasarkan kerangka tauhid. Konsep tauhid dalam pengembangn produk ini didasarkan pada ekuilibrium evolusioner dan kesadaran sebagai manifestasi tauhid. Implikasi penelitian ini dari segi teoretis adalah pengembangan dan inovasi produk perbankan syariah menjadi khazanah keilmuan baru dengan dalam khazanah ekonomi keuangan Islam. Orisinalitas penelitian ini dibandingkan dengan penelitian sebelumnya adalah akad al-Ijarah al-Maushufah fi al-Dzimmah ditinjau dalam pandangan ekonomi keuangan Islam dengan kerangka tauhid

    Comparing Credit Risk in Islamic and Conventional Banking Using Bank-Level Panel Data

    Full text link
    Abstract: This paper investigates if there is a difference in the level of the credit risk of Islamic as compared to the level of credit risk of conventional banks. This paper further investigates the importance of various credit risk determinants and possible differences in how such determinants affect credit risk in Islamic and conventional banking industries. This paper employs dynamic panel regressions using system GMM estimators. The sample includes 11 Islamic and 95 conventional banks in Indonesia throughout 2003-2018. Based on the results, it is concluded that there is no difference in the level of the credit risk of Islamic as compared to that of conventional banks. It is also concluded that credit risk is significantly affected by current and lagged asset size, lagged financing, current profitability, lagged economic growth, and current inflation. The effect of lagged financing, current profitability, and lagged economic growth is different in Islamic and conventional banking.Abstrak: Makalah ini menganalisis apakah terdapat perbedaan antara tingkat risiko kredit pada perbankan syariah dan tingkat risiko kredit pada perbankan konvensional. Makalah ini selanjutnya juga menganalisis signifikansi faktor-faktor yang diduga mempengaruhi risiko kredit dan kemungkinan perbedaan pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap risiko kredit pada perbankan syariah dibandingkan pada perbankan konvensional. Makalah ini menggunakan regresi panel dinamis dengan system generalized method of moments (GMM) estimator. Sampel dalam makalah ini mencakup 11 bank syariah dan 95 bank konvensional di Indonesia selama periode 2003-2018. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan perbedaan antara tingkat risiko kredit pada perbankan syariah dan tingkat risiko kredit pada perbankan konvensional. Begitu pula, dapat disimpulkan bahwa risiko kredit secara signifikan dipengaruhi oleh ukuran aset tahun ini dan tahun lalu, pembiayaan tahun lalu, profitabilitas tahun ini, pertumbuhan ekonomi tahun lalu dan inflasi tahun ini. Pengaruh pembiayaan tahun lalu, profitabilitas tahun ini, dan pertumbuhan ekonomi tahun lalu, secara khusus berbeda pada perbankan syariah dibandingkan pada perbankan konvensional

    The Effectiveness of Bank Aceh Syariah Conversion Decisions

    Full text link
    Abstract: Since 2008, Indonesia has had a particular policy for Islamic windows to spin off into full-fledged Islamic banks separate from their conventional parent if they meet the criteria. In the case of Bank Aceh Syariah, since Q3 2016, the spin-off has been done through a conversion mechanism from Bank Aceh to Bank Aceh Syariah. The study aims to analyze the effectiveness of conversion decisions in Bank Aceh Syariah. Non-parametric test with the Wilcoxon signed-rank is used to analyze the banking performance due to the conversion. The performance indicators tested in the study are capital adequacy, liquidity risk, profitability, and management efficiency over Q2 2014 until Q3 2018. The results suggest that the conversion decision of Bank Aceh Syariah is effective in correcting the non-performing financing (NPF) ratio but declining the level of profitability through ROA, ROE, and NOM ratio. Thus, the spin-off decision through the conversion mechanism needs to forecast the future financial performance and the effort to fulfill sharia compliance.Abstrak: Sejak 2008, Indonesia memiliki kebijakan khusus bagi perbankan syariah yang mewajibkan UUS untuk melakukan spin-off menjadi BUS yang terpisah dari bank konvensional induknya jika telah memenuhi kriteria. Pada kasus Bank Aceh Syariah, sejak kuartal III 2016 telah dilakukan spin-off melalui mekanisme konversi dari Bank Aceh menjadi Bank Aceh Syariah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas keputusan konversi Bank Aceh Syariah. Pengujian non parametrik dengan uji Wilcoxon digunakan untuk menganalisis kinerja keuangan akibat konversi. Indikator kinerja yang diuji dalam studi ini adalah permodalan, risiko likuiditas, profitabilitas, dan efisiensi manajemen pada periode Q2 2014 hingga Q3 2018. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keputusan konversi Bank Aceh Syariah efektif dalam memperbaiki rasio pembiayaan bermasalah (NPF), namun menurunkan tingkat profitabilitas melalui ROA, ROE, dan NOM. Dengan demikian, keputusan spin-off melalui konversi perlu mempertimbangkan capaian kinerja keuangan di masa mendatang, selain sebagai upaya pemenuhan kepatuhan terhadap syariah

    Views of Students on Islamic Financial Technology: A Study on State Universities in Bandung

    Full text link
    Abstract: Fintech has developed into a new paradigm with great potential worldwide, including in Indonesia. Angsur is one of the Islamic fintech firms with university students as its target market. This study uses primary data obtained through a questionnaire disseminated to 316 undergraduate economics and business students at three state universities in Bandung. We selected Bandung as it is also known as an educational city with many well-known universities. This study uses the Mann-Whitney test to identify the mean difference in knowledge of Islamic fintech products and Angsur brand awareness of students based on age, gender, university, and monthly expenses. In addition, we use multiple linear regression to investigate the influence of demographic factors on Islamic fintech product knowledge and Angsur brand awareness. The result of this study shows that only university origin has a significant difference in Angsur brand awareness. Demographic factors do not affect respondents’ knowledge about Islamic fintech products and Angsur brand awareness. Besides, the knowledge about Islamic fintech products and Angsur brand awareness is still relatively low. Materials or courses about Islamic fintech are not available in the academic syllabus of the respondents. Thus, to improve the Islamic financial literacy of university students, it is necessary to add Islamic economic materials to the curriculum at the university level.Abstrak: Fintech telah tumbuh dan berkembang menjadi paradigma baru dengan potensi yang besar di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Angsur merupakan salah satu perusahaan fintech Syariah dengan target pasar mahasiswa. Penelitian ini menggunakan data primer yang didapat melalui kuesioner terhadap 316 mahasiswa sarjana di fakultas ekonomi dan bisnis di tiga perguruan tinggi negeri di Kota Bandung. Kota Bandung juga dikenal salah satunya sebagai kota pendidikan dan banyak perguruan tinggi negeri ternama. Penelitian ini menggunakan statistik deskriptif untuk melihat tingkat pengetahuan produk fintech Syariah dan kesadaran merek Angsur mahasiswa dan opini mahasiswa terhadap materi fintech Syariah dalam silabus perkuliahan. Penelitian ini menggunakan uji Mann-Whitney untuk melihat perbedaan rata-rata pengetahuan produk fintech Syariah dan kesadaran merek Angsur mahasiswa berdasarkan usia, jenis kelamin, asal universitas, dan pengeluaran per bulan. Kami menggunakan regresi linear berganda untuk melihat pengaruh faktor demografis terhadap pengetahuan produk fintech Syariah dan kesadaran merek Angsur mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya asal universitas yang memiliki perbedaan yang signifikan terhadap kesadaran merek Angsur. Faktor demografis tidak berpengaruh terhadap pengetahuan produk fintech Syariah dan kesadaran merek Angsur mahasiswa. Tingkat pengetahuan produk fintech Syariah dan kesadaran terhadap merek Angsur masih rendah, dan pelajaran tentang fintech Syariah tidak terdapat dalam silabus akademik perkuliahan. Sehingga, untuk meningkatkan literasi keuangan Syariah para mahasiswa, diperlukan edukasi dan penambahkan materi ekonomi Syariah dalam kurikulum di berbagai perguruan tinggi

    Frontmatter (Front Cover, Editorial Team, and Table of Contents)

    No full text

    Equivalence of Islamic Financial Literation Index with Islamic Financial Inclusion Index in The Islamic Banking Sector: A Case Study of DIY Society

    Full text link
    Abstract: The purpose of this research is to find out and analyse the relationship between the Islamic financial literacy index and the Islamic financial inclusion index of the DIY community in the Islamic banking sector. The research uses descriptive quantitative methods. Data collection was carried out by distributing 663 questionnaires in the DIY province. The calculation of the index of Islamic financial literacy and inclusion was carried out by referring to the OJK calculation and Sharma method. From the results of the calculation of the Islamic financial literacy index in DIY Province, the results were 32.47% while the Islamic financial literacy index, specifically for the Islamic banking sector was 26.15%. This result is much higher than the calculation of the Islamic financial literacy index conducted by OJK in 2016. Financial literacy is closely related to financial inclusion so that there needs to be conformity and continuity between both of them. Achievement of financial literacy and inclusion strategies will be more efficient if carried out together so that the achievement of public access to the financial services sector can be done more optimally and can utilise financial products and services that are suitable to achieve sustainable economic prosperity.Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis keterkaitan antara indeks literasi keuangan syariah dan indeks inklusi keuangan syariah masyarakat DIY pada sektor perbankan Syariah. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuisioner di propinsi DIY. Perhitungan indeks literasi dan inklusi keuangan syariah dilakukan dengan merujuk pada perhitungan OJK dan metode Sharma. Dari hasil perhitungan indeks literasi keuangan Syariah di Propinsi DIY didapatkan hasil sebesar 32,47% sedangkan indeks literasi keuangan Syariah khusus untuk sektor perbankan syariah adalah 26,15%. Hasil ini jauh lebih tinggi daripada perhitungan indeks literasi keuangan syariah yang dilakukan OJK di DIY pada tahun 2016. Pencapaian strategi literasi dan inklusi keuangan akan lebih efisien jika dilakukan secara bersama-sama sehingga pencapaian akses masyarakat ke sektor jasa keuangan dapat dilakukan dengan lebih optimal dan dapat memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai untuk mencapai kesejahteraan keuangan yang berkelanjutan

    Islamic Spiritual Capital Implementation at BMT UGT Sidogiri

    Full text link
    Abstract: The purpose of this study was to obtain an in-depth description of the implementation of the concept of Islamic Spiritual Capital at BMT UGT Sidogiri. The approach used in this research is Islamic phenomenology. This research explores events/phenomena and organizational culture at BMT UGT Sidogiri. This method helps to reveal how to implement Islamic Spiritual Capital in the culture of working at BMT UGT Sidogiri. The results showed that the importance of civilize Islamic Spiritual Capital was reflected through prayer discipline, time discipline and rule discipline. Uphold the work ethic of three -as in working, they are working hard, working smart and working sincerely. This work ethic involves the body, brain and heart. Islamic leadership is basically a belief that prioritizes the attributes of the STAFF (Siddiq, Tabligh, Amanah, Fathonah). Motivation in working is intended to worship, seek the blessing of Allah and become a charity hereafter so that the goal is not only for the world. So that, every employee has an Islamic commitment that is having the confidence to be loyal to the organization and istiqomah (steadfastness) at work.Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran yang mendalam tentang implementasi konsep Modal Spiritual Islam di BMT UGT Sidogiri. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah fenomenologi Islam. Penelitian ini mengeksplorasi peristiwa/fenomena dan budaya organisasi di BMT UGT Sidogiri. Cara ini membantu mengungkap bagaimana mengimplementasikan Modal Spiritual Islam dalam budaya kerja di BMT UGT Sidogiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pentingnya modal kerohanian Islam yang beradab tercermin melalui disiplin shalat, disiplin waktu dan disiplin aturan. Menjunjung tinggi etos kerja tiga -sebagai dalam bekerja, mereka bekerja keras, bekerja cerdas dan bekerja dengan ikhlas. Etos kerja ini melibatkan tubuh, otak dan hati. Kepemimpinan Islam pada dasarnya adalah keyakinan yang mengutamakan atribut STAF (Siddiq, Tabligh, Amanah, Fathonah). Motivasi dalam bekerja dimaksudkan untuk beribadah, mencari ridho Allah dan menjadi sedekah akhirat agar tujuannya tidak hanya untuk dunia. Sehingga setiap karyawan memiliki komitmen islami yaitu memiliki kepercayaan diri untuk setia pada organisasi dan istiqomah (ketabahan) dalam bekerja

    Backmatter (Author Guidelines, Acknowledgement, and Back Cover)

    No full text

    Challenges of Islamic Supervisory in The Islamic Financial Technology Industry

    Full text link
    Abstract: Islamic financial industry is increasingly developing with the presence of financial technology both in the form of peer to peer lending and crowdfunding. Islamic financial technology (fintech) enables sharia business players to formulate financing schemes using innovative and diverse sharia contracts. This has become a challenge in the aspect of sharia supervision due to limited regulations, corporate governance, and human resource capabilities. This paper will discuss the development of the financial technology industry in Indonesia and specifically the development of Islamic financial technology in terms of the growth in the number of service providers, the amount of financing, regulation and corporate governance. Secondly, this paper will discuss the challenges faced in the field of sharia compliance and the role of the sharia supervisory board in sharia supervision. Third, this paper will formulate corporate governance and human resource competencies of sharia supervisory board to encourage sharia compliance. Finally, this paper will formulate the conclusions and recommendations for improving regulation of the financial technology industry.Abstrak: Industri keuangan syariah semakin diramaikan dengan munculnya teknologi finansial (financial technology) baik yang berbentuk peer to peer lending maupun crowdfunding. Islamic financial technology (fintech) memungkinkan para pelaku bisnis syariah untuk merumuskan skema pembiayaan menggunakan akad-akad syariah yang semakin inovatif dan beragam. Hal ini menjadi tantangan dalam aspek pengawasan syariah karena keterbatasan regulasi, tata kelola perusahaan (corporate governance), dan kemampuan sumber daya manusia. Paper ini akan membahas perkembangan industri teknologi finansial di Indonesia dan secara khusus perkembangan Islamic financial technology dari sisi pertumbuhan jumlah penyedia jasa, jumlah pembiayaan, regulasi maupun tata kelola perusahaan. Kedua, paper ini membahas tantangan yang dihadapi dalam bidang kepatuhan syariah dan peran DPS (Dewan Pengawas Syariah) dalam pengawasan syariah. Ketiga, paper ini merumuskan tata kelola perusahaan dan kompetensi sumber daya manusia DPS untuk mendorong kepatuhan syariah Islamic financial technology. Akhirnya, paper ini merumuskan kesimpulan dan rekomendasi untuk perbaikan regulasi industri teknologi finansial.

    182

    full texts

    198

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Economica: Jurnal Ekonomi Islam
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇