Cerdas Sifa Pendidikan
Not a member yet
147 research outputs found
Sort by
Telaah Kurikulum Pendidikan Jasmani di Indonesia
Pengembangan Evaluasi dan telaah kurikulum adalah suatu aktivitas ilmiah yang memiliki keterkaitan erat dengan proses pengembangan kurikulum. Keduanya tidak terpisahkan dan hubungan antar keduanya adalah seperti gigi roda yang tergambar nantinya dalm tulisan ini. Pada tahun 70 an dunia evaluasi kurikulum di Amerika serikat didominasi oleh persaingan dua kelompok metodologi yaitu kuantitatif dan kualitatif. Pada waktu itu tradisi kuantitatif sudah berakar dalam evaluasi kurikulum, mendapat tantangan yang cukup keras dari tradisi kualitaif. Pandangan mengenai kebenaran ilmiah yang bersifat universal yang dianut tradisi kulitatif mendapat tantangan dari pandangan filosofi fenomenologi yang mengakui adanya “ myriad of truthâ€. Kekuatan metodologi kualitatif yang memiliki vaiditas tinggi dalam menghasilkan data tentang proses walaupun berlaku untuk suatu tempat. Secara legal Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang system pendidikan Nasional telah menberikan dasar bagi pelaksanaan evaluasi kurikulum. Pasal 55 UU nomor 20 tahun 2003 menyebutkan “ evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara Nasional sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentinganâ€. Sedangkan pasal 59 ayat (2) menyebutkan: “ masyarakat dan/atau organisasi profesi dapat membentuk lembga yang mandiri untuk melakukan evaluasi sebagaimana dimaksud dalam pasal 58. Amerika serikat adalah Negara paling maju dalam organisasi profesi evaluasi. Secara Khusus Amerika serikat memiliki organisasi yang dinamkan American Evoluatin Associ ation (AEA). Anggota tersebut memiliki berbagai latar belakang bidang spesialisasi dari evaluasi kurikulum, evaluasi pendidikan, evaluasi program sosial, evaluasi kebijakan, evaluasi program bisnis, program kesehatan, dll. Keseluruhan proses pengembangan kurikulum di atas memperlihatkan ruang lingkup yang harus menjadi fokus evaluasi kurikulum pada tingkat nasional, daerah, dan satuan pendidikan. Uraian berikut membahas mengenai ruang lingkup yang dimaksudkan pada Gambar di ata
PENGARUH LATIHAN DAYA LEDAK OTOT LENGAN TERHADAP HASIL PUKULAN BACKHAND CLEAR PADA OLAHRAGA BULUTANGKIS ATLET PB.IDEAL JAMBI: THE EFFECT OF POWER EXERCISE FOR THE ARM MUSCLE ON THE RESULTS OF BACKHAND CLEAR BETWEEN AT PB. IDEAL JAMBI Badminton SPORT
Berdasarkan pengamatan penulis, terlihat bahwa kemampuan atlet bulutangkis PB.Ideal Jambi dalam melakukan teknik pukulan backhand clear tergolong kurang baik. Hal ini dapat dilihat dari seringnya pemain gagal melaukan pukulan backhand clear dengan hasil yang baik.Metode penelitian ini adalah eksperimen, jumlah sampel 10 orang yang di peroleh dengan teknik purposive samplinng dari sebanyak 50 anggota populasi. Penelitian ini dilaksankakan selama 8 minggu, dengan 3 kali latihan setiap minggunya.Hasil analisis data yang menggunakan Uji-t menunjukkan peningkatan nyata akibat dari latihan daya ledak otot lengan terhadap hasil pukulan backhand clear, dengan t-hitung > t-tabel yaitu t-hitung 6,49 > t-tabel 2,262 taraf kepercayaan 95%.Dari analisis statistik yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan daya ledak otot lengan terhadap hasil pukulan backhand clear atlet PB.Ideal Jambi.
Kata Kunci: : Daya Ledak, Otot Lengan, Backhand Clear , BulutangkisBackhand Clear merupakan salah satu jenis pukulan dalam permainan bulutangkis yang bertujuan untuk menerbangkan shuttlecock mengarah jauh ke belakang garis lapangan lawan dengan menggunakan pukulan backhand. Berdasarkan pengamatan penulis, terlihat bahwa kemampuan atlet bulutangkis PB.Ideal Jambi dalam melakukan teknik pukulan backhand clear tergolong kurang baik. Hal ini dapat dilihat dari seringnya pemain gagal melaukan pukulan backhand clear dengan hasil yang baik.Metode penelitian ini adalah eksperimen, jumlah sampel 10 orang yang di peroleh dengan teknik purposive samplinng dari sebanyak 50 anggota populasi. Penelitian ini dilaksankakan selama 8 minggu, dengan 3 kali latihan setiap minggunya.Hasil analisis data yang menggunakan Uji-t menunjukkan peningkatan nyata akibat dari latihan daya ledak otot lengan terhadap hasil pukulan backhand clear, dengan t-hitung > t-tabel yaitu t-hitung 6,49 > t-tabel 2,262 taraf kepercayaan 95%.Dari analisis statistik yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan daya ledak otot lengan terhadap hasil pukulan backhand clear atlet Pb.Ideal Jambi.
Kata Kunci: : Daya Ledak, Otot Lengan,Backhand Clear , Bulutangki
PELATIHAN MODEL PENDEKATAN PEMBELAJARAN TEACHING GAMES FOR UNDERSTANDING (TGFU) UNTUK ATLET ANGGAR JAMBI
Teaching Games for Understanding (TGfU) merupakan sebuah model pendekatan yang telah diterapkan di Negara-negara Maju sebagai salah satu sistem pendidikan Jasmani disana. Perkembangan model pendekatan ini di Indonesia belum dapat dikategorikan sebagai model yang membanggakan. Penerapan model pendekatan ini masih sangat minim khusunya di Indonesia. Model Pendekatan TGfU bukan hanya dapat diterapkan di sekolah sebagai permainan pengantar dalam pembelajaran, namun juga digunakan untuk pengantar dalam pelatihan untuk atlet di berbagai cabang olahraga. Hasil dari pelatihan ini adalah antusiasme dari atlet yang mengikuti kegiatan ini. Kegiatan Pelatihan Model Pendekatan TGfU untuk atlet anggar sangat diterima oleh para atlet. Selain itu, Model Pendekatan TGfU masih belum dikenal secara luas baik oleh atlet, guru maupun pelatih, sehingga masih diperlukan berbagai cara untuk dpaat memasalkan model pendekatan ini. Model Pendekatan TGfU dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif dan juga modifikasi teknik dan taktik dalam berbagai cabang olaharaga. Pengabdian berhasil menemukan fakta bahwa dengan menggunakan model pendekatan Teaching Games for Understanding, atlet dapat lebih memahami dan melatih taktik dalam permainan anggar. Hal ini berdasarkan dengan pelatihan yang dilakukan selama berada di lapangan.
Kata Kunci: Anggar, Teaching Games for UnderstandingTeaching Games for Understanding (TGfU) merupakan sebuah model pendekatan yang telah diterapkan di Negara-negara Maju sebagai salah satu sistem pendidikan Jasmani disana. Perkembangan model pendekatan ini di Indonesia belum dapat dikategorikan sebagai model yang membanggakan. Penerapan model pendekatan ini masih sangat minim khusunya di Indonesia.
Model Pendekatan TGfU bukan hanya dapat diterapkan di sekolah sebagai permainan pengantar dalam pembelajaran, namun juga digunakan untuk pengantar dalam pelatihan untuk atlet di berbagai cabang olahraga.
Dalam kegiatan ini digunakan sampel 14 orang Atlet anggar yang aktif mengikuti latihan di IKASI Provinsi Jambi. Di IKASI Jambi, latihan yang disuguhkan belum berfokus pada taktik dalam permainan, hanya mengandalkan teknik. Maka dari itu, peneliti ingin berbagi ilmu dan mengembangkan model pendekatan TGfU ini kepada atlet.
Hasil dari penelitian ini adalah antusiasme dari atlet yang mengikuti kegiatan ini. Kegiatan Pelatihan Model Pendekatan TGfU untuk atlet anggar sangat diterima oleh para atlet. Selain itu, Model Pendekatan TGfU masih belum dikenal secara luas baik oleh atlet, guru maupun pelatih, sehingga masih diperlukan berbagai cara untuk dpaat memasalkan model pendekatan ini. Model Pendekatan TGfU dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif dan juga modifikasi teknik dan taktik dalam berbagai cabang olaharaga
Penelitian berhasil menyimpulkan bahwa dengan menggunakan model pendekatan Teaching Games for Understanding, atlet dapat lebih memahami dan melatih taktik dalam permainan anggar. Hal ini berdasarkan wawancara dan observasi yang dilakukan selama berada di lapangan
PELATIHAN SENAM KREASI PADA GURU OLAHRAGA KOTA JAMBI: Creative Gymnastics Training in Jambi City Sports Teachers
Esensi senam dapat dipahami bahwasanya senam juga dapat dijadikan sebagai penunjang kesehatan oleh setiap individu, namun, permasalahan yang sering ditemui adalah masih banyak yang tidak menyadari pentingnya olahraga dalam hal ini senam sebagai penunjang kesehatan. Hal ini ditambah dengan kurangnya instruktur yang berkompeten dalam memberikan penyuluhan dan pelatihan dalam rangka mewujudkan individu yang sehat dilandasi olaharaga yang bersifat kontinuitas.Tujuan pelatihan ini dapat menambah kreatifitas guru penjas dengan mengkreasikan rangkaian senam yang dapat dipakai sebagai bahan ajar disekolah. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk pelatihan. Pelatihan ini juga sangat bermanfaat dan disambut baik oleh guru-guru Penjas se-Kota Jambi, melalui KKGOR (Kelompok Kerja Guru Olahraga). Acara pelatihan ini terdiri dari 2 sesi, yaitu sesi teori yaitu pemberian teori mengenai macam-macam gerakan-gerakan senam kreasi oleh dosen kepada guru-guru yang mengikuti pelatihan, dan sesi praktek yang merupakan penerapan teori macam-macam gerakan senam kreasi tersebut.
 Kata Kunci : Pelatihan, senam kreasi, Guru OlahragaEsensi senam yang telah dijabarkan dapat dipahami bahwasanya senam juga dapat dijadikan sebagai penunjang kesehatan oleh setiap individu, namun, permasalahan yang sering ditemui adalah masih banyak yang tidak menyadari pentingnya olahraga dalam hal ini senam sebagai penunjang kesehatan. Hal ini ditambah dengan kurangnya instruktur yang berkompeten dalam memberikan penyuluhan dan pelatihan dalam rangka mewujudkan individu yang sehat dilandasi olaharaga yang bersifat kontinuitas. Tujuan pelatihan ini dapat menambah kreatifitas guru penjas dengan mengkreasikan rangkaian senam yang dapat dipakai sebagai bahan ajar disekolah. Pelatihan ini juga sangat bermanfaat dan disambut baik oleh guru-guru Penjas se-Kota Jambi, melalui KKGOR (Kelompok Kerja Guru Olahraga). Acara pelatihan ini terdiri dari 2 sesi, yaitu sesi teori yaitu pemberian teori mengenai macam-macam gerakan-gerakan senam kreasi oleh dosen kepada guru-guru yang mengikuti pelatihan, dan sesi praktek yang merupakan penerapan teori macam-macam gerakan senam kreasi tersebut.
Kata Kunci :Pelatihan; senam kreasi; Guru Olahrag
Pengukuran Pembangunan Olahraga Melalui Sport Development Index (SDI) di Kota Jambi Tahun 2019: Measurement of Sports Development through Sport Development Index (SDI) in Jambi City in 2019
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketersediaan ruang terbuka olahraga, ketersediaan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia keolahragaan, tingkat partisipasi olahraga dan tingkat kebugaran jasmani masyarakat di Kota Jambi. Penelitian ini dilakukan dengan menggabungkan dua jenis penelitian, yaitu kuantitatif dan kualitatif (mix-method). Penelitian akan dilakukan di 3 kecamatan sebagai interpretasi Kota Jambi, yaitu kecamatan Telanaipura, Kecamatan Kotabaru dan Kecamatan Pasar Jambi. Dari ketiga kecamatan tersebut, akan dilakukan pengumpulan data tentang ruang terbuka olahraga, partisipasi olahraga, SDM keolahragaan dan kebugaran jasmani masyarakat di kecamatan tersebut. Hasil penelitian yang dilakukan, di dapat hasil bahwa indeks rata-rata SDI di Kecamatan Telanaipura adalah 1.091 sangat jauh lebih tinggi dari pada indeks SDI Nasional 2006. Indeks rata-rata kecamatan Kotabaru adalah 0.379 dan indeks SDI kecamatan Pasar Jambi adalah 0.654 masing-masing juga sudah lebih tinggi dari pada indeks Kota Jambi yang dihimpun tahun 2016. Sedangkan untuk rata-rata keseluruhan indeks SDI Kota Jambi tahun 2019 adalah 0.708 lebih tinggi dari indeks SDI Nasional yang hanya 0.208. namun sesuai dengan norma SDI, rata-rata indeks SDI Kota Jambi tahun 2019 masuk dalam kategori menengah. Berdasarkan dengan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan yang lebih baik dari pada perhitungan SDI sebelumnya, namun tetap masih ada beberapa catatan tentang SDM Keolahragaan yang sangat rendah dimiliki oleh Kota Jambi
Kata Kunci : Pembangunan Olahraga, Sport Development Inde
MENINGKATKAN PARTISIPASI BELAJAR LARI SPRINT MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 132/1 HAJRAN: NCREASING PARTICIPATION OF SPRINT RUN LEARNING THROUGH TRADITIONAL GAMES IN V GRADE STUDENTS OF SD NEGERI 132/1 HAJRAN
Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (Class Action Research), tindakan dalam penelitian ini dibagi dalam dua siklus, dalam tiap siklus menunjukan perkembangan proses pembelajaran jasmani pada materi lari sprint. Data penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan pembelajaran lari sprint melalui penerapan permainan tradisional dapat menciptakan pembelajaran lebih aktif, siswa antusias mengikuti pembelajaran dan senang dalam melakukan tugas gerak yang diberikan guru sehingga keterampilan gerak siswa dan penguasaan materi lari sprint meningkat sehingga nilai hasil belajar lari sprint yang diperoleh siswa juga meningkat dari kondisi awal persentase siswa yang nilainya mencapai KKM 75 sebesar 40% atau 15 anak dari jumlah keseluruhan siswa, pada tindakan siklus pertama persentase siswa yang nilainya mencapai KKM mencapai 70% atau sebanyak 20 siswa kemudian pada siklus kedua persentase ketuntasan belajar mencapai 86% atau sebanyak 26 siswa. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan permainan tradisional pada materi pembelajaran lari sprint dapat meningkatkan partisipasi belajar siswa pada siswa kelas V SD Negeri 132/1 Hajran Kecamatan Batin XXIV Kabupaten Batanghari. Penulis memberi saran bagi guru hendaknya terus berusaha untuk meningkatkan kemampuannya dalam mengembangkan materi, menyampaikan materi, sehingga kualitas pembelajaran yang dilakukan dapat meningkat sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai.
Kata kunci: Lari Sprit, Permainan TradisionalPembelajaran lari sprint siswa kelas V SD Negeri 132/1 Hajran, Kecamatan Batin XXIV, Kabupaten Batanghari Tahun Pelajaran 2018/2019, banyak mengalami permasalahan yang timbul dalam pembelajaran dengan PARTISIPASI pembelajaran siswa yang kurang dari nilai rata-rata dibawah nilai KKM 75 yang telah ditentukan guru. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan bermain melalui permainan hitam hijau. Apakah ada peningkatan partisipasi belajar lari sprint melalui permainan tradisional, Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan PARTISIPASI belajar lari sprint melalui permainan tradisional pada siswa kelas V SD Negeri 132/1 Hajran, Kecamatan Batin XXIV, Kabupaten Batanghari Tahun Pelajaran 2018/2019.Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (Class Action Research), tindakan dalam penelitian ini dibagi dalam dua siklus, dalam tiap siklus menunjukan perkembangan proses pembelajaran jasmani pada materi lari sprint. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 132/1 Hajran pada tahun pelajaran 2018/2019 yang berjumlah 30 siswa terdiri atas 12 siswa putra dan 18 siswa putri. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data pada penelitian ini adalah lembar pengamatan, dan tes unjuk kerja siswa. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif.Data penelitian ini berupa partisipasi belajar siswa yang meliputi ranah afektif, kognitif, dan psikomotor.
Kata kunci: Partisipasi belajar, lari sprint, permainan hitam hijau, permainan galah asin, permainan kasti, permainan petak umpe
Hubungan Koordinasi Mata Tangan Dan Kelenturan Terhadap Hasil Precision Shooting pada Atlet Petanque Jambi: Relationship Of Hand Eye Coordination And Flexibility To Precision Shooting Results In Petanque Jambi Athletes
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat koordinasi mata tangan dan kelenturan terhadap hasil precision shooting atlet petanque Jambi. Penelitian ini adalah penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasional. Koordinasi mata tangan diukur menggunakan tes lempar tangkap bola, kelenturan diukur menggunakan tes sit and reach, sedangkan hasil Precisionshooting diukur dengan tes shooting yang aturannya mengikat dalam pertandingan nomor tersebut. Hasil penelitian menunjukkan ada korelasi antara koordinasi mata tangan (X1) dan kelentukan (X2) terhadap hasil precision shooting (Y) pada atlet petanque Jambi dengan kategori kuat karena hasil perhitungan besar R (korelasi ganda) adalah sebesar 0,75 ≈ 1. Hasil F hitung sebesar 10,94 dan F tabel 3,55. Hal ini berarti F hitung > F tabel (10,94 > 3,55) yang artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa antara koordinasi mata tangan (X1) dan kelentukan (X2) terdapat hubungan terhadap hasil precision shooting (Y) atlet petanque Jambi.
Kata kunci : Koordinasi Mata Tangan, Kelenturan, Precision shootingTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat koordinasi mata tangan dan kelenturan terhadap hasil precision shooting atlet petanque Jambi. Penelitian ini adalah penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasional. Koordinasi mata tangan diukur menggunakan tes lempar tangkap bola, kelenturan diukur menggunakan tes sit and reach, sedangkan hasil Precisionshooting diukur dengan tes shooting yang aturannya mengikat dalam pertandingan nomor tersebut. Hasil penelitian menunjukkan ada korelasi antara koordinasi mata tangan (X1) dan kelentukan (X2) terhadap hasil precision shooting (Y) pada atlet petanque Jambi dengan kategori kuat karena hasil perhitungan besar R (korelasi ganda) adalah sebesar 0,75 ≈ 1. Hasil F hitung sebesar 10,94 dan F tabel 3,55. Hal ini berarti F hitung > F tabel (10,94 > 3,55) yang artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa antara koordinasi mata tangan (X1) dan kelentukan (X2) terdapat hubungan terhadap hasil precision shooting (Y) atlet petanque Jambi.
Kata kunci : Koordinasi Mata Tangan, Kelenturan, Precision shootin
Identifikasi cabang olahraga dengan metode sport search pada ektrakulikuler sepak bola smp negri 16 kota jambi: Identification of sport branches using sport sport search method on football extraculicular junior high school16 in jambi city
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kebakatan anak cabang olahraga sepakbola terutama, dan bakat cabang olahraga lainnya pada siswa SMP Negeri 16 kota jambi yang mengikuti ekstrakurikuler sepakbola.Penelitian yang dilakukan Menggunakan Metode deskriptif dengan analisis kualitatif, sesuai dengan tujuan agar dapat memperoleh data dengan lengkap sesuai yang diinginkan. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 16 Kota Jambi yang berjumlah 23 Anak yang ikut dalam tes pemanduan bakat Sport Search. Sampel dalam penelitian ini adalah Siswa SMP Negeri 16 Kota Jambi.Hasil penelitian menunjukkan Pemanduan Bakat Atlet Cabang Olahraga Sepak Bola Pada Siswa SMP Negeri 16 Kota Jambi adalah kategori berbakat sebesar 26% (6 anak), dan kategori tidak berbakat sebesar 74% (17 anak). Anak- anak yang tidak berbakat di cabang olahraga seapakbola juga memiliki bakat di cabang olahraga lain seperti: lompat jauh, sprint, gymnastics, taekwondo, karate, judo, tenis meja, tenis, bola voli, futsal, dan macam-macam olahraga air. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor perbedaan diantara keduanya, yaitu: lama latihan Sepak Bola, frekuensi latihan, faktor lingkungan dan peran orang tua.Berdasarkan hasil penelitian diatas, dapat disimpulkan bahwa tingkat kebakatan para siswa cabang olahraga ekstrakurikuler sepak bola Siswa SMP Negeri 16 Kota Jambi sebagian besar menunjukkan kategori tidak berbakat. Meskipun frekuensi anak yang berbakat lebih sedikit tetapi jika dikelola dan difasilitasi dengan baik akan mampu meningkatkan prestasi pada puncaknya.
Kata Kunci : Identifikasi bakat, sepak bolaIdentifikasi bakat adalah suatu proses untuk memandu, membimbing, melihat, dan mencari bakat yang dimiliki oleh siswa untuk dikembangkan dan dilatih agar dapat meraih prestasi. Dengan kemajuan teknologi telah di temukan satu metode untuk mengetahui bakat anak yaitu metode sport search. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah dengan metode sport search dapat mengidentifikasikan bakat-bakat yang dimiliki oleh anak yang mengikuti ekstrakurikuler SMP Negeri 16 Kota jambi?Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kebakatan anak cabang olahraga sepakbola terutama, dan bakat cabang olahraga lainnya pada siswa SMP Negeri 16 kota jambi yang mengikuti ekstrakurikuler sepakbola
Integrasi Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran Tenis Mini
oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/696Pendidikan karakter dibutuhkan untuk mempersiapkan generasi muda yang siap menghadapitantangan global dan daya saing bangsa, yang melibatkan bukan saja aspek pengetahuan yang baik,perasaan yang baik, teapi juga perilaku yang baik. Pendidikan karakter menekankan pada kebiasaanyang terus-menerus dipraktikkan dan dilakukan. Pendidikan jasmani adalah proses pendidikandimana seseorang yang mempunyai karakter bagus akan mampu menampilkan rasa belas kasih,keadilan, ketangkasan dan integritas . Tenis mini adalah suatu cara untuk memperkenalkan teniskepada anak-anak usia dini dengan cara yang menyenangkan dan aktif menggunakan permainansebagai pendekatan mendasar. Proses pengajaran tenis mini menganut prinsip mudah, murah,menyenangkan, memberikan rasa aman, mendapatkan rasa kepuasan, dapat digunakan sebagaisarana untuk mengembangkan pendidikan karakter, diajarkan kepada anak sejak dini, sehingga nilainilaitersebut dapat tertanam kuat dan menjadi suatu kebiasaan yang nantinya dapatdipergunakannya dalam jenjang usia selanjutnya. Sistem nilai dan karakter yang dapat dikembangkanmelalui pembelajran tenis mini adalah : 1) Terkait dengan diri sendiri yaitu ; kejujuran, bertanggungjawab, kebiasaan hidup sehat, disiplin, percaya diri, kerja keras, mandiri dan ingin tahu. 2) Karaktersosial ; Sadar akan hak dan kewajiban diri dan orang lain, Patuh pada aturan-aturan sosial,Menghargai karya dan prestasi orang lain, dan demokrasi. 3) Nilai Kebangsaan.Kata kunci : karakter, pendidikan karakter, pendidikan jasmani, tenis min
PENGARUH LATIHAN DENGAN LAMPU REAKSI DAN SHUTTLERUN TERHADAP KELINCAHAN GERAK KAKI (FOOTWORK) PADA PESERTA BULUTANGKIS PB. TJ PRESTASI TEBO: PB Badminton KATILIMCILARINDA REAKSİYON IŞIKLARI VE SHUTTLERUN İLE ANTRENMANIN AYAK ÇALIŞMALARINA ETKİSİ. TJ BAŞARI TEBO
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan lampu reaksi dan shuttle run terhadap kelincahan gerak Kaki (Footwork) Pada Peserta Bulu Tangkis PB. TJ Prestasi Tebo. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen.Dalam penelitian ini terdapat dua kelompok eksperimen yang sengaja di berikan perlakuan.Hasil analisis setelah dari pembahasan diatas dan analisis yang dilakukan dari uji nilai L hitung untuk data tes awal dan tes akhir diperoleh L hitung0.1866 < L tabel 0,2287; 0.1356 < L tabel 0,2287. Maka berdasarkan analisis data ini dapat disimpulkan data tes awal dan tes akhir berdistribusi normal, jumlah sampel 15, mean 2,75, Standar Deviasi 1,02dan thitung10,43 untuk melihat apakah hipotesis Ho atau hipotesis Ha yang diterima sesuai dengan penjelasan diatas maka dibandingkan harga t hitung dengan harga t tabel. Perbandingan harga antar t hitung dengan nilai presentil pada tabel distribusi – t, untuk taraf nyata α = 0,05 dengan derajat kebebasan (dk) = (n – 1) = 14 diperoleh t hitung (10,43) > t tabel (1,7613). Ini berarti hipotesis Ha yang diterima dan Ho ditolak. Jadi dapat disimpulkan terdapat pengaruh latihan menggunakan alat lampu reaksi dan latihan shuttle run dalam meningkatkan kelincahan gerak kaki (footwork) peserta PB. TJ Prestasi Tebo dengan t Hitung> t TabelDapat diambil keputusan bahwa terdapat pengaruh latihan menggunakan alat lampu reaksi dan latihan shuttle run dalam meningkatkan kelincahan gerak kaki (footwork) peserta PB. TJ Prestasi Tebo
Kata Kunci: Latihan Lampu Reaksi dan Shuttle Run, Kelincahan Gerak Kaki
 TJ Prestasi saat ini memiliki atlet sebanyak 28 peserta yang terdiri dari kelompok usia dini hingga kelompok remaja.Berdasarkan hasil pengamatan kemampuan sebagian besar peserta di PB.TJ Prestasi kurang maksimal. Sementara ini dalam kegiatan latihan, pelatih kurang memperhatikan kemampuan kelincahan gerak kaki (footwork) secara optimal, gerak kaki yang lambat, dan kemampuan peserta dalam merubah arah tubuh untuk mengejar shuttlecock, sehingga pada saat melakukan kegiatan latihan bulutangkis peserta sangat kurang sekali untuk mencapai hasil yang maksimal di setiap latihan maupun pertandingan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan lampu reaksi dan shuttle run terhadap kelincahan gerak Kaki (Footwork) Pada Peserta Bulu Tangkis PB. TJ Prestasi Tebo. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen.Dalam penelitian ini terdapat dua kelompok eksperimen yang sengaja di berikan perlakuan. Rancangan penelitian ini mengunakan rancangan one group preetest-posttest design yaitu kelompok yang di berikan perlakuan, tetapi sebelum perlakuan itu di berikan terlebih dahulu dilakukan tes awal (pree-test) dan kemudian diakhir perlakuan di lakukan lagi tes akhir (post-test), Subjek Penelitian ini yaitu peserta PB.
Kata Kunci: Latihan Lampu Reaksi dan Shuttle Run, Kelincahan Gerak Kaki