JRAB: Jurnal Riset Akuntansi & Bisnis
Not a member yet
292 research outputs found
Sort by
MENGUKUR KINERJA PEMASARAN: KAJIAN KONSEPTUAL PERKEMBANGAN TEORI
This paper aims to examine some overview the development of the marketingperformance concept and seeks to develop a comprehensive model for measuringmarketing performance. Marketing performance was initially measured in terms of'efficiency' and sometimes referred to 'productivity' is calculated by comparing thecost of marketing input to output on the level of sales. This indicator measures howefficient of marketing programs in the company based on financial measurements.But we realize that the performance-based marketing with financial indicatorsturned out to contain a lot of weaknesses, including short-term perspective, it cangive rise to organizational conflicts of interest between the company and itsemployees, and in the long term consciously or not, can obscure the achievement ofthe vision and mission including company philosophy. Furthermore, in the 1990s,many scholars developed a set of indicators to measure marketing performance,including customer satisfaction and customer loyalty. Both indicators is morerelevant for measuring marketing performance today that allow improvement qualityencourage and products value, service quality and customer relationship techniques.Even indicators that can not be measured by monetary value be recognized and notignored by the company. The next concept that developed was the marketingperformance measurement indicators of brand equity, which measures howpowerfull brand to attract consumers in choosing a product. With the success of thisindicator can be seen positioning and differentiation are expected by the companytoward market to establish the value of the firm.Developing conceptual model of marketing performance in this paper isfocused on the discussion of marketing performance indicators developed by thescholars disagreements over the concepts that are presented, and finally arranged amodel that describes the comprehensive marketing performance indicators.Current concepts in the journal which is used as the main reference in thispaper on marketing performance measurement as described above in principleemphasizes on the development of non-financial indicators consisting of marketshare, customer satisfaction, loyalty or customer retention, brand equity, andinnovation in the development can affect the improvement of corporate value (thevalue of the firm) as a financial indicator. It is proposed to review the entry point isthe development of non-financial measures will affect the value of the company
PENGARUH KOLABORASI DAN EVALUASI DALAM SUPPLY CHAIN PADA INVESTASI LINGKUNGAN DI LEVEL PRODUSEN (STUDI KASUS: PADA PERUSAHAAN FOOD INDUSTRY DI KOTA MEDAN)
This study aims to empirically testing the influence of collaborative activitybetween the factory with customers and suppliers on environmental investments atthe level of producers in the allocation of Pollution Prevention and empirically testthe influence of the evaluation activities of the factory with customers and supplierson environmental investments in the allocation of producer dilevel Pollution Controland test empirically the influence of collaboration and evaluation activities of thefactory with consumers and suppliers are allocated in the Pollution Prevention andPollution Control jointly on environmental nvestasi producers dilevel.This study uses primary data to test hypotheses on the data collectionmethods of this research is to use survey methods, the research instrument in theform of a questionnaire distributed by way of coming each company according to thelist of food industry companies in the city of Medan.Research results showed thatoverall the process of collaboration with customers and suppliers with consumersyng producers showed a positive impact on the environment nestasiform.Nevertheless, very real collaborative process occurs only on the supplier by themanufacturer.Whereas collaboration between consumers and producers are still alittle place or in other words, the involvement of consumers in providing input ordirectly involved in efforts to improve the environment for investments is still verysmall producers. The process of evaluation both from consumers and suppliers to theproducers still felt lacking. Even in the evaluation process that involved consumersvirtually nothing, where both the industry biscuits, snacks and bakery can not find asignificant influence. In the evaluation process, the real impact on the industry onlybiscuits and snack food industry, only affect the level of 10%. The process ofcollaboration and evaluation by consumers and suppliers to the producers as awhole can improve the investment environment in the food industry (FoodIndustry). Although the bakery industry both of these activities have not shownsignificant results on improving the investment environment
PENGARUH ASIMETRI INFORMASI DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP HUBUNGAN ANTARA PARTISIPASI ANGGARAN DENGAN KESENJANGAN ANGGARAN
The relationship between budgetary participation and budgetary slack hasbeen examined in several accounting studies with conflicting results. The conflictingresult may reflect the influence of moderating variables. Using a contingencyapproach, this study examines the moderating effects of information asymmetry andorganizational commitment on the relationship between budgetary participation andbudgetary slack.The subjects of this study are responsibility centre managers of go publiccompanies that are located in Sumatera Utara. Mailed questionnaires were used tocollect data. Purposive sampling method used in this study with response rate 53,5%or 61 of 114 questionnaires were sent to responsibility centre managers. ModeratedRegression Analysis (MRA) was used to ascertain the moderating effect in theresearch model. Analysis were based on the responses of 56 responsibility centremanagers.Analysis of interactions between information asymmetry, organizationalcommitment and budgetary participation offered two interesting findings. First, nosiqnificant interactive effect between information asymmetry and budgetaryparticipation were found to have affected budgetary slack. Second, no siqnificantinteractive effect between organizational commitment and budgetary participationwere found to have affected budgetary slac
ANALISIS KINERJA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH PADA PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA
Tujuan Penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran lebih jelasmengenai analisis kinerja keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah(APBD) yang meliputi pendapatan dan belanja daerah pada Pemerintah ProvinsiSumatera Utara. Penggunaan data dalam menganalisis laporan realisasi anggaranadalah anggaran pendapatan dan realisasi pendapatan, anggaran belanja danrealisasi belanja pada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tahun 2010 sampaidengan tahun 2013. Teknik analisis yang digunakan yaitu menggunaka npendekatan kuantitatif dengan menggunakan rasio keuangan yang meliputi analisisvarian (selisih) anggaran pendapatan dan belanja, pertumbuhan pendapatan, rasiokemandirian keuangan daerah, efektivitas dan efisiensi pajak daerah, efisiensibelanja, belanja rutin dan belanja pembangunan, belanja langsung dan belanja tidaklangsung, Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pemerintah Provinsi SumateraUtara dalam merealisasikan pendapatan dan belanja pada tahun 2010 sampai 2013dikatakan baik dan pertumbuhan perdapatan dikatakan cukup baik. Pada tahun 2010sampai 2013 Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam rasio kemandiriankeuangan dikatakan cukup baik. Dalam merealisasikan pajak daerah PemerintahProvinsi Sumatera Utara tahun 2010 sampai 2013 cukup efektif dan efisien sertadalam penilaian kinerja dikatakan baik. Belanja rutin dan belanja pembangunanpada tahun 2010 sampai 2013 dikatakan cukup baik, Belanja langsung dan belanjatidak langsungdikatakan cukup baik. Dalam merealisasikan anggaran belanja dapatdikatakan efisien dan pertumbuhan belanja menunjukkan pertumbuhan yang positifyang diimbangi dengan pertumbuhan pendapatan
PENYUSUNAN ANGGARAN DALAM ERA NEW PUBLIC MANAGEMENT: IMPLEMENTASINYA DI INDONESIA
New Public Management (NPM) adalah sebuah konsep manajemenpublik/pemerintahan baru, yang menerapkan praktik kerja sektor privat ke sektorpublik untuk menciptakan efisiensi dan efektifitas kinerja pemerintah daerahsehingga akan tercipta kesejahteraan masyarakat. Ide utama yang dikemukakandalam konsep tersebut adalah sektor publik harus berorientasi pasar sehinggaterdapat efisiensi biaya yang besar bagi pemerintahan. New Public Management(NPM) di sektor publik berpengaruh pada perubahan sistem anggaran, dari modeltradisional menjadi anggaran yang berbasis kinerja. Pemerintah Indonesia telahmelakukan persiapan pelaksanaan Anggaran Berbasis Kinerja denganmengeluarkan berbagai peraturan perundang-undangan serta petunjuk teknis danpelaksanaannya. Kesulitan utama dalam menerapkan anggaran berbasis kinerjaadalah sulitnya menyepakati ukuran kinerja yang sesuai. Melakukan pengukuranpada aktivitas atau output lebih mudah dibandingkan menentukan ukuran pada hasilyang diharapkan atau outcomes
ANALISIS PENGETAHUAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH TENTANG ANGGARAN TERHADAP PENGAWASAN KEUANGAN DAERAH
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengetahuan dewan perwakilan rakyat daerah tentang anggaran terhadap pengawasan keuangan daerah dan sekaligus ingin mengetahui pengaruh pengetahuan anggota dewan perwakilan rakyat daerah terhadap pengawasan keuangan daerah di kota Medan. Responden dalam penelitian ini sebanyak 35 orang yang terdiri dari para anggota dewan yang tergabung dalam komisi C dan panitia anggaran. Alasan dipilihnya komisi C dan panitia anggaran karena keduanya merupakan pihak yang terlibat langsung dalam mekanisme anggaran. Tehnik pengumpulan data menggunakan metode survey, dimana kuesioner didistribusikan langsung kepada anggota dewan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan anggota dewan perwakilan rakyat daerah tentang anggaran sudah cukup baik sehingga pengawasan keuangan daerah yang dilakukan juga sudah cukup baik, yang mana hal ini dibuktikan dengan pernyataan para anggota dewan yang sebahagian besar menyatakan setuju dan sangat setuju atas pernyataan-pernyataan mengenai pengetahuan dewan tentang anggaran terhadap pengawasan keaungan daerah yang ada dalam kuesioner. Selain itu hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara pengetahuan dewan perwakilan rakyat daerah tentang anggaran terhadap pengawasan keuangan daerah di kota Medan. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi pengetahuan anggota dewan tentang anggaran maka semakin tinggi pula tingkat pengawasan keuangan yang dapat dilakukan oleh anggota dewan. Hal ini dapat dilihat dari nilai F hitung sebesar 20.715 yang lebih besar dari F tabel sebesar 4.16
KONSEP ANGGARAN DALAM PERSPEKTIF BALANCE SCORECARD: SUATU TINJAUAN TEORITIS
Penyusunan anggaran merupakan proses pembuatan rencana kerja dalam rangka waktu satu tahun, yang dinyatakan dalam satuan moneter dan satuan kuantitatif orang lain. Penyusunan anggaran sering diartikan sebagai perencanaan laba (profit planing). Dalam sektor publik atau pemerintahan, anggaran berbasis kinerja mulai diterapkan guna pencapaian maksud dan tujuan lembaga. Anggaran merupakan perencanaan stratejik dalam mencapai visi dan misi. Untuk menyusun ABK (Anggaran Berbasis Kinerja) , pemerintah daerah terlebih dahulu harus mempunyai Renstra. Renstra merupakan kegiatan dalam mencari tahu dimana organisasi berada saat ini, arahan kemana organisasi harus menuju, dan bagaimana cara (stratejik) untuk mencapai tujuan itu. Oleh karenanya, renstra merupakan analisis dan pengambilan keputusan stratejik tentang masa depan organisasi untuk menempatkan dirinya (positioning) pada masa yang akan datang
ANALISIS PENGARUH BIAYA PROMOSI DAN BIAYA KUALITAS JASA TERHADAP TINGKAT LIKUIDITAS PADA PT. BANK UOB BUANA Tbk KANTOR PUSAT OPERASIONAL
Penelitian ini dilakukan pada PT. Bank UOB Buana Tbk. Cabang Pembantu Jembatan Dua, perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa perbankan, yang berkedudukan di Jl. Jembatan Dua Raya No. 139 A, Penjaringan, Jakarta Utara. Berdasarkan waktu pengumpulannya berupa data berkala (time series) 36 bulan dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2006. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa biaya promosi dan biaya kualitas jasa mempunyai pengaruh terhadap tingkat likuiditas. Secara parsial untuk X1 (biaya promosi) menunjukkan tidak terdapat pengaruh yang signifikan terhadap tingkat likuiditas, sedangkan untuk X2 (biaya kualitas jasa) menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan terhadap tingkat likuiditas. Dengan demikian PT. Bank UOB Buana Tbk. Kantor Pusat Operasional memerlukan promosi dan kualitas jasa yang baik dalam memperbaiki tingkat likuiditas khususnya current ratio
PENGARUH RASIO PROFITABILITAS DAN LEVERAGE TERHADAP RETURN SAHAM (STUDI EMPIRIS PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BEI)
Return merupakan tingkat pengambilan yang daharapkan oleh investor dalam berinvestasi khususnnya saham. Return yang diterima investor dapat berupa selisih harga saham atau capital gain dan dividend yield. Penelitian ini menjelaskan pengaruh antara NPM, ROA, ROE dan DER yang merupakan variabel-variabel independen dengan return saham sebagai variabek dependen. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah rasio keuangan mempengaruhi return saham. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empiris pengaruh kinerja keuangan yang terdiri dari rasio NPM, ROA, ROE dan DER secara parsial maupun simultan terhadap return saham perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia serta untuk mengetahui rasio yang dominan mempengaruhireturn saham perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif yang berfungsi untuk menguji hipotesis yang diajukan dalam penelitian serta untuk menjawab permasalahan dalam penelitian ini. Sampel yang diambil sebanyak 30 perusahaan Manufaktur yang terdaftar di BEI serta aktif membagikan deviden selama tahun 2003-2006. Untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dilakukan proses pengumpulan data melalui dokumentasi. Untuk metode pengumpulan data yang dilakukan dengan membuat salinan dengan cara mengumpulkan arsip dan catatan catatan perusahaan yang ada. Alat analisis yang digunakan adalah Analisis Regresi Linier Berganda. Hasil analisis bahwa rasio keuangan yang terdiri dari rasio NPM, ROA, ROE dan DER berpengaruh secara simultan terhadap return saham perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. Rasio keuangan yang berpengaruh secara parsial terhadapreturn saham perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI adalah rasio NPM dan DER sehingga secara langsung rasio ini dominan mempengaruh perubahan return saham perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI
PENGARUH KESADARAN WAJIB PAJAK DAN SANKSI PAJAK TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA MEDAN BARAT
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesadaran wajib pajak terhadap penerimaan pajak, untuk mengetahui pengaruh sanksi pajak terhadap penerimaan pajak, untuk mengetahui pengaruh serta kesadaraan wajib pajak dan sanksi pajak secara bersama-sama terhadap penerimaan pajak pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Barat. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kuantitatif, yakni menguji dan menganalisis data dengan perhitungan angka angka dan kemudian menarik kesimpulan dari pengujian tersebut dengan teknik analisis jalur tetapi dalam praktiknya pengolahan dalam peneliti ini tidak diolah secara manual, namun menggunakan software statistik SPSS. Dari hasil penelitian ini semakin tinggi tingkat kesadaran wajib pajak maka pemahaman dan pelaksanaan kewajiban perpajakan semakin baik sehingga dapat meningkatkan penerimaan pajak. Sanksi yang dikenakan untuk setiap wajib pajak yang melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan yaitu sanksi administrasi, sanksi pidana, atau keduanya. Wajib pajak akan memenuhi kewajiban perpajakannya bila memandang bahwa sanksi perpajakan akan lebih banyak merugikannya.kesadaran wajib pajak dan sanksi pajak secara bersama-sama membantu dalam meningkatkan penerimaan pajak pada KPP Pratama Medan Barat