MODELING: Jurnal Program Studi PGMI
Not a member yet
891 research outputs found
Sort by
Manajemen Kurikulum Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Era Digital
The development of information and communication technology (ICT) has changed the educational paradigm as a whole, including Islamic Religious Education (PAI). The digital era brings new opportunities as well as challenges that need to be overcome to maximize the potential of Islamic education. PAI curriculum management in the digital era requires appropriate strategies for integrating technology to increase the relevance and effectiveness of learning. The integration of technology in PAI curriculum management can increase interactivity and learning quality. Adequate technological infrastructure and solid digital skills are required from educators and students. Tailoring relevant content is key to delivering effective learning. Literature studies emphasize curriculum development that is responsive to technology, innovative learning methods, and technology-based evaluation. Policies that support the use of technology in PAI need to be improved to ensure safe and effective use. This research uses a qualitative approach to identify main themes in PAI curriculum management in the digital era, showing that ICT integration can strengthen the quality of PAI learning and prepare students to face global challenges in the digital era.
Abstrak
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah mengubah paradigma pendidikan secara menyeluruh, termasuk dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Era digital membawa peluang baru sekaligus tantangan yang perlu diatasi untuk memaksimalkan potensi pendidikan Islam. Manajemen kurikulum PAI di era digital memerlukan strategi yang tepat untuk mengintegrasikan teknologi guna meningkatkan relevansi dan efektivitas pembelajaran. Integrasi teknologi dalam manajemen kurikulum PAI dapat meningkatkan interaktivitas dan kualitas pembelajaran. Diperlukan infrastruktur teknologi yang memadai serta keterampilan digital yang solid dari pendidik dan peserta didik. Penyesuaian konten yang relevan merupakan kunci dalam menghadirkan pembelajaran yang efektif. Studi literatur menekankan pengembangan kurikulum yang responsif terhadap teknologi, metode pembelajaran inovatif, dan evaluasi berbasis teknologi. Kebijakan yang mendukung penggunaan teknologi dalam PAI perlu ditingkatkan untuk memastikan pemanfaatan yang aman dan efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengidentifikasi tema-tema utama dalam manajemen kurikulum PAI di era digital, menunjukkan bahwa integrasi TIK dapat memperkuat kualitas pembelajaran PAI dan mempersiapkan siswa menghadapi tantangan global dalam era digital
Komparasi Sistematika dan Budaya Evaluasi Pembelajaran pada Lembaga Pendidikan Secara Komprehensif di Negara Finlandia dan Indonesia
Abstract
This research aims to compare the systematics and culture of learning evaluation in Finland and Indonesia. Learning evaluation in Indonesia focuses on the "Kurikulum Merdeka," which emphasizes a holistic approach, particularly in assessing student achievement and knowledge. In contrast, the evaluation systematics in Finland\u27s national curriculum do not include a Minimum Competency Standard (KKM) or National Exams (UN). This research employs a literature review method, revealing significant differences between the evaluation systematics and cultures in Indonesia and Finland. In Finland, learning evaluation is formative and holistic, with a focus on students\u27 continuous development.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengomparasi sistematika dan budaya evaluasi pembelajaran di negara Finlandia dan Indonesia. Evaluasi pembelajaran di Indonesia tertuju pada Kurikulum Merdeka yang lebih menguatkan pada pendekatan holistik terutama dalam penilaian prestasi dan ilmu pengetahuan siswa, sedangkan sistematika evaluasi pembelajaran dalam kurikulum nasional Finlandia yaitu tidak ada patokan KKM dan juga tidak adanya UN. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan, sehingga diketahui sistematika dan budaya evaluasi pembelajaran di Indonesia dan Finlandia memiliki perbedaan yang signifikan di antaranya jika di Finlandia evaluasi pembelajaran mereka bersifat formatif dan holistik dengan fokus perkembangan berkelanjutan siswa
Penerapan Metode Ummi dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Al-Qur’an bagi Anak Berkebutuhan Khusus di TK Muslimat NU VI Dasuk Pademau Pemekasan
Penelitian ini berfokus pada tiga hal yaitu: Bagaimana penerapan metode ummi dalam meningkatkan keterampilan membaca al-Qur’an bagi anak berkebutuhan khusus kedua, Bagaimana hasil penerapan metode ummi dalam meningkatkan keterampilan membaca al-Qur’an bagi anak berkebutuhan khusus, ketiga Apa saja factor penghambat dan pendukung penerapan metode ummi dalam meningkatkan keterampilan membaca al-Qur’an bagi anak berkebutuhan khusus.
Peneliti menggunakan metode dengan pendekatan kualitatif, Adapun jenis penelitiannya menggunakan jenis penelitian deskriptif, serta pengumpulan datanya dilakukan dengan cara observasi nonpartisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap sumber terkaipenerapan dalam pelaksanaan. Kedua, Tehnik- tehnik pelaksanan penerapan metode Ummi di di TK Muslimat NU VI Desuk Pamekasan berupa tehnik individu dan kelompok. Tehnik pelakasanaan berupa kunjungan kelas, pertemuan individu dan observasi dokumen sedangkan tehnik kelompok berupa kunjungan sekolah, rapat evaluasi dan demonstrasi mengajar. Ketiga, Factor pendukung dari penerapan metode Ummi di TK Muslimat NU VI Desuk Pamekasan adalah dukungan dari kepala sekolah dan orang tua yang mendorong supervisor untuk terus melakukan supervisi, keaktifan pengelola dan kesejahteraan guru serta fasilitas yang memadai. Factor penghambatnya adalah kurangnya waktu adalah minimnya pengajar yang tidak sebanding dengan banyakya kelompok yang ada. Factor pendukung pelaksanaan di TK Muslimat NU VI adalah kerjasama antar rekan mengajar yang kompak. Sedangkan factor penghambatnya adalah guru-guru yang sulit untuk dikasih pemahaman, kurangnya tenaga pengajar dan juga kurangnya fasilitas yang memadai
Penerapan Metode Bermain Peran untuk Meningkatkan Hasil Belajar Keberagaman Budaya pada Siswa Kelas IV SD Negeri 080 Panyanbungan
This study aims to determine the application of role-playing methods to improve learning outcomes of cultural diversity in grade IV students. This study was conducted at SD Negeri 080 Panyabungan. The research method used is the classroom action research method (CAR) with a posttest research design. Sampling was carried out using the total sampling technique. The sample of this study amounted to 30 students. The instruments in collecting this data were observation and tests. Where it can be seen from the increase in the average learning outcomes of students in cycle I of 72.6 with the number of students who achieved KKM 22 students (73%) and the number of students who did not achieve KKM 8 students (27%) and increased in cycle II with an average learning outcome of 83.3 with the number of students who achieved KKM 28 students (93.3%) and the number of students who did not achieve KKM 2 students (7%) and increased by 10.7%. This means that efforts to improve student learning outcomes using the application of the Role Playing method to improve the learning outcomes of cultural diversity of grade IV students of SD Negeri 080 Panyabungan, Panyabungan District can be said to improve student learning outcomes effectively
Perkembangan dan Tantangan Ilmu Administrasi di Era Globalisasi
Ilmu administrasi sebagai disiplin ilmu telah berkembang pesat sejak awal kemunculannya dan kini memainkan peran krusial dalam organisasi publik maupun swasta. Artikel ini membahas perkembangan ilmu administrasi, konsep-konsep utama, serta tantangan yang dihadapi di era globalisasi. Dalam konteks yang lebih luas, penelitian ini menyoroti bagaimana faktor kepemimpinan, kebijakan publik, dan inovasi teknologi membentuk dinamika administrasi modern. Melalui tinjauan literatur dan analisis komparatif, artikel ini mengidentifikasi tren masa depan yang akan memengaruhi praktik administrasi di tingkat global
Konstruksi Pendidikan Karakter Religius Berbasis Kegiatan Keagamaan pada Sekolah Islam Terpadu di Kota Palembang
As a response to the importance of strengthening religious values among students, this study explores the construction of religious character education based on religious activities. This study aims to explore the construction of religious character education based on religious activities in Integrated Islamic Schools in Palembang City. The focus of this research is to understand how religious characters are formed through various religious activities in schools, as well as to analyze the contribution of internal and external factors in shaping these characters. This research will also evaluate the extent to which religious activities play a role in the preservation and development of students\u27 religious character. This research uses a qualitative approach. The type of research used in this research is a case study. Data collection through interviews, observation, and documentation. The results of this study indicate that the construction of the religious character of students in Integrated Islamic Schools in Palembang city is successful. This is indicated by a significant increase in the religious character of students which is not only reflected in the school environment but also in everyday life. In implementing religious character education based on religious activities, there are many factors that influence both internal and external factors. Internal factors such as support and school systems, as well as external factors such as cooperation with institutions and parents, play an important role in the success of the formation of students\u27 religious character. Religious activities organized by integrated Islamic schools emphasize moral values such as honesty, simplicity, and compassion. Improving discipline and responsibility, developing empathy and social care, managing emotions and mental resilience, and instilling ethics and principles of life.
Abstrak
Sebagai respons terhadap pentingnya penguatan nilai-nilai religius di kalangan pelajar, penelitian ini mengeksplorasi konstruksi pendidikan karakter religius berbasis kegiatan keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konstruksi pendidikan karakter religius berbasis kegiatan keagamaan di Sekolah Islam Terpadu di Kota Palembang. Fokus penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana karakter religius dibentuk melalui berbagai kegiatan keagamaan di sekolah, serta untuk menganalisis kontribusi faktor internal dan eksternal dalam membentuk karakter tersebut. Penelitian ini juga akan mengevaluasi sejauh mana kegiatan keagamaan berperan dalam pelestarian dan pengembangan karakter religius peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konstruksi karakter religius peserta didik di Sekolah Islam Terpadu di kota Palembang berhasil. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan signifikan karakter religius peserta didik yang tidak hanya tercermin di lingkungan sekolah tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Dalam mengimplementasikan pendidikan karakter religius berbasis kegiatan keagamaan banyak faktor yang mempengaruhi baik dari dalam dan luar. Faktor internal seperti dukungan dan sistem sekolah, serta faktor eksternal seperti kerjasama dengan lembaga dan orang tua, berperan penting dalam keberhasilan pembentukan karakter religius peserta didik. Kegiatan keagamaan yang diselenggarakan sekolah islam terpadu lebih menekankan nilai-nilai moral seperti kejujuran, kesederhanaan, dan kasih sayang. Peningkatan disiplin dan tanggung jawab, pengembangan empati dan kepedulian sosial, pengelolaan emosi dan ketahanan mental, serta penanaman etika dan prinsip hidup
Optimalisasi Hasil Belajar Siswa pada Operasi Hitung Bilangan Bulat: Pendekatan Inovatif melalui Media Pembelajaran
Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan hasil belajar siswa melalui penggunaan media pembelajaran inovatif pada materi operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Studi ini dilaksanakan pada siswa kelas VIA di SDN Muncul 01, Tangerang Selatan, Banten, dengan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Guru berperan sebagai fasilitator sekaligus pelaksana, sementara guru lain bertindak sebagai pengamat. Subjek penelitian terdiri dari 27 siswa. Data hasil belajar siswa dikumpulkan dan dianalisis secara deskriptif, kemudian disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada hasil belajar siswa. Pada siklus I, rata-rata nilai siswa mencapai 74,4, dan meningkat menjadi 87,03 pada siklus II, dengan peningkatan sebesar 16,97%. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan media pembelajaran inovatif pada materi bilangan bulat secara efektif meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar siswa. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis media pembelajaran dapat dijadikan strategi efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika dasar.
Abstract
This study aims to optimize students\u27 learning outcomes through the use of innovative instructional media in the teaching of addition and subtraction of integers. The study was conducted with VIA grade students at SDN Muncul 01, Tangerang Selatan, Banten, using a Classroom Action Research (CAR) approach implemented over two cycles. The teacher acted as both the facilitator and the main instructor, while other teachers served as observers. The research subjects consisted of 27 students. Data on student learning outcomes were collected and analyzed descriptively, then presented in tables. The results showed a significant improvement in students\u27 learning outcomes. In Cycle I, the average student score was 74.4, which increased to 87.03 in Cycle II, reflecting an improvement of 16.97%. These findings indicate that the use of innovative instructional media in teaching integer operations effectively enhances student engagement and learning outcomes. The implications suggest that media-based teaching strategies can serve as an effective method to improve the quality of basic mathematics education
Strategi Mengatasi Konflik Antar Pimpinan, Pemimpin Otoriter dan Pemimpin yang Menghambat Karir Bawahan di Perguruan Tinggi Agama Islam
Konflik merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan organisasi. Konflik sendiri dapat menjadi permasalahan yang serius pada setiap organisasi, apapun bentuk dan tingkat kompleksitas organisasinya, terutama konflik yang terjadi pada institusi pendidikan tinggi. Konflik juga dapat menjadi kekuatan positif bagi kemajuan Lembaga Pendidikan Islam. Penelitian ini mengkaji sumber-sumber konflik dan urgensi penyelesaian konflik di Perguruan Tinggi Islam. Strategi mengatasi konflik antar pimpinan di Perguruan Tinggi Islam dilakukan dengan melakukan beberapa komponen: Tabayun, Tafahum, Ta’awun, Ittifaq, Ishlah, dan Taka’tuf. Dalam menyikapi pemimpin yang otoriter, langkah strategis diambil dengan melibatkan tiga pihak yaitu atasan langsung, pemimpin sendiri, dan bawahan langsung. Dari ketiga bagian vertikal tersebut, kepemimpinan otoriter diharapkan bisa terkontrol. Sedangkan dalam menyikapi pemimpin yang menghambat karir bawahannya dilakukan dengan melakukan pergantian pemimpin. Konflik harus dirangsang karena konflik dapat menjadi pendorong perubahan dalam suatu organisasi. Konflik dapat menjadi kekuatan pendorong perubahan dalam suatu organisasi. Konflik dapat mengubah perilaku dan menyadarkan berbagai pihak yang berkonflik akan kesalahannya sehingga kedepannya mampu meningkatkan produktivitas lembaganya
Pengaruh Peran Perempuan dalam Melestarikan Makanan Tradisional di Industri Kuliner
This study aims to analyze the influence of women\u27s roles in preserving traditional foods in the culinary industry. Traditional food not only serves as a cultural identity but also holds significant economic potential. Women often act as guardians of culinary traditions through their expertise, innovation, and the application of cultural values in production processes. This research employs a qualitative method with a case study approach focusing on several local culinary industry practitioners. The findings reveal that women play a central role in sustaining traditional recipes, enhancing creativity in presentation, and expanding market access through modern marketing strategies. In conclusion, women\u27s contributions to preserving traditional foods positively impact cultural sustainability and the development of the culinary industry.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peran perempuan dalam melestarikan makanan tradisional di industri kuliner. Makanan tradisional tidak hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang signifikan. Perempuan sering kali menjadi penjaga tradisi kuliner melalui keahlian, inovasi, dan penerapan nilai-nilai budaya dalam proses produksi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada beberapa pelaku industri kuliner lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran sentral dalam menjaga keberlanjutan resep tradisional, meningkatkan kreativitas dalam penyajian, serta memperluas akses pasar melalui strategi pemasaran modern. Kesimpulannya, kontribusi perempuan dalam pelestarian makanan tradisional berdampak positif terhadap keberlanjutan budaya dan perkembangan industri kuliner
Internalisasi Nilai-Nilai Islam dalam Membentuk Perilaku Siswa di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Lombok Timur
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai moral di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Lombok Timur dan bagaimana nilai-nilai Islam berperan dalam membentuk perilaku siswa. Madrasah Tsanawiyah sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam menanamkan akhlak mulia pada siswa melalui integrasi nilai-nilai moral dalam kurikulum, pembelajaran, dan lingkungan sekolah. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai Islam, seperti kejujuran, tanggung jawab, empati, dan kedisiplinan, diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di madrasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai moral di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Lombok Timur dilakukan melalui berbagai metode, termasuk pendidikan karakter dalam pelajaran agama, pengembangan kegiatan ekstrakurikuler, dan keteladanan yang diberikan oleh guru serta pengawasan yang melibatkan seluruh warga madrasah. Nilai-nilai tersebut tidak hanya mengarah pada pembentukan perilaku positif siswa di lingkungan sekolah, tetapi juga berperan dalam pengembangan karakter siswa di luar sekolah. Oleh karena itu, internalisasi nilai moral berbasis ajaran Islam di madrasah terbukti efektif dalam membentuk perilaku siswa yang memiliki akhlak yang baik dan siap menghadapi tantangan kehidupan dengan prinsip-prinsip moral yang kuat.
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa: 1. Pelaksanan internalisasi nilai-nilai moral dalam membentuk perilaku peserta didik di Madraah Tsanawiyah Negeri 1 Lotim, dilakukan melalui kegiatan intrakurikuler dan kegiatan ekstrakurikuler. Internalisasi nilai-nilai moral dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu: a). Tahap Pemberian Pengetahuan. b). Tahap Pemahaman c). Tahap Pembiasaan, dan d). Tahap Transinternalisasi. 2). Dalam internalisasi nilai-nilai moral peserta didik ada beberapa pendekatan yang dipergunakan yaitu: para peserta didik diberikan kesempatan dan keleluasaan untuk secara bebas mengekspresikan dirinya dalam berbagai kegiatan, selama itu positif dan tidak menunjukkan perilaku negatif seperti melanggar aturan madrasah, dan pada saat tertentu nilai-nilai sosial ditanamkan secara tegas dan bila perlu dengan tekanan. 3). Implikasi internalisasi nilai-nilai moral dalam pembentukan perilaku peserta didik di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Lotim, dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman, penghayatan, kesadaran peserta didik dalam menerapkan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari