MODELING: Jurnal Program Studi PGMI
Not a member yet
891 research outputs found
Sort by
Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa Putra Sekolah Menengah Kejuruan
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kebugaran siswa SMK melalui Tes Kebugaran Siswa Indonesia (TKSI) fase EF yaitu tes kebugaran jasmani untuk anak sekolah SMA/SMK. Tes yang digunakan yaitu hand and eye coordination test, vertical jump test, T-Test, hand touch reaction test, dipping test dan Bleep Test. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik statistik deskriptif, analisis data yang digunakan dari penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase. Dengan tes hasil kordinasi mata tangan (Hand and eye) dengan nilai rata rata sebesar 18 tangkapan detik tergolong kategori baik, tes melompat secara tegak lurus ke atas (vertical jump)dan nilai rata rata sebesar 46,45 cm dalam kategori sedang,T-test dengan nilai rata rata sebesar 12,68 detik tergolong dalam kategori sedang, hand touch reaction test dengan nilai rata rata sebesar 0,987 detik tergolong kategori baik,diping test dengan nilai rata rata sebesar 20,3 repetisi tergolong kategori baik, bleep test dengan persentase 69% dalam kategori kurang.bahwa hasil dari penelitian tingkat kebugran jasmani siswa putra sekolah menengah kejuruan adalah sedang
Pengaruh Ketersediaan Fasilitas Pembelajaran Terhadap Kinerja Guru dalam Meciptakan Proses Pembelajaran Efektif di Sekolah Dasar
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya pengaruh ketersediaan fasilitas sekolah terhadap kinerja guru dalam menciptakan proses pembelajaran efektif. Fasilitas pembelajaran merupakan sarana dan prasarana yang harus tersedia untuk memperlancar kegiatan pendidikan Sekolah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data yang di gunakan adalah kuisioner atau angket, populasi yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 10 guru dan sampel yang digunakan juga berjumlah 10 yakni guru di SDN 153/X harapan makmur. Kinerja guru merupakan salah satu unsur penting dalam pendidikan, selain itu juga menjadi penentu tigkat mutu pendidikan. Seorang guru yang baik adalah guru yang mampu mewujudkan pembelajaran yang menyenangkan dan membuat peseta didik merasa lebih nyaman, dengan kinerja guru yang benar dan memanfaatkan fasilitas pembelajaran pastinya akan menciptakan pembelajaran efektif. Berdasarkan hasil uji T diperoleh nilai signifikansi sebesar 0.002 < 0.05, dengan demikian dapat di simpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara fasilitas pembelajaran terhadap kinerja guru
Profil Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Ditinjau dari Minat Belajar
Penelitian ini dilatarbelakangi banyaknya siswa yang belum mempunyai keseimbangan antara kemampuan berpikir kritis dengan minat belajarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui “Profil Kemampuan Berpikir Kritis Siswa ditinjau dari Minat Belajar†kelas VIII D MTs Ma’ahid Kudus.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deksriptif yang dilaksanakan di kelas VIII D MTs Ma’ahid Kudus dengan subjek penelitian berjumlah 24 siswa. Subjek penelitian ini dipilih berdasarkan minat belajar siswa yang telah dikelompokkan menjadi 3 kategori, yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Kemampuan Berpikir Kritis ini dikelompokkan menjadi 3 kategori yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Pengumpulan data diambil melalui tes kemampuan berpikir kritis dan pengisian angket minat belajar. Analisis data dimulai dengan memahami seluruh data kemudian dikelola dengan berbagai sumber, yaitu hasil tes tertulis kemampuan berpikir kritis dan lembar angket. Hasil penelitian ini akan memberikan wawasan tentang hubungan antara minat belajar siswa dan kemampuan berpikir kritis siswa, serta memperkaya pemahaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan kemampuan berpikir kritis di tingkat pendidikan menengah pertama.
Jika ditelaah kembali menurut tahapan Polya maka subjek yang memiliki kemampuan berpikir kritis tinggi memenuhi semua urutan dalam menyelesaikan masalah yaitu memahami masalah, membuat rencana untuk menyelesaikan masalah, melaksanakan rencana tersebut, dan yang terakhir mengecek ulang hasil yang sudah didapatkan, sedangkan yang memiliki kemampuan berpikir kritis sedang memenuhi tiga urutan dalam menyelesaikan masalah yaitu memahami masalah, membuat rencana untuk menyelesaikan masalah dan melaksanakan rencana tersebut dan untuk subjek yang memiliki kemampuan berpikir kritis rendah hanya memenuhi satu urutan dalam menyelesaikan masalah yaitu memahami masalah
Korelasi Antara Ekstrakurikuler Pramuka dengan Perkembangan Sosial Siswa di Madrasah Ibtidaiyah
The purpose of this study was to determine the correlation between extracurricular scouting and students\u27 social development. The number of respondents in this study were 30 students of MI Ma\u27arif NU Nurul Islam Yosowilangun Kidul and used quantitative correlation methods. Based on the results of the study, it is concluded that there is a correlation between extracurricular scouting and students\u27 social development. This can be seen from the results of hypothesis testing between the scout extracurricular variable (X) and the student social development variable (Y) which shows 0.796 (r count) greater than 0.334 (r table), namely 0.796> 0.334. The significance value is less than 0.05, namely 0.000 <0.05, which means Ha is accepted and Ho is rejected. This means that the increase in extracurricular scout participation will also increase the social development of students at MI Ma\u27arif NU Nurul Islam Yosowilangun Kidul
Pengaruh Metode Bernyanyi Terhadap Kemampuan Mengingat Pada Mata Pelajaran IPA Siswa Kelas V SD Negeri 46 Kota Pagaralam
This study aims to determine the effect of the singing method on the ability to remember in science subjects for fifth grade students of SD Negri 46 Pagaralam City. The type of research used is Quantitative with Experimental model, Pre-Experimental Design design One Group Pre-Test Post-test. The sample was all fifth grade students of SD Negri 46 Pagaralam with a total of 24 students. The sampling technique is purposive sampling, data collection techniques observation, documentation, interviews, tests. The data analysis test uses normality, homogeneity, hypothesis testing and the coefficient of determination. Based on the results of the paired sample test data by looking at the number of Df 23, therefore the provisions in the t distribution table apply, the researcher takes 2.069 as a reference in comparing a table with the provisions if tcount> ttable (tcount 54.070> ttable 2.069) then Ho is rejected Ha is accepted. It can be concluded that Ha is accepted, meaning that there is an effect of the singing method on the ability to remember in science subjects of fifth grade students of SD Negri 46 Pagaralam City. The calculation of the coefficient of determination R2 R Square value of 0.912 shows that the singing method affects the ability to remember by 91.2%
Implementasi Kurikulum Merdeka melalui Program Madrasah Ramah Anak untuk Meningkatkan Literasi Siswa pada Madrasah di Kabupaten Lombok Timur
Perubahan kurikulum di Indonesia sering dimaknai dengan perubahan kekuasaan melalui Kementerian pendidikan yang berbeda-beda yang berimplikasi membuat kebijakan yang berbeda-beda pula. Hal ini terjadi karena belum optimalnya satuan pendidikan melaksanakan kurikulum tertentu untuk dioperasionalkannya. Di satu sisi perubahan kurikulum merupakan suatu keniscayaan disebabkan perubahan dan tantangan zaman yang berbeda-beda. Oleh sebab itu kurikulum merupakan jawaban dari tantangan dan perubahan zaman tersebut, maka dari itu sangat wajar jika kurikulum memang harus selalu berubah sebagai suatu respon. Oleh sebab itu perubahan kurikulum tidak hanya pada aspek teoritis tetapi juga implementasi dan implikasi kurikulum tersebut harus mampu mengubah dan meningkatkan program-program dalam satuan pendidikan tersebut, salah satunya adalah program Madrasah Ramah Anak. Program ini sebagai bentuk implementasi kurikulum merdeka untuk meningkatkan literasi anak dengan cara membentuk iklim dan budaya madrasah yang menyebabkan anak senang dan betah berada di lingkungan madrasah.
Dalam konteks pendidikan madrasah di kabupaten Lombok Timur, implementasi kurikulum merdeka melalui program Madrasah Ramah Anak akan memberikan pemahaman mendalam tentang sejauh mana kurikulum ini telah berhasil mencapai tujuan pendidikan literasi. Dengan demikian, hasil evaluasi dapat memberikan landasan untuk perbaikan lebih lanjut, memastikan bahwa pendidikan di madrasah dapat memberikan pendidikan berkualitas yang sesuai dengan visi kurikulum merdeka
Pengaruh Model PBL Vs PJBL dan Berpikir Kritis terhadap Hasil Belajar PPKn
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Problem Based Learning (PBL) dan Project Based Learning (PjBL) serta kemampuan berpikir kritis peserta didik terhadap hasil belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). PBL adalah model pembelajaran yang berpusat pada pemecahan masalah nyata yang kompleks, sementara PjBL berfokus pada penyelesaian proyek yang mendalam dan berkelanjutan. Kedua model ini dibandingkan untuk melihat efektivitas dalam meningkatkan hasil belajar PPKn. Selain itu, penelitian ini juga mengeksplorasi peran berpikir kritis dalam mendukung pemahaman dan penguasaan materi PPKn.
Abstract
This research aims to analyze the influence of the Problem Based Learning (PBL) and Project Based Learning (PjBL) models as well as critical thinking skills on Pancasila and Citizenship Education (PPKn) learning outcomes. PBL is a learning model centered on solving complex real problems, while PjBL focuses on completing in-depth and sustainable projects. These two models were compared to see their effectiveness in improving PPKn learning outcomes. Apart from that, this research also explores the role of critical thinking in supporting understanding and mastery of PPKn material
Internalisasi Pendidikan Agama Islam pada Masyarakat Adat Kampung Naga
Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang internalisasi pendidikan agama Islam pada masyarakat adat yang ada di kampong Naga, Tasikmalaya. Indonesia akhir-akhir ini bisa dibilang cukup memperihatinkan. Karakter moral bangsa yang sudah dibangun oleh pendahulu bangsa seakan-akan mulai rapuh dan terkikis, karakter bangsa yang penuh dengan kearifan serta bermoral telah lama jarang terlihat. Kenyataannya sekarang bangsa Indonesia telah kehilangan jati diri bangsa dengan adanya beberapa kasus kekerasan, aksi anarkis, korupsi, penggelapan pajak, pembunuhan, kejahatan seksual, penjarahan, teror bom, tawuran dan lain-lain. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode deskriptif analitik. Lokus penelitian ini adalah Kampung adat Naga Tasikmalaya. Adapun teknik pengumpulan data dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan, bahwa: pertama, Ada beberapa budaya masyarakat Kampung Naga, yang masih dijalankan oleh generasinya. kemudian Nilai-nilai Pendidikan Islam yang terkandung dalam adat istiadat yaitu nilai-nilai keimanan, nilai-nilai ibadah dan nilai akhlak, internalisasi nilai dilakukan melalui pertama adanya proses pembelajaran nilai melalui penyampaian informasi oleh pengurus adat kepada generasi penerusnya Kedua penyampain secara mendalam terhadap tradisi di rumah masing masing oleh orang tua kepada anak-anaknya, Ketiga adanya pelestarian pelaksanaan upacara Adat secara berkesinambungan dari generasi ke genarasi
Kaidah Tafsir dan Penerapannya Menurut M. Quraish Shihab
Penelitian ini dapat dikategorikan penelitian kepustakaan (Library Research). Data-datanya murni bersumber dari perpustakaan, baik data primer maupun sekunder. Data primer adalah data pokok, dalam hal ini bersumber dari karya-karya M. Quraish Shihab terutama buku “Kaidah Tafsir” dan penafsiran-penafsiran M. Quraish Shihab dalam Tafsir al-Misbah. Sedangkan data sekunder adalah data pendukung meliputi berbagai data yang dibutuhkan dalam penelitian ini baik berupa buku, jurnal maupun internet. Seluruh data yang terkumpul dipilah-pilah atau diklasifikasi lalu diolah dan dianalisis sebelum ditarik kesimpulannya. Analisisnya menggunakan metode desriptif analitis. Data dipaparkan secara panjang lebar lalu dianalisis sesuai tema kajian.
Berdasarkan kajian yang penulis lakukan, penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan sebagai berikut : Pertama, Kaidah tafsir adalah ketetapan-ketetapan yang membantu mufassir untuk menarik makna atau pesan-pesan Al-Qur’an dan menjelaskan apa yang musykil dari kandungan ayat. Kedua, Kaidah-kaidah ini meskipun bersifat menyeluruh mencakup semua bagian-bagiannya, tetapi dalam faktanya terdapat beberapa kasus yang menyimpang dari ketentuan umum kaidah tersebut. Bagian menyimpang ini tidak bisa dikatakan salah, karena watak dasar setiap kaidah adalah memiliki pengecualian-pengecualian. Hal demikian ini disebabkan antara lain karena kelemahan perumus dalam merumuskan suatu kaidah, atau karena jarangnya kasus tersebut, atau bisa jadi disebabkan pula oleh pertimbangan-pertimbangan makna yang mendorong dipilihnya sesuatu yang dinilai menyimpang tersebut.
Ketiga, M. Quraish Shihab menerapkan kaidah-kaidah tafsir dalam karyanya Tafsir Al-Misbah. Penerapan kaidah-kaidah tersebut memerlukan kejelian dan kehati-hatian, karena banyaknya ragam dan sifat dasar kaidah-kaidah tersebut. Kejelian dan kehati-hatian ini diperlukan karena tidak jarang sebagian rumusan kaidah menghidangkan aneka alternatif yang kadang bertolak belakang. Pada sisi lain, terkadang para mufassir sepakat tentang satu kaidah, tetapi dalam penerapannya mereka berbeda sehingga menghasilkan Kesimpulan yang berbeda
Analisis Urgensi Penggunaan Media dan Bahan Ajar Berbasis Teknologi dalam Keberhasilan Kurikulum di Madrasah Ibtidaiyah (MI)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi penggunaan media dan bahan ajar berbasis teknologi dalam mendukung keberhasilan kurikulum di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Seiring dengan galaknya penggunaan teknologi diberbagai lini kehidupan, pendidikan juga dituntut untuk memanfaatkan teknologi pada bidang pendidikan. Salah satunya ialah melalui penggunaan media dan bahan ajar yang dapat menjadi solusi dalam mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi tantangan dunia modern dimasa mendatang. Penelitian ini menggunakan metode literature review atau studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan melalui analisis urgensi, efektifitas dan kebutuhan terhadap media dan bahan ajar berbasis teknologi menunjukkan bahwa penggunaan media dan bahan ajar berbasis teknologi sangat penting untuk meningkatkan keberhasilan kurikulum di MI. Penggunaan media dan bahan ajar berbasis teknologi dapat meningkatkan keterlibatan siswa, memperdalam pemahaman konsep, berpikir kritis dan meningkatkan hasil prestasi akademik. Namun terdapat berbagai tantangan dan kendala dalam penggunaan media dan bahan ajar berbasis teknologi ini yang harus dihadapi. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tepat untuk mengatasi kendala-kendala tersebut agar implementasi teknologi dalam pendidikan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan harapan kita bersama